Pendar Budaya #2


0

Cover Pendar Budaya #2

Sebuah kebanggaan bagi redaksi Pendar Budaya atas sambutan baik warga FIB UI pada terbitan pertama (April 2012). Setelah terbit dengan mengusung tema “Budaya & Negara”, Pendar Budaya kembali hadir dengan tema “Berdagang Budaya: Wajib atau Perlu?”

Sebagian masyarakat menganggap bahwa komersialisasi kebudayaan merupakan hal yang wajib hukumnya. Sebagian lagi berpendapat komersialisasi kebudayaan hanya bersifat perlu. Pendar Budaya #2 mencoba memberikan sedikit gambaran dari tulisan-tulisan hasil dari pemikiran mahasiswa di dalam dan di luar lingkungan FIB UI – termasuk dosen – untuk sedikit ‘mencerahkan’ pemahaman seputar hal tersebut – melalui rubrik Sajian Utama, Peristiwa, Wawancara, dan Opini.
Jelajah Budaya mengajak Anda menikmati keindahan Tomohon, sebuah permata di tanah Minahasa. Semoga bermanfaat, selamat membaca.

Download Pendar Budaya #2 (PDF) di SINI

Redaksi Pendar Budaya

@2012

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
mang.oejank

Mang Oejank Indro (Iswanda F.S.) Gresik, 15 April 1990 International School of Computer & Bussiness Weanes Education Center Malang 2008 Universitas Indonesia 2010 "Saya hanya orang Indonesia biasa, yang belajar dan bekerja dengan cara Indonesia, untuk benar-benar menjadi Indonesia." Berawal dari kebudayaan dan kecintaan saya dengan dunia pendidikan. Sengaja saya melayangkan blog sederhana ini untuk meramaikan gempita pendidikan berbasis kebudayaan dan teknologi. Pendidikan memang menjadi "barang" langkah untuk dinikmati. Biaya pendidikan yang terus meroket, ketimpangan subsidi pemerintah, dan kebijakan-kebijakan yang jauh dari konteks kemiskinan merupakan fenomena yang lumrah di Negeri kita. "Negeri kaya yang tak berdaya" mungkin jargon ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Sebagai mahasiswa di Universitas yang menyandang nama Negara, saya ingin menjalankan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Saya bisa mengenyam pendidikan di UI juga tidak terlepas dari jeritan rakyat, karena rakyat yang menanggung biaya studi saya. HIDUP MAHASISWA HIDUP RAKYAT INDONESIA Mang Oejank Indro @ 2010

0 Comments

Leave a Reply