Lagi Ngerapihin CV? Yuk Intip 3 Gaya Penulisan CV Ini Biar CV Kamu Makin Kece!

Jangan-jangan selama ini CV kamu selalu ditolak karena formatnya ngebosenin?? Tenang aja, kali ini anakui.com akan bagi-bagi informasi mengenai berbagai model CV yang bisa kamu tiru dan jadiin referensi untuk menambah variasi dari desain CV kamu, mau tahu apa aja modelnya?


0

Lagi Ngerapihin CV? Yuk Intip 3 Gaya Penulisan CV Ini Biar CV Kamu Makin Kece!. Halo pembaca setia anakUI.com, apa kabar? Semoga kalian selalu sehat dan semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari! Tentunya jangan lupa juga nih, untuk selalu setia nungguin artikel-artikel baru dari anakui.com yang setiap harinya selalu hadir mewarnai harimu.

Pembaca setia anakui.com, apakah kalian-kalian ini sekarang sedang bingung kenapa CV kalian kok terlihat biasa-biasa aja? Atau mungkin kalian juga penasaran, kenapa sih, kalian gak pernah lolos tahapan seleksi CV baik dalam proses rekrutmen kepanitiaan atau magang padahal CV kalian udah keliatan ‘rame’ dan banyak pengalaman?

Mungkin kamu perlu melakukan renovasi alias perombakan besar-besaran nih terhadap format CV kamu! Jangan-jangan selama ini CV kamu selalu ditolak karena formatnya ngebosenin??

Tenang aja, kali ini anakui.com akan bagi-bagi informasi mengenai berbagai model CV yang bisa kamu tiru dan jadiin referensi untuk menambah variasi dari desain CV kamu, mau tahu apa aja modelnya?

Chronological CV

Sesuai dengan namanya, dalam model CV chronological, urutkan pengalamanmu sesuai dengan urutan dari yang paling terbaru ke yang paling lama. Jenis CV ini berguna untuk mereka yang pengalaman terbarunya berkaitan dengan posisi yang sedang Ia minati. Selain itu, CV jenis ini juga berfungsi untuk mereka yang memiliki pengalaman sebelumnya tidak ada ‘gap’ yang besar antar waktu.

Sebagai contoh,

Sumber: Aamodt (2009)

Functional CV

Dalam jenis model CV ini, kamu bisa mengorganisasikan pengalaman berdasarkan skill yang diperlukan atau kamu gunakan dalam pengalaman tersebut. Jenis CV ini memang jarang ditemukan, dan biasanya hanya digunakan untuk mereka yang ingin berganti karir, sedang mendaftarkan diri untuk posisi yang ‘berbeda’ dari pengalaman-pengalaman yang sebelumnya telah dijalani, atau untuk kalian yang punya ‘gap’ waktu yang cukup lama antar pengalaman. Jenis CV ini bisa menutupi kekurangan dari gap tersebut.

Sebagai contoh,

Sumber: Aamodt (2009)

Psychological CV

Untuk CV jenis yang terakhir ini, mungkin lebih banyak disukai oleh kebanyakan orang, karena mengandung kekuatan dari kedua jenis CV yang sudah dilampirkan di atas. Selain itu, jenis CV ini juga dibuat berdasarkan teori-teori dan penelitian psikologis. Sebagai contoh, CV ini bisa dimulai dengan ringkasan mengenai kelebihan yang kamu miliki. Oh ya, jangan ditulis lebih dari 9 poin ya. Pilih yang paling menonjol dan kamu anggap paling relevan dengan posisi yang kamu inginkan. Selanjutnya, kamu bisa menuliskan pendidikanmu berdasarkan urutan yang paling terbaru. Tulis dari bangku perkuliahan sampai SMA aja ya, dan jangan lupa sertakan IPK dan nilai ujian nasionalmu untuk menambah poin lebih.

Setelah pendidikan, kamu bisa menambahkan pengalaman kamu dalam bekerja, magang, kepanitiaan, UKM, kegiatan volunteer.  Jangan dicampur aduk ya. Kamu bisa memisahkannya berdasarkan kategori.

Sumber: Aamodt (2009)

Nah, sekian dari 3 gaya penulisan CV yang bisa kamu gunakan saat kamu sedang merapihkan CV-mu. Jangan lupa tulis komentar di bawah ini ya yang mana menurut kamu paling kamu banget! Oke deh, ciaooooo

Daftar isi:

Aamodt, M.G. (2009). Industrial Organizational Psychology: An Applied Approach. Wadsworth Publishing: California.

BACA JUGA: Mengapa Kalian Harus Coba Ikut Kegiatan Volunter Minimal Sekali Seumur Hidup


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Cindy

Cindy is a psychology student who is also a passionate writer and book reader.

0 Comments

Leave a Reply