Press Release: Gerakan UI Mengajar

Penyebaran fasilitas pendidikan yang kurang merata merupakan fenomena yang patut diperhatikan. Mengingat pendidikan merupakan salah satu hal yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 “mencerdaskan kehidupan bangsa”, hal ini tentunya sesuatu yang perlu untuk ditindaklanjuti. Upaya pendidikan tidak hanya berdasarkan fasilitas yang mumpuni, akan tetapi lebih menitikberatkan pada pola mengajar yang baik—hal ini ada kaitannya dengan motivasi pembelajaran. Para siswa yang berada di wilayah remote area hendaknya mendapatkan motivasi dalam belajar secara akademik maupun non-akademik demi meningkatkan passion mereka terhadap belajar agar meningkat pula self-esteem (pemberhargaan diri) terhadap diri mereka.

Mahasiswa merupakan salah satu tonggak perubahan di masyarakat. Dari 3 tridarma perguruan tinggi, 2 poinnya ialah pendidikan dan pengabdian masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan adanya suatu gerakan yang memberdayakan mahasiswa untuk mau berkontribusi untuk pendidikan Indonesia. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) melalui bidang Sosial Masyarakat mencetuskan sebuah gebrakan aktualisasi gerakan sosial masyarakat “Gerakan UI Mengajar”.

Gerakan UI Mengajar (GUIM) merupakan salah satu program kerja terbesar dan pertama dari bidang Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (SosMas BEM UI). Gerakan UI Mengajar terdiri dari serangkaian kegiatan dan tahapan. Kegiatan  dimulai dengan tahap perekrutan panitia, tahap seleksi pengajar, seminar dan pelepasan para pengajar, dan acara inti mengajar selama 23 hari di pelosok Garut.

Sasaran dari Gerakan UI Mengajar secara khusus adalah siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) yang berada di Desa Bojong, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Tenaga pengajar di sana hanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya 4 orang yang termasuk kepala sekolah dengan total rata-rata guru tiap sekolah adalah 10 orang termasuk sukarelawan.  Secara kuantitas, guru-guru yang mengajar masih kurang terpenuhi. Terlebih riwayat pendidikan pengajarnya pun rata-rata lulusan Diploma dua. Secara kualitas masih dibutuhkan peningkatan kemampuan dalam mengajar dan dibutuhkan pelatihan pengajaran sebagai guru dari orang yang berkapabilitas.

Para pengajar di Gerakan UI Mengajar merupakan seluruh mahasiswa Universitas Indonesia yang dipilih melalui rangkaian seleksi. Proses seleksi pengajar terdiri dari beberapa tahap, yaitu : tahap seleksi berkas, tahap wawancara, tahap simulasi mengajar, dan tahap pelatihan. Tahap pelatihan merupakan tahap pembekalan bagi 40 orang calon pengajar sebelum terjun langsung mengajar di Pameungpeuk, Desa Bojong, Garut. Rangkaian tahap pelatihan antara lain terdiri dari pelatihan bahasa Sunda, menggali potensi diri untuk mengajar, manajemen kelas, cara membuat media pembelajaran efektif untuk anak SD, dan mengajar yang atraktif dan menyenangkan. Di pelatihan terakhir 40 calon pengajar dipilih menjadi 30 orang pengajar.

Setelah terpilih 30 pengajar, diadakanlah Seminar Akbar Gerakan UI Mengajar pada hari Senin, 16 Januari 2012 di Auditorium Gd. M FISIP UI. Seminar ini bertujuan untuk mengenalkan GUIM ke publik dan sekaligus proses pelepasan para pengajar yang akan mengabdi selama 23 hari di Pameungpeuk, Garut. Seminar menghadirkan para pembicara ahli  yang memiliki fokus di bidang pendidikan, yaitu Kak Seto Mulyadi, Pak Hikmat dari Indonesia Mengajar,  Pak Widyo Warsono dari DIKTI, dan Kak Mamam Abdurrakhman sebagai Ketua BEM UI 2011. Seminar juga dihadiri oleh para orang tua pengajar, teman-teman pengajar, dan masyarakat umum.

Kegiatan inti, yakni mengajar akan berlangsung mulai dari tanggal 18 Januari – 9 Februari 2012 di daerah Pameungpeuk, Desa Bojong, Garut, Jawa Barat. Kegiatan yang akan di lakukan disana ialah pembenahan infrastruktur, pendekatan pihak masyarakat, pelatihan pengajar asli, kegiatan belajar mengajar, dan panggung kebudayaan dan cinta pendidikan. Para pengajar ini ditempatkan di 5 SD dan mereka akan mengajar di SD tersebut menggantikan guru di sana selama satu bulan.  Mereka akan mengajar siswa SD kelas 1-5. Selain mengajar, pengajar juga melakukan kegiatan sosial lainnya seperti membangun MCK, melakukan penyuluhan kesehatan ke masyarakat dan ikut berbaur dan tinggal bersama dengan penduduk di Desa tersebut.

Pihak yang terlibat membantu jalannya kegiatan ini: PT PERTAMINA

Contact person:
Lizara Patriona (085669157962)
Mochamad Aldis R (081213267165)

1 thought on “Press Release: Gerakan UI Mengajar”

Leave a Comment