Mengenal Tes Potensi Skolastik. Seperti yang kita ketahui Indonesia sudah memasuki masa new normal atau normal baru, di mana kebiasaan dan gaya hidup kita berubah dari yang semula kita biasa-biasa saja dalam beraktifitas kini harus selalu ekstra dalam menjaga kebersihan. Ya, pendemi virus COVID-19 ini membawa banyak perubahan yang signifikan dengan cakupan yang luas mulai dari kebiasaan, budaya, dan gaya hidup harus kita ubah demi kemanan dan kesehatan diri sendiri juga orang lain di sekitar kita. Di antaranya dengan melakukan physical distancing atau menjaga jarak secara fisik demi menghindari virus COVID-19 ini, namun physical distancing ini membuat banyak hal di sekitar kita berubah, salah satunya adalah sekolah yang menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh.

Tidak hanya kebijakan belajar dari rumah, pemerintah juga menghapuskan ujian nasional di tahun ini. Seperti yang kita tahu belajar dari rumah dinilai tidak efektif bagi sebagian orang, hal ini terjadi karena komunikasi hanya terjadi satu arah, belum lagi kendala terbatasnya teknologi dan jaringan internet yang kurang memadai. Menjadi bahan pertimbangan oleh pemerintah untuk meniadakan atau mengurangi beberapa mata ujian seperti tes kompetensi akademik dalam ujian UTBK dan fokus kepada ujian tes potensi skolastik (TPS). Hal seperti ini dilakukan agar durasi pengerjaan soal dapat ditekan sehingga waktu pengerjaan tes dapat diselesaikan dengan lebih cepat, dengan begitu peserta utbk tidak akan berada di dalam ruangan ujian dalam waktu yang lama.

BACA JUGA: Untukmu Adik-adik SMA Yang Ingin Tahu Bedanya Jalur-Jalur Masuk Universitas Indonesia

advertisement

Lalu kenapa harus TPS?

Tes potensi skolastik atau yang biasa disingkat menjadi TPS merupakan tes yang dikedepankan untuk mengukur kemampuan kognitif peserta. Menurut brainfit.com, kemampuan kognitif adalah konstruksi proses berpikir, termasuk dalam mengingat, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Nah kemampuan kognitif ini sangat dibutuhkan oleh calon-calon mahasiswa. Seperti yang kita tahu kehidupan di dunia perkuliahan sangat berbeda dengan dunia ketika kita duduk di bangku SMA, semua hal dan permasalahan menjadi lebih kompleks dan detail, kemampuan kognitif inilah yang dapat menolong atau setidaknya membantu kita dalam mengahadapi kehidupan perkuliahan.

Ketika kita mengikuti suatu kepanitiaan misalnya, pasti selalu ada tantangan dan masalah yang datang, nah apakah kita sebagai mahasiswa bisa menyikapi tantangan tersebut dengan lebih baik? Apakah kita selaku anggota dapat berkontribusi dengan dengan maksimal? Apakah kita bisa memecahkan masalah dan mencari jalan keluar yang terbaik? Bagaimana solusi terbaiknya? Apa dampaknya jika kita memilih keputusan tersebut?

Nah, hal-hal seperti di atas termasuk dalam penalaran kognitif teman, kemampuan dalam penalaran kognitif ini telah kita dapatkan selama duduk di bangku sekolah.

advertisement

BACA JUGA: Sudah Tahu Bedanya Tes TOEFL, IELTS, dan TOEIC?

Selain itu peserta juga dituntut untuk menunjukan kemampuan dalam bernalar secara umum, pengetahuan umum, pengetahuan kuantitatif, dan kemampuan dalam menulis dan membaca yang baik.

Hal ini juga sangat penting mengingat kita sebagai mahasiswa harus banyak-banyak membaca, dan tidak lupa kemampuan dalam menalar atau memetakan informasi-informasi yang didapat, sayang dong kalau kamu sudah banyak-banyak membaca jurnal tapi tidak bisa menyimpulkan apa yang ada di dalamnya, maka dari itu kita harus bisa memetakan konteks dan konsep informasi yang ada pada suatu bacaan.

advertisement

Kemampuan kognitif yang kita punya memang akan berkembang seiring dengan bertambahnya pengalaman dan proses pendewasaan diri, apalagi saat kamu menjalani proses perkuliahan. Nah untuk menghadapi utbk, kamu perlu sering-sering berlatih soal tps, tapi jangan lupa untuk selalu berdoa dan jaga asupan makan ya, semangat!

BACA JUGA: Panduan Pelaksanaan UTBK UI 2020 agar Ujian Berlangsung Aman dan Nyaman



advertisement