Sekali lagi, untuk pengincar beasiswa magister atau doktor ke luar negeri atau dalam negeri, terutama yang mau jadi dosen kelak, Beasiswa Unggulan DIKTI wajib banget buat dicari infonya! Penulis sendiri pas kemarin buka-buka mbah gugel dan nemuin informasi tentang beasiswa ini, rasanya nyesel banget pas baca udah lewat masa pendaftarannya (sad). FYI, penulis juga lagi nyari beasiswa seperti teman-teman yang lagi baca artikel ini, hehe. Well, penulis bakalan bagi-bagi informasi lengkap tentang beasiswa Unggulan DIKTI di artikel ini, yuk mari.

Sebelum masuk ke penjelasan berikutnya, teman-teman harus tahu bedanya beasiswa Unggulan Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Budaya) dan beasiswa Unggulan DIKTI. Beasiswa Unggulan Kemdikbud adalah program beasiswa untuk para calon dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Beasiswa Unggulan ini menyediakan program beasiswa untuk S2 dan S3. Penerima beasiswa dapat memilih perguruan tinggi di dalam atau di luar negeri. Biasanya, beasiswa ini ditawarkan di bulan Maret hingga April.

Nah, untuk beasiswa Unggulan DIKTI memang agak mirip dengan beasiswa Unggulan Kemdikbud. Lalu, perbedaannya dimana? Perbedaan beasiswa ini adalah pada sasaran dari beasiswa yang ditujukan pada dosen tetap PTN (Perguruan Tinggi Negeri), dosen DPk (dosen PNS yang diperbantukan di Perguruan Tinggi Swasta), dosen tetap PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dan calon dosen (yang memang sudah disiapkan oleh perguruan tinggi dan akan mengabdi pada perguruan tinggi, memiliki perjanjian kerja dengan calon dosen). Beasiswa ini periodenya dari bulan Juli hingga Oktober dan pendaftaran dilakukan secara online.

Sebenarnya jarang lho yang tahu beasiswa ini. Waktu itu pernah penulis tanya di sebuah grup Facebook bedanya beasiswa Unggulan Kemdikbud ama beasiswa Unggulan DIKTI, banyak yang tidak merespon. Akhirnya browsing sendiri dan nemu juga perbedaannya.

FYI, beasiswa Unggulan DIKTI memiliki 3 program di dalamnya, yaitu Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN), Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) dan Beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI).

BPP-DN dan BPP-LN adalah program beasiswa S2 atau S3 untuk dosen tetap, dosen/calon dosen dan tenaga kependidikan tetap. Untuk Beasiswa PKPI, beasiswa ini diperuntukkan mahasiswa pascasarjana (akan tetapi harus merupakan dosen tetap PTN dan PTS) yang masih aktif menempuh S3 setelah dibayai studinya dengan BPP-DN dan sebagian kegiatan pendidikannya dalam riset tersebut ditempuh di luar negeri.

advertisement

Keuntungan Beasiswa Unggulan Dikti

Wih, karena ada program lagi di dalamnya, pastinya beasiswa ini punya banyak keuntungan yah!

Well, keuntungan pertama adalah living allowance yang lebih memadai dibandingkan beasiswa-beasiswa biasanya (dalam salah satu pengalaman seseorang yang pernah kuliah di Belanda, dia membandingkan dengan beasiswa Nuffix). Menurut salah satu awardee yang pernah kuliah di Belanda, BULN DIKTI—istilah untuk beasiswa ini—menutupi biaya-biaya yang dapat dirinci sebagai berikut :

  • Tiket pulang-pergi (pergi studi dan selesai studi)
  • Biaya registrasi (jika salah satu kampus mengkhususkan adanya biaya ini)
  • Biaya hidup saat pertama kali datang, biasanya mendapatkan 1.000 euro
  • Biaya hidup bulanan yang berjumlah 1.000 euro (Alhamdulillah, tahun 2012 sudah naik jadi 1.100 Euro. Tapi ya gitu, barang-barang di sana ya mahal juga keles…)
  • Biaya pembelian buku berjumlah 250 euro untuk tiap semester
  • Asuransi kesehatan dengan biaya 500 euro tiap tahunnya
  • Biaya ‘special program’ atau menurut penulis sih ini kayak biaya tak terduga kali yah, jumlahnya kurang lebih 6 juta rupiah
  • Biaya pembuatan tesis dengan jumlah kurang lebih 6 juta rupiah

Nah kan, dari itu aja keliatan hidup kita bakalan berkecukupan kalau misalnya teman-teman menargetkan ambil beasiswa BPP-LN. Tapi memang teman-teman pas awal harus siap-siap dengan ‘tangan kosong’ dulu, karena beasiswa ini turun sekitar November. Yaa, teman-teman harus siap lah dengan kondisi irit selama 2-3 bulan. Fighting!

Menurut salah satu awardee, beasiswa ini tidak seketat beasiswa lain misal beasiswa Nuffic. Beasiswa di Indonesia ini memang rata-rata membuka kuota yang cukup besar dan bertujuan membuka kesempatan seluas-luasnya untuk dosen berkuliah di luar negeri. Awardee tersebut menceritakan juga bahwa banyak sekali kandidat yang tidak memenuhi syarat dan kualifikasi saat dia mencoba mendaftar, akhirnya DIKTI sempat memperpanjang jadwal pendaftaran.

Keuntungan lainnya, kalau saat berkuliah kelak teman-teman membawa suami/istri (di luar negeri), teman-teman mendapatkan tunjangan juga untuk suami/istri, bahkan anak. Lalu, keuntungan ketiga, penulis membaca juga di salah satu awardee yang mendapatkan BPP-DN, dia berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Living allowance yang didapatkan tiap bulan adalah 3 juta rupiah. Angka yang cukup besar lho itu untuk biaya hidup sehari-hari, terutama di kampus dalam negeri.

Persyaratan Beasiswa Unggulan Dikti

Nah setelah dijelaskan keuntungan-keuntunganna, yuk lihat persyaratan beasiswa Unggulan DIKTI secara umum. Teman-teman bisa lihat lebih detail di website DIKTI : www.beasiswa.dikti.go.id

advertisement

Persyaratan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN)

Penulis akan menjelaskan persyaratan umum dari BPP-LN, check this out.

Beasiswa ini dapat diikuti oleh dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan DIKTI (memiliki NIDN atau memiki NIP atau tidak memiliki NIDN dan NIP akan tetapi minimal bekerja sudah 5 tahun dan berusia 27-50 tahun), tenaga kependidikan tetap dan calon dosen. Seluruh perguruan tinggi yang akan dipilih, harus memiliki kerjasama dengan DIKTI (dapat dilihat di website DIKTI). Calon awardee dikelompokkan dalam 2 kategori, yaitu kategori pertama, pelamar sudah menemukan perguruan tinggi sebelumnya yang bekerjasama dengan DIKTI, sedangkan kategori kedua ialah pelamar belum menentukan perguruan tinggi dan bersedia diarahkan oleh DIKTI dalam pemilihan.

Untuk syarat TOEFL ITP min. 550 atau TOEFL ITB min. 78 atau IELTS min. 6,0 bagi calon awardee yang melamar di perguruan tinggi dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Jika bahasa pengantar bukan bahasa Inggris, pelamar harus memenuhi TOEFL ITP min. 500 atau TOEFL IBT min. 65 atau IELTS 5.5. Untuk program S3, mewajibkan adanya usulan penelitian. Persyaratan usia mendaftar bagi dosen tetap adalah tidak lebih dari 50 tahun, bagi tenaga kependidikan adalah umur tidak lebih dari 40 tahun (program S2) dan umur tidak lebih dari 44 tahun (program S3).

Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN)

Penulis akan menjelaskan persyaratan umum dari BPP-DN, check this out.

Bagi pelamar yang merupakan dosen tetap, memiliki NIDN adalah syarat wajib dan memenuhi persyaratan Tugas Belajar maksimal 1 tahun sejak diterima sebagai mahasiswa. Bagi calon awardee yang merupakan tenaga kependidikan (tendik) adalah pegawai tetap PTN di lingkungan Kemdikbud, PNS kantor Kopertis dan PNS kantor Pusat DIKTI, serta diusulkan oleh Pimpinan Lembaga minimal eselon II. Lalu bagaimana untuk calon dosen? Yang dimaksud calon dosen Perguruan Tinggi di lingkungan Kemdikbud adalah calon dosen yang sudah dikaderisasi (dipersiapkan) oleh perguruan tinggi, diusulkan oleh lembaga pendidikan tinggi (pada poin ini, bukan individu yang mendaftar), memiliki perjanjian pengangkatan dosen tetap antara calon dosen dengan lembaga perguruan tinggi dan tidak berstatus sebagai CPNS atau PNS.

Pelamar untuk dosen harus mendapatkan persetujuan pemimpin perguruan tinggi (untuk dosen PTS, ditambah surat penugasan/izin dari Kopertis Wilayahnya—contoh surat ada di website DIKTI). Persyaratan usia untuk dosen adalah 45 tahun (S2) dan 50 tahun (S3), sedangkan untuk tendik adalah 45 tahun (S2). Persyaratan usia untuk caldos (calon dosen) adalah 26 tahun (S2) dan 30 tahun (S3) dan IPK S1 adalah 3.00 (bagi yang akan mendaftar S2) dan IPK S2 adalah 3.25 (bagi yang mendaftar S3).

Untuk caldos diharuskan memiliki persyaratan kemampuan tes potensi akademik minimal 550  dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan minimal TOEFL ITP 510 atau IELTS 5,5 atu TOEP 55.

Karena terlalu banyak keuntungan dan persyaratan beasiswa Unggulan DIKTI ini, silahkan teman-teman langsung saja klik ke websitenya jika ingin menanyakan lebih detail 😀

Happy scholarship war! Hehe

 

SUMBER :

1 2 3 4

Photo Credit: Thompson Rivers via Compfight cc



[reaction_buttons]