Mahasiswai IE FEUI baru-baru ini kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Mereka adalah?Atika Amalia (EIE09), Budiono (EIE08), dan Widiani Putri (EIE09) yang menjadi Juara III LKTIN National Economics Events (NETs) Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) 2011. Selain itu, satu-satunya perwakilan dari UI ini juga mendapatkan penghargaan khusus sebagai tim dengan “Penampilan Terbaik”.

NETs, acara tahunan yang diselenggarakan Himiesbang FE Unsoed, tahun ini mengangkat tema Peluang dan Hambatan Indonesia Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015. Rangkaian acara NETs ini berlangsung selama dua hari, pada tanggal 8-9 Juni 2011. Selain LKTIN, turut pula diselenggarakan seminar nasional jurusan dan field-trip untuk peserta. Presentasi final LKTIN NETs?berlangsung pada hari Rabu, 8 Juni 2011 di FE Unsoed, Purwokerto. Dewan juri yang menilai babak ini datang dari FE Unsoed, Bank Indonesia (BI) Purwokerto, dan Dinas UMKM Purwokerto.

Tim dari UI mendapatkan giliran kelima. Walaupun sempat merasa gugup, tim UI berhasil melakukan presentasi yang memukau para dewan juri. Mereka mempresentasikan karya tulis mereka yang berjudul Peluang dan Tantangan Sektor UMKM Indonesia Menghadapi MEA 2015: Peran Aspek Kebijakan dan Pembiayaan.? Menurut juri, isi karya tulis yang disajikan dirasa sangat relevan dengan permasalahan yang dihadapi UMKM Indonesia saat ini dalam menghadapi MEA 2015.

Usai presentasi final dan makan siang, peserta LKTIN dan delegasi NETs diajak mengunjungi sejumlah objek wisata yang ada di daerah Purwokerto. Museum Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi tujuan pertama. Ternyata, banyak yang tidak mengetahui bahwa BRI itu berasal dari Purwokerto. Sejarah BRI dimulai saat ada seorang priyayi yang memberikan kredit lunak untuk rakyat di zaman kolonial Belanda, yang kemudian terus berkembang menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia.

Selanjutnya, peserta diajak mengunjungi kawasan wisata Baturraden. Di sana, peserta dimanjakan dengan nuansa pegunungan yang sejuk dan pemandangan air terjun yang indah. Acara field-trip ini pun dilanjutkan pada malam harinya, dengan mengunjungi taman kota di pusat kota Purwokerto.

Keesokan harinya, Kamis, 9 Juni 2011, rangkaian acara NETs dilanjutkan dengan acara seminar nasional jurusan. Seminar ini wajib dihadiri para dosen dan mahasiswa jurusan ilmu ekonomi studi pembangunan (IESP) FE Unsoed sehingga semua kelas pun dibatalkan pada hari itu. Seminar ini dibuka dengan pertunjukan teater yang mengkritisi pemberlakuan MEA 2015 yang hanya akan membebani Indonesia dengan derasnya arus barang impor masuk Indonesia.

advertisement

Setelah itu, seminar dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan presentasi dari masing-masing pembicara. Pembicara yang dihadirkan datang dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Kantor Wakil Presiden RI, dan BI. Pembahasan yang disampaikan pembicara sangat informatif sehingga mampu memperkaya wawasan peserta tentang MEA 2015. Setelah pembicara terakhir selesai memaparkan pembahasannya, sesi tanya jawab pun dibuka. Tak ketinggalan, perwakilan dari UI pun turut mengajukan pertanyaan mengenai langkah-langkah apa yang perlu dilakukan ASEAN dalam mengatasi permasalahan “spaghetti bowl syndrome” untuk dapat mewujudkan MEA 2015.

Setelah sesi tanya jawab selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan tari saman yang mengundang decak kagum para peserta. Kemudian, saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, para pemenang LKTIN segera diumumkan. Penghargaan karya tulis terbaik diraih IPB, penampilan terbaik diraih UI, dan peserta terfavorit diraih Unsoed. Juara III berhasil diraih Atika, Budiono, dan Widi dari UI, sedangkan Juara II dan I jatuh ke tangan Undip dan IPB.

Walaupun hanya meraih peringkat ketiga, peserta dari UI tetap patut berbangga karena nilai presentasi mereka terbaik di antara peserta lainnya sehingga mereka mendapatkan penghargaan “Penampilan Terbaik”. Persiapan yang mereka lakukan sangat mendadak, bahkan karya tulis mereka buat di tengah-tengah masa UAS dalam waktu hanya beberapa hari, alih-alih mereka tetap bisa mengukir prestasi.