Kalau bicara student exhcange di UI teman-teman sudah bisa menebak bahwa ini Student Exchange yang diadakan oleh AIESEC UI. Pada bulan Februari saya memulai langkah baru saya untuk menginjak benua eropa dengan melakukan internship di Wroclaw, Polandia.

Awalnya, saya tidak pernah berpikir bisa melakukan exchange apalagi ke benua eropa melihat dari biaya yang harus dikeluarkan. Namun, di tahun 2012 ini saya meduduki jabatan Incoming Exhcange Development Traineeship Manager AIESEC UI. Ketika saya menyandang jabatan ini saya berhubungan dengan banyak Exchange Participant (EP) dari luar negeri yang datang ke Indonesia untuk bekerja. Keinginan saya untuk ke luar negeri pun muncul. Saya diberitahu oleh President AIESEC UI, Paul, bahwa dulu pernah ada anak UI yang mendapatkan sponsor sangat besar untuk exchange ke Poland. Dia menulis buku berjudul benua biru.

Terinspirasi dari cerita President AIESEC UI, saya pun bertekad bahwa saya ingin mendapatkan sponsor untuk exchange. Pertama-tama saya mulai dengan sebuah bank lokal di Bali, Bank ini bernama BPR Lestari. Bank ini aktif dalam memberikan beasiswa di Bali bagi anak-anak tidak mampu. Saya pun tertarik untuk menyerahkan proposal saya.

Ketika saya menyerahkan proposal saya, sekertaris Direktur Bank tersebut bertanya hal apa yang bisa didapat perusahaan jika menjadi sponsor saya (feedback). Saya pun menyebutkan benefit yang dapat saya tawarkan satu per satu.

Berikut ini beberapa benefit yang saya sebutkan dan saya harapkan bisa menjadi pedoman teman-teman sekalian.

1) Universitas Indonesia adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia dan banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia kuliah disana. Saya akan memasakang spanduk di Gerbang Utama UI tentunya dengan spanduk di sana bank anda akan lebih dikenal oleh banyak orang. Apalagi lokasi gerbang utama yang sangat strategis berada di depan statsiun UI dimana tidak hanya anak UI yang akan melihat tetapi juga beberapa orang yang ingin ke tempat lain tetapi turun di stasiun UI.

advertisement

2) Saya akan memasang spanduk di Fakultas Hukum UI. Fakultas Hukum adalah tempat saya kuliah. Tentunya, akan sangat baik bagi brand perusahaan tidak hanya dilihat oleh orang-orang di Gerbang Utama tetapi juga orang-orang (mahasiswa dan dosen) di salah satu fakultas.

3) Memasang poster di halte UI. Banyak murid menunggu bis kuning di halte UI. Sehingga, halte UI adalah salah satu spot yang baik dalam pemasangan poster.

4)  Membuat baju. Sangat penting membuat baju dengan mencantumkan sponsor kita. Sehingga, brand perusahaan (BPR Lestari)  tidak hanya terkenal di Bali dan Jakarta tetapi juga bisa dikenal oleh orang luar negeri.

5)  Poster Student Exchange selama saya mengajar di sekolah-sekolah di Poland. Dalam poster tersebut saya mencantumkan pula sponsor saya. Agar guru dan murid bisa melihat perusahaan yang mensponsori saya dan mudah mengingatnya jika suatu hari ada yang mau ke Indonesia dan berinvestasi di Indonesia bisa teringat dengan perusahaan yang mensponsori saya.

6)  Tentunya dengan menyumbang dalam program saya juga merupakan program yang membantu pendidikan dan budaya di Indonesia. Karena dalam program ini saya mengajar anak-anak tentang budaya Indonesia dengan Bahasa Inggris. Hal ini menambah vocabulary bahasa Inggris saya sehingga pendidikan saya jadi lebih maju tentunya dan anak-anak yang sebelumnya tidak mengetahui Indonesia menjadi tahu mengenai Indonesia dan budaya di negara saya tercinta.

7) Dengan BPR Lestari menyumbang di program saya maka bank tersebut telah melakukan Corporate Social Responsibility terhadap lingkungan sekitar karena saya adalah orang Bali yang kuliah di UI.

advertisement

sponsorship BPR lestari

Akhirnya, saya pun mendapatkan dana yang cukup untuk berangkat ke Poland dengan dibantu pula dana dari Tante saya. Disana saya mengajar anak-anak tentang budaya Indonesia. Saya mengajarkan budaya Indonesia, tempat-tempat indah di Indonesia, legenda dan keunikan Indonesia saya jadi semakin mencintai negara saya. Dalam project ini semua transportasi dan makanan di-provide oleh sekolah dan hostfamily sehingga saya tidak keluar banyak uang. Saya sangat beruntung karena dalam project ini hostfamily saya sangat baik.

Poland terletak di antara Jerman dan Republik Ceko sehingga, pada akhir minggu bersama teman-teman project saya mengunjungi Berlin dan Prague. Kemudian setelah selesai project saya menjalankan Eurotrip dengan sisa uang yang ada.  EuroTrip saya cukup singkat hanya 8 hari, saya mengelilingi Austria (Vienna), Italy (Rome), Belanda (Amsterdam), Brussel (Brussel), France (Paris). Dalam mengelilingi Brussel dan Paris saya hanya seorang diri, di tiap tempat saya menghabiskan waktu hanya sehari. Banyak hal yang saya alami baik suka maupun duka.

roma- diletakkan berdampingan dgn text yaa Pengalaman di Italy saya bertemu 2 orang Indonesia yang menjadi tour guide saya, benar-benar menyenangkan. Di Eindhoven, Belanda, saya dan teman saya yang berasal dari Cina ketinggalan bis. Hal ini dikarenakan kami salah menaiki bus sebelumnya. Di saat itu kesabaran kami benar-benar diuji karena harus menunggu selama 5 jam untuk mendapatkan bis selanjutnya. Di Brussel saya bertemu dengan orang Pakistan yang tinggal di sana dan mengantarkan saya jalan-jalan keliling Brussel. Awalnya di Brussel saya tidak tahu mau tidur dimana karena pergi dalam EuroTrip ini bisa dikatakan saya benar-benar unprepared apalagi saat di Brussel sendirian. Jadi tips bagi teman-teman-teman yang mau EuroTrip harus sudah booking hostel dari jauh-jauh hari karena harga bisa sangat murah bahkan bisa mendapatkan 14 Euro per hari.

paris- mohon diletakkan berdampingan dgn text Paris adalah kota yang indah namun saya punya sedikit kenangan buruk disana. Dalam suatu keadaan uang saya yang tersisa tinggal 20 Euro dan saya ingin mengambil uang cash. Saya pun mencoba mengambil uang saya di Cash Machine tetapi apa yang terjadi? Kartu saya tertelah di Mesin. Saya sangat panik, saya mencoba bertanya ke beberapa orang tetapi karena saya berbicara bahasa Inggris banyak orang tidak mau berbicara dengan saya, benar-benar masa yang sulit.  Beruntungnya, ternyata saya masih mempunya dolar dan saya berusaha mencari money exchange lagi-lagi merupakan pencarian yang cukup sulit. Tetapi perjalanan berakhir menyenangkan karena saya bisa melihat banyak hal indah di Paris termasuk Menara Eifiel.

Perjalanan yang dapat saya petik dari EuroTrip adalah berusaha tenang dan kuat dalam menghadapi berbagai masalah karena menangis tidak menyelesaikan masalah, walaupun jujur saja pada waktu itu saya benar-benar ingin menangis, akan tetapi hal ini tidak saya lakukan karena akan membuang waktu saya apalagi saya hanya mempunyai waktu sehari. Hal yang paling menyenangkan dalam EuroTrip adalah menambah teman. Semakin banyak teman akan semakin memudahkan untuk ke depannya kalian bisa EuroTrip tanpa mengeluarkan biaya untuk penginapan. Sekian cerita dari saya smoga bisa bermanfaat untuk teman-teman sekalian.

Terima kasih 🙂