Harapan Baru untuk UI: UI Bisa Jadi Juara Umum Pimnas 2011!


0

“Di mana nama UI di PIMNAS?”

Pertanyaan itu yang sekarang banyak berkumandang di kalangan beberapa mahasiswa UI yang mulai sadar betapa pentingnya prestasi dalam bidang keilmuan bagi kampus kita. Beberapa kisah dramatis tentang UI yang tidak pernah menjadi juara umum PIMNAS pun mulai membuka mata ini bahwa kita harus melakukakan sesuatu.

Sungguh sedih memang, UI yang katanya universitas berkelas internasional harus kalah dalam bidang yang seharusnya kita bisa menjadi raja di sana yaitu kompetisi keilmuan. Apalagi kita tahu bahwa UI ini memiliki banyak cabang ilmu yang seharusnya bisa dikembangkan dan diikutsertakan menjadi sebuah karya di kompetisi besar ini.

Berita tentang UGM yang mengirim banyak karya, UGM yang terus bersemangat mengahadapi kompetisi ini, dan UGM yang menjadi juara umum PIMNAS semakin membuat saya terperangah dan bertanya-tanya mengapa UI tidak mampu. Apa mungkin karena passion dan potensi kita yang kurang? Ataukah karena kita memang kurang informasi mengenai ajang ini??

Baru sehari kita, mahasiswa UI, melewati penutupan ajang keilmiahan terbesar se-UI (OIM UI) dan dari sana kita mulai merajut lagi semangat untuk melawan universitas-universitas lain. Semangat membara dari para kontingen fakultas untuk mendapatkan juara di tiap cabang lomba membuat saya merasakan betapa nikmatnya sebuah kata “kompetisi”.

Iklim kompetisi seperti inilah yang sangat diimpi-impikan untuk membangun nama besar UI. UI terkenal bukan karena jaketnya yang berwarna kuning terang. UI terkenal bukan karena kasus kecelakaan keretanya yang berulang kali. UI yang ideal adalah UI yang terkenal karena prestasinya yang melejit dan membuat orang-orang berdecak kagum melihat semangat para mahasiswanya.

Sayangnya, tugas-tugas kuliah yang menumpuk kadang membuat mahasiswa sibuk dan melupakan bahwa kontribusi dan pemikiran mereka juga diperlukan bukan hanya di kelas, namun juga di ajang kompetisi keilmiahan. Masih banyak yang berpikir bahwa mengikuti lomba karya ilmiah dangan mengerjakan tugas kuliah bagaikan melaju ke arah yang berbeda, yang salah satunya tidak mendukung hal yang lain.

Walaupun usia saya menjadi mahasiswa belumlah lama, namun saya dapat melihat bahwa ketertarikan para mahasiswa kita kurang terhadap hal berbau ilmiah. Paradigma tersebut harus dipatahkan. Tugas kuliah kita sangat bisa sejalan karya kita di lomba. Toh kita belajar di kelas bukan hanya dimanfaatkan demi pemenuhan nilai dari dosen kan?! Ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat untuk kehidupan, termasuk lomba ilmiah semacam OIM dan PIMNAS.

Untungnya telah ada beberapa pihak yang turut menyadarkan kita yang terlanjur sibuk dan melupakan kompetisi semacam OIM atau pun PIMNAS. Di Psikologi, misalnya, telah ada peningkatan dalam menyadari pentingnya berpartisipasi dalam ajang keilmuan seperti itu. BEM Fakultas Psikologi UI, khususnya Departemen Pendidikan dan Keilmuan, mencoba menarik perhatian para civitas Fakultas Psikologi bahwa kita perlu untuk berpartisipasi dalam kompetisi seperti OIM melalui program kerja Road to OIM.

Cara-cara yang dilakukan para panitia pun bertahap. Pada awalnya, mahasiswa yang belum tahu tentang OIM dan urgensinya dicerdaskan dalam seminar yang mendorong dan menginspirasi. Lalu diikuti dengan beberapa workshop terkait penulisan, presentasi, dan debat sebagai bekalan para mahasiswa yang mulai tertarik. Terakhir, mahasiswa yang serius ingin berpartisipasi dipilih dan dipersiapkan secara matang untuk maju ke tingkat universitas. A

lhamdulillah, dengan usaha kecil seperti itu gaung kompetisi dan keilmiahan mulai terdengar seperti yang diharapkan. Kata “OIM” dan sejenisnya yang dulu, mungkin, tidak dikenal oleh para mahasiswa bahkan para dosen sekarang perlahan menjadi perhatian. Oleh karena sekarang kita telah memasuki era persiapan menuju PIMNAS, saya sangat berharap para lembaga terkait dan para civitas akademika UI untuk saling menyadarkan bahwa kita ini bukan apa-apa. Banyak hal yang perlu dibenahi dan para mahasiswa baru harus segera diperkenalkan dengan dunia kompetisi yang menyenangkan seperti ini. Ingat, UI perlu ada perbaikan citra dan prestasi di mata dunia pendidikan Indonesia. Ternyata amanah itu ada di bahu kita, kawan-kawan.

Mulai dari sekarang, kita harus tunjukkan “UI yang terbaik” melalui semangat, pemikiran, dan keberanian kita melalui PIMNAS 2011 yang akan datang. SEMANGAT kawan-kawan…perjuangan kalian bukan hanya di OIM UI. Yakinlah, UI bisa jadi juara umum PIMNAS 2011!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf

4 Comments

Leave a Reply

  1. untuk itu buat anak-anak UI, ciptakanlah tradisi, karena kekurangan UI dengan yang lain adalah tidak mempunyai tradisi untuk meriset. good luck.

  2. Ada satu birokrasi yang tidak diterapkan di UI adalah pelibatan DIrektorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) dalam kegiatan ilmiah mahasiswa. Padahal aktivitas riset UI itu sangat powerful. Semestinya Direktorat Kemahasiswaan tidak bergerak sendiri karena DRPM adalah lembaga yang paling mengetahui roadmap riset unggulan UI. Tim Gemastik UI 2010 berhasil membuktikan hal ini šŸ˜€

    *Selamat atas keberhasilan UI menjadi Juara Umum Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) 2010.
    *Gemastik 2010, UI berhasil menjadi juara umum. Bisakan prestasi ini terulang di PIMNAS 2011?

Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals