MaBa Berdemo?


0

Belum lama kami menginjak Universitas Indonesia sudah banyak sekali hal hal yang ingin disampaikan. Rasanya banyak sekali yang ingin diungkapkan ketika membaca selebaran pamflet yang ditempel di lokasi lokasi strategis yang berbunyi “Mahasiswa Jangan Lembek Lu Sama Rektorat!”

Kalimat itu masih terngiang ngiang si kepala saya sampai hari ini. Mengingat di tulisan saya di website ini sebelumnya dan beberapa komentar yang sangat menggugah hati saya sangat termotivasi untuk lebih banyak bersuara.

Masih menyangkut BOPB yang kontroversial itu, saya merasa ada banyak kejanggalan dalam penentuan BOP yang berkisar sekitar 5 juta hingga 7.5 juta. bukan hanya BOPB, yang mendapat pengurangan, namun BOP standar yang dipatok dengan angka tersebut menurut saya sangat tidak wajar mengingat kakak kakak mahasiswa  sebelum kami BOP-nya berkisar sekitar 1.3 jutaan per semester. Sedangkan kami MaBa UI 2009 yang ditolak keringanannya diberi pesan elektronik seperti ini

Perlu saudara ketahui bahwa student cost/semester/mahasiswa untuk kuliah di UI dengan segala fasilitasnya adalah Rp 18 juta. Sehingga Rp 5 juta saja sebenarnya sudah di bawah 30%. Jadi anda dapat menghitung sendiri berapa besar subsidi yang sudah kami berikan.

Maksudnya apa? Tanpa alasan yang jelas biaya sesungguhnya untuk kami berkuliah seharusnya dengah BOP 18 juta? Ini Universitas negeri atau swasta? Saya ingin sekali melihat perincian biaya tersebut jika diizinkan (Diharap untuk tidak suuzon atas penggunaan biaya BOP).

Jujur sekali saya sangat sakit hati dengan rektorat setelah lebih dekat dengan kakak kakak Mahasiswa UI yang leih dulu masuk karena bayaran mereka jauh lebih murah. bahkan angkatan kami lebih mahal 3x lipatnya bahkan lebih.

Saya ingin sekali meminta  “Kembalikan sistem BOP ke sistem lama!” karena sistem terbaru BOPB ini sangat menyusahkan kami mahasiswa 2009

Kami sangat ingin mengajukan keberatan kami akan sistem ini. Salah satunya dengan menulis di website ini. Tapi seperti biasa, tulisan seperti ini pasti hanya diangga opini pribadi saja dan tidak akan diusut lebih jauh.

Jadi apa yang harus kami lakukan untuk menyuarakan hal tersebut? apakah MaBa harus turun ke jalan dan berdemo kepada rektorat untuk menolak sistem BOPB ini?

Cara klasik seperti ini lah yang biasa dilakukan untuk memprotes pemerintah sebagaimana pernah berhasil di tahun 1998. Tapi saya jauh lebih senang jika pihak rektorat membuka diri dan merundingkan hal ini bersama, karena demonstrasi bukan cara yang baik untuk bersuara.

“MaBa, Jangan Lembek Lu Sama Rektorat!”


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
ridwanhr

Mahasiswa UI. Menurut lo? :p

46 Comments

Leave a Reply

  1. Iya… saya juga sakit hati pas mendengar bahwa 2 tahun di atas saya SPP-nya lebih terjangkau dibanding dengan angkatan saya 2009. Rektorat, mana perincian biaya BOP itu?

  2. maba, bukan kalian aja yang bayarnya mahal 5x lipat dari angkatan terdahulu….angkatan 2008 juga kyk gtu….

    klo menurut saya, lebih baik kalian jangan menjudge rektorat kayak gtu dulu…..lebih baik kalian cari tau apa penyebab hal ini………

    lebih baik kalian tanya anak KESMA di BEM fakultas kalian masing2 aja deh…….

    banyak hal yang menyebabkan Bayaran UI bisa naik…..

    kalian tanya aja sama yang lebih mengerti ya….OK

    SEMANGAT

    jangan asal DEMO kalo ga ngerti akar permasalahannya…..

  3. wah, alhamdulillaaah.. ini dia nih yang dibutuhin.. semangat perjuangan dari para mabanya tentang BOP-B ini..

    selama ini, soalnya kakak2 kalian aja yang memperjuangin keadilan yang sebener2nya tentang BOP-B.. butuh banget suara dan sikap yang bulat dari kakak2 serta para maba sebenernya untuk memperjuangkan BOP-B yang benar2 “berkeadilan” ini..

  4. Saya rasa BOP ini butuh kesadaran jg dari para mahasiswa yang mengajukan BOP. Jika dirasa mampu untuk membayar full ya lebih baik tidak usah mengajukan BOP. Karena setahu saya banyak mahasiswa-mahasiswa yang orang tuanya mampu, tapi masih mengajukan BOP. Ayo syukuri apa yang ada! thx.

  5. “Karena demonstrasi bukan cara yang baik untuk bersuara” Lalu apa? dijamin klo tidak berteriak dengan lantang tidak akan didengar. Lewat tulisan, surat, berunding susah untuk dijalanin. Demo itu jalan terakhir setelah melakukan hal2 diatas.

    Kita PERJUANGKAN ko nasib adik2 yang ingin mendapatkan keadilan masalah biaya kuliah, mempermudah adik2 untuk dapat meringankan biaya melalui Kesma baik tingkat universitas, fakultas, dan jurusan. Walaupun terkadang tidak maksimal, tapu tidak menyurutkan kami untuk terus memberikan kontribusi.

  6. bwt fan2: hallooo.. bknkah m’dapatkan pendidikan murah adlh hak setiap warga negara!?
    gw sih g peduli setan sm yg kaya, tp gmn org yg bnr2 krg mampu terdzolimi dgn sistem BOPB ini??

    intinya qt harus bersatu dlm setiap gerakan qt..
    Rapatkan Barisan!! itu kuncinya..

    jelas hal seperti ini tdk bs dibiarkan..
    apakah qt hny bisa diam!?

    Tidak ada pilihan lain, hanya ada SATU pilihan: CABUT Sistem BOPB!!!

    Bagaikan luka yg sudah menjadi borok, bagaikan gudang yg sudah dipenuhi tikus dan rayap, bagaikan kaki yg sudah membusuk..

    borok itu harus diangkat, gudang itu harus dibakar, kaki itu harus segera diamputasi..

    sebab, sistem BOPB sudah TIDAK BISA disembuhkan atau diperbaiki lagi..

    Bersatulah Almamaterku!!

    *ttd: Kaukus Selamatkan Mahasiswa, Selamatkan Bangsa!!!

  7. serba salah untuk mahasiswa baru.
    mau ikutan demo masih belum tau medan, mau diem aja sakit jiwa raga mendengar permasalahan mengenai BOP ini.

    walaupun saya tidak terlalu banyak mengerti mengenai hal demo men-demo, tapi satu yang saya pahami bahwa demo itu adalah cara terakhir untuk menyampaikan aspirasi kita semua.

    jadi semoga untuk anak 2009, keluarga baru UI tidak hanya ikut-ikutan saja jika ada demo. tapi benar-benar memahami intisari dari penyampaian aspirasi melalui jalan demo ini.

    keep fighting all
    we are here for getting our dreams!

  8. bwt GUM****:
    saya setuju dg Anda. saya mendukung pencabutan sistem BOP-B. selama penerapan sistem ini tidak bisa sesuai dengan namanya “BERKEADILAN”.

    bwt fan2: sayangnya kenyataan di lapangan bukan hanya banyak mahasiswa yang orang tuanya mampu masih mengajukan BOP, tapi banyak mahasiswa yang orang tuanya tidak mampu malah tidak mendapat BOP yang sesuai dg kondisi keuangannya alias harus bayar mahal.

  9. yeay…wah, tulisan ini menunjukkan bahwa maba09 pun juga ga setuju dengan sistem BOPB…apa yang perlu kita lakukan? BERSATU melawan semua ketidakadilan yang ada saat ini. Karena apa pun yang kita perjuangkan kalau gak didukung semua pihak terutama mahasiswanya, yah…sama juga boong

  10. kalo kata orang ‘sono’ BOP di UI seharusnya 18 juta itu emg ada benernya juga,,

    kita di subsidi ama ekstensi ama S2 juga (termasuk S3 juga tau)., mau tau pengeluaran terbesar UI itu apa??

    LISTRIK,, yaaa LISTRIK… did u know baby,, 1 kelas minimal 2 AC lampu nyala semua.. 1 hari ada 4 jam mata kuliah total 8 jam deh rata2,,, itu 1 kelas,, belum satu lantai, satu gedung, satu fakultas, satu UI.. (itu baru buat ruang kelas loohh)

    bayangkan teman,, berapa triyun UI harus bayar LISTRIK sebulan,, kalo mau BOPB turun makanya kita juga harus ‘BANTU’ UI donkk…. nyalakan listrik seperlunya,, gunakan air juga seperlunya,,,

    belom lagi UI harus bayar karyawan, dosen, dll,
    maintenance, maintenance fasilitas (bikun, sepeda, dll)

    menurut gw,,,, sekitar 5 Jt sebanding gak ama fasilitas yang elo dapet??

    MIKIR kesitu donkk… jangan mikir nya cuman ampe sejengkal doank…!

  11. Bul,”sekitar 5 Jt sebanding gak ama fasilitas yang elo dapet?”
    itu bagi loe yang mungkin mampu, temen2 gw aj yg persemesternya sekitar 1,5 harus banting tulang buat bayar semester.
    Serius UI bayar listri sampe triyun????

  12. hanya mengingatkan.
    BOPB ini bukanlah keringanan.
    BOPB adalah sistem pembayaran satu-satunya untuk mahasiswa 2008 dan 2009.
    seharusnya tidak ada tuh, sistem pembayaran : bayar penuh, bayar cicil dan keringanan (pd simak) BOPB (pd UMB dan SNMPTN)
    yang ada hanya BOPB.
    BOPB adalah hak kalian..

    merasa dibohongi?

    ketka BOPB tak terasa berkeadilan
    jangan diam saja… saatnya Bergerak!!! rapatkan barisan!!!

  13. De’i :

    yaaaa itung ajah,,,,
    misal FK*
    1 kelas rata pake 2 AC, 1 LCD, 1 komputer, 4 lampu @40 watt. rata2 dipake selama 6 jam (+- 6sks / 3 matkul sehari)

    1 lantai ada 6 kelas
    4 lantai (1 gedung) ada 24 kelas..

    1 fakultas ada +- 5 gedung jadi 120 kelas

    di UI (depok) ada 10 fakultas,, jadi 1200 kelas..

    kalo 1 kelas per hari ajah bisa bayar listrik doank sekitar 10 ribu rupiah ajah.
    1200 kelas (10 fakultas) x Rp10.000 (perhari) x 26 hari = 312.000.000 ( 3M )

    itu buat kelas doank loohhh…
    belum air, belum ruangan administrasi dan sejenisnya, belum gedung2/ruangan2 lain (rektorat, PPSI, Perpustakaan, Lab komputer, dll)

    air, listrik, biaya tagihan hotspot, biaya karyawan & dosen, biaya bikun, biaya, sepeda, biaya perawatan taman, biaya ini, biaya itu.

    maksud gw gini lohhh teman2,, selain kita menuntut untuk di hapuskannya BOPB kita juga harus kasih FEEDBACK ke UI nya,, yaitu dengan cara berhemat.. HEMAT itu tindakan POSITIF kok, bukan brati kita ‘lembek ama rektorat’ tapi buat kita2 juga

    karena gw (temen2 gw sih) di FK* jg digituin,,
    kata pejabat dekanat bagian fasilitas : “Kalian mahasiswa bisanya hanya menuntut, dan mnuntut saja,, terus terusan meminta tanpa ada balasan yang kalian berikan untuk fakultas kalian ini, cobalah untuk saling mengerti, kalian boleh minta ini itu tapi kalian juga harus berikan ‘balasan’ untuk kampus kalian ini, jangan pasif, tapi aktif…” yaaaa kalo gak salah gitu deehhh,, dalem emg sihh.. tapi yaaa itu dia kenyataannya..

    Kita boleh menentang apa yang menjadi masalah bagi kita semua, tapi kita juga harus bisa berikan yang terbaik dari apa yang kita punya,

    sadar kah teman2 bahwa selama ini apa yang sudah teman2 berikan buat UI ..? jangankan buat UI, buat fakultasnya deh, atau buat organisasinya.. atau buat teman dekat bahkan orang tua..?? apa??

    kalo kata gurunya laskar pelangi, “Hiduplah untuk memberi bukan untuk meminta”

    yaaa kembali lagi, kita memang harus memberikan kemudahan dan menghapus ketidakadilan,, tapi kita juga HARUS memberikan yang terbaik buat UI..

    mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang, dan mulai dari diri sendiri

  14. gw g bermaksud oposan dr opini yang cb dibangun dari tulisan maba tercinta kita. tapi bagaimanapun kita harus objektif dalam melihat masalah. g bisa hanya mengandalkan emosi.

    gw termasuk salah satu orang yang percaya akan inherent goodness of man, jd gw pikir, bapak2 petinggi di kampus ini g bakal semena-mena seperti yang kita khayalkan. toh mereka jd “orang” seperti sekarang juga karena sistem pendidikan “murah” di masanya.

    cerita mereka yang berhasil dapat keringanan bop ataupun up sampe nilai terendahpun tidak sedikit. secara terbuka, rektor pun sudah bersumpah di media2 nasional untuk menjamin mereka yang diterima di UI tidak akan gagal daftar ulang cuma gr2 uang.

    intinya, ikuti saja aturan main yang ada, ketika ada ketidakpuasan, sudah ada mekanisme dan prosedurnya juga.

    ingat, sekarang masanya sudah berubah, dan setiap masa punya kondisi dan caranya sendiri2 yang berbeda-beda.

  15. SETUJU SAMA PENDAPAT buL…..

    sebaiknya kita jangan hanya menuntut aja sama pihak rektorat n dekanat……kita juga seharusnya lihat bagaimana beban keuangan yang mereka tanggung….

    memang BOP B ini masih kurang sempurna, jadi daripada kita demo tentang penghapusan BOP B, lebih baik demo tentang peninjauan ulang n memperbaiki sistem BOP B yang memang belom baik ini…..

  16. saya mengusulkan…Maba segera membuat forum Maba 09 menggugat BOPB….perlu ada kesungguhan untuk hal ini. Kami dari BEM akan trus mensuarakan “ketidakadilan bentuk baru” ini, sistem aturan tinggal sistem dalam kertas2 usang….padahal mereka sendiri yg membuatnya, namun mereka yg melanggar…

    satu lagi: sering2lah kalian membuat diskusi ato sekedar menanyakan kepada maba juga terkait BOPB..mungkin mereka ada masalah namun takut bersuara….
    Dengan senang hati jika Maba mau berdiskusi dengan kami…setiap hari kami ada di pusgiwa….sialhkan jika teman2 ingin berdiskusi

    “Saatnya Maba Berdaulat”

  17. @fan2: gw setuju sama #12: saya’. BOPB itu pembebanan Biaya Operasional Pendidikan yang seharusnya semua maba melengkapi semua data yang ada di opsi “meminta keringanan” di bop-berkeadilan.ui.ac.id yang cuma bisa diakses sm maba yang uda dapet akun.
    jadi BOPB seharusnya memfasilitasi semua maba untuk bayar BOP sesuai kemampuannya. kalo tu maba emang kaya dan mampu bayar penuh, pun dia mengumpulkan data , BOP yang dibayar pasti juga ga kecil kok, jadi seharusnya ga perlu ada maba kaya yang memiskinkan dirinya. dan BOPB itu bukan beasiswa, dan bukan keringanan, tapi emang sebuah sistem yang uda jelas dan disepakati.
    idealnya begitu kawan..

    @bul: oke, kita emang harus berhemat, memberikan yang terbaik, dan hidup untuk memberi. gw sepakat. tapi alesan itu, menurut gw nii, ga tepat sm kasus BOPB ini. masalahnya adalah banyaknya penyimpangan dari ini sistem.

    dan pendidikan kan hak siapa pun. kalo maba uda keterima di ui, dan dia memang anak yang pinter serta berprestasi tapi mungkin dari ekonomi kurang, masak harus mikir bisa bayar apa ga BOPnya dr pengeluaran UI yang banyak itu.
    maksud gw, banyak bgt mahasiswa pinter yg harus banting tulang untuk bayar kuliah.

    semangat!!

  18. kalau cara “lembut” sudah ditempuh,namun tdk bs juga..

    kalau kita terus dibohongi.. lagi dan lagi..

    terlebih lagi rektor kita setuju UU BHP..

    ga ada kata selain LAWAN!!!!

    ga peduli yg demo maba atau bukan..

    ini kampus benar2 kampus perjuangan..masuk sini harus dgn perjuangan ekstra!! jual sawah,jual tanah,jual apa lagi tau..
    padahal menurut pasal 31 ayat 1 UUD’45 dinyatakan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara..
    kenapa pemerintah belum “ngeh” juga??
    kenapa rektorat juga blm “ngeh”??
    makanya kita bikin “ngeh”!!

    Bangkit melawan atau mati penasaran dalam ketertindasan!!

  19. komentar bul @ 14.08.09:

    menurut gw,,,, sekitar 5 Jt sebanding gak ama fasilitas yang elo dapet??

    klo menurut lo sebanding dan lo mau dan mampu bayar segitu ya Alhamdulillah, tapi asal lo tau, ga semua fakultas tu fasilitasnya sebagus fakultas lo..

    buat gw pribadi, 7,5 jt (karena gw anak eksak) tu sangat terlalu mahal bila fasilitas yg gw dapatkan (di fakultas gw) masih minim kayak gitu..

    apalagi dari isi tulisan si maba yang mengatakan mendapat pesan elektronik:

    Perlu saudara ketahui bahwa student cost/semester/mahasiswa untuk kuliah di UI dengan segala fasilitasnya adalah Rp 18 juta. Sehingga Rp 5 juta saja sebenarnya sudah di bawah 30%. Jadi anda dapat menghitung sendiri berapa besar subsidi yang sudah kami berikan.

    gw setuju dengan pendapat si maba, terlalu arogan pihak rektorat mengatakan hal seperti itu..
    UI ni kampus negeri ato swasta? kampus swasta aja ada yang dibawah 18juta persemester..

  20. @bul
    sok tau banget deh lw, asal ngomong tanpa ada fakta yang jelas.

    Saya mau sedikit ngebeberin fakta ni (maaf hanya sedikit coz saya ga punya izin buat ngepublikasikannya)pada tahun kemarin 2008 jumlah total PENGELUARAN UI selama SETAHUN masih DIBAWAH 1 trilyun. Jadi yang dibilang bul 1 bulan pengeluaran UI bisa nyampe trilyun tu sama sekali ngawur. Namun pada tahun 2009 ini dalam Rencana Anggaran UI diperkirakan akan menghabiskan lebih dari 1 trilyun berdasarkan anggaran yang telah disusun. Hal ini tidak terlepas dari pesatnya kenaikan belanja modal yang dikeluarkan yang terwujud dalam pembangunan fisik (lw semua pasti bisa nyebutin satu-satu kan apa aja proyek-proyek UI yang lagi atau udah dikerjain UI).

    Menurut analisis dari teman saya, sekarang UI sedang berusaha meningkatkan pemasukan sebanyak-banyaknya dari mahasiswa untuk menunjang biaya2 proyek besar di UI hingga 3 tahun ke depan. Mengapa hingga 3 tahun ke depan?? Sebab setelah 3 tahun dari sekarang UI harus bertransformasi sepenuhnya menjadi BHP sesuai amanat UU BHP. Dan jika udah berubah jadi BHP, maka UI tidak boleh menerima pemasukan dari mahasiswa lebih dari sepertiga biaya cost pendidikan. Oleh karena itu mumpung belom jadi BHP jumlah persentase penerimaan dari mahasiswa masih belum dilarang untuk diatas sepertiga dari total penerimaan.

  21. hahaha., kocak lu pada yg bilang klo qt mesti maklum ma rektorat yg butuh uang buat operasional kampus…

    soory brader n sister, argumentasi kampus butuh uang bukan taon ini ato taon kemaren aja, tp dari dulu setiap mo naikin bayaran (lewat admission fee, DPKP, dll-nya). smua argumen itu udah disampein dari beberapa tahun yg lalu. dan selama itu pula kita gak tau laporan keuangan di UI.

    skarang gw tanya ama lo pada yg ngajak qt maklum sama kampus:

    – LO KATA SIAPA KAMPUS KEKURANGAN UANG DAN KARENANYA WAJAR KALO MAHASISWA DITARIK SAMPE LIMA JUTA??

    – LO TAU DARI MANA SETIAP KITA BUTUH 18 JUTA?? MANA BUKTINYA?? MANA LAPORAN KEUANGANNYA??

    gak usah (sok) jadi pembela bung klo lo gak punya info apa2 tentang keuangan UI. mahasiswa slalu dituntut untuk gak cuma ngomong doang tp jg harus ngasih solusi. GIMANA MAU NGASIH SOLUSI KALO KITA GAK TAU MASALAH KEUANGAN DI UI?? GIMANA KITA MAU SOLUTIF KALO LAPORAN KEUANGAN UI GAK BISA KITA BACA??

    *tarik nafas.. buang… tarif nafas… buang…*

    skarang, dari pada ngajak mahasiswa untuk maklum, knapa gak lo pada ngajak rektor untuk buka laporan keuangannya di publik biar kita tau kl ada kesulitan keuangan di UI??

    FYI aja ya, laporan keuangan IPB uda diaudit ama auditor eksternal. dan tau kah lo IPB dapet predikat apa buat laporan keuangannya? Wajar Tanpa Pengecualian!! UI? *geleng2 kepala*

  22. simpelnya, mending kontribusikan dirimu bagi lingkunganmu sekecil apapun itu dahulu baru ngomong..klo kita cuma bisa tereak2 protes tp blum tw mengenai keseluruhan duduk persoalanya apa gunanya bagi kita?apa gunanya bagi UI?disini kita adalah akademisi, maka bertindaklah seperti seorang akademisi..negeri ini akan sulit untuk maju jika pemikiran kita masih cetek

  23. Hmm.. di kondisi sekarang, jika mahasiswa meributkan masalah BOPB,
    maka pihak UI selalu punya tameng : biaya operasional pendidikan yang besar.

    Saya rasa kurang tepat kalau kita menuntut keringanan bayaran kuliah
    (ini kan masalah utamanya, karena bayaran terlalu mahal?),
    karena pasti akan ditameng terus…

    Mengapa kita tidak memfokuskan ttg keterbukaan anggaran keuangan UI saja dulu?
    Kalau jelas semua kan enak tuntut-menuntutnya.
    Kita juga bisa menyusun pembelaan yg lebih kokoh dan punya posisi yg lebih kuat.
    Tapi kalau tidak kunjung diberikan, waah ada apa2nya tuh..

  24. saya sbg mahasiswi fisip paralel 2009 jugga merasa tidak ada keadilan masalah biaya di UI ,
    UI lebih MAHAL dari pada kampus swasta .
    malah bisa dibilang TERLALU MAHAL ,
    untuk masuk ke kampus yang terbaik ini , saya mengeluarkan 18,2 juta , dan saya di patok 7,6 juta persemester . wah wah ! SANGAT MAHAL !
    apalagi anak fe paralel 2009 , 10,1 juta persemester . apakah ini yang di sebut sebagai univresitas negeri ? dengan biaya yang SANGAT TIDAK TERJANGKAU ? apakah UI hanya untuk orang orang berduit ?

  25. @ucull
    Setau saya kelas paralel memang tidak dapat subsidi. Yang dapat subsidi hanya kelas reguler saja. Justru besarnya biaya kelas paralel maupun internasional dan KSDI dimaksudkan untuk mensubsidi silang kelas reguler

    @jodi
    bukan dicabut tapi diperbaiki sistem dan mekanismenya,, jangan sperti dulu ketika bayaran masih flat 1,3-1,5 juta dimana kaya-miskin sama aja bayarannya

    @hebat
    saya setuju,, btw info terakhir yang saya dapatkan UI sekarang sedang diaudit oleh auditor eksternal untuk pertamakalinya,, Yang jelas saya setuju sekali bahwa transparansi itu sangat penting agar kita tau berapa cost yang tepat untuk 1 mahasiswa

  26. transparansi cm tools aja untuk bs masuk ke solusi. tp bukan brarti ketika tranparansi ada maka qt maklum sama BOPB yg m’hasilkan rata2 mahasiswa bayar 3-4 juta skrg.

    dari transparansi justru qt mau masuk ke pertanyaan lain: apakah UI sudah dikelola dengan baik? apakah mahasiswa sdh menjadi sumber pendanaan pendamping seperti amanat PP BHMN? klo ternyata masih jadi sumber pendanaan utama, knp bisa bgitu? gmn kerja rektor? klo emg gak mampu melaksanakan amanat PP BHMN ya dicopot aja rektornya sama menteri.

    angka 3-4 juta jg blm tentu adil. klo dibandingin ama yg bayar 7,5 juta mgkn terlihat adil. tapi klo dy gak mampu bayar sgitu, apakah adil? ingat, pendidikan adalah hak. ini adalah konsensus paling mendasar negara qt ketika 4 hal sudah ditetapkan menjadi tujuan negara. salah satu tujuan negara adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”… karena pendidikan adalah hak, patutkah masyarakat takut tidak bisa kuliah di UI? jawaban saya jelas: TIDAK.

  27. Wajar aja kok 5 juta dengan fasilitas di UI seperti Bikun, Sepeda, Kesehatan, Dosen-dosen terbaik, Kelas, gEDUNG KAMPUS, AC, internet,
    dan ingat UI sudah termasuk 50 besar Universitas Terbaik di Asia.

    Sangat tidak fair jika UI dibandingkan dengan swasta yang kualitasnya masih dipertanyakan!!

    Benar juga yang bilang kalo mahasiswa hanya bisa menuntut. Lalu kontribusinya apa ke UI.
    Sudah seberapa banyak mahasiswa yang inigin jadi peneliti?
    Sudah berapa banyak mahasiswa yang memberikan prestasi ketika kuliah di UI ?

    5 Juta adalah nilai yang sangat wajar dan sangat murah dibandingkan fasilitas yang kalian dapatkan.

    Bagi yang tidak mampu, kan bisa nyari beasiswa !
    Jadikan itu sebagai cambuk bagi kalian untuk meraih ipk tinggi untuk mendapatkan beasiswa.

    Buktikan kalau kalian layak masuk UI !!

  28. stau gw jg gt,, Vokasi,, Paralel,, non reg,, atau apalah… semua g ada yg akan dpt subsidi kecuali mahasiswa yg masuk lewat jalur reguler,, Vokasi,Non reg , paralel daapet sih subsidi,, tp hanya sedikit,, sdgkan mahasiswa reguler lah yg mendapatkan subsidi,, sbg contoh,, kawan saya,, yeni,, mtk_mipa,maba 09 jg,, dy hny membayar Rp 900.000,- tiap semester.. buat kalian yg bukan mahasiswa reguler, berjuang sendiri cari duit !!! cari beasiswa !!! jgn cuma bs nya ngais-ngais n protes aja !! gw sendiri mahasiswa D3 ,, n smpe skrg gw jg brjuang nyari beasiswa !! krn klo brjuang minta subsidi k rektor,, PERCUMA,, subsidi lebih cm bwt mhsw reguler…

    GETO…

  29. @Riesa : waduhh maaf bgt kalo emg fasilitas setiap fakultas tidak merata, itu brarti otonomi fakultas yang beda2 hehehe… kan masuk bayarnya sama, masa dpet nya beda2. tanya kenapa?

    @Dam : kan gw cuman bilang hampir…… 700 juta juga hampir 1 milyar,,, ;p (cuman menghiperbolakan, supaya KITA mau MEMBANTU UI. untuk BERHEMAT kawan) salah yaahh kalo kita hemat listrik, pengeluaran operasional UI turun, trus kita kemungkinan bisa jadi murah lagi… gitu kan alurnya..

    @Hebat : yeeee sapa juga yang gak butuh duit? presiden ajah butuh duit cuy… yahhh kalo mo di itung2 pake ilmu matematika akuntasi sih MUNGKIN ajah tiap mahasiswa butuh 18jt heheheh..

    udah dah… kita uraikan lagi benang kusutnya…
    gw coba tarik beberapa kesimpulan nih, abisnya ni tread udh kegeser2 ama tread yang laen heheheh…

    pertama : BOPB bermasalah, mahasiswa kurang mampu sulit untuk mendapatkan keringanan dengan argumen “seharusnya 18jt” itu. (action : perlu adanya keringanan dan perbaikan sistem / pencabutan sistem ini)

    kedua : BOP mahasiswa untuk memenuhi sebagian kebutuhan biaya operasional UI (perlu adanya transparasi kemana duit mahasiswa mengalir)

    ketiga : Bantu UI untuk meringankan bebannya, misalnya yaaa berhemat itu tadi hehehe (aktifis lingkungan jadi2an di kampus).

    kalo komentar2 yang lain no more comment x)
    salam perdamaian dari negara cinta damai. INDONESIA

    (iklan : dukung Zivanna Letisha dalam ajang miss universe 2009. untuk Vote klik http://www.missuniverse.com skrg udh peringkat 3, beda 0,9 dari lawannya pertamanya. dia anak UI lohh angkatn 2007 pula, kalo jd pacar gw, keren kali yak ahahahah)

  30. @bul
    sip setuju dengan lw,,, gw dan kita semua harus bercermin ni karena mungkin udah make fasilitas UI dengan seenaknya,,, contoh sederhana kaya orang nyolokin listrik leptopnya cuma buat fesbukan ato apalah yg kaga guna,, manfaatin AC secara berlebihan dll

    @all
    udah mulai oot ni mending di-closed aja ni..

    oot dikit ya: btw SALAM UI dan LDF Se-UI kira2 kebakaran jenggot ga gara2 mahasiswi UI ikut miss universe dan dipoto pake bikini hehe,,, :no offense:

    oiya udah mau puasa mohon maafin saya temen2x semua!!!!

  31. Wahai kawan-kawan yang sedang panas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

    #1. UI tidak lagi disubsidi penuh oleh pemerintah.

    Anak2 dua tahun yang lalu itu masih menikmati subsidi penuh dari pemerintah. Itu makanya mereka bisa dapat uang sekolah rendah. Tapi, akibat kebijakan BHMN (sekarang namanya BHP), UI dan beberapa perguruan tinggi negeri lainnya kini harus mengolah sendiri dananya, sama seperti swasta.

    #2. UI sedang bergerak ke kampus riset.

    Perguruan tinggi berbasis riset itu mahal. Silahkan bandingkan dengan perguruan tinggi negeri bonafit di luar negeri. Jujur, seluruh kampus negeri di negeri ini belum bisa hidup dari risetnya. Makanya, UI sedang belajar bangun dari tidurnya.

    #3. Banyaknya pintu masuk ke UI.

    Akibat 54 perguruan tinggi yang keluar dari konsorsium SPMB menyebabkan SPMB bubar. Sekarang untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri harus melewati berbagai gerbang. Ambil contoh UI, di UI setidaknya ada: KSDI, UMB, SNMPTN, SIMAK, dkk.

    Apa korelasinya dengan BOP-B? Dengan waktu singkat UI harus menyesuaikan diri dengan *semua* pintu masuk itu. Ada banyak corner case yang harus bisa diatasi. Kita berbicara sebuah sistem yang melibatkan banyak orang dan institusi dengan berbagai tingkat pendidikan.

    Bukankah di UI banyak fasilitas keringanan? Setidaknya di UI pusat ada yang namanya tunda bayar, cicilan, dan BOP-B. Di tingkat fakultas ada juga keringan dan beasiswa. Bukankan di tingkat BEM UI juga ada yang namanya Advokasi Mahasiswa?

    Usul saya, mengapa tidak pergunakan cara-cara yang sudah ada itu?

    Pertanyaan ini untuk kita semua:

    Jika memang seluruh sistem ini tidak benar, mengapa tidak memperbaikinya? Beranikah Anda untuk hidup idealis dan bergaji kecil merubah negeri ini? Ataukah setelah lulus yang Anda pikirkan hanya rumah di Pondok Indah, mobil minimal satu di garasi, dan gaji dua dijit di salah satu perusahaan multinasional?

    What of agent of change?

  32. @Dam : Yuk kita berhemat yukk.. setuju bgt kalo fesbuk di closed di jam sibuk hehehe

    @all makasih juga yaaa.. komentarnya… (kalo untuk LDF no more comment heheheh,, kalo kata OKK UI, Think Globally Act Locally, jadi berpikir global untuk bertindak lokal, sukur2 bisa go international wahahahhhaaa

  33. teman-teman maba 2009, belajar aja yang bener, duit pasti akan datang untuk membayar uang semesteran dll..
    bukan demo yang harus dilakukan melainkan,kerja keras,karena mengeluh bukanlah solusi,,
    kerja keras dan mencari jalan keluar dengan kepala dingin itu lah yang harus dilakukan

    guru SMA saya alumni TIUI juga bukan dari kalangan mampu, saya ingat sekali beliau berkata,,saya kuliah nothing to lose,,saya berusaha belajar sebaik-baiknya ketika kuliah,dan selalu-selalu ada jalan untuk mendapatkan uang untuk membayar kuliah..
    yang penting tanamkan dalam pikiran saya pasti dapat menyelesaikan kuliah saya!
    toh ada magang, beasiswa,memberikan les dll,,
    buktinya saya lulus tepat waktu.
    guru saya menyatakan hal tersebut ketika banyak teman saya yang menyatakan ketakutannya tidak dapat berkuliah karena biaya pendidikan yang mahal

    saya disini tidak membela siapapun,hanya ingin memberikan semangat kepada teman saya sesama maba 2009

  34. bener2 udah kehabisan kata2 wat sisitem birokrat kampus ini. mereka selalu mengatakan ini dan itu, tapi keslahan pertama dan terbesar yang mereka perbuat adalah, mereka BAHKAN TIDAK MEMPUNYAI DAN TIDAK BISA MEYAKINKAN KITA MASALAH TRANSPARANSI KEUANGAN OPERASIONAL KMAPUS. mereka menahan banyak informasi dan membuat kita seakan seperti orang yang dibodohi, padahal kita adalah mahasiswa pilihan.

  35. hahaha., masih kocak ternyata komen2nya… smua argumen yg (seolah) ngebela rektorat masih gak bisa keluar dari asumsi bahwa UI butuh uang. apa lagi yg bilang dua tahun lalu UI masih disubsidi penuh ma pemerintah. FYI aja ya, UI jadi BHMN bukan 2 taon yg lalu, tp sejak ada PP no. 152 tahun 2000. artinya udah 8 tahun bung. dan taon 2008 kmaren, dana dari masyarakat (mahasiswa) masih nyampe angka 60% lebih! masih mo bilang qt harus maklum sama UI yg butuh dana? sok atuh klo gitu, kita ngecrek aja di stasiun UI ato margonda buat minta sumbangan tuk UI. spakat gak? Hmm…

  36. saya tidak setuju kalau maba dijadikan kader2 demo. mereka diamanahkan orang tua mereka untuk belajar, bukan untuk berdemo seperti itu.
    lagian coba dilihat lagi, demo itu banyakan jeleknya daripada bagusnya…

  37. Saya kira bukan masalah mampu dan tidak mampu, karena dengan 7.5 juta / semester dirasa sangat berat. Memangnya ini univ negeri ato swasta??. Ui adalah inceran semua orang dengan seleksinya yang sangat ketat. Dengan dengan demikian buat apa anak-anak pilihan yang rata2 mempunyai kepandaian lebih masih harus dibebani dengan uang kuliah yang tinggi. Menurut saya dengan 7.5 juta sangatlah tidak wajar….. lebih baik dikembalikan dengan sistem yang lama dipatok misal 3 ato 4 juta per semester.

    Semoga rektorat mendengar hal ini.

  38. ga bakal didengar bro, paling didiemin ampe jamuran haahahah, mending belajar aja yang bener nanti kalo dah lulus n gawe lw bikin universitas buat orang – orang ga mampu kan lebih jelas tuh

  39. @Burma: demo itu banyakan jeleknya daripada bagusnya? Penelitiannya seperti apa, nih? Kalo ngeliat M. Tri Andhika, ketua BEM UI 2007 yang dapet beasiswa ke Jepang dan sempet ke Singapura juga, beliau mantan pemimpin Polhum BEM UI, lho. Waktu beliau masih mahasiswa dan saya maba, aksi BEM UI hampir selalu dijenlapi (jenderal lapangan) oleh beliau. Oya, nilai IPK beliau juga sangat bisa dipertanggungjawabkan.

    Belum lagi “demonstran”2 lainnya pada masanya.

    Jadi, penelitiannya seperti apa, nih?

    *Kan, katanya mahasiswa harus ilmiah alias bicara yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan? 🙂

  40. Buat Ridwan, Adik kelas ku.. hhe..he.. (Secara sesama ank Jip) Kenalin, gw Adit/2008..
    Untuk BOP-B ini, menurut gw., kamu tanya ke Ank2 Adkesma BEM FIB UI, Karena mereka yang mengerti masalah ini.. Ngobrol2 ama mereka dulu ya.,
    Setelah itu, baru gw jelasin,. Jadi, Di Internal BEM UI sendiri belum ada sinergisitas, komunikasi, dan kesepahaman antara Forum CEM ( Forum Para Ketua Bem Fakultas dengan Ketua Bem UI), Forum Kesma-LINK (Forum Kesma se-UI), dan Forum Sospol-NET (Forum Kastrat se-UI).. mengenai masalah BOP-B ini. Jadi, kita tunggu aja pernyataan sikap dari mereka semua..