Meme. Sebuah ekspresi humor yang kian mendunia. Eksistensinya dapat ditemukan di lintas negara, bahkan antara orang di negara yang satu dengan orang di negara lainnya bisa menertawakan meme yang sama. Kepopuleran dan sifatnya yang universal membuat meme menjadi fenomena internet paling langgeng, bahkan terus-menerus berevolusi sampai detik ini. Yang tadinya hanya bertujuan untuk menertawakan diri sendiri dan kehidupan sehari-hari, sekarang sudah bisa digunakan untuk mengkritik pemerintah dan dunia politik. Benar-benar hebat meme itu. Orang segaptek apapun sepertinya bisa ikut menikmati konten yang terkandung di dalamnya tanpa harus berpikir keras. Wow!

Meme memiliki bentuk yang beragam, mulai dari video (con: TikTok), screenshot dari kartun (con: Spongebob Squarepants, Upin-Ipin), sampai  ekspresi dan reaksi kocak dari orang asing (con: Gavin, Bad Luck Brian). Kalau dilihat dari segi keindahan alias estetika, jelas bahwa meme kurang bahkan tidak memiliki konsep ini sama sekali. Ya karena memang bukan itu tujuan dari meme. Meme tidak diciptakan untuk membuat orang terkagum-kagum akan palet warna yang dipilih dan metode arsir yang digunakan, atau membuat orang berkontemplasi merenungkan makna di balik setiap bentuknya. Sebaliknya, meme dihadirkan secara gamblang merefleksikan kekacauan dan serba-serbi kehidupan manusia di dunia nyata, yang pada nyatanya memang tidak sempurna.

advertisement

Daya tarik yang dimiliki oleh meme adalah kegamblangan dan kemampuannya dalam merefleksikan situasi dan trend yang ada di masyarakat. Hal ini membuat orang yang melihatnya merasa terhubung dan terkoneksi dengan apa yang disampaikan oleh meme tersebut. Hasilnya, orang akan berpikir bahwa ada orang lain yang turut merasakan apa yang sedang mereka rasakan. Ketika hal itu terjadi, lebih mudah bagi orang tersebut untuk menertawakan situasi dan diri mereka sendiri.

advertisement

Mengoleksi, ikut dalam komunitas, atau sekedar mengecek postingan meme di media sosial yang dirasa relateable sama kehidupan kita sambil menertawakan diri sendiri dan situasi yang ada bukan berarti kita menyedihkan dan gak punya kehidupan kok. Kegiatan ini, meskipun terlihat sederhana dan receh, ternyata memiliki banyak manfaat bagi diri kita sendiri, terutama bagi kesehatan. Gak percaya?

1. Melawan stress

Menertawakan diri kita sendiri atas kegagalan dan kesalahan yang kita lakukan dapat menurunkan tingkat stress, lewat kontrol yang kita ciptakan atas stres tersebut. Sebagai contoh, kalian gagal dalam suatu ujian. Memikirkan hal tersebut akan membuat kalian sedih dan  menyesal, kenapa sih tadi saat mengerjakan tes tidak melakukan yang terbaik? Atau misalnya, kenapa sih tidak belajar semaksimal mungkin beberapa hari sebelumnya. Pikiran-pikiran ini akan terus menerus muncul dan sulit untuk dihentikan. Akibatnya, hal sesederhana ini justru malah menurunkan kondisi imun dan berdampak pada kesehatanmu. Coba jujur, setiap kali kamu melakukan hal ini, pasti setelahnya kamu akan merasakan sakit kepala atau mungkin mual. Bener gak?

BACA JUGA: 5 Hal Ini Bisa Bikin Kamu Ngerjain Skripsi Tanpa Stress

advertisement

Lalu meme ini muncul di laman instagram kalian. Kalian akan mengingat kembali beberapa jam yang lalu saat kalian ada di kelas dan mengerjakan soal ujian. Hal ini terjadi pada diri kalian! Kalian mulai berpikir apakah ekspresi wajahmu saat itu sama dengan ekspresi wajah orang yang ada di meme ini. Kalian pun tertawa dan mulai merasa bahwa ternyata hal ini wajar terjadi di ujian dan kamu bukan satu-satunya orang yang mengalami hal ini. So, gak ada yang perlu dikhawatirkan kan? Kamu mulai memiliki kontrol atas ketakutanmu.

2. Tercipta Hubungan Positif

Sumber: travelpulse.com

Ah.. masa sih? Hubungan positif apa? Meme emangnya bisa?

Eitts! tahu gak, hubungan positif yang tercipta ini sebetulnya terjadi antara dirimu sendiri dan orang lain. Kok bisa? Ya bisa dong! Saat kamu terbiasa dengan konten-konten meme, kamu terbiasa mengekspresikan kebahagiaan kamu (Ya kayak senyum-senyum sendiri atau mungkin ketawa ngakak saat lagi asik scrolling instagram). Saat melakukan hal ini, tubuh kalian melepaskan hormon oxytocin, yaitu hormon yang biasanya dilepaskan saat seseorang sedang jatuh cinta (ciee). Keberadaan hormon ini bikin kamu lebih mudah bergaul dengan orang lain dan kamu jadinya gak gampang baperan. Ohiya, hormon ini juga bisa bikin kamu terhindar dari kecemasan berlebihan. Hmmm…

advertisement

BACA JUGA: Ini Nih Sisi Positif dan Negatif Jualan di Kampus Dikelilingi Mahasiswa

3. Nurunin Tekanan Darah

Sumber: insider.com

Nih buat kalian yang emang punya darah tinggi! Ah masa sih, Yakali?

Gak percaya? Tahu gak, sebuah studi yang dilakukan oleh American Heart Association menyatakan bahwa sering tertawa dan menertawakan diri sendiri memiliki pengaruh sama efektifnya dengan mengurangi konsumsi garam dalam menurunkan tekanan darah. Kebayang gak, kalo kebiasaan baca dan ngumpulin meme ternyata punya efek sekeren itu buat kesehatan?

Intinya nih temen-temen, meme yang ada di media sosial kalian ternyata bukan hanya sekedar pemanis dan penghibur kalian di saat sedih, stres, bahkan traumatis. Meme menjadikan hidup kalian menjadi lebih berwarna dan juga membantu kalian untuk percaya bahwa hal buruk yang sedang kalian alami sekarang juga terjadi pada orang lain, dan hal buruk itu bukanlah apa-apa selain sekedar bumbu-bumbu kehidupan yang menjadikanmu lebih baik lagi.

BACA JUGA: Berbagai Fenomena Kemunculan Meme Tentang SIAK-NG

Sumber gambar kumpulan meme: a brief history of meme