Pahit Manis Rasanya Ketika Nggak Punya Circle di Kampus

Gimana sih rasanya nggak punya circle? Setidaknya ada delapan hal pahit manis yang relate banget sama kamu yang nggak punya circle di kampus


0

Kata orang, kuliah adalah masa-masa yang tepat untuk membangun dan memperluas relasi pertemanan. Katanya sih, untuk mempermudah kehidupan pascakampus nanti.

Namun, ada sebagian orang yang memilih untuk membatasi diri dengan lingkungan pertemannya. Istilahnya, nggak punya circle.

Ada berbagai alasan kenapa orang memilih atau terpaksa nggak punya circle. Semua itu ada enak dan nggak enaknya. Setidaknya, ada delapan hal yang relate sama kamu yang nggak punya circle di kampus.

1. Lebih Bebas Melakukan Apapun

Sumber: pixabay.com/Schäferle

Kalau kamu nggak punya circle, kamu lebih bebas melakukan apapun tanpa harus menunggu orang lain. Misalnya, ke perpustakaan sendirian, ngopi sendiri di kafe, atau sekadar mengerjakan tugas sendiri tanpa diganggu oleh obrolan yang nggak penting. Bagi para introvert, kesempatan itu cocok banget untuk mengisi tenagamu setelah lelah kuliah seharian.

2. Bisa Lebih Ambis dari yang Lain

Sumber: pixabay.com/JESHOOTS.com

Kamu bisa memanfaatkan kesendirianmu dengan berbagai hal, salah satunya menjadi ambisius. Ketika ada tugas, kamu bisa mulai duluan mengerjakannya tanpa merasa sungkan dengan siapapun. Kamu juga bisa tanya-tanya ke dosen atau kakak tingkat sebelum teman-temanmu melakukannya.

BACA JUGA: Introvert Masuk Jurusan Ilmu Komunikasi? Bisa Nggak, Ya?

3. Membangun Circle Lain di Luar Kampus

sumber: pixabay.com/vait_mcright

Namanya juga makhluk sosial, kamu pun pasti tetap butuh orang lain untuk diajak berkomunikasi. Kalau kamu merasa kurang cocok dengan teman-teman di kampus, kamu bisa membangun circle lain di luar kampus, seperti organisasi atau komunitas. Dengan begitu, networking-mu nggak berkutat di kampus aja.

4. Menghindarkanmu dari Orang yang Toxic

Sumber: pixabay.com/RyanMcGuire

Nggak punya circle kelihatannya mungkin menyedihkan. Namun, hal itu juga bisa membantumu terhindar dari orang yang toxic. Karena kamu terbiasa sendiri, kamu akan lebih sering mengamati orang lain dan mengenal ciri-ciri orang toxic. Dengan begitu, kamu akan lebih mampu menyeleksi orang yang akan menjadi temanmu. Kedengarannya mungkin picky sih, tapi lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

5. Sering Dianggap Sombong

Sumber: pexels.com/andrea-piacquadio

Ke mana-mana sendiri, selalu melakukan apapun sendirian, dan jarang menyapa orang sering kali bikin kamu dianggap sombong oleh teman-temanmu. Mereka mungkin akan berpikir dua kali untuk berteman denganmu. Kalau seperti itu, kamu bisa mengubah image agar kamu tetap dikenal ramah walaupun nggak punya circle.

BACA JUGA: 5 Tips Me-Time di Tengah Kesibukan Kuliah

6. Sering Pula Dianggap Kuper

Sumber: pexels.com/keira-burton

Selain sombong, orang yang nggak punya circle juga sering dianggap kuper alias kurang pergaulan. Kamu akan dianggap nggak asyik, cupu, dan nggak up to date. Karena pandangan orang yang seperti itu, kamu malah semakin dijauhi. Kamu pun jadi semakin kesulitan bergaul dengan orang lain

7. Nggak Punya Orang yang Bisa Diandalkan

Sumber: pixabay.com/silviarita

Namanya juga nggak punya circle, sesekali pasti pernah merasa kesepian. Terlalu sering sendiri membuatmu nggak punya seseorang yang bisa diandalkan. Kalau kamu ketinggalan materi atau tugas, kamu mungkin akan bingung mau tanya ke siapa. Tanya di grup chat pun sering kali malah dikacangin. Alhasil, kamu harus memberanikan diri nge-chat salah satu teman atau menunggu seseorang memberikan info tentang tugas atau materi hari itu di grup chat.

8. Sulit Dapat Kelompok

Sumber: pixabay.com/Antranias

Tugas kuliah yang paling membebani buat orang yang nggak punya circle adalah tugas kelompok, apalagi kalau kelompoknya memilih sendiri. Kalau sudah ada di posisi itu, pilihanmu hanya dua: memberanikan diri untuk masuk ke salah satu kelompok atau menunggu seseorang mengajakmu masuk ke kelompoknya. Di dalam kelompok itu pun mungkin kamu juga akan sering dicuekin kalau kamu nggak mulai ngomong duluan. Jadi, biasakan dirimu untuk membuka obrolan dengan orang lain, ya.

Walaupun diciptakan sebagai makhluk sosial, setiap orang memiliki hak untuk membangun hubungan dengan orang lain, mau bebas berteman atau membatasi diri. Dua hal itu nggak ada yang salah kok, yang penting kamu tau dan siap dengan risikonya.

Dan khusus kamu yang nggak punya circle, nggak ada salahnya untuk mulai membuka diri pada orang lain. Mulailah dengan komunikasi sederhana, seperti tanya tugas atau sekadar menyapa teman. Dengan begitu, masa kuliahmu nggak akan dipenuhi dengan rasa kesepian.

BACA JUGA: Teruntuk Kamu yang Introvert, Jangan Minder, Sesungguhnya Kamu itu Berharga.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Language and Writing Enthusiast. Temui saya secara pribadi di aniesapramitha.medium.com . Baca artikel saya lainnya.

0 Comments

Leave a Reply