Kenapa Ngajak Rapat Di Atas Jam Tujuh Malam Itu Nggak Wajar


0

Sebagian besar mahasiswa memiliki kegiatan diluar kegiatan akademis di kampus. Beberapa memilih untuk menyibukkan diri dengan berbagai organisasi, sebagian lagi bekerja paruh waktu atau magang di instansi tertentu.

Apapun itu kesibukan yang kita miliki, satu hal yang perlu kita semua setujui; setelah pukul enam sore dan akhir pekan adalah waktu kita untuk diri sendiri, yang sepatutnya tidak diganggu oleh kepentingan apapun.

Saya rasa pemahaman ini masih belum dapat dimengerti oleh banyak orang. Hal ini terbukti dari banyaknya telepon, pesan singkat, dan panggilan rapat yang masih diterima oleh banyak mahasiswa terlepas dari waktu yang sudah terlalu larut atau tanggal yang menunjukkan bahwa hari itu adalah hari Sabtu.

(sumber: creativemarket.com)

Saya mengerti, pandemi yang kita hadapi sekarang memaksa seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah kebiasaannya dalam melakukan segala aktivitas secara luring menjadi daring, dan oleh karenanya batasan antara jam kerja dengan jam santai menjadi sedikit abu-abu.

Sebelumnya, kita dapat mengerti bahwa selama kita masih berada di kampus, menjadi tanggung jawab kita untuk menyelesaikan segala tugas dan pekerjaan baik akademik maupun non-akademik seperti urusan organisasi, kepanitiaan, dan lain sebagainya. Namun, ketika kita sudah beranjak pulang baik ke rumah maupun kost, segala percakapan yang berhubungan dengan tugas dan pekerjaan harus segera dihentikan. Terdapat pembeda yang cukup jelas antara waktu bekerja dan waktu bersantai, secara fisik kita bergerak dari wilayah kampus (tempat pekerjaan dan tugas itu dilakukan) ke rumah atau kost (tempat beristirahat).

Saat ini, keadaannya tentu sama sekali berbeda. Kita tidak harus lagi secara fisik berangkat ke kampus. Pelajaran disampaikan melalui aplikasi, tugas diberikan lewat pranala, segala percakapan direkam lewat layar laptop dan ponsel pintar. Kamar tidur menjadi kelas dan rumah kita menjadi kampusnya. Hal ini memberi persepsi bahwa nggak apa apa dong kita dihubungi pada jam-jam yang tidak wajar, toh selama ini kita di rumah dan tidak melakukan aktivitas sebanyak di kampus.

Saya di sini untuk meluruskan bahwa sungguh persepsi itu harus dihancurkan untuk sekarang dan selamanya. Hanya karena kelas dilakukan secara daring, bukan berarti tugas yang diberikan dosen berhenti datang begitu saja, kan? Sebagian besar mahasiswa bahkan menerima tugas yang dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Hal ini lagi lagi didasari oleh pemikiran yang sama, dosen beranggapan karena sekarang kita semua di rumah, maka artinya waktu yang kita miliki untuk mengerjakan tugas pasti lebih lapang.

Perlu untuk diingat, tidak ada yang bersantai di rumah. Semua orang bekerja, belajar, dan melakukan segala aktivitas yang sebelumnya mereka lakukan dari rumah. Yang artinya, level stress dan kecemasan yang kita semua hadapi sama besarnya. Atau bahkan lebih parah dari sebelumnya.

Pemberian tugas secara berlebihan, tuntutan untuk tetap menjalankan program kerja yang direncakan, jam-jam rapat yang diatur secara tidak masuk akal, serta bentuk kewajiban lain akan perlahan-lahan mengikis kesehatan mental kita ditengah situasi yang telah begitu acakadut ini. Menjadi sulit sekali bagi banyak mahasiswa untuk membagi waktu untuk keluarga, orang-orang yang mereka kasihi, dan terlebih lagi diri sendiri. Padahal waktu-waktu tersebut sangat krusial peranannya dalam menjaga kita untuk tetap waras di saat-saat seperti sekarang.

Oleh karena itu saya ingin membuat suatu permintaan,


Bagi setiap petinggi organisasi di kampus, dosen, dan pemegang jabatan lainnya;
jika tidak bisa mengurangi jumlah tugas yang diberikan,
maka setidaknya hargailah waktu istirahat seseorang


Mari sama-sama mengerti bahwa pukul delapan pagi sampai dengan jam lima adalah waktu kerja, maka silahkan beri pekerjaan pada jam-jam tersebut. Namun selebihnya, dan terutama pada akhir pekan, mari sama-sama kesampingkan segala tugas yang harus kita emban. Mari beri waktu bagi satu sama lain untuk bernafas, dan bersenang-senang tanpa gangguan.

BACA JUGA: Psst, Ini yang Terjadi Kalau Dosen Lagi Rapat Pleno

Referensi gambar header arloji: lemonadventures.com


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ghina Prameswari
insert bio here

0 Comments

Leave a Reply