Mapala UI Tuntaskan Ekspedisi Sungai Lariang dan TN Lore Lindu


0
Ekspedisi Mapala UI, Arung Jeram, Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah
Tim saat berada di finish Sungai Lariang, Desa Gimpu, Kec. Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi.
Ekspedisi Mapala UI, Arung Jeram, Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah
Tim saat berada di finish Sungai Lariang, Desa Gimpu, Kec. Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi.

Palu, Sabtu 8 Maret 2014. Tim Ekspedisi Sungai Lariang & Telusur TN Lore Lindu kemarin, 3 Maret 2014 pukul 15.11 WITA telah sampai di exit point, Desa Gimpu. Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tim memulai pengarungan pada hari Jumat, 28 Februari 2014 di desa Tuare, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso setelah memetakan jeram-jeram yang berbahaya di Sungai Lariang. Tim ekspedisi dibagi menjadi dua, yaitu tim pemetaan dan tim darat. Tim pemetaan terbagi menjadi 4 tim.

Tim ekspedisi arung jeram berhasil melewati beberapa jeram di Sungai Lariang yang cukup berbahaya. Jeram-jeram tersebut memiliki tingkat kesulitan grade 3-5. Tim mengarungi Sungai Lariang sejauh 53 kilometer. Cuaca selama pengarungan cenderung cerah. Pada hari kedua, deit air Sungai Lariang mengalami kenaikan hingga 70 cm disebabkan oleh hujan di hulu Sungai Lariang dan Sungai Rampi menyebabkan tingkat kesulitan yang dihadapi tim ikut meningkat. Tim memutuskan untuk memantau keadaan sungai terlebih dahulu mengingat resiko yang akan dihadapi jika mengarungi dalam kondisi air naik.

Tim arung jeram mengalami hambatan di hari kedua pengarungan. “Perahu karet sempat bocor pada daerah tambalan sebelum memulai pengarungan jadi kami langsung tambal kembali. Cukup lama juga prosesnya penambalannya hingga empat jam. Jadi rencana perjalanan kami terhambat.” ucap Gus Firman, ketua ekspedisi Sungai Lariang dan Telusur Taman Nasional Lore Lindu. Beruntung perahu dapat kembali mengantarkan anggota tim membelah jeram-jeram Sungai Lariang hingga exit point.

Menguak Potensi Wisata Taman Nasional Lore Lindu

Tim ekspedisi Sungai Lariang dan Telusur Taman Nasional Lore Lindu berusaha mempublikasikan potensi yang ada di taman nasional. Setelah melakukan ekspedisi selama 8 hari di TN Lore Lindu, tim ekspedisi berhasil mendokumentasikan potensi wisata di kawasan Taman Nasional dalam bentuk foto dan video. Tim Telusur berhasil mengunjungi situs megalith di kecamatan Lore Tengah, Danau Tambing, Danau Lindu, penangkaran Maleo di Saluki, pembuatan kain dari kayu di Desa Mataue, pengamatan Tarsius di Desa Kammarora, kolam pemandian di Desa Kandiddia, trekking gunung Taba dan mendokumentasikan budaya asli Sulawesi Tengah.

Sementara Sungai Lariang sendiri memiliki potensi untuk dikelola sebagai tempat berarung jeram untuk para wisatawan minat khusus jika berkunjung ke TN Lore Lindu. “Beberapa jeram di sungai Lariang yang berbahaya telah kami petakan. Jeram tersebut sangat menantang untuk diarungi.” ujar Kurniadi Sukma Wijaya, penanggung jawab teknis pengarungan Sungai Lariang. Namun untuk mencoba mengarungi Sungai Lariang diperlukan kemampuan dan pengalaman yang mumpuni dalam berarung jeram, mengingat tantangan yang dihadapi cukup berbahaya.

Mapal UI berencana mengadakan seminar hasil ekspedisi dan pameran foto sebagai kegiatan pasca ekspedisi. Ekspedisi yang dilakukan oleh para anggota Mapala UI ini merupakan salah satu perjalanan dalam menjelajahi 50 taman nasional yang ada di Indonesia. Keberhasilan ekspedisi ini merupakan tongkat estafet penjelajahan Taman Nasional di Indonesia yang diadakan dalam rangka peringatan Ulang Tahun ke 50 MAPALA UI. Jaya Mapala UI..iiiioooooooo!!!

Penulis : Wahyu Adityo Prodjo / M-875-UI, Anggota Tim Ekspedisi Sungai Lariang dan Telusur TN Lore Lindu.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
wahyuuap

One Comment

Leave a Reply