Karena Kamu Bisa Makin Eksis dengan Menjadi Content Creator, Ini 4 Tipsnya

Jangan jadikan uang sebagai hal utama yang kamu tuju dalam membuat sebuah konten, anggaplah uang sebagai tambahan atau bonus jika salah satu kontenmu laris.


0

Tips membuat konten. Penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia menjadi sorotan banyak pihak, selain tenaga kesehatan dan netizen yang budiman, lembaga organisasi kesehatan dunia turut menyurati Indonesia mengenai penanganan COVID-19. Pemerintah telah berencana untuk menyuntikan vaksin COVID-19 kepada masyarakat mulai bulan depan, tetapi nyatanya belum ada vaksin yang melewati uji klinis tahap ketiga, sepertinya kita membutuhkan waktu lebih lama untuk tetap berada di rumah aja.

Selama di rumah aja, aktivitas terus berjalan, sekolah, kuliah, bekerja, arisan, bahkan acara keagamaan dilakukan secara daring. Salah satu dampak pandemi ini adalah banyak orang yang mengisi waktunya dengan membuat konten, entah itu konten Youtube, konten podcast, konten Instagram story dan feeds, hingga yang paling ramai yaitu konten Tiktok. Tidak ada salahnya untuk terus berkarya, membagikan pengalaman serta cerita kita ke dunia maya, tetapi ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum membuat konten di suatu platform, terlebih untuk kamu yang ingin berprofesi sebagai konten creator, berikut tips dan catatan untuk kamu yang ingin memulai membuat konten!

1. Kontenmu tidak boleh mengandung unsur sara

anti sara
Sumber: Kok Bisa?

Hal ini berlaku hampir di seluruh lingkup, tidak hanya di bidang konten ataupun hanya di media sosial. Iklan, sinetron, pidato, dan banyak hal lain yang dikonsumsi publik haram hukumnya mengandung sara. Jika kamu membuat konten yang mengandung SARA, apalagi konten yang menunjukan kebencian terhadap suatu golongan tertentu, kamu bisa dipidana dengan pasal 28 ayat (2) UU ITE.

Buatlah konten yang dapat kamu pertanggung jawabkan

Jika ada orang atau netizen bertanya, ‘kok lo bahas A sih? Padahal kan blablabla’ nah kamu harus punya jawabannya, dan harus logis ya. Kamu harus memiliki batasan sendiri ketika membuat suatu konten yang aman atau ramah untuk ditonton semua khalayak, misalnya mas Patra penyiar radio GenFM, dia bilang bahwa, batasan dia membuat suatu konten adalah isi konten tersebut aman ditonton oleh anak atau keluarganya.

Sedangkan Kevin Anggara bilang bahwa batasannya membuat konten adalah, jika video tersebut di kemudian hari ditayangkan pada saat seminar atau lain sebagainya, dia tidak akan merasa malu atau menyesal membuat konten tersebut.

Hal ini sangat penting teman-teman, jangan sampai kamu tidak memikirkan dampaknya ke khalayak luas karena setelah kamu mempublikasikan konten tersebut di suatu platform, makan konten tersebut bukan lagi punya kamu seorang melainkan punya publik. Jangan sampai kamu iseng membuat prank yang ujung-ujungnya membuat kamu masuk penjara dan di-bully satu Indonesia.

2. Prinsip Mulai aja dulu

mulai aja dulu
Sumber: tokopedia

Yap, hal ini banyak membuat orang yang ingin berkarya menjadi ragu, biasanya orang menunda untuk berkarya dengan alasan karena belum percaya diri, atau belum memiliki tools yang memadai seperti microfon, kamera, ringlight, dan lain sebagainya.

Nyatanya banyak konten viral yang tidak menggunakan alat-alat canggih atau studio khusus saat memproduksinya, seperti konten Diwan beli ikan cupang yang sempat trending satu tahun lalu.

Kita bisa memulai membuat konten dengan menggunakan benda-benda di sekeliling kita. Membuat vlog dengan handphone tidak masalah, membuat podcast dengan headset juga suaranya tetap jernih kok, dan yang terpenting, mulai aja dulu.

ss youtube

3. Buat konten sesuai dengan apa yang kamu suka

Sumber: dreamstime

Membuat konten mengenai hal yang disukai dapat menjadi awalan untuk kamu yang ingin berkecimpung di dunia content creator.

Misalnya kamu suka banget sama Blackpink, kamu bisa mengupas film dokumenternya yang ada di Netflix, unboxing album terbarunya, atau bahkan sesederhana membuat video reaction ketika kamu menonton music video terbarunya.

Boleh-boleh saja kalau kita memulai dengan membuat konten yang sedang naik daun, akan tetapi resikonya adalah kamu akan kesulitan dan konten tersebut akan terasa tidak personal, karna sangat penting untuk menjaga hubungan antara kamu dan penonton setiamu.

4. Mulai Monetisasi

Sudah bukan rahasia lagi jika kita memiliki banyak viewers di platform Youtube, kita bisa mendapatkan uang dari hasil monetisasi akun tersebut, kalau kita memiliki banyak pengikut di Instagram atau podcast yang kita buat sukses besar, kita bisa mendapat benefit seperti sponsorship, endorsement, dan banyak hal lainnya.

Akan tetapi, jangan jadikan uang sebagai hal utama yang kamu tuju dalam membuat sebuah konten, anggaplah uang sebagai tambahan atau bonus jika salah satu kontenmu laris dan menjadi viral.

[zombify_post]


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Rahmadianty Alivia
Saya Rahmadianty Alivia. Dari program Vokasi prodi Komunikasi Penyiaran Multimedia (2019). Saya senang mempelajari hal baru, memelihara hewan, dan tumbuhan liar di rumah. Satu fakta unik dari saya adalah saya alergi mi instan.

0 Comments

Leave a Reply