Ketahui Mitos dan Fakta COVID-19 Lewat Buku Buatan Dekan FK UI, Yuk!

Harapannya karya buku ini dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat, baik itu tenaga medis maupun nonmedis dalam memahami seluk-beluk dan meluruskan berbagai mitos seputar pandemi COVID-19


0

 

Anak UI, kamu pasti pernah mendengar beragam mitos seputar COVID-19 kan? Mulai dari pemerintah yang ingin menerapkan herd immunity hingga penggunaan minyak kayu putih pada pasien COVID-19.

Menjawab keresahan masyarakat seputar isu yang beredar tentang COVID-19, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB., FINASIM., FA, menuangkan catatannya mengenai penularan COVID-19 ke dalam buku berjudul “Goresan di Tengah Kesibukan: Berbagai Catatan Seputar Pandemi Global Covid-19 di Indonesia”.

Melalui buku ini, Dokter spesialis penyakit dalam ini bermaksud untuk merangkum catatan sejarah perjalanan virus COVID-19 di Indonesia lewat jawaban mengenai isu kesehatan yang kerap diperbincangkan di masyarakat, seperti kekebalan komunitas atau herd immunity, protokol kesehatan, sampai kepada sisi politik penanganan pandemi COVID-19, seperti isu vaksinasi dan pilkada.

Dalam buku yang berasal dari kumpulan tulisan Prof. Ari di media cetak dan elektronik dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2020, Ia juga turut memberikan jawaban mengenai rumor tentang penggunaan bahan herbal untuk mengatasi COVID-19 lho!

Prof. Ari menuturkan bahwa, bahan herbal yang ‘katanya’ diklaim dapat mengobati virus itu hanya rumot belaka. Sebab, herbal sifatnya hanya untuk suplemen alias tambahan aja nih, Anak UI!

Dalam bukunya, Ia juga membahas mengenai bahaya infeksi COVID-19 yang dapat menimbulkan berbagai dampak klinis pada tubuh (great imitator). Nah, memang sebagian besar penderita COVID-19 mengalami gejala saluran pernapasan, seperti batuk, pilek, atau demam. Namun, tidak sedikit penderita yang mengalami gejala di organ lain, seperti saluran pencernaan, bahkan mata dan kulit.

Jika terus berlanjut, akan timbul fenomena “Long Covid”, yakni kondisi-kondisi mengganggu yang dialami orang yang dinyatakan sudah sembuh dari infeksi virus Corona. Kondisi ini bisa bertahan lebih dari tiga minggu pasca kesembuhan dari COVID-19 lho. Bila gangguan terus berlanjut sampai lebih dari 12 minggu, maka fenomena ini dapat disebut sebagai “Covid Kronik”. Ih, seram sekali bukan?

Nah, perlu Anak UI ketahui bahwa per 29 Januari 2021, tercatat 1.037.993 kasus pasien yang terkonfirmasi positif Covid, dengan angka kasus aktif yang cukup tinggi, yaitu sekitar 166.540 kasus. Walaupun begitu, angka kesembuhan di negara kita sebenarnya cukup baik, yaitu 842, 122 atau sekitar 81,1% dari orang yang terkonfirmasi positif.

Dengan kasus COVID-19 yang kini sudah melampaui satu juta, Prof. Ari juga memberikan edukasi terkait kondisi pandemi dalam peluncuran bukunya melalui paparan yang berjudul “Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, Apa Yang Harus Kita Lakukan Kemudian?”.

Prof. Ari memberikan pemahaman soal konsep ‘new normal’. Menurutnya, istilah ini penting sekali dipahami oleh kita semua mengingat bahwa masyarakat beranggapan bahwa ‘new normal’ berarti kehidupan sudah normal. Padahal makna sebenarnya dari konsep ini ingin mengajak kita semua untuk kembali beraktivitas secara produktif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Sampai ini semua orang sudah mengerti dan memahami bahwa angka kenaikan COVID-19 di Indonesia masih tinggi dan sama sekali belum melandai. Maka dari itu, pemerintah perlu memperhatikan penegakan protokol kesehatan, kondisi tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang sudah mulai kolaps, serta distribusi pelaksanaan vaksin ke seluruh Indonesia. Beberapa hal ini yang perlu diperhatikan pemerintah bila ingin pandemi ini segera berlalu,” ujarnya.

Prof. Ari berharap kehadiran buku yang merupakan jilid kelima dari rangkaian buku ”Goresan di Tengah Kesibukan” ini dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat, baik itu tenaga medis maupun nonmedis dalam memahami seluk-beluk dan meluruskan berbagai mitos seputar pandemi COVID-19. Rencananya, Prof. Ari akan terus membuat buku-buku selanjutnya terkait Covid-19 sebagai bentuk catatan sejarah upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Kita tunggu buku terbarunya ya, Prof. Ari!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ditha Adinda

Content Writer. Are you the end of my prayer? Because Amen love with you. Hit me on: Ditha Adinda (Vokasi, Administrasi Rumah Sakit 2017)

0 Comments

Leave a Reply