Penyambutan Mahasiswa baru UI (OKK UI dan PSAF UI 2009)

kita semua pasti tahu bahwa program perkenalan mahasiswa baru seperti OKK UI atau yang kita kenal sebagai Orientasi Kehidupan Kampus UI dan PSAF atau Pengenalan Sistem Akademik fakultas merupakan pintu gerbang untuk mengenalkan bagaimana kehidupan kampus UI yang seharusnya.

kita semua mengetahui bahwa sudah sewajarnya para pengisi acara (atau siapapun yang terlibat di dalam kegiatan program perkenalan mahasiswa baru tersebut) itu harus memberikan contoh yang baik kepada anggota-anggota baru keluarga mereka (civitas akademika UI yang baru) yang notabene anak-anak 2009. Bahkan sudah seharusnya mereka menjadi suatu contoh ideal dari Civitas Academica Universitas Indonesia yang bermartabat, penuh sopan santun, ramah, hangat, berbudi pekerti luhur, pintar, pandai, supel, setia kawan dan berbagai nilai serta norma luhur lainnya yang tertanam dalam budaya indonesia mengingat UI mendapat kehormatan sebagai satu – satunya universitas di Indonesia yang memakai nama Indonesia tanpa embel2 lainnya.

Artinya di dalam kegiatan penyambutan ini, para senior (terutama para panitia-nya) haruslah memberikan contoh yang terbaik kepada junior-juniornya bagaimana seharusnya seorang civitas akademika UI berkata-kata, bersikap, bertindak serta mempertanggungjawab kata – kata, sikap dan tindakannya.

Tapi, sayangnya yang terlihat pada kegiatan penyambutan mahasiswa baru ini adalah sikap-sikap pihak – pihak yang bahkan tidak layak untuk mengenakan jaket almamater UI, apalagi menyandang nama sebagai civitas akademika Universitas Indonesia

kenapa saya berbicara seperti itu?
sebagai contoh, Pada salah satu kegiatan penyambutan kemarin, saya melihat adanya kekurang sigapan para panitia untuk bertindak dalam menangani kejadian-kejadian yang berlangsung selama acara tersebut berlangsung.
Salah satu contohnya adalah adanya kasus maba 2009 yang tiba-tiba pingsan saat acara tersebut berlangsung dan yang sigap untuk menolong adalah teman mereka sesama angkatan 2009 (salut terhadap anak-anak 2009 yang telah membuktikan bahwa dirinya adalah angkatan yang peduli terhadap sesamanya). Dalam kasus ini, dimana panitia Acara tersebut berada?

Selain contoh tersebut, terlepas dari adanya surat pembekuan kegiatan BEM UI dari rektorat tertanggal 14 Agustus 2009, yang saya tanyakan adalah kesimpang siuran panitia dan pengawasnya terhadap apa yang seharusnya dilakukan oleh panitia-panitia bawahannya atau disosialisasikan pada maba. Padahal seharusnya ada sebuah ketegasan yang berupa koordinasi, SOP dan sebagainya sehingga para peserta kegiatan penyambutan tersebut mengikuti acara penyambutan sampai akhir acara dan panitianya jelas mempunyai kesibukan yang jelas, tetapi yang terjadi justru sebaliknya (mahasiswa baru tersebut, lebih memilih untuk tidak datang dari awal, atau meninggalkan acara tersebut pada hari kedua (jika acara tersebut berlangsung lebih dari satu hari)).

yang ketiga, ada beberapa tingkah laku panitia yang perlu dipertanyakan seperti penggunaan cara fisik yang tidak terkontrol, sikap panitia yang “maaf” minum dan makan di depan maba, berfoto dengan HP [di depan maba], berteduh ketika maba kepanasan, dan berbagai sikap yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang panitia sehingga saya mulai bertanya apakah panitia yang terlibat benar2 berkualitas, kompeten dan berdedikasi dalam menjalankan tugasnya atau hanya ingin balas dendam, hanya untuk “mengerjai” maba atau sekedar “tebar pesona”. jangan – jangan panitia yang terlibat sebenarnya tidak mempunyai kualifikasi apapun yang layak sebagai mahasiswa apalagi sebagai panitia penyambutan mahasiswa baru yang membutuhkan sosok ideal sempurna civitas academica UI

38 thoughts on “Penyambutan Mahasiswa baru UI (OKK UI dan PSAF UI 2009)”

  1. gw seneng nih orang kritis.. tapi jangan cuma ditulis dan bicara aja… kasih donk bukti kongkritnya berupa foto ato rekaman gitu kek… dan jangan mengeneralisir semua psaf ato psad seperti tulisan diatas… kan tiap fakultas dan departemen punya cara dan panitianya masing2…

    Reply
  2. Yang menulis ini MaBa atau bukan sih? kok di profilenya 2008?

    kalo menurut saya sih jujur aja ya. mungkin karena saya sudah terbiasa dengan LDK atau semacamnya. Kegiatan ospek di kampus UI ini sangatlah ringan. jadi kalian harusnya bersyukur.

    untuk masalah MaBa yan pingsan, kan udah diberi tahu oleh panitia “yang tidak kuat segera keluar!”
    cuma MaBa nya saja masih ngeyel dan memaksakan diri

    Reply
  3. Loe tau tujuannya ga OKK ma PSAF itu ap? klo2 panitia ramah, penuh sopan santun dll tuh maba pasti tambah ngenyel, ga bakal disiplin, trus mulai dah ngeremehin panitia plus acaranya sendiri.

    Reply
  4. Setuju pendapat diatas.

    Menurut saya kamu itu terlalu sempit pemikirannya. Terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa disertai bukti-bukti yang konkret. Tidak semua panitia seperti itu, memang ada yang seperti itu tapi jangan kamu mengeneralisasi ke semua panitia seperti itu.

    kamu harus banyak beljar lagi deh,,mengungkapkan pendapat itu yang konkret..okey

    Reply
  5. jujur, saya sebagai maba tidak terlalu merasakannya. memang agak jengkel dengan panitia2 yang memasang wajah jutek. tapi saya maklum, dan tidak begitu merasa ‘dizholimi’ atau sebagaimacamnya. dan, itu pun karena saya tau, mereka sebenarnya baik dan hanya melakukan itu untuk kepentingan kami juga. ^^
    no offense

    Reply
  6. “Loe tau tujuannya ga OKK ma PSAF itu ap? klo2 panitia ramah, penuh sopan santun dll tuh maba pasti tambah ngenyel, ga bakal disiplin, trus mulai dah ngeremehin panitia plus acaranya sendiri.”

    OO…berarti kakak2 masih nganggep mental kita mental kuli dong ya! Yang harus dibentak-bentak dulu baru nurut. Jadi apa bedanya dong kita dengan mahasiswa PTN lain.

    Justru bedanya kita tanpa dikerasin begitu kita udah bisa nurut Kak. Itu bedanya mahasiswa UI dengan mahasiswa lainnya. Saya berani jamin!!

    Reply
  7. klo mnrt g c ky gt wajar2 aj,,ni kn acara orientasi bkn acara kawinan yg disambut ramah2 gt..
    lgan mos di sma jg hampir sm ky gn jg..
    g jg maba koq,,tp mnrt g mlh acara OKK tuh seru..klo PSAF mah t’gantung dr tiap2 fakultas..

    Reply
  8. Di UI mah ga da apa-apanya kali dibandingin ma MOS di SMA… klo ada yg marah2 mah wajar aja… drpad lw disuruh ga boleh menginjakkan kaki di kantin Fakultas… milih mana lw…
    didiemin apa juga orientasi selama 2 hari???

    Reply
  9. Maba 2009 smakin dikerasin semakin ngeyel jga….
    Meski ospek kali ini “gak da apa-apanya dibandingin ma MOS di SMA” tpi klo panitianya gak ngasih teladan dulu gimana nantinya klo Maba sekarang ngurus ospek 1-3 tahun ke depan??

    Reply
  10. untuk masalah MaBa yan pingsan, kan udah diberi tahu oleh panitia “yang tidak kuat segera keluar!”
    cuma MaBa nya saja masih ngeyel dan memaksakan diri

    Bukan alasan untuk lalai memperhatikan maba. Ada maba terlihat lelah, tidak kuat, atau nyaris pingsan, panitia wajib cepat tanggap.

    memang ada yang seperti itu tapi jangan kamu mengeneralisasi ke semua panitia seperti itu.

    kamu harus banyak beljar lagi deh,,mengungkapkan pendapat itu yang konkret..okey

    Klise sekali.
    “Oh itu cuma oknum, tidak semuanya seperti itu kok.”
    “Oh, kritik itu baik, tapi caranya diperhalus dong”

    Gak heran berkali-kali generasi muda memberontak, tetapi setelah mereka duduk di kekuasaan, gak ada perubahan. Karena generasi mudanya setali tiga uang dengan generasi tua.

    Reply
  11. Ngomong2,
    kalau sebut kasus, yang spesifik, di fakultas mana, jam berapa.

    Oh yah, maba singkatan dari “mahasiswa baru” bukan “pecundang baru”.

    Keras boleh tetapi tak boleh ada perendahan.
    Kalau Ospek atau apapun namanya ternyata hanya menghasilkan mahasiswa yang minder, mending bubarkan. Indonesia gak butuh mahasiswa minder, penurut, penakut.

    Reply
  12. Kampus bukan tempatnya untuk keras-kerasan. Kalo para senior memang peduli terhadap yuniornya, pakailah cara-cara yang membuat para yunior anda menghargai dan hormat dan mengakui bahwa anda memang layak dihormati dan dihargai. Caranya ? Ya hargai mereka dulu dan hormati mereka. Bantu mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, nilai-nilai yang baru.

    Kalo mau bentak-bentak, hardik, jotos-jotosan, adu pukul, ada kok UKM yang memfasilitasi itu..hehehehe UKOR beladiri contohnya.

    OK, So Keep Smile and Peace love.

    Reply
  13. @nonot: Sejak kapan Senior anggap mental kuli, ga usah ambil KESIMPULAN SENDIRI LOE, justru senior peduli ma juniornya, ngabisin waktu mereka buat junior2,
    Gitu loh,,

    Reply
  14. Ehhmmm,,klo mnurut saki siihh,, OKK UI justru anhe bgt deh,,

    bkn aneh yg gmna2 gt,,

    tp, anehnya, ternyata ga bikin capek gt,, ga ada fisik gt, paling cuma bending doang itu jg krna saya mlanggar ^^)

    malah, capek’an MOS waktu smp deh~~!!!

    yaaa,,paling gag enaknya dngerin panitia nya treak2 mulu,,

    tp, diluar itu smua, saki stuju ‘n gag keberatan ma acara OKK UI 2009^^

    Reply
  15. @Dei 07: Sadar nggak, jawabanmu sebelumnya justru menunjukkan inferioritas? Kau takut dengan bersikap ramah, sopan, junior-juniormu bakal meremehkanmu.

    @Not: Ada saat-saat dalam hidup, kau harus bisa nahan diri saat dimarahi atau dibentak. Anggap saja latihan selama belum keterlaluan.

    Reply
  16. @sakisaki: Di Australia dan di Amrik malah gak ada ospek. Tetapi sebagai gantinya, di Amrik, kasus bullying tuh banyak banget dan anak-anak SD, SMP, dan SMU sana pada penakut.

    Reply
  17. jadi tambah panas nih diskusinya…

    memang yang saya liat sekarang ini angkatan saya sedikit manja, mungkin ini imbas dari BOP ya, yang akhirnya UI banyak dihuni oleh MaBa2 dari kalangan borjuis yang kritis tapi manja.

    no offence please

    Reply
  18. @kunderemp:

    ohh,, gt yah?? lebih parah di sana ternyata~!!

    yaaa,, sbtulnya OKK UI tu tergantung orgnya si liat dr sudut pandang mana,,,

    kalo saki setuju banget ma acara begini, karena melalui OKK saki dapet kesempatan kenalan ma maba dari jurusan lain.

    lagipula kuliah kan beda sama sekolah. ga munkin juga kan maba disuruh kenalan sendiri satu2 gtu?

    Reply
  19. #18 emang angkatan berapa?
    Udah ada angkatan yang BOP soalnya. Lagian di mananya dari BOP yang bikin UI dihuni kalangan borjuis? Toh bisa bayar 100k doang kan? 🙂

    Reply
  20. ehm,, sorry bukannya mw nambah ruwet,
    saki pikir, sistem BOP gag mempengaruhi karakter angkatan lowh,,

    dan, justru mnurut saya,ga semua angkatan 2009 dari kalangan borjuis, justru sebaliknya

    Reply
  21. memang banyak yang dari daerah. tapi yang saya lihat sekarang kalangan borjuisnya makin bertambah di UI. kata saudara saya yang 2006 di FE juga begitu. saya dari 2009, dan banyak yang saya lihat seperti itu. maaf kalau ada yang tidak sependapat.

    itu tanda kemajuan atau kemunduran?

    Reply
  22. BOP mahal atau murah, sebenarnya dari latar belakang anak UI dari yang kaya banget sampai miskin banget, sudah cukup untuk bikin konflik.

    Katanya sih, tujuan ospek itu buat bikin maba rendah diri, menghilangkan sikap manja dan setelah itu menerbitkan rasa kebersamaan. Walau ternyata setelah kulihat, masa kuliah dan organisasi jauh lebih menentukan.

    Buatku, aku bukan anti-ospek atau kegiatan semacamnya, tetapi

    1. panitia wajib jaga keselamatan. Sepupuku di ITB pernah nyaris terancam keselamatannya dan panitianya gak perduli sampai akhirnya keluargaku di Bandung intervensi, lima tahun setelahnya, ada kasus mahasiswa ITB meninggal saat ospek. Seandainya keluargaku gak intervensi, mungkin saat itu sepupuku juga sudah tewas karena ternyata menurut dokter, sepupuku itu paru-parunya gak kuat;

    2. panita, walaupun senior, mereka mesti ingat bahwa mereka berhadapan dengan maba, mahasiswa baru, bukan pecundang baru. Aku berapa kali melihat sikap sok galak tapi tidak adilnya panitia, justru malah melahirkan sikap pengecut dan tidak kompak di antara maba.

    Soal borjuisme,
    yang perlu diingat adalah:

    1. modal kekayaan tidak boleh menentukan seseorang lulus atau gagal di UI. Gak boleh ada mahasiswa yang dikeluarkan karena miskin;

    2. borjuis juga bukan berarti tidak idealis. Salah satu pelopor pergerakan Indonesia, bapak Pers Indonesia, salah satu pendiri Sarekat Dagang Islam, salah satu yang ikut mendirikan Budi Utomo, salah satu yang mempopulerkan Bahasa Melayu melalui koran pertama pribumi, yang bikin takut para pejabat korup di awal 1900-an adalah seorang bangsawan dengan gelar Raden Mas;

    Jadi orang kaya itu tidak boleh dibenci. Persoalan mereka manja, ya.. pikirkan cara untuk mengubahnya. Mereka kawan kalian, masa tega membiarkan mereka tidak berhasil karena manja?

    Reply
  23. kunderemp : good, tapi saya tidak membenci borjuis, tapi yang saya maksud adalah keadilan. karena saat ini UI lebih berpihak kepada kaum borjuis. padahal UI kan kampus rakyat. sedangkan untuk mendaftar SIMAK, UMB, atau SNMPTN harus mengeluarkan modal lebih dari seratus ribu, bayangkan berapa anak petani, nelayan yang berprestasi tidak bisa ikut turut dalam seleksi masuk perguruan tinggi ini. belum lagi putusnya harapan untuk belajar di kampus ini karena bayaran yang mahal. kebetulan teman sekelas saya ada yang mengalami ini,

    kesannya jadi OOT ya. tapi inilah yang terjadi di kampus kita. kampus kapitalis

    Reply
  24. Aku sudah lebih dari setahun meninggalkan UI jadi tak tahu apa yang terjadi sekarang. Jujur saja, kemarin cukup terkejut mendengar isu ‘pembekuan’ BEM UI karena BEM itu vital fungsinya.

    Dahulu di tahun 2007, aku juga sempat terkejut waktu beredar surat ‘Soeroto, Arkeologi 2007’, sampai ada orang dari BEM FIB datang ke fakultasku kutanyakan, ada orang-orang dari BEM UI datang ke pernikahan kawan SMU-ku, langsung kumintai pertanggung jawabannya.

    Aku setuju, jangan sampai ada mahasiswa UI drop out hanya karena masalah biaya, dan juga jangan sampai ada orang miskin berprestasi, gak bisa masuk UI hanya karena jatah seleksi yang bisa ia tempuh dibatasi.

    Tapi satu sisi, jangan pernah menambah lawan dengan membenci mereka yang ‘kaya’. Mereka adalah sekutu, atau kalau saat ini masih manja, setidaknya calon sekutu di masa depan.

    Aku bicara seperti ini bukan teori, tetapi melihat kisah-kisah kawan di kampus dari meminta bantuan dana atau transportasi. Bahkan salah seorang yang mungkin bisa dicap ‘borjuis’ (tapi dia gak pernah sombong), bantuannya sangat penting waktu salah seorang mahasiswa diperas jaksa.

    Zamanku, lingkungan mahasiswa di fakultasku yang tadinya sudah beragam sempat mulai bikin khawatir karena mulai ada Kelas Internasional. Terbayang dong, mereka tidak ikut ospek, tidak ikut mabim, tidak pernah satu kelas. Ternyata di perjalanannya tidak pernah jadi masalah antara KI dan reguler dan baik-baik saja, malah beberapa anak KI yang notabene ‘kaya’ malah jadi aktivis.

    Kalian lah yang menentukan, apakah ‘borjuis’ akan jadi musuh kalian atau sekutu kalian dan OKK dan sejenisnya, itu cuma membantu sedikit.

    Reply
  25. dude, mereka bayar mahal kan untuk mengurangi beban mahasiswa yang gak mampu juga.. lagian mereka bisa masuk UI dengan jalur yang sama kok dengan kalian semua, ga ada yang bedain.. kalian boleh komplain kalau mereka bisa masuk hanya dengan uang mereka saja, bukan tanpa tes. komplain lah pada maba2 yang sebenarnya kaya tapi minta keringanan.. itulah mahasiswa yang merusak mental bangsa..

    btw, mau saran aja nih.. kenapa website OKK 2009 itu http://okkui09.com/? kita kan punya hosting UI tersendiri. Semoga tahun depan, hosting OKK 2010 bukan http://okkui10.com/..

    Reply
  26. jadi tambah panas nih diskusinya…

    memang yang saya liat sekarang ini angkatan saya sedikit manja, mungkin ini imbas dari BOP ya, yang akhirnya UI banyak dihuni oleh MaBa2 dari kalangan borjuis yang kritis tapi manja.

    no offence please.

    Maap nih Gan, jujur ane aja yang dari keluarga menengah nggak terlalu mempermasalahkan borjuis2an kyak gitu. Kok Bang Ridwan berani amat yak, ngecap semua yg borjuis itu manja. nggak arif aja kalo udah dewasa tapi masih mikir yg begitu.

    Reply
  27. @Dei 07:

    @nonot: Sejak kapan Senior anggap mental kuli, ga usah ambil KESIMPULAN SENDIRI LOE, justru senior peduli ma juniornya, ngabisin waktu mereka buat junior2,
    Gitu loh,,

    Sama kak, kakak juga ga usah AMBIL KESIMPULAN SENDIRI dengan bilang kalo kita ga dikerasin kita ga bakalan nurut sama kakak2ku tercinta. Dapet darimana kak kesimpulan yang kayak gitu?

    Reply
  28. tak ada yang salah dari okk,ingat esensi awal dari okk yaitu:memperkenalkan kehidupan kampus,memperkenalkan teman2 satu angkatan secara tidak langsung,meningkatkan solidaritsa antar angkatan,TANPA ADANYA TINDAK KEKERASAN..
    coba direnungkan,apakan esensi ini sudah tersampaikan dengan baik??
    bila bagi teman2 maba 09 belum maksimal,berikanlah suatu solusi yang positif,bukan hanya dengan cara mengkritik saja.
    karena toh nantinya kalian jugalah yang akan membina adik2 kalian kelak melalui okk ini.
    jangan hanya melihat dari satu sudut pandang saja,cobalah untuk berempati dengan melihat dari sudut pandang orang lain pula ..

    Reply
  29. saya kontra dengan tulisan ini. menurut saya, memang ada kecendrungan sikap manja diantara para maba, bisa kita lihat dari banyaknya tugas2 yang tidak dikerjakan, terutama saat PSAF.

    maba itu sendiri, mungkin sudah merasa tak ada semangat lagi, padahal kita sudah kerja keras untuk masuk UI ini, tapi setelah masuk, semua malah terasa hampa, kosong. saya pun kadang berpikir demikian.

    terima kasih untuk para panitia yang sudah membimbing kami 🙂

    Reply
  30. @nonot: heheheh, mang ada pernyataan gw yg bilang maba harus dikerasin buat nurut ya,,
    ntr dah klo loe jadi panitia ospek buat ade2 loe bakal ngerti smuanya.. kita keras pasti ada alasan yang kuat loh..
    Ini demi kebaikan loe semua biar loe pada kompak ga egois mikirin diri sendiri, peduli ma temen-temen loe. gitu

    Reply
  31. wah kyknya seru nih masalah ospek2an.
    mau ngasih saran aja nih bro, intinya sih kita saling menghargai aja . saya yakin kalau maba itu pasti ga bakal sok2an, jika dan hanya jika ada sikap saling menghargai antara senior dan junior. Tanpa ada ospek2an kalau seniornya menghargai junior, pastilah junior juga menghargai seniornya, kecuali memang beberapa orang yang sifatnya “Bengal” . thx.

    Reply
  32. @Fanfan: Bner Gan, gue setuju juga sama elu.
    @De`i: Saya juga pernah ngerasain kok jadi senior. Tapi paling nggak saya nggak merasa harus mengajarkan kekuatan mental dsb2 dgn cara mengerasi adik2 saya pas SMA dulu. Nyatanya mereka juga respek.

    Reply

Leave a Comment

error: This content is protected by the DMCA