Laporan Acara Pekan Komunikasi 2012 (bagian 3)

News Anchor Competition

Pada hari ke-3, tanggal 7 Maret 2012 Berlangsung acara News Anchor Competition. Karena kompetisi ini tertutup dan peserta adalah para pendaftar, maka suasana tidak terlalu ramai. Yang  banyak berlalu lalang adalah para peserta yang mengantri untuk menunggu giliran untuk tampil di depan para juri. Peserta berjumlah sekitar 300 lebih kurun berganti dari pagi sampai sore dengan mayoritas berpakaian rapi formal memakai jas/ blouse. Acara berlangsung di ruang Hall Room (samping Cinema Room) Perpustakaan Pusat FISIP UI. Adapun pada kompetisi di hari ini yang menjadi juri nya adlaah Ryan Widaryanto (Produser & News Anchor Indosiar), Ajeng Kamaratih (News Anchor RCTI), dan Rosy Tri Pagiawati (Dosen Komunikasi FISIP UI).

 

Make Way for The Young: make up your portfolio, be a glory hunter.

Seminar Periklanan AdWar Pekan Komunikasi UI 2012

Make Way for The Young, itulah tajuk seminar AdWar sesi kedua dalam rangkaian acara Pekan Komunikasi UI tahun ini.  Berlangsung pada Kamis, 8 Maret 2012 dari pukul 13.30 sampai 16.00, Seminar Room lantai 5C Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia dipenuhi oleh peserta seminar yang tak hanya berasal dari kalangan mahasiswa jurusan Periklanan. Peserta dari luar Universitas Indonesia pun tampak hadir dan menyimak sesi menarik tersebut.

Make Way for The Young lahir dari gagasan bahwa regenerasi di setiap sektor merupakan satu hal yang pasti terjadi. Seperti halnya dalam dunia kreatif, dimana ide-ide segar merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan. Karenanya dalam seminar tersebut, pembicara merupakan dua penggiat dunia kreatif muda; Febrian Adi Putra (Art Director Colman Handoko), dan Ernest Junius (Senior Copywriter Iris Worldwide). Adapun sebagai moderator, hadir Hari Radiawan, dosen Periklanan UI yang juga praktisi Periklanan.

Kedua pembicara merupakan anak muda berbakat dan prestatif dari dunia kreatif. Dalam kesempatan tersebut, Ernest dan Ditra menginspirasi audiens dengan berbagi kisah dan pengalaman mereka selama berkecimpung di dunia Periklanan yang begitu dinamis. Ernest Junius banyak memaparkan tentang anak muda dan kreativitas serta kekuatan ide, sementara Febrian Adi Putra yang disapa Ditra berbagi pengalamannya menciptakan kampanye-kampanye yang menggerakkan masyarakat.

Seminar ini memotivasi generasi muda dan menekankan bahwa usia muda merupakan sebuah keunggulan yang harus dioptimalkan. “Because being young has its own advantages: freshness, enthusiasm, digital savviness, and stamina”, demikian para pembicara di seminar ini berpesan.

 

Workshop Adwar (sesi 2) : Idea is A King

Rangkaian Adwar Pekan komunikasi 2012 diwarnai oleh Workshop iklan yang dipandu oleh Roy Sagala (Creative Director Young and Rubicam). Workshop ini bersifat tertutup, sehingga hanya boleh diikuti oleh 8 orang finalis Adwar. Workshop berlangsung selama 2,5 jam dari pukul 14.30-17.00 WIB.

Pada kesempatan ini Roy menyampaikan tentang big idea dalam periklanan. Ia mengibaratkan Idea is A King. Ide sangatlah penting untuk membangun iklan yang baik. Kemudian ia menjelaskan bagaimana mencari ide yang baik. Dalam penjelasannya, Ia menggunakan contoh-contoh iklan yang pernah dibuat. Ia juga menekankan pentingnya insight dalam menemukan big idea. Menurutnya insight harus digali sedalam-dalamnya, sehingga akan menimbulkan WOW! Effect. Dalam presentasinya, Roy juga menyampaikan pentingnya memahami masalah dalam mencari ide karena ide yang ditemukan nantinya harus bisa menjawab masalah yang ada. Ia pun menekankan bahwa kita tidak boleh cepat puas dengan ide yang telah kita temukan. Kita tidak boleh jatuh cinta pada satu ide. Ia menggunakan istilah “Kill Your Darling”, maksudnya kita harus membunuh dulu ide yang kita cinta untuk membuka kemungkinan ide yang lain muncul.

Di akhir presentasi, Roy memberikan brief kepada peserta untuk dicari big ideanya. Brief yang diberikan tentang kampanye hemat kertas dari WWF (World Wild Fund). Mereka diminta mencari ide bagaimana cara membuat masyarakat mengurangi konsumsi kertas. Peserta diberi waktu 30 menit untuk menemukan idenya. Para peserta pun terlihat begitu antusias dalam menemukan ide.

Setelah 30 menit, peserta diminta mempresentasikan ide mereka. Berbagai macam ide unik pun muncul. Ide tidak pernah ada yang salah. Hanya masalah tepat dan tidak tepat. Begitu kata Roy Sagala menanggapi ide para peserta. Kemudian, Ia menunjukkan hasil akhir ide yang dieksekusi WWF dalam menjawab problemnya yaitu dengan menciptakan software pengetikan huruf tetapi tidak bisa diprint, sehingga pengguna hanya bisa menikmatinya melalui media digital.

Di akhir workshop, lagi-lagi Roy menekankan agar peserta tidak bosan mencari ide. Peserta diminta untuk terus menggali insight untuk mendapat ide yang cemerlang.

 

Workshop Creabo “How to Make a Good Scene

 

Kegiatan workshop dalam rangkaian acara Pekan Komunikasi 2012 yaitu “Creabo” yang bertema “How to Make a Good Scene” berlangsung secara meriah pada 9 Maret 2012 di Meeting Room lantai 5C, Perpustakan Pusat Universitas Indonesia pada pukul 13.30. Kegiatan ini disponsori oleh Sony Indonesia. Peserta pada workshop ini berjumlah sekitar 72 orang dari berbagai universitas di Indonesia.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dari Host panitia Pekan Komunikasi 2012 dan perkenalan pada tiga pembicara hari itu. Ada tiga pembicara di dalam workshop ini yang tentunya sudah ahli di bidangnya yaitu Tri Sasongko dan German dari SET Production, serta Darwin Nugraha yang merupakan Editor Dokumenter Freelancer. Workshop ini memiliki tiga sesi; sesi 1 adalah Ide, sesi 2 eksekusi kamera, dan sesi 3 mengenai editing.

Pada sesi satu, Tri Sasongko menjelaskan tentang bagaimana mencari ide yang cemerlang, dilanjutkan sesi dua oleh German, beliau menjelaskan bagaimana mengambil gambar yang baik. Pada sesi kedua ini workshop semakin seru karena candaanya yang menghidupkan suasana yang tadinya sangat hening. Lalu sesi terakhir mengenai editing yang diberikan oleh Darwin Nugraha. Para peserta terlihat semakin antusias.

Setelah sesi penjelasan dari para pembicara di Workshop Creabo , para peserta diberikan sesi pertanyaan. Para peserta cukup antusias untuk bertanya bagaimana mengambil  gambar yang baik. Para pembicara pun menjawab pertanyaan-pertanyaan para peserta dengan penuh antusias.

Pada 15.45 setelah semua sesi penjelasan dan pertanyaan selesai, peserta diminta dapat mempraktekkan dan mengambil scene dengan lokasi di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok didampingi oleh mentor yang disediakan dari panitia Pekan Komunikasi 2012. Karena keadaan di luar Perpustakan terlihat hujan, maka lokasi cukup di dalam perpustakaan pusat UI saja. Peserta diberi waktu selama 60 menit untuk mengambil scene bersama dengan kelompoknya. Setiap kelompok dibekali kamera Sony yang telah disediakan. Setalah pengambilan scene selesai, maka para peserta kembali ke ruang Workshop dan melakukan editing pada laptop yang telah disediakan. Pemenang dari pengambilan scene ini akan diumumkan pada Awarding Night di malam harinya.

Harapan dari kegiatan workshop ini adalah para peserta dapat belajar lebih banyak mengenai cara mengambil scene yang yang baik dan tentunya hasilnya menarik untuk dilihat. German dari SET Production mengatakan kepada para peserta untuk membuat scene “Buatlah yang benar dan baik!”

 

Closing (Commweekend)

Acara Closing berupa penampilan musik dari pihak-pihak internal maupun eksternal. Acara sempat mengalami kemunduran jadwal dikarenakan hujan turun sangat deras sehingga acara dimulai telat sekitar 2 jam yaitu dimulai pukul 21.00 . Tetapi tentunya tidak menyurutkan animo dari para penonton yang sudah digiring untuk langsung ke lapangan psikologi untuk menonton para penampil. Hujan yang turun di malam itu pun seakan tidak menjadi halangan mereka untuk terlarut dalam suasana meriah.  Para penampil ialah Los Tigres, The Young Liars, The Sterovom, Bengkel Musik Fakultas Teknik UI (Musik Tradisional), The Youngrr, dan Ballads of The Cliche

Leave a Comment