Curhatan Anak RIK yang Sering Jadi Narasumber Dadakan Tentang Kesehatan

Anak kesehatan pasti ga asing sama pertanyaan-pertanyaan tenang kesehatan yang tiba-tiba sering ditanyakan sama orang sekitar. Kayak “kan kamu anak kesehatan nih, kalau bla bla bla gimana sih? boleh ga sih? sehat ga sih?

Tantangannya tuh bagaimana cara kita menyampaikan agar mudah dipahami oleh orang awam. Terkadang kita bingung sendiri menjelaskan istilah medis agar lebih mudah dipahami. Aku juga sering takut salah dan nggak jarang aku sendiri juga nggak tau jawabannya.

Kalau nggak tau jawabannya aku merasa gagal aja gitu jadi anak kesehatan, jadi refleksi diri, ngapain aja ya aku selama kuliah? kok bisa ga tau?….mengsedih. Tapi, untuk mengatasinya aku kadang suka cari jurnal-jurnal setelahnya biar tetep bisa jawab pertanyaan dadakan tersebut.

Sumber: www.haibunda.com

Selain sering ditanyain soal masalah kesehatan, kadang aku juga suka curhat tentang pengalaman selama praktik. Aku lebih suka cerita soal itu daripada ditanya tentang kesehatan karena berasa seperti lagi ujian, takut salah jawab. Biasanya aku suka cerita ke keluargaku, tapi berujung jadi menjelaskan konsep kesehatannya dulu baru lanjut cerita karena ada miscom.

Kalau bisa berbagi cerita sambil secara nggak langsung menyampain ilmu tentang kesehatan, itu rasanya senang sih. Aku merasa nggak sia-sia belajar ilmu kesehatan. Memang sih.. pada awalnya aku tertarik memilih bidang kesehatan setelah lulus SMA karena ilmunya aplikatif banget. Jadi, selain dapat ilmu untuk merawat orang lain, minimal aku bisa merawat diriku sendiri terlebih dahulu.

Selain itu, aku juga pengen kerja di rumah sakit, mungkin karena kayak keren aja gitu dulu aku mikirnya. Tapi, setelah menjalani praktik profesi aku jadi mikir lagi bakal kerja di RS atau tidak. Bekerja di RS selama praktik profesi ternyata capek banget dan banyak kerjaannya belum lagi bisa nggak libur, huaaa. Sampai saat ini saja aku belum pasti bisa libur lebaran nanti, karena masih harus nyusun tugas akhir profesi a.k.a KIAN (Karya Ilmiah Akhir).

Karya Ilmiah Akhir (KIAN)

Omong-omong, KIAN itu mirip kayak skripsi sih. Kita diminta membuat laporan asuhan keperawatan berdasarkan tindakan EBN (Evidence Based Nursing). Setelah melakukan tindakan tersebut ke pasien kelolaan, kita kemudian menganalisis evaluasi atau respon pasien.

Hal yang dianalisis seperti apakah tindakannya efektif? apakah dapat dimodifikasi? apa kelebihan dan kekurangannya? Sama dengan skripsi, peminatan KIAN juga bisa dipilih berdasarkan departemen yang ada di keperawatan seperti Departemen Jiwa, Anak, Medikal Bedah, Keperawatan Dasar, Maternitas, Gerontik dan Komunitas.

Kalau aku tadinya milih anak sama jiwa, terus sempet ditempatin di jiwa. Tapi karena slot praktik di anak ditambah satu oleh pihak RS nya, aku bisa pindah ke anak sesuai dengan pilihan pertamaku. Karena milihnya cepat-cepatan jadi mungkin aku ada di daftar awal jadi bisa masuk. Doain yaa, semoga KIAN aku lancar dan hasil tulisannya bermanfaat bagi masyarakat khususnya keperawatan.

Sumber: https://www.physicianspractice.com/

Oh ya, kalau cerita soal pengalaman praktik, pastinya kita harus tetap menjaga privasi pasien. Jangan sampai informasi kesehatan pasien jadi bocor karena cerita kita. Biasanya sih aku mengakali pakai inisial nama saja atau menyebutkan ciri-cirinya.

Sumber: https://www.memecreator.org/

Kadang selain curhat sama keluarga atau temen yang orang awam, kita juga sering curhat dengan sesama anak kesehatan. Curhatannya tuh terutama saat pergantian shift, sebenernya niatnya mau hand over (operan) pasien tapi ya suka kebablasan. Jangan dicontoh yaa soalnya klo handover seharusnya menyampaikan hal-hal yang penting aja lebih baik pake prinsip SBAR ahaha, teori banget ga tuh (?) Setelah praktik MANKEP (manajemen keperawatan) jadi kebawa deh teori yang benernya saat hand over.

Kalau kamu sebagai anak kesehatan, apa saja pengalaman menarik saat ditanya orang tentang kesehatan? Apakah sering curhat juga ke keluarga atau orang lain tentang pengalaman selama praktik? Bagaimana respon mereka? Aku jadi penasaran, boleh lah kita saling curhatan di kolom komentar di bawah...

#Tips n Tricks untuk Mahasiswa Agar Lebih Mudah Menyelesaikan Skripsi

Halo pejuang skripsi! gimana kabarnya? Sudah sampe bab berapa nih ngerjain skripsinya?  Kali ini aku mau berbagi tips dan trik untuk mengerjakan skripsi. Dari pengalamanku sebelumnya, ada beberapa hal yang harusnya dilakukan untuk memudahkan proses menyelsaikan skripsi. Hal pertama yang paling penting yaitu kita harus memiliki mindset bahwa skripsi hal yang menyenangkan, hehe. Langsung aja berikut ini tips dan trik yang bisa memudahkanmu menyelesaikan skripsi, semoga bermanfaat!

1. Tentukan topik dari jauh-jauh hari

Sumber : https://gadgetstouse.com/

Pada umumnya, kalau mau menulis sesuatu kita butuh menentukan topik utama terlebih dahulu. Topik ini lah yang akan jadi acuan kita untuk mengembangkannya jadi tulisan dengan bantuan kerangka tulisan. Kalau untuk menuyusun skripsi, sebelumnya kita perlu menulis proposal penelitian terlebih dahulu. Mahasiswa biasanya pada war dulu untuk milih departemen peminatan atau dosen pembimbing (dosbing). Setelah itu, mahasiswa perlu mengajukan judul topik sesuai dengan peminatan yang dipilih.

Kalau topik sudah di-acc dosbing, baru deh nentuin judul penelitian yang didukung dengan fenomena yang ada. Saran aku sih, pilih topik penelitian yang bener-bener kamu suka atau tertarik biar nanti ngerjain skripsinya jadi lebih enjoy. Untuk mencari topik penelitian yang menarik kamu bisa memperhatikan fenomena-fenomena yang ada disekitarmu. Kamu juga bisa cari inspirasi dari skripsi-skripsi sebelumnya udah banyak banget kok di internet.

Topik penelitian juga ga harus yang muluk-muluk atau susah buat dilakukan penelitian harus disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Kalau S1 biasanya pakai metode penelitian yaitu studi kasus, kuantitatif, kualitatif, dan deskriptif. Untuk metode eksperimental biasanya anak S1 belum boleh ambil.

Selain pemilihan topik, hal yang penting juga menentukan responden, karena kalau menurutku part yang lumayan susah tuh saat mencari responden penelitian. Soalnya ada beberapa responden yang susah untuk diajak mengisi kuesioner.  Bagian mengolah data dan analisis statistiknya juga kadang bikin pusing sih. Nah, untuk mengatasinya sebisa mungkin review dulu materi tentang metodologi lalu pilih uji statistik yang sesuai dan mudah diaplikasikan ke penelitianmu

2. Cari referensi yang relevan sebanyak mungkin

Sumber : unsplash.com

Mencari referensi untuk menulis skripsi tuh wajib hukumnya karena selain bisa dijadikan sebagai dasar teori juga bisa dijadikan inspirasi. Semakin banyak referensi yang relevan untuk skripsi, semakin memudahkan kamu untuk mengaitkan hasil penelitian dengan kerangka teori yang ada.

Kalau anak UI bisa cari referensi di summonUI, remote-lib.ui.ac.id, proquest.com, site.ebrary.com/lib/indonesiau, dan journal.ui.ac.id. Jangan lupa juga selalu parafrase referensi yang akan kamu masukan ke skripsi agar terbebas dari palgiarisme. Di UI soalnya ketat banget masalah plagiarisme bisa jadi kami ga lulus sidang karena presentase plagiatnya lebih dari 20%. Jangankan skripsi, tugas-tugas kuliah aja sering di cek plagiarismenya.

3. Rajin kontak dosen pembimbing

Sumber : suara.com

Banyak yang bilang kalau mau skripsi-an nya gampang cari dosbing yang baik. Sebenarnya itu bener-bener salah,  sih. Kalau menurutku dosbing yang cocok buat memudahkan penyelesaian skripsi itu yang detail kalau ngasih revisian, solutif kalau ada masalah, dan ada timeline penyusunan skripsi.

Kalau dosbing ngasih revisian nya detail, kemungkinan skripsinya jadi lebih susah untuk dicari celah kesalahan yang akan ditanya saat sidang. Jadi, ga banyak revisi yang perlu dilakukan setelah sidang. Kemudian timeline penyusunan skripsi juga penting untuk ditentukan diawal dengan dosbing agar lebih terarah dan ga jadi molor waktu sidangnya. Kalau kontakan dengan dosbing jangan malu-malu tanya yang ga dipahami, sambil curhat juga boleh biar ga stres, haha.

BACA JUGA: Untuk Kamu Yang Sedang Skripsian, Jangan Menyerah!

4. Revisi adalah hal wajib

Sumber : http://www.kampusundip.com/

Siapa yang sering ngeluh revisiannya banyak? tenang aja, kerjain satu persatu pasti bisa selesai kok. Ayo dikerjain revisiannya, karena masukan dari dosbing itu perlu penting banget. Dosbing sudah berpengalaman dalam membimbing skripsi mahasiswa dari tahun ke tahun jadi masukan yang diberikan pastinya relate dan kemungkinan akan jadi problem saat sidang kalau tidak diperbaiki sekarang. Semakin banyak revisi semakin bagus nanti skripsinya karena sering mendapatkan review sehingga kemungkinan bisa berkurang. Kalau kamu ga ngerti maksud revisi yang diberikan jangan sungkan untuk bertanya kepada dosbing.

5. Kuasai materi sebelum sidang

Sumber : https://www.lifesize.com/

Saat memasukan referensi ke dalam skripsi pastikan kamu juga menguasai materi tersebut. Jangan sampai kamu masukin teori tapi ga paham tentang hal tersbut karena nanti bisa ditanya habis-habisan saat sidang. Selain menguasai materi, perlu juga latihan cara presentasi yang baik dan benar untuk sidang skripsi. Lakukan survey terkait pertanyaan-pertanyaan yang sering dimunculkan saat sidang, kamu bisa tw-tw kakak tingkat atau nyari di youtube. Kamu juga bisa lihat simulasi sidang di youtube atau ikut minimal seminar proposal temen kamu agar lebih tergambar suasana sidang nanti. Ajak temen kamu untuk menyaksikan latihan presentasi dan minta meraka untuk bertanya ke kamu juga. Hal ini bisa membantu kamu banget untuk lebih siap menghadapi sidang skripsi yang sesungguhnya.

Itu dia 5 tips dan triks untuk memudahkan kamu menyelesaikan skripsi. Semua itu berdasarkan pengalaman pribadiku sih yang aku harap tahu tentang hal tersebut sebelum mengerjakan skripsi. Tentunya, setiap orang punya pengalaman yang berbeda jadi tips-tips tersebut bisa disesuaikan lagi dengan situasi yang ada, hehe.

Bikin skripsi tenyata ga sesusah itu kok, semua mahasiswa pasti bisa menyelesaikannya. Jadi… jangan patah semangat yaaa!! yuk lanjut lagi kerjain revisiannya 🙂 Happy writing !

BACA JUGA: Apa Sih yang Terjadi Saat Sidang Skripsi? Ini Dia Bocoran-Bocorannya!

Praktik Profesi Keperawatan di UI tuh Ngapain Aja Sih? Siapa Saja Mitra RS-nya?

Haloo pembaca AnakUI.com!! udah lama banget aku ngga nulis artikel baru disini. Bahkan sejak tampilan AnakUI.com berubah aku belum pernah nulis artikel baru, wkwkwk. Alasannya sih, selain karena ide nulis lagi mampet aku juga lagi sibuk banget sama praktik klinik profesi.

Buat anak FIK pastinya tau kalo udah lulus S1, kita mesti ambil Profesi Ners biar bisa dapet izin kerja di RS. Nah, kali ini aku mau bagi-bagi pengalaman selama aku menjalani profesi yang sekarang udah tinggal KIAN alias Karya Ilmiah Akhir Ners.

Praktik klinik profesi tuh simpelnya kayak mencicipi gimana caranya kerja jadi perawat beneran. Kurang lebih mirip kayak magang atau koas di kedokteran gitu deh. Kalau pas S1 kita belajar tentang teori dan praktek di lab, profesi kita belajar full praktek di Wahana Praktik untuk semua departemen.

Saat profesi, biasanya satu angkatan dibagi menjadi tiga gerbong. Setiap gerbong memiliki jadwal praktik klinik yang berbeda dengan sistem blocking. Misalnya, Gerbong A praktiknya Jiwa, Maternitas, Anak, KMB, KGD trus Komunitas. Kalau Gerbong B praktiknya KMB, Gerontik, Komunitas, KGD trus Anak. Nah, sistem blocking itu jadi setiap departemen menjadwalkan praktik untuk beberapa minggu terus menurus.

Misalnya kalau praktik Jiwa belum selesai, kita belum bisa mulai praktik berikutnya. Biasanya untuk bobot 1 SKS itu setara dengan 1 minggu praktik profesi. Untuk pembagian RS-nya, dikelompokin oleh departemennya berdasarkan RS yang udah sering jadi mitra departemen tersebut. Kalau Jiwa tuh seringnya praktik di RSJ dr.H. Marzoeki Mahdi (RSJMM), tapi kalau yang ekstensi pernah di RS dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Departemen Anak, KGD, KDP dan KMB tempat praktiknya di RSAB Harapan Kita, RS Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto, RSCM, RSUI.

Kalau Maternitas biasanya di Puskesmas sekitar Jakarta dan Depok. Untuk praktik komunitas dilakukan di rumah-rumah warga kelurahan Curug. untuk jam praktiknya, kita bisa kebagian dinas pagi, siang atau malam. Tapi, hanya di RSUI saja yang ada dinas malamnya. Selama profesi, pastinya laporan seperti kasih sayang Ibu alias tidak terhingga, mati satu tumbuh seribu deh. Jadi harus bisa mengatur waktu dengan baik biar ga ikutan jadi pasien, hehe.

Bagaimana pengalaman selama profesi di Keperawatan UI?

Sumber : dokumentasi penulis

Pengalaman selama profesi di Keperawatan UI banyak banget yang seru, ada yang sedih, lucu, dan yang pastinya ga terlupakan banget. Jadi, aku nyaranin banget kalau udah lulus S1 kudu wajib lanjutin sampe profesi karena nanggung, say. Walaupun awalnya aku juga yakin ga yakin ambil profesi, tapi aku ga nyesel ngikutin praktik profesi. Selain buat cadangan biar bisa praktik di RS, pengalamannya juga bikin aku banyak belajar.

Seru banget bisa mencoba tindakan keperawatan ke pasien beneran bukan hanya ke phantom. Kalau lagi profesi tuh mesti menyiapkan mental, jiwa dan raga karena kasus-kasus yang ditemukan bisa beragam banget. Mulai dari kasus kecelakaaan, bayi prematur, orang dengan gangguan jiwa, orang dengan disabilitas, dan masih banyak lagi.

Pengalaman pribadi waktu itu saat praktik Keperawatan Gawat Darurat (KGD) di RSCM, aku pernah mengelola pasien kode trauma yang kecelakaan karena tertabrak truk. Saat datang ke ruangan tindakan, darah pasien udah ada dimana-mana di lantai, dinding dan satu ruangan jadi bau anyir darah. Pasiennya juga gelisah dan teriak-teriak. Wah, itu pengalaman ga terlupakan banget sih liat pasien dengan luka-luka dan darah dimana-mana!

Lalu ada juga pengalaman yang buat aku sedih. Saat itu aku merawat pasien dengan thalasemia yang dateng ke IGD zona merah. Itu pertama kalinya aku melakukan RJP ke pasien karena ia tiba-tiba mengalami arrest (henti jantung). Hal yang bikin aku tambah sedih karena sebelumnya aku masih sempet interaksi ke pasien terus juga masang NGT walaupun saat itu dia sudah penurunan kesadaran. Pada akhirnya, RJP dihentikan dengan persetujuan pihak keluarga dan pasien meninggal. Ah, kalau inget itu jadi sedih lagi rasanya. Aku emang paling ga kuat kalau pasiennya ada yang meninggal walaupun aku sebenernya ga kenal. Tapi kalau ngelihat keluarga pasien yang kehilangan suka ikut merasa sedih. Jangan ditiru ya soalnya ga profesional, hehe.

Pengalaman lain yang buat aku seneng itu kalau berhasil melakukan tindakan dan saat pasien berterima kasih sudah aku tolongin. Aku inget banget pas pertama kali berhasil memaasang infus, mengambil darah, memasang kateter, memasang NGT dan lainnya. Rasanya udah jadi kayak perawat beneran hehe.

Pengalaman lain yang menarik yaitu saat pertama kali melihat orang lahiran. Wah, itu rasanya kayak melihat keajaiban gimana kehidupan itu bisa berawal. Melihat proses kepala bayi bisa keluar terus cara ngeluarin plasentanya dan lain-lain. Ternyata perjuangan seorang Ibu tuh keren banget, ya.. ada yang setelah lahiran langsung dilakukan hecting sampai beberapa jahitan yang konon lebih sakit daripada saat melahirkan.

Pengalaman selama profesi tuh membuat aku lebih bersyukur punya tubuh yang sehat, masih memiliki anggota tubuh yang lengkap, punya keluarga yang sehat dan lainnya. Profesi menjadi salah satu perjalanan yang membuatku lebih dewasa. Jadi, untuk anak-anak FIK UI kalau ga ikut profesi, nyesel deh..

5 Tiktokers Terkenal Anak UI yang Wajib Kamu Tahu!

Salah satu sosial media yang nge-hits abis di kalangan anak muda saat ini adalah Tik tok. Di TikTok, banyak influencer-influencer yang membagikan kemampuan dan pengetahuan mereka.

Tentunya, anak-anak UI juga ga ketinggalan dengan perkembangan zaman satu ini. Yuk, kita lihat, siapa aja sih anak UI yang menjadi content creator Tik Tok dan bahkan masuk dalam jajaran tiktokers terkenal!

1. Ekida Rehan Firmansyah

Sumber: urlebird.com

Ekida adalah mahasiswa kedokteran UI yang baru aja selesai sidang tahun 2020 lalu. Selama menjadi mahasiswa, Ekida memiliki banyak prestasi dan terdaftar sebagai penerima beasiswa juga loh. Cerdas dan keren banget kan?

Bahkan, sekalipun menjadi mahasiswa kedokteran yang sibuk dan berprestasi, Ekida tetap sering meluangkan waktu bersama kembarannya untuk berbagi insight-insight seputar kesehatan lewat akun Tik-toknya. Saat ini, Ekida masih aktif membagikan konten-konten terutama seputar kesehatan kepada 883,9 ribu followers-nya. Kamu salah satu followers-nya ga nih?

2. Alsa Putri Aqilah

Sumber: dream.co.id

Kalau kamu salah satu penikmat konten musik dan vokal di Tiktok, pasti kamu ga akan asing sama yang satu ini. Alsa adalah mahasiswa administrasi negara, FIA UI angkatan 2020 jalur SNMPTN. Dia adalah tiktokers sukses UI dalam dunia tarik suara. Dari 10,3 juta followers TikTok, salah satunya adalah Bella Hadid loh. Selain itu, Alsa juga sudah banyak menarik perhatian artis internasional lainnya, seperti IU, Anne Marie, Meghan Trainor, dan juga Alan Walker.

Sejak kecil, Alsa memiliki kecintaan dalam dunia tarik suara. Dia telah mengikuti Idola Cilik dan The Voice Kids Indonesia namun belum berhasil hingga tahap final. Tentu saja, Alsa tidak langsung meninggalkan dunia musik setelah gagal. Alsa sekarang tergabung dalam Acuan Entertainment dan telah merilis lagu pertamanya pada Juni 2021 lalu dengan judul Lihai. Sudah dengar lagu terbarunya Alsa belum?

BACA JUGA: 7 Hal Tentang Vocademia UI yang Harus Kamu Ketahui

3. Jessica Sabar Bungauli

Sumber: republika.co.id

Jessica Bunga atau Jebung adalah tiktokers sukses lainnya dari UI. Jebung menempuh pendidikan di Ilmu Komunikasi, FISIP UI angkatan 2019. Berkecimpung dalam dunia tarik suara, saat ini akun TikTok-nya telah diikuti oleh 6,4 juta followers.

Jebung juga sudah banyak berkolaborasi loh dengan content creator TikTok lainnya. Selain itu, dia juga sudah berkolaborasi dengan artis tanah air, seperti Afgan dan Raisa. Pada April 2021 lalu, Jebung telah merilis lagu perdananya yang berjudul Cassava.

4. Miracle Sitompul

Sumber: suara.com

Wakil 1 None Jakarta Pusat tahun 2019 ini adalah mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi, FKG UI angkatan 2017 loh. Berkeinginan membagikan pengetahuan yang dia miliki, Miracle aktif berbagi konten-konten di TikTok.

Konten yang dia bagikan adalah motivasi dan strategi perkuliahan, trik ujian masuk kuliah melalui SBMPTN, dan tips-tips perkuliahan lainnya. Selain memiliki akun TikTok dengan 176,4 ribu followers, Miracle juga aktif membagikan konten-konten tersebut melalui akun Youtube-nya.

BACA JUGA: Baru Semester Dua, Mahasiswa FKG UI Raih Juara 2 Kompetisi Internasional

5. Brigita Meliala

Sumber: hits.zigi.id

Brigita atau kerap disapa Idgitaf atau Gita adalah mahasiswa jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea, FIB UI 2019. Pada awalnya, Gita bosan dengan pandemi Covid-19 dan memulai sebagai content creator dunia tarik suara di TikTok sejak Agustus 2020. Gita sekarang memiliki 2,3 juta followers dan berhasil meraih Best of Performer dari TikTok Awards Indonesia 2020.

Selain menjadi content creator TikTok, Gita telah merilis lagu sendiri pada Desember 2020 melalui akun Youtube-nya. Hingga sekarang, dia telah menghasilkan 3 karya yang dia tulis sendiri. Walaupun sudah sukses dalam dunia musik Indonesia dan mendapat jutaan views di youtube, Gita tetap rutin loh berkarya dan berkarir di TikTok.

Wow, dari kelima Tiktokers UI ini, mana aja yang udah kamu follow? Komen di bawah ya!

BACA JUGA: Inilah Daftar UKM yang Ada di UI, Maba Wajib Tahu!

Butuh Bantuan Getting Things Done? Coba Download Aplikasi Penunjang Produktifitas Gratis Ini!

Halo sobat UI! Menjadi mahasiswa memang punya jam kelas lebih sedikit daripada kita sewaktu SMA. Tapii, tugas-tugasnya itu loh!! Beuh.

Gak jarang kita kesulitan menentukan prioritas tugas dan membagi waktu. Siapa disini yang suka double meet selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)? Multitasking saat bukan menjadi discussion leader? Yak, itu salah satu tanda bahwa mungkin kamu perlu melakukan manajemen resource yang lebih baik nih.

Tetap ‘waras’ dan terawat sembari produktif ternyata bukan hal yang mustahil loh!

Sebagai langkah pertama menuju hidup perkuliahan yang lebih baik, yuk kita cek 5 aplikasi produktifitas yang bagus-bagus ini. Kalian boleh coba bareng teman-teman kalian nih biar lebih seru!

1. Evernote

Sumber: google.com

Evernote adalah app nomor 8 dalam kategori the best productivity tools. Aplikasi note ini sangat powerful dibandingkan dengan produk sejenisnya karena memilliki banyak fungsi. Mulai dari search, reminder, menyimpan link, file, foto, bahkan audio. Kita dapat memasukkan sketsa dengan gambaran tangan atau teks. Penyimpanan data juga dengan single storage jadi kita bisa pakai pada banyak devices lho!

Fitur-fitur basic ini dapat kita dapatkan dengan harga… gratis! Walau begitu, untuk fungsi yang lebih banyak, kita bisa membeli paket premium atau bisnis juga.

2. Forest

Sumber: Mashable.com

Apakah kamu sering terdistraksi sama notif hp? App unik ini bisa memotivasi kamu untuk tidak melihat layar dan fokus pada kerjaan kamu. Idenya sangat mudah namun unik: kamu akan menanam benih dalam waktu yang sudah kamu tentukan untuk fokus. Apabila kau berhasil fokus hingga akhir, tanaman akan tumbuh, dan sebaliknya, tanaman akan layu atau rusak saat kamu gagal (keluar dari app dengan alasan apapun). Semakin banyak kamu fokus, kamu akan bisa membentuk hutan!

Selain itu, app gratis ini bekerja sama dengan Trees of the Future untuk menanam pohon SUNGGUHAN untuk menyelamatkan planet kita! Keren ya!

3. Toggl

Sumber: toggl.com

Secara sederhananya, Toggl adalah aplikasi time tracking yang bisa membantu kamu untuk menganalisis sebenarnya berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan satu tugas. Dengan kamu paham waktu bekerja kamu, kamu dapat melakukan planning dengan lebih akurat dan efisien kan? Selain itu, Toggl juga akan memberikan laporan data kamu dan juga membantu kamu untuk easy scheduling lho! Pst, Toggl juga gratis ya!

BACA JUGA: 5 Aplikasi Wajib Punya Tuk Dapatkan IPK Sempurna

4. Any.do

Sumber: PCMag.com

Yak, ini contoh lain dari aplikasi task management yang gratis! Any.do memiliki fitur to-do list, kalender, planner dan reminder. Semua dalam satu app! Aplikasi ini juga membuat kamu lebih mudah berfokus pada tugas-tugas yang kamu prioritaskan. Selain itu, aplikasi ini bisa mengintegrasikan kalender kamu dengan devices lain. Jangan lupa ada juga fitur voice-entry yang membuat kamu bisa memasukkan item ke to-do list kamu hanya dengan berbicara! Wow, harus banget kamu coba sih!

5. Habitica

Sumber: habitica.com

Habitica ini bukan app yang biasa buat habit tracking. Habitica ini dirancang seperti bermain role-playing game! Mirip seperti forest, idenya adalah membuat gamifikasi untuk membantu kamu menjadi lebih produktif and juga membentuk kebiasaan bagus yang kamu inginkan.

Setelah memasukkan goal harian kamu dan habit yang ingin kamu bentuk, aplikasi gratis ini akan membantu kamu membuat avatar. Sembari kamu menyelesaikan tugas-tugas harian kamu, kamu bisa menaikkan level avatar kamu untuk membuka fitur-fitur keren. Karakter kamu bisa punya armor, peliharaan, dan sebagainya. Asik yah!

Setelah mengetahui berbagai aplikasi ini, mana yang pengen kamu coba? Komen di bawah ya!

BACA JUGA: Deteksi Gawat Darurat pada Anak Pakai Aplikasi Buatan FIK UI Yuk!

Ingin Menjadi Miliarder? Mahasiswa Harus Coba 5 Gaya Hidup Para Miliarder Dunia Ini!

Hai Mahasiswa Pejuang Masa Depan!

Sebagai mahasiswa, kamu tentu sudah mulai berpikir dan berandai-andai menjadi orang sukses. Di tengah tuntutan perkuliahan, organisasi, dan kesibukan lainnya, kamu pasti pernah lelah dan bingung harus melakukan apa untuk meraih kesuksesaan itu.

Nah, untuk membantu kamu lebih terarah menjalani kehidupan perkuliahan sekaligus mempersiapkan masa depan, yuk mulai mencoba gaya hidup ala miliarder ini!

1. Kurangi Mengambil Keputusan

Kurangi mengambil keputusan adalah sebisa mungkin menghindari mengambil keputusan untuk hal-hal remeh. Kenapa sih? Setiap harinya, manusia memiliki batasan energi dan kapasitas dalam membuat keputusan yang tepat. Kalau kita sudah menggunakan kapasitas itu untuk hal-hal remeh, kita menjadi kurang maksimal saat membuat keputusan besar.

Hal inilah yang membuat Steve Jobs dan Mark Zuckerberg memiliki model baju yang sama. Mereka tidak perlu repot mengambil keputusan “pakai baju apa ya hari ini?” Mereka dapat langsung memakai baju yang tersedia dan menghemat energi dan kapasitas untuk memutuskan hal-hal besar dalam bisnisnya.

Sebagai mahasiswa, kamu bisa memulai mengurangi mengambil keputusan dengan mencoba hal yang sama, yaitu baju model sama. Selain itu, kamu bisa mulai catering makanan agar tidak repot berpikir “mau makan apa ya?”. Hal ini akan membantu kamu mempersiapkan tenaga untuk mengambil keputusan yang lebih penting dan lebih besar.

2. Hidup Sederhana

Sumber: gaya.tempo.co

Banyak miliarder dunia yang hidup dengan sangat sederhana dan tidak boros pengeluaran. Sebagai contoh: Michael Bambang Hartono, orang terkaya kedua di Indonesia. Beliau memilih untuk menyantap tahu pong di warung sederhana di Semarang.

Selain itu, Bill Gates, salah satu orang terkaya dunia, tidak terlihat menggunakan barang-barang branded dan jam tangan mahal. Hal ini karena poin utama adalah “Menjadi sukses dan kaya, bukan menjadi terlihat sukses dan kaya”.

Eits, tapi kalau kamu mampu dan ingin, it’s okay ya untuk hidup mewah sesekali.

BACA JUGA: Mari Menghitung Perkiraan Biaya Hidup Saat Kuliah di UI

3. Belanja Saham

Sumber: money.kompas.com

Saham adalah aset investasi yang memiliki keuntungan besar. Miliarder menjadi semakin kaya karena mereka menginvestasikan uangnya di saham. Salah satu orang terkaya dunia bahkan meraih gelar miliarder-nya melalui belanja saham.

Warren Buffet pertama sekali membeli saham pada umur 10 tahun (1942) sebesar USD 114,75. Beliau berhasil melipat gandakan uang tersebut dan di tahun 2021 memiliki total kekayaan sebesar USD 103,9 miliar.

4. Tidur Cukup

Sumber: medicalnewstoday.com

Bagi sebagian besar mahasiswa, tidur cukup adalah hal yang mustahil.

Namun, tidur yang cukup adalah gaya hidup yang umum dilakukan oleh miliarder loh. Jeff Bezos, orang terkaya nomor satu di dunia, mengungkapkan bahwa dia rutin tidur 8 jam setiap hari. Selain itu, Jeff Bezos juga selalu mengusahakan untuk tidur lebih awal dan bangun lebih awal.

Tidur adalah hal yang penting untuk dilakukan. Selain mengistirahatkan tubuh, tidur juga yang cukup juga akan menjamin performa otak keesokan harinya. Sekalipun dirasa mustahil di tengah kesibukan perkuliahan, organisasi, dan kegiatan lainnya. Yuk, kita mulai biasakan tidur yang cukup!

BACA JUGA: Mari Menghitung Perkiraan Biaya Hidup Saat Kuliah di UI

5. Gagal? Coba Lagi!

Jeff bezos memulai Amazon.com di tahun 1994 dan butuh puluhan tahun untuk mengembangkan Amazon.com hingga seperti sekarang. Warren Buffet mencoba investasi pertamanya di usia 10 tahun dan butuh 40 tahun berinvestasi untuk menjadikannya sebagai miliarder dunia.

Tidak ada kesuksesan yang dicapai dengan mudah, melainkan penuh dengan perjuangan. Jika kamu gagal, anggap saja itu adalah latihan untuk menjadikan kamu pribadi yang lebih kuat. Semangat terus, ya!

Menjadi orang sukses bukan hal instan. Kamu akan banyak mengalami banyak kegagalan dalam mencapai tujuan. Hal yang membedakan adalah kamu selalu bangkit dan berjuang kembali.

Rekomendasi Spot Belajar Santai untuk Mahasiswa UI di sekitaran Kampus

SPOT BELAJAR SANTAI FAVORIT MAHASISWA! – Bosen gak sih belajar di tempat yang sama terus menerus?? Kalau jawaban kamu iya, nahh ulasan ini cocok banget buat kamu! Kali ini kita akan membahas di mana aja ya kira-kira tempat belajar favorit mahasiswa, khususnya di wilayah Depok nihh. Pastinya bisa banget meningkatkan semangat belajar kamu supaya ga gampang jenuh dan stress ketika belajar. Yuk, simak rekomendasi berikut ini!

1. Perpustakaan UI

(Sumber foto: anakui.com)

Perpusat, begitu mahasiswa UI menyebutkannya. Perpustakaan Pusat yang ada di UI ini adalah salah satu fasilitas kampus yang sayang banget kalau disia-siakan. Banyaknya buku dan tempat yang nyaman bisa banget untuk menambah motivasi kamu ketika belajar dan nugas. Plus ga perlu khawatir, Perpusat ini juga menyediakan wifi yang kenceng banget, loh. Kalau kamu mau belajar dengan tenang dan damai, Perpustakaan UI adalah pilihan yang tepat. Perpustakaan UI buka di hari Senin s.d. Jumat pukul 08.30 – 19.00 WIB dan hari Sabtu s.d. Minggu pukul 09.00 – 16.00 WIB.

2. Next Door Cafe

(Sumber foto: qraved.com)

Kalau cafe yang satu ini terletak di FISIP UI, so buat kamu anak UI bisa langsung cuss ke Next Door Cafe. Tempatnya cocok banget buat nugas dan kerja kelompok. Kamu juga bisa sambil minum kopinya supaya melek belajar. Kafe ini buka dari hari Senin sampai Sabtu ya.

3. Kedai Kopi Fulcaff

(Sumber foto: pergikuliner.com)

Kedai kopi yang berlokasi di Grand Depok City, Ruko De Arcade, Blok B No. 5 Jl. Boulevard Anggrek Raya, Sukmajaya, Depok ini buka setiap harinya dari jam 11.00 – 18.00 WIB. Tempatnya yang nyaman serta difasilitasi dengan wifi ini cocok banget untuk belajar kelompok atau individu loh. Kamu juga boleh banget foto-foto sebelum atau sesudah belajar, soalnya tempatnya cukup kece untuk mewarnai feeds instagram kamu.

4. Ol’ Pops Coffee Cinangka

(Sumber foto: zomato.com)

Kalau kamu suka outdoor, ini adalah spot nugas yang paling cocok buat kamu. Cafe ini berlokasi di Jl. Pendidikan No.77, Cinangka, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16516 dan beroperasi setiap hari loh. So, kamu boleh ke sini kalo mau ngebut nugas. Ditambah area duduknya juga beragam, dimulai dari coffee table, lesehan, hingga beanbag. Dijamin ga bakal penat deh!

5. Artivator Cafe

(Sumber foto: artivator.business.site)

Kamu suka seni? Cafe yang berlokasi di Jl. Pemuda No.86, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat cocok banget nih buat kamu. Cafe ini dibuat dengan konsep galeri seni dimana ada beberapa karya seni di setiap sudut ruangannya. Kamu juga ga perlu takut jenuh kalau sering-sering nugas di cafe ini karena dekorasinya akan selalu berganti setiap tiga bulan.

6. Beranda Depok

(Sumber foto: coffeetimes.id)

Kalau kamu penat nugas dan belajar di ruangan tertutup, Beranda Depok cocok banget buat kamu! Berlokasi di Jl. Kartini L No.11K, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, cafe ini menawarkan pemandangan alam yang gak biasa, loh! Kamu bisa menikmati pemandangan hutan bambu dan sungai dari dalam cafe ini bersamaan dengan secangkir kopi yang disediakan dari kafe dengan interior bernuansa industrial yang menarik ini. Dijamin ga bakal penat deh belajar dan nugas disini!

Nah, itu dia rekomendasi tempat belajar mahasiswa yang boleh banget masuk ke list kamu. Semangat belajar, ya! Salam, mahasiswa!

Sumber gambar header: stock.adobe.com by Deagreez

7 Momen yang Dikangenin Saat Ramadan di Kampus UI

Bulan suci Ramadan menjadi salah satu momen menyenangkan ketika masa-masa kuliah, terutama bagi mereka yang merantau.

Ada saja hal-hal yang membuat puasa kita menjadi lebih seru dan menantang, seperti gagal bangun sahur karena tidur kemalaman sampai rela datang ke masjid duluan untuk ikut buka puasa gratis.

Momen-momen tersebut tentunya menjadi momen yang nggak terlupakan pada masa kuliah, khususnya pada masa sebelum pandemi.

Masih dalam nuansa Ramadan, berikut ini tujuh momen yang dikangenin saat puasa Ramadan di kampus versi anakui.com. Dijamin bakal bikin kamu bernostalgia, deh.

1. Sahur Bareng Teman Kost

Sumber: arsip anakui.com

Sebagai mahasiswa rantau yang puasa sendiri di perantauan, orang yang bisa diandalkan pas mau sahur adalah teman satu kost. Mereka akan membangunkan satu sama lain ketika masuk waktu sahur. Setelah itu, mereka masak atau beli makan bareng-bareng. Namun, kalau nggak ada yang membangunkan, otomatis satu kost jadi gagal sahur, deh

2. Begadang Nugas Sambil Nunggu Sahur

Sumber: arsip anakui.com via Irza A

Buat mereka yang memang susah bangun, alternatif yang dipilih biar nggak terlewat sahur adalah begadang. Sebagai mahasiswa, begadang memang menjadi aktivitas yang sudah biasa dilakukan, apalagi ketika lagi banyak-banyaknya tugas. Begadang menunggu waktu sahur pun jadi lebih berfaedah karena sambil mengerjakan tugas.

3. Berbagi pada yang Membutuhkan

Sumber: swa.co.id

Bulan Ramadan identik dengan bulan berbagi. Nggak jarang ada Sobat AnakUI yang patungan bareng teman atau organisasinya untuk mengadakan bagi takjil atau makanan untuk berbuka puasa. Sasaran mereka pun bermacam-macam, mulai dari driver ojol, tunawisma, hingga disalurkan ke panti asuhan.

4. Ngabuburit di Perpusat

Sumber: arsip anakui.com

Kalau yang ini Sobat AnakUI pasti can relate. Karena Perpusat dekat dengan Masjid UI (MUI), Perpusat menjadi pilihan spot untuk ngabuburit.

Sambil menunggu waktu berbuka, ada beberapa Sobat AnakUI yang memilih untuk menghabiskan waktu dengan belajar, baca-baca buku, mengerjakan tugas di dalam Perpusat, atau sekadar duduk-duduk di Taman Lingkar (Tamling). Kalau sudah waktunya berbuka, langsung gass berburu takjil gratis di MUI

5. Berburu Takjil dan Buka Puasa Gratis

Sumber: goodminds.id

Momen yang satu ini adalah andalan anak kost yang lagi kepepet di akhir bulan. Yup, berburu takjil dan buka puasa gratis.

Pada saat Ramadan sebelum pandemi, MUI sering menyediakan takjil atau buka puasa gratis untuk jamaahnya. Selain MUI, musala di setiap fakultas dan Asrama UI juga sering mengadakannya. Nggak heran kalau jadi banyak yang buru-buru datang ke MUI atau musala fakultas biar nggak kehabisan.

6. Bukber Dadakan setelah Kelas Sore

Sumber: arsip anakui.com via muhamadriky)

Ketika kelas selesai pas mendekati waktu berbuka puasa, rasanya tanggung untuk langsung pulang atau balik ke kost. Selain berburu buka puasa gratis, ada pula Sobat AnakUI yang memilih untuk bukber bareng circle mereka di kantin fakultas atau di tempat makan di sekitar UI. Bukber seperti itu anti wacana-wacana club.

7. Berangkat Tarawih Bareng Naik Bikun

Sumber: arsip anakui.com

Nah, kalau yang satu ini anak Asrama UI pasti can relate dan nggak bisa melupakan momen ini. Setelah berbuka puasa, selalu ada bikun yang siap mengantar anak asrama yang ingin salat tarawih di MUI, baik saat weekday maupun weekend. Setelah selesai salat pun, akan ada bikun bikun yang menjemput anak asrama di MUI.

Itu tadi tujuh momen yang nggak bakal terlupakan ketika puasa Ramadan di kampus. Kalau kamu, momen apa yang paling kamu kangenin, Sobat AnakUI? Tulis di kolom komentar, ya!

Pahit Manis Rasanya Ketika Nggak Punya Circle di Kampus

Kata orang, kuliah adalah masa-masa yang tepat untuk membangun dan memperluas relasi pertemanan. Katanya sih, untuk mempermudah kehidupan pascakampus nanti.

Namun, ada sebagian orang yang memilih untuk membatasi diri dengan lingkungan pertemannya. Istilahnya, nggak punya circle.

Ada berbagai alasan kenapa orang memilih atau terpaksa nggak punya circle. Semua itu ada enak dan nggak enaknya. Setidaknya, ada delapan hal yang relate sama kamu yang nggak punya circle di kampus.

1. Lebih Bebas Melakukan Apapun

Sumber: pixabay.com/Schäferle

Kalau kamu nggak punya circle, kamu lebih bebas melakukan apapun tanpa harus menunggu orang lain. Misalnya, ke perpustakaan sendirian, ngopi sendiri di kafe, atau sekadar mengerjakan tugas sendiri tanpa diganggu oleh obrolan yang nggak penting. Bagi para introvert, kesempatan itu cocok banget untuk mengisi tenagamu setelah lelah kuliah seharian.

2. Bisa Lebih Ambis dari yang Lain

Sumber: pixabay.com/JESHOOTS.com

Kamu bisa memanfaatkan kesendirianmu dengan berbagai hal, salah satunya menjadi ambisius. Ketika ada tugas, kamu bisa mulai duluan mengerjakannya tanpa merasa sungkan dengan siapapun. Kamu juga bisa tanya-tanya ke dosen atau kakak tingkat sebelum teman-temanmu melakukannya.

BACA JUGA: Introvert Masuk Jurusan Ilmu Komunikasi? Bisa Nggak, Ya?

3. Membangun Circle Lain di Luar Kampus

sumber: pixabay.com/vait_mcright

Namanya juga makhluk sosial, kamu pun pasti tetap butuh orang lain untuk diajak berkomunikasi. Kalau kamu merasa kurang cocok dengan teman-teman di kampus, kamu bisa membangun circle lain di luar kampus, seperti organisasi atau komunitas. Dengan begitu, networking-mu nggak berkutat di kampus aja.

4. Menghindarkanmu dari Orang yang Toxic

Sumber: pixabay.com/RyanMcGuire

Nggak punya circle kelihatannya mungkin menyedihkan. Namun, hal itu juga bisa membantumu terhindar dari orang yang toxic. Karena kamu terbiasa sendiri, kamu akan lebih sering mengamati orang lain dan mengenal ciri-ciri orang toxic. Dengan begitu, kamu akan lebih mampu menyeleksi orang yang akan menjadi temanmu. Kedengarannya mungkin picky sih, tapi lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

5. Sering Dianggap Sombong

Sumber: pexels.com/andrea-piacquadio

Ke mana-mana sendiri, selalu melakukan apapun sendirian, dan jarang menyapa orang sering kali bikin kamu dianggap sombong oleh teman-temanmu. Mereka mungkin akan berpikir dua kali untuk berteman denganmu. Kalau seperti itu, kamu bisa mengubah image agar kamu tetap dikenal ramah walaupun nggak punya circle.

BACA JUGA: 5 Tips Me-Time di Tengah Kesibukan Kuliah

6. Sering Pula Dianggap Kuper

Sumber: pexels.com/keira-burton

Selain sombong, orang yang nggak punya circle juga sering dianggap kuper alias kurang pergaulan. Kamu akan dianggap nggak asyik, cupu, dan nggak up to date. Karena pandangan orang yang seperti itu, kamu malah semakin dijauhi. Kamu pun jadi semakin kesulitan bergaul dengan orang lain

7. Nggak Punya Orang yang Bisa Diandalkan

Sumber: pixabay.com/silviarita

Namanya juga nggak punya circle, sesekali pasti pernah merasa kesepian. Terlalu sering sendiri membuatmu nggak punya seseorang yang bisa diandalkan. Kalau kamu ketinggalan materi atau tugas, kamu mungkin akan bingung mau tanya ke siapa. Tanya di grup chat pun sering kali malah dikacangin. Alhasil, kamu harus memberanikan diri nge-chat salah satu teman atau menunggu seseorang memberikan info tentang tugas atau materi hari itu di grup chat.

8. Sulit Dapat Kelompok

Sumber: pixabay.com/Antranias

Tugas kuliah yang paling membebani buat orang yang nggak punya circle adalah tugas kelompok, apalagi kalau kelompoknya memilih sendiri. Kalau sudah ada di posisi itu, pilihanmu hanya dua: memberanikan diri untuk masuk ke salah satu kelompok atau menunggu seseorang mengajakmu masuk ke kelompoknya. Di dalam kelompok itu pun mungkin kamu juga akan sering dicuekin kalau kamu nggak mulai ngomong duluan. Jadi, biasakan dirimu untuk membuka obrolan dengan orang lain, ya.

Walaupun diciptakan sebagai makhluk sosial, setiap orang memiliki hak untuk membangun hubungan dengan orang lain, mau bebas berteman atau membatasi diri. Dua hal itu nggak ada yang salah kok, yang penting kamu tau dan siap dengan risikonya.

Dan khusus kamu yang nggak punya circle, nggak ada salahnya untuk mulai membuka diri pada orang lain. Mulailah dengan komunikasi sederhana, seperti tanya tugas atau sekadar menyapa teman. Dengan begitu, masa kuliahmu nggak akan dipenuhi dengan rasa kesepian.

BACA JUGA: Teruntuk Kamu yang Introvert, Jangan Minder, Sesungguhnya Kamu itu Berharga.

Korean Wave Di Kalangan Mahasiswa, Apakah Kamu Salah Satunya?

“Dasar plastik”,

“Kampungan”,

“Ngapain sih Korea – Korean, gak nasionalis banget”,

“Kebanyakan mimpi dan ngarep lo”,

“Hidup lo kebanyakan drama gara – gara drakor”,

“Ngapain sih fangirling / fanboying, kayak mereka tahu lo aja”

dan masih banyak lagi cacian lainnya yang ku peroleh setiap kali aku asik dengan duniaku sebagai seorang Kpopers. Kalian pikir aku peduli? Ya.. kadang sih ada sedihnya. Apalagi kalau orang terdekat yang ngomong. Seolah – olah mereka gak paham kalau apa yang aku lakuin ini udah menyemangati dan membuatku setidaknya bisa mengatasi masalah yang aku hadapi sehari – hari.

Nah, biar gak berlarut – larut sedihnya, kali ini AnakUI.com akan memberikan kalian jawaban yang tepat yang bisa kalian gunakan untuk menangkis omongan – omongan gak enak itu. Sekaligus mengedukasi, kenapa sih fenomena fanship itu sebetulnya wajar – wajar aja dan baik untuk diri kita sendiri. Oke deh, kalau gitu kita mulai dari..

Korean wave atau Hallyu, adalah salah satu bentuk pengenalan budaya Korea pada level internasional (Ravina, 2002). Korean wave ini pada dasarnya mencangkup pengenalan terhadap semua hal yang terkait dengan Korea, tidak hanya terbatas pada budaya popnya saja. Namun berhubung budaya pop ini lebih mudah diterima oleh masyarakat, jadi ya di permulaan, tentunya budaya pop yang lebih dulu di kenal oleh masyarakat di luar Korea.

Balik lagi ke topik pembicaraan, kalian pernah gak sih penasaran, kenapa seseorang bisa tergabung ke dalam suatu Korean fandom ? Kenapa sih ada orang yang mau bela – belain idolnya di media sosial sampai rela ribut dan berantem dengan orang tak dikenal? Terus, apakah hal ini ‘sehat’?

Social Identity Theory 

Di tahun 1979, seorang psikolog sosial bernama Henri Tajfel mengemukakan sebuah teori yang dinamakan teori identitas sosial. Dalam teori ini, dinyatakan bahwa identitas sosial adalah cara seseorang mendefinisikan siapa dirinya berdasarkan keanggotaan mereka dalam kelompok.

Seorang yang bergabung dengan suatu fandom, yang dalam kasus ini adalah Korean fandom, telah menjadikan keanggotaan mereka dalam fandom tersebut sebagai suatu sumber kebangaan dan kepercayaan diri. Misalnya, ketika seseorang bergabung dalam fandom BTS, orang tersebut akan mengenalkan dirinya kepada Kpopers lainnya sebagai seorang Army (sebutan untuk fans BTS). Begitu juga ketika idola mereka dihina oleh pihak lain, mereka akan turut serta membela idola mereka habis – habisan. Hal ini disebabkan karena hinaan yang sebetulnya tidak ditujukan ke pada mereka, ikut terasa menyakitkan karena mereka sudah merasa bahwa idola mereka adalah kebanggan mereka. Apa yang terjadi pada idola mereka juga terjadi pada mereka.

Ingroup and Outgroup

Salah satu faktor utama dalam menjelaskan fenomena Korean Waves  di antara pemuda – pemudi Indonesia adalah adanya perasaan in – group dan out – group. Berdasarkan survey, ditemukan bahwa sebagian besar Kpopers adalah orang Asia. Ya meski tidak dipungkiri bahwa orang non – Asia juga mulai ikut terbawa arus ini, tapi percaya lah, persentasenya tidak sebesar orang Asia. Kenapa begitu? Yap, adanya perasaan ingroup atau pandangan bahwa kita berada dalam kelompok yang sama (sama – sama orang Asia) dengan idol kita semakin memperkuat posisi kita dalam Korean Fandom. Belum lagi rasa bangga yang bisa muncul ketika melihat mereka bisa memenangkan sesuatu yang sifatnya internasional. Keberadaan sosok lainnya yang non – Asia sebagai idol lain kita lihat sebagai outgrup. Mereka bukan kita, dan kita bukanlah mereka.

Mental Health Booster!

Percaya gak percaya, tergabung dalam suatu fandom bisa meningkatkan kesehatan mentalmu. Menurut psikolog dari Universitas Columbia, Laurel Steinberg, bergabung dalam suatu fandom bisa menyadarkan kita pada tujuan hidup kita yang sering tidak kita sadari akibat tenggelam dalam rutinitas sehari – hari. Duh, dalem banget ya. Tapi mesti ingat juga, guys! Sesuatu yang berlebihan itu gak baik loh. Terutama ketika yang awalnya cuma ngefans, lama – lama berubah menjadi obsesi.

BACA JUGA: Belajar Bahasa Korea Lewat K-Pop

Kamu Si Mahasiswa Galau Tukang Curhat? Eitts.. Nanti Dulu, Jangan Sembarangan!

Saat lagi sedih dapet nilai C di suatu matkul, senang karena quiz diundur, galau soal topik skripsi, khawatir, marah, dan lainnya, kita sering meluapkannya secara spontan ke orang lain. Baik itu teman, pacar, adik, kakak, orangtua.. tanpa memerhatikan apakah si pendengar mau dan siap mendengarkan luapan emosi kita. Dalam prosesnya, kita sering menuntut untuk didengarkan. Apalagi kalau ‘curhatan’ kita tentang sesuatu yang sifatnya sedih dan menekan. Hmm.. padahal, mereka berhak loh untuk menolak. Kan bisa saja saat itu mereka sedang lelah dan gak mood untuk mendengarkan masalah lainnya yang sebetulnya bukan masalah mereka.

Kalau kamu pernah melakukan hal ini, (iya, curhat asal sembarang curhat), berarti kamu telah melakukan emotional dumping. Sebenarnya, menyampaikan apa yang kita rasakan merupakan hal yang baik, sehat, dan produktif jika dilakukan dengan benar. Sayangnya, terkadang kita tidak bisa membedakan, mana curhat yang sehat dan yang berbahaya bagi dirimu dan orang yang mendengarkan.

Sebenernya, emotional dumping itu kayak gimana sih bentuknya? Nih penulis kasih tahu:

1. Banyak banget topiknya, lebih dari satu

Pernah gak sih kalian curhat, tapi topiknya melebar kemana – mana? Mulai yang awalnya kalian cerita tentang matkul X yang bikin IPK kalian turun, tau – taunya jadi nyerempet ke anak fakultas X yang lagi kamu taksir. Beragam banget kan? bukan cuma topiknya, tapi juga emosi yang berusaha kamu sampaikan ke pendengar.

2. Playing victim

Saat lagi cerita, kamu pastinya menempatkan dirimu sebagai sosok yang maha benar dan yang lainnya salah. Pada akhirnya, kamu merasa menjadi korban dalam situasi tersebut. Hal ini akan membingungkan si pendengar dalam menentukan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalahmu. Jadi sebisa mungkin, usahakan untuk menceritakan kedua sisi cerita secara fair dan seimbang, dan biarkan si pendengar yang menilai.

3. Waktunya berjam – jam

Iya, curhat yang baik itu yang gak berlama-lama. 30 menit aja cukup. Kecuali kalau kamu lagi ada di psikolog yang memang kamu bayar persesinya jadi bisa satu jam lebih kamu bercerita. Pendengarmu ini sama loh kayak kamu. Mereka gak dibekali ilmu untuk melakukan konseling. Mereka juga punya masalahnya sendiri. Masa kamu tega buang waktu mereka untuk dengerin masalah kamu doang?

BACA JUGA: Selain Klinik Satelit, Kamu Bisa Konsultasi Psikologis Di Sini Lho!

4. Menutup diri dari feedback yang positif dan tidak mau mengakui kesalahan

Ketika kamu curhat, adakalanya kamu minta solusi dari si pendengar tentang apa yang harus kamu lakukan selanjutnya dalam mengatasi masalahmu itu. Tapi ketika si pendengar justru memintamu untuk mengevaluasi diri, kamu pun menolak dan menegaskan bahwa bukan kamu yang salah. Nah, kalau udah kayak gini, kamu udah emotional dumping. 

5. Menyalahkan orang lain, atau situasi

Karena kamu sudah playing victim, biasanya kamu jadi lebih mudah untuk menyalahkan orang lain, bahkan orang – orang yang gak relevan dengan masalahmu ini. Ibaratnya, mata dan telingamu sudah tertutup untuk melihat perbuatanmu sendiri. Seperti contoh, ketika kamu sedang curhat soal IPK kamu yang terus menurun, kamu akan dengan mudah menyalahkan dosenmu atau teman – teman sekelasmu.

Terus.. gimana dong, kalau misalnya yang melakukan emotional dumping itu adalah orang lain dan kita yang terkena imbasnya?

Sebetulnya mudah. Kamu cukup menegaskan batasan dengan menjelaskan kepada orang tersebut kalau kamu secara emosional sedang tidak siap untuk mendengarkan curhatan mereka. Minta kepada orang tersebut untuk membicarakan hal itu di lain waktu ketika kalian berdua sudah lebih tenang. Selamat mencoba!

BACA JUGA: 5 Pandangan Orang tentang Anak Sastra (Ini Curhat Kami Anak FIB)

Kata Kemendikbud Soal Pembelajaran Tatap Muka Tahun Depan: Cek Syarat dan Ketentuannya Yuk

Sekolah tatap muka tahun depan, cek syarat dan ketentuannya. Kemdikbud menggelar acara “Pengumuman Keputusan Bersama Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19” secara virtual. Pengumuman ini dapat disaksikan oleh masyarakat umum lewat kanal resmi Youtube Kemdikbud RI.

Acara virtual ini turut dihadiri pula oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnivian, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo. Dalam acara ini, disebutkan berbagai ancaman, masalah, dan resiko yang muncul dari sekolah daring selama ini.

Pertama adalah ancaman putus sekolah

Sumber gambar: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Kemdikbud juga mengevaluasi dampak negatif yang nyata saat siswa melaksanakan PJJ, ada berbagai ancaman yang dialami oleh anak yang pertama adalah ancaman putus sekolah. Di mana banyak sekali anak-anak yang dipaksa bekerja atau didorong oleh orang tuanya untuk mencari penghasilan tambahan. Hal ini erat kaitannya dengan situasi ekonomi yang mencekik dikala pandemi ini. Banyak juga orang tua yang tidak bisa melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar jika diadakan secara daring.

BACA JUGA: Anak Harusnya Dididik dengan Pertanyaan dan Kritisisme!

Kedua adalah masalah tumbuh kembang anak

Sumber gambar: Youtube

Kita tahu bahwa di daerah-daerah yang sulit melaksanakan PJJ akan menciptakan kesenjangan dalam pencapaian pembelajaran, dan gap pertumbuhan anak-anak akan semakin melebar. Keikutsertaan dalam PAUD juga menurun selama PJJ berjalan, sehingga anak kehilangan tubuh kembang yang optimal di masa usia emas. Selain itu ada resiko learning loss resiko bahwa ada 1 generasi di Indonesia yang hilang pembelajarannya, dan harus mengejar ketertinggalan saat masuk sekolah.

Ketiga, ada resiko tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga

Resiko ini khususnya dampak stres bagi anak-anak. Minimnya interaksi dengan guru dan teman-teman ditambah dengan tekanan akibat sulitnya melaksanakan PJJ dapat membuat anak stres, selain itu ada resiko kekerasan yang tidak terdeteksi, tanpa sekolah banyak anak yang terjebak di kekerasan rumah tangga tanpa terdeteksi oleh guru.

Maka dari itu pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk memberikan izin pembukaan sekolah untuk daerah di bawah kewenangannya

Pemberian ijin dapat dilakukan secara bertahap atau serentak tergantung kesiapan sekolah masing-masing dalam menjalankan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Belajar Meramal Lewat Psikologi, Kalian Musti Tau nih!

Dalam acara ini Nadiem Makarim menyebutkan bahwa sekolah boleh melakukan  pembelajaran tatap muka dengan berbagai syarat, pembelajaran tatap muka di sekolah hanya diperbolehkan jika sekolah sudah memiliki seluruh checklist yaitu;

  1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan meliputi toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun atau handsanitizer dan disinfektan.
  2. Mampu mengakses pelayanan kesehatan
  3. Kesiapan menerapkan wajib masker
  4. Memiliki thermogun
  5. Memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid yang tidak terkontrol, tidak memilikia akses transportasi yang aman, memiliki riwayat perjalanan dengan tingkat pofitif covid-19 yang tinggi
  6. Mendapatkan persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua/ wali.

Kalaupun keenam checklist tersebut sudah dilaksanakan, protokol kesehatan yang ketat masih harus dilaksanakan, yaitu kapasitas ruangan 50% atau setengah dari jumlah siswa di kelas, maka mau tidak mau seluruh sekolah harus melakukan rotasi/shifting, tentu dengan wajib masker dan jaga jarak, cuci tangan. Nadiem juga menekankan tidak boleh ada kegiatan berkerumun, artinya kantin tidak diperbolehkan beroperasi, kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler juga tidak boleh, hanya boleh belajar di kelas lalu pulang.

Tapi nih AnakUI, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai apakah peraturan tersebut berlaku hingga jenjang perguruan tinggi atau hanya sampai sekolah menengah. Pihak UI sendiri belum menunjukan tanda-tanda bahwa perkuliahan akan dilaksanakan secara offline. Mmm… kita tunggu saja ya kabar selanjutnya ya

Must Have Item: Masker-Masker Lucu Buatan Lokal Yang Siap Menemani Aktivitas Outdoor-mu!

Pandemi COVID-19 memang belum berakhir. Kasus positif belum juga terdengar kabar baiknya. Meskipun begitu, beberapa dari kita sudah ada yang harus kembali beraktivitas di luar. Sambil dinaungi rasa was-was dan terus memperhatikan protokol kesehatan, semoga teman-teman pembaca tetap sehat dan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari!

Ngomongin protokol kesehatan, kita gak akan bisa jauh-jauh dari salah satu atribut esensial yang sudah menemani kita dari hari pertama virus ini dikabarkan melanda negri kita. Yup! Apalagi kalau bukan masker! Kehadirannya yang sudah menjadi KEHARUSAN saat kita sedang berada di ruang publik membuat kita berganti dari masker sekali pakai menjadi masker kain. Iyasih, selain boros, masker sekali pakai juga menghasilkan sampah yang tidak bisa didaur ulang dan sulit terurai.

Menggunakan masker yang menutupi hampir setengah wajahmu bukan berarti kamu harus mati gaya, dong! Kamu tetap bisa tampil fashionable sambil tetap menjaga kesehatan dirimu dan orang-orang yang ada di sekitarmu! Kali ini, AnakUI.com hadir membagikan rekomendasi masker-masker kain unik buatan LOKAL yang bisa menemani hari-harimu di luar rumah. Masker-masker ini juga dapat kamu beli secara online, lho! Jadi kamu gak perlu ribet deh keluar rumah untuk nyari-nyari tokonya! Mau tahu apa aja?

1. Ladybug.shop

Masker kain berbahan katun halus dengan motif unik dan colorful ini siap menemani hari-harimu. Cukup dengan harga Rp. 37K, kamu sudah bisa membawa pulang  masker non-medis yang memiliki 3 lapisan ini.  Untuk melihat koleksi lainnya, kamu bisa mengunjungi @ladybug.fancy di instagram!

2. morningsundae

Suka sama hal-hal yang berbau rustic dan tropical? Mungkin kamu tertarik sama corak dari salah satu brand lokal ini. Yup! Morningsundae! maskernya yang full colour berbahan kanvas printed dan katun ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 20K aja loh! Masker ini terdiri dari 2 lapis dan memiliki 2 model: Earloop dan juga Headloop. Tertarik? Kamu bisa langsung cek di instagram, tokopedia, maupun shopee dengan nama yang sama

3. kamalikaartprints

Gak tertarik sama yang bernuansa simple dan pengen yang mengandung kesan mewah? kamalikaartprints solusinya! motifnya yang unik dan gak ada yang bisa nyamain ini bisa kamu dapatkan dengan harga mulai dari 25K – 32K an aja! Terjangkau banget, kan? Masker ini terdiri dari 3 lapis dengan bahan luar micro dan bahan dalam kain katun. Untuk pembelian online, kamu bisa langsung ke tokopedia: kamalikaartprints atau datang langsung ke offline storenya di daerah Darmawangsa Square 1F dan PIM South Skywalk 2F!

4. xdoodleganger

Berangkat dari yang mewah-mewah, mungkin sekarang kamu pengen bereksperimen dengan sesuatu yang lebih edgy dan nyentrik? Bisa banget! silahkan cek @xdoodleganger di instagram! brand yang satu ini bener-bener unik banget dan handmade, dijamin gak ada yang bakal nyamain! memiliki kisaran harga 45K per pcs, brand yang satu ini bener-bener jadi salah satu brand yang MUST BUY banget setelah kamu gajian:p

5. mikaatelier

Terakhir, mungkin rekomendasi ini pas banget buat kamu yang suka Jepang-Jepangan! Tertarik sama masker bernuansa negri sakura yang gak hanya terdiri dari masker, tapi juga charm unik yang bisa kamu lepas pasang sesukamu. Masker ini berbentuk 3D, jadi agak berbeda ya dari masker kebanyakan. Memiliki 3 lapis dan menggunakan premium fabric + interlining+ Japanese cotton, kamu bisa mendapatkan masker cantik ini seharga Rp 60K saja di tokopedia!

Okedehhh.. sekian dulu rekomendasi masker lokal nan lucu dari penulis! Kira-kira, adakah yang nyantol di hati kalian? Cuss langsung aja di-order!

 

[zombify_post]

Duh Temen Kampusmu Menyadari Kulitmu Kering? Ini Tips Merawatnya!

Rawat Kulit Kering Kamu Dengan Cara Berikut Ini! Memiliki kulit yang kering merupakan salah satu masalah yang dialami oleh banyak mahasiswa. Memang agak sulit untuk merawat jenis kulit ini, tapi tenang aja! Di sini ada berbagai tips yang bisa kamu lakukan untuk merawat kulit kering kamu.

Kulit kering (sumber: id.pinterest.com)

Menggunakan body oil

Sumber: unsplash.com

Apabila kulit kamu merasa sangat kering, kamu perlu untuk mempertimbangkan menggunakan body oil dalam rutinitas kamu. Body oil sangat membantu untuk membuat kulit terasa lembab dan juga dapat membantu memperbaiki tekstur kulit kamu.

Body oil akan sangat membantu agar kulit kamu tidak menjadi terlalu kering yang bahkan bisa membuat terasa sakit ataupun memiliki bekas putih jika kamu menggaruknya. Body oil sendiri ada yang berasal dari bahan alami ataupun tidak, kamu bisa menyesuaikan dengan yang kamu inginkan.

Salah satu jenis body oil yang sering digunakan adalah minyak zaitun. Kamu bisa menggunakannya setelah mandi atau  saat kulit terasa kering, ataupun kamu juga bisa jadikan sebagai bahan tambahan saat kamu menggunakan lulur. Jika kamu takut merasa lengket, kamu bisa gunakan body oil pada sore/malam hari setelah beraktivitas.

Menggunakan body butter

Menggunakan lotion untuk kulit mungkin sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Hal ini biasanya ditujukan untuk melembabkan kulit. Namun, terkadang untuk jenis kulit kering menggunakan lotion saja tidak cukup untuk melembabkan sehingga biasanya harus sering-sering re-apply. Jika kamu merasakan hal tersebut, sebaiknya kamu mulai mencoba untuk menggunakan body butter.

Body butter memiliki fungsi yang mirip dengan body lotion, namun teksturnya lebih lembab dibandingkan dengan body lotion. Namun, apabila kamu menggunakan body butter kamu harus memperhatikan apakah mengandung SPF atau tidak karena umumnya tidak seperti body lotion yang memilii kandungan SPF body butter kebanyakan tidak mengandung SPF. Sehingga jika kamu menggunakannya di siang hari, jangan lupa untuk menggunakan sunscreen.

Menggunakan sabun susu

Sumber: faycalis

Untuk kulit yang kering, penggunaan sabun mandi harus diperhatikan. Hal ini karena beberapa jenis sabun mandi bisa membuat kulit kamu terasa kering dan ketarik. Lebih parahnya lagi, bahkan ada yang bisa menyebabkan kulit kamu mengelupas di beberapa bagian yang sangat kering.

Kamu harus hati-hati dalam memilih sabun mandi, jangan sampai malah membuat kulit kamu tambah kering. Sebaiknya hindari untuk menggunakan sabun batang, karena biasanya sabun batang umumnya menyebabkan kulit kering. Meski demikian, terdapat juga sabun cair yang menyebabkan kulit kamu kering lho!

Jadi, sebaiknya gunakan sabun cair yang memiliki kandungan untuk melembabkan kulit. Salah satunya yang bisa kamu gunakan adalah sabun yang mengandung bahan susu, karena susu berfungsi untuk melembabkan kulit. Saat ini sudah banyak sekali produk sabun susu yang ada, jadi kamu gaperlu khawatir susah untuk mencarinya.

Konsumsi air putih yang cukup

minum air putih

Penyebab kulit menjadi kering bermacam-macam, salah satunya penyebabnya adalah kulit kamu yang dehidrasi. Jika penyebab kulit kamu kering adalah dehidrasi, kamu tidak cukup hanya merawat kulit dari luar saja tetapi juga harus dari dalam.

Salah satu cara yang mudah sekali untuk kamu lakukan adalah dengan mengkonsumsi air putih yang cukup. Coba mulai dari sekarang kamu lebih memperhatikan berapa liter air yang kamu konsumsi setiap harinya, apakah sudah mencukupi kebutuhan air kamu atau tidak.  Dengan mengkonsumsi air yang cukup, kamu akan merasakan perbedaannya pada kulit kamu.

BACA JUGA: Bedanya Air Biasa dengan Air Mineral?

Perbanyak makan buah dan sayur

sayur dan buah

Kekurangan nutrisi juga bisa menyebabkan kulit kamu menjadi kering, atau dengan menambahkan nutrisi dalam tubuh kamu kulit kamu akan menjadi lebih sehat. Oleh karena itu, penting untuk kamu mengkonsumsi makanan yang  mengandung vitamin yang baik untuk kulit kamu. Perbanyak konsumi makanan yang mengandung vitamin C dan vitamin E. Kamu bisa lebih rutin untuk mengkonsumsi buah dan sayur.

Itu dia beberapa tips untuk merawat kulit kamu yang kering. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: 5 Tempat Makan Enak Dan Murah Yang Bisa Kamu Temuin Di Barel (dan Sekitarnya)

Agar Cantikmu Tak Tertutupi Beban Kuliah, Kenali Masker Wajah yang Cocok Untuk Kulitmu

Jenis Masker Apa Yang Cocok Untuk Kulit Kamu? Cek Disini Jawabannya! Masker adalah salah satu jenis skincare yang digemari oleh banyak mahasiswa/mahasiswi. Hal ini karena efek yang diberikan cepat terlihat bahkan setelah satu kali pemakaian. Aktivitas dan kesibukan yang padat di kampus seperti rapat kepanitiaan/organisasi sampai malam atau begadang mengerjakan tugas bisa saja membuatmu kelupaan untuk merawat kulitmu. Namun tenang saja, masker tidak harus rutin kita gunakan kok, jadi biasanya dijadikan sebagai ritual mingguan saja.

Perlu dipahami bahwa setiap orang pastinya memiliki kondisi kulit wajah yang berbeda-beda, oleh karena itu penting untuk kita memilih skincare yang tepat sesuai dengan keadaan kulit kita. Nah, berikut adalah jenis masker yang bisa kamu gunakan sesuai dengan kondisi kulit kamu.

Membersihkan pori-pori

Sakura Clay Mask (sumber: cosphora.com)

Jika kamu sehari-hari sering terpapar oleh debu dan polusi, biasanya hal ini akan menimbulkan masalah terhadap kulit wajah seperti menjadi kusam atau bahkan berjerawat. Hal ini mungkin disebabkan karena kamu kurang bersih saat membersihkan wajah atau karena pori-pori kamu tersumbat akibat debu dan polusi. Untuk mengatasi hal ini, kamu perlu menggunakan skincare yang berfungsi untuk membersihkan pori-pori kamu.

Salah satu jenis masker yang bisa kamu gunakan adalah clay mask ataupun mud mask. Masker ini memiliki fungsi untuk membersihkan dan mengangkat seluruh kotoran yang ada di wajah kita, termasuk pori-pori wajah. Masker ini adalah sejenis wash-off mask, sehingga setelah kamu menggunakannya kamu perlu membilasnya. Selain clay mask atau mud mask, kamu juga bisa menggunakan bubble mask atau masker yang memiliki kandungan charcoal di dalamnya. Gunakan 2-3x seminggu. Maka kamu akan melihat wajah kamu akan lebih bersih

Melembabkan wajah

Masker Clay Mask
Sheet mask (sumber: discovernight.com)

Buat kamu yang merasa kulitnya terasa sangat kering, kamu harus menggunakan skincare yang dapat melembabkan wajah kamu. Biasanya untuk melembabkan wajah kita memilih menggunakan moisturizer saja, padahal banyak lho skincare lain yang juga bisa membantu kamu untuk memaksimalkan perawatan kulit kamu. Salah satu yang bisa digunakan adalah masker. Jenis masker yang bisa kamu gunakan untuk melembabkan wajah kamu adalah sheet mask atau sleeping mask.

Sheet Mask untuk Pria (sumber: suityourlook.com procoal.co.uk)

Secara umum, hampir seluruh sheet mask akan memiliki efek melembabkan setelahnya, jadi kamu bisa pilih jenis yang mana saja sesuai dengan keinginan kamu. Sementara sleeping mask memang berfungsi untuk membuat kulit kita menjadi lebih sehat dan kenyal di pagi harinya, jadi pastinya kamu akan mendapatkan efek melembabkan. Selain itu, ada pula jenis masker lain yang bisa melembabkan seperti wash-off mask. Kamu tinggal memilih masker yang memilki kandungan untuk melembabkan seperti hyaluronic acid, madu, dan lain-lain.

BACA JUGA: Siklus Hidup Bikun, Kamu Berada di Fase Mana ya?

Mengatasi jerawat

Sumber: businessinsider.com

Untuk mengatasi masalah jerawat kamu, kamu juga bisa menggunakan masker lho! Jenis-jenis maskernya sendiri memiliki berbagai varian, kamu tinggal sesuaikan dengan keinginan kamu dan pastinya juga harus mencari masker yang fungsinya untuk mengatasi jerawat kamu. Beberapa jenis masker yang bisa mengatasi jerawat adalah masker yang mengandung nimba, tea tree, spirullina, lemon, dan lain-lain.

Spirulina Mask (sumber: gnc.ca)

Salah satu masker yang sering digunakan untuk mengatasi masalah jerawat sendiri adalah masker spirullina, jadi mungkin masker ini bisa kamu coba untuk mengatasi jerawat kamu.

Mencerahkan wajah

Yuzu Peel Off Mask

Salah satu masalah yang seringkali dialami banyak orang adalah wajah yang kusam. Penyebabnya pun bermacam-macam mulai karena sering terpapar debu dan polusi, penumpukkan sel-sel kulit mati, hingga karena sering terpapar sinar matahari. Untuk mengatasinya, ada berbagai jenis masker yang dapat kamu gunakan. Untuk mengangkat sel-sel kulit mati kamu bisa menggunakan jenis peel-off mask.

Charcoal Peel Off Mask

Masker pell-off memang berfungsi untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati yang akan membuat kulit menjadi terlihat lebih cerah, selain itu biasanya memiliki fungsi tambahan untuk melembabkan.

Selain jenis peel-off mask, kamu bisa menggunakan sheet mask setiap hari untuk mencerahkan wajah kamu. Selain kedua jenis masker tersebut, kamu bisa menggunakan jenis masker lain untuk mencerahkan wajah kamu. Pilihlah masker wajah yang mengandung vitamin c, bengkoang, susu, arbutin, dan lain-lain.

BACA JUGA: 7 Tanda Kamu Ada Dalam Toxic Relationship dan Alasan Kenapa Kamu Harus Mengakhirinya

Duh, Perut Terasa Nyeri disertai Mual dan Muntah? Bisa jadi GERD atau Maag, Kenali Bedanya!

Disclaimer: Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis yang mengalami GERD Kronis pada 4 Oktober 2020. Tulisan ini merupakan lanjutan dari thread yang telah dibuat di akun twitter @eveilebel dan berhasil memperoleh likes hingga 27.000 likes

Sering Dikira Sama, Ini Beda GERD dan Maag. Saat merasakan nyeri di area perut (khususnya di bagian ulu hati) yang disertai dengan gejala mual dan muntah, banyak orang salah mengartikannya sebagai maag atau gastritis yang akrab disebut Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Padahal, dua hal ini merupakan kondisi yang berbeda lho, Anak UI! Hm, apa sih perbedaannya? Yuk, baca artikel ini sampai habis supaya tahu informasi selengkapnya!

Apa sih GERD dan Maag itu?

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan kondisi dimana asam lambung naik ke kerongkongan (reflux). Hal ini disebabkan karena katup di sistem pencernaan gak berfungsi optimal. Sedangkan, Dispepsia atau yang akrab disebut Maag ini merupakan kondisi yang terjadi ketika lapisan pelindung yang ada di lambung meradang atau membengkak. Penyebab peradangan tersebut biasanya akibat infeksi bakteri yang membuat produksi asam lambung berlebih sehingga menyebabkan luka pada dinding lambung.

Duh, masih bingung ya? Sederhananya gini deh! Biasanya penderita GERD kerap mengalami nyeri di ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat cairan asam lambung naik ke tenggorokan, sedangkan penderita Maag atau Dispepsia belum tentu merasakan hal itu. Biasanya sih orang yang menderita maag hanya merasakan sensasi gak nyaman di ulu hati atau dada setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Lah, kan Sama-sama Nimbulin Rasa Gak Nyaman di Perut, Bedanya Apa dong?

Meskipun sama-sama timbul nyeri di ulu hati, perbedaan GERD dan Maag ini bisa dilihat dari gejala yang ditimbulkan lho!

GERD

  • Sering mual dan muntah
  • Timbul rasa begah dan sendawa
  • Merasakan sensasi panas dan terbakar di bagian dada (heartburn)
  • Kesulitan saat menelan makanan
  • Naiknya cairan asam dari lambung ke atas kerongkongan.
  • Sering sesak nafas (engap)

MAAG

  • Rasa mual di area perut bagian atas, terutama di bagian ulu hati
  • Sering muntah dan kehilangan nafsu makan
  • Saat buang air besar, feses berwarna pekat

Gimana sih Cara Diagnosis GERD dan Maag?

AnakUI, kamu gak bisa asal diagnosis GERD dan Maag dari gejala yang ditimbulkan. Salah satu cara mendiagnosis penyakit ini adalah dengan melakukan tindakan endoskopi. Endoskopi adalah tindakan pemeriksaan menggunakan kamera yang tersambung dengan semacam selang dan dimasukkan dari mulut ke lambung serta saluran cerna. Dari sini, kamu baru deh bisa mengetahui sebenarnya kondisi yang kamu alami ini masuk kategori GERD atau Maag sih.

Pemeriksaan endoskopi ini berguna untuk mengetahui adanya kerusakan lambung, tumor, peradangan, ataupun luka pada lambung. Pada sakit maag akut, hasil endoskopi akan menunjukan adanya hiperemia atau kemerahan pada jaringan mukosa lambung yang disertai beberapa luka kecil. Sementara pada sakit maag kronis, jaringan mukosa lambung terlihat mengecil.

Pada penderita GERD, hasil endoskopi bisa saja normal atau terkadang dapat ditemukan adanya peradangan di esofagus. Selain itu, endoskopi ini juga dapat digunakan untuk mengetahui komplikasi penyakit dengan cara mengambil jaringan lho, seperti Barrett’s esophagus.

Bila GERD tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memicu komplikasi lho, AnakUI! Mulai dari pendarahan, penyempitan kerongkongan, hingga mampu memicu Kanker Esofagus atau kerongkongan. Sedangkan, komplikasi sakit maag dapat memicu terjadinya perdarahan saluran cerna, dehidrasi (karena muntah berlebih), hingga gangguan pada ginjal.

Kalo udah timbul gejala di atas, segera konsultasikan masalah kesehatan ke dokter ya, AnakUI! Terutama bila kamu mengalami gejala menyerupai GERD. Jangan pernah melakukan diagnosis sendiri (self-diagnosis) dengan cara mencocokkan gejala yang timbul dengan informasi yang kamu dapat di internet. Hal ini untuk menghindari kesalahan diagnosis dan tindakan pengobatan yang kurang tepat.

Sekarang, Sudah Tahu Bedanya kan? Lalu, Apa sih Penyebab Utamanya?

AnakUI, perbedaan GERD dan Maag ini bisa dilacak dari penyebabnya. Umumnya, maag dapat terjadi akibat stress, lapisan lambung yang lemah, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Sementara, GERD dapat terjadi akibat faktor berat badan atau hormon yang dapat menimbulkan sesak nafas di sekitar rahang.

Kayak yang dibilang di atas, GERD biasanya disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan akibat katup di sistem pencernaan gak berfungsi optimal. Gara-gara katup ini gak bekerja dengan baik, yang terjadi selanjutnya adalah makanan atau cairan asam lebih gampang naik ke atas sehingga timbullah rasa nyeri di dada. Kalo udah gini, AnakUI bakal ngerasain rasa gak nyaman pada area perut dan kerongkongan.

            Ada tiga hal yang dapat memicu terjadinya GERD dan dispepsia.

1. Doyan Jajan Sembarangan

Anak UI, apakah kamu sering mengonsumsi makanan berminyak, makanan manis, makanan yang kaya akan kandungan micin, atau doyan beli junk food? Eits, mulai sekarang kamu perlu berhati-hati. Sebab, pola makan yang berantakan dan mengonsumsi makanan tidak sehat dapat meningkatkan produksi asam lambung yang dapat menimbulkan reaksi radang. Jika udah radang, dinding lambung akan terkikis sehingga lebih gampang iritasi dan merasa nyeri.

2. Stres Berlebihan secara Berkepanjangan

Kuliah online emang melelahkan, tapi usahakan kamu jangan sampai stres berlebihan ya, Anak UI! Pasalnya, stress berlebihan dapat menyebakan reaksi radang di lambung meningkat sehingga meningkatkan produksi asam lambung.

3. Kurang Makan Sayur dan Buah

Kesibukan kuliah yang padat terkadang membuat kita mengabaikan makanan sehat seperti buah dan sayur. Padahal, dua jenis makanan tersebut sangat penting bagi tubuh kita. Kamu perlu mengonsumsi buah dan sayur secara rutin agar bakteri baik dalam tubuh ternutrisi sehingga mampu ‘berperang’ melawan asam lambung supaya gak naik terus menerus. Kalo asam lambungnya gak naik, kan Maag dan GERD jadi gak gampang kumat.

Kasih Tahu Cara Mengatasinya, dong! 

Meskipun GERD dan Maag ini punya perbedaan, namun bukan berarti gejala dari penyakit ini gak bisa diatasi. GERD dan Maag dapat diatasi dengan cara merubah gaya hidup. Kamu bisa memulainya dengan mengatur pola makan yang baik, istirahat yang cukup, serta membatasi asupan makanan pedas, asam, kopi, teh dan alkohol.

Nih, supaya lebih gampang, berikut AnakUI.com rangkum cara mengatasi GERD dan Maag supaya gak sering kumat-kumatan, spesial buat kamu!

  • Makan dalam Porsi Kecil, TAPI SERING

Ini dibaca ya tulisan yang dicetak tebal. Untuk penderita GERD dan Maag, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, namun sering. Hal ini agar perut kamu tidak kosong terlalu lama. Jangan lupa untuk mengunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh hingga benar-benar lumat. Jangan main telan aja ya, AnakUI!

  • Hindari Pemicunya

Ucapkan selamat tinggal pada makanan berlemak, pedas, junk food, soda, kafein, alkohol dan rokok supaya kamu bebas dari gangguan pencernaan. Kalo masih bandel? Risiko tanggung sendiri ya!

  • Jaga Berat Badan

Berat badan berlebih ternyata dapat memberi tekanan pada perut sehingga dapat menyebabkan asam kembali ke kerongkongan. Jadi, usahakan untuk menjaga berat badan tetap ideal dengan rutin berolahraga dan mengatur pola makan agar terhindar dari GERD dan Maag ya!

  • Rutin Berolahraga

Ini erat kaitannya sama poin sebelumnya nih. Bila kamu pemilik berat badan berlebih, sangat dianjurkan untuk rutin berolahraga. Sebab, olahraga dapat membantu menurunkan berat badan berlebih dan meningkatkan fungsi pencernaan.

  • Kelola Stres

Anak UI, tahu gak sih? Ternyata gangguan pencernaan dapat dipicu oleh stres loh! Untuk mengatasinya, kamu perlu mengelola stres dengan cara menciptakan lingkungan yang tenang dan mempraktekkan teknik relaksasi, seperti yoga dan meditasi. Kedua hal ini dapat membantumu dalam menurunkan tingkat stres loh!

  • Rutin Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Bila kamu sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, hati-hati! Bisa jadi obat yang kamu konsumsi sekarang dapat menyebabkan iritasi pada lapisan perut. Maka dari itu, jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi ke dokter terkait obat-obatan yang kamu konsumsi ya. Hal ini untuk mencegah kamu agar terhindar dari GERD dan Maag.

Selain cara di atas, rutin melakukan detoks dengan cara mengonsumsi jus dari sari buah dan sayur dapat membantu memperbaiki dinding lambung yang rusak dan mengurangi reaksi radang lho! Jadi, yuk mulai sekarang terapkan cara di atas supaya kamu bisa tetap sehat dan nyaman dalam beraktivitas!

Pesan Singkat Untuk Kamu Mahasiswa Yang Suka Prokrastinasi!

Prokrastinasi, istilah yang sangatttt akrab dan dikenal oleh para mahasiswa. Kamu pernah melakukan hal ini? Pasti pernah. Gimana dengan saya? Pernah juga. Kamu tanya ke orang-orang di sekitarmu, mulai dari teman, orangtua, bahkan dosen sekalipun, pasti pernah melakukan prokrastinasi.

Berapa banyak waktu yang kamu butuhkan dalam melakukan prokrastinasi? Sehari sebelum tenggat waktu? tiga hari? atau mungkin seminggu sebelum tenggat waktu? Prokrastinasi itu sifatnya subjektif loh guys. Kamu gak bisa bilang seseorang itu adalah seorang procrastinator kalau orang itu gak merasa. Kok gitu? Ya iyalah. Bisa aja nih, bagimu, ngerjain tugas seminggu sebelum tenggat waktu adalah bentuk dari prokrastinasi. Tapi bagi temanmu, waktu seminggu itu merupakan waktu yang ideal di mana ide-ide terbaik mereka muncul. Hmmm.. rumit ya?

Detik demi detik berganti menjadi hari, hari berganti minggu… tumpukan tugasmu belum ada yang terselesaikan. Kamu merasa panik sebenarnya, tapi entah kenapa jiwa dan ragamu belum tergerak untuk mengerjakannya.. Waduh gimana ya? Padahal kamu sudah menyiapkan agenda yang berisi apa saja yang harus kamu kerjakan tiap harinya. Pada akhirnya kamu tersadar, prokrastinasi itu bukan karena kamu yang tidak menyiapkan apa saja yang perlu disiapkan, tapi lebih berupa bagaimana mindset kamu terhadap tugas yang seharusnya kamu selesaikan!

Bicara soal mindset, apakah benar orang yang prokras adalah mereka yang perfeksionis?

Hmm.. bisa dibilang ini adalah mitos. Kalau misalnya kamu ketemu temen kamu yang prokras dan ternyata tugas yang dikerjakannya benar-benar sempurna, kamu lagi beruntung aja. Atau mungkin temenmu merupakan satu individu di atas ratusan, bahkan ribuan individu lainnya yang gak se-oke dia. Percaya deh guys, melakukan prokrastinasi itu gak bikin kamu menjadi seorang yang perfeksionis. Oke, mungkin kamu dapet lebih banyak waktu untuk memikirkan yang terbaik. Tapi kamu juga kehabisan waktu untuk merapihkan kesalahan dan kekurangan yang ada di pekerjaanmu. Pilih mana?

Adanya tekanan karena deadliner justru bikin gue kerja lebih baik!

Sebenernya, pendapat yang satu ini bisa dibilang iya, bisa dibilang enggak. Kalau kamu baca Hukum Yerkes-Dodson, kamu bakal lihat bahwa hubungan stress dengan performa kerjamu itu kayak huruf U terbalik. Yes, bayangin saat kamu bekerja tanpa tekanan, alias gak ada sama sekali tuh deadline atau kriteria-kriteria yang ditetapin, apa yang kamu rasa? Bosen. Ngeremehin. Asal-asalan ngerjainnya? Bener banget.

Menurut hukum Yerkes-Dodson, ketika kita mengerjakan suatu tugas tanpa adanya tekanan, kita justru jatohnya merasa bosan, sehingga performa yang kita berikan untuk pekerjaan tersebut ya setengah-setengah. Hasilnya justru berantakan. Tapi ketika kamu mulai mendapatkan tekanan, misalnya cuma dikasi waktu seminggu, atau bahkan cuma tiga hari untuk ngerjain tugas tersebut, kamu mulai menyusun konsep-konsep terbaik sebelum mengerjakan tugasmu tersebut.

Kamu juga pastinya udah menentukan di tiap harinya, bagian mana yang mau kerjakan terlebih dahulu. Coba sekarang bandingkan jika kamu mengerjakan tugas tersebut h-1 sebelum deadline. Kamu belum pernah menyicilnya sama sekali, sampai akhirnya kamu harus mengerjakan tugas tersebut menumpuk dalam jumlah yang banyak. Kamu akan pusing disertai dengan panik, dan yang ingin kamu lakukan hanyalah cepat-cepat mengumpulkan tugas tersebut. Boro-boro mikirin kualitas. Pokoknya yang penting mah selesai aja!

sumber: toolshero

Hati-hati, jangan-jangan kamu punya gangguan psikologis!

Coba deh kamu perhatikan, sudah berapa lamu kamu mengalami kebiasaan prokras? Apakah baru-baru saja atau justru dari kecil sampai sekarang, kamu selalu menunda-nunda pekerjaan. Dalam ilmu psikologi, seseorang bisa saja memiliki gangguan tertentu yang menyebabkan mereka melakukan prokrastinasi. Misalnya, bisa saja orang tersebut memiliki gangguan kecemasan, sehingga Ia takut dalam memulai pekerjaan. Atau mungkin orang tersebut memiliki gejala ADHD (attention deficit hyperactive disorder), yang membuatnya sulit untuk berkonsentrasi dan menghiraukan distraksi-distraksi yang ada di sekitarnya.

Bagaimana temen-temen? Semoga dengan artikel ini kamu lebih paham ya tentang prokrastinasi itu sendiri! Siap untuk berubah?

Hewan Peliharaan, Penyelamat Kesehatan Mentalmu Selama Menghadapi Beratnya Perkuliahan

Hai, anakUI! Ingat nggak, kalau kita pernah bahas tentang rasa kesepian atau loneliness di sini? Nah, hari ini kita akan bahas mengenai kesehatan mental lagi, dan kali ini mengenai cara menjaganya: yaitu dengan bermain dengan hewan peliharaanmu di rumah. Wah, ternyata hewan peliharaan bisa membantu jadi “obat” bagi masalah kesehatan mental kita seperti kesepian di tengah-tengah #dirumahaja, ya? Yuk kita bahas sama-sama.

Masalah Kesehatan Mental terhadap Kaum Muda

Masalah kesehatan mental dapat terjadi pada siapa saja dan karena banyak hal yang berbeda-beda. Misalnya, seperti ketika merasa sendirian dan merasa ditinggalkan oleh teman-teman dan orang-orang di sekeliling kita di masa pandemi ini, sehingga timbul rasa kesepian. Bisa juga, merasa tidak berguna karena tidak bisa menguasai matakuliah tertentu atau IPK yang tidak kunjung membaik. Masalah pribadi seperti putus cinta, masalah keluarga juga bisa memicu timbulnya masalah kesehatan mental, loh.

Beberapa masalah kesehatan mental atau mental health problems yang bisa terjadi dari kesepian adalah depresi dan risiko bunuh diri, loh. Bahkan, data dari Riskesdas (2013) di Departemen Kesehatan RI (2016) mengatakan bahwa jumlah masalah kesehatan mental emosional seperti tanda-tanda depresi dan ansietas yang terjadi pada umur 15 tahun keatas mencapai 14 juta jiwa atau 6% dari populasi Indonesia. Serem, ya.

Terus, kesehatan mental dan hewan peliharaan hubungannya apa?

Masalah keseharan mental bisa terjadi pada siapa saja, termasuk di usia muda. (Source: Positiveroutines)

Kesepian tidak bisa kita biarkan begitu saja karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Maka, kesepian harus diatasi baik dengan bertemu, melakukan kontak sosial dan berhubungan dengan orang lain. Masalahnya, masa-masa pandemi ini pasti menyulitkan kita untuk bertemu dengan orang lain. Nah, selain bertemu dengan manusia, ternyata hewan peliharaan juga dapat membantu kita mengatasi kesepian dan meningkatkan kesehatan mental kita loh, dan hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa eksperimen. Berikut ini ada hal-hal yang bisa dilakukan peliharaan kita untuk memulihkan kesehatan mental kita dan menghindarkan dari masalah kesehatan mental (Therapy Pet Organization, 2017):

1. Memberikan Rasa Tanggungjawab

Memberi makan hewan peliharaan membuat kita merasa memiliki tanggung jawab. (Source: Advantage Petcare)

Mungkin banyak yang gak mau memelihara hewan peliharaan seperti anjing atau kucing karena “gak mau repot”. Males kasih makan, males memandikan, membersihkan kotoran, dan sebagainya. Namun ternyata banyak ahli yang mengklaim bahwa memberikan rasa tanggungjawab dapat membantu menjaga kesehatan mental seperti memberikan tujuan akan hari-hari seseorang. Dengan adanya tujuan tersebut, seseorang akan merasa bahwa dirinya dibutuhkan dan memiliki tujuan hidup, sehingga memiliki semangat untuk tetap hidup demi hewan peliharaannya. Gak hanya untuk pemuda, hal ini juga berguna banget untuk para lansia yang semakin tua semakin merasa tidak dibutuhkan, karena dengan adanya hewan peliharaan mereka akan merasa dibutuhkan, loh.

2. Berdampak Baik Pada Kesehatan

Menurut riset, memelihara hewan peliharaan dapat berdampak baik kepada kesehatan seperti mengurangi stress, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan hormon-hormon baik yang meningkatkan perasaan bahagia seperti hormon endorfin. Banyak loh, yang mengatakan bahwa mengelus hewan peliharaan atau memeluk hewan peliharaan membuat mereka merasa bahagia dan menurunkan stress mereka. Selain itu, bermain bersama hewan peliharaan juga dapat menghindari kita dari stress karena mengeluarkan hormon oksitosin, loh.

3. Memberi Perspektif Baru

Dengan memelihara hewan peliharaan, kita bisa memperoleh perspektif baru dalam kehidupan. Untuk orang-orang yang putus asa, mereka akan dapat merasakan dicintai dan akhirnya dapat memiliki perspektif baru dalam kehidupannya.

4. Memberi Rasa Cinta dan Penerimaan

Cinta dari hewan peliharaan merupakan cinta yang tulus. (Source: Contxto)

Hewan peliharaan kita mencintai kita tanpa alasan dan menerima kita apa adanya tanpa menghakimi. Dengan rasa cinta dari peliharaan, seseorang dapat terhindari dari rasa terasingkan dan rasa kesepian, loh. Cinta dari hewan peliharaan juga dapat menghindari kita dari ansietas atau kecemasan berlebihan dan stress.

5. Distraksi yang Baik

Pernah merasa khawatir  karena banyak banget hal yang dicemaskan dan dipikirkan, atau memiliki pengalaman yang traumatis dan sulit dilupakan? Hewan peliharaan bisa membantumu melupakan sejenak akan hal-hal yang membuat pikiranmu penuh dan cemas, melalui bermain bersama dan berjalan-jalan bersama loh! Dengan begini, seseorang dapat pulih dari pengalaman yang traumatis atau bahkan depresi.

***

Bisa dilihat kan, betapa bermanfaatnya memelihara hewan peliharaan untuk kesehatan mental kita? Namun diingat juga ya, bahwa hewan peliharaan adalah makhluk hidup yang butuh disayangi dan dirawat dengan baik. Sayangi hewan peliharaanmu seperti mereka menyayangimu, ya!

Referensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016, October 6). PERAN KELUARGA DUKUNG KESEHATAN JIWA MASYARAKAT. Retrieved from http://www.depkes.go.id/article/print/16100700005/peran-keluarga-dukung-kesehatan-jiwa-masyarakat.html

Nurlayli, R. K. (2014). KESEPIAN PEMILIK HEWAN PELIHARAAN YANG TINGGAL TERPISAH DARI KELUARGA. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 02 No. 01.

TherapyPet. (2017, February 28). 5Ways Pet Relieve Depression. Retrieved from TherapyPet: https://therapypet.org/blog/5-ways-pets-relieve-depression/

Gambar header. Selain lucu, hewan peliharaan ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan mental. (Source: The Conversation)

error: This content is protected by the DMCA