Buat Kaum Rebahan Selama Liburan, Ini Bahayanya dan Cara Atasinya! #SehatUI

Liburan semester memang jadi salah satu momen-momen paling ditunggu sama mahasiswa. Apalagi aku ngerasanya semester kemaren tuh stres banget karena sistem belajarnya baru, kuliah sama praktikum daring. Momen liburan emang pas banget dijadiin waktu santai, leha-leha setelah kurang lebih 3 bulan stres sama tugas kuliah yang numpuk. Ga jarang pasti diantara kalian juga lebih milih menikmati hidup kayak jalan-jalan, ngelakuin hobi atau bahkan dirumah aja rebahan terus maraton nonton drakor. Buat sahabat anakui yang termasuk kaum rebahan selama liburan semester, kali ini aku bakal ngasih artikel yang ngebahas tentang bahaya plus tips cara mengatasinya.

Sebelum bahas tentang bahaya rebahan, kalian udah pada tau belum tentang istilah “sedentary life” ? Jadi, sedentary life atau kehidupan sedentari itu adalah gaya hidup tidak sehat karena kurangnya aktivitas fisik yang melibatkan gerakan tubuh. Parameter kehidupan sedentari yaitu melakukan aktivitas ringan dengan pengeluaran energi expenditure kurang dari sama dengan 1,5 metabolic equivalent (METs) (Lavie, Ozemek, Carbone, Katzmarzyk, & Blair, 2019). Di masa pandemi yang membuat kita ga boleh keluar rumah membuat kita rentan untuk mengalami kehidupan sedentari. Aktivitas minim gerak seperti rebahan merupakan salah satu contoh dari kehidupan sedentari ini. Rebahan di kasur sambil  main gadget atau nonton film seharian emang jadi aktivitas yang ga bisa dipisahkan dari liburan ga si? Tapi perlu disadari nih, ada bahaya kesehatan dari rebahan aja  beberapa ada yang ringan ada juga yang berat loh.

1. Rebahan Berbahaya Bagi Kesehatan Jantung

Sumber: https://www.emc.id/

Salah satu bahaya dari rebahan yaitu menyangkut masalah kardiovaskular. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktivitas statis seperti rebahan atau duduk selama lebih dari 10 jam per minggu meningkatkan resiko terjadinya gangguan kardiovaskular sampai 82% lebih tinggi daripada yang melakukan aktivitas statis dibawah 4 jam per minggu (González, Fuentes, & Márquez, 2017).

Sejalan dengan penelitian sebelumnya menurut  Nurse’s Health Study, aktivitas fisik pada wanita dapat mengurangi terjadinya serangan jantung sampai 50%. Sedangkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh Aerobics Research Center di Amerika menyatakan bahwa aktivitas fisik mempengaruhi resiko terjadinya stroke. Pada pria, aktivitas fisik mampu mengurangi resiko stroke mencapai 60%.

2. Rebahan Meningkatkan Risiko Obesitas

Sumber: https://www.brilio.net/

Rebahan menjadi salah satu faktor risiko obesitas karena berkaitan dengan aktivitas fisik yang minim. Obesitas terjadi karena pengeluaran energisangat kurang dan tidak sebanding dengan asupan energi  sehingga lemak tertimbun dalam tubuh. Aktivitas fisik mengambil peranan yang penting untuk pengeluaran energi karena 20-50% energi dikeluarkan selama aktivitas fisik (Puspasari, Sulchan, & Widyastuti, 2017). Kurangnya aktivitas fisik juga secara tidak langsung mempengaruhi turunnya metabolisme basal tubuh. Menurut penelitian yang dilakukan oleh canadian sleep journal, orang yang tidur lebih dari sembilan jam mengalami penambahan berat badan secara signifikan. Bukan hanya obesitas, rebahan juga bisa meningkatkan kadar gula sehingga resiko mengalami diabetes juga semakin besar. Apalagi kalau rebahannya sambil ngemil makanan ringan atau yang manis-manis.

3. Rebahan Menyebabkan Gangguan Muskuloskeletal

Sumber: https://republika.co.id/

Gangguan muskuloskeletal yang diakibatkan oleh rebahan seperti persendian terasa kaku, nyeri punggung bagian bawah, pegel-pegel dan lain lain. Selain ga nyaman, gangguan muskuloskeletal juga bisa berbahaya. Tubuh bisa terasa kaku, kehilangan kekuatan dan fleksibilitas otot. Rebahan seharian dapat membuat tubuh kehilangan satu persen dari kekuatan ototnya setiap hari. Kalau dilakukan terus menerus selama seminggu, tubuh bisa kehilangan 20-30% kekuatan ototnya (Anggraini, 2019). Kebanyakan rebahan juga bisa membuat nyeri punggung yang membuat kita sulit bangun ataupun melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Rebahan Juga Bahaya untuk Kesehatan Mental

Sumber: https://www.hipwee.com/

Selain menyebabkan dampak negatif bagi tubuh, kehidupan sedentari juga memiliki efek negatif pada kesehatan mental. Hal ini karena kehidupan sedentari membuat gaya hidup pasif alias males-malesan yang dapat meningkatkan stres dan kecemasan. Rebahan sambil mainan gadget selama lebih dari 2-3 jam perhari ternyata dapat menyebabkan harga diri rendah khususnya pada remaja (Hoare, Milton, Foster, & Allender, 2016). Penelitian yang dilakukan pada remaja Kanada juga menunjukkan bahwa mereka mengalami tekanan psikologis lebih tinggi karena kehidupan sedentari dalam hal ini bermain gadget selama lebih dari 2 jam.

5. Yuk Lakukan Senam Peregangan Biar Nggak Kena Dampak Negatif Rebahan

Sumber: https://dinkes.slemankab.go.id/

Senam peregangan merupakan salah satu cara mudah yang bisa dilakukan buat kaum rebahan selama liburan semesteran. Senam ini punya banyak manfaat diantaranya melancarkan peredaran darah, mengurangi ketegangan otot, mengurangi resiko cedera punggung, mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas (Prihantama, 2018). Kapan sih kita perlu melakukan senam ini? Senam peregangan ini idealnya dilakukan setelah melakukan aktivitas statis seperti rebahan atau duduk selama dua jam. Tujuan senam ini yaitu untuk melenturkan kembali bagian tubuh yang kaku seperti pada kepala, leher, bahu pinggang, kaki dan pernapasan. Senam peregangan minimal dilakukan selama 15-30 menit dengan melakukan gerakan-gerakan tertentu. Nah, untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari gambar di atas ya.

“Kita ini agent of change, bukan agent of rebahan without change”

Kamu yang masih mahasiswa, tentunya selagi muda, sering-sering rebahan itu tidak baik guys. Terlebih di masa pandemi, self quarantine mungkin membuat kamu memanfaatkan banyak waktu luang dengan rebahan. Apalagi kita sebagai agent of change, rebahan bukan image mahasiswa produktif lho.  Rebahan yang biasa diisi dengan tidur enak di kasur kesayangan sambil menanti balasan chat si dia atau menjelajahi dunia maya. Bukanya lebih baik mengganti rebahan dengan aktivitas yang produktif seperti ikut webinar, dengerin podcast online kayak TEDx, baca  jurnal ilmiah atau artikel (kek artikel di AnakUI.com, yaa kan), ikut lomba dan lain-lain. Lumayan kan, rebahan aja tapi juga bisa menambah wawasan plus pengalaman baru.

Sumber: https://www.brilio.net/

“Hal paling menarik dari rebahan adalah ketika bangkit. Apa yang akan kita lakukan tatkala bangkit, rebahan kembali? Saya harap tidak. Menjadi mahasiswa rebahan itu boleh saja, namun jangan sampai berakar kuadrat.” – Wisnu, 2020

Sumber: https://www.brilio.net/

Begitulah teman-teman artikel tentang rebahan, bahayanya dan tips buat ngatasinnya. Buat kaum rebahan mungkin bisa relate nih dengan salah satu dampak yang sudah disebutin diatas. Aku pun nulis artikel ini buat motivasi pribadi biar ga jadi kaum rebahan. Dengan nulis artikel ini jadi lebih tau deh bahaya dan cara ngatasinnya jadi sekalian di share aja deh untuk sahabat AnakUI.

Semoga artikelnya bermanfaat ya! kalo kamu ngerasa artikelnya berfaedah bisa banget di share lewat social media pribadimu dan tag akun anakui.com 🙂

Daftar Pustaka

Anggraini, A. P. (2019). Ramai Tagar #MasihRebahan, Ini 5 Efek Negatif Rebahan bagi Tubuh. Tren Article, p. 1. Retrieved from https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/26/161547765/ramai-tagar-masihrebahan-ini-5-efek-negatif-rebahan-bagi-tubuh?page=all

González, K., Fuentes, J., & Márquez, J. L. (2017). Physical Inactivity, Sedentary Behavior and Chronic Diseases. Korean Journal Of Family Medicine, 111-115. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5451443/

Hoare, E., Milton, K., Foster, C., & Allender, S. (2016). The associations between sedentary behavior and mental health among adolescents: a systematic review. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 13, p. 108. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5055671/

Lavie, C. J., Ozemek, C., Carbone, S., Katzmarzyk, P. T., & Blair, S. N. (2019). Sedentary Behavior, Exercise, and Cardiovascular Health. Circulation Research, 799-815. Retrieved from https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/CIRCRESAHA.118.312669

Prihantama. (2018). Senam Peregangan GERMAS. Dinas Kesehatan Sleman, 1. Retrieved from https://dinkes.slemankab.go.id/senam-peregangan-germas.html

Puspasari, I., Sulchan, M., & Widyastuti, N. (2017). SEDENTARY LIFESTYLE SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN OBESITAS. Journal of Nutrition College, 307-312. Retrieved from http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc

Wisnu. (2020). Stop Perdebatan Receh Tentang Mahasiswa Rebahan. Opini poros. Retrieved from https://persmaporos.com/mahasiswa-agent-of-rebahan/

Selama Masih Kuliah Cobain Deh Naik Gunung Walau Hanya Sekali

Halo teman-teman. Bagaimana kabar kuliahnya? Masih ada yang kuliah online atau sedang UAS online? Atau ada yang sudah libur? Semoga teman-teman selalu diberi kelancaran dan kemudahan selama kuliah dari rumah ini. Semoga juga pandemi corona ini segera mereda dan kalian bisa kuliah lagi deh di kampus kesayangan.

Biasanya mendekati bulan Juni-Agustus kuliah sudah memasuki masa libur panjang. Banyak hal yang biasanya dilakukan untuk mengisi liburan tersebut. Mulai dari jalan-jalan atau refreshing, istirahat di rumah, magang, ngurus kepanitiaan atau organisasi, dan masih banyak lagi. Karena kondisi saat ini sedang ada pandemi corona yang mengharuskan kita tetap #dirumahaja, jadi mungkin beberapa kegiatan pengisi liburan digantikan dengan kegiatan #dirumahaja seperti nonton, workout, main musik, dan berbagai aktivitas rumahan lainnya.

Ada salah satu kegiatan favorit yang biasanya dilakukan banyak mahasiswa selama libur panjang tersebut sebelum adanya pandemi corona. Kegiatan ini menjadi cocok dilakukan selama liburan Juni-Agustus dikarenakan musim kemarau yang bisa mendukung kegiatan outdoor. Kegiatan tersebut adalah naik gunung.

Siapa sih disini yang tidak suka naik gunung? Melihat keindahan alam yang hijau, udara dingin puncak, dan rasa lelah bercampur puas ketika melihat sunrise. Memang kondisi sekarang tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan naik gunung ini. Walau beberapa jalur pendakian gunung sudah dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan. Tapi ada baiknya menunggu kondisi pandemi corona lebih mereda lebih baik dilakukan daripada memaksa untuk naik gunung sekarang ini.

Kalau pandemi sudah mereda baru deh cobain rasanya naik gunung di tengah hamparan pohon. Bagi kalian yang masih kuliah dan menyandang status mahasiswa, cobain deh naik gunung walau hanya sekali saja. Beberapa alasan ini bisa mendukung kalian yang masih kuliah untuk coba naik gunung.

1. Banyak Waktu Luang

Sumber: inc42.com

Selama kuliah kalian masih memiliki banyak waktu luang seperti waktu weekend kalian yang tidak diisi dengan tugas atau kegiatan non-akademis misalnya. Kemudian ada waktu liburan kuliah yang dibilang cukup panjang (biasanya bisa mencapai 1-3 bulan). Waktu yang cukup lama bukan jika dipikir-pikir?

Nah di waktu-waktu liburan mahasiswa tentu sangat cocok diisi dengan kegiatan naik gunung. Dengan merencanakan kegiatan tersebut di waktu liburan maka tidak akan mengganggu kegiatan akademis maupun non-akademis kalian. Beda halnya ketika kalian sudah bekerja. Kalian akan disibukkan dengan pekerjaan kalian, bahkah bisa jadi kesibukan pekerjaan kalian mengambil jatah libur kalian. Tidak ada yang namanya libur panjang semesteran ketika kalian sudah bekerja. Lain halnya jika kalian mengambil cuti kerja. Nah mumpung belum disibukkan dengan dunia kerja dan membuat waktu luang semakin sedikit, jadi alangkah baiknya kalian coba naik gunung selama masih kuliah.

BACA JUGA: Mumpung Masih Ada Waktu, Pikir Ulang Mengenai 5 Hal Ini Sebelum Lulus Nanti!

2. Tanggung Jawab Masih Sedikit

Sumber: nusagama.com

Mahasiswa memiliki beban tanggung jawab yang berbeda-beda. Mungkin ada yang kuliah sambil mengurus organisasi/kepanitiaan. Ada yang kuliah sambil bekerja. Ada yang kuliah sambil ikut kegiatan di luar kampus. Namun, bagaimanapun bentuk tanggung jawabnya, tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar.

Selama mahasiswa tersebut belajar dan menuntut ilmu di bidang akademis maka salah satu tanggung jawabnya di kuliah telah dijalankan. Karena hampir sebagian besar mahasiswa memiliki tanggung jawab yang sama terhadap akademisnya maka tanggung jawab lain di luar akademis menjadi sebuah pilihan.

Boleh dipilih dan diambil atau tidak. Dengan kondisi tersebut dapat dibilang tanggung jawab anak kuliah masih sedikit. Beda halnya kalau sudah dewasa dan bekerja, apalagi kalau sudah menikah. Semakin dewasa jenjang kehidupan seorang manusia maka semakin banyak tanggung jawabnya. Maka dari itu, mumpung masih mahasiswa dan masih berkuliah kalian harus coba memiliki pengalaman naik gunung.

3. Ajang Mensyukuri Nikmat Tuhan

Sumber: dokumentasi penulis

Sebagai manusia tidaklah afdol jika tidak mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diberikan. Bentuk nikmat Tuhan sangatlah dekat dan banyak jumlahnya. Tidak terhitung berapa nikmat Tuhan yang telah kalian nikmati dan rasakan. Agar tetap waras dan menjadi manusia seutuhnya maka nikmat tersebut harus disyukuri.

Bentuk rasa syukur pun banyak dan beragam yang bisa kalian lakukan sehari-hari. Nah untuk kalian para mahasiswa yang memiliki waktu luang dan kesempatan boleh banget dicoba salah satu bentuk rasa syukur ini. Yak benar, mensyukuri nikmat Tuhan dengan naik gunung.

Emang bisa yak kita mensyukuri nikmat Tuhan dengan naik gunung?

Tentu saja bisa. Jangan jadikan naik gunung sebagai ajang keren-kerenan, sebagai ajang pamer, atau sebagai ajang mencari ketenaran. Percayalah jika kalian memiliki niat seperti itu untuk naik gunung maka hanya lelah yang akan kalian dapatkan. Kalian hanyalah sebuah titik di alam semesta ini, tidak ada yang bisa dibanggakan. Oleh karena itu buang sifat kesombongan kalian sebelum mencoba untuk naik gunung. Sebaliknya, jika kalian ingin mencoba naik gunung dengan niat mensyukuri nikmat Tuhan maka kepuasan batin yang akan kalian dapatkan.

Banyak hal yang akan kalian syukuri ketika naik gunung apalagi sampai puncaknya. Kalian akan makin tersadar bahwa alam semesta luas dan seharusnya membuat kalian semakin rendah hati.

BACA JUGA: Bercita-Cita jadi Mahasiswa Seimbang? Yuk Ikuti Tips Berikut ini!

4. Hidup Bukan Hanya Gedung dan Jalan

Sumber: dokumentasi penulis

Mahasiswa yang kampusnya berada di perkotaan mungkin sangat sering melihat gedung dan jalan. Mungkin bisa dibilang sehari-hari yang mereka lihat hanya gedung dan jalan. Tentu saja hal ini pasti membuat bosan dan jenuh. Untuk itu maka naik gunung menjadi salah satu pilihan yang baik dalam mengatasinya.

Mahasiswa harus tahu bahwa hidup bukan hanya sekadar gedung dan jalan. Kalian coba deh naik gunung, banyak hal yang lebih indah untuk dipandang dan dilihat. Mulai dari rimbunnya hutan tropis, suara gemericik sungai, angin yang menghembus di savana, hingga bau belerang yang berasal dari kawah puncak gunung. Hal-hal ini yang harus mahasiswa ketahui dan cari.

Karena gunung bisa memberikan pengalaman hidup yang tidak kalah menariknya dengan gedung dan jalan

5. Belajar Mencintai Alam dan Hidup di Alam

Sumber: goingtotehran.com

Setelah mengetahui bahwa hidup bukan hanya gedung dan jalan, maka langkah selanjutnya yaitu mencoba belajar mencintai alam dan hidup di alam. Belajar mencintai alam bagaikan mencintai diri sendiri loh. Kenapa bisa begitu? Karena nenek moyang kita pun dulu mulai hidup dari alam.

Kalian hidup berasal dari alam dan akan kembali ke alam. Makanya banyak yang bilang bahwa pacaran dengan anak gunung bisa romantis loh. Alam aja dicintai, gimana kamu? Belajar mencintai alam memang bisa dilakukan dari hal kecil dan bisa dari rumah. Seperti membuang sampah pada tempatnya, bijak menggunakan listrik dan air, menanam pohon, dan lain-lain. Tapi bukannya lebih baik kalian coba dahulu pengalaman hidup di alam sebelum akhirnya mencoba belajar mencintai alam.

Nah dengan mencoba naik gunung saat mahasiswa, kalian bisa belajar mencintai alam dan hidup di alam. Banyak pelajaran yang bisa kalian dapatkan ketika berproses saat naik gunung. Saat kalian ada di gunung, banyak keadaan terbatas yang kalian alami. Tidak ada sinyal, tidak ada listrik, sulit mencari sumber air, gelap, dingin, hujan, dan beberapa kondisi lain. Mencoba hidup dalam kondisi tersebut akan membuat kalian lebih mensyukuri apa yang kalian punya saat ini. Belajar mencintai alam memang terdengar cukup klise, tapi apapun yang kalian lakukan saat ini untuk mencintai alam. Percayalah hasilnya akan dirasakan oleh anak cucu kalian nanti.

Kita hidup berasal dari alam dan akan kembali lagi ke alam

6. Menambah Pertemanan hingga Jodoh

Sumber: virustraveling.com

Nah ini mungkin bisa dibilang keuntungan dan alasan kalian selama mahasiswa harus coba naik gunung. Ajang naik gunung biasanya menjadi suatu kesempatan untuk menambah teman. Mulai dari bikin rencana naik gunung bisa saja loh menambah teman. Misalnya saja teman tongkrongan kalian ada yang mau naik gunung bareng temannya dan kalian diajak, itu bisa jadi sarana nambah teman. Kemudian teman-teman organisasi kalian yang ingin naik gunung. Lalu bisa saja teman-teman kuliah kalian ingin naik gunung kemudian bisa menambah relasi pertemanan kalian.

Banyak momen dan kondisi yang bisa membuat kalian menambah teman ketika mencoba naik gunung. Ada kalanya selama pendakian berlangsung bisa saja mendapatkan teman. Entah dari teman naik, teman nge-camp, bahkan teman turun. Jadi tidak heran jika kalian naik gunung misalnya berangkat dengan teman 4 orang bisa saja turun jadi tambah teman hingga 10 orang.

Begitulah asiknya mencari teman selama naik gunung. Tidak jarang juga setelah berkenalan dan berteman saat naik gunung bisa menjadi partner naik gunung lain kesempatan. Nah bisa jadi juga dari teman naik gunung tersebut ada yang berlanjut sampai jodoh.

BACA JUGA: 10 Pelajaran Hidup Yang Bisa Kalian Dapatkan Dari Bangku Kuliah

7. Sifat Asli Manusia Keluar Saat Mendaki Gunung

Sumber: kumparan.com

Ada yang bilang sifat asli manusia akan keluar ketika mereka dihadapi oleh suatu keadaan sulit. Entah sifat asli tersebut yang keluar baik atau kurang baik. Selama proses pendakian gunung tidak semua hal yang dilalui akan mudah. Terdapat momen-momen sulit yang kerap dihadapi ketika naik gunung. Sifat asli manusia bisa saja muncul selama proses pendakian.

Jika kalian ingin mencoba untuk mengetahui sifat asli teman kalian maka ajaklah naik gunung. Mungkin sifat asli mereka akan keluar saat itu. Biasanya sifat asli manusia yang keluar ketika mendaki gunung akan nampak dalam perbuatan maupun perkataan. Misalnya saja sifat egois yang bisa ditandai dengan tidak mau membagi makanan ketika di gunung, tidak mau menunggu temannya yang ketinggalan, atau tidak ikut menyiapkan tenda untuk tidur.

Ada juga sifat yang setia kawan dan rela berkorban, bisa ditandai dengan rela berbagi makanan, rela tidur sempit-sempitan, rela membawa barang temannya. Terdapat beberapa lagi sifat asli manusia yang mungkin akan keluar saat naik gunung seperti penyabar, keras kepala, emosian, bijaksana, dan lain-lain.

8. Melatih Mental

Sumber: superadventure.co.id

Hal-hal yang harus dipersiapkan ketika mencoba untuk naik gunung yaitu fisik dan mental. Fisik penting karena naik gunung itu capek dan melelahkan, otomatis persiapan lari untuk stamina diperlukan. Selain fisik, mental juga harus dipersiapkan ketika ingin mencoba untuk naik gunung. Bagi kalian yang masih kuliah hal ini akan baik untuk melatih mental di alam bebas.

Proses pendakian gunung yang paling berat adalah 10% terakhir ketika hendak sampai puncak. Dalam kondisi ini hal yang diuji yaitu mental. Sedangkan 90% sebelumnya merupakan ujian fisik. Hasil latihan fisik akan dilihat selama 90% proses pendakian gunung. Kemudian sisanya 10% akan melewati fase ujian mental.

Banyak sekali orang yang menyerah ketika sudah mencapai 10% terakhir naik gunung. Entah karena kelelahan, bosan, atau sudah puas melihat keindahan gunung. Padahal puncak gunung merupakan hasil dari segala proses pendakian yang akan didapat. Mental yang kuat dan tekad yang bulat bisa menjadi semangat untuk sampai ke puncak gunung. Pantang menyerah di 10% terakhir pendakian gunung bisa menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi kalian.

9. Bikin Ketagihan

Sumber: Instagram @cindywahyuni_

Nah hal ini yang menjadi alasan bagi teman-teman yang masih berkuliah untuk mencoba naik gunung. Karena naik gunung itu bikin ketagihan. Tidak percaya? Makanya coba deh. Banyak hal seru dan kenangan indah selama proses naik gunung. Dijamin kalian yang sudah mencoba tidak akan menyesal. Justru setelah mencoba untuk naik gunung pertama kali akan bikin ketagihan dan ingin naik gunung lagi.

Hal yang bikin mahasiswa ketagihan selama naik gunung banyak. Misalnya saja hijaunya hutan hujan di Indonesia, luasnya hamparan padang savana, mekarnya bunga edelweis, dinginnya malam di tengah hutan, indahnya sunrise di puncak gunung, jernih air sungai yang bisa langsung diminum, hingga suara jangkrik yang menemani di saat tidur, dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat mahasiswa ketagihan saat naik gunung. Teman-teman pengen ngerasain gimana sih ketagihannya naik gunung? Maka dari itu, selamat mencoba!

***

Itulah beberapa alasan yang membuat teman-teman yang masih mahasiswa untuk mencoba naik gunung walau hanya sekali saja. Jika kalian sudah mencobanya coba tulis gimana perasaan kalian ketika naik gunung di kolom komentar di bawah ini. Selama masih muda dan bertenaga tidak ada salahnya bukan mencoba mensyukuri nikmat Tuhan dengan naik gunung.

Nah buat teman-teman yang ingin memulai naik gunung untuk pertama kalinya selagi masih mahasiswa, bisa nih mencoba beberapa alternatif gunung yang cukup cocok bagi pemula yaitu Gunung Guntur (ketinggian 2.249 mdpl), Gunung Papandayan (ketinggian 2.665 mdpl), dan Gunung Prau (ketinggian 2.565 mdpl). Bagi teman-teman yang belum mencoba silahkan mencoba, jangan sampai telat dan menyesal yak!

BACA JUGA: 3 Gunung Tertinggi Dunia yang Pernah Ditaklukan Oleh Mapala UI

7 Hal Yang Bikin Anak Teknik Bisa Jadi Pacar Yang Menarik

Inilah Alasan Mahasiswa/Mahasiswi Teknik Merupakan Pacar Yang Ciamik. Halo kawan!!! Apa kabarnya? Semoga selalu diberi kesehatan dan keselamatan di tengah pandemi ini yak. Apa yang teman-teman bayangkan ketika melihat mahasiswa/mahasiswi teknik.

Ihh keren.

Kayaknya gagah deh.

Ihh serem ah takut.

Tampangnya kenapa sangar gitu yak?

Kurang lebih seperti itu dan masih banyak tanggapan lain terhadap anak teknik. Biasanya anak teknik terkenal karena rata-rata diisi oleh para lelaki. Karena kehidupan anak teknik tersebut keras jadi ya memang diidentikkan dengan para lelaki. Walaupun hal tersebut melekat dengan anak teknik, tapi para wanita juga turut menghiasi kehidupan kuliah di teknik.

Anak teknik terkenal dengan ke-solid-annya. Sikap setia kawan ini melekat bagi anak teknik baik di dalam akademis maupun di luar akademis. Berkutat dengan tugas, praktikum, laporan, kerja praktik, dan tongkrongan membuat anak teknik terlihat super sibuk.

Jangankan mengurus semua hal akademis tersebut, terkadang untuk sekadar mandi ke kelas pun jarang. Meskipun begitu, banyak sekali anak fakultas lain yang sering mengidam-idamkan untuk menjadi pacar anak teknik. Anak teknik pun suka sekali mencari pacar seberang fakultas. Nah berikut inilah alasan anak teknik merupakan pacar yang ciamik.

1. Setia

Sumber: uhdpaper.com

Berbicara tentang setia, anak teknik yang identik dengan kesolidannya dan sifat setia kawannya ini bisa dibilang setia. Nah ini merupakan sifat pertama yang menjadi alasan anak teknik sebagai pacar yang ciamik. Bayangkan saja, dengan teman seteknik aja dia bisa setia. Gimana dengan pasangannya? Pasti jauh lebih setia.

Dalam kehidupan kuliahnya, anak teknik pasti mengedepankan solid dan setia kawan. Baik membantu dalam hal akademis maupun luar akademis. Jika anak teknik punya pacar, biasanya sifat solid dan setianya juga terbawa saat pacaran. Layaknya sebuah beton sehabis dibentuk menjadi solid dan unsur hidrogen yang setia dengan oksigen membentuk air (H2O), begitulah kisah cinta anak teknik. Semoga sifat ini juga terus melekat yak pada citra anak teknik.

BACA JUGA: Kuliner Favorit Mahasiswa UI, Termurah dan Wajib Coba!

2. Bertanggung jawab

Sumber: foxbusiness.com

Anak teknik dan anak-anak fakultas lain mungkin memiliki kegiatan akademis maupun non-akademis yang hampir mirip. Tugas kuliah mekanika struktur, praktikum termodinamika, ujian kalkulus & fisika dasar, kepanitiaan, BEM, himpunan jurusan, dan lain-lain turut menghiasi kehidupan kuliah anak teknik.

Dari sekian banyak kegiatan yang ada, anak teknik selalu berusaha untuk menyelesaikan dan mengerjakannya dengan penuh tanggung jawab. Rasa bertanggung jawab ini harus dimiliki anak teknik agar bisa survive selama kuliah. Dari rasa bertanggung jawab ini anak teknik akan belajar.

Begitupun di dunia percintaan anak teknik. Bisa dijamin sih anak teknik bertanggung jawab atas hubungan asmaranya. Layaknya seperti PLTA yang bertanggung jawab menghasilkan listrik ketika turbinnya berputar.

3. Humoris

Sumber: lovestruck.com

Meskipun kehidupan di teknik cukup keras, tapi anak-anak teknik selalu memiliki caranya tersendiri untuk menghibur diri. Karena alasan tersebutlah biasanya anak-anak teknik menjadi orang yang humoris. Bisa mencairkan suasana seperti es yang melebur menjadi air, bisa menghangatkan suasana seperti proses pembakaran pada insinerator, bisa bikin suasana rame dan ribut layaknya mesin tambal ban berbunyi, serta kejenakaan lainnya untuk membuat senyum dan tawa bagi orang sekitar.

Nah jika kalian punya pacar anak teknik dijamin deh hari-hari kalian akan dipenuhi senyum dan gelak tawa karena kehumorisan anak teknik tersebut. Dari pada hubungan yang serius-serius terus, perlu bumbu canda dan tawa agar hubungan percintaan kalian tidak sedatar itu.

BACA JUGA: 7 Cara Belajar Efektif Solusi Bagi Para Pecinta SKS

4. Kelihatan Cuek tapi Sebenarnya Perhatian

Sumber: newlife-start.com

Mungkin bagi sebagian anak teknik sudah capek dan lelah dengan kehidupan kampusnya baik akademik maupun non-akademik. Sehingga sering kali tidak peduli dengan hal-hal lain di luar itu. Kemudian menciptakan citra bahwa anak teknik cuek. Dapat dilihat sih dari beberapa kebiasaan anak teknik seperti jarang mandi kalo kelas, atau makan seadanya, sering begadang, berpakaian ala kadarnya.

Tapi dibalik sifat cueknya tersebut anak teknik sebenarnya perhatian loh. Apalagi kalo sudah punya pacar, walau kelihatannya cuek tapi sebenarnya perhatian. Nah biasanya bentuk perhatian ini ditunjukkan secara langsung dan tanpa basa basi. Makanya terkadang anak teknik yang sedang menunjukkan perhatiannya dibilang lucu.

Misalnya saja si pacar kode laper, nah biasanya anak teknik langsung aja beliin makanan dan anterin ke kosannya. Jadi langsung bertindak tanpa nanya dulu mau makan apa, beli dimana, dan lain-lain. Ya setiap anak teknik memiliki gaya perhatiannya masing-masing, jadi cuek itu bukan berarti tidak perhatian loh kawan.

5. Tahan Banting

Sumber: medium.com

Karena ditempa dengan kehidupan yang cukup keras, maka anak teknik telah terlatih tahan banting dalam segala kondisi atau keadaan. Entah karena kondisi akademis yang sedang padat-padatnya, atau kegiatan organisasi sedang hectic.

Bagaimanapun kondisinya anak teknik bisa dibilang tahan banting untuk menjalani dan melaluinya. Walau terkadang hasilnya kurang maksimal, tapi sifat tahan banting ini yang membuat anak teknik bertahan hingga wisuda.

Begitupun di dunia percintaan, anak teknik akan lebih tahan banting dengan kondisi pacarnya. Kalo keadaan lagi marahan, kesal, salah paham, cuek-cuekan, dan lain lain, anak teknik lebih tahan banting menjalaninya. Alih-alih ikutan kesal atau marah, anak teknik akan coba bersikap lebih dewasa dan mengerti. Dengan begitu masalah tidak berkepanjangan.

Apapun yang dilakukan pacarnya mungkin anak teknik cukup menerima dan sabar hingga masalahnya mereda dengan mencari solusi bersama. Sama halnya seperti baja yang tahan banting dan kuat, begitulah gambaran anak teknik.

BACA JUGA: Yuk, Intip Warna-Warni Anak RIK dibalik Gedung Putih-nya!

6. Kemungkinan Selingkuh Kecil

Sumber: flipboard.com

Karena anak teknik lebih banyak menghabiskan waktunya di fakultas, jadi hampir seluruh kegiatannya dilakukan di fakultas teknik itu sendiri. Dengan berbagai kegiatan baik akademis maupun non-akademis sudah cukup menyita waktu dan perhatian anak teknik. Daripada memikirkan hal lain, lebih baik mengurusi kehidupan kuliah di kampus bagi anak teknik.

Jika sudah pacaran, anak teknik bisa dibilang memiliki kemungkinan selingkuh yang kecil. Karena hal-hal tadi tersebut membuat anak teknik mengurungkan niat untuk selingkuh. Sudah terlalu banyak hal yang harus dikerjakan jadi buat apa mikirin selingkuh begitu mungkin tanggapan anak teknik. Beda cerita jika selingkuhannya berasal dari teknik juga. Layaknya ikatan karbon yang kuat ketika sudah bersama, kemungkinan untuk selingkuh mencari unsur lain menjadi kecil.

7. Terbiasa Begadang

Sumber: earth.com

Karena kesibukan tugas dan organisasi biasanya mengharuskan anak teknik untuk begadang. Anak teknik hampir bisa menjadi seperti kalong yang terjaga 24 jam demi mengerjakan sesuatu, misalnya saja mengerjakan maket hingga pagi, mengerjakan deadline gambar teknik semalaman, atau persiapan mata kuliah pabrik bagi anak teknik industri yang cukup menyita waktu.

Nah hal ini bisa menjadi keuntungan apabila memiliki pacar. Kenapa begitu? Jika si pacar lagi tidak bisa tidur atau ada kerjaan anak teknik bisa menemaninya karena sudah terbiasa begadang. Jika lagi marahan atau ngambek bisa saja kan berantemnya hingga larut malam, disini keuntungan anak teknik yang sering begadang. Jadi bisa nyari solusi bareng deh.

***

Itu dia beberapa sifat yang membuat anak teknik sebagai pacar yang ciamik versi penulis. Bagi kalian yang sedang mencari pacar mungkin anak teknik bisa menjadi salah satu pilihan hehe. Tapi bagaimanapun sifat pacar kalian intinya sih saling percaya dan jaga perasaan satu sama lain menjadi kunci penting dalam sebuah hubungan.

Jadi jika kalian sudah memiliki pacar (tidak harus anak teknik) yang setia, baik, perhatian, pengertian, dan menerima kalian apa adanya. Maka pertahankan dan perjuangkan.  Jangan sampai menyesal di akhir. Terakhir silahkan tulis di kolom komentar menurut kalian kenapa anak teknik adalah pacar yang ciamik. Ditunggu!!!

BACA JUGA: 4 Teknik Jujitsu (Jurus Jitu Super) Mendapatkan Pacar di Perkuliahan

Peran Mahasiswa dalam Menghadapi “New Normal”

Ngga kerasa udah hampir 3 bulan kita #DirumahAja karena ada pandemi COVID-19 di Indonesia. Sejak pertama kali kasus COVID terungkap di Indonesia, respon masyarakat bermacam-macam. Ada yang terlalu panik, takut, khawatir tapi ada juga yang santuy aja.

Sejak awal pemberitahuan adanya PJJ (Perkuliahan Jarak Jauh), Mahasiswa rantau juga sempat dilema untuk balik ke rumah masing-masing atau tidak. PJJ pun menimbulkan banyak polemik yang bisa dirasakan mahasiswa seperti butuh banyak kuota internet, kelas online pake aplikasi video call, ujian online, bahkan sampai praktikum online.

Disamping banyaknya problematika selama #DirumahAja, kini pemerintah punya wacana baru yaitu  “New Normal” dalam menghadapi pandemi COVID-19. Apa sih “New Normal” itu? Apa saja yang perlu dipersiapkan? Apa yang bisa kita lakukan sebagai Mahasiswa dalam menjalani “New Normal”?

Pemerintah melakukan wacana New Normal sebagai salah satu strategi dalam menghadapi virus corona. Pemerintah berharap dengan diadakannya New Normal masyarakat bisa menjalani kehidupan “normal” dan berdamai dengan virus corona. Menurut Wiku Adisasmita, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19, New normal merupakan wacana pemerintah agar masyarakat bisa melakukan aktivitas normal yang disesuaikan dengan protokol kesehatan. Rencana New Normal dilaksanakan karena obat dan vaksin COVID belum dapat ditemukan sedangkan masyarakat perlu menjalani aktivitas normal dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Sumber: devops.com

Presiden Joko Widodo menyebutkan beberapa pesan dalam rapat terbatas yang membahas tentang protokol tatanan normal baru produk dan aman COVID-19. Jokowi merencanakan akan meminta puluhan ribu aparat TNI dan Polri untuk turun langsung mengawasi New Normal di 4 provinsi dan 25 kabupaten kota. Kementerian Kesehatan juga diminta untuk menyebarkan media terkait Tatanan New Normal yang sudah direncanakan secara masif. Jokowi juga merencanakan untuk melakukan New Normal secara perlahan di suatu provinsi dan menganalisa hasilnya. Jika hasilnya cukup baik, Jokowi berencana untuk mengadakan New Normal di daerah berikutnya.

Rencana New Normal juga berkaitan dengan perekonomi masyarakat Indonesia yang cukup mengalami masalah karena pandemi ini. Menurut Raden Edi Prio Prambudi selaku Staf Ahli, skema new normal bergantung pada dua hal yaitu kondisi kesehatan dan kepatuhan masyarakat untuk mematuhi aturan New Normal. Dari sisi ekonomi, New Normal diharapkan akan memulihkan ekonomi masyarakat Indonesia. Terdapat 5 Fase yang dicanangkan pemerintah untuk membuka kembali sektor industri secara perlahan lahan.

Terkait pendidikan, pemerintah telah menyusun rencana dalam pelaksanaan New Normal. Mentri Pendidikan, Nadiem Makarim menyatakan bahwa pembukaan sekolah hanya dilakukan pada zona hijau, sedangkan zona kuning dan zona merah masih menerapkan PJJ. Nadiem Makarim juga memutuskan untuk tidak merubah jadwal tahun ajaran baru 2020/2021, untuk perguruan tinggi sendiri tetap dilakukan pada bulan Agustus 2020. Kebijakan menteri pendidikan lebih condong untuk tetap menerapkan sistem PJJ sampai akhir tahun ajaran baru. Meskipun begitu, sebagai Mahasiswa, apa peran yang bisa kita lakukan untuk menghadapi New Normal? Apakah kita perlu mendukung atau menentangnya? Berikut adalah tiga peran yang bisa kita lakukan sebagai Mahasiswa :

1. Mempersiapkan diri untuk menghadapi “New Normal”

Sumber: detik.com

New normal bukan berarti sudah tidak ada virus corona dan keadaan sudah aman.  New normal bukan berarti bisa bebas nongki-nongki di mall atau di cafe. Dalam menjalani New Normal, kita harus disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Sebagai Mahasiswa, kita bisa berperan dengan memulai dari hal kecil dan mempersiapkan diri untuk menghadapi New Normal. Berikut adalah beberapa hal yang penting untuk dipersiapkan:

  1. Selalu lakukan protokol kesehatan untuk menghadapi virus corona seperti : pakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak, dan lakukan etika batuk dan bersin
  2. Selalu bawa alat-alat hygiene di dalam tas seperti: hand sanitizer, tisu dan masker
  3. Tetap jaga kesehatan dengan pola makan teratur, olahraga dan istirahat yang cukup

BACA JUGA: Lakukan Hal Sederhana Ini Ketika Kangen Kampus Selama #DiRumahAja

2. Mencontohkan protokol kesehatan yang baik dan benar

Sumber: alinea.id

Apa sih protokol kesehatan yang perlu diterapkan selama menjalani New Normal? Pertama, kita memakai masker dengan benar. Memakai masker harus menutupi bagian hidung dan mulut, hindari menyentuh masker terlalu sering, dan hindari pemakaian berulang pada masker sekali pakai. Perlu diingat bahwa bagian luar masker adalah bagian infeksius dan bagian dalam adalah area bersih, jika memakai masker kain bisa diperhatikan cara penyimpanannya dengan melipat ke arah luar.

Langkah-langkah memakai masker yang benar (sumber: bernama.com)

Kedua, cuci tangan dengan sabun dengan memperhatikan langkah-langkah cuci tangan berikut.

Langkah-langkah cuci tangan yang baik dan benar (sumber: debgroup.com)

Ketiga, terapkan etika bersin dan batuk. Tutup mulut dan hidung ketika bersin dan batuk menggunakan siku bagian dalam, bukan telapak tangan. Hal ini juga bisa dilakukan menggunakan tisu dan membuang tisu setelah dipakai ke tempat sampah. Tetap jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Terakhir, walaupun ada rencana New Normal, jika tidak ada keperluan yang mendesak atau penting usahakan tetap #DirumahAja.

BACA JUGA: New Normal Ala UI , Belajar dengan sistem Blended Learning

3. Memberikan Pemahaman dan Menyebarkan Informasi yang Valid

Sumber: portal.luwuutarakab.go.id

Mahasiswa dapat memberikan pemahaman pada masyarakat Indonesia tentang informasi valid mengenai virus corona dan New Normal. Hal ini dibutuhkan agar Masyarakat terhindar dari hoax tentang pandemi ini.

Menyebarkan informasi tentang New Normal secara masif diharapkan menjangkau masyarakat lebih luas untuk lebih memahami tentang pandemi ini. Sebagai Mahasiswa, kita bahkan bisa memulai menyebarkan informasi yang valid tentang virus corona dan New Normal lewat social media.

Penulis sendiri masih ragu dengan keberhasilan rencana New Normal ini, akan tetapi penulis berharap dengan bersama kita bisa menghadapi pandemi ini. Kita bersama menyebarkan informasi valid dan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya penyebaran virus corona dan cara mencegahnya. New Normal ini ibarat dua sisi pisau yang kalau tidak dijalankan dengan baik justru akan memperburuk kondisi masyarakat. New normal bisa saja menjadi bumerang bagi Indonesia yang menyebabkan virus corona tetap menyebar dan kasus meningkat. Oleh karena itu, kita sebagai Mahasiswa bisa turut serta membantu dengan memberikan pemahaman yang baik tentang COVID atau New Normal, bisa dimulai dari orang-orang terdekat, keluarga atau tetangga.


Sebagai Mahasiswa, kita bisa menyikapi New Normal ini dengan mendukung atau menentangnya. Menurut penulis, hal tersebut kembali lagi pada perspektif masing-masing karena New Normal punya sisi negatif dan positifnya. Akan tetapi, yang perlu ditekankan disini, terlepas mendukung atau menentangnya, Mahasiswa bisa membantu mengatasi pandemi ini dengan melakukan tiga peran yang telah disebutkan diatas. Mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, terapkan protokol pencegahan COVID.

Keberhasilan menghadapi virus corona dapat dicapai dengan kerjasama antar masyarakat dan tenaga kesehatan. Masyarakat bisa dengan disiplin menjalani protokol kesehatan dan tenaga kesehatan menangani pasien COVID yang sedang terjadi. Dengan itu, penulis berharap angka kejadian kasus dan kematian akibat virus corona akan turun secepatnya dan pandemi segera berakhir.

BACA JUGA: Problematika Kesehatan Masyarakat yang Tak Kunjung Reda

Referensi

Asmara, C. G. (2020, May 27). Apa Itu New Normal & Bagaimana Protokolnya Menurut Jokowi? CNBC Lifestyle. Retrieved from https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20200527123623-33-161189/apa-itu-new-normal-bagaimana-protokolnya-menurut-jokowi

Fajar, W. H. (2020, May 31). Mengenal Konsep New Normal. Portal Informasi Indonesia. Retrieved from https://indonesia.go.id/ragam/komoditas/ekonomi/mengenal-konsep-new-normal

CNN Indonesia. (2020, May 28). Nadiem Akan Umumkan Pembukaan Sekolah, Mayoritas Masih PJJ. Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200528170031-20-507719/nadiem-akan-umumkan-pembukaan-sekolah-mayoritas-masih-pjj

Belajar Saham dan Reksadana Sedari Mahasiswa, Memang Beda Keduanya Apa?

Mahasiswa Harus Tau Perbedaan Antara Saham dan Reksadana! Apa perbedaan saham dengan reksadana? Tentu bagi mahasiswa yang sudah sering bermain saham dan reksadana pasti tau perbedaannya :D, tapi ternyata masih ada lho beberapa orang yang belum tau perbedaannya antara saham dengan reksadana.

Reksadana dan Saham (Sumber: finansialku.com)

Teman-teman saya yang juga bermain saham banyak dari mereka yang belum tau, padahal teman saya itu cukup jago membaca peluang saham dan kemampuan teknisnya mengenai alat saham cukup hebat tetapi ternyata kemampuan dasar seperti pengertian broker, reksadana, saham dan lainnya, dia sama sekali tidak paham. Nah penting banget buat kalian untuk tau perbedaanya, jangan sampai kalian nyamain saham dengan reksadana ya, mau tau apa aja perbedaannya? Yuk simak

1. Risiko

Sumber gambar: store.steampowered.com

Tepat sekali, perbedaan yang utama antara saham dan reksadana adalah risikonya hihihi, Apa itu risiko? Saya sendiri mendefinisikan risiko dalam investasi adalah peluang kegagalan untuk mendapatkan return atau bahkan kehilangan uang kalian.

Nah untuk kalian yang bermain saham maka bisa saya katakan risiko atau peluang kehilangan uang atau kegagalan untuk mendapatkan return cukup besar. Intinya saham memiliki risiko yang lebih tinggi sementara reksadana memiliki risiko yang rendah.

Mengapa saham memiliki risiko yang tinggi?

Hal ini dikarenakan dalam bermain saham anda adalah pengelolanya artinya uang investasi anda sepenuhnya anda yang mengelolanya, entah anda ingin menjual atau membeli saham sepenuhnya berada di tangan anda. Sementara di dalam reksadana uang anda di kelola oleh manajer investasi yang berpengalaman sehingga risiko anda untuk rugi kecil.  Nah tau kan perbedaanya dalam tingkat risiko? Tapi bukan risiko doang ya :D.

2. Return

Sumber: versaclouderp.com

Return termasuk salah satu yang membedakan antara saham dan reksadana, apa itu return? Tentu saja return bukan sekedar pengembalian yang artinya balik modal tetapi keuntungan yang anda dapatkan dari penanaman dana anda.

Nah jika kalian bermain saham maka bisa saya katakan return yang anda dapatkan sangat menguntungkan dan lebih besar dibandingkan reksadana. Jadi perbedaan kedua adalah pada tingkat pengembalian atau return.

Mengapa saham memiliki return yang tinggi?

Hal ini dikarenakan dalam bermain saham anda tidak perlu membayar jasa manajer investasi atau tenaga ahli pengelola, karena dana saham anda seluruhnya yang mengelola tentu jika mendapatkan keuntungan anda tidak perlu membaginya kepada siapapun. Bedahalnya dengan reksadana, karena dalam reksadana dana investasnya dikelola oleh manajer investasi maka keuntungan dari penanaman modal anda harus dibagi dengan manajer investasi sebagai biaya pembayaran jasa. Nah jadi bagi kalian yang ingin dapat keuntungan besar lebih baik bermain saham dari pada reksadana 😀

3. Pajak

Sumber: torontosun.com

Nah ini perbedaan yang ketiga antara saham dan reksadana, yaitu pajak hihihi, pasti pajak terkadang menjengkelkan bagi para investor ya 😀 Nah jika kalian bermain saham maka baik dana dividen ataupun penjualan dari saham anda akan dikenakan pajak.

Berapa besaran pajaknya?

Pajaknya berkisar 10% dari total dividen atau dana penjualan anda. Nah kalo reksadana maka anda tidak akan dikenakan pajak. Nah itu perbedaan ketiga antara saham dan reksadana, nah pertimbangkan juga hal ini ketika kalian ingin memilih antara reksadana dan saham ya 😀

4. Besaran Investasi

Sumber: afndaily.com

Besaran Investasi termasuk hal yang membedakan antara saham dan reksadana, kalo  kalian pernah bermain saham maka pasti kalian tau minimal pembelian saham adalah satu slot, nah satu slot itu sama dengan 500 lembar (1 slot=500 lembar) sementara harga minimal dari 1 lembar itu rata-rata adalah Rp.10000, jadi minimal dana yang digunakan untuk berinvestasi di dalam saham adalah 5 juta rupiah (Rp.10000 x 500), banyak juga ya dana awal untuk investasi? Tentu saja sementara itu dana awal untuk bermain reksadana cukup murah yaitu cuma seratus ribu rupiah. Nah kalo kalian emang gak ada dana, jangan paksain main saham, main aja dulu reksadana 😀

Dear Mahasiswa Insom, Yuk Mulai Sekarang Penuhi Kebutuhan Tidurmu!

“duh, gabisa tidur nih, kepikiran tugas banyak banget”

“kerjaan organisasi banyak, deadline tugas malem ini lagi… ga tidur deh ini mah”

“udah jam 1 malem tapi belajar buat ujian belum selesai juga! Ngantuk nih..”

Kalimat itu mungkin pernah kamu dengar atau ucapkan sebagai mahasiswa yang menjalani dramatika kehidupan kampus. Tapi, perlu diketahui nih buat kamu yang suka begadang atau insomnia, kalau hal tersebut punya efek bagi tubuh. Apa aja sih efeknya dan gimana cara ngatasinnya? Yuk baca artikel ini sampe habis yaa!

Ketiduran saat belajar

Kamu Mahasiswa yang Hobi Begadang? Yuk Mulai Sekarang Penuhi Kebutuhan Tidurmu! Tidur merupakan salah satu aktivitas sehari-hari yang semua orang pasti pernah melakukannya. Aktivitas tidur sebenernya masih menyimpan banyak rahasia yang masih diteliti oleh para ilmuwan. Tidur juga merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia loh.. Hal ini sesuai dengan teori kebutuhan dasar oleh Virginia Henderson yang mengungkapkan teori 14 kebutuhan dasar manusia.

Jadi, kebutuhan istirahat dan tidur tuh ga kalah penting sama kebutuhan makan, eliminasi, oksigen dan lainnya!

Problematika dalam tidur ternyata menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan dan mempengaruhi kualitas hidup.  Sebelum salah paham, kita mesti tahu dulu nih definisi gangguan tidur. Gangguan tidur juga banyak macamnya seperti kurang tidur, gangguan pola tidur, insomnia, begadang dan lain sebagainya. Gangguan pola tidur adalah kualitas waktu tidur yang terganggu karena faktor eksternal. Insomnia merupakan gangguan tidur berkaitan dengan dalam jumlah dan kualitas tidur yang dapat mengganggu fungsi kesehatan (Herdman & Kamitsuru, 2018). Kalau Mahasiswa, bisa relate banget nih karena suka begadang buat ngambis nugas.

BACA JUGA: Hal-Hal yang Akan Ngebedain Kamu di Kehidupan Kuliah dan SMA

Tidur Mempengaruhi Kualitas Belajarmu di Masa Kuliah

Lelah belajar

Tau ga si? Ternyata tidur juga bisa mempengaruhi kualitas belajar. Menurut Walker, seorang peneliti tentang tidur menyatakan bahwa bahwa gangguan tidur dapat mengurangi tingkat fokus. Kita memerlukan tidur setelah belajar untuk menstimulasi pusat memori dalam otak untuk menyimpan memori baru tersebut.

Penelitian terbaru bahkan menunjukan bahwa tidur sebelum belajar juga diperlukan untuk mempersiapkan otak menyerap memori. Terdapat eksperimen yang melihat perbedaan antara kelompok yang dapat memenuhi kebutuhan tidur dan kelompok yang mengalami kurang tidur. Di akhir penelitian diadakan ujian untuk melihat efek kurang tidur terhadap otak dan kualitas belajar. Terdapat perbedaan sebesar 40% antara kelompok yang tidur cukup dan kelompok yang kurang tidur dalam kemampuan untuk menyerap memori. Penelitian tersebut melihat bagian otak menggunakan scan MRI dan mendapatkan kesimpulan bahwa kualitas tidur dapat mempengaruhi area hippocampus pada otak. Hippocampus adalah bagian otak yang berfungsi sebagai pusat informasi yang sangat berguna untuk menyerap memori dan menyimpannya. Akan tetapi, kelebihan atau kekurangan jam tidur juga dapat mengurangi umur seseorang.

BACA JUGA: 10 Pelajaran Hidup Yang Bisa Kalian Dapatkan Dari Bangku Kuliah

Jadi, berapa jam kebutuhan tidur yang perlu kita penuhi?

Penelitian menyatakan bahwa orang dewasa normal membutuhkan tidur selama 6-8 jam sehari. Sebagai mahasiswa, kita kadang dituntut untuk begadang untuk menyelesaikan tugas akademik atau non akademik. Akan tetapi perlu diingat juga bahwa kebutuhan tidurmu sebagai anak kuliahan sama pentingnya dengan mengejar deadline tugas. Nah,  kali ini aku bakalan kasih tiga tips biar kamu bisa memenuhi kebutuhan tidur dan tugas kuliah tetap ke handle.

1. Buat Skala Prioritas dan Jadwal Kegiatan

Pertama, kamu harus buat skala prioritas dan jadwal kegiatan. Tentukan prioritas kegiatanmu  dengan cara  membaginya menjadi empat kategori yaitu penting mendesak, ga penting tapi mendesak, penting tidak mendesak atau ga penting dan ga mendesak. Kamu juga bisa mengurutkannya berdasarkan dateline tugas dengan membuat list tugas. Setelah menentukan prioritas, buat jadwal untuk mengerjakan tugas-tugas itu, kalau perlu dibuat estimasi waktunya. Dengan melakukan hal tersebut, kegiatanmu dalam sehari jadi lebih terstruktur sehingga kamu bisa punya waktu yang cukup buat tidur.

2. Pastikan Punya Jam Tidur Sama Tiap Harinya

Ketiga, usahakan kamu punya jam tidur yang sama setiap harinya. Hal ini penting untuk membentuk pola tidur. Pola tidur berpengaruh pada sirkadian tubuh yang tentunya berdampak juga bagi tubuh dan kualitas hidup. Kalau menurutku, lebih baik tidur awal lalu bangun dini hari daripada tidur larut lalu bangun siang. Modifikasi lingkungan dan meditasi merupakan cara untuk mengatasi gangguan tidur (Bulechek, Butcher, Dochterman, & Wagner, 2013) Meditasi bisa dilakukan dengan relaksasi nafas dalam. Ritme pernapasan yang perlu dilakukan yaitu 4 detik tarik nafas, 3 detik tahan nafas dan 6 detik hembuskan nafas. Hal ini berfungsi agar tubuh menjadi rileks sehingga memudahkan untuk tidur. Cara lain juga bisa dilakukan untuk merelaksasi tubuh yaitu dengan lantunan musik klasik, pijat refleksi, aromaterapi, ruangan yang nyaman dengan cahaya redup dan suhu ruangan yang sejuk.

3. Usahakan Tetap Tidur Siang

Kedua, usahakan kamu tetap tidur siang walaupun harus begadang. Tidur siang bisa jadi cara agar kamu tetap memenuhi kebutuhan jam tidurmu dalam sehari. Dilansir dari situs National Sleep Foundation, terdapat penelitian oleh NASA yang menunjukan bahwa tidur siang selama 40 menit dapat meningkatkan kinerja sebesar 34% dan tingkat kewaspadaan 100% . Tidur siang bisa dilakukan sebelum dzuhur atau jam 12, kalau aktivitas siang kamu sangat padat, usahakan tidur siang 20 menit saja saat istirahat.

Dah ya, sekian dulu artikel kali ini. dear mahasiswa insom yang hobi begadang, perhatikan kebutuhan tidurmu ya! Jangan terlalu ngambis sampe ga tidur… Perlu diingat bahwa kesehatan tubuhmu sama pentingnya dengan tugas yang kamu kerjakan. Selamat mencoba tips yang udah kukasih ya! Semangat terus kuliahnya!😊

BACA JUGA: 7 Cara Belajar Efektif Solusi Bagi Para Pecinta SKS

Referensi

Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. (2013). Nursing interventions classification (NIC) (6th ed.). Philadelphia: Elsevier.

Herdman, T. H., & Shigemi, K. (2018). NANDA International Nursing Diagnoses :Definitions and Classification 2018-2020 (11 ed.). Canada: Marquis.

National Sleep Foundation. (2020, Juni 10). Napping. Sleep Topics. Retrieved from https://www.sleepfoundation.org/articles/napping

Walker, M. (2019). Sleep is your superpower. TED Ex Channel. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=5MuIMqhT8DM&t=915s

Percaya Atau Enggak, Meme Ternyata Bikin Kita Sehat!

Meme. Sebuah ekspresi humor yang kian mendunia. Eksistensinya dapat ditemukan di lintas negara, bahkan antara orang di negara yang satu dengan orang di negara lainnya bisa menertawakan meme yang sama. Kepopuleran dan sifatnya yang universal membuat meme menjadi fenomena internet paling langgeng, bahkan terus-menerus berevolusi sampai detik ini. Yang tadinya hanya bertujuan untuk menertawakan diri sendiri dan kehidupan sehari-hari, sekarang sudah bisa digunakan untuk mengkritik pemerintah dan dunia politik. Benar-benar hebat meme itu. Orang segaptek apapun sepertinya bisa ikut menikmati konten yang terkandung di dalamnya tanpa harus berpikir keras. Wow!

Meme memiliki bentuk yang beragam, mulai dari video (con: TikTok), screenshot dari kartun (con: Spongebob Squarepants, Upin-Ipin), sampai  ekspresi dan reaksi kocak dari orang asing (con: Gavin, Bad Luck Brian). Kalau dilihat dari segi keindahan alias estetika, jelas bahwa meme kurang bahkan tidak memiliki konsep ini sama sekali. Ya karena memang bukan itu tujuan dari meme. Meme tidak diciptakan untuk membuat orang terkagum-kagum akan palet warna yang dipilih dan metode arsir yang digunakan, atau membuat orang berkontemplasi merenungkan makna di balik setiap bentuknya. Sebaliknya, meme dihadirkan secara gamblang merefleksikan kekacauan dan serba-serbi kehidupan manusia di dunia nyata, yang pada nyatanya memang tidak sempurna.

Daya tarik yang dimiliki oleh meme adalah kegamblangan dan kemampuannya dalam merefleksikan situasi dan trend yang ada di masyarakat. Hal ini membuat orang yang melihatnya merasa terhubung dan terkoneksi dengan apa yang disampaikan oleh meme tersebut. Hasilnya, orang akan berpikir bahwa ada orang lain yang turut merasakan apa yang sedang mereka rasakan. Ketika hal itu terjadi, lebih mudah bagi orang tersebut untuk menertawakan situasi dan diri mereka sendiri.

Mengoleksi, ikut dalam komunitas, atau sekedar mengecek postingan meme di media sosial yang dirasa relateable sama kehidupan kita sambil menertawakan diri sendiri dan situasi yang ada bukan berarti kita menyedihkan dan gak punya kehidupan kok. Kegiatan ini, meskipun terlihat sederhana dan receh, ternyata memiliki banyak manfaat bagi diri kita sendiri, terutama bagi kesehatan. Gak percaya?

1. Melawan stress

Sumber: pinterest.com

Menertawakan diri kita sendiri atas kegagalan dan kesalahan yang kita lakukan dapat menurunkan tingkat stress, lewat kontrol yang kita ciptakan atas stres tersebut. Sebagai contoh, kalian gagal dalam suatu ujian. Memikirkan hal tersebut akan membuat kalian sedih dan  menyesal, kenapa sih tadi saat mengerjakan tes tidak melakukan yang terbaik? Atau misalnya, kenapa sih tidak belajar semaksimal mungkin beberapa hari sebelumnya. Pikiran-pikiran ini akan terus menerus muncul dan sulit untuk dihentikan. Akibatnya, hal sesederhana ini justru malah menurunkan kondisi imun dan berdampak pada kesehatanmu. Coba jujur, setiap kali kamu melakukan hal ini, pasti setelahnya kamu akan merasakan sakit kepala atau mungkin mual. Bener gak?

BACA JUGA: 5 Hal Ini Bisa Bikin Kamu Ngerjain Skripsi Tanpa Stress

Lalu meme ini muncul di laman instagram kalian. Kalian akan mengingat kembali beberapa jam yang lalu saat kalian ada di kelas dan mengerjakan soal ujian. Hal ini terjadi pada diri kalian! Kalian mulai berpikir apakah ekspresi wajahmu saat itu sama dengan ekspresi wajah orang yang ada di meme ini. Kalian pun tertawa dan mulai merasa bahwa ternyata hal ini wajar terjadi di ujian dan kamu bukan satu-satunya orang yang mengalami hal ini. So, gak ada yang perlu dikhawatirkan kan? Kamu mulai memiliki kontrol atas ketakutanmu.

2. Tercipta Hubungan Positif

Sumber: travelpulse.com

Ah.. masa sih? Hubungan positif apa? Meme emangnya bisa?

Eitts! tahu gak, hubungan positif yang tercipta ini sebetulnya terjadi antara dirimu sendiri dan orang lain. Kok bisa? Ya bisa dong! Saat kamu terbiasa dengan konten-konten meme, kamu terbiasa mengekspresikan kebahagiaan kamu (Ya kayak senyum-senyum sendiri atau mungkin ketawa ngakak saat lagi asik scrolling instagram). Saat melakukan hal ini, tubuh kalian melepaskan hormon oxytocin, yaitu hormon yang biasanya dilepaskan saat seseorang sedang jatuh cinta (ciee). Keberadaan hormon ini bikin kamu lebih mudah bergaul dengan orang lain dan kamu jadinya gak gampang baperan. Ohiya, hormon ini juga bisa bikin kamu terhindar dari kecemasan berlebihan. Hmmm…

BACA JUGA: Ini Nih Sisi Positif dan Negatif Jualan di Kampus Dikelilingi Mahasiswa

3. Nurunin Tekanan Darah

Sumber: insider.com

Nih buat kalian yang emang punya darah tinggi! Ah masa sih, Yakali?

Gak percaya? Tahu gak, sebuah studi yang dilakukan oleh American Heart Association menyatakan bahwa sering tertawa dan menertawakan diri sendiri memiliki pengaruh sama efektifnya dengan mengurangi konsumsi garam dalam menurunkan tekanan darah. Kebayang gak, kalo kebiasaan baca dan ngumpulin meme ternyata punya efek sekeren itu buat kesehatan?

Intinya nih temen-temen, meme yang ada di media sosial kalian ternyata bukan hanya sekedar pemanis dan penghibur kalian di saat sedih, stres, bahkan traumatis. Meme menjadikan hidup kalian menjadi lebih berwarna dan juga membantu kalian untuk percaya bahwa hal buruk yang sedang kalian alami sekarang juga terjadi pada orang lain, dan hal buruk itu bukanlah apa-apa selain sekedar bumbu-bumbu kehidupan yang menjadikanmu lebih baik lagi.

BACA JUGA: Berbagai Fenomena Kemunculan Meme Tentang SIAK-NG

Sumber gambar kumpulan meme: a brief history of meme

Mahasiswa UI Harusnya Anti Rokok. Ini Alasannya!

Siapa yang masih suka merokok? Kalau aku pribadi sih ga suka banget sama asap rokok. Paling benci deh kalau ada yang ngerokok jarak semeter sama aku. Alasannya ya karena asap rokok tuh ga hanya bau tapi juga berbahaya. Terus yang paling ngeselin lagi aku ga berani negor langsung orang yang ngerokok di deket aku, ga enakan gitu deh. Tapi serba salah juga soalnya mengganggu sih, jadi ujung-ujungnya paling aku berusaha untuk pergi atau ga kode-kode. Nah, untuk itu aku buat tulisan ini berdasarkan kegelisahanku tentang rokok.

Realita Perokok di Indonesia

Pembahasan tentang rokok yang membahayakan kesehatan pasti ga asing lagi bagi masyarakat. Banyak promosi kesehatan yang menargetkan perokok aktif untuk menghentikan kebiasaan merokok dengan berbagai cara. Poster-poster tentang bahaya merokok, tips berhenti merokok dan semacamnya, apalagi tanggal 31 Mei kemarin baru saja memperingati hari tanpa tembakau sedunia. Tapi yang membuatku bingung adalah perokok aktif tetep aja banyak. Menurut Kemenkes RI (2019), terdapat lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok dan menempati peringkat satu untuk jumlah perokok laki-laki di dunia. Jumlah perokok bahkan meningkat 240% dalam satu dekade terakhir yang sebagian besar adalah remaja (Dwianto, 2020). Duh! Miris banget ya..

BACA JUGA: Isu Kenaikan Harga Rokok Rp50 Ribu Per Bungkus ini Ternyata Kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Loh!

Merokok Membuatmu Rentan Menderita COVID-19

Seperti yang kita tau kalau rokok itu membahayakan kesehatan tapi sebenernya merokok tuh bahayanya ga cuman bagi kesehatan. Di sini aku coba bahas tiga dampak rokok yaitu bagi kesehatan, lingkungan dan ekonomi. Pertama, dari segi kesehatan. Merokok mengandung tiga komponen utama yaitu tar, karbon monoksida dan nikotin. Kandungan tersebut bisa membahayakan kesehatan terutama sistem pernapasan. Nah, apalagi sekarang tuh lagi ada pandemi virus corona yang menyerang sistem pernapasan juga. Hal ini meningkatkan risiko kematian bagi perokok yang terkena virus corona.

Bayangin aja, paru-paru yang sudah rusak karena kebiasaan merokok terpapar virus corona juga yang sama-sama melemahkan fungsi paru. Pertukaran oksigen antara alveolus dan darah jadi lebih susah karena terhambat oleh plak dari tar belum lagi oleh sekret yang dihasilkan karena infeksi virus corona. Hal ini membuat perokok jadi sesak napas dan mengalami PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik). Rokok yang terpapar virus corona juga bisa menjadi media penyebaran virus. Batang rokok yang dikonsumsi bergantian dengan orang yang menderita COVID-19 juga menjadi celah penyebaran virus (WHO, 2020). Selain itu, Merokok merupakan faktor risiko yang meningkatkan berbagai kanker seperti kanker mulut, kanker paru dan lain sebagainya. Merokok juga berbahaya bagi reproduksi yang menyebabkan impotensi dan membahayakan janin. Banyak banget deh dampak negatif dari merokok!

BACA JUGA: Strategi Optimisme dan Pesimisme Sebagai Upaya Penanganan COVID-19

Merokok: Racun bagi Lingkungan 

Kedua, merokok berbahaya bagi lingkungan. Merokok itu menurutku tindakan egois karena bukan hanya membahayakan diri sendiri tapi juga orang di sekitarnya bahkan lingkungan. Zat karbon monoksida yang terkandung dalam rokok dapat menipiskan lapisan ozon. Asap rokok juga bisa terperangkap dalam udara selama kurang lebih 3 jam. Nah, bahayanya lagi ternyata perokok yang sudah terinfeksi virus corona bisa menyebarkan virus tersebut melalui droplet yang terkandung dalam asap rokok yang dihembuskannya dalam jarak satu meter (Gipty, 2020). Duh! Bahaya banget kan untuk perokok pasif. Jadi, kalau kalian masih merokok setidaknya kalau tidak bisa berhenti jangan merokok ditempat umum ya!

BACA JUGA: Cara Menghukum Perokok di Lingkungan Universitas Indonesia

Bahaya Merokok dari Segi Ekonomi 

Nah yang terakhir bahaya rokok bagi ekonomi. Loh kenapa? Bukannya rokok salah satu penyumbang pajak terbesar untuk negara? Iya sih, tapi rokok tuh berbahaya bagi dompet perokok. Rokok menjadi penyumbang faktor kemiskinan di Indonesia sampai rata-rata 10% per tahun 2017. Meski sempat turun pada bulan September 2017, hal ini diduga karena banyak perokok muda yang beralih dari rokok ke vape (Purnamasari, 2018). Bayangin aja, kalau misalnya perokoknya itu kepala keluarga, uang yang bisa dipakai untuk beli makanan bergizi buat anaknya malah dibuat beli rokok. Nanti kalau anaknya ga terpenuhi gizinya timbul lagi masalah stunting. Btw, stunting tuh bukan cebol atau kerdil ya, beda! Oke, itu out of topic tapi nanti kapan-kapan dibahas deh!

Banyak banget kan bahaya merokok. Untuk kamu perokok yang membaca ini, cepet-cepet berhenti merokok ya…Mulai detik ini! aku tau kalau udah kebiasaan tuh susah diberhentiin apalagi rokok punya zat adiktif yaitu nikotin. Oh ya, rokok elektrik juga sama bahayanya ya sama rokok konvensional, jadi ga boleh nge-vape juga! Aku sebagai orang yang berisiko jadi perokok pasif berharap perokok aktif bisa tobat dan berhenti konsumsi benda yang satu ini. Soalnya, rokok tuh benda kecil yang mematikan! Sebagai Mahasiswa UI yang cerdas lagi budiman, kita sebagai agent of chage harusnya anti sama rokok. Kenapa? karena Mahasiswa UI seharusnya lebih tahu dalam kalau merokok tuh emang ga sehat.

BACA JUGA: Pro Kontra RUU Pertembakauan, Nih Alasan Kenapa Rokok itu nggak Menyejahterakan!

Artikel ini ditulis dalam rangka merayakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) pada tanggal 31 Mei.

Daftar Pustaka

Dwianto, A. R. (2020, Februari 13). Jumlah Perokok Pemula di Indonesia Naik 240 Persen! Ini Penyebabnya. Diakses dari https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4898429/jumlah-perokok-pemula-di-indonesia-naik-240-persen-ini-penyebabnya

Gipty, M. (2020, April 24). Dokter IDI Jelaskan Asap Rokok Bisa Memungkinkan Penularan Virus Corona: Bisa Jadi Sumber. p. 1. Diakses dari https://papua.tribunnews.com/2020/04/14/dokter-idi-jelaskan-asap-rokok-bisa-memungkinkan-penuralan-virus-corona-bisa-jadi-sumber

Kementerian Kesehatan RI. (2019, Juli 11). HTTS 2019: Jangan Biarkan Rokok Merenggut Napas Kita. Diakses dari https://www.kemkes.go.id/article/view/19071100001/htts-2019-jangan-biarkan-rokok-merenggut-napas-kita.html

WHO (2020). Q&A on Smoking and Covid-19: Are smokers and Tobacco Users at Higher Risk of Covid-19 Infection? Diakses dari https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-on-smoking-and-covid-19

Purnamasari, D. (2018, April 3). Perokok Indonesia Semakin Muda. Diakses dari https://tirto.id/perokok-indonesia-semakin-muda-cG73

Meditasi Mindfulness: Pertolongan Pertama Dalam Mengatasi Kecemasan

Kecemasan. Suatu reaksi psikologis (dan juga fisiologis) yang munculnya berbeda-beda di tiap individu. Ada yang hanya sekedar merasa jantungnya berdetak lebih kencang, atau mungkin ada yang merasa telapak tangannya tiba-tiba berair dan perutnya mual. Dalam kasus yang lebih parah, kecemasan dapat menyebabkan seseorang merasa seperti  tubuhnya seperti digoncangkan dan nyawanya terlepas dari tubuhnya, diikuti dengan hilangnya kesadaran dalam waktu beberapa menit.

Kecemasan adalah sesuatu yang normal, jika hanya terjadi dalam waktu yang singkat. Beda ceritanya ketika kecemasan itu muncul tanpa sebab dan berlangsung selama berbulan-bulan. Kecemasan yang berlebihan tersebut umumnya menggaggu fungsi kehidupan seseorang, dan memerlukan pengobatan. Fisiologis seseorang juga bisa terpengaruh karena gangguan kecemasan, misalnya seperti munculnya gangguan sistem percernaan, gangguan pernapasan, kelelahan terus menerus, bahkan sampai ke gangguan otot dan fungsi motorik lainnya.

Meditasi mindfulness

Meditasi mindfulness bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia psikoterapi, dan telah terbukti mampu menangani gangguan kecemasan apabila dilakukan secara rutin. Mindfulness sendiri memiliki arti berupa tindakan melatih diri untuk terus berkonsentrasi dan bisa juga diartikan sebagai bentuk praktik mempertahankan atensi  untuk tetap berada dalam keadaan sadar. Meskipun terdengar simple, mindfulness sendiri tidak mudah untuk diterapkan sehari-hari, terlebih lagi di jaman sekarang dengan adanya kemajuan gadget. Keberadaan gadget, misalnya saja handphone, adalah rintangan terbesar bagi mereka yang ingin tetap mindful dalam menjalankan rutinitasnya. Coba jujur, sudah berapa kali kalian hampir terjatuh karena keasikan membalas pesan di handphone kalian saat kalian sedang berjalan? Atau mungkin, sudah berapa kali teman dan pasangan kalian complain karena kalian selalu tidak nyambung untuk diajak bicara ketika sedang membuka media sosial?

Menciptakan momen yang mindful bisa kalian mulai dimana saja. Ketika kalian sedang duduk sendiri di KRL, di kelas, di suatu restoran, di perpustakaan, dan lain-lain, kalian bisa berhenti menggunakan handphone kalian dan mencoba untuk memfokuskan diri pada situasi di sekitar kalian. Pada awalnya, kalian akan merasakan kecemasan luar biasa. Beragam pikiran aneh akan menghampiri kalian, seperti “Bagaimana kalau saya terlihat seperti tidak memiliki teman” atau mungkin perasaan ketakutan akan adanya orang-orang yang akan berbuat jahat pada kalian, dan masih banyak lagi. Nikmati saja. Semakin sering kalian melakukan hal ini, kecemasan tanpa sebab yang biasa muncul ketika kalian sedang tidak membuka handphone kalian akan perlahan berkurang.

Efek Positif Mindfulness

Percaya atau tidak, sejumlah penelitian menemukan efek yang sangat positif dari mindfulness pada otak manusia, terutama saat berhubungan dalam upaya mengatasi kecemasan. Yang pertama yaitu, mindfulness dapat meningkatkan fungsi dari frontal cortex, yaitu bagian dari otak yang bertugas melakukan fungsi eksekutif. Dengan kata lain, mindfulness membuat kita menjadi lebih rasional dalam mengambil keputusan dan dalam membuat perencanaan. Selain memengaruhi frontal cortex, mindfulness juga ditemukan memengaruhi bagian otak lainnya, yaitu amygdala. Amygdala adalah bagian otak yang berperan dalam meregulasi emosi. Ketika kita semakin rutin mempraktikan mindfulness, tubuh kita akan merespon lebih baik pada berbagai situasi yang membuat kita stres. Respon lebih baik ini misalnya dengan meningkatkan kemampuan kita untuk dapat menenangkan diri kita sendiri dalam kondisi kritis atau mungkin dengan memunculkan kekuatan baru dari dalam diri kita untuk mengatasi kejadian yang traumatis.

BACA JUGA: 5 Cara Biar Tidur di Kosan Senyaman Tidur di Hotel

Nah, melihat banyaknya manfaat yang bisa dipetik dari mindfulness terutama dalam mengatasi kecemasan, kamu mungkin ingin tahu lebih lanjut ldan mendalam lagi mengenai hal ini . Jika kamu tertarik untuk mencoba, melakukan meditasi mindfulness di rumah bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam meditasi mindfulness yang bisa kamu ikuti, silahkan mencoba!

1. Siapkan waktu luang yang cukup dan tempat yang nyaman

Siapkan waktu luang dalam setiap harinya untuk melakukan meditasi. Jangan lupa juga tempat yang sunyi untuk melakukan meditasi, bisa di kamar, di taman, dan ruangan lainnya yang aman dari beragam gangguan.

2. Siapkan timer

Meditasi akan berlangsung selama 15 – 40 menit.

3. Temukan posisi duduk yang nyaman.

Saat melakukan meditasi, kamu harus duduk bersila di bawah tanpa menggunakan kursi. Oleh karena itu, diharapkan kamu dapat menemukan posisi duduk yang nyaman dalam beberapa menit ke depan.

4. Periksa postur tubuh kita

Duduk dengan tegak, tangan dalam keadaan yang nyaman, leher lurus dan dagu agak sedikit ditekuk ke dalam. Istirahatkan lidah di langit-langit rongga mulut. Tutup mata.

5. Tarik napas dalam-dalam.

Menarik napas dalam-dalam membantu tubuh untuk menjadi lebih rileks dan juga sebagai bukti dari kehadiran kita dalam ruang dan waktu.

6. Pusatkan perhatian pada napasmu.

Fokus pada bagian tubuh di mana proses bernapas terasa sangat menonjol, entah itu lubang hidung, diafragma, atau tenggorokan. Jangan sampai fokus teralihkan.

7. Ulang langkah kelima dan keenam.

Selama meditasi berlangsung, pikiranmu akan mencoba untuk berkelana ke berbagai tempat. Tidak apa-apa. Cepatlah menyadari dan kembalikan fokus dari perhatianmu.

8. Berbaik hatilah pada dirimu sendiri

Jika selama meditasi berlangsung kamu tidak dapat menjaga fokus, atau malah kamu tertidur, biarkanlah. Apalagi jika meditasi masih menjadi sesuatu yang baru bagi dirimu.

9. Siapkan dirimu

Ketika waktu selesai, tetap tutup matamu sampai kamu merasa benar-benar siap untuk membuka mata. Jangan lupa bersyukur. Ulangi praktik ini secara rutin untuk hasil yang lebih maksimal.

BACA JUGA: Momen-momen ‘Surga’ yang Dirindukan Oleh Mahasiswa

Halo Effect dan Alasan Kenapa Kesan Pertama Itu Penting Banget

“Don’t judge a book by its cover” pasti adalah salah satu kutipan yang sering banget kita denger sejak kita kecil. Kita bisa menemukan kutipan ini di dalam film, buku cerita, buku pelajaran, atau bahkan keluar dari mulut orangtua kita. Dari kutipan ini, kita diajarkan untuk menghargai semua orang tanpa melihat penampilan luar mereka. Oh ya, bukan hanya pada manusia. Kutipan ini juga berlaku pada semuanya, dan bertujuan untuk mengajarkan kita agar tidak terlalu cepat dalam memberikan penilaian, sebelum benar-benar mengenal dan memahami apa yang kita nilai tersebut.

Tapi, apakah semesta pada kenyataannya berfungsi seperti itu?

Apa yang paling pertama kalian perhatikan saat bertemu dengan orang yang baru kalian kenal? Jujur saja, pasti kalian akan memperhatikan penampilan orang tersebut. Bagaimana cara mereka berpakaian, berbicara, berjalan, apakah mereka merokok atau tidak, bentuk wajah mereka, dan masih banyak lagi.

Lewat pertemuan pertama ini, opini mengenai orang yang diobservasi mulai terbentuk, meskipun diri kita sendiri paham bahwa hal ini tidak boleh dilakukan. Coba kalian ingat-ingat, pernahkan kalian dalam situasi krisis, misalnya saat dompet kalian hilang, meminta pertolongan pada orang asing karena menurut kalian orang tersebut mau menolong kalian? Entah karena menurut kalian orang asing itu terkesan ramah atau memiliki kemampuan dan kapasitas untuk menolong kalian.

Atau mungkin sebagai mahasiswa, saat kalian sedang memilih kelas di suatu mata kuliah, pernahkah kalian memutuskan untuk lebih memilih suatu dosen dibandingkan dosen lainnya hanya karena menurut kalian dosen tersebut lebih baik wajahnya dibandingkan dosen yang satunya? Padahal, kalian sendiri belum pernah merasakan diajar oleh keduanya. Mengapa kalian bisa begitu yakin terhadap penilaian kalian tersebut?

Itulah Halo Effect!

Kesan pertama seolah-olah menjadi sangat penting karena adanya halo effect. Yap, halo effect adalah sebuah fenomena psikologis yang berbentuk bias kognitif, di mana penilaian awal terhadap seseorang malah menjadi penilaian final bagi orang tersebut.

Sumber: inc.com

Sebagai contoh seorang mantan napi yang baru saja keluar dari penjara dan harus kembali hidup berdampingan dengan masyarakat. Mantan napi tersebut adalah subjek yang paling rentan terhadap halo effect, karena kesan pertama masyarakat sekitar terhadap statusnya tersebut. Dan pada suatu hari, terjadi tindakan kriminalitas di lingkungan tersebut. Mantan napi tersebut pasti menjadi orang yang paling pertama dicurigai karena masyarakat sekitar telah dipengaruhi oleh halo effect dari status mantan napi yang dimilikinya, meskipun belum tentu dialah pelakunya. Lebih parah lagi, bisa-bisa ada saja yang memanfaatkan halo effect ini untuk menjatuhkan orang yang tidak disukainya. Seperti lewat fitnah dan main hakim sendiri.

Jadi, apa yang menyebabkan halo effect ini muncul?

Halo effect muncul karena otak kita telah menyimpan banyak informasi yang kita temui di sepanjang hidup kita. Informasi yang diperoleh tersebut tidak hanya informasi yang berinteraksi langsung dengan kita, tapi juga informasi yang kita temui di koran, televisi, atau cerita dari orang lain. Nah, otak kita akan mendaur ulang informasi yang sudah tersimpan itu setiap kali kita menemui informasi lainnya yang serupa.

Untuk lebih mudahnya, bayangkan saja ketika kita mendengar cerita teman kita tentang perampok di dekat rumahnya yang memiliki ciri-ciri tatto di bagian lengannya. Karena cerita dari temanmu itu, kamu mulai mencurigai semua orang yang memiliki tatto di bagian lengannya, bahkan kamu cenderung menghindarinya. Dalam hal ini, kamu telah melakukan penilaian akhir pada semua orang yang memiliki tatto di bagian lengan sebagai pelaku perampokan. Padahal, baik kamu dan temanmu itu bukan hanya belum pernah melihat secara langsung perampok itu, kalian berdua bahkan tidak mengetahui bentuk dari tatto si pelaku.

Distorsi Perspesi Manusia

Berdasarkan ilustasi di atas, kalian dapat menarik kesimpulan bahwa halo effect dapat mendistorsi persepsi manusia. Untuk menghindari diri kita menjadi korban dari halo effect ini, penting bagi kita untuk membangun kesan pertama yang baik di berbagai kesempatan. Sebagai contoh misalnya saat kita sedang melakukan wawancara pekerjaan. Usahakan untuk datang lebih awal dengan pakaian yang rapih dan tidak menonjol (seperti warna yang terlalu terang atau corak yang terlalu ramai). Hindari perhiasan yang berlebihan. Jangan menyela atau berbicara yang dibuat-buat. Dan yang terpenting, selalu tersenyum dan jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih terhadap pewawancara. Langkah terakhir ini adalah penentu paling berpengaruh jika kalian ingin menciptakan halo effect yang baik untuk diri kalian.

Sumber gambar header Halo Effect: Pinterest, photo by Gorand Strand

7 Tanda Kamu Ada Dalam Toxic Relationship Dan Alasan Kenapa Kamu Harus Mengakhirinya

Apakah kamu sekarang sedang menjalani hubungan romantis dengan seseorang? Bagaimana kamu menjelaskan hubungan tersebut? Apakah pasanganmu ini adalah pasangan yang baik ? Kapan kamu mulai merasa bahwa si dia adalah orang yang tepat? Seberapa yakin kamu mengenai sehat atau tidaknya hubunganmu tersebut?

Dalam kenyataannya, kita bisa saja berpacaran dengan seorang bangsawan paling rupawan di dunia ini yang terkenal akan kekayaannya yang melimpah tersebar di tujuh benua, dimanjakan dengan kata-kata manis dan segala macam harta benda, namun sayangnya kita tetap merasakan kesedihan dan kehampaan sehingga kita tidak tahan untuk segera mengakhirinya hubungan tersebut.

Sumber: divorcedgirlsmiling.com

Atau mungkin sebaliknya, kita  memiliki seorang sederhana berpenghasilan pas-pasan sebagai pasangan hidup namun masih bisa mengecap indahnya hubungan romantis sambil menertawakan segala keterbatasan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Semua perbedaan itu muncul tergantung dari kualitas hubungan yang kamu jalani saat ini, dan kamu bisa mengetahuinya lewat jawabanmu atas pertanyaan-pertanyaan di atas.

Hubungan yang sehat tidak hanya nyaman untuk dijalani, namun juga membantu kita untuk tumbuh berkembang secara psikologis. Ketika kita menyadarinya, hubungan yang sehat akan terlihat sangat jelas di depan mata kita. Mereka yang memilikinya adalah pasangan yang saling menghargai dan berterimakasih satu sama lain. Mereka juga tidak malu dalam mengekspresikan hal tersebut, sesederhana mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan pasangan. Dalam persepsi masing-masing pihak, mereka lebih sering melihat kualitas positif dari pasangannya dibandingkan yang negatif.

Hubungan romantis yang sehat tidak hanya sekedar mencangkup yang manis-manis aja. Seseorang yang berada dalam hubungan yang sehat tetap bisa menyatakan ketidaksukaannya dan menyampaikan kritik terhadap apa yang dilakukan pasangannya. Bedanya, hal tersebut tidak dinyatakan dalam sesuatu yang menjatuhkan, bersifat penolakan, apalagi menyerang secara verbal maupun fisik. Pasangan dalam hubungan yang sehat akan menggunakan cara yang lebih positif, seperti berdiskusi dan bertukar pikiran untuk menyelesaikan masalah yang sedang dialami.

Cukup mengenai hubungan yang sehat, fokus dalam tulisan ini adalah membahas lebih dalam lagi mengenai hubungan yang sifatnya toxic, alias tidak sehat. Sebenarnya, banyak sekali definisi dari hubungan yang tidak sehat, dan pada artikel ini, penulis akan menuliskan tanda-tandanya sehingga pembaca akan lebih mudah untuk megidentifikasi dan mengatasinya.

BACA JUGA: 5 Kisah Klasik Cinta Beda Agama: Nyatanya Tuhan Memang Satu, Kita Saja Yang Tak Sama

1. Berawal dari rasa takut akan mengecewakan pasangan yang terjadi secara terus menerus.

Sumber: findastrologysolution.com

Secara tidak sadar, diri kita mulai membatasi berbagai hal yang dulu kita sukai karena kita takut pasangan kita tidak menyetujui apa yang kita lakukan. Banyak dari mereka yang mengaku rela berubah secara drastis karena rasa takut ini, dan perubahan yang dilakukan bukanlah karena kemauan dari si subyeknya sendiri, melainkan karena adanya paksaan dan tekanan secara terus menerus.

2. Perubahan mood dratis yang tiba-tiba dari si dia, membuatmu bingung.

Sumber: violetshort.com

Masih berhubungan dengan nomor satu, saat kamu berada dalam hubungan yang tidak sehat dan pasanganmu mulai menuntutmu untuk melakukan banyak perubahan agar sesuai dengan apa yang Ia mau, ada saatnya kamu menolak untuk melakukan hal tersebut. Pada saat kamu menolak, kamu bisa melihat secara langsung reaksi yang ditunjukan oleh pasanganmu tersebut. Ia bisa saja langsung membentakmu dan menyuruhmu pergi meskipun sebelumnya Ia memujimu habis-habisan. Hal ini benar-benar sangat membingungkan.

3. Kebohongan yang kronis.

Sumber: motivasyonatolyesi.com

Apakah sudah berkali-kali pasanganmu tidak jujur padamu? Bukan hanya mengenai hal-hal terkait hubunganmu dengannya, namun juga mengenai masalah lainnya seperti pekerjaan, kondisi finansial, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika kamu mulai merasa bahwa pasanganmu banyak menutup-nutupi sesuatu darimu, mungkin ini adalah saatnya kamu untuk meluruskan hubungan yang telah kamu jalin ini.

4. Gaslighting

Sumber: eopcn.ca

Dalam artikel sebelumnya, penulis telah membahas apa itu gaslighting dan bahayanya bagi kesehatan mental seorang individu. Nah, Di sebuah hubungan yang sifatnya tidak sehat, gaslighting adalah makanan sehari-hari. Si dia akan berkali-kali memanipulasi perasaanmu sehingga kamu mulai meragukan kebenaran dari pikiran dan penilaianmu sendiri. Tidak jarang, kata-kata yang sering mereka gunakan bentuknya: “Ah, kamu yang terlalu sensitif”, “Tolong jangan membesar-besarkan masalah, kamu sudah dewasa” atau “Kamu mungkin sedang berhalusinasi, coba deh, mana mungkin aku seperti itu”.

5. Pembatasan sosial

Sumber: belief.net

Pasanganmu mulai meminta password dari semua media sosialmu supaya Ia lebih mudah memantau siapa saja yang berteman denganmu? Atau Ia mulai memaksa untuk menemanimu kemanapun kamu pergi? well, jangan salah artikan apa yang mereka lakukan ini sebagai bentuk dari kasih sayang. Mereka ingin terus menerus mengontrolmu dan keseharianmu. Jadi sebaiknya lekas sampaikan bahwa kamu tidak menginginkan hal ini dan memilih untuk mengakhiri hubunganmu dengannya dibandingkan harus menuruti permintaannya ini,

6. Perasaanmu terabaikan dan tidak didengarkan

Sumber: newshub.co.nz

Adakalanya pasanganmu seolah-olah tertarik dengan apa yang kamu bicarakan, tapi pada akhirnya Ia-lah yang akan mendominasi pembicaraan. Ketika kamu memiliki masalah dan ingin meluapkan perasaanmu padanya, Ia kan cepat-cepat mengatribusikan permasalahan tersebut dengan permasalahan yang juga Ia miliki. Kamu akan selalu dipaksa untuk mendengar, tanpa diberi kesempatan untuk bercerita.

7. Lelah emosional

Sumber: dreamstime.com

Akhirnya, setelah melewati hal-hal yang penulis sebutkan di atas, kami mulai kelelahan menanggapi pasanganmu. Kamu lebih suka ketika Ia tidak membalas pesan atau tidak menemuimu. Dan juga sebaliknya, kamu akan merasakan ketakutan tidak wajar ketika melihat namanya muncul di layar handphone- mu. Kamu lalu menciptakan sejuta alasan untuk mencegahnya menemuimu, dan kamu mulai berpikir apakah hubungan seperti ini masih pantas untuk dijalani atau tidak. Kamu sudah lelah secara emosional.

***

Hubungan tidak sehat yang tidak segera diakhiri akan membunuhmu secara perlahan-lahan. Sadar atau tidak, hubungan yang kamu jalani ini akan memicu perubahan hormon dalam tubuhmu. Bagian otak yang berperan dalam menjaga keseimbangan hormon manusia, yaitu hipotalamus, adalah bagian yang juga paling bereaksi terhadap stres. Pelepasasn hormon kortisol akibat stres akan berpengaruh pada mood dan fungsi tubuh kita sehari-hari.

Dampak fisiologis yang paling dapat dirasakan biasanya berupa peningkatan gula darah dan detak jantung yang signifikan. Selain pengaruhnya pada metabolisme kardio, hubungan yang tidak sehat juga yang memicu perubahan hormon di dalam tubuhmu akan memengaruhi sistem reproduktif, fungsi hati dan pencernaamu.

Tentunya, kamu tidak ingin mengalami semua komplikasi yang timbul akibat hubungan tidak sehat yang kamu jalankan ini. Kamu bisa berhenti menyakiti dirimu sendiri dan meninggalkan semuanya di masa lalumu. Bukalah lembaran baru, dan mulai hubungan dengan seseorang yang bisa menyayangimu dengan tulus dan menciptakan hubungan yang sehat bagi dirimu dan juga dirinya.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Hadiah Valentine Anti-Mainstream Buat Pacar Kamu

Gaslighting: Apakah Saya Baik-Baik Saja?

Sebut saja Tita, untuk kesekian kalinya menangkap basah pacarnya, Tono, sedang menggoda perempuan lain di tempat kerja. Setelah terjadi keributan kecil, Tita menegaskan pada Tono bahwa beberapa bulan sebelumnya, tepat di depan matanya sendiri, Tita juga memergoki Tono berselingkuh dengan perempuan lain di suatu Mall di Jakarta.

Kelakuan Tono ini memang sudah melewati batas, namun rasanya Tita kebingungan sendiri setelah Tono menyangkal perselingkuhannyaa tersebut dengan menuduh Tita yang berhalusinasi. Apa yang dilihatnya beberapa bulan yang lalu bukanlah dirinya melainkan orang lain, dan apa yang dilihatnya tadi hanyalah sesuatu yang dilebih-lebihkan karena Tita sudah terbakar rasa cemburu. Tita pun melunak dan mengiyakan apa yang disampaikan Tono dan memutuskan untuk menerima bulat-bulat apa yang Ia dengar, meskipun hati nuraninya berkata lain dan merasa tidak nyaman.

Lagi-lagi, May, seorang anak perempuan yang duduk di bangku kelas 11 SMA dimarahi oleh kedua orangtuanya karena Ia tidak ingin melanjutkan les ballet yang sudah Ia tekuni sejak TK. Menurutnya, mengikuti les ballet bukanlah sesuatu yang Ia inginkan, melainkan hanya obsesi kedua orangtuanya sajaNamun orangtua May tidak bisa menerima pendapatnya dan justru mengecam setiap omongan yang keluar dari mulut May. Tidak luput juga mereka menekankan bahwa May seharusnya bersyukur memiliki kesempatan ini dan sebagai anak sudah sepantasnya bagi May untuk mengikuti kehendak mereka karena mereka adalah orangtua, dan orangtua selalu benar. Berkali-kali May menangis diam-diam karena bukan hanya harus menjalankan apa yang tidak Ia sukai, tetapi Ia juga harus mengorbankan banyak hal dalam hidupnya, termasuk masa kecilnya yang banyak terbuang karena Ia habiskan dengan mengikuti pertunjukan ballet di berbagai tempat. Sekarang, May merasakan konflik batin yang luar biasa besarnya antara keinginannya sendiri dan rasa takut akan dicap tidak patuh oleh kedua orangtuanya.


Masalah yang dialami kedua tokoh di atas memang terlihat berbeda awalnya. Tita dengan pacarnya, dan May dengan orangtuanya. Usia mereka pun terpaut cukup jauh. Dan tentunya, masih banyak lagi perbedaan latar belakang yang tidak disebutkan antara kedua tokoh dalam cerita di atas. Meskipun begitu, baik Tita dan May sebenarnya menghadapi musuh yang sama, yaitu sosok yang mereka cintai terus menerus melakukan gaslighting pada mereka .

Jadi, apa itu gaslighting?

Gaslighting adalah suatu bentuk penyiksaan psikologis yang membuat si korban merasa dicuci otaknya dan mulai meragukan perasaan yang mereka miliki. Seperti misalnya, meragukan apakah mereka baik-baik saja atau tidak. Pelaku biasanya akan mengatakan bahwa korban terlalu sensitif, berhalusinasi, atau cemburu, dan masih banyak lain kata-kata yang diucapkan pelaku gaslighting untuk membuat korban meragukan pikiran dan penilaian mereka. Setelah hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, korban akan kesulitan mengambil keputusan sendiri karena merasa tidak memiliki kemampuan untuk berpikir rasional, dan pada akhirnya menyerahkan semuanya pada pelaku.

Dalam kesehariannya memanipulasi perasaan korban, tidak jarang seorang pelaku gaslighting melontarkan komentar-komentar positif dan juga manis pada korban. Komentar-komentar inilah yang akan membuat korban merasa tidak nyaman ketika harus menyalahkan sikap pelaku, dan ujung-ujungnya membuat korban kembali meminta maaf. Siklus ini akan terjadi setiap saat dan seseorang yang terus menerus mengalaminya akan mengalami gangguan psikologis yang cukup parah. Oleh karena itu, penting bagi korban untuk dapat dengan cepat mendeteksi fenomena ini dan segera keluar dari hubungan berbahaya ini sebelum terlambat.

BACA JUGA: Saat Semuanya Tentang Mereka

Bagaimana cara menghindari dan menghentikan gaslighting?

Sumber: primaveraeditorial.com

Pertama, coba untuk selalu memerhatikan setiap kata yang keluar dari mulut pelaku.

Seorang pelaku gaslighting hanya dapat melancarkan aksinya saat korban tidak sadar dengan apa yang sedang diperbuatnya. Saat korban mulai waspada terhadap ucapan-ucapan yang berbentuk gaslighting, seperti misalnya “Ah kamu aja yang terlalu sensitif” atau “Sudah deh, kamu aja yang terlalu berlebihan“, korban bisa langsung membalas perkataan tersebut dengan menyangkalnya dan terus menegaskan bahwa pelaku selalu menggunakan pola yang sama setiap harus membela dirinya yang bersalah.

Kedua, bangun kepercayaan diri.

Seorang pelaku gaslighting hanya bisa menarget individu-individu yang sudah sering terlihat lemah dan selalu menurut dengan perkataannya. Kepercayaan diri yang ada bisa ditunjukan dengan berani mengatakan tidak dan pergi dari hadapan pelaku. Dengan begini, pelaku akan merasa kehilangan kekuatan dan kontrolnya.

Ketiga, bicarakan permasalahan ini dengan pihak ketiga yang dapat dipercaya untuk menjadi support system

Support system disini adalah seperti anggota keluarga yang lain, teman dekat, guru, atau psikolog. Mintalah dukungan kepada mereka untuk tetap bisa menghadapi pelaku dan apa langkah selanjutnya yang sebaiknya diambil oleh kedua belah pihak.

Selalu ingat bahwa dirimu adalah bos untuk dirimu sendiri dan kamu tidak perlu orang lain yang selalu merendahkanmu untuk tetap bertahan hidup. Temukan kebahagianmu sendiri dan jaga kesehatan mentalmu untuk tetap fokus akan kemunculan gaslighting-gaslighting lainnya dari pelaku-pelaku baru. Semoga sukses!

BACA JUGA: Sebelum Menyesali Hidup Kamu, Baca Dulu Tulisan Ini

Dari Matkul MPKO Voli UI, Gw Diajarin 4 Teknik Blocking Bola Voli Oleh Gebetan Gue

4 Teknik Blocking Bola Volley Yang Diajarkan Gebetan Kepada Gue di MPKO Volley. Halo maba-maba baru UI, Adakah dari kalian yang mengambil matkul MPKO Bola Voli? Mungkin gue sekedar ingin berbagi pengalaman yang gue dapatkan ketika di MPKO Bola Voli. Jujur ketika maba sebenarnya gue pengen mengambil matkul MPKO Bola Basket tetapi demi deket gebetan akhirnya gue ngambil MPKO Bola Voli padahal seumur hidup gue gak pernah main bola voli.

Akhirnya ketika pertama kali gue masuk matkul MPKO Bola Voli gue cuma bisa ngeliatin tapi untungnya ada gebetan hihihi jadi tenang dan adem rasanya, tapi gue gak mau malu di depan gebetan, akhirnya gue mulai latihan otodidak bagaimana bermain volley dan juga gue sampe nyari buku di Gramedia bagaimana bermain bola voli yang benar, teknik-tekniknya, aturan permainannya, dan posisi-posisinya.

Setelah membaca habis seluruh buku itu gue merasa sebagai pemain professional, akhirnya gue ingin langsung terjun bermain di lapangan sehingga ketika MPKO Bola Voli di minggu kedua, gue langsung mengajukan diri bermain, sayangnya gebetan yang gue incar hari itu lagi sakit sehingga gak bisa melihat gue bermain.

Bermain Bola Volley (sumber: strength-and-power-for-volleyball.com)

Ketika peluit dibunyikan dan permainan di mulai, ternyata gue sadar mengetahui teorinya tidak serta merta bisa mempraktikannya, gerakan gue sangatlah kaku sehingga terkesan tidak natural sehingga tim gue kalah. Gue ngerasa bersalah banget ke temen-temen tim voli gue, akhirnya gue minta maaf satu-persatu kepada mereka, tapi untungnya gue sadar ternyata gebetan sakit juga berkah karena gak melihat gue yang kaku dalam bermain voli hihihi.

Pulang dari MPKO Bola Voli

Pulang dari MPKO Bola Voli gue ngerasa nggak mood sehingga ketika di Asrama Mahasiswa UI gue langsung mengambil laptop dari kamar dan searching-searching tentang cerita-cerita lucu untuk mengatasi mood gue, seketika tiba-tiba dari layar laptop muncul pesan dari seseorang yang tidak pernah gue duga. Siapa dia? Yap dia adalah gebetan yang gue incar, pesannya hanya singkat yaitu

Hai, Ini Mohan ya?” kata dia.

Ya ini Mohan, dengan siapa ya ini?” bales gue (pura-pura nggak tau).

Ini gue Siska kita kan satu jurusan” bales dia.

Oh iya ya satu jurusan” bales gue.

Tadi ngapain aja di mpko volley? Gue tadi sakit“.

Oh iya gue baru sadar kalo dia tadi sakit dan gak masuk kelas mpko volley.

Oh iya lu sakit ya, gimana udah mendingan belum? Tadi sih cuma main tanding kayak biasa aja” (ternyata obrolan terus berlanjut sehingga tanpa sadar gue menceritakan permainan gue yang buruk dan gue ceritain juga sebenarnya gue masuk MPKO Bola Voli karena dia).

Gila lu ya, masuk mpko volley cuma karena pengen ngintilin gue” kata dia.

Namanya juga cinta , Umur 18 tahun mungkin terlalu cepat untuk seolah tahu soal cinta, tapi gak ada umur yang terlalu muda untuk jatuh cinta, kan?” bales gue (quotes Raditya Dika)

Idih cinta-cintaan kwwkwk, gue jadi merasa bertanggung jawab lu masuk volley karena gue kwkw, yaudah lu mau gue ajarin gak?” bales dia

Serius, mau banget lah” bales gue.

Tapi gue cuma bisa ngasih tau teknik blocking ya, karena gue kalo main volley lebih suka jadi blocker

Akhirnya gebetan gue pun memberitahukan teknik-teknik blocking yang sampai sekarang gue inget dan menurut gue sangat penting dalam melakukan blocking di dalam permainan bola volley. Mau tau apa aja yuk simak teknik-tekniknya:

1. Read Blocking

Blocking (sumber: tutorialolahraga.com)

Read blocking adalah cara membaca arah gerak bola voli sebelum melakukan block. Dalam read blocking, blocker melihat ke arah kemana tosser lawan mengarahkan tos bola voli, baru setelah itu blocker melakukan lompatan untuk memblokir bola lawan. Tujuan dari read blocking adalah agar tidak mudah tertipu oleh gerakan-gerakan dari setter atau tosser dan gerakan pemain lainnya yang mencoba mengecoh. Cara melakukan read blocking adalah jangan melakukan lompatan blocking sebelum tau pasti ke arah mana tosser mengarahkan bolanya untuk melakukan serangan. Keunggulan read blocking adalah dimana blocker tidak akan pernah tertipu oleh gerakan tosser ataupun gerakan pemain lainnya yang ingin mengelabui blocker karena blocker tidak akan melompat sebelum bola voli diarahkan oleh tosser kepada spiker. Kelamahan dari read blocking adalah terkadang tempo dalam melakukan block akan sedikit lambat dan tidak mampu mengimbangi kecepatan bola yang menuju spiker atau smasher sehingga blocking menjadi tidak sempurna.

BACA JUGA: Olimpiade UI Bakalan Tambah Asyik Kalo Ada Cabang Lomba Berikut ini!

2. Guess Blocking

Kuda-kuda Blocking (sumber: strength-and-power-for-volleyball.com)

Guess Blocking adalah teknik kesukaan saya dalam melakukan blocking. Guess Blocking adalah teknik mem-blocking bola menggunakan intuisi dan logika ataupun tebakan. Seorang Guess Blocker akan melakukan tebakan ke arah mana bola voli akan di arahkan untuk melakukan serangan oleh tosser lawan. Tujuan dari guess blocking adalah agar dapat mengimbangi kecepatan bola voli yang diarahkan oleh tosser untuk melakukan penyerangan sehingga gerakan blocking menjadi sempurna. Tetapi kelemahannya adalah terkadang tebakan dari blocker yang melakukan guess blocking salah sehingga lompat lebih awal ataupun salah lompat sehingga berusaha memblok pemain yang sebenarnya tidak akan melakukan smash.

Guess blocking sebenarnya digunakan untuk mencetak angka dari blocking dibandingkan dengan read blocking karena dapat mengimbangi kecepatan bola. Untuk melakukan guess blocking secara gampang maka anda hanya perlu mencari tau siapa yang memegang posisi spiker atau ace di tim lawan dan anda hanya perlu terus memperhatikan dia dan melakukan lompatan block setiap dia mendapatkan bola dari tosser.

BACA JUGA: Perhatikan Hal-hal Ini Sebelum Kamu Turun Jadi Supporter di Olimpiade UI

3. Soft Blocking

Posisi tangan Soft Blocking seperti memegang piring (sumber: volleyball-life.com)

Soft Blocking adalah teknik blocking yang digunakan oleh blocker untuk memperlambat kecepatan smash lawan. Soft blocking tidak benar-benar ditunjukkan untuk mencetak angka dengan mem-block melainkan hanya memperhalus ataupun memperlambat gerakan bola dari smash lawan sehingga mudah di terima oleh tim dan dapat melakukan serangan balik. Soft blocking dilakukan dengan cara membentuk tangan seperti ketika memegang piring dan mengarahkannya diatas kepala ketika melompat. Dengan soft blocking kecepatan bola smash dari lawan menjadi berkurang sehingga mudah dikembalikan. Biasanya soft blocking dipadukan dengan read blocking hal ini dikarenakan kelemahan read blocking yaitu tempo dalam melakukan block sedikit terlambat dibandingkan dengan kecepatan bola sehingga block menjadi tidak sempurna maka dari itu lebih baik block dari read blocking di tunjukkan sekedar untuk memperlambat kecepatan bola smash dari lawan.

BACA JUGA: Missleading Pengelolaan Industri Sepakbola Indonesia

4. Hard Blocking

Posisi tangan ketika melakukan Hard Blocking (sumber: wikihow.com)

Hard Blocking adalah blocking yang digunakan oleh blocker untuk mencetak angka dengan mengarahkan tangan ke atas depan ketika melompat atau berlawanan arah dengan soft blocking. Hard blocking dimaksudkan untuk mencetak angka dan menggagalkan serangan smash lawan terutama dari spiker. Kesalahan orang melakukan hard block adalah ketika melakukan block dan mengarahkan tangannya ke atas padahal seharusnya mengarahkan tangan ke atas depan. Hard blocking biasanya dipadukan dengan guess blocking. Hal ini dikarenakan keunggulan dari guess blocking yaitu ketepatan waktu dalam mengimbangi kecepatan bola yang di tos oleh tosser kepada spiker sehingga dengan hard blocking menjadi block yang sempurna untuk mencetak angka.

BACA JUGA: 8 Jenis Olahraga Yang Asik Dilakukan Pagi Hari di UI

Sumber gambar header: Twitter UKM Bola Voli UI

Travel Jadi Turis Sehari di Jakarta? Jangan Lupa Bawa Barang Ini

Jakarta sebagai ibu kota negara republik Indonesia, selalu mampu menarik perhatian khalayak masyarakat, hampir setiap bulan tempat-tempat baru bermunculan dan menyita perhatian publik, mulai dari tempat-tempat yang ciamik untuk dijadikan spot foto, tempat rekreasi yang murah meriah, museum – museum yang menyimpan banyak kenangan sejarah, hingga tempat – tempat untuk melakukan wisata kuliner. Tempat- tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari dalam dan luar negeri, banyak juga penduduk lokal yang menyengaja untuk berpergian melihat tempat – tempat baru di Jakarta. Biasanya di musim liburan wisatawan di daerah Jakarta meningkat, untuk kamu yang mau menyusuri ibu kota ada baiknya kamu membawa persiapan khusus, mengingat cuaca dan polusi di ibu kota dapat terbilang sangat jahat.

1. Air Minum

Benda ini sangat wajib kamu bawa kemanapun kamu pergi demi mencegah dehidrasi tubuh, khususnya kalau kamu ingin berwisata ke beberapa tempat di Jakarta. Sudah menjadi rahasia umum bahwa cuaca dan panas terik di ibu kota sangat menyengat, kamu akan merasa lebih cepat lelah dan tubuhmu akan berkeringat lebih banyak yang berarti kehilangan cairan lebih banyak juga, maka air minum menjadi benda yang tak boleh terlewatkan.

2. Sunscreen

Sunscreen atau sunblock adalah lotion yang berfungsi untuk menghindari kulit terkena sinar UVA atau UVB yang dipancarkan oleh matahari dapat merusak kulit, tak tanggung – tanggung sinar ini dapat menyebabkan kanker kulit dan sunburn. Pastikan kamu memakai sunscreen atau sunblock sebelum keluar rumah ya, dan jangan lupa aplikasikan ulang ketika kulitmu terkena air.

BACA JUGA: Wajah Kamu Jadi Kusam dan Breakout Selama #DiRumahAja? Simak Tips ini!

3. Masker

Bukan masker kecantikan ya, tapi masker yang biasa digunakan oleh orang sakit untuk menghindari kamu dari paparan polusi kendaraan dan mencegah penularan penyakit. Ketika kamu berwisata ke ibu kota Jakarta, kamu akan bertemu banyak orang di transportasi umum atau di tempat tujuan mu, maka penggunaan masker sangat berguna, kamu bisa membelinya di minimarket.

4. Power bank atau charger

tips travelling di jakarta

Barang ini harus ada di tas kamu kalau kamu ingin pergi mengunjungi tempat wisata, selain digunakan untuk membuka aplikasi petunjuk arah, pastinya kamu ingin membagikan cerita lewat instastory atau status whatsapp kan? Semakin sering menggunakan smartphone, maka baterainya akan cepat abis pula, maka jangan lupa membawa barang ini agar kamu tetap bisa membagikan oengalamanmu ke media sosial.

5. Uang cash

Setiap kamu mengunjungi tempat wisata tertentu, akan selalu ada kebutuhan yang tidak tertuga. Uang cash perlu kamu sediakan, apalagi jika kamu belum pernah pergi ke tempat itu sebelumnya, kamu akan kesulitan untuk menemukan ATM atau bank untuk mengambil uang, jadi saran saya sediakan uang cash untuk menghindari kejadian yang tak terduga, karena belum semua tempat di Jakarta menyediakan transaksi yang berbasis online.

BACA JUGA: Tips Mengelola Keuangan Untuk Mahasiswa, Wajib Coba!

6. Obat-obatan Pribadi

Kamu perlu membawa obat-obatan pribadi jika memang butuh, siapa tau kamu memerlukannya dan tidak ada apotik atau minimarket di sana, maka sebaiknya kamu membawa barang ini dari rumah. Jika kamu mudah mengalami mabuk darat misalnya, sebaiknya sediakan obat pereda mabuk sebelum pergi.

7. Earphone

Nah kalau ini adalah barang wajib yang harus saya bawa kemanapun saya pergi, karena kita tidak tahu kapan perjalanan akan menjadi membosankan, misalnya tiba-tiba kita terjebak dalam kemacetan, maka setidaknya kamu bisa mendengarkan lagu dari smartphone tanpa membuat orang lain terganggu.

BACA JUGA: 5 Wisata Kota Kece di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Liburan

Sekiranya itu barang yang biasa saya bawa sebelum beroergian khususnya ke daerah Jakarta, karena kebutuhan setiap orang berbeda, mungkin kamu memiliki barang-barang tersendiri yang harus kamu bawa ketika pergi.

Tertarik Membuat Podcast? Kamu Bisa Siapkan Hal Ini!

bikin podcast kuy

Di postingan sebelumnya saya sudah menjelaskan sedikit mengenai sejarah podcast, nah mungkin diantara kalian ada yang tertarik dan ingin mencoba berbagi cerita lewat podcast selama di rumah aja dalam masa pembelajaran jarak jauh, bisa banget loh, daripada gabut yakan. Kamu bisa membagikan cerita kegiatan selama di rumah, tutorial atau pengalaman membuat sesuatu seperti dalgona coffee misalnya, atau mau membahas materi perkuliahan menganai apa saja yang kamu pelajari, cerita tentang jurusan kamu, sharing pengalaman kamu pergi ke suatu tempat, berbagi opini mengenai suatu kejadian, apa aja deh pokoknya, boleh banget kamu sharing lewat podcast ini. Lewat postingan ini saya bakal ngasih tau apa aja yang mesti kamu persiapkan untuk membuat sebuah podcast, diantaranya yaitu: smartphone, aplikasi anchor, dan materi yang ingin disampaikan, simple kan?

Ya, salah satu kenapa wadah podcast ini banyak digemari adalah karena proses pembuatannya dapat dibilang tergolong murah dan mudah dibandingkan dengan wadah yang lain. Jika kamu ingin membuat konten di platform Youtube, maka kamu butuh ekstra usaha untuk membuatnya, mulai dari waktu, proses pengerjaan, dan biaya. Berbeda dengan podcast ini yang bisa kamu buat kapan saja dan dimana saja.

Edit di Laptop/Komputer dan Gunakan Aplikasi Pendukung

Sebenarnya merekam audio lewat smartphone sudah cukup bagus untuk memulai sebuah podcast, tapi kalau kamu mau niat banget dalam proses pengerjaannya kamu bisa menggunakan laptop atau komputer, tetapi harus dilengkapi dengan sebuah microphone, ada juga aplikasi untuk mengedit sebuah audio yaitu Adobe Audition, nah lewat aplikasi ini kamu bisa menambah efek-efek suara jika ingin membangun suasana untuk suatu podcast, misalnya kamu mau membahas sesuatu yang horror, maka lewat Adobe Audition ini kamu bisa menambah efek suara hantu atau suara-suara mistis lainnya.

Selanjutnya yaitu aplikasi anchor, aplikasi ini merupakan ‘anak’ dari aplikasi spotify dan dapat didownload lewat App Store atau Play Store, ibaratnya anchor ini adalah aplikasi pengepul podcast yang nantinya secara automatis akan didistribusikan langsung lewat Spotify.

Lebih jelasnya Anchor merupakan startup yang menciptakan aplikasi seperti snapchat tapi dalam bentuk audio, jadi lewat aplikasi ini para pengguna bisa membagikan rekaman audio kepada para followers-nya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pihak Anchor memodifikasi aplikasinya, dan terciptalah Anchor yang sekarang, dimana para penggunanya dapat membagikan podcast dalam bentuk yang utuh, tidak hanya sebatas potongan-potongan audio saja.

BACA JUGA: Nyesel Karena Udah Beli Laptop yang Ngga Sesuai Kebutuhan Kamu?

Siapkan Tema dan Materi

Terakhir kamu perlu mempersiapkan tema dan materi untuk diangkat dalam sebuah podcast, kamu dapat membagikan cerita apa saja, yang penting penyampaian narasi kamu harus jelas, agar orang yang mendengar tidak kebingungan, maka diusahakan agar kamu mengangkat materi yang kamu kuasai betul ya. Jika kamu sudah mempersiapkan materi yang ingin dibawakan, maka kamu bisa langsung rekaman di aplikasi anchor, saya bukannya hendak berpromosi tapi aplikasi ini memang sangat mudah untuk digunakan dan sangat cocok bagi pemula yang ingin membagikan ceritanya lewat podcast audio.

Di dalam podcast kamu dapat mewawancarai atau mengundang teman yang memiliki pengalaman yang unik atau sudut pandang yang menarik mengenai suatu hal, jangan lupa kamu juga dapat menambahkan foto sebagai cover podcast buatannmu, bisa berupa foto atau sekedar tulisan atau gambar yang menggambarkan kepribadian dan isi dari podcast kamu. Podcast yang kamu buat nantinya dengan otomatis akan diunggah oleh pihak anchor ke spotify, dan kamu dapat mempromosikannya ke berbagai media sosial, selamat mencoba!

BACA JUGA: 9 Tipe Penonton Konser Musik yang Bisa Kamu Temukan di UI

Sumber header gambar podcast

8 Jenis Olahraga Yang Asik Dilakukan Pagi Hari di UI

Halo kawan-kawan semua. Bagaimana kabar karantina #dirumahaja nya? Sudah mulai bosan belum? Tolong sabar dan ditahan dulu yak keinginan untuk berkegiatan di luarnya sampai pandemi ini agak mereda. Memang sih berkegiatan di luar sangatlah menyenangkan dan seru. Apalagi kalo dilakuin bareng-bareng. Oh iya siapa di sini yang kangen olahraga pagi-pagi di luar rumah? Seru banget kan yak kalo udah bisa bebas olahraga pagi lagi di luar rumah. Trus siapa juga yang disini kangen sama UI? Pasti banyak nih. Nah kalo yang kangen olahraga pagi di UI ada gak? Wah enak sih ngebayangin pagi-pagi olahraga di UI. Secara UI luas dan memang banyak spot yang bisa digunakan untuk olahraga pagi. Disini anakui mau ngasih tau 8 jenis olahraga yang asik dilakukan pagi hari di UI. Selain sehat, olahraga pagi di UI juga menyenangkan loh. Dijamin pasti nagih dan tulisan ini bikin kalian kangen deh untuk olahraga pagi-pagi di wilayah UI. Yuk dicek.

1. Lari Pagi/Jogging

Jogging di UI di pagi hari
Sumber: jakarta.tribunnews.com

Olahraga pertama yang asik kalo dilakukan pagi-pagi di UI tidak lain dan tidak bukan yaitu lari pagi atau jogging. Lari pagi atau jogging masih menjadi primadona di kalangan manusia yang berolahraga pagi hari di sekitar wilayah kampus UI. Banyak sekali masyarakat baik dari civitas UI sendiri atau masyarakat luar UI yang suka sekali lari pagi atau jogging di wilayah UI ini. Apalagi kalo hari minggu. Bisa dibilang UI jadi berisi lautan manusia yang sedang berusaha membakar kalori dengan berlari.

Secara UI punya jalur khusus yang ramah untuk pejalan kaki, sehingga menjadi keuntungan bagi yang ingin lari pagi. Selain itu, wilayah UI yang terkenal sejuk dan asri berkat pohon-pohon hijau yang menjulang tinggi bagaikan hutan (UI memang punya hutan sih). Hal ini membuat masyarakat yang lari pagi di UI akan merasakan kesejukan dan kenyamanan.

UI juga memiliki lintasan yang cukup panjang yang biasa disebut UI lingkar dalam (inner ring road) dan UI lingkar luar (outer ring road). Nah sesuai namanya lintasan ini memiliki rute berbeda. Untuk UI lingkar dalam hanya memutari UI dengan check point Balairung dan kembali lagi ke Balairung melewati Fakultas Psikologi-Teknik-Stadion UI-MIPA-dan kembali ke Balairung. Sementara itu UI lingkar luar perbedaannya yaitu dari Balairung melewati Fakultas Psikologi-Gerbatama UI-Asrama-Jalan cinta-tembus ke Fakultas Teknik dan kembali ke rute yang sama dengan UI lingkar dalam. Lari pagi juga menjadi salah satu olahraga favorit mahasiswa, biasanya dilakukan ketika ada kelas pagi dan mereka terlambat sehingga mengharuskan mereka berlari-larian menuju kelas. Oh ya, sekedar info, kalian juga bisa lari di lintasan atletik yang ada di Stadion UI.

Di UI pun tiap tahun menyelenggarakan berbagai acara lari. Contohnya adalah BNI-UI Half Marathon yang diselenggarakan oleh ILUNI (Ikatan Alumni) UI dan Run Foriver yang diselenggarakan oleh MAPALA (Mahasiswa Pencinta Alam) UI. Acara lari tersebut menyediakan perlombaan lari dari 5 km, 10km, sampai dengan 21km. Buat para runners, tentu kini kalian sudah yakin kalo di UI adalah tempat yang sangat baik untuk berlari.

BACA JUGA: Setelah Tahu Fakta-fakta Ini, Lari di UI Bakal Jadi Hobi Baru Kamu

2. Bersepeda

berspeda di ui di pagi hari
Sumber: liputan6.com

Olahraga kedua yang asik dilakukan pagi hari di UI ini bisa memanfaatkan fasilitas UI loh yaitu bersepeda. Yap, bersepeda menjadi salah satu olahraga yang asik dilakukan pagi hari di UI. UI sudah sejak lama memiliki fasilitas peminjaman sepedanya sendiri loh. Sepeda tersebut dinamakan spekun alias sepeda kuning.

Awalnya fasilitas spekun ini diperuntukkan kepada para civitas UI. Spekun ditempatkan di beberapa halte yang ada di UI dan dijaga oleh petugas spekun. Cara meminjam spekun tersebut cukup mudah dengan menyerahkan KTM kemudian petugas spekun akan mencatat di lembar peminjaman mereka. Setelah itu taraaaa kalian sudah bisa menggunakan spekun untuk berkeliling UI.

Seiring perkembangan zaman, posisi spekun harus segera beradaptasi. Dengan kondisi spekun yang juga sudah mulai tua maka peremajaan atau pembaruan spekun diperlukan. Hingga akhirnya muncul Gowes. Suatu fasilitas umum bike-sharing yang dikembangkan UI untuk memudahkan pengunjung UI menggunakan sepeda berkeliling UI. Sistem Gowes berdasarkan aplikasi, sehingga untuk meminjam sepeda tersebut hanya perlu meng-install aplikasi Gowes.

Perkembangan zaman ini membuat eksistensi Gowes menjadi sebuah kemajuan dalam pemanfaatan sepeda di lingkungan UI. Selain sepeda, Gowes juga menawarkan peminjaman skuter. Kembali lagi pada olahraga bersepeda. Bersepeda pagi hari di UI sangat menyenangkan loh. Adanya pohon-pohon rindang di UI membuat suasana bersepeda menjadi asri. Warna hijau dari pohon-pohon tersebut juga membuat hati dan pikiran menjadi tenang sehingga membuat bersepeda jadi nggak capek. Apalagi kalo bersepedanya bareng teman, dijamin pasti nagih deh bersepeda di UI.

Oh iya, di dalam hutan UI juga ada loh track sepeda yang sering digunakan. Tempat ini terkenal buat para penggila sepeda dengan trek menantang yaitu di Hutan UI Bike Park. Biasanya sepeda yang digunakan tipe mountain bike karena lintasannya tanah dan agak terjal. Banyak kok orang-orang yang bersepeda di lintasan dalam hutan UI tersebut

Sumber: facebook.com

Beginilah serunya bersepeda di trek Hutan UI

Sumber: lifeismeaningfull.wordpress.com

Lintasan tersebut sangat cocok untuk orang-orang yang bersepeda dengan memacu adrenalin dan ingin tantangan. Selain itu, bersepeda keliling UI juga cukup menyenangkan loh. Melihat pemandangan gedung dan pohon yang ada di UI bisa membuat bibir senyum sumringah loh.

Sumber: ariesendkovic

BACA JUGA: Udah Tau Trek Sepeda Favorit Anak UI di Balik Rimbunnya Pepohonan Mahkota Hijau?

3. Skuter

skuter ui
Sumber: ui.ac.id

Olahraga yang satu ini masih terbilang baru untuk dilakukan pagi hari di UI, kecuali memang memiliki alatnya sendiri. Yap berskuter ria mengelili UI bisa menjadi opsi olahraga yang asik dilakukan pagi hari di UI. Seperti telah disebutkan pada poin nomor 2 bahwa UI sendiri memiliki skuter yang memang diperuntukkan bagi pengunjung UI yang dinamakan Gowes. Sistem peminjaman skuter Gowes sama dengan sepeda Gowes. Tinggal kalian pilih lebih nyaman menggunakan sepeda atau skuter. Tempat peminjaman skuter juga sama dengan sepeda yaitu di beberapa halte yang ada di UI.

Oh iya, sebelumnya ada fakta menarik tentang skuter. Dahulu sempat ada fasilitas peminjaman skuter yang berasal dari Grab yaitu Grab Wheels. Hal ini cukup membuat anak-anak UI terkejut dan penasaran untuk menggunakan fasilitas tersebut. Tempat peminjaman Grab Wheels berada di halte Fakultas Teknik. Namun sayang, fasilitas Grab Wheels untuk saat ini sudah tidak ada. Semoga UI dapat bekerjasama kembali dengan Grab Wheels agar dapat menambah jenis moda transportasi mengelilingi UI.

grab wheels di ui asik banget cuy
Sumber: medcom.id

Nah bagi kalian yang ingin olahraga pagi berkeliling UI tapi ingin melakukannya sambil nyantai. Maka menggunakan skuter jadi jawabannya. Kalian bisa berolahraga dengan berskuter ria mengelilingi UI dengan perasaan gembira. Hanya perlu satu sampai lima dorongan lalu naik ke atas skuter dan tinggal gas saja tuas skuter. Langsung bisa merasakan hembusan angin sambil nyantai berkeliling UI nya. Tapi jangan lupa direm yak karena bahaya kalo jalan terus, bisa bisa kalian nabrak sesuatu deh.

BACA JUGA: Ini Dia Tipe-Tipe Mahasiswa UI ketika Nunggu Hujan!

4. Badminton

Sumber: CNN Indonesia/ Hendra Friana

Olahraga yang keempat ini tidak bisa dimainkan sendiri, harus ada partner atau lawan untuk menemaninya. Yap badminton menjadi salah satu opsi olahraga yang asik dilakukan pagi hari di UI. Selain UI memiliki suasana yang sejuk, terdapat beberapa spot yang memungkinkan kalian untuk bermain badminton karena UI lumayan luas. Misalnya saja dekat parkiran mobil Balairung UI. Biasanya jika kondisi weekend parkiran tersebut sepi dengan mobil yang parkir, sehingga bisa dijadikan tempat untuk olahraga badminton.

Sumber: lifeismeaningfull.wordpress.com

Selain parkiran Balairung UI masih banyak beberapa spot lain yang bisa digunakan untuk olahraga badminton misalnya saja jalan cinta UI. Jalan cinta cukup lebar dan luas sehingga bisa dijadikan spot untuk berolahraga badminton. Kondisi ini didukung dengan jalur jalan cinta yang panjang dari pintu kutek hingga asrama. Saat weekend tiba, jalan cinta pasti selalu ramai. Kalian pun dapat melakukan olahraga badminton di UI dengan perasaan senang dan seru loh. Karena badminton juga masih menjadi salah satu olahraga favorit di Indonesia. Jadi tidak ada salahnya kalian mencoba olahraga ini pagi hari di UI. Dijamin asik loh.

BACA JUGA: FISIP UI Ambil Bagian Dalam Kejuaraan Bulutangkis Nasional

5. Senam

Sumber: suaramahasiswa.com

Untuk olahraga yang kelima ini memang cukup ribet dan butuh persiapan. Karena selain membutuhkan lahan yang cukup luas juga membutuhkan beberapa peralatan tambahan seperti sound system dan lain-lain. Terlepas dari keribetan tersebut, senam bisa kalian jadikan opsi olahraga yang asik dilakukan pagi hari di UI.

Walau sepertinya jarang terlihat ada yang melakukan senam di UI, tapi sebenernya pernah ada beberapa orang yang melakukan senam loh di UI. Biasanya diselenggarakan oleh kepanitiaan atau organisasi mahasiswa UI. Nah senam tersebut dilakukan di tempat-tempat yang cukup luas seperti area balairung UI atau jalan boulevard UI. Selain luas, kedua tempat tersebut biasanya ramai dilalui orang sehingga memungkinkan untuk mencari massa agar ikut bersenam ria.

Sumber: Instagram @irfanbiceps

Sejatinya senam merupakan olahraga yang asik dan seru. Sehingga, ini bisa menjadi sarana melepas penat sekaligus menambah kebugaran badan. Dengan diiringi alunan musik dan gerakan-gerakan indah. Senam menjadi olahraga yang digemari sebagian masyarakat. Yuk gak ada salahnya loh bersenam ria pagi-pagi di UI. Gak perlu terlalu ribet nyiapin tempat yang luas, yang penting kan gerakan-gerakan senam tersebut. Selamat mencoba!

BACA JUGA: Tujuh Tipe Mahasiswa Kala Menghabiskan Liburannya! Hayo, Kamu Yang Mana?

6. Workout

latihan workout di ui
Sumber: instagram @mr.jiung

Olahraga yang keenam ini bisa dibilang yang paling mudah dilakukan dan gak terlalu ribet. Berkebalikan dengan olahraga kelima tadi yaitu senam. Olahraga keenam ini juga bisa dilakukan sendiri, jadi tidak ada alasan untuk malas melakukannya karena tidak ada teman. Nah olahraga tersebut yaitu workout.

Bisa dibilang aneh sih melakukan workout di UI secara UI kan biasanya rame di kala pagi hari. Ya itu menjadi salah satu alasan yang membuat orang akhirnya malas berolahraga walaupun hanya sebatas workout. Jika memang malu diliatin banyak orang, bisa saja cari spot di UI yang sepi. Misalnya dekat Gedung Pusgiwa UI, di sana tidak terlalu ramai orang berlalu lalang. Tempatnya pun adem dan nyaman untuk melakukan workout. Jadi kalian bisa dengan leluasa melakukan workout disana.

Sumber: planetfitness.com

Untuk pilihan workout cari saja yang familiar agar kalian dengan mudah melakukannya. Contohnya push up, sit up, back up, dan squat jump. Lakukan masing-masing 10-20 kali. Itu sudah bisa membuat badanmu berkeringat. Mudah kan? Jangan malas lagi ya untuk berolahraga.

BACA JUGA: Olimpiade UI Bakalan Tambah Asyik Kalo Ada Cabang Lomba Berikut ini!

7. Sepatu Rodaan

Sumber: medan.tribunnews.com

Olahraga yang satu ini memang jarang terlihat di UI dan mungkin tidak semua orang bisa melakukannya. Cuma olahraga ini bisa menjadi salah satu opsi kok jika kalian ingin berolahraga pagi di UI. Ya olahraga ini yaitu bersepatu roda. Sama halnya dengan lari pagi/jogging, bersepeda, dan berskuter. Olahraga sepatu roda juga asik dilakukan pagi hari di UI.

Mengelilingi UI dengan bersepatu roda menjadi alternatif lain jika kalian bosan lari pagi ataupun bersepeda. Ya memang sih kalian harus punya sepatu rodanya. Karena di UI tidak disediakan beda dengan sepeda dan skuter yang sudah difasilitasi. Tapi kalau kalian memang berminat dan punya sedikit rezeki untuk membeli sepatu roda. Olahraga ini bisa menjadi opsi kalian loh jika ingin melakukannya pagi hari di UI. Dijamin asik, seru, dan menyenangkan.

BACA JUGA: 5 Kesyahduan yang Bakal Kamu Dapetin Kalau Berkuliah di Fakultas Ini!

8. Renang

Sumber: felfestui.com

Nah olahraga yang terakhir ini harus memiliki fasilitas tersendiri karena tidak bisa sembarangan dilakukan. Beruntungnya UI sudah memiliki fasilitas untuk menunjang olahraga ini. Fasilitas tersebut disediakan oleh Felfest UI dan Wisma Makara UI. Yap olahraga tersebut adalah berenang.

Berenang menjadi salah satu olahraga yang asik dilakukan pagi hari di UI loh. Dengan suasana UI yang asri dan adem, lalu didukung air kolam renang yang dingin. Hal itu dapat membuat badan dan pikiran langsung fresh sehingga dapat menjalankan aktivitas dengan optimal setelahnya. Pokoknya berenang sangat direkomendasikan lah untuk dilakukan. Apalagi UI sudah punya fasilitas kolam renangnya sendiri yaitu di Felfest UI dan Wisma Makara. Kedua fasilitas tersebut sudah buka dari jam 6 pagi, jadi kalian bisa kan berolahraga renangnya dari pagi. Ketika weekend, kedua fasilitas ini cukup ramai dan menjadi tempat favorit. Jadi jangan sampai kalian melewatinya. Tidak ada lagi dong kata malas berenang dalam pikiran kalian yak.

BACA JUGA: Danau UI Bukan Cuma Soal Mitos, tapi Danau UI Juga Penting Buat Masyarakat!

***

Nah itu tadi beberapa jenis olahraga yang asik kalian lakukan pagi hari di UI loh. Ada yang bisa kalian lakukan sendiri dan ada yang harus bersama teman melakukannya. Mau dilakukannya sendiri atau bersama teman yang namanya olahraga sudah pasti asik, seru, dan menyenangkan bukan. Selain itu, dengan berolahraga kalian bisa menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Bagi kalian yang udah kangen nih berolahraga di UI tolong ditahan dulu. Mulai aja olahraga dari rumah dahulu agar badan kalian tetap sehat dan bugar. Olahraga juga bisa menjaga kewarasan kalian di tengah pandemi ini loh. Salam Olahraga!

Sumber gambar header: Jogging di Rotunda UI

Narsistik: Saat Semuanya Tentang Mereka

Saat kamu mendengar kata ‘narsis’, apa yang ada di benakmu? Apakah ketika kata ini muncul, kamu mulai membayangkan orang-orang yang selalu aktif membagikan kehidupan mereka di media sosial? Atau mereka yang tidak berhenti-henti membicarakan diri mereka sendiri? Apakah temanmu yang selalu ingin menang sendiri adalah seorang narsistik? Apakah baik-baik saja jika saat ini kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki karakter narsistik? Apa yang harus kamu lakukan saat orang tersayang  bersikap narsis dan mulai membuat hidupmu tidak nyaman?

Mengenal Narsistik

Sumber: pinterest.es

Ayo berkenalan dengan gangguan narsistik, sebuah gangguan kepribadian yang cukup popular dikenal oleh masyarakat luas. Penggunaan istilah ini seringkali salah sasaran, dan biasanya disematkan pada mereka yang terlihat memiliki kepercayaan diri lebih dibandingkan kebanyakan orang. Lalu ada juga anggapan bahwa hanya kelompok dengan usia tertentu yang cenderung bersikap seperti ini. Padahal, gangguan narsistik dapat ditemukan di berbagai kalangan usia dan tidak hanya ditandai dengan kepercayaan diri yang berlebihan. Lebih jelasnya, apabila ada seseorang yang kalian curigai memiliki gangguan ini, ada beberapa karakteristik-karakteristik lainnya yang harus kalian pahami sehingga kalian tidak asal dalam menilai seseorang, dan tentunya juga, lebih waspada.

BACA JUGA: UI Waspada, Kisah Penjambretan Ini Harusnya Bisa Nyadarin Kamu untuk Selalu Aware dengan Keadaan Sekitar

Gangguan narsistik, atau Narcissistic Personality Disorder adalah sebuah gangguan kepribadian yang dikarakteristikan dengan rasa mementingkan diri yang berlebihan, kurangnya empati, dan selalu ingin dikagumi oleh orang lain.

Gangguan ini juga ditandai dengan kebiasaan pengidapnya yang sering memberikan komentar merendahkan dan menyakiti orang lain secara verbal.  Penggunaan kata ‘narcissistic‘ sendiri berasal dari nama seorang tokoh di mitologi Yunani bernama Narkissos yang diceritakan jatuh cinta dengan dirinya sendiri. Well, pengidap gangguan ini pun memang terlihat seperti jatuh cinta dengan diri mereka sendiri. Mereka harus terlihat sempurna, sehingga tidak ada yang lebih baik dari diri mereka, dan semua-muanya hanya boleh berjalan berdasarkan pada peraturan yang telah mereka tetapkan.

narkisos
Narkissos (sumber: psychologytoday.com)

Menjadi anak, teman, atau pasangan dari seorang narsistik tentulah tidak menyenangkan, bahkan cenderung melelahkan. Mereka tidak dapat menjalani hubungan yang tulus dengan orang lain, bahkan jika orang lain tersebut adalah darah dagingnya sendiri. Pujian dan rasa kagum harus terus menerus diberikan untuk tetap menghidupkan jiwa seorang narsistik meskipun mereka sendiri selalu merendahkan. Selain itu, mereka merasa perlu untuk mengatur semua yang ada pada orang lain, mulai dari cara berbicara, berpakaian, berjalan, dan tidak akan pernah merasa puas. Ketika orang yang diatur mulai menjauh dan meninggalkannya, seorang narsistik merasakan ketakutan luar biasa dan kehilangan kontrol akan emosinya.

BACA JUGA: 7 Ciri ini Menunjukkan Bahwa Emosimu Sudah Stabil dan Siap Menjadi Pribadi yang Lebih Dewasa

Saya menjalan hubungani dengan seorang narsistik? Apa yang harus saya lakukan?

Pergi.

Berhubungan dengan seseorang yang terus menerus merendahkan dan mempermalukan kita bukanlah suatu ciri dari hubungan yang sehat, dan meninggalkan pasanganmu merupakan suatu hal yang tepat. Persiapkan dirimu dengan terus mengingat bahwa apa yang pasanganmu katakan, terutama yang merendahkan, tidak benar dan kamu adalah seorang yang berharga.

Bergabunglah dengan orang-orang yang menyayangi dan menghargaimu.

Apabila hubungan ini meninggalkan trauma yang membekas dan mengganggumu dalam menjalani kehidupan sehari-hari, carilah bantuan profesional yang dapat menolongmu mengobati hal ini.

Bagaimana jika saya adalah anak dari seorang yang narsistik?

Hubungan darah tidak akan pernah terputus begitu saja, dan keputusan untuk meninggalkan orangtua tentunya bukanlah pilihan bagi kebanyakan orang meskipun untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri. Menjadi seorang anak dari mereka yang memiliki gangguan ini juga berpotensi menyebabkan berbagai gangguan selama masa perkembangan. Bagaimana tidak, orangtua dengan gangguan ini biasanya selalu memaksakan anaknya agar menjadi perhiasan yang dapat terus menjaga kesempurnaan image mereka. Mereka akan membuat anak mereka terus merasa tidak cukup dan bersalah sampai memenuhi keinginan yang mereka miliki. Lebih dari itu, karakteristik utama dari orangtua yang narsis adalah adanya tawaran cinta dan kasih sayang yang bersyarat, yang mana mereka ungkapkan biasanya dengan: ‘Kalau kamu pintar baru jadi anak mama‘ atau ‘Siapa dulu dong, anak ayah!’ atau ‘Kalau kamu tidak mau melakukan itu, kami tidak sayang lagi sama kamu’ dan… masih banyak lagi.

BACA JUGA: Kasih Sayang Bunda Sepanjang Hayat

Oleh karena itu, cobalah untuk memahami kondisi orangtuamu. Jika mereka tidak ingin menemui terapis untuk mengubah perilaku, kamu lah yang harus mengubah dirimu menjadi lebih kuat dalam menghadapi mereka. Ingatkan dirimu bahwa mereka-lah yang mempunyai gangguan, dan kamu baik-baik saja. Orangtuamu mungkin akan menganggapmu anak yang tidak berbakti, dan mulai membanding-bandingkan dengan anak lain yang ada di keluargamu, atau bahkan yang ada di televisi. Tidak apa, mereka sedang memainkan tipuan mereka agar kamu mau kembali memenuhi kebutuhan mereka sebagai seorang narsistik.

Sumber: gograph.com

Kenali dirimu

Sayangi dan mulailah memaafkan semua hal yang ada pada dirimu. Tumbuh besar dari orangtua yang narsistik tentunya membuatmu selalu menyalahkan dirimu sendiri. Percayalah bahwa kamu hanyalah manusia yang tentunya tidak luput dari kesalahan. Maafkan juga dirimu yang pernah memercayai omongan orangtuamu yang sifatnya merendahkan dan menyakitimu.

Jika kamu merasa semuanya terlalu berat untuk kamu tanggung sendiri, ada baiknya untuk mencari bantuan profesional. Lagipula, kamu sendiri sudah begitu kuat dan sabar menanggungnya sendiri sejak kecil sampai sekarang tanpa ada seorang pun yang tahu. Pergi ke psikolog  untuk melakukan konsultasi adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang sehat dengan dirimu sendiri, dan tentunya membantumu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama pada anakmu di masa yang akan datang. Berikut ini ada nomor telepon yang dapat kamu hubungi dan alamat lengkap dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI

Telp: (021) 78881150 

Alamat: Gedung Kantin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Pondok Cina, Beji, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

BACA JUGA: Cara Sederhana Membentuk Jati Dirimu Selama Kuliah di Kampus Kuning

Header image reference: narcissist

 

10 Pelajaran Hidup Yang Bisa Kalian Dapatkan Dari Bangku Kuliah

Pelajaran Hidup Kuliah di UI

Siapa disini yang kangen kuliah? Ayo ngacung!

Bagi kalian para alumni kampus, selamat mengenang dan mengingat momen-momen seru kalian selama kuliah mumpung lagi #dirumahaja. Bagi kalian para mahasiswa, semangat belajar online dari rumahnya, jangan terlalu banyak rebahannya. Bagi kalian para pelajar SMA baik yang belum lulus atau baru lulus, ditunggu kehadiran dan kontribusi kalian di universitas-universitas yang ada di Indonesia, persiapkan dengan matang dan jangan sampai menyesal. Bagi kalian yang baca tulisan ini, semoga bisa menghibur dan menginspirasi.

Sumber: erabaru.net

Tidak bisa dipungkiri masa-masa kuliah mengukir kenangan bagi manusia-manusia yang telah melewatinya. Banyak hal manis dan pahit yang terjadi selama kuliah. Bukan hanya semata-mata tempat menuntut ilmu, kuliah menjadi sarana mendapatkan pelajaran hidup. Bisa dibilang kuliah merupakan masa transisi dari remaja menuju dewasa. Mahasiswa sudah dianggap mandiri untuk bisa menentukan pilihannya sendiri. Pilihan-pilihan tersebutlah yang memberikan pelajaran hidup bagi mahasiswa selama berkuliah, entah itu baik ataupun buruk. Berikut ini 10 pelajaran hidup yang bisa kalian dapatkan dari bangku kuliah versi AnakUI.

1. Berani Untuk Berkata “Tidak”

Sumber: godiscover.co.id

Selama kuliah mahasiswa selalu dihadapi dengan berbagai macam pilihan mulai dari pilihan yang berkaitan dengan akademis, organisasi, kepanitiaan, hingga kegiatan sehari-hari. Terkadang pilihan tersebut dapat menentukan keberlangsungan kuliah hingga satu semester mendatang. Hal ini dikarenakan akan muncul kesibukan dan prioritas terhadap pilihan yang telah dibuat tersebut.

Nah bagi kalian yang merasa telah melewati momen memilih ini selamat kalian telah belajar satu pelajaran hidup selama kuliah. Emang apa sih pelajaran hidup yang dapat diambil dari momen memilih tersebut? Tidak lain dan tidak bukan yaitu proses untuk menjawab tidak. Kok begitu? Ya karena tidak semua pilihan yang kalian dapatkan selama kuliah harus dijawab dengan iya atau saya bersedia  atau jawaban apapun yang menunjukkan kalau kalian menerima pilihan tersebut.

Banyak momen selama kuliah yang membuat mahasiswa dihadapkan dengan berbagai pilihan dan kalian harus berani berkata tidak. Jawaban tidak tersebut akan membuat kehidupan kuliah kalian lebih tenang. Ada momen-momen dimana kalian dihadapkan oleh pilihan yang sulit sehingga bisa mengorbankan hal lain. Tentu saja itu merugikan, sehingga dengan menjawab tidak akan membuat keputusan yang tepat. Menjawab tidak bukan berarti kalian sombong, tidak mampu, atau tidak baik hati. Akan tetapi, terkadang kalian harus tau kapasitas diri kalian sendiri. Sehingga proses pelajaran hidup bisa kalian dapatkan dengan menjawab tidak.

BACA JUGA: Berani Punya Cita-cita?

2. Sendiri Kita Lemah, Bersama Kita Kuat

Sumber: dictio.id

Ini merupakan salah satu pelajaran hidup yang mungkin mahasiswa rasakan hingga lulus kuliah. Sejatinya, manusia adalah makhluk sosial sehingga membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Begitu juga kuliah, mahasiswa tidak akan bisa survive apabila tidak ada kehadiran orang lain di sampingnya.

Teman, sahabat, dosen, hingga pacar menjadi salah satu faktor penting selama kuliah yang dibutuhkan mahasiswa

Sendiri kalian lemah, tapi bersama kalian kuat. Mungkin rima yang tepat untuk menggambarkan kehidupan kuliah. Banyak tugas yang harus dikerjakan berkelompok, banyak kegiatan yang dilakukan bersama-sama, bahkan nongkrong pun kalian butuh teman untuk sekadar menemani untuk menyeruput kopi (beda hal kalo nongkrong di kamar mandi yak, itu mah harus sendiri).

Bersama-sama dalam menjalani aktivitas kuliah akan membuat kalian tampak lebih senang, bahagia, dan seru. Mulai dari nugas bareng, belajar bareng, hingga cabut kelas bareng. Selama hal tersebut dilakukan bersama-sama teman maka akan menjadi pelajaran hidup yang cukup berharga.

Nah bagi kalian yang belum menemukan momen kebersamaan kalian. Tolong segeralah cari. Minimal satu orang untuk menjadi teman kalian berbagi, bekerja, dan tertawa bersama-sama.

BACA JUGA: Minder Melulu? Jangan-Jangan Kamu Inferiority Complex!

3. Semuanya Tergantung Diri Kita Sendiri

Sumber: thoughtcatalog.com

Kebalikan dari poin nomor 2, terkadang ada momen dimana kalian harus bergantung sama diri kalian sendiri. Ya momen ini bisa menjadi pelajaran hidup yang berharga buat kalian karena akan menempa diri kalian untuk menjadi manusia yang lebih kuat, mandiri, dan berwibawa. Hal ini karena sebanyak apapun teman kalian, serame apapun tongkrongan kalian, ada kondisi dimana semua tergantung pada diri kalian sendiri.

Mengerjakan ujian, ikut kepanitiaan atau organisasi, skripsian, praktikum, dan beberapa hal lain harus kalian lakukan sendiri. Kalian tidak bisa selalu bergantung sama teman, sahabat, dosen, orang tua, atau pacar sekalipun. Karena suatu saat mereka semua tidak bisa membantu kalian bukan karena tidak mau tetapi karena tidak bisa. Jadinya kalian harus selalu siap dengan kondisi tersebut.

Kalian harus membiasakan mandiri dan bisa bergerak sendiri tanpa tergantung orang lain. Apalagi kalian sudah kuliah dan dianggap sudah bisa menentukan pilihan hidup kalian. Jadi jangan pernah malas untuk mencoba sendiri dan berkegiatan sendiri. Karena itu merupakan proses pelajaran hidup. Hal ini juga bisa membuat kalian lebih cinta terhadap diri kalian dan mengetahui potensi yang ada dalam diri kalian.

Tidak menyedihkan juga kok melakukan sesuatu sendiri. Terkadang malah lebih enak karena tidak perlu memikirkan perasaan orang lain, ya karena ini untuk perasaan kalian sendiri.

BACA JUGA: Hati-hati Berjalan Sendirian di UI!

4. Hidup Itu Pilihan, Maka Tentukan Saat Ini Juga

Sumber: intisari.grid.id

Berkaitan dengan poin nomor 3 yang mengharuskan kalian bergantung pada diri kalian sendiri. Ada beberapa keputusan besar dalam hidup yang harus kalian pilih dan tentukan sendiri. Teman, sahabat, orang tua, bahkan pacar hanya bisa memberi opsi/pilihan dalam keputusan besar di hidup kalian. Sisanya kalian lah yang menentukan langkah besar untuk setiap keputusan kalian sendiri.

Proses pengambilan keputusan adalah proses dimana kalian menjadi lebih dewasa dibandingkan sebelumnya. Proses ini bisa kalian dapatkan selama kuliah. Tidak boleh takut atau ragu dalam membuat keputusan besar. Karena yang namanya hidup adalah proses dimana hasilnya sukses dan gagal.

Jikalau sukses yang menghampiri maka selamat dan pertahankan. Tapi jikalau gagal yang menghampiri maka terus berjuang hingga gagal tersebut lelah menghampiri kalian dan sukses lah yang datang. Semuanya tergantung diri kalian sendiri. Hidup itu pilihan mulai dari lahir hingga nanti meninggal.

Kalian ingin menjadi Presiden, wujudkan. Kalian ingin membuat suatu perusahaan, niatkan. Kalian ingin studi S2 hingga S3, belajarlah. Apapun pilihan kalian di masa yang akan datang tentukan saat ini juga. Kehidupan kalian 1 tahun ke depan, 2 tahun depan, 5 tahun ke depan, 10 tahun depan, hingga 20 tahun ke depan tentukan saat ini juga.

“Tentukan dan putuskan tanpa ragu”

Jika ragu menghampiri maka coba dekatkan diri dengan yang maha kuasa. Itu akan membuat kalian lebih tenang dalam memilih dan memutuskan. Mulailah tentukan pilihan kalian dari bangku kuliah agar kalian bisa mendapat lebih banyak pelajaran hidup.

BACA JUGA: Beberapa Hal yang Perlu Dipikirkan Lagi Sebelum Kamu Memutuskan untuk Naik Gunung

5. Habiskan Jatah Gagal Selagi Masih Kuliah

Sumber: koinworks.com

Banyak yang bilang gagal merupakan kesuksesan yang tertunda. Hal itu bisa dibenarkan. Untuk mencapai sebuah kesuksesan tidak bisa langsung dan instan. Perlu namanya perjuangan, kerja keras, hingga doa. Dalam tiap proses mencapai kesuksesan tersebut manusia menjadi lebih dewasa dan lebih hidup.

Kegagalan demi kegagalan membuat kalian lebih dewasa dan lebih hidup. Kegagalan dapat terjadi dalam fase manapun di kehidupan manusia. Bahkan kehidupan kuliah pun tidak lepas dari yang namanya kegagalan. Gagal mendapat nilai bagus, gagal lulus suatu mata kuliah, gagal jadi ketua himpunan, gagal praktikum, gagal menang lomba, hingga kegagalan-kegagalan lain yang mungkin sudah kalian rasakan selama kuliah. Bagus. Gagal selagi masih kuliah bagus dan hal itu wajar kok. Pesan saya kalau bisa:

“Habiskan jatah gagal kalian selagi masih kuliah”

Kok gitu? Ya karena memang kuliah tempatnya belajar, mahasiswa tempatnya salah, dan ini dinamakan proses kehidupan. Jika kalian gagal selama kuliah ganjaran yang didapatkan masih terbilang ringan, misalnya gagal ujian maka nilainya jelek, gagal lulus suatu mata kuliah maka mengulang semester depan, gagal menang lomba maka bisa dicoba lagi, dan gagal-gagal lainnya pun masih bisa ditolerir selama kalian masih kuliah serta masih menyandang nama mahasiswa.

Tapi jangan juga mendapati kegagalan yang bisa merugikan orang lain saat kuliah, coba dikurangi kegagalan jenis ini. Sedangkan di dunia profesional nanti, kegagalan akan berakibat fatal pada keberlangsungan hidup orang banyak. Gagal lah sebanyak-banyaknya saat kuliah, hingga pada fase kehidupan setelah kuliah nanti jatah gagal kalian sudah habis dan sukses yang akan datang menghampiri.

Kegagalan membuat kalian belajar dan tambah kuat. Sedangkan kesuksesan seharusnya membuat kalian lebih rendah hati dan berdamai pada hidup.

BACA JUGA: Pernah Gagal Keterima di UI? Jangan Putus Asa, Coba Deh Tempuh Jalur Khusus Ini

6. Pilihan Antara Akademis, Sosial, dan Istirahat

Sumber: Twitter @MUHprasetyo

Poin nomor 6 ini sangat sering dialami oleh sebagian mahasiswa yang ada di bumi ini. Dihadapkan pada suatu kondisi pilihan antara akademis, sosial, dan istirahat. Mari ditinjau untuk masing-masing aspek untuk menentukan mana yang lebih penting atau lebih prioritas.

  • Akademis merupakan kewajiban utama mahasiswa, sehingga ini menjadi suatu aspek yang penting dalam kehidupan kuliah.
  • Sosial merupakan sarana untuk menjalin komunikasi dan kerja sama. Telah disebutkan di poin nomor 2 bahwa manusia makhluk sosial sehingga butuh kehadiran orang lain dalam hidupnya. Begitu pun dengan dunia perkuliahan, butuh adanya orang lain dalam menjalani setiap aktivitas atau kegiatan kuliah. Jadi sosial pun penting.
  • Terakhir yaitu istirahat. Istirahat yang bisa diidentikkan dengan tidur yang merupakan suatu kebutuhan tubuh manusia. Tidur merupakan proses alami yang harus dijalankan manusia. Tidur merupakan proses pengistirahatan badan setelah beraktivitas seharian. Otomatis tidur juga merupakan aspek penting.

Dari ketiga aspek di atas dapat dikatakan bahwa semuanya penting. Tidak boleh ada yang hilang dari ketiga aspek tersebut selama berkuliah bagi kalian para mahasiswa. Tapi ada yang bilang mahasiswa hanya bisa memilih dua aspek dari ketiga aspek tersebut. Ya jawabannya kalo bisa diseimbangkan ketiganya kenapa enggak? Kedengarannya naif memang tapi banyak kok di luar sana mahasiswa yang bisa menyeimbangkan ketiga aspek tersebut. Tinggal bagaimana cara kalian membagi dan memprioritaskan ketiga aspek tersebut.

Kalian punya waktu 24 yang sama. Coba renungkan sudah dipakai apa saja 24 jam kalian selama ini?

BACA JUGA: [Diskusi] Apa Pendapatmu tentang Mahasiswa yang Hanya Fokus di Akademis?

7. Lebih Baik Begadang Semalaman, Daripada Mengulang Tahun Depan

Sumber: hipwee.com

Berkaitan dengan poin nomor 6 mungkin bisa dibilang ini berlawanan. Karena poin ini merupakan pelajaran hidup yang biasanya sebagian mahasiswa alami di akhir-akhir semester. Pelajaran hidup ini banyak menerpa mahasiswa kategori deadliner.

Kenapa begitu?

Karena mungkin jika mahasiswa telah menyeimbangkan dan memprioritaskan ketiga aspek seperti nomor 6, tidak akan muncul mahasiswa kategori deadliner tersebut. Tapi ya namanya mahasiswa, suka sekali dengan tantangan dan masih mempercayai adanya suatu kekuatan ketika menjadi deadliner. Kekuatan itu dinamakan “the power of kepepet”. Kondisi yang menyebabkan mahasiswa deadliner mungkin bukan hanya berasal dari diri mereka sendiri yang menunda-nunda. Bisa jadi memang kondisi tugasnya yang menyebabkan mahasiswa menjadi deadliner. Ya bagaimanapun kondisinya, menjadi mahasiswa deadliner perlu dikurangi dan dihindari kawan hehe.

Nah untuk kalian para mahasiswa deadliner mungkin pelajaran hidup yang satu ini sangat membekas di diri kalian. Lebih baik begadang semalaman mengerjakan tugas dan belajar, daripada harus mengulang tahun depan. Pernyataan ini merupakan niat yang sangat kuat bagi para mahasiswa deadliner. Niat ini lah yang memicu adrenalin sehingga mengeluarkan “the power of kepepet” sehingga tugas yang seharusnya dikerjakan dalam kurun waktu satu bulan bisa selesai hanya dengan waktu satu malam.

Belajar yang membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan dapat selesai hanya dalam waktu satu malam dengan “the power of kepepet” dan sistem kebut semalam. Tapi tentunya kondisi ini pasti memiliki banyak efek samping. Misalnya saja setelah begadang dan sistem kebut semalam esok hari setelah ujian akan tidur 24 jam, bahkan bisa lebih parah yaitu sakit bagi yang tidak biasa begadang. Walaupun begitu, pelajaran hidup ini setidaknya harus bisa dirasakan oleh mahasiswa setidaknya sekali dalam hidup.

Karena pelajaran hidup akan mengajarkan bahwa menunda-nunda pekerjaan adalah kerugian dan begadang itu tidak baik. Seperti lagu Bang Haji Rhoma Irama “Begadang jangan begadang… Kalau tiada artinya… Begadang boleh saja… Kalau ada perlunya…” (lah malah dangdutan).

BACA JUGA: Siapa Bilang UAS Cuma Bikin Stress Doang? Nih, Hikmah Tersembunyi di Balik UAS!

8. Dosen Selalu Benar

Sumber: restualpiansah.wordpress.com

Poin pelajaran hidup yang kedelapan ini mungkin cukup merepotkan bagi para mahasiswa. Ya apalagi kalau bukan sebuah aturan yang dibuat-buat mahasiswa tentang dosen. Aturan tersebut berbunyi:

“1. Dosen tidak pernah salah.

2. Jika dosen salah kembali ke nomor 1.”

Yang dimana intinya dosen selalu benar dan mahasiswa yang salah. Mungkin sebagian dari kalian berpikir kan dosen juga manusia, yang namanya manusia tak luput dari kesalahan dong. Itu bener sih. Cuma dosen tuh manusia spesial, karena mereka lah yang menentukan kehidupan akademis kalian selama di kampus.

Jikapun dosen salah, tetap saja harus mahasiswa yang mencoba mengerti tentang kesalahan tersebut. Mengalah dan menerima lebih baik daripada harus mengulang tahun depan. Benar kan? Coba lebih memahami dan mengerti sifat dosen. Itu akan membuat kelancaran dalam akademis kalian nantinya selama kuliah.

Mungkin memang bisa dibilang dosen bisa saja salah. Tapi perlu digaris bawahi bahwa dosen lebih berpengalaman dari para mahasiswanya. Bisa dibilang mereka telah khatam dengan segala dinamika perkuliahan sehingga perlu dipahami kalian sebagai mahasiswa masih bau kencur alias awam. Intinya sih ambil sisi positif dan baik dari para dosen kalian. Ambil setiap ilmu dan pembelajaran dari mereka. Jikalau memang ada salah yang dilakukan dosen, coba ingatkan baik-baik tanpa menyinggung perasaan mereka. Perasaan dosen lebih sensitif dibandingkan pacar.

BACA JUGA: Mahasiswa Naksir Dosen, Salah Gak Sih?

9. IPK Itu Penting

Sumber: yusufstudi.com

Berkaitan dengan poin nomor 8 bahwa dosen menjadi salah satu kunci utama dalam keberhasilan akademis para mahasiswa. Dosen berkontribusi terhadap nilai IPK yang tertera di laporan akademis kalian entah itu bagus ataupun jelek. Bagaimanapun hasilnya kalian harus mensyukuri nilai IPK yang kalian dapat.

Trus bagaimana nasib IPK mu semester ini? Udah keluar? Udah bisa memprediksi? Bakal naik-naik ke puncak gunung atau terjun bebas?

Ya apapun hasilnya nanti hadapi dengan senyuman yak. Karena senyum kalian indah di tengah pandemi ini. Kembali kepada masalah IPK. Pelajaran hidup selanjutnya adalah kalian harus mengingat bahwa IPK itu penting. Benar, IPK itu penting.

Tapi kan banyak yang bilang IPK hanya kumpulan angka dan tidak bisa menentukan kesuksesan seseorang. Lebih penting kerja keras, attitude, kejujuran, dan segala hal baik lainnya. Di sini bisa dibilang pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya juga salah. IPK benar kok hanya kumpulan angka yang menjadi saksi bisu perjuangan kalian selama kuliah. Namun IPK menjadi syarat administratif untuk bisa masuk ke fase kehidupan selanjutnya entah itu mencari kerja ataupun melamar studi.

Kerja keras, attitude, kejujuran itu penting dan pasti dibutuhkan. Tapi apa daya jikalau syarat administratif yaitu IPK tidak bisa menggambarkan itu semua. Boro-boro dipanggil, mungkin dilirik saja sudah susah kalau kalian menganggap IPK itu tidak penting. Jadi, setidaknya capai dan pertahankan IPK kalian di atas 3. Karena itu bisa menjadi modal awal kalian menghadapi fase kehidupan setelah kuliah.

BACA JUGA: Arti Dibalik Nilai A B C D E yang Kamu Dapat Semasa Kuliah

10. Lulus Kuliah Merupakan Gerbang Kehidupan Baru

Sumber: ui.ac.id

Nah, pelajaran hidup yang terakhir ini merupakan rangkuman dari kesembilan pelajaran hidup sebelumnya. Kuliah merupakan fase kehidupan transisi dari remaja ke dewasa. Lulus kuliah merupakan gerbang kehidupan baru bagi kalian.

Bagi kalian yang belum menginjakkan kaki untuk kuliah tetap berjuang untuk menggapai kampus impian kalian yak. Bagi kalian yang mau menginjakkan kaki untuk kuliah bersiaplah banyak pelajaran yang akan kalian dapatkan. Bagi kalian yang sedang menjalani fase kuliah tetaplah bertahan dan jalankan apa yang ada, karena perjuangan kalian tidak akan sia-sia. Bagi kalian yang sudah lulus kuliah maka selamat, satu fase penting di hidup kalian sudah kalian lalui. Sekarang saatnya untuk kalian memasuki fase penting lainnya di hidup kalian dan bersinarlah, karena kalian hebat telah sampai pada fase baru ini.

Semua hal yang terjadi selama kuliah akan menjadi bekal untuk kalian menghadapi kehidupan baru setelah kuliah. Kegagalan yang kalian alami akan membuat kalian belajar dan tambah kuat sehingga mampu menghadapi rintangan pada gerbang kehidupan baru kalian nantinya. Jika kalian merasa belum siap, bekal kalian belum cukup, atau ini terlalu cepat maka hadapilah.

Percayalah bahwa kalian sudah seharusnya memasuki fase kehidupan ini. Percayalah bahwa kalian merupakan manusia yang lebih baik lagi setelah lulus kuliah.

Jangan ada penyesalan yang tersisa, sekarang tataplah masa depan yang ada setelah lulus kuliah. Apa yang terjadi di masa depan ditentukan oleh pilihan kalian hari ini. Gerbang kehidupan baru kalian setelah lulus telah dibuka. Jalani dengan senyuman maka hal itu akan membuat hidup kalian indah.

BACA JUGA: Mumpung Masih Ada Waktu, Pikir Ulang Mengenai 5 Hal Ini Sebelum Lulus Nanti!

***

Pelajaran hidup selama kuliah akan membuat manusia menjadi lebih dewasa dan lebih baik lagi pastinya. Namanya juga pelajaran hidup ya pastinya mengajarkan untuk bisa tetap lebih hidup. Senang, tertawa, suka, duka, sedih, dan tangis mungkin mengiringi setiap pelajaran hidup yang kalian alami selama kuliah. Itulah proses hidup, itulah proses dimana kalian menjadi manusia yang lebih baik lagi. Terakhir, tetaplah hidup selagi masih bisa karena pelajaran hidup tidak akan pernah mati.

4 Teknik Jujitsu (Jurus Jitu Super) Mendapatkan Pacar di Perkuliahan

Masa muda merupakan masa yang menyenangkan, apa lagi ketika kalian kuliah dan menjadi mahasiswa atau mahasiswi. Menjadi mahasiswa atau mahasiswi adalah suatu hal yang menyenangkan, kita bisa jatuh cinta dengan temen kwkwk, cinlok karena satu organisasi :v, berdebat dengan dosen (nah ini gua sering!), jatuh cinta dengan dosen, nongkrong bareng temen (jangan mabok-mabokan ye wkwk), selingkuhin pacar (ada rasa yang menyenangkan dan berdebar apalagi kalo ketauan hehehe) , ikut berdemo (ikut aja lah walaupun gak tau apa yang didemo ^_^), dan lain-lain.

Intinya kehidupan di perkuliahan sangatlah menyenangkan tetapi kali ini gue nggak akan membahas kehidupan mahasiswa dan mahasiswi yang menyenangkan melainkan gue akan memberikan tips bagaimana cara mendapatkan pacar di kehidupan kuliah, sayang banget kan kalo kamu jomblo empat kehidupan: SD, SMP, SMA, kuliah, kwwk.

Temen Tapi Menikah (sumber: tabloidbintang.com)

Kalo kamu ngerasa jomblo empat kehidupan maka kehidupanmu sangatlah tidak bahagia dan monoton, hidup itu cuma sekali, kawan!

Sayang banget kalo dilewatkan masa-masa menyenangkan. Gua akan memberikan tips bagaimana cara mendapatkan pacar, saya pastikan setelah kalian membaca tulisan gue kalian pasti akan mendapatkan pacar (tapi tergantung juga tampang ye :v), simak yuk apa aja tips-nya.

1. Selalu Tampil Good Looking atau Enak di Pandang

Raditya Dika (sumber: wowkeren.com)

Hal yang pertama bisa gua saranin kepada kalian semua mahasiswa dan mahasiswi supaya mendapatkan pacar adalah selalu tampilah good looking atau enak dilihat dan dipandang. Menurut pengalaman gue kebanyakan mahasiswa dan mahasiswi terkadang memakai pakaian seadanya atau berlebihan. Yang gue maksud tampil good looking bukanlah memakai pakaian bermerek dan kekinian tetapi kalian memakai pakaian yang memang cocok dengan kalian dan kalian merasa nyaman dengan pakaian tersebut.

Kalo kalian memakai suatu pakaian dan mulai ada perasaan minder dengan pakaian tersebut lebih baik kalian tidak usah pakai pakaian tersebut, mengapa? karena ketika kalian merasa minder artinya otak kalian telah mensensor sesuatu mengenai pakaian tersebut entah pakaiannya berlebihan atau tidak cocok dengan postur tubuh kalian dan kalian gak perlu mencari pembenaran dengan menanyakan ke temen kalian apakah pakaiannya bagus atau tidak karena temen biasanya akan selalu mengatakan bagus dan bisa saja ada temen yang memang tidak terlalu peduli dengan pakaian kalian (buset, panjang banget kalimat barusan wkwk).

Mengapa tampil good looking itu penting? Karena penampilan merupakan gerbang dari relationship dengan orang lain, kalo penampilan kalian menyeramkan pasti gebetan juga takut wkwk atau penampilan kalian berlebihan juga pasti membuat orang merasa kalian sebagai pribadi yang tidak paham style pakaian. Cukup tampil pakai kaos putih, celana pendek sedengkul dan pakai sendal jepit  wkwkw, yang penting pakailah pakaian yang membuat kalian good looking, sederhana, dan enak di pandang.

BACA JUGA: Bingung Pakai Baju Ke Kampus? Yuk, Intip Tips Fashion Ini!

2. Tonjolkan Kemampuan dan Keunikan Kalian!

Jean Paul Sartre dan Pasangannya Simone de Beauvoir (sumber: machungaiwo.wordpress.com

Hal yang kedua untuk mendapatkan pacar adalah perlihatkan keunggulan dan keunikan kalian. Menurut seorang filsuf kontemporer dan penulis Prancis yang dianggap mengembangkan aliran eksistensialisme, Jean Paul Sartre (1905-1980), mengatakan bahwa:

‘Cinta hanyalah suatu dialektika konflik’

Misalnya ketika kita cinta dengan seseorang sebutlah namanya Anis (bukan Anis mantan rektor UI ya, kesamaan nama hanyalah faktor kesengajaan, jangan GR!), dan saya sangat mencintai Anis (sekali lagi bukan Anis Baswedan ya) maka saya sering melihat dan menatap dia diam-diam. Nah menurut Sartre, ketika kita menatap orang yang kita cintai sebenarnya kita sedang mengobjektifasi orang tersebut sehingga orang yang kita tatap itu akan menyesuaikan gerak-geriknya sesuai tatapan kita dan terkadang pipi mereka menjadi merah dan salting. Aww!

Gejala objektifikasi tersebut adalah gejala yang menghentikan eksistensi dan kebebasan orang yang ditatap sebagai yang berkemungkinan. Jadi cinta sebenarnya tidak lebih dialektika konflik yaitu perasan ingin memiliki dan menguasai orang lain di bawah pengalaman saling tatap.

Mengapa di dalam cinta kita ingin memiliki dan menguasai orang lain?

Karena mereka memilki keunggulan yang ingin kita miliki tetapi keunggulan itu bukan sebagai yang universal melainkan yang singular. Kita tidak pernah melihat seseorang mencintai orang lain karena dia jelek, kasar, miskin, jahat, dan lain-lain. Kita selalu sering mendengar orang mencintai orang lain karena dia cantik, ganteng, kaya, pintar, lucu, ngangenin :v dll.

Jadi di dalam cinta selalu ada keunggulan, seandainya kamu membantah teori ini dengan mengatakan ada kok orang yang nikah sama orang yang jelek maka saya bisa pastikan walaupun orang itu jelek setidaknya pasti dia memiliki keunggulan sehingga orang yang mencintai dan menikahinya ingin memilikinya entah kebaikannya, kesolehannya, kelucuannya, dan lain-lain. Jadi tips kedua untuk mendapatkan pacar adalah tunjukkan keunggulan dan keunikan kalian karena cinta adalah perasaan ingin memiliki keunggulan singular orang lain.

BACA JUGA: Aktivitas Apa Aja Sih yang Bisa Kamu Jadikan Side Hustles?

3. Buatlah Percakapan dengan Gebetan Mengalir ‼

Obrolan Gagal Dengan Gebetan (sumber : brilio.net)

Hal ketiga yang bisa gua saranin adalah buatlah percakapan dengan gebetan mengalir layaknya sungai, jangan kebanyakan mikir mau bicara apa atau bicara yang membuat kalian terasa membosankan. Tetapi hindari juga obrolan yang mengesankan kalian menjadi orang yang sok asik ya, kalian harus tau kapan memulai percakapan dan kapan harus diam.

Sebenarnya ketika jalan dengan gebetan dan diam-diaman tetapi saling deket-deketan juga merupakan suatu hal yang bagus hehehe, artinya kalian berkomunikasi lewat bahasa tubuh kalian kwwk. Percakapan itu gak selalu harus dari mulut tetapi bahasa tubuh juga merupakan hal yang penting, apalagi ekspresi wajah.

Bagaimana caranya percakapan menjadi mengalir?

Jawabannya adalah jadilah diri kalian sendiri, kebanyakan orang terkadang membedakan sikap dan tindakannya ketika bercakap-cakap ke temen dan gebetan. Kalo ngobrol sama temen kalian asik dan ngalir tetapi kalo sama gebetan terkesan terkendala, mengapa? karena kalian gak menjadi diri kalian sendiri.

Gak usah takut ngeledekin gebetan kalian ataupun egois terhadap gebetan kalian. Terkadang ledekan dan egois itu perlu juga ke gebetan layaknya ke temen karena justru itu yang membuat percakapan mengalir. Kadang kalo ngobrol sama temen lebih terasa mengalir-kan? karena kalian gak takut saling ledek ataupun egois terhadap temen kalian. Jadi tips nya jadi diri sendiri ya, tapi gimana kalo diri kita sendiri itu orang yang serius? wkwk kalo lo orang yang serius mungkin memang baiknya lu harus terima untuk jomblo dalam waktu yang lama :v.

BACA JUGA: Hal-Hal yang Akan Ngebedain Kamu di Kehidupan Kuliah dan SMA

4. Main Tarik-Ulur Kayak Layangan

Mars and Venus Berantem (sumber: id.bookmyshow.com)

Tips keempat ini adalah tips yang menurut gue paling ampuh dan tips ini sering banget gua lakukan sehingga gue tidak pernah jomblo empat kehidupan :v. Tarik ulur adalah suatu trik dimana ketika lu sedang deket-deketnya dengan gebetan lu tiba-tiba lu menjauh dari gebetan, Lah kok menjauh sih kak? Ya kalian sengaja harus menjauh, mengapa? karena dengan kalian tiba-tiba menjauh hal itu akan membuat gebetan kalian penasaran, selain itu dengan tiba-tiba menjauh membuat hubungan kalian tidak monoton dan membosankan.

Terkadang ada beberapa orang yang selalu memberikan apa saja yang diminta gebetannya atau terlalu memperhatikan gebetannya. Tentu hal ini pasti akan menjengkelkan? karena dengan seperti itu seolah-olah kalian seperti mengemis cinta dan tidak punya kehidupan yang menarik sehingga ngintilin terus, selain itu gebetan kalian akan mempunyai pikiran untuk temenan saja dengan kalian, mengapa? karena dengan temenan aja udah dapat segalanya buat apa pacaran.

Jadi penting juga main tarik ulur dan ngilang tiba-tiba serta muncul tiba-tiba. Tapi ngilangnya berapa lama kak? Yang penting jangan sepuluh tahun ya pasti gebetan udah lupa dengan kamu kecuali rangga dan cinta :v. Tergantung situasi sih kalo berapa lama dan menurut gue tips ini paling ampuh karena gue telah menerapkannya sama nenek gue wkwk pantesan nenek gue kangen gue (bercanda :v).

BACA JUGA: Buat Kamu yang Mendambakan Wanita Cantik, Ternyata Punya Pacar Cantik Juga Ada Risikonya

Header image reference: swara.tunaiku.com

Strategi Optimisme dan Pesimisme Sebagai Upaya Penanganan COVID-19

Apakah anda telah tertular dengan virus Covid-19? saya harap tidak, tetapi harus kita akui hampir sebagian populasi dunia telah tertular dengan virus Covid-19. Apakah ada cara untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini? Saya kira hal itu masih belum dapat kita jawab, paling-paling kita hanya bisa meminimalisir dari dampak yang lebih besar.

Tetapi jika kita lihat keadaan global maka sebenarnya dunia telah mengambil kesimpulan yaitu satu-satunya cara untuk meminimalisir menyebarnya wabah Covid-19 adalah menghentikan arus globalisasi dengan melakukan lockdown atau mengisolasi wilayah.

Tetapi apakah upaya itu adalah satu-satunya cara? Apakah upaya itu efektif? Bukankah dengan melakukan pengisolasian wilayah justru menyebabkan keruntuhan ekonomi yang malah bisa menambah masalah, bukankah upaya yang lebih efektif adalah melakukan kerja sama antar negara.

Solusi pengisolasian wilayah adalah solusi yang gegabah

Dengan melakukan lockdown dan  memaksa orang untuk berada di rumah terus-menerus bukanlah solusi untuk mencegah penyebaran. Solusi yang efektif dalam meminimalisir menyebarnya pandemi Covid-19 adalah dengan memberikan kesadaran kepada setiap individu akan pentingnya kebersihan, seperti mencuci tangan dan menggunakan masker sehingga kita dapat terus beraktivitas ditengah Covid-19.

Tetapi akan muncul pertanyaan lagi yaitu jika masyarakat dunia telah memiliki kesadaran akan kebersihan selanjutnya apa? Jawaban yang bisa saya berikan adalah kerja sama.

Virus Corona (sumber: emeraldgrouppublishing.com)

Kerja sama sebagai solusi

Upaya minimal yang pertama dilakukan adalah kerja sama antara orang dalam satu negara terlebih dahulu misalnya antar orang se-Indonesia. Sebenarnya saya agak menyayangkan sikap  beberapa orang di Indonesia yang selalu menyalahkan pemerintah dan menganggap permasalahan Covid-19 adalah urusan pemerintah saja, sehingga ketika pemerintah meminta sumbangan dana banyak pihak yang justru mengkritik sikap pemerintah dan tidak menyumbang.

Beberapa orang mengatakan dikemanakan uang APBN sehingga pemerintah meminta sumbangan? kata-kata seperti ini adalah kata-kata yang diucapkan oleh orang yang tidak mengerti tentang trade off APBN.

Misalnya jika pemerintah memfokuskan 60% anggaran untuk mengatasi wabah Covid-19 maka akan mengurangi jatah anggaran yang lain-lain seperti pendidikan, pariwisata, kebutuhan pangan, pertahanan, dll yang justru bisa lebih banyak menyebabkan masalah.

Pemerintah meminta sumbangan bukan berarti uang APBN dikorupsi atau dihambur-hamburkan untuk hal-hal yang tidak berguna tetapi pemerintah ingin agar tidak ada ketimpangan dana APBN antara berbagai bidang dan tidak mengurangi jatah bidang-bidang lainnya sehingga diperlukan dana dari luar APBN. Selain itu proses meminta sumbangan dana dari pemerintah juga merupaka sinyal bahwa urusan Covid-19 bukan urusan pemerintah saja tetapi urusan kita bersama.

Lalu akan muncul pertanyaan lagi, seandainya kerja sama antara orang dalam meminimalisir Covid-19 ini telah terwujud bagaimana supaya kerja sama itu efektif?

Disini saya akan menjawab, supaya kerja sama itu efektif maka perlu ada orang yang optimis dan pesimis. Mengapa? Seorang novelis Inggris G.B. Stern pernah bilang bahwa:

“Orang optimis dan pesimis itu sama-sama memberi kontribusi pada masyarakat. Yang optimis menciptakan pesawat terbang, yang pesimis membuat parasut.”

Jika seluruh masyarakat optimis dalam menyelesaikan masalah Covid-19 maka ini juga bisa menyebabkan masalah karena terlalu optimis bisa mengakibatkan kita ceroboh dan tidak ada yang mengevaluasi. Tetapi jika seluruh masyarakat pesimis dalam menyelesaikan masalah Covid-19 maka permasalahan Covid-19 juga tidak akan bisa diselesaikan karena tidak akan ada yang bergerak. Jadi solusinya adalah kerja sama yang terdiri dari orang-orang optimis dan orang-orang pesimis.

BACA JUGA: 6 Hal Yang Bakal Kamu Kangenin dari UI selama Masa PJJ

Referensi Literatur

http://www.sheradiofm.com/news/2011/2-893-Optimis-VS-Pesimis

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200331164048-20-488781/pemerintah-terima-sumbangan-rp80-m-untuk-penanganan-corona

https://koran.tempo.co/read/internasional/451175/separuh-penduduk-dunia-diprediksi-akan-terinfeksi-corona?

https://www.liputan6.com/bola/read/4211248/9-cara-untuk-mencegah-penyebaran-virus-corona-covid-19

https://www.vice.com/id_id/article/gy3dax/pesimisme-tak-selamanya-buruk-malah-bisa-menguntungkan

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019

https://nasional.kompas.com/read/2020/04/01/15472671/update-tambah-149-total-ada-1677-kasus-covid-19-di-indonesia

https://rmco.id/baca-berita/nasional/31191/buka-rekening-donasi-pemerintah-nunggu-disumbang

https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/17/160000569/apbn–pengertian-unsur-fungsi-dan-penyusunannya?page=all

https://www.alodokter.com/ketahui-cara-untuk-mencegah-penularan-virus-corona

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4958663/tak-pilih-lockdown-tekan-penyebaran-corona-pemerintah-belum-siap

Referensi header image coronavirus: https://serial-eyes.com/immediate-measures-to-stem-coronavirus-spread/

error: This content is protected by the DMCA