3 Pantangan di UI yang Unik bin Ajaib! Sudah Tahu Belum?

Setiap tempat pasti memiliki pantangan, bukan? Tapi kamu sudah tahu belum kalau di Universitas Indonesia ada beberapa pantangan yang unik bin ajaib?

Beberapa pantangan ini disampaikan secara lisan turun temurun dari setiap angkatan dan disebarkan dari mulut ke mulut. Udah penasaran belum? Yuk simak tiga pantangan di UI yang unik berikut ini.

1. Foto di tulisan UI ini, bisa ga lulus kuliah!

Kalau kamu jalan menuju Asrama Universitas Indonesia, kamu akan melihat dari jauh tulisan ini di seberang danau UI. Meskipun dari jauh terlihat kecil, namun tinggi tembok yang menopang tulisan itu sendiri hampir setinggi bahu manusia, lho! Di depan tulisan tersebut juga terdapat rumput yang dibentuk dengan bentuk Makara. Wow, betapa sulitnya merawat rumput-rumput tersebut.

Untuk bisa sampai ke sana, kita harus melalui jalan setapak yang berada di hutan UI. Hm.. jangan coba-coba deh pergi ke sana malam hari apalagi sendirian. Sudah pasti seram!

Konon katanya, terdapat pantangan mahasiswa untuk berfoto di tulisan tersebut. Jika mahasiswa berfoto di depan tulisan tersebut, mahasiswa itu diramalkan akan terkena sial dan sulit lulus kuliah! Belum ada kebenaran pasti mengenai pantangan ini. Namun, masih banyak mahasiswa yang mengambil foto bersama-sama di sana dan nekat melewati hutan UI.

Rumornya, pantangan ini sengaja disebarluaskan untuk menjaga kelestarian rumput dan lingkungan di sekitar tulisan tersebut. Karena jika tidak, akan banyak orang yang pergi ke sana dan merusak lingkungan sekitar.

Jadi gimana, kamu mau tetap foto di sana tidak?

BACA JUGA: Mitos Horor UI Paling Legendaris, Bikun hingga Hantu Wisuda UI

2. Jangan ngaku anak FEB kalau belum pernah masuk ke Komak

Sumber: Universitas Indonesia

Komak merupakan singkatan dari Kolam Makara yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. Disebut demikian karena di tengah kolam terdapat batu ukiran berbentuk makara berwarna abu-abu khas FEB.

Konon katanya, setiap mahasiswa FEB UI harus pernah masuk ke dalam Komak minimal satu kali selama masa kuliah agar benar-benar sah menjadi mahasiswa FEB!

Salah satu momen yang seru dan menjadi ajang cebur mencebur adalah pada saat puncak acara OPK (Orientasi Pengenalan Kampus) yang menjadi ospek Fakultas Ekonomi. Para panitia komisi kedisiplinan akan menceburkan beberapa mahasiswa baru, demikian juga para mahasiswa baru menceburkan beberapa panitia. Ajang tersebut juga menjadi titik temu persaudaraan antara panitia orientasi dan para mahasiswa baru.

Jika perkuliahan offline, kamu akan melihat banyak mahasiswa FEB yang diceburkan ke Komak ketika mereka sedang berulang tahun! Seru sekali, bukan? Hm.. kamu sudah kepikiran belum, kalau kuliah offline, mau ceburin siapa?

BACA JUGA: 4 Fakta Unik Jakun UI yang Mungkin Kamu Belum Tahu!

3. Sstt, jangan noleh kalau ada yang manggil kamu di jembatan Teksas

Sumber: Mapio.net

Kamu sudah tahu belum ada jembatan yang menghubungkan Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Teknik? Yup, itu adalah jembatan Teksas, singkatan dari Teknik & Sastra. Jembatan aesthetic ini berada di atas salah satu danau UI dan kerap dipakai mahasiswa untuk berfoto, lho!

Tapi, beredar rumor bahwa jembatan ini cukup angker di malam hari. Karena suasananya yang kurang akan pencahayaan, membuat pejalan kaki yang melintas harus berhati-hati. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak boleh menoleh apabila ada yang memanggil kita di Teksas! Karena, bisa saja yang memanggil itu bukan manusia…

Meskipun belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan rumor ini benar atau tidak, tapi tidak ada salahnya untuk selalu berhati-hati, bukan?

Nah, itu adalah tiga pantangan unik yang ada di Universitas Indonesia. Kira-kira kamu percaya yang mana, nih?

BACA JUGA: Kisah Misteri Legenda Kampus UI, Cewek di Depan Rektorat

Sumber foto header: Dimas Suryo Sudibyo

Cerita Horror Misteri Gedung VI FIB Universitas Indonesia

Seperti biasa, suara alarm benar-benar menganggu ketika di pagi hari, gue segera bangun dari tempat tidur dan melihat handphone, jam menunjukkan sekitar jam 7 pagi. Masih ada waktu sekitar satu jam untuk bersiap-siap. Ini merupakan hari pertama gue mengajar MPKT-A di Universitas Indonesia, karena sebelumnya gue sekedar bekerja sebagai dosen sementara di mata kuliah Sejarah Filsafat.

Tetapi akhir-akhir ini kepala departemen memberikan gue kesempatan untuk mengajar MPKT-A dan ini merupakan kesempatan untuk membuktikan kemampuan gue sebagai dosen yang cukup hebat. Sebenarnya melelahkan juga mengajar MPKT-A karena selain dapat harus menguasai seluruh materi MPKT-A, gue juga sebelumnya diharuskan mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Ya ada beberapa mata kuliah yang harus diajarkan di MPKT-A seperti Logika sehingga kepala departemen Filsafat UI berusaha membuka kelas kepada dosen-dosen MPKT-A untuk mempelajari logika. Hmm, ya memang menarik.

Setelah usai mandi, gue segera berpakaian dan segera berangkat menggunakan mobil. Sialnya ketika sampai di jalan Stasiun Depok, ternyata macet parah. Gue melihat jam tangan gue dan ternyata menunjukkan 7.32 AM. Artinya sekitar jam 28 menit lagi, gue segera mengambil jalan pintas yang untungnya gue ketahui supaya terhindar dari kemacetan ini. 10 menit kemudian setelah melewati jalan pintas akhirnya sampai juga di halaman Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Melihat jam ternyata masih sekitar jam 7.42 AM.

“Wihh Sam, baru nyampe lu, hari pertama lu kan ini ngajar MPKT-A?”

“Yoi Ram, oh iya, lu nanti jadi pembicara juga gak di acara pembukaan maba Filsafat?” Bales gua

“Yah lihat nanti aja lah, gue masih ngecek jadwal gue di LIPI, tadi sih gue udah dapat undangan, lu juga dapet kan?” Tanya Rama

“Iya gue dapet, tapi kan gak enak kalo gak ada dosen idola kayak lu di pembukaan maba?” Bales gua

“Bisa aje lu, yaudah gue ngajar dulu ye, lu juga ngajar kan? Di gedung berapa lu?”

“Di jadwal sih gedung VI ruangan 6xxx lantai 2, yaudah broo gua cabut dulu juga.” Bales gua

“Siap-siap”. Kata Rama

Sebenarnya gue gak begitu suka dengan Rama, karena terkadang orang ini terlalu memperhatikan gerak-gerik gua, entah sepertinya dia mencurigai gue ataupun lainnya, tapi gue memang tidak begitu suka dengan dia. Gue segera pergi ke gedung enam dan meninggalkan Rama yang menuju ke gedung empat.

BACA JUGA: Filsafat Cinta Eksistensialis Gabriel Marcel

Di gedung enam suasananya seperti biasanya ramai dan bising, gue segera pergi ke ruang 6xxx di lantai 2. Setelah gua memasuki kelas ternyata suasana menjadi hening, sepertinya para Mahasiswa Baru ini masih belum saling kenal-mengenal, walaupun ada beberapa yang sudah mengenal.

“Ini ruang 6xxx ya? Kelas MPKT-A 22 kan?” Kata gua

“Ya pak MPKT-A 22”. Sahut sekelas

Kalian udah kenal saya? Ya mungkin yang mahasiswa filsafat sudah mengenal saya, tapi bagi yang belum, perkenalkan nama saya Samy dari Prodi Filsafat mengampu mata kuliah Sejarah Filsafat dan MPKT-A. Nah kalian udah saling kenal-mengenal dengan teman sebelah kalian? Belum ya? Kalo gitu saya absen dan kalian harus saling kenal, supaya suasana kelas ini menyenangkan. Oke!

“Adinda? Kata gue

“Hadir pak.”

“Syahrul?”

“Saya pak.”

Sumber: Angelia R.

Gue mengabsen seluruh mahasiswa, tetapi gue merasa setelah selesai mengabsen semuanya, ada semacam keanehan, ada seorang mahasiswa wanita yang belum gue absen dan dia duduk di bangku paling belakang. Dia hanya menunduk. Gue berusaha mencari namanya di absen tapi tidak ada sama sekali.

“Itu mahasiswa cewe yang dibelakang yang baju merah udah diabsen belum?” Kata gua

Mahasiswa yang lainnya segera melihat kebelakang.

Mahasiswa cewe yang mana pak? Enggak ada yang pakai baju merah pak? teriak sekelas

Eh bukannya semuanya udah diabsen ya? Kata syahrul.

Itu yang dibelakang si Fika, mahasiswa yang baju merah? Kata gua

BACA JUGA: Mitos Horor UI Paling Legendaris dari Bikun hingga Hantu Wisuda UI

Fika dan mahasiswa lainnya menengok ke meja dan kursi yang dibelakang fika.

Itu kan kosong pak? Teriak sekelas.

Hah kosong gimana, orang keliatan jelas ada mahasiswa cewe kok, kamu jangan nunduk dan diam aja? Jawab saya, kamu udah diabsen belum, nama kamu gak ada di absen ini? Udah isi SIAK kamu?

Mahasiswa sekelas tampak keheranan dan mereka semua menatap dengan tatapan aneh ke wajah gua.

“Siapa namu kamu, jangan nunduk dan diam aja?” Kata gua

“Ya pak saya Anita pak”. Kata cewe mahasiswa berbaju merah.

“Anita ya nama kamu, jurusan apa kamu?”Bales gua

Mahasiswa lain tampak keheranan melihat gua, mereka menatap gua dengan ketakutan.

“Kok diam aja kamu?” Bales gua.

Seketika wanita berbaju merah di belakang itu mengangkat wajahnya dan memperlihatkan wajahnya dan melotot ke arah gua, seketika itu gua inget siapa wanita itu.

Wajah wanita berbaju merah itu mirip mahasiswa filsafat angkatan 2017, Anita Petrisia Darmayanti, tapi kenapa dia ada disini? Kenapa dia bisa ada di kelas saya? Bukannya dia harusnya sudah mati? Seinget gua, dia sudah gua mutilasi dan mengubur potongan tubuhnya di gedung belakang enam ini? Kenapa dia masih hidup? Apa dia buka mulut ke si Rama bahwa gua memperkosa dan membunuh dia?

Bersambung, next episode cerita selanjutnya!

BACA JUGA: Mahasiswi Misterius Penumpang Taksi di Gerbatama UI, Begini Kisahnya

Hantu Wanita yang Gantung Diri di Gedung Rektorat UI

Cerita Horror Wanita Yang Gantung Diri di Gedung Rektorat Universitas Indonesia. Cerita ini gua dapatkan di forum kaskus yang membahasnya, entah benar atau tidak, yang jelas memang beberapa mahasiswa atau mahasiswi Universitas Indonesia katanya pernah melihat penampakan wanita ini di sekitar Rektorat.

Di ceritakan katanya, ada seorang mahasiswa berinisial C yang sedang berpartisipasi dan mengadakan kegiatan 17 agustus di kampus UI. C dan teman-temannya membuat poster, hiasan, serta rencana kegiatan, dan jadwal kegiatan untuk 17 agustusan di kampus UI.  C dan teman-temannya mengerjakannya sampai larut malam.

Satu persatu teman C pulang karena telah mengerjakan tugas mereka tetapi ternyata C dan temannya B belum selesai juga walaupun keadaan telah menjelang malam. Akhirnya karena batas deadline kegiatan, C dan B memutuskan akan menginap di kampus UI untuk mengerjakannya sampai pagi. Karena C dan B ingin menginap di kampus UI mereka berpikir untuk pulang sebentar ke indekosnya untuk mengambil beberapa perlengkapan serta untuk mandi, lalu kembali lagi ke kampus untuk menyelesaikan tugas poster serta atribut hiasannya.

Akhirnya C dan B berangkat ke indekos mereka dengan menumpang mobil B yang kebetulan memang membawa mobil supaya cepat sampai. Mereka berdua naik mobil dan segera berangkat menuju kos si B terlebih dahulu.

Saat itu pukul 23.30 malam. Suasana dingin dan sunyi. Dalam perjalanan mereka melewati gedung rektorat UI, tiba-tiba si B dari jendela mobil yang terbuka sambil menyetir dari kejauhan sekitar 10 meter, melihat seorang wanita yang berjalan tertatih-tatih, seperti seorang yang pincang dan kepalanya juga aneh seperti orang yang tulang lehernya patah.

BACA JUGA: Misteri Pocong Di Gedung C Asrama UI

B kemudian memelankan mobil mereka sambil mengamati dari kejauhan wanita tersebut (sekitar 10 meter), B kemudian berkata ke si C

“Eh lihat tuh di pinggir trotoar depan kita… Ada cewek jalan malam2 begini”

Sebenarnya C telah melihatnya juga tapi dia diam saja. Sontak dalam jarak 10 meter itu mereka merinding, serta jantung berdetak kencang, ditambah kesunyian.

Sayangnya si B memang mahasiswa yang terkenal suka mencari tantangan sehingga ia berkata ke si C/

“Lewatin yuk, gua penasaran liat mukanya”. kata si B.

Pelan-pelan mereka mendekati wanita tersebut, setelah berada sangat dekat dengan wanita tersebut B segera membuka kaca mobil untuk wajah melihat wanita tersebut. Wajahnya sangat pucat, matanya melotot serta lidahnya terjulur keluar berwarna kebiruan seperti orang yang sudah mati.

Sontak si C pun panik dan berteriak.

“Itu setan mahasiswi yang gantung diri di Rektorat”

Kata C panik. B pun menginjak gas mobilnya dengan kencang dan segera meninggalkan setan mahasiswi tersebut. Akhirnya setelah mereka kabur dari setan rektorat tersebut, mereka ketakutan setengah mati dan mereka memutuskan tidak jadi menginap di kampus dan menelantarkan tugas panitia 17 agustus di kampus mereka (dari pada mati sama hantu).

Ih serem ya!! Katanya sih setan mahasiswi di rektorat itu mati karena gantung diri makanya setiap kali ada yang melihat hantu tersebut maka kelihatan kalo lehernya patah dan lidahnya terjulur, katanya menurut rumor beredar bahwa hantu wanita rektorat itu pas masih hidup dan memutuskan gantung diri dikarenakan putus dengan pacarnya, ada yang bilang mahasiswi itu adalah mahasiswi FISIP tapi ada beberapa yang bilang mahasiswi FIB (entah yang benar yang mana kita tidak tahu) yang jelas kalian jangan jalan malam-malam sendirian ya di sekitar trotoar UI.

Kononya hantu rektorat ini akan memunculkan dirinya di sekitar trotar Universitas Indoneisa sekitar jam 23.00 sampai dengan 23.59 malam. Jadi bagi yang lewat rektorat UI sekitar jam segitu, hati-hatinya karena biasanya hantu itu akan memunculkan dirinya di sekitar jam tersebut.

BACA JUGA: Mitos Horor UI Paling Legendaris, Bikun hingga Hantu Wisuda UI

Malam-malam Lewat Jalan Cinta, Kirain Guling Eh Pocong Ternyata!

Malam jumat, pemirsa!

Berikut ini Cerita Horror Pocong di Jalan Cinta Universitas Indonesia. Diceritakan A, seorang siswa SMAN 2 Depok, bahwa pada saat itu ia mengikuti pensi Smada, pensi selesai sekitar pukul 22.00 PM atau jam 10 malam. Setelah usai pensi, teman A yang berinisial F mengajak A serta teman-teman lainnya untuk tour ke UI malam hari. Semua teman A pun setuju walaupun A dalam hati sebenarnya tidak setuju.

A menceritakan bahwa tour itu terdiri dari 10 orang, termasuk A dan teman-temannya. Akhirnya A dan teman-temannya pun berangkat menggunakan motor menuju ke Universitas Indonesia, mereka semua sampai di pintu utama UI pukul 23.00 PM atau jam 11 malam.

Tiba-tiba saja saat rombongan melewati gerbang utama, teman si A yang berinisial A berkata.

“Eh lu semua nyium bau melati ga?”

Sontak si A pun mengakui dalam hati bahwa ia menyium bau melati di sekitar gerbang utama tersebut, akhirnya pemimpin rombongan yaitu si F berkata bahwa sebaiknya mereka mempercepat laju  motor mereka dan segera meninggalkan gerbang utama UI.

Setelah rombongan kabur dari gerbang utama tanpa mereka sadari mereka sampai di stadion Universitas Indonesia. Rombongan stay di situ selama beberapa saat dan mereka menyadari ada yang tidak beres semenjak mereka melewati gerbang utama dan menyium bau melati. Kemudian, F pemimpin rombongan ingin segera mengakhiri tour tersebut karena jam juga telah menunjukkan pukul 23.20 PM.

Rombongan pun terpecah menjadi dua kubu, antara yang ingin melanjutkan tour di UI dan kubu yang mengentikan tour karena merasa ada yang tidak beres. Diambilah suara terbanyak berdasarkan voting dan F memutuskan berdasarkan suara bahwa mereka melanjutkan perjalanan touring di Universitas Indonesia. Perjalanan pun dilanjutkan menuju menara air (yang deket kumpulan bis rusak alias kuburan bikun).

BACA JUGA: Kesurupan Hantu Kuntilanak di Acara Debat Fakultas Hukum UI

Sepanjang perjalanan yang terdengar hanyalah suara motor dari rombongan, benar-benar sunyi saat itu. Suasana  mencekam serta menyeramkan karena yang ada hanyalah hutan, bis rusak, dan kegelapan. Pemimpin rombongan F memutuskan melanjutkan perjalanan menuju jalan cinta.

Sama seperti sebelumnya seperti di menara air, jalur cinta pun sangat sunyi bahkan lebih gelap dibandingkan dengan menara air. Jam menunjukkan pukul 23.45 PM. Yang ada hanyalah suara kebisingan dari motor rombongan.

Tiba-tiba di persimpangan jalan, saat belokan di sebelah kanan yang terdiri dari hutan, samar-samar A melihat sosok yang seperti guling putih, sontak A pun sadar itu bukanlah guling melainkan pocong, A pun menunjuk ke tempat di mana pocong itu berada dan berteriak sangat kencang yang membuat rombongan kaget dan melihat ke tempat yang ditunjuk A.

Rombongan pun melihat hal yang sama dan rombongan pun terpecah menjadi kacau karena masing-masing ketakutan dan segera kabur dari jalan cinta tersebut. A pun kabur dengan kecepatan motor yang tinggi dan tersesat entah dimana. Masing-masing rombongan terpisah tidak tahu kemana.

Kumpulan Cerita Mistis di Kampus UI Depok | BeritaUnik.net

***

Semua dari kita sudah tahu jika kita stay di Universitas Indonesia saat pukul 23.00 PM sampai dengan pukul 24.00 PM maka akan muncul sosok-sosok tertentu yang menjadi Urband Legend di daerahnya. Jika kita berada di trotoar gedung Rektorat saat pukul 23.00 PM sampai dengan 24.00 PM maka bisa dipastikan kita akan bertemu dengan hantu wanita yang gantung diri, sosok urband legend ini akan muncul dengan jalan terpincang-pincang dan leher patah di trotoar gedung rektorat. Dan jika kita stay di FH UI saat jam tersebut maka kita akan menemukan hantu ibu-ibu berkebaya di depan FH. Intinya setiap daerah mempunyai urband legend-nya sendiri dan mungkin jalan cinta juga mempunyainya dan terlihat dari cerita diatas.

Bertemu Pocong di Jalan Cinta UI. Cerita tersebut gua dapatkan seperti biasanya di forum kaskus bawah tanah, setelah menelisik dan searching hingga ke bawah tanahnya forum kaskus akhirnya gua menemukan cerita ini. Cerita ini diceritakan berdasarkan kesaksian seseorang yang berinisial A yang merupakan siswa Smada Depok.

BACA JUGA: Hantu-Hantu Gunung Yang Akan Kamu Temui Saat Jadi Anak MAPALA

Header image reference: Jalan malam hari 

Hantu-Hantu Gunung Yang Akan Kamu Temui Saat Jadi Anak MAPALA

Hantu-Hantu Gunung Yang Akan Kamu Temui Saat Jadi Anak Pecinta Alam. Malam jum’at telah tiba. Saatnya artikel horor dari anakUI.com hadir menggentayangi timeline kamu-kamu semua.

Untuk kamu yang sedang sendirian, penulis harapkan untuk memeriksa kanan-kiri kalian. Sebelum semuanya terlambat.

Baiklah, darimana ya kita mulai? Oke mungkin kita bisa memperkenalkan dulu narasumber kita yang sudah sangat baik mau membagi pengalamannya sebagai salah satu anggota dari MAPALA (mahasiswa pecinta alam UI).

Perkenalkan. Dia adalah D, 25 tahun. Hari-hari masa mudanya di isi dengan kegiatan yang berbau lingkungan hidup dan konservasi alam. Yep, sejak SMP sampai sekarang Ia sudah lulus kuliah dan bekerja, D menekuni kegiatan outdoor dan menjadikan kegiatannya ini sebagai rutinitas penghilang penat di waktu luangnya.

Kalau ditanya sudah berapa banyak gunung yang ditaklukannya, Ia hanya terkekeh dan enggan untuk menjawab. Mungkin takut yang mendengar tidak percaya dan menyangkanya membual semata. Mungkin.

Sumber: ajc.com

D membagikan banyak kisah tentang pengalamannya sebagai seorang pecinta alam, baik saat Ia duduk di bangku SMP sampai menjadi anggota MAPALA UI, namun tak ada yang lebih menarik dari kisah hantu yang selalu diselipkan di tengah kisah-kisah lainnya. Menurutku pribadi, kisah-kisah hantu itu bukan isapan jempol belaka, namun terserah pada kalian yang ikut membaca kisah-kisah ini. Penilaian ada pada kalian, apakah kisah-kisah yang aku turut bagi kepada kalian ini benar adanya atau hanya khayalan. Mari kita mulai

Dalam mendaki gunung, banyak sekali persiapan yang harus kita lalui sebelum memulai. Mulai dari persiapan materi, yang berupa peralatan dan kebutuhan apa saja yang kita perlukan selama pendakian. Persiapan fisik, seperti melatih ritme pernapasan dan juga kekuatan lengan dan kaki. Sampai yang terakhir, yaitu persiapan mental. Sejujurnya, semasa SMP aku sudah paham dua diantaranya, tapi justru lengah pada yang paling penting, yaitu persiapan mental.

BACA JUGA: Selama Masih Kuliah Cobain Deh Naik Gunung Walau Hanya Sekali

Pendakian pertamaku dilakukan di salah satu gunung di daerah Jawa Barat. Aku pergi bersama kedua abangku dan ketiga orang temannya. Menurut mitos, setiap kali kita mendaki gunung, kita harus datang dalam jumlah genap. Entahlah, kabarnya, biar tidak ada sosok gaib yang melengkapi perjalanan kita. Mau tidak mau aku percaya. Meskipun ya terdengar aneh.

Si Cantik Yang Tingginya 2 Meter Lebih

Sumber: martinkjellberg.com

Baiklah, Aku yang sewaktu itu duduk di bangku SMP kaget karena untuk pertama kalinya, aku menghadapi jalur yang cukup berliku dan terjal. Beberapa kali abangku yang paling tua, yang sudah berkali-kali melewati jaluran ini terbingung-bingung saat harus mengambil jalur yang berbelok.

Sampai tiba di suatu pos pemberhentian yang cukup terkenal, kami semua duduk untuk meluruskan kaki sambil menikmati kudapan yang kami bawa dari rumah. Suasana saat itu tidak ramai, karena memang bukan musim pendaki. Saat itu, salah satu teman dari abangku izin ke toilet dan aku pun juga merasa perlu buang air.

Akhirnya setelah Ia selesai, aku pun pergi ke toilet yang Ia tunjukan. Bukan toilet permanen. Dindingnya hanya menutupiku dari leher ke bawah, sehingga saat aku buang air kecil pun mataku bisa memandang ke arah barisan pohon yang berbaris di belakang toilet ini. Tapi apa daya, aku benar-benar butuh toilet ini. Perasaan ada yang mengawasi pun tidak kuhiraukan lagi.

Saat hendak keluar dari bilik toilet, mataku tertuju ke arah barisan pohon itu. Di antara pepohonan tersebut, aku melihat sesosok wanita yang umumnya masyarakat sering sebut dengan sebutan ‘kuntilanak’!

Sosok kuntilanak itu berbaju merah dan tembus pandang, itu lah sebabnya aku tidak menyadarinya meskipun aku sempat merasa ada yang mengawasiku dari jauh. Tubuhnya menjulang dan hampir setinggi pepohonan yang ada, dan cukup besar dibandingkan dengan apa yang sering digambarkan dalam film-film horor.

Sosok itu melayang ke arahku, namun aku memutuskan untuk tidak berlari. Aku tahu, dalam situasi seperti ini sudah sepatutnya aku tenang.

Sesampainya di pos, aku hendak memberitahukan hal ini ke teman abangku yang pergi ke toilet sebelumku. Namun baru saja aku mau memulai pembicaraan, Ia menggelengkan kepalanya melarangku untuk melanjutkan. Katanya, Ia juga melihat sosok itu dan Ia memilih untuk tidak bercerita karena tidak baik untuk menceritakan selama kita masih di gunung. Aku mengerti dan mengangguk saja. Kami pun melanjutkan perjalanan, dan aku berusaha melupakan apa yang aku lihat.

Desis Ular dan Auman Harimau

Sumber: gunungkidul.sorot.co

Pengalaman kedua ini terjadi ketika aku memutuskan untuk mendaki kedua kalinya di tempat yang sama. Saat itu aku sudah duduk di bangku SMA dan lebih percaya diri. Insidenku bertemu dengan wanita itu sudah mulai terhapus dari benakku, dan aku justru rindu dengan keindahan dari gunung pertama yang ku-daki itu. Aku memutuskan untuk berangkat lagi dengan organisasi pecinta alam dari sekolahku. Semua persiapan sudah rampung, dan aku senang karena rombongan yang ikut cukup ramai, termasuk para alumni yang siap menjaga kami.

Di tengah pendakian, aku hanya tersenyum ketika kami sampai di pos tempat aku bertemu dengan sosok perempuan menakutkan itu. Sudah beberapa tahun berlalu, tidak ada yang berubah. Bahkan toilet sialan itu bentuknya masih sama. Di pos ini kami beristirahat sambil mendirikan tenda, berniat untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya karena salah satu anggota kami ada yang terkilir kakinya.

Malam pun tiba, aku yang satu tenda dengan dua orang lainnya tidur berdempetan untuk melawan udara dingin. Beberapa menit berlalu dan dua orang temanku tersebut sudah jatuh terlelap. Aku sendiri masih sulit karena udara begitu dingin. Aku lapar. Namun tentunya aku enggan untuk keluar dan memasak mi instan karena takut sosok itu akan menghampiriku. Jadi ku putuskan untuk menahannya sampai keesokan harinya.

Kebutulan saat itu aku tidur di pinggir sebelah kiri. Karena tempat yang sempit, aku memalingkan wajahku ke dinding tenda, agar tidak harus berhadapan dengan wajah temanku yang tidur di tengah.

Tiba-tiba saja, terdengar desisan ular yang membuatku terlompat dari posisi tidur. Aku membangunkan kedua orang temanku, takut kalau ada seekor ular yang melata di dekat tenda kami. Kedua orang temanku yang mengantuk hanya menurut saja apa yang ku perintahkan. Kami bertiga keluar tenda untuk memeriksa.

Ketika kami keluar tenda, tidak ada apa-apa. Padahal jelas suara itu berdesis di telingaku. Aku jadi malu sendiri. Namun beberapa detik setelah kita memastikan ketidakberadaan hewan itu, kami bertiga mendengar auman harimau yang memekakan telinga. Terbirit-birit kami memasuki tenda dan mengubur diri kami dengan selimut, sambil berharap pagi datang secepatnya.

Tentara Gaib

Sumber: rte.ie

Dari semua sosok yang pernah ku temui dalam pendakianku, sosok mereka lah yang paling menyeramkan. Mereka? Yap, karena sosok ini jumlahnya lebih dari satu, dan mereka berbaris layaknya seorang tentara. Tapi ketika kalian pandangi lebih lama, kulit mereka pucat seolah-olah mereka tidak memiliki pembuluh darah yang mengalir. Mata mereka hanya rongga saja, dan baju mereka robek-robek seolah mereka baru pulang dari pertempuran.

Aku bertemu dengan sosok ini di pendakianku di salah satu gunung di Jawa Tengah. Kebetulan saat itu aku bersama dengan MAPALA UI. Sialnya, hanya aku yang ditampakkan dengan sosok ini sementara teman-temanku yang lain tidak.

Saat itu kami sedang berada di tanjakan yang cukup terjal dan aku mulai kehabisan tenaga. Bagian kanan kiriku jurang jadi aku berusaha untuk mempertahankan kecepatanku agar tidak tertinggal. Tepat di saat yang sama kelompokku mendaki, sosok tentara ini turun dan berpapasan dengan kami. Ketika ku tanyakan pada teman-teman sependakianku yang lain, mereka hanya terkekeh dan mengucapkan selamat padaku. Katanya aku terpilih menjadi yang ditampakan oleh sosok yang melegenda ini.

Tengah Lapangan

Sumber: outdoorlifenorway.com

Oke, ini menjadi cerita penutup karena tidak mungkin semuanya ku sampaikan dalam satu waktu. Pengalaman ini ku alami bersama salah seorang sahabatku di kampus saat kami mengikuti ekspedisi di salah satu gunung di daerah Jawa Timur. Kejadiannya sesederhana kami yang kebingungan karena tertinggal oleh rombongan kami sehingga terpaksa harus menghentikan perjalanan kami. Di ujung jalan, kami melihat tanah lapang yang ramai dengan tenda pendaki lainnya. Kami pun memutuskan untuk menunggu salah satu rombongan yang ada di lapangan ini bergerak melanjutkan perjalanan. Kami berniat untuk bareng karena ingin menyusul rombongan kami. Sambil menunggu, aku dan temanku R, menggelar tikar dan meluruskan kaki.

Beberapa jam berlalu, namun tidak ada tanda-tanda keberangkatan dari salah satu rombongan yang ada di sini. Aku dan temanku putus asa dan memutuskan untuk berjalan saja berdua. Entah apa yang terjadi di atas, pikirku. Baru saat aku mau mulai berjalan, ku lihat rombongan lain ramai-ramai memanggil kami untuk cepat bergabung dengan mereka. Aku dan temanku pun terburu-buru untuk menyusul. Sambil enggan menengok ke belakang.

Sesampainya di atas, baru lah aku tahu alasan kenapa rombongan itu berteriak-teriak memanggil kami untuk cepat keluar dari lapangan. Rupanya, sosok yang kami lihat sebagai rombongan pendaki sebenarnya hanya ilusi kami. Salah satu anggota dari rombongan yang membantu kami itu bercerita bahwa lapangan tersebut dipenuhi koloni ‘pocong’ yang jumlahnya ribuan. Itulah alasan mengapa rombongan mereka berhenti sejenak dan berteriak-teriak untuk memanggil kami.

Sejujurnya, aku masih tidak percaya dengan apa yang aku alami saat itu. Tapi melihat temanku yang ikut bersamaku menunggu di lapangan itu langsung demam sesampainya di puncak, aku jadi galau. Mungkinkah?

Sekian sepenggal kisah yang penulis bisa muat dalam artikel malam jumat kali ini. Jika pembaca berminat untuk mengetahui kisah-kisah horor lainnya, kalian bisa tulis komentar di bawah mengenai topik apa yang bisa penulis muat di postingan berikutnya. Terimakasih dan sampai jumpa!

BACA JUGA: Mahasiswi Misterius Penumpang Taksi di Gerbatama UI, Begini Kisahnya

Gambar header via bocahpetualang

Kesurupan Hantu Kuntilanak di Acara Debat Fakultas Hukum UI

Cerita Horror Kesurupan Hantu Kuntilanak di Acara Debat Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Cerita ini gua dapatkan dari forum Kaskus dari seseorang yang berinisial M yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Entah cerita ini benar atau tidak, sulit mem-verifikasinya tetapi yang pasti ada beberapa mahasiswa lainnya yang memiliki kesaksian yang sama mengenai fenomena kesurupan di acara debat Fakultas Hukum (FH) UI.

Diceritakan oleh M bahwa di bulan November tahun 20xx FH UI mengadakan acara lomba debat berskala nasional. Acara itu direncanakan akan diadakan di balai sidang Universitas Indonesia. M mengaku bahwa ia direkrut sebagai kru keamanan di acara tersebut. Acaranya awalnya berjalan dengan lancar, yaitu dengan perform tari, musik, dan lain-lain. M mengira bahwa acara ini akan aman-aman saja, tapi ternyata itu hanya harapannya saja.

Pukul sembilan malam, ketika acara telah selesai dan hanya tersisa panitia yang sedang membereskan acara, tiba-tiba di salah satu tempat duduk ternyata masih ada seorang penonton wanita yang duduk.

Wanita itu terlihat menatap ke balai sidang dengan pandangan hampa dan kosong. Seluruh panitiapun ketakutan melihat penonton wanita tersebut yang berkelakuan aneh tersebut. Beberapa panitia yang berani, berusaha menghampiri wanita tersebut dan mengajaknya berkomunikasi tetapi wanita tersebut hanya duduk dan menatap balai sidang dengan tatapan kosong.

Salah seorang panita mengenali bahwa ternyata wanita itu adalah mahasiswa FH UI angkatan 20xx. Seluruh panitia pun panik melihat hal itu. M sebagai kru keamanan pun dipanggil ke tempat kejadian dan diminta untuk menceritakan seluruh kejadiannya. M merasa bingung karena ia tidak pernah berurusan dengan hal aneh seperti ini.

Tiba-tiba wanita itu bergerak dan tertawa-tawa dengan sangat kencang.

Sontak hal ini menakutkan seluruh panitian acara Debat. Tertawanya sangat aneh dan terkesan seperti tertawa hantu, Para kru keamanan dan anggota kepanitiaan pun tidak berani mendekat ke pada wanita tersebut. Kemudian M akhirnya ingat bahwa ia mempunyai teman yang ahli dalam soal mistis. M pun memanggil temannya tersebut untuk segera datang ke balai sidang.

Suasana di balai sidang dipenuhi ketakutan

Semua orang di balai sidang melihat wanita tersebut yang melotot dan tertawa nyaring melengking. 15 menit kemudian datanglah B, teman si M yang akan memeriksa wanita tersebut. B mendekati wanita tersebut sambil mengucapkan sesuatu yang tidak dimengerti oleh para panitia dan kru kemanan.

B mendekati dan kemudian mengusap dahi wanita tersebut.

Tanpa perlawanan tiba-tiba wanita tersebut pingsan dan tidak sadarkan diri, akhirnya demi kebaikan wanita tersebut, akhirnya wanita itu dibawa ke tempat istirahat panitia untuk ditenangkan. Setelah usai, M dan para panitia pun menanyakan perihal apa yang sebenarnya terjadi dengan wanita tersebut. B sontak mengatakan yang membuat kaget M dan para panitia, bahwa wanita tersebut dimasuki oleh sosok hantu wanita yang menghuni balai sidang. Menurut si B sebaiknya pemberesan acara di selesaikan dengan cepat karena lokasi ini di malam hari banyak penghuninya. Para panitia pun segera membereskan acara dengan cepat dan berusaha melupakan kejadian yang mereka lihat tadi seolah tidak terjadi apa-apa. Tetapi M tidak dapat melupakannya.

Menurut beberapa kesaksian mahasiswa yang sering mengadakan acara di balai sidang hingga malam hari, mereka memang mengakui begitu acara dilaksanakan lebih dari jam 21.30 PM maka terkadang ada beberapa orang di balai sidang yang terlihat menatap dengan tatapan kosong di balai sidang, contohnya mahasiswa FH yang berinisial D yang menjabat salah satu divisi di BEM UI pada tahun 20xx mengaku bahwa ia sudah terbiasa dengan fenomena tersebut sehingga ia memaklumi kejadian kesurupan di Balai Sidang UI pada Acara Debat Nasional Fakultas Hukum.

Hati-hati jika anda berada di balai sidang di pukul 21.30 PM, mungkin saja akan ada sosok yang akan memasuki tubuhmu? Lalu mengendalikan dirimu?

Mahasiswi Misterius Penumpang Taksi di Gerbatama UI, Begini Kisahnya

Kisah ini sudah bukan menjadi barang awam yang tidak diketahui oleh mahasiswa/mahasiswi di Universitas Indonesia. Kisah ini dapat kalian temukan dan tanyakan kepada seluruh pengemudi taksi yang sering melewati gerbatama Universitas Indonesia.

Diceritakan oleh para supir taksi bahwa mereka, di sekitar jam 10 malam ke atas, terkadang sering mengangkut penumpang wanita misterius di gerbatama. Menurut para supir taksi katanya sih, wanita ini terkadang memberhentikan taksi di sekitar Gerbatama (Gerbang Utama) UI dan minta diantar ke Bintaro.

Supir Taksi (sumber: rurisiruri.wordpress.com)

Ada beberapa supir yang bilang bahwa Bintaro adalah rumah dari wanita misterius ini. Beberapa supir yang mengaku mengangkut penumpang wanita misterius ini mengatakan bahwa wanita itu memiliki tampilan seperti mahasiswi Universitas Indonesia. Supir taksi lain menyebutkan bahwa penumpang wanita ini menyatakan bahwa dirinya adalah mahasiswa FISIP, tetapi ada juga yang bilang mahasiswa Sastra (entah benar atau tidak saya tidak tahu).

Sumber: lovinmalta.com

Anehnya kata para supir taksi, setelah mereka membawa penumpang wanita misterius ini dari Gerbatama UI menuju Bintaro, wanita ini minta diturunkan di suatu rumah, setelah itu wanita ini akan meminta supir menunggu sebentar karena ia ingin mengambil uangnya di rumah.

Tetapi menurut kesaksian beberapa supir setelah mereka menunggu sekitar tiga puluh menit (ada juga supir yang menunggu sekitar satu jam di luar rumah wanita tersebut) ternyata si wanita itu tidak muncul-muncul. Akhirnya si supir mencoba beranjak masuk ke rumah wanita tersebut karena curiga dengan wanita itu yang dikira para supir, wanita itu ingin menghindari pembayaran.

Setelah mengetok-ngetok rumah tersebut, ternyata muncul beberapa orang yang tinggal di rumah tersebut, salah satunya seorang bapa-bapa.  Si supir menceritakan kejadian penumpang wanita yang masuk rumah ini belum membayar taksi. Bapa-bapa itu menjelaskan bahwa wanita itu adalah anak mereka.

Tetapi sebenarnya ia, anaknya, telah mati.

Sontak si supir taksi kaget bukan main (jadi yang tadi saya antar adalah hantu?). Kata keluarganya anaknya sudah mati tertabrak sekitar beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2000 dan keluarga mengaku memang roh anak mereka belum tenang karena katanya anak mereka adalah korban tabrak lari dari taksi di sekitar Gerbatama.

Sontak si supir taksi meminta maaf kepada keluarga tersebut, walaupun begitu pihak keluarga tetap membayar biaya jasa si supir taksi, sambil berujar bahwa sebaiknya jika ada seorang penumpang wanita di Gerbatama yang meminta diantar ke rumah ini lagi, diabaikan saja.

Si supir taksi  pamit, kemudian balik ke mobilnya sembari masih terlihat sedih mengingat cerita kepergian anaknya dari keluarga tersebut. Kemudian saat dia akan memasuki mobil taksinya…

***

Catatan: cerita ini menyebar dari satu mulut ke mulut para supir taksi. Para supir taksi sekitaran UI-margonda sudah terbiasa dengan penumpang wanita misterius ini, jadi mereka mengabaikannya (tapi mungkin beberapa supir taksi yang baru beroperasi di sekitar UI tidak mengetahuinya).

Jika kalian ingin mengetahui lebih lanjut cerita Hantu Penumpang misterius di Gerbatama, seperti siapa wanita itu sebenarnya? Namanya siapa? Bagaimana ia bisa di tabrak lari? Bagaimana kesehariannya? Mengapa arwahnya masih bergentayangan? dan lain-lain. Kalian dapat menanyakannya ke pada supir taksi yang sering berlalu lalang di Universitas Indonesia, beberapa supir mengetahui alamat rumahnya sehingga mungkin anda dapat meminta supir taksi untuk mengantar anda menuju rumah si penumpang misterius ini, sehingga anda dapat menanyakan kepada keluarganya yang bersangkutan.

Hati-hati ya guys, kalo kalian di gerbatama di atas jam sepuluh malam mungkin aja kalian bertemu hantu itu yang sedang menunggu di gerbatama, jangan di deketin ya.

Ih serem!!!

Legenda Hantu Tanpa Kepala Di Halte Pusgiwa UI dan Sekitar, Siapa Dia?

Selamat malam jumat pembaca semuanya!! Udah malam jumat ke-berapa ya kita #DiRumahAja? Semoga tetap sehat dan bahagia selalu meskipun aktivitas yang biasa kita lakukan dibatasi… Kita harus tetap semangat dan produktif! Eh tapi kalo tiba-tiba lagi gak mood dan pengen males-malesan aja gak papa kok! Pokoknya lakukan apa pun yang membuat kalian semua bahagia di tengah situasi yang super stressful seperti saat ini!

Okedeh, seperti biasa di malam jumat, anakUI.com menghadirkan artikel horor tentang kampus kita yang author peroleh dari teman-teman sesama anak UI. Kali ini mengenai sesosok hantu tanpa kepala yang pernah dilihat oleh dua narasumber kita di halte Pusgiwa dan sekitarnya. Terlepas dari ada atau tidaknya sosok ini, yang jelas, dua orang teman kita yang berasal dari fakultas berbeda ini mengatakan adanya sosok yang sama yang mereka temui di lokasi yang sama. Hal ini mungkin bisa kita simpulkan bahwa keberadaan sosok hantu ini benar adanya,

Mungkin jika kalian penasaran dengan sosok ini, kalian bisa melakukan apa yang dilakukan oleh kedua mahasiswa ini. Siapa tahu, kalian beruntung dan sempat berkenalan dengan sosok ini

Kisah Pertama: FPT UKM di Pusgiwa

Oleh: S, FKM

Saat itu adalah saat pertama kali aku menghadiri FPT, atau yang biasa kalian kenal dengan Fit and Proper Test. Kegiatan ini dilakukan untuk memilih seorang ketua dari suatu organisasi atau tepatnya dalam kisahku kali ini adalah untuk memilih seorang ketua di suatu unit kegiatan mahasiswa (UKM). Agar tidak mengganggu jalannya perkuliahan, FPT biasa dilakukan di malam hari, setelah kelas-kelas di semua fakultas telah selesai. Oh ya, perkenalkan namaku S dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dalam kisah ini, aku tidak sendirian. Aku dan dua orang temanku yang lain, F dan Z, juga melihat sosok ini.

Jarkoman di grup UKM mengatakan bahwa FPT akan dimulai pukul 09.00 malam sampai keesokan harinya. Oleh karena itu, aku bersiap-siap membawa semua perlengkapan yang mungkin aku perlukan untuk ‘menginap’. Dari kos-kosanku di daerah Pocin, aku berangkat pukul 08.30, biar gak telat dan gak kecepetan. Pokoknya semua sudah ku siapkan sedemikian rupa. Karena ini adalah FPT pertamaku (meskipun bukan aku yang mencalonkan diri) aku pastinya semangat banget dong.

Tapi ternyata, FPT cukup membosankan ya.. hingga akhirnya aku memutuskan keluar dari ruangan untuk mencari ‘angin’. Padahal, aku menyelinap ke arah parkiran motor Pusgiwa untuk mengobrol dengan dua orang temanku yang lain (yang sepertinya bosen juga), F dan Z. Kami duduk di undakan semen sambil ngobrol dan ngemil jajanan yang kami bawa dari rumah. Gak kerasa, kami sudah setengah jam sendiri mengobrol di luar. Di temani hembusan angin dan bunyi hewan malam yang keluar mencari mangsa.

Saat kami memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan lagi, tiba-tiba F nyeletuk

“Eh liat deh ke arah stadion UI. Enak banget ya malem-malem gini, sepi”

Aku dan Z berpandangan

“Aneh lo, F! Udah yuk masuk, kesambet kali lo” kata ku

Bersamaan dengan kata-kata yang keluar dari mulutku itu, F berjalan meninggalkan kami. Ia bergerak menuju stadion. Kami semua mengikuti, meskipun agak merinding.

“F, lo gue tinggal ya sumpah aneh banget deh. Sampe ada apa-apa awas lo gak akan gue maafin”

Aku dan Z terpaksa mengikuti F, daripada sesuatu yang buruk menimpanya dan kami yang repot.

Sesampainya di dekat pagar stadion (yang berarti di seberang parkiran), kami berada di bawah sinar lampu yang cukup terang berderang. Dari situ, F mengajakku dan Z untuk berbalik dan melihat ke arah parkiran tempat kami mengobrol tadi. Sontak aku dan Z menutup mata. Bagaimana tidak, ternyata, tidak jauh di belakang kami, ada sesosok badan (sepertinya laki-laki) yang mondar-mandir di area parkiran Pusgiwa. Anehnya, sosok itu hanya dari bahu ke bawah, tidak memiliki leher apalagi kepala (ini penulis gemeteran nulisnya hehe). Sosok itu daritadi pasti mengawasi kami yang sedang mengobrol.

“Sekarang kita jalan pelan-pelan lewat jalan masuk sebelah kiri ya. Jangan lari, plis” Kata F

Aku dan Z berpegangan tangan dan jalan beriringan sambil menuduk menatap aspal, sementara F di belakang kami sambil mengarahkan kami agar tidak jatuh terjerembab.

Tenang aja temen-temen semua, kami baik-baik saja. F mengatakan bahwa Ia baru menyadari sosok tanpa kepala itu ketika Ia bangun dari duduknya.

“Gue gak mau ngasi tau saat itu juga karena gue yakin kalian pada kocar-kacir saat itu juga. Terus kenapa gue ngarahin kalian ke stadion ya karena gue lihat sosok itu mendekat woy ke arah kita, dan stadion terang banget lampunya. Gue gak tahu sih, tapi mungkin dia gak berani nyamperin kita kalau kita di tempat seterang itu. Kenapa gue ngajak kita muter lewat jalan masuk Pusgiwa yang baru? Ya karena kalo kita lewat jalan yang deket parkiran tadi, gue takut dia ngecegat kita gitu karena dia gak napak guys, melayang”

BACA JUGA: Angkernya Perpusat UI dan Sekitar, Ada yang Pernah Ketemu Sama Sosok Perempuan Ini?

Kisah Kedua: Charger Pembawa Petaka

Oleh: D, FISIP

Halo semua, perkenalkan gue D. Gue adalah mahasiswa yang biasa kalian sebut KURA-KURA, alias kuliah-rapat kuliah-rapat. Itu sih siklus hidup gue selama menjadi mahasiswa dua tahun yang lalu (sekarang gue udah lulus, nih). Gue menikmati aktivitas ini dengan sepenuh hati karena UKM yang gue tekuni emang sesuai dengan passion gue sih

Lanjut ya, ngomongin UKM, UKM yang gue tekuni ini bermarkas di Pusgiwa. Nah, gue biasa banget tuh rapat di sini tapi gak lama-lama sih, paling lama tuh jam 09.00 malem dan mulainya jam 07.00. Masih ‘sore’ dong ya? Gue juga biasa balik ke rumah gue di daerah Kelapa Dua pake ojol masih bisa. Santai sih, gak pernah ada yang ngeri-ngeri gitu lah, padahal temen-temen gue sering banget cerita Pusgiwa tuh sarangnya penunggu UI. Hadeh

Awalnya nih ya, gue tuh gak percayaan sama yang namanya setan-setanan sampai hari di mana gue nemu sosok ini. Jadi ceritanya dimulai dari gue yang bodoh banget gak tahu kayaknya lagi banyak pikiran kali ya? charger laptop gue ketinggalan di ruangan UKM gue. Plis banget. Dan hari itu hari jumat. Gue yang tadinya mau langsung balik rumah abis kelas mikir lagi.

“Lah kalo gue balik, baru bisa ambil chargeran di Pusgiwa hari senin”, pikir gue saat itu

Ya sebenernya gak papa sih.. Di rumah gue juga ada charger adek gue yang bisa gue pinjem. Tapi entah kenapa bawaannya gue pengen banget ke Pusgiwa ngambil tu charger.

Yauda gue ngontak temen gue yang namanya B, dia biasa megang kunci ruangan. Dia bilang bisa ngasi gue kunci, tapi dia baru ke UI jam 10.00-an balik dari Salemba (doi emang anak FK, guys). Yaudah gue bilang gue tunggu aja, lagian besok libur gue bisa bangun siang kan. Gue tungguin tuh di FISIP nyampe jam 10 malem. Untungnya bener dia dateng. Tapi sialnya dia gak mau nemenin gue ke Pusgiwa, katanya capek banget. Yah gimana ya. Gue iyain aja lagi.

Berangkat lah gue naik motor temen gue yang mau gue pinjemin (baik banget, dah). Sampe di Pusgiwa sepi. Bau amis telor lagi (ini serius kayak ada telor pecah di lantai, tahu lah). Itu gue gak kepikiran apa-apa. Palingan mahasiswa alay abis ngerjain temennya yang ultah pake nyeplokin telor di kepala. Setelah markir di parkiran dan izin sama satpam Pusgiwa, gue langsung menuju ke ruangan untuk mengambil chargeran laptop gue. Oke selesai.

Balik ke parkiran, gue liat satpam udah gak ada. Gue buru-buru balik kok tiba-tiba merinding ya, bodo ah. Setelah gue naik motor dan tancep gas, gak sengaja pandangan gue ngeliat ke arah pohon-pohon bambu yang ada deket danau. Sumpah gue nyesel banget. Ngapain coba kan. Tapi gue berusaha menenangkan diri, orang gak ada apa-apa selain pohonnya goyang-goyang kena angin, terus air danaunya kok kayak bergeming (eh apaan sih?? pokoknya kayak deres gitu airnya padahal biasanya danau kan airnya diem). Terus.. anj*r apaan tuh. Gue liat ada orang di halte Pusgiwa duduk ngebelakangin jalan. Ngapain sih. Gue liat punggung doang, palanya gak ada. Tangannya ada tapi gak ada telapaknya. Terus dia bawa bungkusan kain warna biru. Serius, gue gak tahu dia nunduk atau apa tapi gue udah kocar kacir dulu bener-bener ngegas gak sempet mastiin lagi karena lo pikir aja jam 11an nih ada orang duduk di halte, ngadep danau, pake baju item (kayak jas apa blazer gitu, tau ah, penting amat), gue yang liat dari samping aja gak liat ada kepalanya apa lagi muka. Kalau emang itu orang beneran ngapain malem-malem gitu ngeliatin danau. Merinding sumpah. Udah gitu aja

Paginya gue cerita sama temen gue, katanya ada beberapa yang sering ngeliat sosok itu tapi gak tahu dia siapa. Ada yang bilang hantu tentara Belanda. Lah ngapain ya dia di Depok? HAHAHA.. Bisa jadi orang iseng kan ya ngumpetin kepalanya sedemikian rupa buat nakutin mahasiswa, terus ngebegal. Sumpah gue lebih takut itu, sih. Yauda pokoknya stay safe everyone… Kalo bisa rame-rame dah ya pada kalo ke Pusgiwa malem-malem!

BACA JUGA: Horror Misteri Di Gedung C Asrama UI

Horror Misteri Pocong Di Gedung C Asrama UI

Cerita Horror Misteri Pocong Di Gedung C Asrama Universitas Indonesia. Setelah kembali dari kegiatan kampus, gue langsung balik ke asrama UI karena rencananya gua langsung mau istirahat. Saat  itu sekitar jam 7  malam, gua balik menggunakan bikun dan sampai di asrama sekitar jam 7.20 PM.

Seperti biasanya setelah tiba di Asrama UI ternyata suasana di situ sangat ramai. Banyak yang mengobrol, membuat laprak, bercanda dengan teman. Ada yang makan dengan lahap, ada yang ber-download ria memanfaatkan wifi di asrama.

Di suasana ramai itu gua berusaha buru-buru ke gedung H1 tempat kamar gua berada, untuk segera istirahat dan tiduran. Tetapi ketika gua sedang berjalan  tiba-tiba ada suara yang memanggil gua.

Oy Mohan!!

Tentu gua bingung dan berusaha melihat sekitar ternyata setelah menengok ke belakang, yang memanggil gua adalah W teman sejurusan gue. Aneh juga dia memanggil gua, karena sebenarnya gua tidak begitu akrab dengan dia, tapi ya sudahlah.

“Lu baru balik jam malam begini, dari mana lu han?” Kata W

“Ya, biasalah tugas, eh lu udah makan? gua mau makan ni”. Bales gua

“Belum, ayo dah makan bareng, cari tempat aja dah lu, gua yang pesenin makanan, sama apa lu menunya?”

“Oke-oke, hmm, gua sama tuna balado aja, kasih sayur asamnya ya, nih uangnya. Gua duduk disana deh” (sambil menunjuk kursi di ujung deket ibu-ibu yang jualan jus)

“Oke sip dah, cepet sono, nanti ditempatin orang”. Kata W

Gue segera duduk di kursi tersebut dan mengamankan kursi satunya lagi untuk si W, sambil menunggu dia, gua buka-buka Line dan Whatsapp gua, siapa tau ada pesan dari gebetan 😀

5 menit kemudian si W datang sambil membawa dua piring.

“Nih han makanan lu.” Kata W

“Wih siap, tumben lu ngajak gua nongkrong”. Bales gua

Tiba-tiba W menatap mata gua dengan melotot dan itu membuat perasaan gua tidak enak, creepy juga saat itu dan suasana itu membuat gua tidak enak.

“Yah, sebenarnya han gua mau cerita sesuatu, tapi ini rahasia dan gua tau lu orangnya bisa jaga rahasia”. Kata W

“Ehh, tau dari mana lu kalo gua bisa jaga rahasia”. Bales gua

“Lu kan satu-satunya anak di kelas yang paling sedikit ngomong dan nongkrong, lu kan mahasiswa kupu-kupu”. Kata W

“Huftt, yaudah lu mau cerita apa emangnya, kayaknya serius banget?” Bales gua

“Serius lu bisa jaga rahasia gak? Kalo gak bisa jaga rahasia mah gak jadi deh”. Kata W

“Bisa lah, udah buruan cerita?” (Gua maksa W karena gua semakin penasaran)

Tiba-tiba seketika itu W berhenti makan dan menatap gua seolah ini permasalahan yang serius.

“Lu percaya gak kalo gua baru mengalami kejadian horror?” Kata W

“Nih dek jus jambunya”. Kata ibu kantin (Gua memesan jus jambu, kebetulan gua suka jus jambu :D.)

“Makasih bi, nih uangnya”. Bales gua ke ibu kantin.

“Eh tadi lu ngomong apa? Mengalami kejadian horror?” Kata gua

“Iya, lu percaya gak sama gua?” Bales W

Karena gua penasaran sama cerita si W dan gua gak mau si W berhenti cerita maka gua menjawab bahwa gua percaya ceritanya (Walaupun gua gak pernah percaya dengan yang namanya hantu)

“Gua sih percaya, soalnya emang banyak cerita hantu kan di sini”. Bales gua

“Tapi emang lu dimana mengalami kejadian horrornya?”. Kata gua

“Di gedung C, di kamarnya si I”. Kata W

“Eh maksud lu  si I temen sejurusan kita? Bales gua

“Iya, si I yang suka duduk di belakang itu”. Kata si W

“Coba ceritain kejadiannya”. Bales gua

“Nah, waktu itu kan gua balik selesai kuliah kan, karena gua capek banget, gua langsung memutuskan balik ke asrama dan langsung tidur. Setelah itu gua bangun jam 10 malam. Abis bangun seperti biasanya gua ngecek WhatsApp dan yah seperti biasanya WA gua sepi. Terus gua mandi dan ganti baju dari baju tidur ke baju main dan setelah selesai ganti baju gua segera kunci kamar dan ingin berangkat ke kantin, karena mau wifian. Tapi di tengah jalan gua ke pikiran mau nanya tentang tugas Logika ke si I, yaudah gua segera ke gedung C dong dan gak jadi ke kantin”. Kata si W

“Terus?” Bales gua

“Bentar, bi pesen jus jambunya satu ya”. Kata si W

“Siap dek, kasih susu gak?” Kata ibu kantin

“Iya dong bi, biar enak :D,” kata si W

“Terus gimana kelanjutannya?” Kata gua

“Nah setelah itu gua segera ke gedung C dong, sepi  banget sumpah han, dan gua segera ke ruangan Cxxx yaitu kamarnya si I. Sepanjang lorong itu gua ngerasa di awasin tau han, padahal gak ada orang sama sekali tapi ngerasa kaya diawasin gitu. Yaudah gua jalan buru-buru, gak nengok kanan-kiri. Dan sampailah gua di depan kamarnya si I.” Kata W

“Terus?” Bales gua

“Nih jus jambu nya dek”. Kata ibu kantin

“Berapa bi? delapan ribu ya?” Kata si W.

“Iya dong seperti biasanya”. Kata ibu kantin

“Sip, nih bi uangnya”. Kata si W

“Terus gimana kelanjutannya?” Kata gua

“Eh bentar han, makanan lu dilaletin tuh,udah makan dulu sono”. Kata si W

“Lah iya anjirrr”.  Kata gua

“Tumben lu lahap gitu makannya han, lu gak makan ya dari pagi?” Kata si W

Nih si kampret gak sadar apa, kalo gua makan-makanan ini karena takut dia gak cerita kelanjutannya kalo gua gak makan-makanan ini.

“Nah udah abis, terus gimana lanjutannya?” Kata gua

“Setelah gua sampai di kamarnya si I perasaan gua gak enak tuh, karena gua tau rumor yang beredar bahwa kamar di samping kamarnya si I itu pernah ada penampakan pocong”. Kata si W

“Hah, pocong?” Bales gua

“Iya, katanya dulu ada mahasiswa yang tinggal di kamar sampingnya si I dan pada saat itu katanya dia itu keluar sekitar jam 7 malam karena ada urusan dan dia balik sekitar jam 11 malam, nah pas dia  balik, ternyata pintu kamarnya gak di kunci. Padahal dia ngerasa udah mengunci kamarnya, aneh kan? Nah si penghuni ini terus masuk ke kamar dan katanya pas di kamar lu tau gak ada apaan?”

“Apaan emang?” Kata gua

“Lu tau rembesan air di atap gak kalo hujan? Nah rembesan itu kan ngebentuk pola gitu kan, nah anehnya polanya itu bentuknya seperti pocong. Nah si penghuni ini takut dan akhirnya dia mutusin pindah kamar. Jadi kamar di samping kamarnya si I itu kamar kosong han”

“Wajar aja si pindah, serem juga sih tidur sambil ngeliat atap ada gambar  pocongnya.” Kata gua

“Iya, nah terus setelah gua berada di depan kamarnya si I, gua segera ketok-ketok kamarnya dong sambil manggil si I. Terus setelah gua ketok-ketok, ada suara sahutan, suaranya mirip si I. Suaranya bilang “iya bentar dulu”. Gua tunggu tuh, lama banget tapi gak dibuka-buka. Aneh kan? Katanya bentar dulu tapi kok gak dibuka-buka. Ya akhirnya terpaksa gua paksa buka tuh pintunya. Ternyata pintunya gak ke kunci, dan lu tau gak ternyata gak ada siapa-siapa di dalam. Langsung dong gua telpon si I, dan ternyata si I lagi dikantin. Lah kalo si I di kantin terus siapa yang yahutin gua, padahal suaranya persis banget si I. Otomatis gua merinding dong, apa lagi kamar di samping kamarnya si I itu kamar kosong yang horror”. Kata si W

“Shittt, serius lu ngalamin itu? Terus lu ngapain?” Bales gua

“Yaudah gua tutup pintunya dan sambil lari gua ninggalin gedung C karena takut”. Kata si W

“Gila, anjir, gua kira cerita horror di UI itu boongan, tapi lu ngalamin sendiri”. Kata gua

“Iya, nah sekalian gua mau ngajak temen gua yg cewe, nanti malam kita ke gedung C buat berburu hantu, sekalian lu download aplikasi Ghost Detector di HP lu, gua masih penasaran siapa yang yahut gua pas di gedung C”. Kata si W

“Gua boleh ikut? haha”. Bales gua

“Ga boleh lah, bisa ditangkap satpam asrama UI lu ntar haha, malem-malem gua kesononya, sepi, sekalian gua mau bikin vlog, sekalian bawa senter”. Kata si W

“Hmm, yaudah deh, nanti malem gua siapin barangnya, tapi lu yakin mau bikin vlog?” Bales gua

“Iya gua mau bikin, inget jam 11 malem ke kantin oke, nanti gua ajak temen gua ke gedung C bareng-bareng, sekalian nanti gua mau minjem kunci kamar kosong horrornya sama penanggung jawab gedung C.” Kata si W

Kamar kosong di samping kamarnya si I? Emang boleh? Bales gua

“Ya selow aja, lu kan tau gua jago social engineering, gampang dapetin kuncinya mah”. Kata si W

(Mana gua tau anjir, kita aja baru ngobrol kali ini)

“Oke deh”. Bales gua

Lorong Gedung C Asrama UI saat sepi ditinggalkan penghuninya (saat liburan semester) Sumber: alamisteri.com

Bersambung!!!! Next Episode ya, kelanjutan dari kisah ini, gak mau terlalu panjang, nanti ngebosenin, jadi di potong dulu ya ceritanya, dan di lanjutin di next episode.

Angkernya Perpusat UI dan Sekitar, Ada yang Pernah Ketemu Sama Sosok Perempuan Ini?

Selamat malam jumat pembaca setia anakUI.com! Apa kabar semuanya? Semoga selalu diberikan kesehatan dan juga kebahagiaan meskipun harus #DiRumahAja. Nah, kali ini, anakUI.com menghadirkan suatu artikel yang berisi pengalaman teman-teman kita sesama mahasiswa UI yang tidak tahu kenapa bisa naas, harus bertemu dengan sosok mbak-mbak cantik penunggu Perpusat.

Sumber: okezone.com

Eitts.. Jangan seneng dulu. Mbak-mbak cantik ini bukan mbak-mbak mahasiswa atau karyawan UI yang kita kenal, melainkan sosok jahil yang sering banget berkeliaran di sekitaran Perpusat dan juga danau UI. Tentunya, perlu pembaca ingat juga bahwa mbak-mbak ini tidak berasal dari dunia yang sama dengan kita. Makanya, bertemu dengannya sebisa mungkin kita hindari.

Oke, cerita pertama datang dari teman penulis sesama mahasiswa psikologi

Sebagai anak psikologi, rasanya emang sulit banget untuk meyakini kehadiran dari sosok hantu karena tentunya di ilmu kami, hal tersebut memiliki penjelasan secara ilmiah dibaliknya. Tapi ternyata, teman penulis saat itu mengaku dengan jelas melihat dengan kedua matanya sendiri, sosok yang cukup terkenal. Yup, saat itu dia baru saja pulang dari kos-kosan temannya di daerah Barel.

“Saat itu jam menunjukan pukul 09.00 malem. Gue santai aja, karena gue pikir masih belom terlalu malem. Rencanya gue mau ke parkiran Fasilkom karena cowok gue nunggu di situ. Pas gue lagi jalan di sepanjang trotoar MUI, gue lihat samar-samar ada perempuan duduk di tempat penyimpanan spekun. Tahu kan lo” Cerita narasumber.

Narasumber pun lanjut mengatakan bahwa sosok perempuan itu berambut panjang sepinggang dan duduk membelakangi jalanan.

“Makanya gue gak lihat mukanya. tapi pas gue jalan mulai agak mendekati dia, dia berdiri dan langsung berjalan lurus ke arah danau. Aneh sih, masa langsung ngilang gitu aja, ke arah danau lagi. Gue ga meriksa lagi sih dia ke arah mananya. Pokoknya ilang gitu aja. Semoga saat itu dia beneran mahasiswa deh. Hehehe”

Coba perhatikan, ada yang aneh?

Terlepas dari manusia atau tidaknya yang dilihat teman penulis tersebut, cerita lain datang dari salah satu mahasiswa FIB yang terpaksa melihat sosok ini di sore hari menjelang adzan maghrib.

Sebut saja S, saat itu Ia sedang berjalan pulang menuju kos-kosannya di daerah Kutek setelah membeli minuman di Perpusat.

“Saat itu gue jalan sambil main hape aja. Tiba-tiba gue denger suara perempuan ngikik gitu. Ya lo pikir aja, kanan-kiri gue udah sepi. Tumben banget, tapi gue masih positive thinking. Palingan ada cewek lagi ngobrol sama pacarnya ketawa keasikan, ya kan.. Tapi gimana sih gue tengok kanan-kiri gak ada siapa-siapa dong, padahal tuh suara kayak di belakang gue. Deket banget”

Untungnya, S dapat pulang ke kosan dengan selamat. Kira-kira menurut kalian yang membaca, siapa ya yang ketawa? Apakah manusia? Atau mungkin.. Hmmm

Nah, cerita terakhir ini datang dari penulis sendiri.

Sebenernya, penulis gak mau langsung menyatakan apa yang penulis lihat itu adalah sosok yang sama yang ditemui oleh kedua narasumber di atas. Semua penulis serahkan kepada pembaca, apakah sosok yang penulis ceritakan di bawah adalah sesosok hantu, atau mungkin salah satu mahasiswa yang iseng ngerjain penulis. Intinya, apa yang penulis alami cukup menyebalkan, dan semoga tidak ada yang mengalami hal serupa seperti ini.

Jadi begini ceritanya, saat itu UI sudah mulai memasuki musim liburan. Penulis sendiri saat itu sudah libur, dan datang ke UI di waktu sore karena masih harus les bahasa di LBI UI.

Saat itu, penulis berencana untuk meminjam beberapa buku untuk mengisi waktu libur. Tentunya keadaan Perpusat sudah sepi. Tidak semua gerai makanan dan minuman yang biasanya ramai dipenuhi mahasiswa buka. Hanya segelintir mahasiswa yang masih lalu lalang dan mengerjakan tugas (mungkin skripsi, ya?) di Perpusat. Kalau dibilang seram apa enggak, ya enggak sih. Toh sinar matahari juga masih ada ngintip-ngintip dari balik jendela kaca. Tapi entah kenapa suasana agak berbeda dari biasanya.

Lanjut…

Selesai meminjam buku di lantai dua. penulis memutuskan untuk turun ke bawah karena sebentar lagi les akan dimulai. Penulis pun berniat menggunakan tangga dan bukannya lift, karena sudah terbiasa menggunakan tangga di FPsi.

BACA JUGA: Mitos Horor UI Paling Legendaris, Bikun hingga Hantu Wisuda UI

Sembari melihat berkeliling, penulis ternyata tidak sendirian. Ada seorang mahasiswa perempuan dengan rambut panjang sepinggang dan memakai kaus berwarna merah (sama seperti yang diceritakan teman penulis) sepertinya juga ingin turun ke lantai dasar dan berjalan tepat di depan penulis. Meskipun kemunculan dari perempuan ini sangat tiba-tiba dan menyebabkan penulis heran, penulis pada awalnya menyangka mungkin mbak-mbak ini adalah hanyalah mahasiswi biasa. Mbak-mbak ini pun berbelok ke arah salah satu tangga yang biasanya langsung mengarahkan ke lantai dasar. Tapi jalannya cepat sekali, padahal tidak berlari dan tidak terlihat terburu-buru.

Tumpukan kursi rusak.

Ya, itulah yang penulis temukan di ujung tangga keluar. Tidak ada jalanan yang bisa dilewati yang mengarahkan ke lantai dasar. Lampu-lampu pun hanya sedikit yang menyala dan sangat redup. Waduh, penulis panik setengah mati. Sangat tidak mungkin seseorang bisa melewati tumpukan kursi rusak tersebut sekalipun mereka atlet profesional, karena tumpukan kursi itu hampir menyentuh langit-langit Perpusat. Sosok perempuan yang tadi berjalan di depan penulis pun hilang seperti tidak berbekas. Tidak terdengar suara apapun, seperti tidak pernah menuruni tangga ini. Padahal, jelas-jelas tadi Ia berjalan di depan penulis memandu penulis untuk ikut turun di tangga ini.

Apa yang terjadi berikutnya?

Well, penulis buru-buru meninggalkan lokasi tersebut, sambil berharap Tuhan tidak akan mempertemukan penulis dengan sosok itu lagi. Kalau boleh jujur, penulis ketakutan setengah mati, mengingat bisa saja sosok itu membalikan badan dan menampakan wajah seramnya. Hiihhh.. Untung saja.

Nah sekian cerita dari penulis dan teman-teman penulis! Semoga apa yang kami alami tidak menjadikan teman-teman pembaca semua menjadi takut dengan Perpusat, apalagi menghindari! Apa yang kami ceritakan di atas mungkin hanya terjadi pada orang-orang tertentu yang sosok ini pilih dan belum tentu terjadi pada kalian! Tetap gunakan sarana ini sebaik-baiknya ya teman-teman!

BACA JUGA:  Ternyata Dosen Baru yang Ngajar di FHUI Tengah Malam Itu Adalah

Referensi Gambar Perpustakaan UI Malam Hari: Pravitasari/SUMA

Mitos Horor UI Paling Legendaris: Bikun hingga Hantu Wisuda UI

Universitas Indonesia merupakan salah satu kampus paling bergengsi di Indonesia. Kualitas pengajar yang mumpuni ditambah lagi dengan fasilitas yang memadai membuat Universitas Indonesia selalu masuk dalam daftar 5 besar kampus terbaik di Indonesia. Peminatnya pun datang dari mana saja. Mulai dari Sabang Hingga Merauke. Walau dikenal sebagai kampus yang prestisius, UI punya segudang cerita misteri yang menarik untuk ditelusuri.

1. Hantu Gedung Rektorat

Sumber: unik6.blogspot.co.id

Kisah Hantu Gedung Rektorat ini jadi urban legend yang diceritakan turun temurun. Dari rumor yang beredar, hantu ini muncul sejak ada kasus kematian di dekat Rektorat pada zaman dulu. Hantu ini digambarkan sebagai wanita berwajah pucat yang kerap ditemukan mondar-mandir di depan Rektorat UI pada malam hari. Tak hanya itu, ia juga sering menunjukan eksistensinya dengan memeragakan adegan mematahkan lehernya sendiri. Meskipun kebenaran cerita ini masih menjadi misteri, banyak Mahasiswa UI enggan untuk melewati kawasan ini saat malam hari karena takut bertemu Hantu Gedung Rektorat.

2. Ruang Gamelan FIB UI

Sumber: cerpen.co.id

Cerita yang satu ini datang dari Ruang Gamelan, Fakultas Ilmu Budaya UI. Berdasarkan pengakuan penjaga Gedung XIII FIB UI, ia sering melihat sosok perempuan yang memainkan gamelan meskipun kegiatan perkuliahan telah berakhir. Konon, alat musik gamelan di tempat praktik mata kuliah seni karawitan dan wayang ini akan berbunyi sendiri dan memainkan lagu pada waktu tertentu. Tak hanya itu, menjelang malam, wayang yang terdapat di ruangan tersebut akan menatap dan mengawasi lingkungan sekitar. Ih, serem!

3. Hantu Bikun UI

Sumber: news.okezone.com

Dikisahkan, suatu malam seorang mahasiswa baru menyelesaikan kegiatan di kampus. Karena sudah malam, ia mengira tidak ada bis kuning lagi yang beroperasi. Tak lama berselang, ia melihat satu bis yang lewat dan memutuskan untuk naik bis tersebut. Semua tampak normal, hingga ia melihat jendela dan menemukan seorang tukang ojek menunjuk-nunjuk dirinya. Saat ia turun dari bis, ia bertemu kembali dengan tukang ojek dan mempertanyakan tindakan tukang ojek tadi. Jawaban tukang ojek tersebut sungguh mencengangkan. Ternyata, mahasiswa tadi tidak naik bikun namun digendong oleh pocong! Menakutkan, bukan?

BACA JUGA: Testimoni Bis Kuning Hantu Di Universitas Indonesia

4. Kereta Hantu

Sumber: manshurzikri.com

Kisah yang satu ini jadi kisah yang paling populer karena sudah beredar sejak tahun 1990. Berlokasi di Stasiun UI, tersiar kabar bahwa seorang mahasiswa pernah menaiki kereta hantu ini secara tidak sengaja. Saat itu, mahasiswa tersebut memutuskan untuk naik kereta di Stasiun UI pada malam hari. Ia langsung memasuki gerbong kereta dan duduk. Sepanjang perjalanan, ia menemukan penumpang di kereta tersebut berpakaian lusuh dan tidak ada yang bersuara.

Setibanya di stasiun tujuan, mahasiswa tersebut menyadari bahwa kereta yang ia tumpangi tidak berhenti di stasiun manapun. Ia pun melihat bahwa tidak ada seorang pun yang turun selain dirinya. Merasa heran, ia mendatangi seorang petugas stasiun untuk menanyakan kejadian yang baru ia alami. Jawaban yang diterima pun mencengangkan. Ternyata mahasiswa tesebut tidak menaiki kereta namun berjalan di sepanjang rel kereta api sendirian.

5. Danau UI

Sumber: Twitter @UIgtb

Unversitas Indonesia memiliki enam danau yang gak lepas dari kisah horor. Salah satu kisah horor legendaris berasal dari Danau Kenanga, yang berada tepat di sebelah Balairung UI. Konon, bila kamu melewati Danau Kenanga saat air danau pasang, kamu akan mendengar suara auman harimau dan dan mencium wangi bunga melati secara tiba-tiba. Wah, horror juga ya!

6. Hantu Wisuda UI

Boneka Hantu Wisuda UI

Sosok yang satu ini datang dari momen perayaan besar di UI, yaitu wisuda. Banyak yang mengatakan bahwa sosok ini merupakan salah satu mahasiswa yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas saat akan menghadiri acara wisuda. Konon, mahasiswa tersebut tak rela meninggal sebelum ia wisuda. Oleh karena itu, ia kerap menampakan diri di foto wisuda Mahasiswa UI.

Itulah beberapa urban legend yang ada di Kampus UI Depok. Kisah di atas sudah terkenal seantero UI dan bikin pendengarnya bergidik ngeri. Nah, kalo urban legend UI yang pernah kamu dengar apa aja sih? Yuk, tulis di kolom komentar!

Penampakan Bis Kuning Hantu Di Universitas Indonesia

Cerita-cerita hantu di Universitas Indonesia bukan lagi menjadi hal yang baru bagi anak-anak UI,  Sebenarnya gue gak percaya dengan cerita-cerita hantu seperti itu karena menurut gue hal-hal tersebut sangat tidak rasional dan tidak ilmiah, tapi karena rasa penasaran gue mengenai hal ini akhirnya gue melakukan pencarian kebenaran cerita-cerita itu dengan mewawancarai beberapa orang yang mengakui dirinya mengalami kejadian supranatural di UI.

Cerita pertama adalah bis kuning hantu di UI, cerita bus hantu ini bukanlah cerita yang tidak diketahui mahasiswa dan mahasiswi UI, semua mahasiswa UI pasti mengetahui cerita ini dan gue sempet mencari-cari kebenaran dari cerita ini, seperti menunggu di halte UI di atas jam 12 malam untuk melihat apakah masih ada bis kuning yang beroperasi ataupun mewawancarai para supir bus di UI, tapi hasil dari pemerikasaan gue menunjukkan bukti negatif.

Akhirnya gue mendapatkan seorang narasumber yang berinisial C (tidak ingin disebut namanya) yang mengaku melihat Bus Hantu di Stasiun UI. C adalah seorang mahasiswa Universitas Indonesia dan gue sempat berusaha mewawancarai dia, walaupun dia menolak karena merasa trauma dengan peristiwanya tapi akhirnya dengan sedikit bujukan, dia akhirnya mau untuk gue wawancarai tetapi dengan syarat tidak ingin direkam.

C menceritakan bahwa dia mengalamai kejadian melihat bus hantu UI pada saat masih menjadi mahasiswa baru UI angkatan 2019, dia mengaku pada saat itu dia ada latihan tari bersama kawan sejurusannya di suatu Fakultas UI dan dia mengatakan selesai latihan nari sampai sekitar jam 11 malam.

Mohan: Hmm, Jadi kamu selesai latihan nari di Fakultas x (C tidak ingin disebut nama fakultasnya) jam sekitar 11 malam?

C: Ya, gue selesai latihan nari sekitar jam 11 malam, soalnya maba sejurusan gue bakal nampilin nari dan deadlinenya shownya deket banget jadi latihannya emang harus keras dan lama.

Mohan: Terus, setelah selesai latihan, lu lihat bis kuning hantunya dimana?

C: Nah, setelah gue selesai latihan nari, kan gue mau balik ke asrama, tapi karena itu udah jam 11 malem gue tau pasti gak ada bikun kan ya, yaudah gue mikir jalan kaki aja  terus gue ngajak temen gue si W, O, sama F buat jalan bareng ke asrama karena mereka juga anak asrama.

C: Kita bereempat tuh jalan dari Fakultas x ke asrama, lumayan jauh tuh dan itu udah malam banget. Nah ketika udah deket stasiun UI tiba-tiba ada Bis Kuning Lewat kenceng banget, terus kacanya gelap dan kayak gak ada supirnya. Gue kaget dong, temen-temen gue juga kaget dan gue ngelihat HP gue dan tau gak itu jam berapa?

Mohan: Jam berapa?

C: Jam 11.30 malam, gila kan, abis itu kenceng banget, kayak ngebut gitu dan pas lewat itu gue ngelihat kacanya dan itu gelap banget, kan aneh, gimana cara supirnya nyetir kalo lampu di bikun mati semua gitu kan gelap ya? Dan di jadwal, bikun itu cuma beroperasi sampe jam 9.00 malem kan? Ini ngapain jam 11.30 beroperasi.

Mohan: Serius lu? Lu gak halusinasi kan?

C: Gak lah, orang temen-temen gue juga pada liat kok.

Mohan: Terus lu ngapain setelah ngeliat itu?

C: Ya jelas gue takut, temen gue, juga, ya akhirnya kita bereempat pegangan tangan jalan dari stasiun UI sampe asrama. Dan akhirnya selamat.

Mohan: Sebentar, gue mau nanya, bikun yang lo lihat di Stasiun UI yang cepet itu arahnya mau kemana? Ninggalin asrama atau menuju asrama?

C: Arahnya ninggalin asrama ‼

Itu sesi tanya wawancara gue dengan si C yang tidak ingin di sebut namanya. Tentu saja gue yang dari kecil di didik dengan sains tentu tidak percaya dengan hal tersebut dan gue yakin ada penjelasan ilmiahnya. Gue yakin itu bukan hantu melainkan memang ada supir bis yang beroperasi, tetapi karena dia tidak berhenti ketika di halte dan stasiun serta menjalankan bis kuning itu dengan cepat, jelas kemungkinan supir itu pasti menggunakan bis kuning itu untuk kepentingan pribadi. Mungkin lampu di bis sengaja dimatikan supaya tidak ada yang bisa melihat wajahnya karena dia mengoperasikan bis kuning di luar jam kerja. Jadi sebenarnya gue skeptis terhadap cerita itu.

Nah diatas itu hasil penyelidikan gue terhadap cerita bis kuning hantu di UI, jika kalian ada permintaan tentang cerita hantu yang harus diselidiki, kasih tau aja di kolom komentar ya.

Bus Hantu UI (sumber: otosia.com)

Apakah ada pembaca sekalian yang pernah melihat bis kuning hantu beroperasi di tengah malam?

(Horor) Ternyata Dosen Baru yang Ngajar di FHUI Tengah Malam Itu Adalah…

Siapa di sini anak UI yang sudah lewat semester tiga? Ada? Ada lah pasti, kalau nggak ya nggak mungkin kamu buka-buka situs anakui.com. Nah, kalau kamu sudah lewat semester 3 dan sedang buka situs anakui.com, saya sarankan supaya kamu nggak baca artikel yang satu ini saat di kosan, sendirian dan tengah malam.

“Kenapa, Kak?”

 Ya nggak kenapa-kenapa daripada kamu galau dan ngomongin mantan sendirian.

“Emang kita kali ini mau bahas apa sih, Kak? Kok ngomongin mantan?”

Enggak kok, kita nggak akan ngomongin mantan. Kita hanya akan kasih cerita yang lebih serem daripada ceritain mantan.

Jadi gini lho, kamu tau kan kalau di kampus yang selama ini terkenal tidak hanya karena cewek cakep dan cowok pinternnya itu sering banget ada cerita-cerita seru. Terutama seputar Fakultas Hukum yang bikin merinding.

“Ah, apaan sih kak, mulai aneh deh. Malas ah baca lanjutannya.”

Eh, jangan ditutup dulu, serius ini. Kalau kamu nggak baca sampai selesai nanti bahaya, lho!

“Kenapa sih kak emangnya?”

Yasudah, gini aja, aku akan ceritain satu per satu ya. Yuk, duduk manis.

Gedung FHUI. (Sumber: langit11)
Gedung FHUI. (Sumber: langit11)

Jadi ya, beberapa bulan lalu, ada salah satu temanku, dosen di Fakultas Hukum UI. Katakanlah namanya “Ilman” (bukan nama sebenarnya, kalau pun bener ya cuma buat ilustrasi aja).

Nah, jadi si Ilman ini seringkali ngajar mata kuliahnya sampai sore,  bahkan lewat Magrib. Hingga suatu hari, dia bersama seorang temannya yang juga dosen, asik sibuk di ruang dosen Fakultas Hukum sampai larut malam. Temannya ini namanya “Jody” (lagi-lagi bukan nama sebenarnya). Ketika mereka hendak pulang bersama, si Jody ini mendadak kebelet pipis. Iya, pipis, bukan kebelet yang lain lho ya, jangan ngeres.

Jadilah si Jody ini bilang ke Ilman “Pak Ilman, saya ke WC dulu sebentar ya, nanti saya tunggu di bawah.”

“Oh baik, pak. Siap,” ujar Ilman.

Ilman pun turun dari lantai 3 ke lantai 1. Namun, ketika lewat lantai 2, Ilman tiba-tiba melihat sosok seperti Pak Jody yang menyalakan lampu kelas dan mengajar dengan suara lantang. Nah, Ilman penasaran dong kan. Katanya ke WC kok malah nyalain lampu.

Sontak, Ilman langsung berjalan ke kelas itu dan baru selesaikan kalimat, “Pak Jody, katanya ke WC, kok malah ke kelas?”

Saat Ilman, membuka pintu kelas, ternyata di ruangan hanya duduk seorang bapak tua yang tidak dikenalnya. “Oh, maaf pak, saya kira teman saya.” Ujar Ilman sambil tersenyum. Si bapak tua berjas itu pun turut tersenyum.

Lalu Ilman pun berfikir, “Itu tadi siapa yah? kayaknya sih dosen baru. Tapi kok malam-malam gini? Apa ada kelas malam? Ah sudahlah, pulang saja. Capek.”

Ilman pun bergegas ke lantai 1. Sesampainya di bawah pak Jody pun kesal “Kemana sih, Pak? Saya cari-cari malah baru nongol di sini? Sudah sejam saya menunggu.” ujar pak Jody.

Ilman pun terheran-heran. Rasanya ia 30 menit pun nggak sampai saat menuruni tangga. “Lho kan saya tadi nyari Pak Jody, tak kirain ngajar lagi. Nggak taunya malah ketemu dosen baru,” Ilman menjelaskan.

“Dosen baru apa? Kalau ada dosen baru pasti saya tahu, kan yang ngajar di sini saya. Saya cari situ sudah sejam, lho. Sampai bolak-balik 3 lantai nggak ketemu. Emang tadi kemana, sih?” tanya Jody kesal.

Ilman pun bingung lalu menjelaskan kronologis kejadian yang baru saja ia alami. Mereka pun sempat kembali ke lantai 2 dan mencari ruangan yang dimaksudkan Ilman, namun sudah tidak ada apa-apa di lokasi kejadian.

Tak mau ambil pusing, mereka pun berjalan keluar. Begitu sampai di gerbang Fakultas, Ilman menepokkan jidatnya.

Prof. Djokosoetono SH. (Sumber: bayudjokosoetono)
Prof. Djokosoetono SH. (Sumber: bayudjokosoetono)

“Astaga! Ini dia, Pak! Ini dia dosen yang tadi saya temuii! Astagfirullah!” teriak Ilman histeris seraya menunjuk patung dekan pertama Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang mereka lewati.

Saking histerisnya mereka pun berlari keluar terbirit-birit. Mereka terheran-heran, bagaimana mungkin Prof. Djokosoetono SH yang sudah meninggal sejak tahun 1965 itu bisa terlihat seolah-olah mengajar di kelas tersebut.

Apakah kisah ini hanya isapan jempol belaka? Apakah ini hanya cerita yang beredar di kalangan dosen dan mahasiswa FH UI? Apapun itu, hanya “Ilman” dan patung itu lah yang tahu. Karena hanya mereka yang pernah betemu dan bertegur sapa.

Ada juga nih cerita seram yang masih ada kaitannya dengan FHUI yang belum lama ditulis di AnakUI.com: “Hati-hati! Sosok Ibu Ini Hadir Saat Anak FHUI Pulang Terlalu Malam“.

Share cerita ini di Twitter, Facebook atau LINE kamu! Jika kamu punya cerita seru lain seputar fakultas kamu jangan sungkan untuk berbagi di kolom komentar yah! 😉

error: This content is protected by the DMCA