Genderang UI Versi Awal

Makara UI

(makara UI. sumber)

Sebagai mahasiswa UI, siapa sih yang tidak tahu lagu Genderang UI? Yang selalu dinyanyikan secara berulang-ulang selama orientasi atau masa bimbingan selama kita berbalut jaket kuning?

Baru-baru ini penulis menemukan suatu opini di salah satu halaman website komunitas Multiply, mengenai syair awal lagu ini. Benar atau tidaknya, baiknya dilakukan konfirmasi. Tetapi untuk sementara, silakan saja simak tulisan berikut ini. Hitung-hitung sebagai hiburan (kalau tidak mau dianggap serius).

Diharapkan juga melalui tulisan ini, para rekan-rekan mahasiswa baru angkatan 2008 dapat lebih mengenal almamaternya dengan lebih luas.

Tulisan ini sepenuhnya diambil dari halaman Multiply dari rekan djbowie, seorang alumni UI yang penulis kenal baik akan dedikasinya terhadap dunia kesenian musik dan jurnalistik. Lengkapnya silakan klik link ini.

Genderang UI versi awal (You Won’t Believe It)

Hehe,

judul diatas kali cuma teaser agar Blog ini dibuka… mmmm, tapi emang sih awal2 nya saya denger, saya juga kaget!!

Jadi ceritanya, Senin 23 Juni lalu saya menghadiri rapat persiapan Homecoming Day UI bulan Juli mendatang. Jadi inilah reuni akbar UI seluruh angkatan. Naga2 nya bakal dahsyat deh. Lantas ada seorang alumni FKUI yg juga ketua ILUNI FK (Ikatan Alumni unit Fakultas Kedokteran), Dr. Doddy Partomihardjo, angk. 1961 yang tau2 menyebutkan bahwa di lirik lagu Genderang UI yg sama2 kita tau itu, ada kata2 Buku, Pesta dan Cinta.

Lengkapnya begini

Genderang UI (siapa ya pengarangnya, ada yang tahu?)

Universitas Indonesia
Universitas Kami
Bogor, Bandung, Jakarta
Pusat Ilmu Budaya Bangsa

Kami Mahasiswa
Perlambang Cita
Ngejar Ilmu Pekerti Luhur
Tuk Nusa dan Bangsa

S’mangat Lincah Gembira
Buku Pesta dan Cinta
Itulah Hidup Kami

Mahasiswa….

selanjutnya bagian coda sama dengan yang sekarang kita tahu…

nah kok bisa begitu? penjelasan logis nya sih begini… Bogor Bandung Jakarta, ya memang UI dulu punya filial di Bandung, yg lantas jadi ITB, trus di Bogor yg memisahkan diri jadi IPB. Jadi, begitu terpisah dari UI, maka penggalan lirik itu jadi tidak relevan lagi, makanya trus diganti jadi Ibukota Negara…

Buku Pesta dan Cinta.. haha ini jargon mahasiswa yg udah lama saya dengar.. saya kira jargon ini milik generasi 70-an, ternyata di th 60-an pun udah ada…, Malah menurut pengakuan Dr. Doddy, lagu tsb diperkenalkan pada saat dia diplonco tahun 1961. Tujuh tahun kemudian, 1968 dia lulus udah jadi dokter… dan gw baru lahir hihii.., kenapa bagian itu diganti? katanya sih dilarang Bung Karno…, wah padalah doi kan suka buku pesta dan cinta juga ya, tapi kan pastinya bukan mahasiswa lagi…

wah jadi rindu mahasiswa yg penuh dengan buku pesta dan cinta….

Benarkah demikian?

20 thoughts on “Genderang UI Versi Awal”

  1. Kamu kan bentar lagi ga jadi mhs lagi, ngapain ngurusin buku, pesta, dan cinta.
    Buku, pesta, dan cinta: 2/3-nya hedonis

    Reply
  2. kamu juga ngapain jadi kritikus bagi yang bentar lagi ga jadi mhs lagi? kenalilah proporsi dan keterbatasanmu, nak.

    mengenai hedonisme, apa sih arti kata dan makna hedonisme? gw pengen tau…

    +iR+

    Reply
  3. kamu juga ngapain jadi kritikus bagi yang bentar lagi ga jadi mhs lagi? kenalilah proporsi dan keterbatasanmu, nak
    Tanyakan kepada diri Anda sendiri dulu (masalah BEM UI)

    Nggak punya kamus ya?

    Reply
  4. Kita terlalu biasa diskusi dengan menyerang pendapat orang lain, bagaimanapun mungkin buku, pesta, dan cinta merupakan gambaran yang paling tepat untuk melihat kehidupan mahasiswa daripada memberikan gambaran kehidupan hidup mahasiswa yang hambar seperti “tugas, makalah, ujian”. Yang bikin lirik gw pikir itu anak FISIP UI karena siapa sih anak yang paling kreatif dari seantero anak UI.

    Reply
  5. klarisifikasi dong knapa BK melarang kata buku, pesta dan cinta?! ad yg tau ga?

    he..jd bingung gw..

    Reply
  6. #3: gyahahahaha!!! dia sakit ati

    anyways,
    wah sinting! di id.wikipedia, sudah diberikan catatan kaki bahwa benar adanya itu liRik aslinya “buku, cinta dan pesta”

    tapi masih blom nemu alasan kenapa BK mengubah liRik itu.. atau tepatnya kenapa, kapan dan oleh siapa.

    +iR+

    Reply
  7. dulu sih jaman gw latian paduan suara, Pak Dibyo juga pernah bilang kalo pernah ada baris yang bunyinya “buku, pesta, dan cinta”

    Reply
  8. #6: oh, mau saya bikin Anda sakit ati? Ato yang lebi para lagi?

    #4: FYI, biang keladi dari “diskusi yang menyerang orang lain” itu, ya penulis tulisan ini

    Reply
  9. Setahu gw BK ngelarang kata “buku, pesta, dan cinta” itu karena unsur yang terlalu dekat dengan gaya hidup liberal barat, sementara BK pada tahun 60-an mulai menunjukkan garis politik dengan negara-negara blok timur imbas kedekatannya secara politik dengan PKI. Ini juga bisa dilihat pada pelarangan tampilnya koes plus pada dekade itu oleh BK yang menilai musik koes plus sebagai musik “ngak-ngik-ngok”.
    #8: Mending lu buat tulisan sendiri terus nanti lihat pendapat orang lain soal tulisan lu itu.

    Reply
  10. ada yg salah ya sama pesta dan cinta? hedon dari mana si?

    pemikiran tentang hedonis narrow minded bengat..

    no offense lo..cuma mau komentar

    Reply
  11. Gw sependapat sama Mas ian

    Btw, jujur aja nih, emang kalo Genderang UI pake itu lagi (buku,pesta, dan cinta), Juragan-juragan yakin gak bakal ada yang protes? *ngelirik kaum religious zealot penghancur negara*

    Reply
  12. setahu gw jg perubahan idiologi ke arah timur dimulai sejak meniggalnya J. kennedy (beliau pernah menjanjikan BK dlm membantu masalah irian barat), sepeninggalnya J. kennedy yg digntikan oleh (lupa lagi) menolak mentah2 dlm membantu irian barat. ini membuat BK kesal dan sejak itulah kita condong ke arah timur.

    cukup aneh bagi seorang Soekarno merubah haluan politiknya (idiologinya),termasuk ‘kesenagannya’??

    huwf…
    sejarah kita memang selalu meninggalkan kontroversial bagi anak bangsa, yg didapat bukan pemahaman tapi polemik2 yang ga jelas. ga heran knapa banyak buku2 pelajaran sejarah (sd,smp,sma) ditarik lagi dr peredaran..

    kemungkinan besar ini ulah dari mantan penguasa..

    brengsek !

    sph

    Reply
  13. wah. diskusinya “berbobot” yak. anak UI memang hebat-hebat. hehe..senang saya sama senior-senior sekalian.

    Reply
  14. Sejarah memang ditulis oleh para pemenang dan penguasa kok. Pembantaian 6 juta Yahudi, WMD di Irak, bahkan tragedi 1998 aja masih jadi rahasia sampe sekarang. Yang tau menolak bicara, alhasil sejarah ikut lenyap masuk ke dalam kubur.

    Tapi menurut Saya, aneh juga kalo waktu itu kita gak pro-Timur. Bayangin setelah Jepang menyerah sama Sekutu otomatis dia jadi anggota Barat kan, demikian pula Belanda yang beberapa kali mencoba masuk lagi ke Indonesia. Tapi sayang akhirnya pun negara kita jadi korban permainan politik global hingga akhirnya Soekarno dapat digantikan dengan Soeharto (Saya rasa rekan-rekan pun mengerti mengapa saya berkata begini).

    Tapi setelah Soekarno lengser pun, lirik tersebut gak berubah lagi jadi buku, pesta, dan cinta. Mungkin karena semua lagi pada ‘sibuk’ ya? hahaha..

    Reply
  15. seorang alumni yang sangat-sangat senior, sekarang bekerja di kantor pengacara ABNR bernama M. Husseyn Umar adalah pencipta (atau salah satu pencipta?) dari lagu tersebut. begitu menurut penuturan beliau.

    Reply
  16. lapor aja saya yg nulis tulisan ini di site multiply saya. Thanks buat iRandi yg re-post ini. thanks buat semua kritikan komentar bahkan ocehan2 yg ga bermutu disini. ya ga usah disebutkan namanya toh pake alias palsu juga… minimal saya pake nama asli jelas, dan dikenal (oleh yg re-post), dan bisa diminta pertanggungjawabannya 🙂

    cheers

    Reply

Leave a Comment