Satu bulan terakhir, mungkin ga ada isu dalam kampus yang lebih seksi dari pada pemilihan raya di kampus ini, selain UAS tentunya,hehe. Spanduk, jargon, pamflet, dll bertebaran dimana-mana. Polemik pun sempat mewarnai pesta demokrasi ini. Agenda ini seakan seperti kereta argo bromo yang bisa memberhentikan kereta2 lain di stasiun manapun. Tapi gw ingin terus berfikir positif bahwa pesta ini dimaknai sebagai sebuah kompetisi yang sehat untuk dapat berbuat baik dan terus berkontribusi dimanapun kita berada. Buat tman2 yang punya niatan selain itu, siap2 aja … !

Babak baru akan segera dimulai, salah satunya ditandai dengan akan bergantinya tongkat estafet kepemimpinan di kampus ini baik tingkat fakultas atau universitas. Selamat untuk tman2 yang baru saja mendapat amanah baru semoga amanah yang ada dapat membawa manfaat di kemudian hari.

Kampus ini terus berkembang: perpus yang semakin tinggi, gedung2 fakultas yang terus bertambah dan tentunya fasilitas yang membuat mahasiswa semakin ‘nyaman’. Ujian seleksi masuk UI pun sudah di launching dan harus siap untuk menerima tamu-tamu baru dari seluruh pelosok Indonesia. Perkembangan yang ada seakan ‘menutup’ hal2 yang blm terselesaikan di waktu2 sebelumnya, termasuk system pembiayaan untuk 2010.

Tahun depan, 2010, kembali akan menjadi pertaruhan. Apakah sistem pembayaran di kampus ini bisa memberikan keadilan atau setidaknya mendekati keadilan untuk calon mahasiswanya. Sory, di sini gw memisahkan pembahasan pembiayaan untuk tahun 2010 dengan permasalahan yang sudah terjadi sebelumnya. intisari sebelumnya adalah sudah dua tahun sistem BOPB diterapkan dan selama itu pula secara sadar atau tidak hal itu menjadi kontroversi.

Pertannyaan besarnya, tahun depan mau kaya gmana? apa akan jadi kontroversi lagi? Yang punya jawaban silakan, yang mau share data juga silakan.

Gw juga pengen share keadaan. Ketemuan terakhir dengan Pak GUmilar (baca Rektor), para Warek, mahalum, dan Ketua lembaga eksekutif fakultas tahun periode 2009 tentang pembahasan BOPB, intinya janji rektor terkait ini adalah akan mengadakan workshop matriks bopb sebelum diterapkan ditahun depan. Waktu itu coba disampaikan bahwa tools penting dari BOPB ini, yaitu matriks masih sangat dipertanyakan feasibilitasnya. Karena outputan nominal bopb gampangnya keluar berdasarkan formula ini walaupun ada fakultas yang mahasiswa 2009nya menerima nilai BOBP diatas range yang seharusnya.. ckckckck,,,

advertisement

Lanjut!
Nah, skrg jangankan workshop matriks, progress yang kmarin2 aja blm tau reportnya kaya mana. Gw bukan mau bilang ada harapan dengan janji rektor tentang worksshop matriks ini yang diamanahkan ke warek 1 (baca: Pa Anis). Tapi inilah kondisi yang ada, pengawasan kita harus terus jalan, karena klo bukan kita siapa lagi,, 🙂 Dan tambahannya warek 1 juga sudah mendelegasikan tugas ini ke DIrmawa dan terakhir dia minta lagi usulan solusi serta plus minusnya.

Jangan sampai, frase kampus rakyat jadi beban yang berat buat bahu ini karena sudah tidak sesuai lagi dengan kenyataan yang ada. Janji2 kampanye ditunggu konkretnya, ditungu juga usulan terbaiknya, dan mesti siap dijaga jangan sampe KECOLONGAN lagi karena ketidak rapihan yang ada. Apapun namanya, BOPB ver 3.0 kah atau yang lainnya.

Terakhir, harapannya system di 2010 dapat diselesaikan segera tanpa ada kontroversi lagi, , , Tanpa make baliho besar lagi untuk mempublish bahwa di kampus ini lagi ada ‘dinamika’ yang terjadi,, 🙂

-semoga bermanfaat-

(tulisan dari seorang teman, sbagai ‘hidangan’ diskusi. mau diskusi lebih lanjut? dateng aja di diskusi lebih lanjut hari kamis, 17 des 2009, @Pusgiwa, jam 3 sore)



advertisement