“Bro, kayaknya gue salah jurusan.”

Keluhan ini seringkali kita dengar di lingkungan kampus–entah beberapa teman kita yang mengeluh, atau bahkan kita sendiri. Perasaan “salah jurusan” sangat umum dirasakan mahasiswa dari jaman dulu hingga sekarang. Biasanya, kesalahan ini baru disadari mahasiswa setelah melalui beberapa semester awal kuliah, dan kemudian merasa tidak cocok (tidak suka atau tidak bisa) mengikuti mata kuliah yang ada di jurusan tersebut.

Apa solusinya? Pindah jurusan? Cuma beberapa orang yang cukup berani untuk mengambil risiko itu dan memulai kuliah dari nol lagi. Sisanya (mungkin termasuk kamu) tetap stay di jurusan yang sama–berusaha lulus sampai akhir, and making the best of it.

advertisement

Setelah lulus dari jurusan yang dirasa “salah” ini, lalu apa? Apa karena kita terlanjur memilih jurusan yang salah lantas kita juga harus bekerja di role atau industri yang tidak sesuai dengan diri kita?

Let’s take a step back for a while and ask, is this even a problem?

Nyatanya, hanya sedikit juga sarjana yang memiliki pekerjaan sesuai dengan jurusan kuliah mereka. No need to worry that much, karena ada 3 langkah yang bisa kamu lakukan jika kamu merasa salah jurusan. 

advertisement

BACA JUGA: Usai UN, Tentukan Masa Depan Kamu dengan Pilih Jurusan Tepat Kalau Mau Kuliah di UI

 

Cari pengalaman di bidang yang lebih sesuai

Cari pengalaman di bidang yang lebih sesuai via kompas

Cari pengalaman di bidang yang lebih sesuai via kompas

Jika kamu merasa salah jurusan, cobalah membekali diri dengan pengalaman–baik pengalaman magang atau organisasi–yang lebih sesuai dengan minat dan skill kamu. Misalnya, kamu mahasiswa jurusan Teknik Industri yang ternyata merasa lebih bisa cocok di bidang Manajemen Pemasaran. Kalau kamu sudah menyadari ketidakcocokan ini, carilah kesempatan magang di fungsi marketing.

advertisement

Di kepanitiaan kampus, ambillah role yang mengharuskan kamu menjalankan banyak fungsi marketing seperti Divisi Publikasi. Pengalaman ini akan stand out di resume kamu jika setelah lulus kamu memutuskan mengambil jalur karir yang berbeda dengan jurusan kuliahmu.

 

Selain pengalaman, bekali diri dengan skill yang relevan

Selain pengalaman, bekali diri dengan skill yang relevan via silvitaagmasari

Selain pengalaman, bekali diri dengan skill yang relevan via silvitaagmasari

Hal yang lebih penting dari asal universitas dan jurusan kamu adalah skill. Sama seperti poin 1 di atas, kamu tidak hanya harus memiliki pengalaman, tapi juga membuktikan bahwa kamu memiliki strength di bidang tersebut. Memakai contoh di atas, jika kamu sudah memiliki beberapa pengalaman di fungsi marketing baik di magang atau kepanitiaan, saat mencari pekerjaan cobalah highlight pencapaian-pencapaian kamu di pengalaman kamu tersebut. Misalnya, saat menjadi bagian dari Divisi Publikasi, kamu berhasil mendatangkan ribuan pengunjung ke suatu event dengan memanfaatkan digital channel. Skill ini akan jauh lebih dilihat oleh perusahaan dibandingkan latar belakang pendidikan kamu.

advertisement

 

Perluas jejaring di bidang yang ingin kamu tekuni

Perluas jejaring di bidang yang ingin kamu tekuni via dentistpreneur

Perluas jejaring di bidang yang ingin kamu tekuni via dentistpreneur

Poin terakhir ini tidak boleh dilupakan. Jika bidang yang ingin kamu tekuni bukan makanan sehari-hari di bangku perkuliahan, otomatis kamu harus memiliki inisiatif untuk mengembangkan jejaring di luar kampus. Misalnya, lagi-lagi memakai contoh di atas, kamu bisa mengikuti berbagai meetup, workshop, atau kompetisi yang berhubungan dengan bidang marketing. Hal ini akan mempertemukan kamu dengan teman-teman maupun mentor di bidang tersebut, sehingga kamu bisa belajar serta mendapatkan akses ke berbagai opportunity dari mereka.

Opportunities lie beyond the classrooms. Jadi, kalau sudah tahu salah jurusan, jangan takut dan jangan merasa sia-sia! Bekali diri dengan pengalaman, skill, dan network agar tetap bisa berkarier di bidang yang kamu suka. Good luck!

*Artikel ini merupakan kontribusi dari Bukapintu.co, online platform untuk mahasiswa dan fresh graduates mencari magang dan kerja serta belajar tentang karier dan budaya perusahaan.