Halo pembaca setia anakUI.com, apa kabar? semoga sehat selalu dan tetap  semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Gimana? Udah mulai balik ke aktivitas semula? Pastinya udah, dong. Atau mungkin masih ada yang masih Work From Home? Itu pun gak apa-apa. Yang penting kita semua tetap dalam keadaan sehat secara jasmani dan juga rohani. Kan balik lagi deh, kita kan gak cukup sehat fisik aja, tapi juga perlu sehat mental supaya bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan produktif dan lancar terus! Biar kamu semua gak bosen dan dapet pengetahuan terus tiap harinya, mending pantengin deh atau sering-sering ngecek anakui.com untuk artikel-artikel terbaru yang masih fresh from the oven setiap harinya!

Oh iya, buat kalian anak UI yang baru aja lulus dan nyari-nyari kerja, pasti kalian pernah ketemu dengan istilah ‘Headhunter’, atau mungkin kamu justru sedang berinteraksi dengan mereka tapi gak tahu dan gak peduli sama istilah mereka. Loh, emangnya kenapa? Karena seperti yang kita semua tahu, profesi ini kurang familiar didengar oleh telinga banyak orang dan namanya sendiri gak cukup menggambarkan secara mendalam pekerjaan yang mereka lakoni. masa memburu kepala? Hiiihh

Gak salah, kok. Mereka memang berburu kepala. Tapi bukan ala-ala manusia kanibalisme yang memburu kepala manusia untuk dikonsumsi, para Headhunter ini berburu kepala manusia untuk dijadikan kandidat-kandidat dari perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Nantinya, mereka akan melakukan berbagai tahapan dalam menyeleksi kandidat-kandidat yang ada untuk menemukan kandidat terbaik yang nantinya akan ditetapkan dalam posisi yang diminta oleh perusahaan yang menjadi klien.

advertisement

BACA JUGA: Pendaftaran SBMPTN Sudah Dibuka, Intip 5 Prodi di UI yang Paling Diminati

Kalau begitu, apa bedanya dengan HRD?

Headhunter dipekerjakan oleh suatu perusahaan Headhunter, dan perusahaan tersebut digunakan jasanya oleh perusahaan lainnya yang membutuhkan ‘orang’ untuk mengisi suatu jabatan. Berbeda dengan HRD, yang bekerja untuk suatu perusahaan dan langsung merekrut orang yang melamar di perusahaan tempatnya bekerja. Dengan kata lain, seorang Headhunter dipekerjakan secara eksternal, sementara HRD bekerja secara internal.

Headhunter juga biasa bekerja dalam mencarikan kandidat untuk posisi eksekutif. Yaaa bergerak dari level manajer sampai direktur, gitu deh. Tapi ada juga kok perusahaan Headhunter yang bekerja untuk semua level atau kalangan, dan cukup banyak jumlahnya. Sementara seperti yang kita ketahui, pihak HRD di suatu perusahaan bekerja dalam mencari kandidat untuk semua posisi. HRD juga tidak hanya bergerak dalam bidang rekruitmen, seperti yang dilakukan oleh Headhunter.

advertisement

Terus.. Apa bedanya dengan jasa outsourcing?

Tentunya berbeda. Kalau jasa outsourcing, biasanya karyawan tetap menjadi hak milik dari perusahaan outsourcing tersebut. Berbeda dengan Headhunter yang tidak lagi campur tangan setelah kandidat telah selesai melewati berbagai tahapan rekrutmen dan menjadi hak milik dari perusahaan yang mempekerjakannnya.

BACA JUGA: Tips Mencari Lowongan Pekerjaan Impian lewat Internet

advertisement

Tertarik menggunakan jasa Headhunter? Eitts.. Tunggu dulu! Ada juga lho Headhunter abal-abal!

Wah gimana-gimana?

Untuk kamu yang tertarik dalam menggunakan jasa Headhunter dalam mencarikanmu pekerjaan, kamu sebaiknya berhati-hati, karena gak jarang juga nih ada pihak yang mengaku-ngaku sebagai Headhunter dengan tujuan untuk menipu, dimana nantinya mereka akan meminta sejumlah uang kepadamu sebelum menjalankan tugasnya. Penting nih untuk kamu ingat bahwa pihak Headhunter tidak akan meminta upah sepeser-pun dari kandidat yang dibantunya dalam menemukan pekerjaan. Mereka akan memperoleh upah atas jasanya dari perusahaan, bukan kandidat. Biasanya sejumlah 30% dari gaji yang diperoleh oleh kandidatnya. Lumayan juga kan? Jadi kalau ada yang meminta uang darimu dan dia mengaku-ngaku sebagai Headhunter… Ya mending langsung ditinggal dan gak usah aja deh!

advertisement

BACA JUGA: Di Mana Saja Kita Bisa Mencari Info Lowongan Magang?