Politik itu Hewan Apaa?


0

percayakah anda ketika mengintip info siapa saja yang tergabung di situs jejaring facebook ketika mengisi pandangan poiltik mostly dari mereka menjawab: NO COMMENT

pertanyaan yang sering menghantui saya kenapa HEWAN yang  kebetulan bernama POLITIK mendapat tanggapan yang dominan tendensinya menjurusa ke hal-hal yang kotor dan najis…bahkan di antara masyarakat kita menyebut dirinya ANTI POLiTIK..

melihat FENOMENA NO COMMENT ketika ditanyakan pandangan poltik apakah mereka tidak mengetahui sama sekali apa itu POLITIK? apakah mereka sedikit tahu?

apakah mereka mengetahui tapi tidak tertarik?

apakah mereka merasa jijik ketika mendengar kata POLTIK?

apakah mereka beranggapan POLTIK IS DIRTY?

itulah  fenomena yang terjadi banyak orang yang tidak mengetahui betul apa itu politik?

semua hal- hal yang kira-kira dapat menguntungkan seseorang ketika keuntungan itu didapatkan di jalur pemerintahan pasti semua orang dan media ( yang syirik) menganggap KEBIJAKAN-KEBIJAKAN yang dirilis oleh pejabat kita bernuansa POLITIS,  POLITIS, DAN POLTIS?

apa sih POLITIS ITu? sesuatu yang HARAM kah? makruh kah? jelekkah? atau segala HAL yang berbau POLITIS itu sesuatu prestasi?  bingung, bingung ku MEMIKiRKANNYA?

ketahuilah

politik itu kendaraan MENUJU KEKUASAAN….? trus apakah menuju kekuasaan itu HARAm?

ya SUDAHLAH…..


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
santana

5 Comments

Leave a Reply

  1. politik tak selamanya haram
    politik yang menggunakan segala cara untuk mencapai kekuasaan jelas dilarang
    tapi kalau politik untuk menuju indonesia yang lebih baik kenapa tidak .. ?

  2. Ya kita realistis saja…emang kenyataannya masyarakat Indonesia sedang jenuh dengan tingkah politisi yang suka cari muka depan kamera media tetapi dibelakang suka nilep uang rakyat dan membuat kebijakan yang tidak merakyat

  3. Untuk yang pertama mungkin sepakat dengan pertanyaan dan komentar dari Si Pentung, dalam kategori apa anda menggunakan metafora politik adalah hewan. Saya mencoba menerka-nerka alasan dari penggunaan kategori itu. Mungkin anda ingin menggunakan bahasa slank & percakapan sehari-hari dalam sebuah ekspresi ungkapan keheranan atas suatu fenomena yang ada. Jika alasan penggunaan kategori itu berdasar alasan ini, mungkin dapat dimaklumi.

    Akan tetapi jika yang anda sedang ingin bahas dan permasalahankan adalah politik sebagai kategori konseptual sekaligus faktual dalam kehidupan di masyarakat dengan ukuran-ukuran yang dapat menunjukan argumentasi rasional, (katakanlah anda anak departemen Hubungan Internasional) mungkin sebaiknya anda menggunakan paradigma yang lebih serius dalam mengemukakan pandangan atas fenomena yang ada.

    Bukan tidak apa-apa. Dengan tulisan seperti di atas, sepertinya kualitas sebagai seorang mahasiswa (ditambah dengan status, departemen Hubungan Internasional) patut dipertanyakan. Cobalah mampu mengemukakan pendapat dengan cara dan konteks yang lebih banyak memberikan kesan juga informasi yang konstruktif.

    Ada baiknya juga anda membuka koleksi buku-buku pribadi yang berkaitan dengan kategori dan konsep politik. Anda dapat juga melakukan pembicaraan dengan kawan-kawan yang lain.

    Catatan pendek berkaitan dengan politik.

    Kategori politik, jelas bukan merupakan kategori dalam bahasa Indonesia secara langsung. Kata politik merujuk kepada beberapa jejak dalam kategori bahasa-bahasa berbasiskan kebudayaan Eropa.

    Politika (Yunani) merupakan akar pertama dari kata politik yang kita pergunakan hari ini. Ini merujuk pada karya Aristoteles yang berjudul sama. Berkisah tentang bagaimana hubungan dalam pemerintahan dsb. Baru sekitar abad ke 15, bahasa latin menggunakan kata “polettques”.

    Dalam kosakata Perancis, dipergunakan “politique” yang dalam rujukan maknanya menggacu kepada kata Latin “politicus” dan Yunani “politikos”. Kata tersebut mengungkap mengenai { of, for, or relating to citizens, atau juga civil, civic serta belonging to state}. Terkadang juga penggunaan kata politik sendiri mengacu kepada fenomena polis pada masyarakat Yunani, yang dalam masyarakt sekarang dapat secara kasar dirujukan pada kata “kota”.

    Berkenaan dengan hal-hal tersebut, anda seharusnya mampu melihat gejala yang hadir di dalam masyarakat dalam tangkapan kategori yang tepat. Dalam masyarakat pada umumnya, politik lebih banyak dirujukan kepada kenyataan yang berhubungan dengan presiden, pemilu, DPR, aktivis, demonstrasi, pemberitaan media, KKN dsb. Politik dalam pemahaman umum di masyarakat diacu langsung pada rumor yang kemudian diframe oleh media, yaitu berpusat pada tingkah laku pejabat pemerintah, aktivis dsb.

    Ini tentu saja mempunyai implikasi langsung. Apa yang terepresentasi dari citra tingkah laku politik di Indonesia (terutama dalam media) memberikan banyak gejala yang berwajah buruk penuh dengan oportunisme. Media dan juga kesadaran umum dalam gagasan kita lebih banyak menunjuk politik sebagai sesuatu yang korup dan tidak banyak memberikan hasil yang memuaskan. Apalagi ditambah dengan kosakata politik yang semakin hari semakin banal, tidak karuan dia bermakna apa.

    Nah, dengan demikina sepertinya menjadi sebuah kenyataan yang dapat diterima juga, jika pada banyak status facebook seseorang seringkali dinyatakan isian NO COMMENT. Ini bukan lantas dapat dituduhkan sebagai sebuah sikap menolak politik. Mungkin saja (dalam cara pandang yang positif) orang-orang tersebut sedang melakukan kritik terhadap oportunisme tingkah laku politik kita, dengan cara {idak usahlah kita berurusan dengan rumor politik orang-orang, yang penting kita sadar menjadi manusia yang berpolitik setiap harinya}.

    Berpolitik dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika kita masih saja terus hidup dalam sebuah kawanan kelompok yang besar, yang terus bergulat menemukan beragam formasi ideal bagaimana masyarakat ini dapat diatur secara ideal bagi semuanya.

    Selama saya, anda, dan kita semua masih hidup berkelompok sebenarnya kita semua sedang menunjukan jati diri yang esensi dari manusia sebagai zoon politicon. Terlepas apakah secara eksplisit harus menuliskan status terminologi politik apa pada status facebooknya, ataupun menanyakan anda memilih partai apa?

    Sampai hari ini belum ada tanda-tanda manusia akan hidup sendirian seperti dalam gambaran film Cast Away.