Ini perpus?

Maba: Itu gedung apa ya?

Senior: Oh, itu perpustakaan pusat UI.

*masuk perpus dan liat-liat sekeliling*

Maba : Ini perpus?

Senior : Kayaknya sih…eh apa ini mall ya?

advertisement

Yup, bener banget. Ini adalah salah satu perbincangan hangat di kampus UI, perkara masuknya beragam franchise ke kawasan UI. Perpustakaan Pusat UI (taukan gedungnya?) adalah salah satu yang disorot karena, well, dari perawakannya ini bangunan udah kaya mall. Taruhan pindah agama, ada mahasiswa UI yang sering ke Perpusat UI tanpa pernah masuk ke ruang koleksi, yang seharusnya merupakan “wahana” utama. Mereka cuma luntang-lantung berkeliaran di lobi, di Starbucks atau menghantui surga dunia nomor 23, Mac Room a.k.a Kebun Apple.

Nggak salah sih, kalau ada yang menyangka kalau Perpusat UI itu mall pribadi UI. Kadang yang sadar betul kalau itu perpustakaan pun mulai goyah pendiriannya dan mulai merasa kalau ini bangunan sebenernya mall terselubung. Apa alasannya? Ya, karena emang ada persamaan karakteristik berikut ini:

Starbucks dan Foodcourt

Ada Starbucks-nya! (Sumber:)

Ada Starbucks-nya! (Sumber:Photo Credit: zhahfadhilla via Compfight cc)

Yap, ada Starbucks dan foodcourt—percaya atau nggak, lebih ramai dibanding ruang koleksi bukunya sendiri. Starbucks dan foodcourt ini fungsinya nggak cuma sebagai fasilitas pendukung, tapi malah jadi salah satu “wahana” favorit dan jadi tempat kunjungan bahkan oleh mereka yang bukan anggota civitas UI:

A : COD bisa nggak, Mas?

B : Bisa kok. Mau di mana?

A : Perpus UI deh.

advertisement

B : Hah? Di mana tuh?

A : Ituloh, yang ada Starbucks di pinggir danau.

B : OH! Itu perpustakaan?!

 

Bertingkat + Gym!

Mau nge-gym di peprus? Bisa. (Sumber: potretpawoko)

Mau nge-gym di peprus? Bisa. (Sumber: potretpawoko)

Tau mall Margo City dong? Bertingkat kan? Ada gym juga kan? Rame kan? Ada Starbucks juga kan? Lah, terus apa bedanya sama Perpus UI?

Jangankan Gym, di sini pun ada fasilitas penyewaan studio musik juga loh. Nggak tau? Norak, deh hehe. Sini main sama anak kompleks.

Perpustakaan UI dibangun dengan 8 tingkat. Kalah tuh Margo City, apalagi sodaranya yang adep-adepan sama dia. Arsitekturnya kece, di pinggir danau dan ada Taman Lingkar pula. Belum lagi ada ATM beserta kantor cabangnya juga!

 

Nonton film

Nonton film di Kebun Apple. (Sumber: endratenaya)

Nonton film di Kebun Apple. (Sumber: endratenaya)

Emang sih, nggak ada XXI di perpus UI. Tapi ada ruang diskusi yang menyediakan infokus, kalau lo cukup bernyali untuk meminjam ruangan itu dan menyalah-gunakannya untuk nobar, close enough nggak sih? Belum lagi ada Mac Room a.k.a Kebun Apple yang memberikan lo akses untuk steaming film online, dari AADC sampe Avengers 2, bahkan lo bisa temukan beberapa orang yang nonton WWE di Mac Room. Serius, WWE, Smack Down, Raw, you name it. Dan di sebelahnya lagi nonton drama korea. Bayangin kalau misalnya masing-masing nggak bawa earphone

 

Toko buku

Toko buku di perpus. (Sumber: pujiekalestari)

Toko buku di perpus. (Sumber: pujiekalestari)

Yup. Ada toko buku dalam gedung Perpusat UI, dan minimarket yang tak jauh dari sana, bersama kantor pos, tukang fotokopi, bahkan yang jual peralatan laptop. Andaikata ada yang cukup bernyali meletakkan counter hp dan toko baju di perpus UI, mungkin akan sanggup mengalahkan WTC Mangga Dua dan ITC Cempaka Mas. Fokus ke toko buku, percaya atau enggak (mending percaya deh, udah di cek kok), ada buku yang dijual di toko buku itu, sementara buku yang sama bisa dipinjam secara gratis di ruang koleksi. Ngapain beli dong kalo bisa pinjem? Nah, first rule of having money: never spend yours.

Gimana? Setuju nggak kalo sebenernya Perpusat UI itu mirip sama mall? Nggak setuju pun nggak bisa menyangkal adanya persamaan seperti yang ditulis di atas. Tapi jangan khawatir, tidak perlu terpecah belah seperti duren, karena Perpusat UI masih berperan jadi perpustakaan dan bahkan nggak sedikit juga mahasiswa non-UI yang dateng berkunjung untuk meminjam buku atau malah studi skripsi alumni UI.

Memiliki fasilitas seperti mall nggak menjadikan Perpusat UI sebagai mall karena masih ada perpustakaannya juga. Lagian, siapa sih yang nggak suka Perpusat UI dengan segala fasilitasnya? Yang lain iri loh sama Perpusat UI, and they just have to deal with it.

Nah, apa komentar kamu tentang Perpusat UI yang sedikit kayak mall? Yuk, share tulisan ini lewat FACEBOOK, TWITTER, dan LINE, kamu agar temanmu yang lain juga bisa mengetahui tentang Perpusat UI.

 



[reaction_buttons]