Pencapaian UI di INAICTA 2008: Masih Kalah dengan Binus!


0

Note: Tulisan ini meng-update informasi di UI Menjadi Nominator di Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2008

Teman-teman semua, di tulisan saya sebelumnya, saya kan menginformasikan kalau UI masuk nominasi di dua sub-kategori: Best Access and Connectivity, sama Best Content Application. Nah, kemarin saya melihat berita di detikinet tentang hasil penjuriannya. Dag-dig-dug, kampus kita ini dapet jadi juara nggak ya? Dan inilah hasilnya!

21. Best Access and Connectivity
Pemenang: Binus University
Merit : Universitas Indonesia

22. Best Content Application
Pemenang: Universitas Indonesia
Merit : Binus University

23. Best of The Best
Pemenang: Binus University
Special Mention: UNIKOM Bandung

Walaupun kita masih kalah dari Bina Nusantara (yang ngerebut gelar juara di kategori satu lagi dan gelar best of the best-nya), tapi syukur alhamdulillah, kita berhasil merebut satu gelar juara, yaitu di kategori Best Content Application. Hmm, kira-kira, kenapa ya, UI bisa ngalahin Binus di kategori ini? Coba ah, iseng-iseng analisis dan observasi kenapa bisa begini.. Ini cuma analisis dan pendapat subjektif loh ya, bisa jadi salah.

Nah, setelah iseng-iseng cari tahu ke websitenya Binus (yang interface-nya jauh lebih bagus dari website UI, meskipun warnanya monoton biru), saya nemu link menuju digital library-nya. Begitu dilihat di sana, ternyata Binus juga punya kebijakan open publication (ngebuka semua publikasi ilmiahnya ke masyarakat), sama persis kaya UI. Hmm, dari sisi konten, rasanya kedudukan masih imbang 1-1 antara Binus dan UI. Lalu apa ya, yang bikin UI masih lebih unggul dari Binus? (note: harusnya jumlah publikasi masing2 juga dihitung sebagai konsideran. Karena ga mampu ngitung, ya sudahlah).

Hmm, karena judul kategorinya itu Best Content Application, maka selain konten, aplikasinya pun harus dihitung juga.. Nah, di sini nih rasanya yang bikin UI menang. Kalo ngejelajahin websitenya Binus, saya nggak nemu apa aja sistem maupun aplikasi online yang dimiliki oleh Binus, selain digital library-nya itu tadi. Entah apakah emang nggak ada, atau emang ‘disembunyiin’ dari website utama, pokoknya saya nggak nemu itu sama sekali.

Beda sama UI, yang di halaman depan website-nya sudah ditampilkan semua aplikasi online yang dimiliki dan digunakan sebagai penunjang berbagai macam proses di UI. Mungkin inilah yang bikin skor berubah menjadi 2-1 untuk kemenangan kampus kita tercinta ini.

Oh iya, masih tentang aplikasi, sebetulnya sih Binus tuh juga punya Binus Access, yang isinya berbagai macam aplikasi kaya video streaming, internet phone, dan masih ada lagi. Jangan-jangan aplikasi ini nggak masuk hitungan juri, karena ini bukan aplikasi online pendukung kegiatan belajar mengajar maupun administrasi kampus? Entah lah..

Kalo tentang kategori satunya lagi, yaitu Best Access and Connectivity, saya nggak tahu dan nggak bisa nyari tahu, kenapa UI bisa kalah dari Binus. Soalnya saya nggak nemu informasi dari mana-mana tentang koneksi jaringan komputer dan internet di Binus. Wah, padahal saya kira UI tuh bakal menang di kategori Best Access and Connectivity ini.. Inget kan, komentar dari Mas Romi Satria Wahono tentang tentang konektivitas di UI

Yang cukup mencolok mungkin Universitas Indonesia (UI) yang menggunakan total 180Mbps untuk koneksi Internetnya. Dan masalah ini ditegaskan Prof Gumilar (Rektor UI) lewat ungkapan bahwa backbone besar akan menjadi langkah awal berdiri tegak dan kuatnya suatu universitas.

Wah, kirain faktor ini nih yang bikin UI jadi juara.. Ternyata Binus masih unggul.. Lebih-lebih lagi, Binus juga mendapat gelar juara Best of The Best. Dan sayangnya, merit-nya (apakah merit = juara harapan?) bukan jatuh ke UI, melainkan ke UNIKOM Bandung.

Selamat bagi Binus, yang telah menjadi Smart Campus di Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2008. UI memang masih harus bekerja lebih keras dalam mewujudkan visi besarnya menjadi world class research university.

UPDATE:

berita resmi dari UI ada di sini: http://ui.edu/post/ui-raih-juara-inaicta-2008–id.html


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
ilmanakbar

suka menulis dan berbagi. sudah lulus dari kampus. sudah tidak jomblo lagi, yeay! \^_^/

4 Comments

Leave a Reply

  1. masak sih hasilnya begitu … ?
    wah, berarti nggak jelas dong tata cara penjurian dan penilaiannya ..
    Apa bener, bandwith Binus, lebih baik dari yang ada di UI (180Mbps).
    Atau mungkin ada faktor lain (politics considerations, may be …)
    Saya nggak tau. TAPI, yang pasti, bagi saya. Saya sangat merasakan kegunaan dan manfaat yang besar saat menggunakan interkoneksi di UI.

  2. ‘Kalo ngejelajahin websitenya Binus, saya nggak nemu apa aja sistem maupun aplikasi online yang dimiliki oleh Binus, selain digital library-nya itu tadi. Entah apakah emang nggak ada, atau emang ‘disembunyiin’ dari website utama, pokoknya saya nggak nemu itu sama sekali.’

    Gua cuma mau bilang fasilitas OL gt bisa di dapetin oleh anak binus nya aj, kalo orang luar mau mencoba, pastinya nggak bisa,,, yang pasti setiap mahasiswa binus punya user id masing2, dan fasilitas itu bisa di coba di binusmaya.

    Ok,tq,,,semoga ini bisa menjawab,,yang pastinya no politic,hehehe….Syalom..