Begini Cara Menyelamatkan IP Kamu dengan Bantuan Satu Eskaes MPKO/S!

Dunia kuliah yang super duper nyebelin adalah ketika kalian banyak diuji dengan berbagai cobaan tugas, praktikum, makalah, penelitian, dan pre-test sana-sini. Gimana nggak, sebagai mahasiswa kita mesti lakuin itu semua dengan ikhlas biar nilai kita aman-aman aja di SIAK, apalagi kalau udah laporan sama mami-papi, kalau IP kita pas-pasan bahkan anjlok, siap-siap deh uang jajan dipotong!

Terkadang, IP kita bisa anjlok gara-gara ada salah satu mata kuliah yang nggak lulus, atau dapet nilai C! Nah, atas pedoman itulah kita mesti bener-bener memaksimalkan semua mata kuliah yang kita ambil setiap semesternya. Nggak peduli itu satu, dua, atau tiga eskaes, selama nilai kalian itu bisa diselametin, pasti IP bakal kedongkrak guys!

Anyway, mata kuliah paling favorit untuk menjadi juru selamat IP di kala nilai yang lain anjlok adalah MPKS/MPKO! Weits… meskipun kedua mata kuliah itu hanya bernilai 1 SKS, tapi efeknya dahsyat guys! Khususnya buat penulis… hehehe. Langsung aja yuk dibaca tips dari anakui.com untuk memaksimalkan 1 SKS yang bisa menyelamatkan keindahan SIAK kamu!

 

Pantengin SIAK Tiap Saat

Mohon bersabar, ini ujian…

Meskipun terkesan lebay, tapi ini bener-bener manjur guys! Soalnya, berebut mata kuliah di SIAK emang betulan greget abis. Kalian mesti bertarung berhadapan ratusan, bahkan ribuan mahasiswa UI yang lain untuk sekedar memilih mata kuliah, termasuk MPKS/O. Sebab, anak UI pada suka milih mata kuliah pengembangan kepribadian yang super gabut! Ya, itu sih salah satu cara buat bikin otak lebih segar kembali dan beristirahat dari cobaan tugas yang menggunung.

SIAK War juga bisa loh buat ngelatih mental bertarung dan berkompetisi yang cepat, tepat, dan akurat, apalagi kita sebagai mahasiswa muda yang masih punya jiwa bertarung kaya Batman! Bukan apa-apa sih, tapi kalau kita bisa milih lebih cepat daripada yang lain dalam hal MPKS/O, kita bisa pilih yang kita suka atau gabut!

 

Tanya Kakak Tingkat

Kalau tips ini sih mesti dilakuin jauh hari sebelum menentukan pilihan hidup kalian.

Tanya ke kakak tingkat, “Kak, kakak suka engga sama aku?”

*eh maksudnya, “Kak, MPKS apa MPKO sih yang paling enak kelasnya?”,

“Kak, MPKS apa MPKO sih yang dosennya ganteng?”,

“Kak, MPKS apa MPKO sih yang paling hits?”,

“Kak, MPKS apa MPKO sih yang dosennya rajin menolong?”

Yup, cara yang ini bener-bener butuh kalian lakuin. Ya meskipun kakak tingkat kita bukan Dewa, tapi setidaknya mereka lebih berpengalaman lah dalam dunia percintaan mata kuliah.

 

BACA JUGA: Anak UI, Gunakan Situs ini Biar Kamu Menang SIAK WAR!

 

Pilih MPKS/O yang Kalian Suka

Misalkan passion kamu drama, sampe kebawa di kehidupan sehari-hari, ya pilih kelas MPKS Teater aja! (via suma ui)

Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Seni dan Olahraga memang ditujukan kampus makara agar para mahasiswa dapat mengapresiasi kehidupan seni dan olahraga. Jadi, kalau kalian sudah lulus, kalian nggak cuma jago teori tentang ilmu di bidang kalian aja, tapi kalian bisa juga terjun di masyarakat dengan berbagai keterampilan.

Anyway, kalau kalian ingin menjadi seseorang yang merdeka dan nggak mau dituntut bernilai tinggi yang gampangan, cara ini patut kalian coba! Selain bisa ningkatin skill kita di bidang kesenian atau olahraga kesukaan, siapa tau kita bisa jadi terkenal gara-gara kedua mata kuliah itu kan. Jadi, kalau kalian suka bulutangkis, jangan pilih tenis meja cuma karena tertarik akan kegabutannya.

Pilihlah apa yang menjadi passion kalian, jangan cuma karena mau nilai gede tapi hasilnya nihil! Eits, bukan sok bijak ya guys, tapi beneran loh ini penting. Banyak mahasiswa yang jurusannya jauh sama profesinya, tapi bisa jadi tenar karena suka dan ningkatin skill nya sesuai passion. Siapa tau, dengan kalian ikut MPKS Teater, meskipun kalian kuliah jurusan kedokteran, kalian bisa jadi artis kaya Mba Dian Sastro yang dulunya mahasiswa FEB UI loh!

 

Pilih MPKO, Jadikan MPKS Kekasih Kedua

Pilih MPKO aja dulu, kalo ga dapet baru MPKS hehe (via depokita)

Dari awal kalian jadi anak UI, pasti banyak banget tuh gosip hangat, selentingan, atau bisikan roh halus yang bilang kalau MPKO dijamin dapet nilai A atau A- paling mentok. Kenapa eh kenapa? Sebab, menurut pengalaman penulis, di MPKO ini selain enak buat refreshing tapi juga dosen dan tugasnya nggak rese, apalagi kalau kalian masuk kelas Tenis Meja, banyak mahasiswa yang berebut kursi kelas (sampe tarik-tarikan, gontok-gontokan, phsywar) buat duduk sebagai mahasiswa kelas Tenis Meja. Katanya sih, kelasnya paling gabut, bisa sambil goler-goleran di kelas, bisa sambil hahahihi, cabut, dan nilai A sudah pasti di tangan!

Itu sih sebabnya banyak kelas MPKO yang waiting list-nya menjalar dan mengakar sampai ke bawah bumi, alias banyak peminatnya! Beda sama MPKS, soalnya banyak anak UI yang bilang kalau ngambil MPKS, demi mendapatkan nilai super, butuh berusaha super! Apalagi, masih kata-katanya, buat dapet nilai bagus di MPKS paling banter A- ya walaupun banyak juga yang dapet A, itupun mesti usaha buat makalah, presentasi, dan praktikum! Makanya, siap-siap aja BESOK tanggal 19 jam 9 pagi  buat berjuang di medan perang!

 

BACA JUGA: Life Guide: Biar Kamu Gak Frustrasi Gara-Gara SIAK-NG

 

Sebenarnya semua mata kuliah itu sama-sama punya tingkat kesulitan dan kemudahannya masing-masing, asalkan kita sebagai mahasiswa ikhlas dan niat aja ngejalaninnya. Nggak ada usaha yang sia-sia, termasuk rebutan MPK wkwkwk. Nah, kalau kamu gimana? Mari bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar anak UI bisa menimbang-nimbang MPK mana yang paling pas. Well, let’s share it!

7 Kata yang Sering Salah Kaprah di Kehidupan Kampus

Hello, fellas! Pada postingan ini, anakUI.com akan mengulas sedikit tentang kata-kata yang sering digunain temen-temen semua, ternyata terdapat salah kaarah di dalamnya, baik dalam arti maupun penggunaannya. Kira-kira apa aja sih tuh? Yuk langsung disimak aja!

***

1. Gabut

“Gue lagi gabut nih.”

“Dosen gue gabut banget.”

MPKO atau MPKS apaan ya yang kira-kira gabut?”

..….

Niscaya kamu tidak akan mendapatkan makna dari semua itu, sobat-sobat mahasiswa… karena yang namanya Gabut jika kita jabarkan dengan teliti dan saksama adalah Gaji Buta, di mana istilah ini ditujukan untuk seseorang yang mendapatkan penghasilan tetapi nyatanya sangat sedikit—atau bahkan sama sekali—tidak ada hal yang ia lakukan dalam pekerjaannya itu. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Gabut menjadi luas maknanya dan disalahartikan menjadi suatu keadaan di mana seseorang tidak melakukan apa-apa, sedang santai, atau bahkan sebenarnya ia sedang melakukan sesuatu tetapi tidak menghasilkan apa-apa.

Kesimpulannya, pernyataan yang kamu utarakan itu salah, karena emang kamu ga digaji untuk melakukan semua itu. Jadi, ga makan gaji buta dong kalo ga ngapa-ngapain? Duh, kok serius amat mz bacanya…

 

2. OTW

Otw or on the way juga sering disalahgunakan dalam kehidupan kita di kampus. Sering kali kita menyamakan otw dengan berangkat, padahal dari penjabarannya dan penerjemahannya aja udah jauh beda. On the way artinya kurang lebih adalah lagi di jalan, tapi banyak mahasiswa ataupun orang awam lainnya yang menggunakan istilah ini dengan maksud keberangkatan.

“Lagi di mana?”

“Masih di rumah nih bentar lagi otw kampus…”

.….

Sebentar lagi otw. Sebentar lagi on the way. Iya, sebentar lagi… gue ada di jalan.

 

3. Acuh

Seringkali kita mendengar kata acuh di lirik-lirik lagu yang menggambarkan ketidakpedulian atau seseorang yang sedang dicuekin sama kekasihnya. Atau bahkan, kita juga sering menggunakan kata acuh sebagai penunjuk rasa cuek dan ga peduli.

Padahal, sebenernya acuh ini menggambarkan kepedulian. Mungkin asal muasal sesat pikir atau salah kaprah dalam kata acuh ini adalah acuh terdengar seperti orang yang sedang membuang ludah; “a…cuh…!” (kemudian hening), jadi seakan-akan acuh itu artinya adalah bodo amat dan tidak peduli. Nyatanya? Sebaliknya.

 

4. Anniversary

Nah, kalo baca yang ini hati-hati ya… takut ada yang tersinggung atau malah terbawa perasaan karena ga pernah diucapin HEHEHE. Banyak dari kita yang mengucapkan ke temen yang sedang merayakan hari jadi bulanan dengan ucapan “Happy Anniversary”. But, itu salah besar. Anniversary itu hitungannya pertahun teman-teman, bukan per bulan. Jadi buat yang sering ngucapin Anniversary ke temennya, udah mulai dihilangin ya kebiasannya, diganti jadi Monthversary or everything else yang menggambarkan hari jadi per bulan. Eh, kasian banget ngucapin mulu, diucapinnya kapan?–

 

5. Absen

“Bro, tipsen dong…”

“Absenin gue dong bro…”

“Hari ini ga diabsen?”

Waduh, pasti kata-kata ini udah mengendap di dalam telinga kita setiap hari. Mungkin temen-temen udah tau di mana letak kesalahannya, tapi tetep melakukan kesalahan yang sama. Yup! Absen itu berarti tidak hadir, lawannya adalah presensi yang artinya kehadiran. Jadi, kalo kamu sering atau pernah titip absen sama temen kamu dan ternyata pas kamu cek tetapi kehadiran kamu tetep ga ada, ya… jangan salahin temen kamu. Kan kamu nitipnya absen, berarti kamu menitipkan diri kamu sendiri bahwa kamu emang ga hadir hari itu.

 

6. Boring

Kalo ada temen kamu yang bilang “Aduh, gue boring nih”. Bales aja dengan mangkak dan arogan “Iya bro, lo emang boring….”

Karena boring secara harfiah dan terjemahan artinya adalah membosankan. Secara ga langsung temen kamu itu telah mendeklarasikan dirinya sendiri bahwa dirinya itu membosankan. Sebenernya maksudnya adalah “Gue lagi bosen”, tapi penyampaiannya aja yang salah. Harusnya, “I’m bored” atau “Gue bored nih”. Itu baru tepat dan penyampaiannya sesuai dengan konteks dan kondisi kamu saat itu.

 

7. Kita

Kita? Lo aja kali gue engga. Ga deng. Well, sekarang kata “kita” dan “kami” udah tipis perbedaan dan penggunaannya. Akan tetapi, “kita” dan “kami” ini bisa fatal banget jika digunakan dalam konteks dan maksud yang salah. Sesat pikir lagi. Kata “kita” mencakup banyak orang, termasuk diri kamu sendiri dan orang yang kamu ajak ngobrol, sementara “kami” mencakup banyak orang termasuk kamu, tapi tidak termasuk orang yang kamu ajak ngobrol. Jadi, jangan baper kalo suatu saat ada orang yang ngomong kita-lo-aja-kali-gue-engga, karena mungkin kamu ngomong menggunakan “kita” tapi dalam konteks orang yang kamu ajak ngobrol tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Ya gitu deh intinya. Ribet amat ya.

 

 

***

Kata-kata di atas ga cuma sering salah digunain di kehidupan kampus doang sih, di kehidupan sehari-hari bahkan juga sering. Udahan ah, serius-serius amat. Bahasa mah sabeb ye ga yang penting sama-sama ngerti dan ga menimbulkan salah paham. Tapi, ga ada salahnya juga kok untuk mulai membiasakan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Buat temen-temen yang mau nambahin juga boleh banget nih isi di kolom komentar. Dah ah sans ae. Bhay!

error: This content is protected by the DMCA