Peringkat UI

Huu…. rasanya sedih banget denger khutbah jumat (23/11), masa kampus kita cuma dapet urutan yang ke-395 di dunia. Truz ke-3 di Indonesia, setelah UGM (360) dan ITB (369). (Sumber dari sini). Koq bisa gini ya?

Katanya UI itu mau jadi research university, katanya UI itu kampus perjuangan. Tapi dunia lho yg menilai kalo UI itu berkualitas yang cukup rendah…

Gimana ya? Koq saya jadi merasa aneh dan malu sekarang. Hilang sudah kebanggaan untuk kuliah di sini…

15 thoughts on “Peringkat UI”

  1. Kerjaan teman-teman saya:
    http://smartcard.ui.edu/

    Sebenarnya.. mau engkau di ITB, dan UGM (percayalah.. dulu aku di UGM.. dan adikku lulusan ITB), selalu ada ketidakpuasan. Artinya, kalau kamu berniat pindah kuliah, kusarankan: Jangan! Percuma..

    Lebih baik kamu lulus.. cari S2 di luar negeri (dan ironisnya.. tapi harus kuakui, UI termasuk gerbang yang baik).. dan balik lagi, tingkatkan kualitas UI. Atau kalau mau egois, setidaknya lakukan untuk dirimu sendiri.

    Pernah dengar nama-nama seperti Benjamin Franklin, Thomas A. Edison? Apakah mereka sekolah? Tidak!

    Pernah dengar nama Albert Einstein? Apakah sekolah tempat ia bersekolah menjadi terkenal? Tidak.. yang agak2 lumayan terkenal adalah Princeton, tempat Einstein mengajar.. dan itu pun, prestasinya juga tak seberapa.

    Ujung2nya, kembali ke kualitas sendiri, kemampuan memanfaatkan fasilitas yang ada. Kalau tidak puas, berjuang untuk mencari tempat yang lebih baik.. dan bukan sekedar nama.

    PS: aku gak tahu kalau ITS, seperti apa lingkungannya di sana.

    Reply
  2. Jgn ngeluh aja dong !
    Percuma ngeluh tapi qta sebagai mahasisiwa ga melakukan tindakan kongkrit u/ membantu menaikkan peringkat UI.
    Gmn caranya? Simpel aja, belajar yg benar. Emang tugas utama qta belajar kan?

    Qta ga bs mengharapkan keajaiban ujug2 UI jd peringkat 100 misalnya. Qta jg ga bs hanya mengandalkan rektorat untuk menaikan kualitas UI. Qta sebagai mahasiswa jg punya peran penting. Mau universitas sebagus apa jg klo mahasiswanya pd oon tetep aja peringkatnnya rendah.

    Jd semangat ya kawan2!!
    Jgn cepet kecewa..

    Reply
  3. iya… kenapa harus malu? kenapa malu? malu karena ternyata menyadari bahwa semangat anak UI langsung mengendur setelah dirinya diterima & menjadi bagian dari UI dan melupakan banhwa semestinya dirinya baru sedang memulai perjuangannya d’sini? jika benar begitu maka barulah malu

    mari qta lebih semangat lagi
    tunjukkan…
    qlo UI ga cuma jago cuap-cuap seperi yg dikenal publik selama ini, tapi qlo qta bercuap2 karena qta punya otak (baca: ilmu)
    yakni dgn mewujudkan reseach univ itu… 🙂

    tetep semangat ya, teman

    Reply
  4. Semoga keberhasilan PT (Perguruan Tinggi) di Indonesia ini tidak hanya sebatas terdaftar di Times Higher Education Supplement (THES), melainkan bisa menunjukkan eksistensinya untuk terus mewujudkan visi dan misi menjadi World Class University seperti yang banyak didamba-dambakan

    Reply
  5. Kalo gak bakalan nyesel yang namanya udah masuk UI..Mungkin dengan peringkat UI yang telah turun ke-395 atau peringkat ke-3 untuk Universitas Indonesia..Tapi tetep aja gw sendiri amat sangat bangga jadi mahasiswa UI… mungkin yang sekrang kita lakukan adalah memperbaiki kualitas yang ada di UI..jangan selalu mencari-cari dimana kesalahan…seharusnya kita dapat belajar dari kesalahan yang kita peroleh…
    HIdup Mahasiswa UNIversitas Indonesia…
    Harumkan selau namamu di kancah internasional…_indra_FMIPA UI 2005_

    Reply
  6. Kemerosotan prestasi UI justru harus kita jadikan pemicu untuk berusaha lebih keras lagi, berkarya dan terus berkarya…tunjukkan kontribusi kita..!key..?!
    Tetap semangat..

    Reply
  7. Meskipun UI peringkat ketiga, seenggaknya kita masih yang nomor 1 di Jabodetabek. Hidup mahasiswa !! makanya tingkatkan prestasi jangan kebanyakan sibuk sama urusannya sendiri2. inget tugas, organisasi & urusan tetek bengek lainnya nomor 2 !!
    Hidup mahasiswa……!!!!

    Kelompok Statistik_2006

    Reply
  8. MAS ATO MBAK TOLONG JANGAN LEKAS PERCAYA dengan pemeringkatan yang dilakukan lembaga luar negeri, tidak obyektif, coba perhatikan UI tahun 2006 peringkat 295 dunia, trus sekarang turun gila banget sampai 395, satu kata untuk ini….GAK LOGIS…….

    Coba cari Al Azhar University itu khan jelas kampus yang tertua di dunia tapi tidak masuk daftar, apa karena masalah kepercayaan……

    Buat kakak mahasiswa UI…tolong sadari fakta ini, lebih baik kita percaya sama survei dalam negeri seperti PDAT, dan juga tetap bangga sama UI, walau saya cuma calon MaBa UI yang alhamdulillah diterima di UI melalui jalur PPKB, saya tetap bangga dan cinta dengan UI, bukan cinta buta tetapi memang UI adalah pilar utama pendidikan Indonesia yang mampu menghasilkan manusia cerdas, bermoral, dan berprestasi, tolong kak jangan kecewakan kami hnya karena pemeringkatan yang tidak jelas,benar kata Kunderemp. Tolong kak dengan hormat kakak bisa menarik kembali kata2 kakak dan kakak bilang SAYA BANGGA dan BERSYUKUR SEBAGAI MAHASISWA UI ! ! ! ! !

    Salam mahasiswa

    Hendra Saktiono

    Reply
  9. Um, semoga hal ini bisa jadi api semangat yang semakin membakar daya kreativitas mahasiswa UI..!! Tapi, bisa jadi ini teguran buat kita biar gak merasa bahwa kitalah yang paling superior daripada universitas lainnya di Indonesia, tapi karya masih gitu2 aja..EO lagi…EO lagi..!!! KAdang juga orang kalo dah masuk tempat yang dirasa bagus jadinya kendor dech semangatnya.,..!! Mempertahankan kadang mang lebih sulit daripada meraih, Bro..!! Tapi bukan hanya itu masalahnya, sekarang yang perlu kita pikirin rame2..sebenernya karya pa aja sich yang dah kita hasilkan sampai detik ini…?! Belumm…?! Yo wiss…usaha, nyok…!! Ha..ha…SMAYOTTE (Semangat, Chaiyo, Ganbatte)….!!

    Reply
  10. gw sangat bangga ko jd anak UI, gw udah ngikutin berbagai macam tes univ.; alhamdulilah gw lolos d ilmu kesejahteraan sosial ui melalui snmptn..; gw jg ngrsa kuliah bersama orng2 terbaik di negeri ini; jd jgnlah melihat peringkat; tp kualitas!!!!!hidup UI kau tetaplah yg terbaik

    Reply

Leave a Comment

error: This content is protected by the DMCA