Perlindungan Bagi Pengguna Moda Transportasi dan Pengguna Jalan Lainnya

Di Indonesia, jumlah kendaraan bermotor banyak sekali dan bertambah setiap hari. Di DKI Jakarta saja, setiap harinya terdapat 2000 motor baru dan sekitar 600 mobil baru yang didaftarkan. Jumlah kendaraan yang tinggi berhubungan dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Di DKI Jakarta, pada tahun 2008 terdapat 6000an kejadian kecelakaan yang membuat 1000an meninggal dunia dan 2000an luka-luka. Angka kecelakaan itu begitu tingginya, karena 91% kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia, alias kelalaian pengemudi. Jadi, penting bagi kita untuk disiplin berlalu lintas, karena disiplin berlalu lintas akan mengurangi kemungkinan kecelakaan.

Nah, bagaimana kalau kita mengalami kecelakaan di jalan dan mengalami luka-luka atau meninggal dunia? Tenang saja teman-teman, ternyata kita terlindungi oleh Asuransi Jasa Raharja. UU No. 33 dan 34 Tahun 1965 melindungi para pengguna moda transportasi (seperti kendaraan umum/pribadi) dan pengguna jalan lainnya. Jasa Raharja akan memberikan santunan kepada korban penumpang sah dari kendaraan umum baik darat, laut, maupun udara yang mengalami kecelakaan, bagi korban yang tertabrak kendaraan bermotor dan kereta api, dan bagi korban tabrak lari maupun korban tabrakan dua/lebih kendaraan bermotor.

Apabila kita mengalami kecelakaan, kita (atau keluarga kita) dapat melakukan klaim santunan kepada Jasa Raharja, dengan menghubungi nomor bebas pulsa 0-800-1-33-34-64. Prosedur klaim adalah dengan melampirkan surat laporan kecelakaan dari pihak berwajib seperti Kepolisian, surat keterangan cedera korban dari Rumah Sakit/dokter yang merawat, serta meminta surat keterangan ahli waris dari kelurahan. Dokumen-dokumen tersebut diserahkan pada kantor perwakilan Jasa Raharja terdekat untuk diproses, kemudian santunan akan dibayarkan. Alamat dan nomor telepon Jasa Raharja dapat dilihat pada www.jasaraharja.co.id.

Hal-hal tersebut terungkap pada dialog publik yang diselenggarakan Jasa Raharja bekerjasama dengan MSS FE UI pada Rabu, 15 Juli 2009. Dialog publik ini menghadirkan Dr. Diding S. Anwar (Dirut PT Jasa Raharja), Drs. Hendah Sunugroho (Kabid. Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta), Lisman Manurung, M.Si (Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta), Kombes (Polisi) Drs. Condro Kirono (Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya), dan Dr. Dewi Hanggraeni (Ahli Manajemen Resiko). Dialog publik ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi asuransi kecelakaan lalu lintas serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Leave a Comment