Surga yang Tersembunyi di Kawasan Kota Tua Jakarta


0

Beberapa hari lalu (21/04/2015), saya bersama teman-teman Komunitas Historia (@indohistoria)  berkesempatan mengexplore sisi lain kawasan kota tua jakarta. Kebetulan kami mendapat undangan dari mimin @WisataKotaTua yang berkenan memandu perjalanan kami hari ini.

Ketika diajak saya tidak tau akan dibawa kemana dan saat bertanya pun hanya di jawab “Ikuti saja kata hati dan kemana kaki melangkah” . Perjalanan pun dimulai dari depan museum fatahillah atau yang lebih di kenal dengan museum sejarah jakarta.

Pemandu perjalanan kami sempat menjelaskan sedikit tentang meriam si jagur yang ada di taman fatahillah. Meriam ini dulunya berada persis di depan pelataran museum , kemudian dipindahkan ke bagian taman dalam museum , lalu terakhir di pindahkan lagi keluar ke taman fatahillah.

Kami pun melanjutkan perjalanan ke arah jalan kunir, masih di kawasan kota tua jakarta. Jalan ini masih menyimpan banyak bangunan-bangunan lama peninggalan belanda, kebanyakan di jadikan gudang , dari awal hingga sekarang.

IMG_8361

CAmKi5hVAAAWKYy.jpg large

Masuk lebih dalam ke jalan kunir, kami diajak menjelajah perkampungan penduduk di sekitar kawasan kota tua. Melihat jalan yang becek berair dan truk kontainer yang sedang parkir membuat saya bertanya dalam hati ” Mau di bawa kemana kah kami hari ini?”.

Lebih kurang 15 menit kami berjalan, melewati perkampungan padat penduduk, gang sempit yang hanya bisa di lewati 2 orang berdampingan. Anak-anak yang bermain, Ibu-ibu sibuk menyiapkan makanan buat keluarga, bapak-bapak yang sibuk kongkow menunggu jam makan siang tiba 😀

tiba-tiba sang tour guide menghentikan langkah kami, di depan kami terpampang struktur bangunan bata, peninggalan belanda yang hanya tinggal sebagian. ada semacam lengkungan ditengah-tengahnya .

photo(129)Tembok Benteng Batavia Sisi Timur Yang Tersisa

Rupanya ini adalah sisa-sisa tembok benteng yang mengelilingi batavia jaman dahulu kala. Masih berdidiri kokoh, diantara perkampungan warga. Batuan tembok benteng ini diselimuti oleh lumut dan tanaman lain yang tumbuh di sekitarnya.

Beberapa bata dari tembok benteng ini hilang ntah kemana, barangkali rusak dan rapuh akibat faktor cuaca (hujan) atau bisa jadi diambil tangan-tangan jahil untuk dijadikan koleksi.

CAmINroVIAADnb2Salah Satu Sisi Tembok Benteng Batavia

Kamipun terus melangkah, mengikuti arahan pemandu kami. Masih lewati lorong sempit perkampungan padat penduduk, yang dikanannya terbentang sebuah sungai yang cukup terkenal di kala banjir datang : Ciliwung.

Kami sempat beristirahat sejenak melepas penat di pinggir sungai, menikmati pemandangan sungai yang keruh sambil bercanda dengan anak-anak penduduk yang lewat.

photo(131)

Perjalanan dilanjutkan, masih di area yang sama, diiringi tatapan dan senyuman penduduk yang mungkin heran ada turis lokal nyasar tengah hari blusukan ke kampung mereka. Di perjalanan kami sempat harus melewati tangga kecil untuk berpindah ke sisi lain tembok.

Dan taraaaaaaaaaaaaa, ternyata dibaliknya ada area yang di penuhi dengan genangan air

IMG_8384Rumah Panggung Perkampungan Warga

photo(136)Anak-anak yang sedang bermain

photo(138)Mancing Mujair di air keruh

Rombongan kami dipandu oleh 2 anak warga melewati bilah-bilah papan yang disusun sedemikian rupa menjadi jalan diatas genangan air tersebut. Saya sempat merasa was-was karena beberapa bagian papan terasa seperti hendak patah saat kami lewati. Ditengah2 bagian berbaris rapi bapak-bapak yang sedang memancing , rupanya di air yang terlihat keruh ini terdapat ikan mujair yang biasa dipancing setiap harinya..

Ditengah-tengah kolam ada bangunan gedung lama peninggalan belanda, salah seorang warga bercerita kalo gedung itu dulunya adalah bekas gudang senjata dan juga sempat dijadikan gudang rempah-rempahnya VOC. Genangan air yang mengelilingi gedung tersebut adalah banjir, yang tak kunjung kering karena mesin pompa yang menyedot air banjir tersebut telah lama rusak. Di bawah air sebenarnya adalah jalan aspal bukan lumpur tanah, ujar warga kepada kami.

P1010905Bekas Gudang Senjata & Rempah-Rempah VOC

Perjalan ditengah terik matahari dilanjutkan ke lokasi terakhir yaitu museum bahari. Kami hanya bersilaturahmi dengan penjaga museum kemudian mampir sebentar ke Galangan VOC yang berada persis diseberang museum bahari.

P1010879salah satu sudut museum bahari

photo(140)VOC Galangan

Gedung VOC Galangan saat ini lebih banyak di gunakan untuk aktifitas pariwisata dan tempat kongkow warga negara asing yang ingin bernostalgia dan melihat-liat gedung lama peninggalan jaman belanda.

P1010942

P1010950

 

P1010940

P1010934

Halaman belakangnya yang luas dan suasana cafe yang cozy membuat wisatawan mancanegara betah berlama-lama menghabiskan waktunya di tempat ini. Ditambah dengan menu makanan dan minuman yang ditawarkan pun ditawarkan dengan harga normal bukan harga bule seperti yang sering ditemukan ditempat-tempat wisata lainnya.

P1010936Keramik Tiongkok

P1010937Sudut Cafe Galangan VOC

                 P1010944Saxophone

P1010948Tuba Lama

Perjalanan ini mungkin buat sebagian orang terasa biasa, namun buat kami (saya dan teman-teman) semacam perjalanan menemukan hidden paradise. Kami tidak diberitahu kemana kami akan pergi, bagaimana kondisi rute yang dilalui.Namun setelah melaluinya, kami merasa bersyukur dapat melihat sisi lain dari kawasan kota tua jakarta. Sesekali harus kalian mencobanya 😀


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Bonni Chaniago
Alumni Fakultas Event yang merasa dirinya salah memilih jurusan saat kuliah, saat ini sedang menggeluti dunia tulis menulis. menulis di blog pribadi maupun di anakui agar otak tidak semakin tumpul menghadapi keruwetan hidup. bisa ditemukan di salah satu sudut labkom kampus, ataupun di kopisop sepanjang jalan margonda, sedang mencari wifii dan wife to be :D

2 Comments

Leave a Reply