Bukan lautan, hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada topan tiada badai kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

advertisement

Ingat dengan lirik lagu tersebut? Lagu pada media tahun 70an yang mengelu-elukan betapa kaya dan indahnya alam Indonesia ini sebenarnya. Siapa yang tidak tahu betapa indah dan kayanya alam negeri kita, Indonesia. Perumpamaan dalam bait lagu tersebut menggambarkan begitu mudahnya membuat alam menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Kemudahan mengolah tanah subur
menjadi lahan pertanian dan perkebunan, kemudahan mengolah sumber daya laut yang terasa begitu tidak ada habis-habisnya.

Semua kemudahan ini seharusnya membuat negeri kita menjadi negeri yang sejahtera. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Negeri kita telah diracuni oleh paham-paham konsumtif mengenai eksploitasi secara berlebihan. Hal ini sering kita dapati pada masyarakat yang kurang tersentuh oleh pendidikan. Kurangnya pengetahuan dan keinginan untuk memanfaatkan dengan arif dan bijaksana membuat masyarakat tersebut seolah tertinggal. Suatu ironi yang teramat sangat ketika kita mengetahui potensi alam negeri kita tapi kita malah lebih memilih menggunakan cara pemenuhan kebutuhan kita dengan cara instan padahal itu dapat merusak alam.

Salah satu sifat konsumtif masyarakat yaitu pada energi, listrik semisalnya. Banyak masyarakat marginal yang masih kurang pengertiannya tentang energi listrik. Penggunaan yang berlebihan, membuang energi padahal tidak diperlukan, seringkali ditemukan. Ataupun sebaliknya, energi tidak cukup, tetapi dengan peralatan listrik yang berlebihan.

Alternatif bagi masyarakat tersebut bisa berupa pembangkit listrik air skala kecil atau biasa disebut PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro). Mikrohidro, istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang menggunakan energi air, adalah salah satu jawaban dari permasalahan itu semua.

Dengan potensi alam pegunungan yang dimiliki negeri kita, mikrohidro dapat menjadi suatu solusi dalam menyembuhkan negeri kita dari ketergantungan pada sumber energi bahan bakar fosil. Mikrohidro dapat menjadi suatu solusi dalam menciptakan sumber energi terbarukan yang juga ramah lingkungan. Dan bahkan, mikrohidro pun dapat menjadi suatu solusi dalam menyelesaikan
permasalahan keterbatasan sumber energi listrik bagi daerah-daerah terpencil yang terisolir dari jangkauan jaringan listrik milik negara.

Tidak hanya itu, mikrohidro pun memiliki kelebihan dalam segi pengembangan sosiokultur dan perekonomian kerakyatan di Indonesia. Pembangunan instalasi mikrohidro, yang secara penuh melibatkan masyarakat sekitar, dapat menumbuhkan rasa kebersamaan antar masyarakat, dapat menumbuhkan rasa kepemilikan bersama sehingga melahirkan rasa tanggung jawab bagi
masyarakat untuk terus mengoperasikan dan merawatnya bersama dengan baik. Kehadiran instalasi Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH), yang tidak memakan biaya produksi listrik yang terlalu besar karena tidak menggunakan bahan bakar fosil sama sekali, dapat memicu pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara signifikan bagi masyarakat. Listrik yang dihasilkan oleh PLTMH dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan-kegiatan produktif yang dapat menjadi penghasilan bagi masyarakat. Misalnya, listrik PLTMH dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin pengering dan penggiling gabah padi untuk memicu pertumbuhan industri pertanian berskala kecil pada daerah tersebut. Atau bisa juga listrik PLTMH dimanfaatkan untuk menggerakan mesin jahit
untuk memicu pertumbuhan industri tekstil berskala rumah tangga. Dan masih banyak kegiatan produktif lainnya yang dapat dipicu oleh kehadiran instalasi PLTMH ini.

advertisement

Pada akhirnya, diharapkan PLTMH ini bisa menjadi salah satu solusi untuk masyarakat marginal di daerah terpencil untuk menghemat energi. Dengan menggunakan energi yang terbarukan, daya yang cukup, diharapkan dapat membantu mengmbangkan potensi dalam masyarakat dan membuatnya menjadi arif dan bijaksana dalam memanfaatkan kekayaan alam.

Desa Binaan Energi FTUI 2012



[reaction_buttons]