Tim Perjalanan Panjang BKP Mapala UI 2012 saat hari ke-7 di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Sumatera Selatan

Tim Perjalanan Panjang BKP Mapala UI 2012 saat hari ke-7 di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Sumatera Selatan

 

Mendekati bahaya, mungkin itu sebutan yang cocok bagi kami caang –calon anggota- Mapala UI 2013. Di saat kami dapat memilih untuk belajar dan bermain dengan teman-teman, kami lebih memilih untuk “bermain” di gunung, sungai, tebing, udara, dan bibir pantai. Melakukan kegiatan di alam bebas merupakan salah satu langkah nyata untuk menumbuhkan rasa cinta pada Indonesia. Rasa cinta pada tanah air akan muncul ketika kita “mencumbu” langung. Ketika “bermain” di alam bebas, dibutuhkan pengetahuan dan skill yang mumpuni agar kami dapat “bermain” dengan aman. Untuk itu kami mengikuti open recruitment Mapala UI. Rangkaian pendidikan yang kami jalani terdiri dari tiga tahap, di mana tahap 1 merupakan pengenalan basic outdoor skills, tahap 2 adalah perjalanan panjang, dan di tahap 3 caang dikenalkan pada divisi-divisi yang ada di Mapala UI. Setelah melalui tahap pertama di bulan Oktober – Desember 2013, sebanyak 58 calon anggota berhasil lolos menuju tahap kedua, tahap yang paling dinanti-nanti.

 

advertisement

Di tahap kedua inilah kemampuan kami diuji. Perjalanan panjang selama kurang lebih 10 hari harus kami lakukan dengan persiapan yang dilakukan sendiri oleh para caang, mulai dari pemilihan project officer, strategi sebelum dan ketika di perjalanan, hingga hasil yang akan dikeluarkan setelah melakukan perjalanan nantinya. Dari cerita perjalanan panjang yang telah banyak dilakukan oleh para calon anggota Mapala UI pada tahun-tahun sebelumnya, tahap inilah yang paling berkesan. Berkesan memang ketika individu-individu yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda dijadikan satu, untuk memiliki tujuan yang sama, dapat menyelesaikan perjalanan panjang dan dapat dilantik sebagai anggota Mapala UI. Agung Rudiarto, mahasiswa ilmu hukum, 2010, project officer perjalanan panjang Masurai 2011, mengakui kalau perjalanan panjang adalah perjalanan yang tidak bisa dilupakan. “Perjalanan panjang Masurai itu gue nantiin soalnya tempatnya di hutan Sumatera, dan hutan-hutan di Sumatera itu cenderung lebih terjaga kelestariannya dibanding hutan di Jawa, maka persiapannya pun butuh perencanaan yang benar-benar matang untuk menekan resiko yang tidak diinginkan. Perjalanan Masurai juga bisa sukses karena bantuan dari eksternal, seperti sponsor dan pencinta alam lokal disana,” ujar Agung saat ditanya sambil tersenyum, bernostalgia.

 

Berbeda lagi dengan pendapat dari caang yang sedang sibuk menyiapkan perjalanan panjang, “menurut gue perjalanan panjang itu adalah inti dari BKP Mapala UI, disini pasti akan banyak cerita yang tak terlupakan. Perjalanan panjang Blambangan Heritage Expedition jadi tempat caang bermain dan berkarya di alam bebas. TNAP dengan kondisi vegetasi yang rapat, daerah karst, dan medan berbuit-bukit itu jadi tantangan sendri buat kita,” ujar Fibrian Yusefa, mahasiswa FKM, S1 ekstensi 2012 setelah presentasi teknis perjalanan panjang. Tahap 2 dalam badan khusus pelantikan menjadi tantangan tersendiri bagi caang Mapala UI 2013, bagaimana kami harus bisa membagi waktu antara kuliah, keluarga, dan teman, namun tidak melupakan juga kewajiban kami sebagai caang untuk melakukan persiapan perjalanan panjang. Tidak mudah memang menyiapkan perjalanan panjang ini, banyak tantangan yang kami hadapi selama persiapan berlangsung, namun justru itulah yang membuat kami tertantang untuk mengikuti perjalanan panjang ini, karena hidup harus lebih dari sekedarnya.

advertisement

 

BKP MAPALA UI, IIIIOOOO!!!



advertisement