Pengabdian Paguyuban Mahasiswa terhadap Daerahnya

dokumentasi pascasosialisasi tentang UI di Kalianda, Lampung Selatan

Pengabdian masyarakat merupakan  hal yang terpenting bagi mahasiswa. Sesuai dengan lirik lagu himne Universitas Indonesia, “dan mengabdi Tuhan, dan mengabdi bangsa, dan negara Indonesia”, kita harus melaksanakan pengabdian itu dengan tujuan yang lebih baik.

Salah satu pengabdian masyarakat yang dilakukan UI adalah sosialisasi tentang UI yang ditujukan kepada paguyuban-paguyuban yang ada di universitas tersebut. Sosialisasi tersebut dilaksanakan setiap tahun.

Di dalam sosialisasi tersebut, kita tidak hanya melakukan suatu sosialisasi terhadap anak-anak SMA, tetapi juga kita juga bisa belajar cara berorganisasi. Dari segi sosialisasi, kita bisa memberikan info-info tentang UI dari yang bersifat umum sampai khusus. Kita juga bisa memberikan motivasi kepada anak-anak SMA, khususnya kelas 3 SMA supaya dapat lulus UN dan masuk ke PTN yang mereka inginkan terutama Universitas Indonesia.

Kemudian dari segi organisasi, kita juga dapat melatih softskill yang kita punya. Kemampuan itu terdiri dari cara kita menyampaikan sosialisasi tentang UI, pesan-pesan moral kepada mereka yang duduk di bangku SMA, pikiran kita untuk menuangkan ide dalam acara, dan lain-lain.

Melalui hal itu juga, kita juga bisa mengetahui sifat-sifat orang itu seperti apa. Ada yang mempunyai sifat tegas, lucu, setia, ambisius, dan perfeksionis. Ada lagi yang mempunyai sifat panik, malas, banyak bicara, bahkan suka mengeluh. Semua sifat orang dapat terlihat jelas dari hal-hal seperti itu. Namun, itulah manusia. Semua manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan yang diharapkan kita dapat menerima sifat-sifat seperti itu.

Ketika saya melakukan sosialisasi tersebut, banyak hal yang saya alami. Pertama-tama, saya berpikir dari dalam hati bahwa sebenarnya untuk apa saya melakukan hal-hal seperti ini. Seseorang pernah berkata kepada saya, “ Untuk apa lo ngikut-ngikut roadshow kayak gini ? Nyapek-nyapekin badan aja!”

Lantas, saya berpikir sejenak. Saya juga sempat berpikir bahwa hal-hal seperti itu akan menghabiskan waktu sia-sia. Saya seharusnya bisa tidur enak, menonton TV dengan santainya, mendengarkan musik dengan keras, dan bermain facebook dengan asyiknya.

Akan tetapi, saya menjadi tersentuh ketika melakukan sosialisasi terhadap sekolah-sekolah yang saya datangi. Saya melihat anak-anak sangat antusias terhadap kami ketika sedang melakukan sosialisasi tersebut. Walaupun ada sebagian kecil anak-anak yang mengganggu sosialisasi kami, mereka tetap terbuka terhadap kami dan memberikan kesempatan kepada kami untuk bersosialisasi.

Saya juga sangat tersentuh ketika melihat sekolah anak-anak SMA yang sudah tidak layak digunakan, tetapi anak-anak itu sangat antusias terhadap kami. Ada lagi anak-anak yang sangat antusias, tetapi kepala sekolahnya sendiri tidak mendukung antusias mereka. Saya merasa sangat bersyukur terhadap apa yang saya miliki. Saya berpikir masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan kita.

Kemudian, saya juga merasakan adanya rasa kekeluargaan antarteman. Ternyata, saya tanpa sadar merasakan terbentuknya rasa saling menghargai, menyayangi, dan mengasihi antarteman. Bahkan, ada juga yang merasakan cinta di dalam hatinya. Semua hal itu menyatu di dalam pengabdian tersebut.

Saya juga teringat akan perjuangan tokoh-tokoh perjuangan yang tanpa kenal lelah memberikan suatu hal-hal yang berharga kepada negaranya seperti Soekarno, M. Hatta, Cipto Mangunkusumo, Soe Hook Gie, dan lain-lain. Mereka memberikan teladan yang baik kepada kita untuk berkontribusi kepada negara.

Melalui pengabdian ini, saya juga dapat lebih mengerti apa itu arti kehidupan. Inilah hidup. Terkadang, kita harus rela berkorban demi orang lain karena hidup ini tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

Semoga melalui pengabdian ini, kita dapat terus berkontribusi untuk masyarakat. Walaupun hal-hal seperti ini terkadang dianggap remeh, kita bisa memberikan hal-hal yang berguna bagi masyarakat. Saya juga berharap kita juga tetap menjaga rasa kekeluargaan dan solidaritas antarsesama tanpa memandang agama, ras, suku, dan lain-lain. Salam damai untuk semua!

By Agil Kurniadi

2 thoughts on “Pengabdian Paguyuban Mahasiswa terhadap Daerahnya”

  1. Tulisan yang bagus gil.
    Terima kasih sudah membantu dan menjadi bagian dari Saimala UI untuk sosialisasi UI di Prov. Lampung.

    Reply
  2. Pengabdian dapat dimulai dengan hal kecil, dan makna pengabdian itu sendiri akan terbangun dari aksi sekecil apapun yang kita lakukan baik sendiri ataupun bersama rekan-rekan lainnya. Agil adalah salah satu bagian keluarga Saimala UI yang berhasil membuktikan bahwa pengabdian kita untuk daerah sudah bisa dilakukan oleh mahasiswa sejak dini dengan melakukan sosialisasi seperti ini . Terimakasih atas pengabdian mu, agil 🙂

    Reply

Leave a Comment