9 Game yang Bisa Dimainkan saat Zoom 2022

9 Game yang Bisa Dimainkan saat Zoom 2022

anakui.com – Kami menemukan daftar game yang bisa dimainkan saat Zoom 2022. Ngegame saat Zoom adalah aktivitas yang menyenangkan untuk dinikmati ketika melakukan panggilan video online. Contoh permainan termasuk Lightning Scavenger Hunts, Conference Call Bingo, … Baca Selengkapnya

Kantin Tenda Biru Pondok Cina – Rekomendasi Tempat Makan Murah, Enak, dan Banyak

Baru saja makan malam, dan diajak sama temen buat makan di Kantin Tenda Biru di Pocin.. Buat yang belum tahu, Tenda Biru itu letaknya persis di depan Gedung Biru (kantor Unit Pelaksana Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus – UPT PLK UI). Buat yang juga belum tahu Gedung Biru itu di sebelah mana (anak UI bukan sih? =D), letaknya di sebelah kanan setelah kita nyebrangin perlintasan kereta api Pondok Cina. Nah, Tenda Biru itu di sebelah kiri setelah kita nyebrangin perlintasa kereta api Pondok Cina.

Nah, ayo kita kembali ke masalah makanan. Sesampainya di sana, saya masuk ke salah satu kantinnya (namanya kalo ga salah adalah Pondok Seafood Rizki). Tentu saja yang dilihat pertama adalah daftar harga alias menunya. Begitu ngeliat menunya, wow, langsung kaget! Harganya serius, murah banget. Nggak ada makanan yang lebih dari 6.500 harganya. Dan 6.500 itu juga udah ayam. Bahkan ada ayam yang harganya cuma 5.000.

Baca Selengkapnya

4 Pandangan Umum dari Orang Awam tentang Anak UI

Gimana perasaanmu saat menjadi mahasiswa UI? Pastinya bangga, dong. Menjadi bagian dari universitas terbaik di Indonesia merupakan pengalaman yang mungkin nggak semua orang bisa merasakannya. Nggak hanya belajar, kamu juga diberi kesempatan untuk mengembangkan diri, seperti gabung organisasi atau mengikuti berbagai macam kompetisi.

Namun, sebagai mahasiswa dari kampus top di Indonesia, kamu pasti sering dipandang berlebihan oleh orang awam. Mereka sering berekspektasi bahwa anak UI pasti serba bisa dan ibaratnya punya spek dewa.

Nah, berikut ini empat pandangan umum dari orang awam tentang anak UI. Kamu pasti relate sama salah satunya, deh.

Otaknya Encer alias Pinter Banget

anak ui
Ilustrasi: Pixabay/sasint

Butuh perjuangan ekstra untuk menjadi mahasiswa UI. Itulah sebabnya nggak semua orang bisa lolos seleksi. Kalau kamu berhasil lolos, kamu akan dianggap hebat oleh orang lain. Tak hanya itu, selama kuliah sampai kamu lulus pun, orang umum masih berekspektasi bahwa kamu adalah orang pintar.

Sebenarnya, pandangan ini nggak ada salahnya, kok. Namun, hal yang perlu ditegaskan adalah nggak semua anak UI pintar di bidang akademik. Ada juga yang kemampuan akademiknya kurang, tapi dia jago banget di bidang non-akademik.

Nah, kamu termasuk yang mana nih? Unggul di akademik, non-akademik, atau justru dua-duanya?

Serba Bisa atau Multitasking

anak ui
Ilustrasi: Freepik

“Katanya anak UI, kok gitu aja nggak bisa?”

Pernah nggak mendengar pertanyaan itu dari orang awam? Atau, jangan-jangan kamu sendiri yang pernah mendapatkannya?

Selain dianggap pintar, orang awam sering berekspektasi kalau anak UI itu serba bisa alias multitasking. Saat terjun ke masyarakat, magang, atau saat mulai bekerja, ada saja oknum yang iseng memberi pekerjaan lebih untuk anak UI yang baru lulus. Mereka kemudian menyindir si anak baru tersebut dengan dalih “katanya anak UI”.

Sebenarnya, pandangan itu nggak ada salahnya juga. Itu jadi bukti bahwa mahasiswa atau lulusan UI bisa diandalkan di masyarakat. Namun, kalau kamu disepelekan seperti itu, kamu bisa membela diri dengan sopan. Jangan sungkan untuk bilang “tidak” selama itu nggak merugikan diri sendiri dan orang lain, ya.

Penampilannya Good Looking

anak ui
Ilustrasi: Pixabay

“Anak UI mah cantik, badannya juga bagus,”

Ehh bukan, ya? Hehe.

Bisa dibilang, mayoritas anak UI memang menjaga penampilan sebagai bentuk self-branding. Mulai dari gaya berpakaian yang rapi-rapi sampai yang cenderung rebel sekali pun, mereka memiliki ciri khas gaya fashion sesuai dengan fakultasnya masing-masing. Terlebih lagi, mereka yang hits di media sosial umumnya memiliki tampang yang cakep dan keren. Itulah sebabnya orang awam beranggapan bahwa anak UI pasti good looking.

Pandangan itu nggak seratus persen salah, nggak juga sepenuhnya benar. Kalau kamu ingin tahu gimana kebenarannya, sering-sering aja mampir ke fakultas-fakultas di UI kalau kuliahnya sudah tatap muka nanti. Kamu nilai sendiri deh, penampilan mahasiswa UI sebenarnya seperti apa.

Berasal dari Keluarga Berada

anak ui
Ilustrasi: Pixabay

Nah, pandangan yang satu ini bisa dibilang disebabkan oleh faktor eksternal. Lokasi UI yang berada di dekat ibu kota sering kali dianggap sebagai kampus yang mahal. Tak hanya itu, biaya hidupnya juga dianggap perlu merogoh kocek yang dalam. Itulah sebabnya orang awam (khususnya mereka yang berasal dari daerah) beranggapan bahwa hanya anak dari keluarga berada saja yang bisa kuliah di UI.

Faktanya, UI nggak memandang kondisi finansial mahasiswanya. Masyarakat dari latar belakang sosial ekonomi apapun boleh kuliah di sini. Kalau ingin biaya kuliah yang murah, UI menyediakan BOPB (Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan) yang biayanya disesuaikan dengan kondisi finansial penanggung biaya kuliahmu. Kamu juga bisa memanfaatkan beasiswa, seperti Bidik Misi dan beasiswa lain yang melimpah di kampus ini.

Nah, itu tadi empat pandangan umum dari orang awam tentang anak UI. Kamu relate, nggak? Tulis pandangan lain yang pernah kamu terima di kolom komentar, ya.

3 Pantangan di UI yang Unik bin Ajaib! Sudah Tahu Belum?

Setiap tempat pasti memiliki pantangan, bukan? Tapi kamu sudah tahu belum kalau di Universitas Indonesia ada beberapa pantangan yang unik bin ajaib?

Beberapa pantangan ini disampaikan secara lisan turun temurun dari setiap angkatan dan disebarkan dari mulut ke mulut. Udah penasaran belum? Yuk simak tiga pantangan di UI yang unik berikut ini.

1. Foto di tulisan UI ini, bisa ga lulus kuliah!

Kalau kamu jalan menuju Asrama Universitas Indonesia, kamu akan melihat dari jauh tulisan ini di seberang danau UI. Meskipun dari jauh terlihat kecil, namun tinggi tembok yang menopang tulisan itu sendiri hampir setinggi bahu manusia, lho! Di depan tulisan tersebut juga terdapat rumput yang dibentuk dengan bentuk Makara. Wow, betapa sulitnya merawat rumput-rumput tersebut.

Untuk bisa sampai ke sana, kita harus melalui jalan setapak yang berada di hutan UI. Hm.. jangan coba-coba deh pergi ke sana malam hari apalagi sendirian. Sudah pasti seram!

Konon katanya, terdapat pantangan mahasiswa untuk berfoto di tulisan tersebut. Jika mahasiswa berfoto di depan tulisan tersebut, mahasiswa itu diramalkan akan terkena sial dan sulit lulus kuliah! Belum ada kebenaran pasti mengenai pantangan ini. Namun, masih banyak mahasiswa yang mengambil foto bersama-sama di sana dan nekat melewati hutan UI.

Rumornya, pantangan ini sengaja disebarluaskan untuk menjaga kelestarian rumput dan lingkungan di sekitar tulisan tersebut. Karena jika tidak, akan banyak orang yang pergi ke sana dan merusak lingkungan sekitar.

Jadi gimana, kamu mau tetap foto di sana tidak?

BACA JUGA: Mitos Horor UI Paling Legendaris, Bikun hingga Hantu Wisuda UI

2. Jangan ngaku anak FEB kalau belum pernah masuk ke Komak

Sumber: Universitas Indonesia

Komak merupakan singkatan dari Kolam Makara yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. Disebut demikian karena di tengah kolam terdapat batu ukiran berbentuk makara berwarna abu-abu khas FEB.

Konon katanya, setiap mahasiswa FEB UI harus pernah masuk ke dalam Komak minimal satu kali selama masa kuliah agar benar-benar sah menjadi mahasiswa FEB!

Salah satu momen yang seru dan menjadi ajang cebur mencebur adalah pada saat puncak acara OPK (Orientasi Pengenalan Kampus) yang menjadi ospek Fakultas Ekonomi. Para panitia komisi kedisiplinan akan menceburkan beberapa mahasiswa baru, demikian juga para mahasiswa baru menceburkan beberapa panitia. Ajang tersebut juga menjadi titik temu persaudaraan antara panitia orientasi dan para mahasiswa baru.

Jika perkuliahan offline, kamu akan melihat banyak mahasiswa FEB yang diceburkan ke Komak ketika mereka sedang berulang tahun! Seru sekali, bukan? Hm.. kamu sudah kepikiran belum, kalau kuliah offline, mau ceburin siapa?

BACA JUGA: 4 Fakta Unik Jakun UI yang Mungkin Kamu Belum Tahu!

3. Sstt, jangan noleh kalau ada yang manggil kamu di jembatan Teksas

Sumber: Mapio.net

Kamu sudah tahu belum ada jembatan yang menghubungkan Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Teknik? Yup, itu adalah jembatan Teksas, singkatan dari Teknik & Sastra. Jembatan aesthetic ini berada di atas salah satu danau UI dan kerap dipakai mahasiswa untuk berfoto, lho!

Tapi, beredar rumor bahwa jembatan ini cukup angker di malam hari. Karena suasananya yang kurang akan pencahayaan, membuat pejalan kaki yang melintas harus berhati-hati. Ada yang mengatakan bahwa kita tidak boleh menoleh apabila ada yang memanggil kita di Teksas! Karena, bisa saja yang memanggil itu bukan manusia…

Meskipun belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan rumor ini benar atau tidak, tapi tidak ada salahnya untuk selalu berhati-hati, bukan?

Nah, itu adalah tiga pantangan unik yang ada di Universitas Indonesia. Kira-kira kamu percaya yang mana, nih?

BACA JUGA: Kisah Misteri Legenda Kampus UI, Cewek di Depan Rektorat

Sumber foto header: Dimas Suryo Sudibyo

Kamu Anak Organisasi? 5 Games Virtual Ini Oke Banget buat Bonding!

Mahasiswa yang aktif organisasi pasti udah sering banget nih rapat,mulai dari rapat bulanan, rapat tengah tahun, rapat divisi, dan teman-temannya.

Nah, di zaman serba virtual gini, pasti gamau dong kalau setiap ada rapat kesannya kaku dan membosankan?

Kita butuh sesuatu untuk mengakrabkan satu sama lain dan untuk mencairkan suasana, supaya rapatnya ga tegang-tegang banget. Tada! Ini dia 5 games virtual yang oke banget buat bonding! Ga ribet dan pastinya seru dong! Check it out!

1. Kahoot!

Sumber: popupedublog.wordpress.com

Kahoot! Permainan ini adalah salah satu yang paling sering digunakan oleh mahasiswa. Bahkan, dosen di kelas juga menggunakannya untuk mencairkan suasana, lho! Kahoot! sebenarnya adalah web berbasis kuis yang bisa kita pakai untuk bermain game dan meningkatkan keakraban.

Host akan membuat banyak pertanyaan sekaligus dan setiap player dapat melihat pertanyaan tersebut saat host membagikan layar di platform tertentu, misalnya di zoom, gmeet, dan lainnya. Dan pemain dapat memberikan jawaban melalui gadget mereka masing-masing. Pemain yang menjawab benar paling banyak dan cepat akan menjadi juaranya. Seru parah sih, apalagi kalau pertanyaannya yang konyol-konyol hahaha.

2. Google Spreadsheet

Demi apa? Google spreadsheet jadi game?

Yup, bener banget! Host akan membuat satu spreadsheet dan menentukan sebuah gambar yang nantinya akan dibentuk oleh setiap pemain di google spreadsheet tersebut. Semua pemain akan mengakses sheet tersebut dan berusaha untuk membuat gambar yang telah ditentukan.

Sumber: Dokumentasi penulis

Game menggambar ini bisa dimainkan sekaligus tapi juga bisa dimainin pake kelompok, loh! Kamu tinggal membagi pemain menjadi 2 kelompok, dan gambar paling mirip akan menjadi pemenangnya! Seru banget, kan? Yuk cobain di next rapat kamu!

3. Blooket.com

Blooket termasuk salah satu game paling seru loh! Ada banyak banget jenis game yang bisa kamu dapatkan di web ini. Mulai dari tebak karakter, tebak makanan, dan masih banyak lagi. Kamu tinggal sign up dan klik “Teacher”, pilih game, dan kemudian klik “Host” dan pilih mode permainan.

Sumber: blooket.com

Ketika bermain, setiap pemain bisa saling mengambil poin, menggandakan poin, memotong poin lawan, atau mengambil poin lawan. Jadi, selain menebak jawaban yang benar, kamu juga bisa mengadu keberuntungan hehehe, menarik banget ga sih? Cusss cobain!

4. Google Draw

Google lagi? Iya!

Dengan konsep yang sama dengan menggambar di google spreadsheet, kamu bisa menggambar barengan loh di google draw. Host akan membagi pemain menjadi beberapa kelompok dan menyebutkan hal yang harus digambarkan, nah gambar yang paling mirip dengan aslinya bakalan jadi pemenangnya 😉

Sumber: Dokumentasi penulis

Game ini juga bisa kamu kreasikan dengan cara menyebutkan kan ciri-ciri gambar yang kamu maksud, dan biarkan pemain menggambarkannya, kalau seperti itu, kelompok dengan gambar yang benar yang akan memperoleh skor 😉 Game ini bisa banget untuk menguji kekompakan dan meningkatkan keakraban!

5. Stumble Guys

Berbeda dengan game yang sebelum-sebelumnya, stumble guys harus di-download dulu sobat di gawai kita. Nah di game ini, kamu ga perlu brainstorming seberat-beratnya untuk memikirkan cara supaya menang hahaha.

Kamu hanya cukup berlari, berlari, dan berlari. Yup! Stumble Guys adalah game lomba lari yang bisa kamu mainkan bersama teman-teman yang lain. Setiap putaran akan menyisihkan beberapa orang sebelum akhirnya ke final round dan pemenangnya ditentukan. So, tunggu apalagi, kuyy langsung gas!

Nah, itu dia 5 games virtual yang dijamin pas banget buat bonding kamu dan teman-teman kamu di organisasi 😉

Bye byee rapat yang menegangkan~

Mitos atau Fakta: Stereotype tentang FEB UI

Halo sobat UI! Artikel ini adalah edisi pertama dari segmen Mitos atau Fakta. Jadi jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya mengenai pendapat kalian ini mitos atau fakta!

Tahukah kalian bahwa terdapat beberapa stereotype terhadap beberapa fakultas di UI? Kali ini, kita akan mengupas stereotype yang kerap dikaitkan dengan Fakultas Ekonomi. Yuk simak di bawah ini!

1. Lulus kuliah, paling sial jadi Menteri!

Sumber: FEB UI

Dilansir dari unggahan instagram Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia, beliau juga menuliskan potongan lagu “sombong” khas mahasiswa Fakultas Ekonomi.

“… masuk saja Ekonomi… masuk saja Ekonomi… empat tahun jadi Sarjana, paling sial jadi Menteri..”

Stereotype ini muncul akibat banyaknya mahasiswa lulusan FEB UI yang menjadi Menteri. Adapun beberapa diantaranya: Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Bambang P.S. Brodjonegoro (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia), Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Indonesia (2010-2013), Gubernur Bank Indonesia (2013-2018), dan masih banyak lagi!

Wah, siapa nih yang ingin masuk FEB UI dan bercita-cita jadi menteri?

2. Banyak Anak Pejabat

Sumber: Instagram

Latar belakang mahasiswa FEB UI memang sangat beragam. Tapi, ada stereotype yang beredar bahwa banyak anak pejabat pemerintah yang berkuliah di Fakultas Ekonomi.

Stereotype ini semakin ramai diperbincangkan karena melihat banyak acara di FEB UI yang berhasil mengundang pihak pemerintah dari jenjang pemerintah daerah, gubernur, bahkan hingga banyak menteri. Namun, kembali lagi, usaha keras para panitia juga harus mendapatkan kredit dan pengakuan untuk berhasil mendatangkan pembicara dan tamu yang luar biasa hebat tersebut. Jika memang berhasil mengundang karena adanya hubungan kekeluargaan, tentu merupakan peluang baik yang harus dioptimalkan, kan sobat?

3. Salah Satu Fakultas dengan Ruang Kelas Terbaik

Sumber: FEB UI

Fasilitas yang disediakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini memang tidak main-main. Terutama dalam penyediaan kelas dan ruangan belajar lainnya.

Tingginya standard kualitas ruangan kelas di FEB UI ini didukung oleh alumni yang kerap memberikan dana untuk pembangunan. Ruang kelas di desain dengan fresh, unik, dan nyaman untuk belajar. Fasilitas yang disediakan juga lengkap dari meja dan kursi empuk, AC yang berjumlah banyak, serta komputer dan proyektor untuk digunakan oleh para dosen. Selain itu, di setiap kelas juga akan dituliskan angkatan yang memberikan dana pembangunan tersebut lengkap dengan seluruh nama alumnusnya. Unik sekali bukan?

Yang sangat menonjol adalah, bahkan ruangan kelas mahasiswa reguler tidak kalah bagus dan nyaman jika dibandingkan dengan kelas Internasionalnya! Tidak heran bukan, jika muncul stereotype bahwa FEB merupakan salah satu fakultas yang memiliki ruangan kelas terbaik?

4. Dijuluki Fakultas Event dan Bazaar

Sumber: FEB UI

Mahasiswa FEB UI pasti tidak asing mendengar sebutan Fakultas Event dan Bazaar. Stereotype ini muncul karena banyaknya acara yang dilaksanakan oleh mahasiswa FEB itu sendiri. Bahkan, jika masa perkuliahan offline, kamu akan sangat jarang melihat lapangan bendera FEB UI kosong dan sepi tanpa bazaar.

Hal itu disebabkan dalam satu bulan, biasanya akan ada minimal dua acara yang diselenggarakan di FEB UI. Karena FEB UI memiliki banyak organisasi dan himpunan, dan semuanya memiliki banyak sekali program kerja yang akan dilaksanakan. Setiap mahasiswa bahkan harus mengantre dalam menggunakan Auditorium dan juga lapangan bendera untuk Bazaar. Salah satu acara terbesar yang dilaksanakan oleh mahasiswa FEB UI adalah Jazz Goes to Campus (JGTC) yang merupakan konser musik jazz terbesar di kalangan Universitas. Bahkan, sudah banyak artis dan musisi nasional maupun internasional yang pernah menginjakkan kakinya di FEB UI melalui acara tersebut.

Nah, menurut kamu stereotype ini benar atau tidak ya? Jangan lupa nantikan Mitos atau Fakta edisi selanjutnya!

Bingung Mau Baca Apa Minggu Ini? Coba Lihat 5 Rekomendasi Buku Berikut Ini!

Hai para mahasiswa!

Bosan baca buku tebal dari dosen atau baca modul melulu? Coba ganti genre dulu yuk supaya gak muak sama buku-buku ilmiah di perpustakaan!

Berikut 5 rekomendasi buku yang asyik dibaca tapi bisa menambah value buat kamu!

1) Outliers – Malcolm Gladwell

Sumber: moneyhabitmuse.com

Arti sukses itu apa sih?

Dan kenapa sih orang bisa sukses?

Di buku ini, Gladwell menceritakan pola dan kesamaan yang dimiliki oleh orang-orang ternama dalam abad ke-21 ini. Gaya bahasa beliau ringan dan sangat motivatif membuat kita tidak akan bosan apalagi menyesal telah membeli dan membaca buku ini.

Di dalam buku ini, beliau membuktikan bahwa sukses itu bukan terjadi acak pada orang yang beruntung. Tapi, sukses itu datang dari kejadian yang dapat diprediksi dan dari kumpulan kesempatan yang diambil seseorang!

2. How to Respect Myself – Yoon Hong Gyun

 Sumber: biggo.biz.id

Terkadang kita sibuk memenuhi ekspektasi orang lain hingga pada suatu titik kita lupa bahwa ada yang luput dari perhatian kita, diri kita sendiri.

Yoon Hong Gyun menulis buku ini untuk memberikan perpektif baru kepada kita dan mengajarkan kita bagaimana caranya menghargai diri sendiri, yah.. Seperti apa yang tertulis di judulnya. Gaya bahasa yang ringan namun jujur membuat kita mudah mengerti apa yang beliau ingin sampaikan. Di dalam satu buku ini kamu akan dapat jawaban tentang harga diri, masalah percintaan, definisi kesuksesan, dan cara sederhana untuk mulai bersahabat dengan diri sendiri.

3. Berani Tidak Disukai – Ichiro Kishimi & Fumitake Koga

Sumber: shofwhere.com

Kamu merasa susah untuk menolak? Takut mendapatkan reputasi buruk karena melawan “arus”? Takut ketinggalan dan dinilai tidak keren oleh orang lain? Takut untuk mengakui bahwa ada banyak hal berada di luar kontrolmu? Takut ditolak dan menyalahkan keadaan apabila hal buruk terjadi padamu? Cenderung menjadi people pleaser?

Jika kamu merasakan gejolak emosi saat membaca pertanyaan di atas, kamu harus membeli buku ini!

Buku ini menjadi legendaris di abad ini karena banyak sekali orang yang membutuhkan kalimat-kalimat dari buku ini. Buku ini ditulis seperti percakapan antara filsuf dengan seseorang yang berusaha mencari kebenaran sehingga kamu tidak mudah bosan membacanya. Bahasannya berat dan padat namun mampu mengubah total cara pandangmu akan kehidupan!

4. Filosofi Teras – Henry Manampiring

Sumber: campuspedia.id

Buku yang ditulis dengan bahasa ringan dan dengan sisipan humor di beberapa bagian ini sangat mudah untuk dibaca kalangan manapun. Bahkan, Menteri Pendidikan kita, Nadiem Makarim juga sempat ‘pamer’ telah membaca buku ini loh!

Om Pirim melalui buku ini ingin memberitahu kita bahwa di dalam dunia ini ada sebutan “dikotomi kendali”. Artinya, ada beberapa hal yang dapat kita kontrol dan ada yang tidak. Sayangnya, kebanyakan hal dalam hidup ini ada di luar kontrol kita. Buku ini akan menjelaskan bagaimana kita bisa bersyukur terlepas dari bagaimanapun keadaan yang sedang di luar kontrol kita!

5. Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti? – Kim Sang Hyun

Sumber: penerbitharu.com

Judulnya saja sudah bikin kita merasa gimana gitu ya?

Hahahaha! Tapi tenang saja, walau judulnya berkata tentang kematian, buku ini berisi banyak pengalaman hidup, hasil refleksi dan kontemplasi akan kehidupan. Kamu akan mendapatkan pencerahan dan kebijaksanaan akan apa arti kehidupan yang sebenarnya.

“Karena sudah lahir di dunia ini, aku ingin hidup melakukan semuanya yang ingin kulakukan sampai napas terakhir, sampai aku mati.”

Selama membaca buku ini, kamu akan merasakan bahwa ternyata ada banyak orang di luar sana yang sama seperti kamu, yang bahkan membutuhkan pertolongan. Buku ini mengajakmu untuk merenung, memberikan harapan dan perasaan hangat selama membacanya!

Keadaan Kacau Selama Pandemi? 5 Tips Koping ini akan Membantumu

“Duh, proyekku terus-terusan delay karena pandemi…”

“Kalau stress biasanya nongkrong tapi karena pandemi gabisa lagi dong!”

“Gua ga ngerti apa-apa selama belajar online!!!!”

Kita pasti punya hal-hal yang kita cemaskan saat pandemi tiba-tiba muncul. Berita-berita menakutkan muncul dimana-mana, pemerintah melarang ini-itu, pihak kampus pun demikian. Wajar saja kalau banyak mahasiswa yang kaget, cemas, dan stress selama masa-masa ini.

Kesehatan mental mahasiswa memang dilaporkan menurun semenjak pandemi berlangsung. Bahkan bagi orang-orang yang tidak rentan dengan kecemasan, kecemasan itu pun tetap bisa dialami. Sangat banyak ketidakpastian dan manusia memang punya tendensi “to fill-in-the-blanks” yang membuat kita sering membayangkan the worst case scenarios.

Situasi ini memang sulit dan di luar kontrol. Semua orang di dunia ini mengalaminya. Untungnya, tetap ada hal yang bisa kita lakukan untuk membuat keadaan ini terasa lebih baik:

KEADAAN KACAU SELAMA PANDEMI? 5 TIPS KOPING INI AKAN MEMBANTUMU!

1. Lembut kepada diri sendiri–dan orang lain.

 

Sumber: yayasanpulih.org

Pandemi Covid-19 ini adalah hal baru yang tidak pernah dialami atau diduga oleh siapapun. Jadi wajar saja jika kita merasa marah, cemas, frustasi, dan bingung. Pahamilah bahwa orang lain juga merasakan hal yang sama seperti kamu. Jangan tolak emosi negatif itu namun berikanlah pengertian. Semua emosi itu baik terlepas dari rupanya yang positif dan negatif. Semua emosi itu valid, jangan salahkan diri sendiri karena emosi yang tidak diinginkan muncul. Terakhir, cobalah untuk mencari cara menenangkan diri sendiri seperti dengan meditasi, yoga, atau latihan pernapasan.

2. Jadilah realistis

Sumber: quora.com

Selama pandemi, jauh lebih banyak faktor yang tidak bisa kita kontrol. Maka, melonggarkan ekspektasi dapat membantu kita untuk merasa lebih nyaman dalam keadaan. Agak tidak realistis jika kita menganggap suatu proses saat pandemi akan memberikan hasil yang sama dengan apabila tidak ada pandemi. Berikan ruang untuk kesalahan dan belajarlah untuk menerimanya. Ingat bahwa bukan hanya kamu yang mengalami hal demikian.

3. Seleksi informasi yang bisa dipercaya

Sumber: freepik.com

Terlalu banyak berita yang lalu-lalang dapat membuat kita merasa overwhelmed. Apalagi saat kita terus-menerus mengkonsumsi berita yang pahit dan menakutkan seperti angka kematian akibat virus Covid-19. Untuk itu kita harus mampu mengontrol jumlah informasi yang kita serap. Pilihlah sumber berita yang paling dapat dipercaya dan jangan mempercayai apapun tanpa memvalidasi ulang beritanya. Pemikiran yang holistik dan analitik sangat dibutuhkan. Apabila kamu sudah terlanjur merasa overwhelmed, maka ada baiknya kamu “puasa informasi” dahulu. Putuskan jaringanmu terhadap berita selama beberapa hari sebelum akhirnya kamu merasa stabil dan siap menerima informasi lainnya.

4. Tetap terhubung

Sumber: istockphoto.com

Selama pandemi, kita mengisolasi fisik, bukan sosial. Kita bisa sendirian tanpa merasa kesepian. Sekarang sangat banyak aplikasi yang dapat kita pakai untuk tetap terhubung dengan support system kita. Kita bisa menyisihkan waktu selama sepuluh menit sehabis makan malam misalnya untuk mengontak orang-orang tersayang kita. Mengadakan party kecil secara daring dengan sahabat juga dapat memenuhi kebutuhan sosial kita selama pandemi.

5. Ciptakan rutinitas yang menyenangkan

Sumber: eslpages.com

Mulai hari di jam yang sama, selesaikan hari di jam yang sama. Makan tiga kali sehari pada jam yang sama, olahraga pada jam yang sama. Dengan mempunyai rutinitas, kita akan merasa bersemangat sepanjang hari dan mendapatkan sedikit sense of control dalam hidup kita. Jadwal yang terlalu spontan dan berantakan dapat menghilangkan antusiasme kita dalam menjalani hari lho!

Bosan Rebahan Terus? Yuk Coba 10 Kegiatan Produktif Ini

BOSAN DI RUMAH REBAHAN MULU? YUK COBA 10 KEGIATAN MENARIK DAN PRODUKTIF BERIKUT INI – Jadi mahasiswa kerjaannya kalau gak duduk di meja buat nugas, ya rebahan! Sekali dua kali sih menyenangkan. Tapi kalau kegiatan ini berulang sampai berbulan-bulan bisa gila juga kan?

Pandemi memang memaksa kita untuk selalu berada di rumah. Akibatnya, kegiatan-kegiatan outdoor yang biasa kita enjoy jadi gak bisa kita lakukan lagi. Sekarang saatnya kita mulai berpikir kreatif dan explore beberapa kegiatan indoor yang mungkin kita bisa nikmati juga! Berikut beberapa opsi yang bisa kamu coba:

1. Belajar masak

Kamu pasti punya makanan kesukaan yang kamu pengen makan kapanpun kamu mau. Gimana kalau kamu coba buat sendiri? Di masa pandemi ini, kamu gak perlu keluar rumah buat beli bahan baku loh. Banyak platform yang bisa kamu manfaatkan untuk membeli dan mengantarkan bahan yang kamu butuhkan sampai ke depan pintu rumahmu!

2. Pipo painting

Sumber: amazon.com

Pengen ngelukis tapi gak punya bakat? Udah coba pipo painting belum? Pipo painting adalah salah satu cara melukis dengan mengisi warna pada kanvas yang sudah diberi kode angka. Kit yang dibutuhkan sangat gampang kamu cari di banyak e-commerce lho! Kalau sudah selesai, kamu bisa pamerkan karyamu ke teman-temanmu hehe.

3. Belajar bahasa baru

Pernah gak kamu pikirkan betapa kerennya orang-orang yang multilingual? Selama pandemi ini, kamu bisa manfaatkan waktu kosongmu belajar bahasa yang menarik perhatianmu! Motivasi sesederhana nonton drama Thailand tanpa subtitel hingga keperluan beasiswa ke luar negeri bisa kamu pakai untuk mendorong kamu belajar bahasa asing!

4. Buat situs pribadi

Sumber: ntaskmanager.com

Punya pendapat yang ingin kamu suarakan? Bosan dengan jurnal tradisional yang pakai pena dan kertas? Kamu bisa coba buat situs pribadimu! Tau gak? Kalau web-mu mendapatkan visit yang tinggi, situs kamu bisa kamu jadikan sumber pendapatan juga loh!

5. Jadi musikus dadakan

Kamu pikir kamu tidak punya bakat musik? Siapa peduli? Kamu sendirian di kamar, nyanyi Let It Go atau latihan biola dengan suara cempreng gak akan memalukan kok. Kenapa tidak coba? Para musikus profesional banyak yang baik hati memberikan ilmunya di video-video tutorial gratis di internet lho!

6. Ikut kursus online gratis

Semenjak pandemi, banyak banget kursus online gratis yang bisa kamu ikuti lho! Kamu tinggal pantengin aja media-media seperti Instagram atau Telegram untuk mendapat info. Menantang diri sendiri untuk mempelajari hal-hal yang selama ini belum pernah kamu eksplor itu menyenangkan lho!

7. Tulis autobiografi

Sumber: thegreatcoursesdaily.com

Apa kamu pernah terpikir menulis autobiografi? Jika kamu pikir itu tidak ada gunanya, maka kamu salah! Autobiografi tidak hanya untuk orang-orang terkenal. Dengan menulis autobiografimu, maka kamu akan bisa merefleksikan hidupmu lebih dalam. Kamu akan dipenuhi rasa nostalgia, bersyukur karena telah melewati banyak cobaan dan bertahan, dan emosi-emosi lain yang mungkin belum pernah kamu rasakan sebelumnya.

8. Tonton film-film dokumenter

Selama ini mengantuk saat nonton film dokumenter? Coba tantang dirimu menonton satu film dokumenter terbaik di dunia. Pilihlah film dengan topik yang benar-benar asing untukmu. Setelah menonton film dokumenter, kamu akan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas lagi tentang dunia ini!

9. Selesaikan puzzle

Jika aktivitas fisik terdengar terlalu berat, bagaimana jika mencoba aktivitas mental? Mulai dengan puzzle sederhana lalu tantang dirimu secara bertahap untuk menyelesaikan puzzle yang lebih kompleks lagi. Kamu tidak akan sadar berjam-jam sudah berlalu sejak kamu memegang kepingan pertama!

10. Virtual trip!

Sumber: destinasian.com

Walau tidak bisa bepergian ke luar negeri, kamu bisa tetap merasakan liburan ke luar negeri dengan virtual trip. Sangat banyak opsi virtual trip terutama saat pandemi ini lho! Umumnya virtual trip memang berbayar. Namun, dalam rangka perayaan tertentu, ada beberapa penyelenggara yang mengadakan virtual trip gratis buat kita lho!

Dari Output Kerja Lebih Baik Sampai Dapat Gebetan, Ini Manfaat Team Bonding

Pasti kamu pernah mengikuti suatu kepanitiaan, organisasi, pengabdian masyarakat, atau kerja kelompok di kelas selama menjadi mahasiswa. Yap, kerja sebagai kesatuan tim memang sangat memudahkan dan efektif untuk mengerjakan sesuatu yang memiliki beban kerja yang besar.

Misalnya kamu seorang mahasiswa jurusan Teknik Perkapalan, ada kalanya kamu harus bahu membahu dan bekerja keras sebagai tim untuk membuat kapal tersebut. Kerja sama sebagai tim ini bukan hanya ada di kepanitiaan atau di kelas aja loh temen-temen! Kerjasama sebagai tim ini sudah seringkali dibahas dan dipraktekan dalam kehidupan kita sehari-hari bahkan sebelum memasuki dunia perkuliahan, aku yakin kalian sudah tidak asing dengan hal ini.

Namun, apakah kamu pernah merasa bahwa kerja sama tim hanya membuat kamu kesulitan dengan orang-orang yang ada di dalamnya? kamu merasa berat dan malas untuk bekerja bersama mereka, boro-boro untuk kerja, ketemu aja rasanya males banget, bukannya kerja malah nambah masalah. Bisa jadi hal tersebut terjadi karena kamu dan tim belum bonding!

Bonding atau kelekatan, ialah ikatan emosional yang terjalin baik antar sesama, atau bahasa lainnya melebur dengan anggota kelompok, hal sangat berimbas pada output pekerjaan yang kamu lakukan loh! Yuk kita bahas manfaat bonding.

1. Menghasilkan Output pekerjaan yang lebih baik

Jika kamu sudah melebur dengan anggota tim, maka kamu bisa berkoordinasi dengan baik antar sesama, tanpa perlu merasa malu-malu atau merasa ga enak dengan anggota tim kamu, kamu juga bisa mengoreksi dan mendapatkan feedback atas pekerjaan yang telah kamu selesaikan, dan secara tidak langusung, hal tersebut dapat membuat output pekerjaan kamu lebih bagus loh!

2. Lebih mengenal satu sama lain.

Dengan adanya bonding, kamu dapat memahami apa saja kompetensi yang dimiliki oleh teman-teman kamu, atau jika kamu berada di posisi sebagai leader, maka kamu dapat lebih mudah memetakan staff untuk menghandle suatu job desc.
Memperluas relasi. Setelah kerja sebagai tim, kamu bisa memfollow social media mereka tanpa dibilang sok kenal dan sok deket, selain itu kamu bisa menyapa mereka juga kalau ketemu di bis kuning atau di kantin fakultas lain, itung-itung nambah temen baru yakan? siapa tau nantinya kamu butuh responden atau teman beda fakultas untuk keperluan lain, nah tinggal kontak lagi deh orangnya, gampang kan?

Sumber: kagama.co

BACA JUGA: 8 Fakta Pusgiwa UI yang Cuma Diketahui Aktivis UKM dan Organisasi

3. Lebih mudah mengorganisir orang-orang di dalamnya.

Ketika kamu sudah mengenal satu-persatu anggota tim-mu, maka kamu dapat memahami mereka lebih jauh kepribadian, kebiasaan, serta cara kerja mereka. Kamu juga dapat mengetahui dengan lebih mudah jika salah satu teman kamu mengalami kesulitan.

4. Good communication, respect, trust.

Kamu juga bisa belajar lebih jauh sekaligus mempraktikkan cara komunikasi dengan orang-orang yang belum pernah berhubungan dekat dengan kamu, di kesempatan ini keahlian komunikasi kamu sedang diuji, komunikasi yang berjalan baik dalam tim merupakan salah satu tanda bahwa bonding yang kamu lakukan ampuh untuk memperkuat kinerja tim.

5. Dapat gebetan.

Kalau ini hanya berlaku untuk kamu yang jomblo dan memang timing-nya pas ketika kamu menemukan temen yang sreg ya untuk diajak ke jenjang yang lebih serius dibandingkan hanya sekedar menjadi  teman satu tim. Tapi jangan dijadikan tujuan karena biasanya hal ini jaraaaang banget kejadian, walaupun memang  gak menutup kemungkinan sih haha.

Nah, itu dia manfaat dari bonding dalam suatu tim, sayang banget kan kalau kamu ikut kepanitiaan tapi isinya orang-orang yang tidak saling mengenal satu sama lain, yuk maksimalkan kinerja tim kamu dengan bonding!

BACA JUGA: Rekan Kerja di Kantor, Organisasi, atau Kepanitiaan Nyebelin? Ini Kiat-Kiat Menghadapinya

error: This content is protected by the DMCA