Nalacity, Hingga Tak Ada Lagi yang Dapat Disantuni (Proyek Sosial-Bisnis Mapres UI untuk Mantan Penyandang Kusta)

oleh Sidiq Maulana Muda dan Alfi Syahriyani

“Give a man a fish, and you feed him for a day. Teach a man how to fish, and you feed him for a lifetime.” – Confucius

Becak tua. Sapu lidi. Mungkin pakaian yang sengaja didekilkan dan mangkok plastik untuk menadah uang. Waktunya untuk berangkat kerja bagi warga Kampung Sitanala. Menjadi pengemis dan penyapu jalanan, begitu lah kehidupan bergulir setiap harinya di permukiman belakang RS Kusta Sitanala RT 01, Desa Karangsari, Kecamatan Neglasari, Tangerang Banten. Tak banyak pilihan bagi mereka, orang-orang yang dijauhi dengan stigma sebagai mantan penyandang kusta. Kantor dan pabrik mana yang mau menerima pekerja dengan riwayat kusta yang langkahnya terseok-seok atau tak lengkap jemarinya?

Keadaan ini mendorong sekelompok mahasiswa yang peduli untuk berbuat sesuatu. Namun bagi mereka, menolong bukanlah sekadar dengan membagikan sembako atau pakaian bekas. Tapi lebih dari itu, berusaha memutus rantai yang selama ini menghalangi kaum marjinal dari akses kesejahteraan. Terinspirasi dari model sosial-bisnis yang dicetuskan peraih Nobel Muhammad Yunus, para mahasiswa berprestasi UI, yang tergabung dalam Indonesia Leadership Program (ILP) 2010, mendirikan Nalacity Foundation dengan misi memberdayakan kaum marjinal agar mampu mengangkat diri mereka sendiri ke tingkat yang lebih tinggi. Seiring berjalannya waktu, pasca diikutsertakan dalam kompetisi sosial-bisnis, pelaksana bertambah menjangkau luar UI dan pawacanaanya menjadi lebih masif.

Dalam proyek perdananya, Nalacity membina ibu-ibu dari keluarga Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) di Kampung Kusta Sitanala untuk mendapatkan penghasilan sendiri dengan membuat produk jilbab payet. Selain dapat menunjang kebutuhan ekonomi mereka, proyek ini juga akan meningkatkan kepercayaan diri warga melalui produk nyata yang mereka hasilkan, serta memicu ide-ide wirausaha kreatif lainnya yang dapat mereka lakukan.

Dengan demikian, para mantan penyandang kusta itu tak perlu lagi bergantung pada pasar kerja yang selama ini meminggirkan mereka. Setahap demi setahap, mereka memulai langkahnya menuju kemandirian. Pada tanggal 15 September 2011 nanti, Nalacity bersama ibu-ibu warga Kampung Sitanala akan meluncurkan brand produk mereka kepada publik, bertempat di Gedung M FISIP UI.

Kalau Kawan-kawan sekalian juga peduli dan bersimpati dengan apa yang dilakukan Nalacity, dukung mereka dengan cara like fanpage Nalacity Foundation untuk mengenal lebih jauh dan mengikuti perkembangan program mereka. Ajak juga teman-temanmu untuk bergabung!

Poster Nalacity Fiesta

3 thoughts on “Nalacity, Hingga Tak Ada Lagi yang Dapat Disantuni (Proyek Sosial-Bisnis Mapres UI untuk Mantan Penyandang Kusta)”

  1. wah, ini mapres tahun berapa, 2010 atau 2011?

    kereen, bisa punya follow up kegiatan bersama!

    oh iya, ini dari ILDP ya?

    Reply

Leave a Comment

error: This content is protected by the DMCA