“Minggu depan KIAMAT…!!!”

sebuah ilustrasi, timbul dari imajinasi penulis semata, beberapa saat setelah film kondang bertajuk kiamat tersebut ditayangkan luas seantero permukaan bumi. inilah saat minggu depan kiamat.

Aku terperangah melihat langit pagi ini;ada yang salah. matahari seakan tak mau keluar dari kantung tidurnya, hingga langit masih gelap gulita. Setengah tujuh pagi ini menjadi setengah tujuh tergelap yang pernah kutemui . venus dan bulan ‘kesiangan’ yang biasanya masih ada, kini lenyap tak berbekas. Pagi ini aneh kawan, sungguh aneh.

Beberapa menit berlalu, Nampaknya kini semua orang menyadari keanehan yang terjadi. Jalan raya macet total, aktivitas jagad raya seperti diberhentikan sejenak. mobil, motor, sepeda, bahkan truk gandeng mematikan mesin, berbaris rapih memenuhi jalan selebar lima meter itu. Setiap orang mencoba menganalisis gejala alam ini, entah terdiam di tempatnya, entah bergerombol bersama pengemudi lain, atau sejenak duduk di warung kopi pinggir jalan. Namun semua sepakat akan satu hal dalam pikiran masing-masing: Ini tidak wajar!

“Glaarrrrrr….!!!!!!”
suara menggelegar itu datang memekakkan telinga, menggetarkan hati. nyali-nyali besar seketika ciut luluh lantak. Setiap orang berlarian masuk ke mobil masing-masing, badai besar katanya. sayup-sayup terdengar alarm mobil yang aktif. “aih, seperti kota mati saja”, ujarku sembari merapihkan koran-koranku. Udara dingin dan angin kencang terus saja mengacak-acak daganganku. “angin sialan!” umpatku dalam hati.

Waktu aku SMA dulu, munculnya matahari merupakan nilai pasti dari sebuah probabilitas. oh, mungkin karena ini semua orang panik dan gelisah. ternyata bangsa ini sudah maju; setiap orang menguasai ilmu peluang! makin banyak orang pintar, makin bodoh saja aku ini. Apalagi aku ini hanya……


“Duuuuaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!!!!”

Tiba-tiba ledakan itu membuyarkan lamunanku, dan pastinya lamunan semua orang. OH TUHAN….LANGIT RUNTUH! oh tidak, bukan runtuh, hanya berpendar. langit setengah delapan itu menyala layaknya aurora di kutub sana. hijau dan kuning yang sungguh menyilaukan. suara gemuruh itu tak henti-hentinya menggeram dari atas sana. grrrrr…grrrrr, seperti petir tanpa kilatan cahaya. Pengang rasanya kuping ini. Semua orang kembali meninggalkan kendaraan, menatap ke langit dengan rasa takut, rasa penasaran, sekaligus berharap fenomena alam ini hanya ada di Indonesia; tentunya media asing tak akan melewatkan hal ini! andai aku reporter, mungkin saat ini akan kulaporkan bahwa suhu mendekati minus lima derajat, angin ratusan knot bertiup, serta gemuruh langit diatas 15000 desibel seperti hendak copot dari gantungannya.

Hei,Ini bukan gurauan kawan! aku menggigil disini! dan geraman itu semakin kencang menghadang kuping, namun semakin samar kesadaran ini. ada yang merasukiku, mencuri akal sehatku, aku….

Hei…tunggu, aku mendengar suara. HEI..!!! SUARA APA ITU????

deg deg deg
ada suara dalam hati ini, suara yang aneh. suara yang agung, suara garang.

deg deg deg
“hey kalian manusia. ini tuhanmu”

deg deg deg
“waktu kalian telah habis di dunia ini, saatnya pulang. minggu depan. inilah keputusanku, minggu depan kiamat.”

deg deg deg

deg deg

deg

aku sadar
cahaya tersebut hilang, langit masih gelap. saat ini pukul sembilan tepat dan sepertinya setiap orang juga mengalami hal yang sama. Kutatap wajah-wajah kosong yang penuh kebingungan. takut, takut akan akhir dunia ini, takut akan banyaknya dosa, bertumpuknya beban hitam yang siap membakar dirinya kelak. luar biasa, tuhan memang tau cara berkomunikasi secara efektif.

seorang pria berdasi biru memulai kekacauan. ia berlari masuk ke mobilnya, memutar balik, menghantam mobil-mobil lainnya. panik, gusar-entah dosa apa yang ia ingin tebus- dengan seluruh tuas gas dan bemper yang ia miliki, lalu keluar dari antrian mobil dan menghilang dari pandangan. agaknya ini yang memicu setiap orang untuk sadar dari kekosongan. “MASIH ADA WAKTU UNTUK MENEBUS SEMUA KESALAHAN, TUHAN MENGAMPUNI HAMBANYA YANG BERTAUBAT!”. Maka semua orang berlari masuk ke mobilnya masing-masing, dan berpikir untuk secepat mungkin melakukan sesuatu hal yang baik. Kekacauan massal pun terjadi. tabrakan dimana-mana, beberapa mobil meledak karena overheat, airbag bermunculan menghimpit pengemudinya. Wow! lebih dasyat dari krisis di dunia manapun!

Ratusan orang waras lainnya memilih untuk berjalan, entah kemana. sebagian lain duduk bersimpuh di tepi jalan. ada yang menangis meraung-raung, ada yang bersujud tak bangun-bangun, 2 umat kristiani berdoa mengatupkan tangannya. Beberapa orang seketika menghampiriku dan memberikan semua yang ia miliki; jam tangan, blackberry, esia, iphone, kunci mobil, dompet, levi’s jeans serta kemeja suteranya -tentu saja aku tidak menolak!- yang kemudian

Leave a Comment