Puisi: Minggu Depan Kiamat, Kawan!

Andai pada satu pagi yang cerah bercahaya
saat seluruh manusia beraktifitas seperti biasa
motor menyalip ria di jalan raya
mobil terus menghembuskan frekwensi tinggi klaksonnya
setiap orang sibuk dengan dirinya, perutnya, dan kantongnya seakan berkata “aku yang paling penting! minggir semua!”

namun andai saat itu bukan pagi yang biasa terjadi
saat Tuhan menampakkan dirinya pada langit yang berkilat-kilat mati
seraya berkata “wahai manusia bersiaplah. aku sudah bosan dengan semua tingkahmu sendiri.
minggu depan kan kuambil seluruh jagad raya ini darimu kembali”

andai hal itu terjadi pada pukul setengah tujuh pagi tepat
maka dipastikan semua sekolah akan lengang bersahabat
kantor kantor tak bertuan, bahkan tak ada satpam berat
pabrik pabrik kehilangan daya, melupakan depresiasi dan kemungkinan melarat
kini setiap orang berpikir HEY KIAMAT MINGGU DEPAN, KAWAN, MASIH ADA WAKTU SEMINGGU UNTUK BERTAUBAT!!!

kini semua orang meng-alim-kan dirinya
masjid dan gereja menjadi sesak tak biasa
dalam sekejab jidat menjadi hitam dan kaki membengkak merona
ibu lupa anaknya, ayah lupa istrinya, teman lupa kawan lama
petani lupa sawahnya, pebisnis lupa sahamnya
dow jones dan IHSG hanya sampah belaka
“mau gimana lagi, wong pialangnya tidur di mushala?”

kini panti asuhan seperti kebanjiran bantuan
bukan hanya mie instan dan pakaian bekas tak bertuan
tapi uang kertas merah-biru bertebaran
saat genting gini, rakyat miskin jadi idola dan tujuan
semua orang merasa kaya, semua orang ingin memberi, tak ada yang sudi menerima sumbangan

tiba-tiba ribuan orang-orang terhormat mengaku korupsi
polisi hakim dan jaksa pun tak ketinggalan gantung topi
pengacara dan politisi berebut masuk bui
biar kuat koalisi, presiden pun tak kuasa menahan tangis diri
dunia carut marut,
wah..negara kacau bak republik mimpi!

ya Tuhan yang maha lengkap
kini ku hanya bisa berharap dan meratap
deadline kehidupan ini tak segera kau ungkap
walau kacau dan runyam bangsa ini dihujat
biar Kau saja rahasiakan kapan jiwa ini diembat

bekasi, 13 februari 2010

ara

1 thought on “Puisi: Minggu Depan Kiamat, Kawan!”

Leave a Comment

error: This content is protected by the DMCA