Press Release Aksi BEM UI Terkait RAPBN 2012


0

Siaran Pers

Aksi BEM UI Menyoroti RAPBN

16 Agustus setiap tahun sejak Indonesia merdeka 66 tahun yang lalu, merupakan salah satu momen yang ditunggu oleh rakyat di negeri ini, karena ini merupakan waktu di mana Presiden Republik Indonesia menyampaikan laporan pelaksanaan pemerintahan dan rancangan anggaran belanja negara tahun depan.

Tahun ini, pidato mengenai rancangan anggaran belanja negara menjadi sorotan, karena banyak kalangan menilai rancangan anggaran untuk tahun 2012 dinilai tidak realistis. Banyak faktor yang terabaikan, seperti pembangunan infrastruktur yang sebenarnya bisa menopang pertumbuhan ekonomi, serta realisasi yang dianggap masih jauh untuk mensejahterakan rakyat.

Maka dari itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) beserta jajaran BEM Fakultas mengadakan aksi ke kantor DPR, menyoroti dan menuntut agar RAPBN lebih mengoptimalkan penyerapan dan realisasi APBN yang pro kesejahteraan rakyat. Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 16 Agustus 2011 pukul 08.00 WIB.

Depok, 15 Agustus 2011
Kepala Divisi Humas BEM UI
Anneila Firza K

Contact Person:
Maman Abdurrakhman (Ketua BEM UI): 081911432650
Anneila Firza K (Kadiv Humas BEM UI): 081371063000


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
AnneFirza

3 Comments

Leave a Reply

  1. Pidato pembacaan Nota RAPBN di DPR oleh Presiden adalah ritual retoris. KIta sebagai masyarakat Indonesia apalagi kalau orang-orang dari kampus seharusnya tidak usah menanggapinya dengan serius-serius. Toh, pidatonya juga tidak benar-benar serius juga untuk rakyat.

    Saran untuk BEM: Kalau ingin membuat sebuah tindakan kritis, jangan juga melakukan ritual aksi demonstrasi. Kalau begitu caranya BEM dan SBY sama-sama tidak ada bedanya, melulu ritualisme.

    Yang kreatif! Cari strategi-strategi baru.
    Jangan hanya terdogma: Mahasiswa adalah golongan perubahan.

    Jika kalian tidak bisa membesakan diri dari ritualisme, kalian sama saja juga dengan para penganut dogma-dogma agam yang sempit.
    Tidak ada bedanya.

    Tidak ada yang akan diubah, kecuali kalian nanti jadi borjuis baru yang mengeksploitasi masyarakat, ketika sudah jadi politisi dan pejabat.

Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals