Seleksi masuk Universitas Indonesia ini akan diadakan pada awal Maret 2009. seleksi ini menggantikan Ujian Masuk Universitas (UMB) yang diadakan kemarin. Banyak yang mempertanyakan kelayakan seleksi ini. Universitas Indonesia sebagai kebanggaan bangsa mungkin akan menjadi kebencian bangsa dengan adanya sistem seleksi yang tidak terkontrol oleh kepentingan publik dengan baik. Seleksi yang hanya datang dari puncak gedung rektorat ini akan membawa efek kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Seleksi yang dirumuskan dengan ketinggian ego lantai rektorat ini tentunya akan berakibat yang akan ditunggu nantinya. Kita saat ini hanya akan berpikir tentang berbagai kemungkinan seputar Surat Keputusan dan landasan yang menyertainya. Ada beberapa hal yang perlu kita simak bersama-sama mengenai SIMAK UI ini:

Keangkuhan Rektorat UI

SIMAKyang dikeluarkan oleh rektorat UI ini tentunya sudah mendapatkan kajian yang luas. Namun keluasan pemikiran mengenai dikeluarkannya SIMAK UI ini hanya merupakan kajian sepihak tanpa mau mendengar dan melihat kondisi masyarakat Indonesia. Apa yang menjadi landasan dikeluarkannya SIMAK ini hampir mirip dengan UMB tahun kemarin. Seteleh pihak UI menolak bergabungan dengan universitas-universitas lain di Indonesia untuk mengadakan ujian bersama. Universitas dengan ego yang tinggi tidak mau bekerja sama dengan universitas lain untuk mengadakan ujian bersama ini. Perdebatan panjang terjadi saat pembahasan ujian masuk universitas ini.

Kerugian dengan ujian bersama bagi Masyarakat Luas

Apa salahnya mengadakan ujian bersama? Padahal, jika kita mau berpikir secara luas dan bijak ada banyak hal yang dapat kita ambil jika kita bekerja sama. Beberapa keuntungan dengan adanya ujian bersama secara nasional adalah:

Biaya yang dikeluarkan akan lebih murah

calon mahasiswa tidak akan mengeluarkan banyak biaya untuk ujian yang berulang-ulang seperti saat ini. Setelah ada SIMAK ada SNMPTN, mungkin jika hanya UI yang mengadakan tapi tidak demikian. Ada banyak universitas yang mengadakan hal yang sama. Dengan ujian mandiri ini setiap siswa akan berulang kali mencoba untuk masuk si universitas yang berbeda-beda pula.

Jika minimal ada dua universitas yang dicoba, berarti harus mengeluarkan biaya dua kali lebih besar daripada jika ujian hanya dikumpulkan menjadi satu. Misalnya, seteleh mengikuti SIMAK UI lalu mengikuti UM (Ujian Masuk) UGM yang harganya diperkirakan masing-masing untuk tahun depan adalah 500 ribu dan 200 ribu. Jadi, biaya minimal yang dikeluarkan adalah 700 ribu.

advertisement

Itu hanya biaya ujian, belum biaya yang lain-lain. Seperti buku-buku soal, bimbingan belajar jika mampu, dan perjalanan selama mengikuti ujian. Kita jangan berpikir yang mengikuti ujian hanya anak kota seperti Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Surabaya, dan lainnya. Namun ada banyak daerah lain yang juga ingin mengikuti ujian ini. Biaya perjalanannya dan penginapan selama ujian saja minimal 300 ribu. Jadi berapa biaya yang dibutuhkan untuk ujian masuk universitas ini, yaitu sekitar SATU JUTA RUPIAH! Itu dalam hitungan kasar dan belum jika ada biaya tambahan dan lain-lain.

Jadi merupakan salah besar jika SIMAK UI ini diadakan dengan begitu arogan oleh pihak universitas. Sebuah upaya dari pihak rektorat dalam mencari dana dengan cara memenangkan kompetisi pasar. Pasar di sini adalah bagaimana meraih hati calon mahasiswa untuk mau mendaftar ke UI. Mau dia diterima di UI nantinya atau tidak itu masa bodoh.

Siswa akan lebih mudah mempersiapkan diri

Dengan adanya ujian bersama yang menjadi satu, setiap siswa akan lebih mudah untuk mempersiapkan diri sejak jauh haru sebelum ujian. Bertentangan dengan SIMAK UI, diadakan awal bulan Maret, saat setiap siswa dituntut untuk Ujian Akhir Nasional, yang akan lebih menentukan nasib mereka untuk melanjutkan ke sekolah yang labih tinggi. Dengan adanya SIMAK UI tentunya akan menambah beban siswa.

Persiapan untuk sekolah yang lebih tinggi seharusnya diadakan saat masing-masing siswa sudah mendapatkan kepastian untuk melanjutkan ke pendidikanyang lebih tinggi lagi. Ada beberapa kasus, bahwa ada anak yang diterima saat UM UGM padahal dia tidak lulus UAN. Hal ini jadi percuma saja, jika akan yang diterima di UI melalui SIMAK tidak lulus ujian nasional. Berapa uang yang sia-sia hanya menambah beban orang tua tentunya.

Surat ini dikeluarkan di tengah melemahnya ekonomi nasional yang terkena efek krisis ekonomi global. Namun, pihak rektorat UI seperti pengusaha Amerika, para CEO Chrysller, General Motor, dan Ford, kumpulan orang hebat tidak tahu malu, meminta uang bantuan pajak kepada para rakyat dengan naik pesawat jet seharga US$ 20,000 padahal harga pesawat biasa US$ 900. Rakyat AS sendiri saat ini sedang mengalami goncangan besar-besaran.

advertisement

Apa yang menjadi keinginan rektorat dengan menjadikan SIMAK UI sebagai ajang mencari uang tidak dapat dibenarkan dari segi apapun. Alasan BHMN sudah tidak tepat lagi karena tahun lalu sudah ada alasan BOP dapat menganggulangi kebutuhan dana.

Apakah gaji rektor UI dan konco-konconya ingin naik?

Apakah mereka mengharapkan adanya pemasukan dari proyek menyerap dana dari pendaftaran SIMAK UI?

Apakah mereka masih kurang puas dengan kehidupan mereka?

Terlalu banggakah para pembuat kebijakan dengan Universitas Indonesia sehingga mereka lupa UI hanya simbol pendidikan Indonesia bukan alat mencapai kepuasan dan kebanggaan?



[reaction_buttons]