Jangan Sampai Salah Pilih, Ini Tips Memilih Kos Ideal bagi Anak Rantau

Bagi anak rantau, kos adalah rumah kedua. Di kos, kamu dapat melakukan berbagai kegiatan yang sering kamu lakukan di rumah, seperti tidur, makan, memasak, mencuci, dan lain-lain. Maka dari itu, kamu gak boleh asal pilih tempat kos. Salah-salah, nanti kamu merasa gak nyaman dan jadi gak betah deh. Sebelum memilih kos, kamu harus mempertimbangkan beberapa poin di bawah ini nih. Apa saja sih? Yuk, simak artikelnya!

1. Tentukan budget

Sumber: liputan6.com

Hal yang pertama kali kita lakukan sebelum memilih kos-kosan adalah menentukan anggaran berdasarkan kemampuan membayar. Selanjutnya, lakukan survei kos. Bandingkan harga dan fasilitas yang ditawarkan dari beberapa kos, apakah harga tersebut sesuai dengan fasilitas yang ada. Biasanya kamu akan dihadapkan pada dua pilihan pembayaran yaitu bayar bulanan dan bayar tahunan. Keduanya ini punya plus-minus sendiri lho.

Kalo kamu memilih membayar bulanan, kamu harus tahan menyisihkan uang sebulan sekali guna membayar sewa. Sementara, kalau membayar tahunan, kamu akan merasa berat di awal sebab harus mengeluarkan uang dengan jumlah besar. Belum lagi, kalo di tengah sewa kamu merasa gak nyaman di kosan. Harus dibetahin deh tinggal di sana apapun situasinya.

Nah, kalo saran AnakUI sih baiknya kamu mencari kosan dengan sewa bulanan saja. Kalo sewanya per bulan kan seenggaknya kamu bisa segera pindah kalo merasa gak betah.

2. Fasilitas Kamar

Sumber: akujualbeli.com

Kamar kos yang baik itu gak sempit tapi gak terlalu luas. Sekitar 3×3 meter rasanya udah pas banget untuk kamu melakukan kegiatan sehari-hari. Selain itu, jangan lupa untuk memilih kamar yang memiliki jendela sehingga sirkulasi udara di dalam kamar tetap terjaga. Jangan lupa untuk bertanya tentang tambahan biaya di luar tarif sewa (seperti biaya listrik). Biasanya kan anak rantau perlu membawa barang elektronik seperti laptop, rice cooker, hingga setrika.

Nah, Saran AnakUI, cari kosan yang tidak ada biaya tambahan listrik agar kamu bisa menghemat anggaran tiap bulannya. Jangan sampai kamu udah keburu happy karena dapat kamar murah, eh ternyata itu belum termasuk biaya listrik, air, dan fasilitas lain.

3. Pastikan Kebersihan Kamar Mandi

Sumber: medan.tribunnews.com

Saat mencari kosan, ada baiknya kamu mencari kamar yang menyediakan kamar mandi dalam. Hal ini dilakukan agar kamu tidak perlu repot ke toilet saat malam hari.

Jangan lupa untuk memperhatikan kebersihan kamar mandi. Kriteria kamar mandi yang bersih itu bisa dinilai dari sumber air dan pembuangannya. Kamu bisa menanyakan pada penduduk sekitar, apakah di daerah kos yang akan kamu pilih ada pabrik atau usaha rumahan yang menghasilkan limbah. Pastikan air yang tersedia bersih, tidak berwarna, berbau dan berasa.

Untuk pembuangan air, cek apakah di sekitar kamar ada genangan air. Sebab, genangan air akan memperburuk kebersihan dan menjadi tempat berkumpulnya penyakit. Tentunya kamu gak mau kan sakit saat merantau?

4. Minta Rekomendasi

Sumber: satuhatisumut.com

Untuk mengetahui lingkungan kos, kamu gak bisa hanya survei ke kosannya. Kamu perlu cari tahu secara pasti nih, seperti apa lingkungan di sekitar calon kos. Nah, kamu bisa bertanya ke penghuni kamar, orang sekitar, atau tanya senior yang pernah ngekos di sana.

Tanyakan juga karakter para penghuni kosan. Apakah penghuninya mahasiswa semua atau ada pekerja kantoran. Apakah penghuni sering berangkat pagi dan pulang larut malam. Suka kumpul bareng atau malah ansos di kamar masing-masing. Ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan kamu tidak betah di kos tersebut.

Yang paling penting, jangan lupa untuk tanyakan lingkungan sekitar kos apakah aman atau cenderung rawan. Soalnya, menurut cerita yang AnakUI dapatkan, ada beberapa kos yang sering dijadikan incaran maling untuk nyari mangsa. Ih, jangan sampai kejadian di kamu, deh!

***

Nah, gimana? Udah dapat bayangan apa saja yang akan kalian lakukan dalam memilih tempat tinggal sementara? Jangan lupa untuk lihat kondisi sekitar ya! Kalo kamu doyan makan tengah malam, pastikan di sekitar kos kamu ada warmindo yang buka 24 jam ya. Supaya kamu gak kelaparan saat mengerjakan tugas di malam hari. Semoga tips memilih kos ini dapat membantu ya. Semangat mencari kosan!

Sumber Gambar Header Kosan

Mahasiswa UI Jabodetabek, Pilih PP atau Ngekos?

Mungkin banyak yang nggak sadar karena kondisi Perkuliahan Jarak Jauh, namun sebentar lagi kita akan mangakhiri semester genap ini loh, guys. Yang artinya, kita akan segera memasuki semester baru dan kedatangan adik-adik tingkat baru juga. Eh, lebih tepatnya kita sudah kedatangan adik-adik baru dari hasil seleksi SNMPTN, PPKB dan Talent Scouting, loh! Selamat ya untuk para calon mahasiswa baru UI!

Salah satu yang bikin mahasiswa baru asal jabodetabek mikir banget untuk mempersiapkan perkuliahan ini mungkin adalah jarak antara rumah dan kampus UI yang super nanggung. Mau berangkat dari rumah kok capek, mau ngekost kok takut sayang. Lah, terus harus gimana dong? Yuk ketahui dulu sebenarnya plus-minus dari ngekost dan PP (pulang-pergi)!

(+) Plus Ngekost

1. Lebih santai karena dekat dengan kampus

Untuk anak Teknik, FEB dan sekitarnya, bisa mempertimbangkan untuk ngekost di daerah kutek alias kukusan teknik (sumber: anakui.com)

Yang ini tentu pasti, ya. Keuntungan utama dari ngekost adalah jarak antara tempat tinggal dan kampus yang lebih dekat jika dibandingkan dengan PP. Hal ini penting banget untuk diperhatikan, terutama di saat-saat KAMABA (Kegiatan Awal Mahasiswa Baru) yang gak jarang mengharuskan mahasiswa baru untuk berkumpul pagi-pagi banget, bahkan pagi-pagi buta! (spoiler sedikit ya, haha)

Selain itu, tentu hal ini memudahkan mahasiswa baru untuk menyesuaikan diri dengan jadwal kuliah yang gak “bagus”, berbeda dengan jadwal saat SMA yang lebih tertata dan tersusun rapi. Jadi, selama menunggu pergantian jam kuliah, gak ada lagi yang namanya gabut gak jelas dan celingak-celinguk karena bingung mau kemana, karena jam kosong ini bisa dipakai untuk balik ke kostan dan tidur siang!

BACA JUGA: 7 Hal Penting Jika Kamu Masih Bingung Cari Kosan

2. Bebas organisasi dan kegiatan lainnya

Rasanya belum lengkap jadi mahasiswa kalau belum pernah mencoba organisasi, kepanitiaan, atau komunitas setidaknya satu kali. Kegiatan mahasiswa ini tentu makan waktu yang lumayan banyak, seperti waktu buat rapat, persiapan, juga latihan. Gak jarang, mahasiswa harus pulang malam karena hal ini. Dengan ngekost, kalian gak perlu mengkhawatirkan ketinggalan kereta terakhir, sendiri di jalan, atau pusing cari tempat nginep kalau mesti kerja semalaman. Ngekost bisa bikin kita lebih leluasa mengambil kegiatan-kegiatan di luar jadwal perkuliahan biasa, dapat pengalaman berarti atau bahkan dapat mengukir prestasi juga, loh!

3. Lebih mandiri

Asrama UI bisa jadi salah satu alternatif buat kalian yang sedang mencari tempat tinggal di sekitar UI. Tapi perlu diingat Asrama UI memprioritaskan teman-teman luar Jabodetabek lebih dulu, ya (sumber: asrama.ui.ac.id)

Tinggal di kost sendiri, artinya kita perlu mengatur kehidupan kita sendiri. Tentukan makan apa sendiri, cari makan atau masak sendiri, sampai beberes kamar dan bersih-bersih lantai pun sendiri. Gak lupa juga, kita perlu mengatur keuangan sendiri. Dengan segala kegiatan sendiri tersebut, kita bisa melatih diri kita untuk menjadi lebih mandiri.

(-) Minus Ngekost

1. Homesick

Jelas, hidup sendiri dan melakukan apa-apa sendiri bisa membuat kita homesick. Apalagi kalau kita merupakan tipe anak rumahan dan dekat banget sama keluarga. Sehari tanpa keluarga pasti terasa banget. Bahayanya, kalau tidak ditangani dengan baik, hal ini bisa menimbulkan masalah mental yang lebih serius dan mempengaruhi produktivitas kita dalam kegiatan sehari-hari.

BACA JUGA: 5 Skill Ini Harus Dimiliki Kalau Mau Kuliah Jauh dari Keluarga

2. Bisa-bisa jadi boros

Hati-hati tanggal tua untuk anak kost! (sumber: kumparan.com)

Kalau kita gak pandai-pandai dalam mengatur uang atau bahkan gak mempedulikan uang kita, bisa-bisa kehidupan kita di kost bukannya menghemat ongkos malah bikin kita jadi semakin boros. Mulai dari uang yang habis karena beli makan sehari-hari (yang gak diperhatikan harganya), sampai uang untuk bayar SUC kepanitiaan. Kita yang tadinya mau menghemat ongkos malah jadi makin boros. Makanya, mencatat keuangan dan melakukan perencanaan keuangan itu penting banget.

(+) Plus PP

1. Nyaman di rumah sendiri

Harta yang paling berharga adalah? (sumber: yourtmortgage.com.au)

Kalau kata orang-orang sih, home sweet home. Memang, setelah kelelahan dan segala macamnya, pasti akan selalu lebih nyaman berada di rumah sendiri. Kita juga tidak akan dengan mudah merasa kesepian jika tinggal di rumah, karena ada anggota keluarga yang selalu ada buat kita.

BACA JUGA: Bingung Pilih PP atau Ngekos? Baca Artikel Ini Aja

Selain nyaman karena ada keluarga, kita juga gak perlu ribet-ribet mengurusi kepindahan misalnya peralatan untuk kost dan sebagainya. Di kostan, juga gak perlu pusing untuk beli peralatan rumah tangga misalnya sapu, ember, atau peralatan masak karena semua sudah ada di rumah dan tinggal pakai yang ada aja. Cocok banget buat kalian yang males ribet, karena ngurusin keperluan ngekost memang gak segampang itu, loh.

2. Hemat

Hidup pulang-pergi juga bisa membuat kita hemat karena tidak adanya uang tambahan untuk pengeluaran-pengeluaran pribadi yang kadang malah bikin kita boros. Yang pertama tentu gak perlu mengeluarkan uang kost yang mahal, uang listrik, dan uang makan karena semua sudah disediakan di rumah bersama anggota keluarga lainnya. Selanjutnya, kita juga bisa menghemat uang sendiri ketika tiba-tiba “laper mata” karena kemungkinan besar orang tua kita bakal melarang untuk keseringan jajan, hahaha.

(-) Minus PP

1. Lelah banget

Mikir kalau harus desak-desakan di KRL aja udah bikin sesak, ya (sumber: megapolitan.okezone.com)

Jarak rumah-kampus yang jauh bisa bikin kita kelelahan dan akhirnya gak bisa berkegiatan dengan maksimal. Selain itu, jarak yang jauh ini juga bisa menimbulkan boros waktu, dimana waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk produktif misalnya belajar, mengerjakan tugas atau eksperimen lainnya malah digunakan untuk commute. Bagi mahasiswa yang super sibuk, tentu hal ini menghambat banget untuk menjadi produktif.

BACA JUGA: Commuter Line: Win Win Solution Untuk Kurangi Kemacetan Jakarta?

Selain itu, perjalanan yang jauh juga gak menjamin kita akan nyaman di perjalanan, terutama buat kalian yang naik transportasi umum. Untuk kalian yang sudah sering naik KRL misalnya, pasti tahu bagaimana ramainya KRL apalagi saat rush hour sampai-sampai penumpang gak perlu pegangan lagi selama perjalanan.

2. Susah berkegiatan lainnya

Jadi anak pulang-pergi juga akan menyulitkan kita untuk berkegiatan yang lain selain perkuliahan. Hal ini dikarenakan oleh banyak hal, bisa karena gak ada waktu (waktu dipakai untuk perjalanan pulang), gak bisa pulang malam-malam karena mengejar bus atau kereta terakhir, atau gak dibolehin untuk pulang malam oleh orang rumah karena takut ada apa-apa di perjalanan. Kalaupun harus menginap, tentu sulit untuk cari tumpangan dan kita juga bisa merasa sungkan dan merasa bahwa diri kita merepotkan.

Baik jadi anak kostan maupun jadi anak PP, dua-duanya punya plus-minusnya masing-masing. Makanya, buat kalian warga jabodetabek, ada baiknya mempertimbangkannya dengan baik sebelum akhirnya memutuskan untuk ngekost. Pertimbangan perlu dipikirkan dengan matang, mulai dari perbandingan antara ongkos PP dan biaya ngekost, biaya sehari-hari, waktu yang ditempuh sampai kondisi keuangan dan kondisi keluarga.

BACA JUGA: Nikmatnya Ngekos, Bahagianya PP, Enak Mana?

Jangan lupa untuk melakukan survey kostan di sekitar UI, ya. Pertimbangkan jarak kostan dan kampus, serta harga-harga kostan di daerah-daerah sekitar UI seperti Pocin, Kutek, dan sebagainya. Di saat-saat seperti ini juga jangan ragu untuk bertanya kepada senior-senior dan minta pandangan mereka terhadap pengalaman mereka ngekost.


Selamat menyambut semester baru ya, guys.
Teruntuk kalian para mahasiswa baru,
selamat memasuki dunia perkuliahan dan
selamat menikmati masa-masa kuliah di kampus kuning ini!

Sumber gambar senja: thecocopost.id

Bingung Pilih PP atau Ngekos? Baca Artikel Ini Aja

 

Salah satu pertikaian abadi adalah PP dan ngekos. Tiap akhir semester, mereka yang udah ngekos kadang ada yang berhenti ngekos karena males bayar kos selagi libur, kemudian di awal semester baru mereka either tetap PP atau kembali ingin ngekos dan mulai cari-cari tempat kos baru.

Maba juga begitu; ada yang keukeuh mau pulang-pergi sementara rumahnya udah kaya dari UI ke Bekasi. Atau memang di Bekasi, yang perjalanannya bisa makan waktu dua sampai tiga sesi mata kuliah.

Beberapa yang lain masih bingung, apa lebih baik ngekos, atau pulang-pergi? Berikut beberapa argumen yang bisa bantu kamu menentukan, apakah lebih baik ngekos atau pulang-pergi.

Akses ke UI

Kalau aksesnya bisa naik kereta sih enaknya PP via panoramio
Kalau aksesnya bisa naik kereta sih enaknya PP via panoramio

Ini yang sebenernya paling masuk akal, seberapa sulit kamu mencapai UI? Kalau cuma naik kereta sekali, itu lebih baik kalian pulang-pergi. Rumah sama stasiun udah kaya anak kembar siam, mau ngapain ngekos? Namun lain cerita kalau misalnya kamu butuh transit naik angkot sampe lebih dari tiga kali.

BACA JUGA: Kartu Mahasiwa UI Bisa Dipakai Naik Commuter Line & Busway!

Naik-turun naik-turun, belum lagi kalau angktonya penuh dan harus dempet-dempetan, atau angkotnya kosong dan harus ngetem. Gak semua orang beruntung punya mobil pribadi untuk antar jemput atau punya rumah yang kembar siam sama stasiun. Kalau kamu sulit mengakses UI, ada baiknya kamu ngekos di deket UI.

 

Ongkos

Perhatiin juga jumlah ongkos yang dikeluarin buat PP via depok
Perhatiin juga jumlah ongkos yang dikeluarin buat PP via depok

Ini makes sense. Kalau misalnya kamu selalu telat ke kampus karena jarak rumah ke UI jauh, kalaupun gak jauh, ongkosnya mahal. Mending ngekos dan duitnya buat makan. Memang ongkos idup di kosan bisa jadi lebih mahal, tapi ini juga udah waktunya buat kamu untuk belajar mandiri dan mengatur keuangan sendiri.

 

Mandiri

Konsekuensi ngekos, harus mandiri via lahuniik
Konsekuensi ngekos, harus mandiri via lahuniik

Bukan bank loh ya. Ini maksudnya seberapa mandiri kamu. Kalau kamu cukup mandiri dan bisa ngerjain apa-apa sendiri, dan alasan-alasan di atas mendorong kamu untuk kos, lebih baik kamu ngekos.

BACA JUGA: Cara Cepat Melipat Baju Buat Anak Kosan

Tapi kalau kamu gak bisa ngapa-ngapain sendiri, tidur aja masih dikelonin papa mama, kamu HARUS ngekos. Udah kuliah woy. Udah waktunya kamu jadi mandiri, ngurus kuliah, dan meninggalkan papa mama supaya punya quality time berdua.

 

Tugas yang menumpuk

Niat ngerjain tugas, tapi...
Niat ngerjain tugas, tapi…

Ada masanya ketika tugas kamu udah kaya tetris, datengnya satu-satu, tapi disaat yang gak tepat dan posisinya gak tepat, jadi tau-tau numpuk dan kamu semaput. Lebih melas lagi kalau kamu yang sebenernya punya waktu untuk ngerjain ataupun nyicil itu tugas malah ngabisin waktu dan energi di perjalanan dari kampus ke rumah.

BACA JUGA: 7 Hal Penting Jika Kamu Masih Bingung Cari Kosan

Kamu gak punya banyak waktu untuk ngerjain, dan gak punya banyak energi juga karena baru sampe dan ketemu kasur kamu langsung tidur begitu aja. Ini bukan tugas anak SD atau SMP yang bisa kamu kerjain di sekolah sebelum pak guru dateng dengan cara copypaste tugas temen kamu. Di Universitas, itu namanya plagiat. Kamu bisa gak lulus kuliah.

BACA JUGA: Ringankan Tugas Kuliah Kamu Dengan Aplikasi-aplikasi Ini

Jadi kalau tugas numpuk dan kamu gak bisa handle karena kehabisan energi dan waktu, lebih baik kamu ngekos. Kalau kamu ada energi dan ada waktu buat PP dan ngerjain tugas, berarti nyantai aja.

 

Aktivitas di kampus

Kalau terlibat banyak event di kampus, enaknya sih ngekos via Youtube
Kalau terlibat banyak event di kampus, enaknya sih ngekos via Youtube

Ini salah satu alasan lain kenapa kamu lebih baik ngekos daripada pulang-pergi. Kalau kamu ikut aktif di berbagai kegiatan di kampus, niscaya kamu akan selalu pulang jauh setelah matahari kecebur dan kelelep. Gak selalu, tapi ada masanya ketika kamu bahkan terpaksa nginep di kosan temen gegara angkot udah pada ngilang dan kamu gak tau caranya pulang kalau bukan naik angkot itu atau dianterin seseorang.

BACA JUGA: Hati-hati! Sosok Ibu Ini Hadir Saat Anak FHUI Pulang Terlalu Malam

Ngekos adalah pilihan yang tepat karena tentunya kamu gak mau nyampe rumah pukul dua untuk kemudian tidur sampe jam lima dan bangun lalu berangkat lagi gitu aja. Gak efektif. Kalo ngekos, kamu bisa berangkat pukul 8 kurang lima bahkan pukul 8 pas. Atau setengah sembilan, if you like to live your life dangerously. Yang jelas, kalau jam dua malem baru sampe rumah, mending ngekos daripada nyiksa orang tua untuk ngebukain pintu.

Jika kamu setuju dengan tulisan di atas, yuk share ke Facebook, Google Plus, Path, dan Twitter kamu biar yang masih galau soal pilih PP atau ngekos bisa dapet pencerahan.