Kantin Tenda Biru Pondok Cina – Rekomendasi Tempat Makan Murah, Enak, dan Banyak

Baru saja makan malam, dan diajak sama temen buat makan di Kantin Tenda Biru di Pocin.. Buat yang belum tahu, Tenda Biru itu letaknya persis di depan Gedung Biru (kantor Unit Pelaksana Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus – UPT PLK UI). Buat yang juga belum tahu Gedung Biru itu di sebelah mana (anak UI bukan sih? =D), letaknya di sebelah kanan setelah kita nyebrangin perlintasan kereta api Pondok Cina. Nah, Tenda Biru itu di sebelah kiri setelah kita nyebrangin perlintasa kereta api Pondok Cina.

Nah, ayo kita kembali ke masalah makanan. Sesampainya di sana, saya masuk ke salah satu kantinnya (namanya kalo ga salah adalah Pondok Seafood Rizki). Tentu saja yang dilihat pertama adalah daftar harga alias menunya. Begitu ngeliat menunya, wow, langsung kaget! Harganya serius, murah banget. Nggak ada makanan yang lebih dari 6.500 harganya. Dan 6.500 itu juga udah ayam. Bahkan ada ayam yang harganya cuma 5.000.

Baca Selengkapnya

Slurp, Ini Makanan-Makanan Enak di Kantin Vokasi UI

Bicara tentang kantin, pasti gak lepas dari pembicaraan mengenai rekomendasi makanan favorit di kantin. Nah, salah satu kantin yang kerap didatangi mahasiswa UI adalah Kantin Vokasi. Meskipun letaknya terpencil, Kantin Vokasi UI dikelilingi kuliner enak. Mulai dari makanan berat hingga snack pengganjal rasa lapar, semuanya dapat kamu temukan dengan mudah. Asyiknya lagi, makanan ini dibanderol dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa.

Berdasarkan hasil pengamatan AnakUI, berikut rekomendasi makanan enak di Kantin Vokasi yang gak boleh kalian lewatkan!

1. Love Cafe

Sumber: kumparan.com

Buat kamu yang sedang mencari makanan sehat yang praktis, kamu wajib mencoba Love Cafe nih. Konter makanan yang berada rekomendasi teratas makanan wajib santap di Kantin Vokasi ini hadir dengan beragam menu dengan sajian berbeda. Menariknya lagi, varian menu yang terdapat di Love Cafe ini dinamai dengan nama kota dan nama negara seperti Love Salad Tokyo, Beijing, Rotterdam dan masih banyak lagi.

Dibanderol dengan harga mulai dari Rp. 10.000/porsi, kamu dapat menyantap olahan buah segar yang dilengkapi dengan whipped cream. Pastinya, makanan ini pas banget untuk disantap kala cuaca lagi panas-panasnya nih, Anak UI.

2. Ayam Penyet Bang Ropie

Sumber: zomatoMakanan selanjutnya direkomendasikan untuk AnakUI yang doyan pedas. Yup, Ayam Penyet Bang Ropie. Booth yang selalu ramai didatangi pembeli ini menyediakan ayam penyet yang sanggup membakar lidah.

Harga satu porsi Ayam Penyet Bang Ropie ini terjangkau. Dengan harga Rp. 17.000 saja, kamu dapat menikmati seporsi ayam yang disajikan dengan nasi putih hangat, kol goreng, ditaburi dengan serundeng dan sambal yang khas. Wow, menggiurkan sekali bukan?

3. Siomay Mang Asep

Sumber: zomato.com

Bisa dibilang, Siomay Mang Asep merupakan makanan legendaris bagi mahasiswa Vokasi UI. Pasalnya, Siomay Mang Asep selalu memanjakan pembeli dengan panggilan khasnya, Ganteng dan Cantik. Pastinya, kadar kepercayaan diri kamu akan bertambah pasca berbelanja di sini ya, Anak UI!

Hadir sejak pertama kali Kantin Vokasi UI berdiri, booth ini menjual siomay dan batagor yang rasanya khas. Tekstur siomay yang kenyal berpadu dengan saus kacang yang berlimpah membuat booth ini ramai didatangi pembeli saat jam istirahat berlangsung. Harganya pun terjangkau. Seporsi siomay dibanderol dengan harga Rp. 10.000,- saja. Murah banget kan? Kapan lagi belanja siomay dengan rasa enak dan harga terjangkau. Bonus panggilan ganteng dan cantik lagi. Hihi!

BACA JUGA: Mau Menikmati Kopi dari Sabang sampai Merauke? Ke Bikun Coffee Aja!

4. Kebuli Express Pak Kar

Sumber: food.grab.com

Bosan dengan makanan kantin yang itu-itu aja? Olahan nasi kebuli dari Timur Tengah bisa jadi pilihan santap yang pas bila AnakUI berada di Kantin Vokasi UI. Kebul Express Pak Kar menawarkan nasi kebuli dengan potongan daging yang disajikan dengan tusuk sate.

Soal rasa, tak perlu diragukan lagi. Menu yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp. 17.000,- ini dijamin enak karena menggunakan bumbu yang cita rasanya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Pulennya nasi dengan aroma dan rempah yang terasa, plus tambahan daging siap mengisi perut yang keroncongan.

5. Nasi Bakar Ibu Irmi

Sumber: resepkoki.id

Bingung mau makan siang pakai apa? cobain aja Nasi Bakar Ibu Irmi, Kantin Vokasi UI. Nasi yang dibumbui dengan rempah dan dibungkus dengan daun pisang ini cocok banget disantap saat kegiatan perkuliahan berakhir.

Nasi bakar yang disajikan di Nasi Bakar Ibu Irmi ini sangatlah beragam, mulai dari nasi bakar isi teri, ayam, cumi, kornet, hingga telur. Yang membedakan antara Nasi Bakar Ibu Irmi dengan nasi bakar lainnya adalah rasanya. Aroma daun pisang yang terbakar meninggalkan cita rasa yang unik dalam tiap suapan nasi. Gak heran kalo banyak mahasiswa yang jatuh hati sama makanan yang satu ini. Untuk harga, seporsi Nasi Bakar dijual dengan harga Rp. 15.000,-

Sumber gambar header: Kantin Vokasi

BACA JUGA: 5 Ide Makanan Ala Resto yang Bisa Kamu Bikin di Kosan

Penggalakkan Transaksi dengan Tap Cash: Kantek Sehat, Teknik Kuat!

Buat kalian anak teknik, pasti tau dong bedanya kondisi Kantin Teknik (Kantek) kita yang dulu sama sekarang itu gimana? Yap, dulu itu Kantek seperti halnya kantin-kantin di pinggiran jalan yang kayaknya makanannya nggak higenis, acak-acakan, piring dimana-dimana, bayar pake uang lecek dan sobek, pokonya masih konvensional banget deh.

Dengan berbagai hal yang sudah disebutkan di atas, Manajemen Dekanat FTUI memberikan pelayanan kepada civitas akademika FTUI khususnya pengguna Kantin Teknik (Kantek) FTUI  berupa penggunaan Uang Elektronik (Tap Cash) sebagai alat transaksi di Kantek FTUI, yang diresmikan pada tanggal 8 September 2016.

Peresmian Penggunaan Uang Elektronik ini sejalan dengan komitmen FTUI dalam menerapkan Sistem Manajemen ISO 14001: 2015 dan OHSAS 18001: 2007 dalam hal standar Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Penggunaan Uang Elektronik ini dapat meminimalisir kontak pedagang dengan uang ketika bertransaksi dan menyiapkan makanan. Selain itu juga biar kita semakin teratur, makanannya higenis, piring-piring bekas makan nggak berserakan, dan tertib serta bersih tentunya. Ya kalian tau dong, efek dari ketidakaturan dan kotor itu bisa menyebabkan berbagai hal yang buruk, baik buat lingkungan juga buat kesehatan kita.

Tinjauan kesehatan Kantin FTUI (via eng.ui.ac.id)

Contohnya, kalau kita makan, terus kita meletakkan piringnya sembarangan dan berantakan gitu aja, ditambah membludaknya mahasiswa yang mau makan, tentunya pencucian piring terburu-buru, bikin masakan juga asal karena sibuk ada yang mau bayar dan ada yang mesen, yang menyebabkan terbengkalainya kegiatan si ibu-ibu dan bapak-bapak juru masak kantin itu untuk melayani kita. Masakan yang harusnya bersih dan higenis, ditambah ketidak teraturan dan kebersihan yang kurang baik, bakal menyebabkan berbagai makanan mengandung bakteri Salmonella E. Coli, belum lagi kalau ada pedagang curang yang pake boraks untuk mengawetkan makanannya…. Nggak banget kan?

Untuk itu, program baru dicanangkan nih guys. Sebenernya nggak baru juga sih, penggunaan Tap Cash ini udah dilakukan mulai semester ganjil tahun 2016 lalu, tetapi karena masih banyak mahasiswa yang bandel menggunakan uang cash sebagai alat bertransaksi, maka penggunaan uang elektronik ini mulai digalakkan kembali di semester genap tahun 2017 ini.

 

Apasih Keuntungannya?

Tap Cash yang desainnya UI banget nih, minat? (via Humas FEB UI)

Keuntungan menggunakan Tap Cash itu macem-macem, dari yang sepele sampai berdampak besar.

Pertama, kantin dan tangan-tangan juru masak kantin lebih higienis, karena nggak melayani pembeli dengan metode pembayaran uang fisik yang memungkinkan banyaknya bakteri di uang itu. Kalau juru masak megang itu uang fisik, terus karena pengaruh tekanan waktu, juru masaknya lupa cuci tangan, akhirnya memasak dalam keadaan tangan berbakteri. Akhirnya…. kita yang kena dampak bakterinya.

Kedua, tidak ada kehilangan uang, tidak ada pencurian uang di konter dagangnya. Selain itu, pendapat para pedagang juga langsung tercatat rapi di rekening mereka, nggak perlu lagi menghitung secara fisik dan takut kekurangan atau minus, karena semuanya sudah rapi diatur mesin bank.

Ketiga, para pedagang gak perlu lagi repot-repot ngecek uang palsu atau asli, dan nggak perlu gontok-gontokan sama pembeli kalau uang yang dipakai itu robek, lecek, jelek, kurapan, dakian, kudisan, atau itu goloknya Kapten Pattimura bengkok kesana-kemari. Ya gimana mau ngecek, sebab semua pembayaran tinggal tap dan pedagang tinggal tuai hasilnya serta fokus memasak.

Keempat, pedagang yang baru buka, biasanya belum ada uang untuk menyediakan cashback buat pembeli dengan menggunakan uang merah-merah atau biru-biru. Jadi, mereka harus kesana-kemari buat nyari kembaliannya. Nah, dengan metode Tap Cash ini, pedagang nggak perlu repot lagi nyari uang kembalian, soalnya sudah diatur sama mesinnya.

Kelima, KTM kita akhirnya berfungsi lebih sering! Yap, buat kamu yang belum punya kartu BNI Tap Cash, kamu bisa dengan menggunakan KTM yang otomatis udah terintegrasi Tap Cash, pasti pada punya dong? Akhirnya kita nggak cuma menggunakan KTM untuk di Perpusat aja, atau buat mendaftar pengobatan di PKM dan naik TransJakarta/KRL doang, sekarang KTM kita bisa berfungsi sebagai alat bayar di kantin!

Kalo nggak mau beli Tap Cash baru, pake yang udah ada aja!

 

BACA JUGA: Saatnya Kamu Nikmati Kesaktian Kartu Mahasiswa yang Satu Ini!

 

Ah males gitu-gituan, mau kaya biasa aja

Pasti banyak nih, orang-orang yang masih mengidolakan bakteri dari uang fisik untuk digunakan dalam membayar. Nah, buat kalian yang males pakai Tap Cash, ada sanksinya juga lho! Sebab, penggunaan Tap Cash diawasi langsung melalui kamera CCTV yang terpasang di sudut-sudut kantin. Bila ada pedagang yang ketahuan melakukan transaksi menggunakan uang fisik, pedagang akan menerima surat peringatan dari kampus. Peringatan itu berlaku dua kali aja, setelah tiga kali ketahuan, pedagang bakal disuruh cabut dari Kantek nih guys. Kasian kan? Ayolah kasihani mahasiswa lain juga yang mencintai aroma masakan, dan rasa rempah-rempah yang menggigit lidah dari masakan pedagang itu.

 

Terus gimana dong sekarang cara jajan di Kantek?

Suasana makan siang di Kantin FTUI

Gampang aja kok, pertama kalian cukup top up Tap Cash kalian di stand operator Tap Cash BNI yang ada di Kantek. Untuk isi ulang 10.000-20.000 nggak ada biaya administrasi, jadi kalau lebih dari itu misal isi ulang 50.000 atau 100.000 ada biaya administrasinya sebesar 2000 Rupiah.

Kedua, kalian ambil peralatan makan sendiri di tempat peralatan makan yang sudah tersedia di Kantek. Tempat peralatan makan itu juga terjamin kebersihannya, jadi nggak usah takut lagi kena bakteri atau debu-debu disekitaran tempat peralatan makan. Piring, sendok, dan garpunya juga biasanya masih anget loh karena dicuci pake mesin otomatis hehehe.

Ketiga, pilih menu makanan atau minuman yang tersedia di konter-konter pedagang di Kantek.

Keempat, menyerahkan kartu Tap Cash ke pedagang deh untuk di tap dan keluarlah resi pembayarannya! Keren kan?

Kelima, kalian sudah tinggal duduk manis, anteng, menikmati aroma makanan, dan menjilati piring sepuasnya di tempat makan yang sudah disediakan.

Terakhir, jika kalian sudah selesai makan dan minum, letakkan piring dan gelas yang selesai digunakan di tempat pencucian yang sudah disentralisasi. Cari aja tempat penampungan piring kotornya, jangan dibawa pulang ya piring dan gelasnya buat di kosan!

 

BACA JUGA: Tujuh Kios “yang Paling-paling” di Kantin Teknik (Kantek)

 

Penggunaan uang elektronik Tap Cash dari BNI di Kantek FTUI ini akan dievaluasi setiap 3 bulan, dalam evaluasi tersebut akan dipantau bagaimana efektifitas penggunaan Tap Cash serta monitoring terhadap pedagang yang berdagang di Kantek FTUI. Pedagang yang memiliki prestasi yang baik akan dikirim untuk melakukan studi banding mempelajari bagaimana kantin di universitas luar negeri dalam hal ini NUS Singapura. Penggunaan Uang Elektronik di Kantek FTUI ini merupakan yang pertama di lingkungan UI dalam hal penggunaan uang elektronik secara massal loh, yang kemudian FISIP dan Vokasi juga mulai menerapkannya di kantin masing-masing.

Nah, dengan demikian semua nyaman, sehat, dan teratur juga bersih kan guys? Yuk share artikel ini ke semua akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar semua orang tau kalau Kantin Teknik merupakan asal mula anak-anak Teknik yang sehat dan berotot!

Emangnya MUI Udah nggak Punya Kantin ya?

Akhir tahun yang sunyi di sekitaran MUI, kala itu, Desember 2016. Bunyi-bunyian alat memasak, bau-bauan makanan rakyat, dan keceriaan yang hadir di setiap sudut Kantin MUI kehilangan auranya. Asing, hanya terdengar riuhan suara pembangunan gedung di sebelah MUI. Kemana? Kemana aroma Mie Ayam yang menggugah selera, kemana aroma siomay yang sambalnya membuat air luar terurai, kemana teh manis yang manisnya mampu menghilangkan rasa lelah?

Ya kalo itu sepi gara-gara emang lagi liburan.

Kalo beberapa bulan ke depan, akan ada banyak orang yang mungkin juga menanyakan hal yang sama. Kemana para juru masak itu pergi? Kemana perkakas masak itu hilang? Kemana kantin ini lenyap? Nampaknya, akan hanya menjadi rindu yang membeku untuk menikmati sajian para juru masak sambil menikmati pemandangan Danau Kenanga, hanya akan menjadi saksi bisu sebagai tempat penghilang dahaga ketika usai melaksanakan solat, dan hanya menjadi sebongkah masa lalu perjalanan panjang kehidupan mahasiswa kampus perjuangan.

View yang disuguhkan Kantin MUI, asri bukan? (via juliantohandoko66)

Padahal, para pedagang yang berjualan di Kantin MUI telah dianggap menjadi keluarga besar di sana. Mereka ikut membayar sewa, mereka berkontribusi membangun dan menjaga MUI hingga saat ini, dan mereka sering kali menjadi penyumbang makanan buka puasa di masjid saat bulan Ramadhan tiba. Namun, setelah manajemen kepengurusan masjid diambil alih DPPF yang notabene memang penanggung jawab fasilitas UI, hubungan bukan lagi kekeluargaan, tapi menjadi konkrit layaknya pemilik tanah-pemilih usaha.

Usut punya usut, ternyata penggusuran yang dilakukan terbilang mendadak, dengan alasan karena ketidaksesuaian peruntukkan wilayah tersebut dengan master plan yang ada dan akan dilakukan pelebaran bangunan Masjid Ukhuwah Islamiyah pada tahun 2018. Terlihat dari isi surat rektorat seperti biasa, di bulan Februari tahun lalu, pedagang tetap memenuhi perjanjian-perjanjian umum yang diberikan tiap tahun, dengan tanpa keterangan adanya master plan teranyar di UI. Tak ada informasi apapun mengenai master plan anyar tersebut. Dilanjutkan pada November 2016, dengan membawa itikad baik, para pedagang mengajukan kontrak perpanjangan sewa tempat. Namun, kali ini, cinta bertepuk sebelah tangan, pedagang pulang dengan beban. Bagaimana tidak, mereka pulang dengan membawa surat perintah menghilangkan seluruh aktivitas penimbun nafkah bagi keluarganya, mereka wajib mengosongkan tempat pencair peluh mereka.

 

BACA JUGA: Belum Pernah Nongkrong di Kantin-kantin Ini? Jangan Ngaku Anak UI Deh

 

Suasana di Kantin MUI (via kodeposindo)

Tanpa ketengaran, tanpa informasi yang jelas sebelumnya, tiba-tiba surat perintah itu muncul dengan hanya memberikan waktu 14 hari, atau dua minggu, untuk mengosongkan tanah MUI segera. Mungkin bagi mereka mudah hanya untuk mengangkat dan mengosongkan, tapi batin mereka sakit, teriris, dan bingung karena tak tau lagi kemana akan berlabuh dalam waktu singkat itu. Tanpa ada informasi, tanpa ada pemberitahuan, dan tanpa ada keterangan sebelumnya!

Informasi kian terombang-ambing tak tahu benar atau salah. Gosip beredar, mereka semua akan dipindahkan di Rumah Sakit UI dan Gedung Kesenian yang ada tepat di sebelah MUI. Mendengar itu, tentu ada kelegaan tersendiri, namun kelegaan itu justru menjadi kekhawatiran lagi ketika tahu bahwa kantin itu akan dirubah menjadi konsep kafe. Tentu akan membutuhkan biaya sewa, dan dagangan yang bernilai lebih tinggi dari sebelumnya, mengingat modal para pedagang itu kecil dan pas-pasan. Semilir angin membawa informasi yang lain, yakni pedagang dengan modal yang kurang akan diberikan dana pinjaman dari Bank untuk menyewa tempat dan pelunasan jatuh tempo 30 Juni mendatang.

Oleh karena itu, pada Rabu (1/2), BEM UI ikut berdialog dengan DPPF UI, pedagang di Kantin Tenda Biru Pocin, dan pedagang di kantin MUI. Diperoleh kesepakatan bagi pedagang kantin MUI bahwa DPPF akan menunda penggusuran Kantin MUI sampai 30 Juni 2017 tanpa biaya sewa, memberikan kompensasi penggusuran Rp 5.000.000,- dan memberikan rekomendasi kepada pengelola kantin untuk menempatkan para pedagang kantin MUI di Rumah Sakit UI dan Gedung Kesenian.

Suasana Kantin MUI dan sekitarnya pada Rabu, 8 Februari 2017

 

BACA JUGA: Wah, Tempat Makan Favorit Anak UI Mau Ditertibkan, Nih?

 

Jadi, buat kamu yang cinta banget sama makanan di kantin MUI, buruan borong sebelum kehabisan sampai tanggal 30 Juni nanti! Mari, bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian! Bantu mereka mewujudkan tempat yang nyaman dan tak memeras, bantu mereka mempermudah segala aktifitas mencari nafkah dengan harga yang umumnya kita rasakan saat masih di lokasi yang lama!

Berikut Ini Tipe-Tipe Pengunjung Kantin di UI, Kamu Termasuk yang Mana?

Di setiap fakultas yang ada di UI, tentu terdapat berbagai macam kantin, yang namanya aneh-aneh dan disingkat-singkat pula. Ada yang namanya Kantek, Kansas, Takor, Dalas, dkk. Nah, temen-temen sering merhatiin gak sih kalo di kantin itu terdiri dari berbagai macam tipe-tipe pengunjungnya yang beragam banget? Kira-kira kayak gimana aja sih tipe-tipe pengunjung kantin di UI? Yuk simak menurut pengamatan kacamata anakui.com!

BACA JUGA: Tipe-tipe Mahasiswa yang Biasanya Datang ke Perpustakaan UI

 

Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung

Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung via sehirmedya
Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung via sehirmedya

Tipe yang paling nurut ini selalu menggunakan segala tempat dan fasiltias yang disediakan sebagaimana mestinya, contohnya aja kantin, ya pasti dia gunain buat makan doang. Abis makan, kenyang, meletakkan piring pada tempatnya, terus cabut deh! Benar-benar mahasiswa yang menerapkan peribahasa ini; pokoknya di mana lo berada, lo harus memposisikan diri sebaik mungkin serta menjaga tempat tersebut. Tau tempat, tau sikap. Asik.

 

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui via gamazoe
Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui via gamazoe

Wah ini juga masih banyak mahasiswa yang ngelakuin. Tipe ini merupakan tipe anak nongkrong banget nih, Bro. Ke kantin, makan bentar, ketemu temen, buka lapak deh mau main kartu, catur, karambol, atau billiard sekalian. Nyambi-nyambi aja bos, kenyangnya dapet, asiknya juga dapet, jadi sekalian deh.

 

Besar Pasak daripada Tiang

Besar Pasak daripada Tiang via youthmanual
Besar Pasak daripada Tiang via youthmanual

Gak ada tipe ini, kantin mungkin akan sama aja kayak tempat makan biasa. Yup! Pasti akan selalu ada tipe-tipe riuh ricuh mengaduh seperti ini; makannya dikit, ngerumpinya segambreng. Besar pasak daripada tiang, istilahnya. Lebih banyak yang dikeluarin berupa ocehan-ocehan daripada makanan yang diasup ke dalam tubuh. Kalo gak ada tipe ini mungkin kantin gak akan rame sih, dan terkadang juga mereka menjadi sumber utama pengetahuan atau gosip-gosip terbaru, hanya bermodalkan nguping-nguping sana-sini.

 

Tiada Rotan Akar pun Jadi

Tiada Rotan Akar pun Jadi via suaramahasiswa
Tiada Rotan Akar pun Jadi via suaramahasiswa

Bagi para aktivis, kantin merupakan tempat yang nyaman pula buat rapat, membahas progress dan rencana-rencana apa yang dilakukan, kalo lagi gak ada kelas yang bisa dipinjem atau tempat yang memadai untuk rapat. Satu-satunya pilihan ya kantin itu lagi. Meja dan kursi panjang menurut mereka adalah alternatif yang tepat untuk meletakkan kertas-kertas proposal dan saksi cikal bakal terwujudnya visi misi yang telah lama terpendam.

 

Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk

Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk via indonesiamengglobal
Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk via indonesiamengglobal

Kantin pasti rame banget pas jam makan siang, apalagi jumlah meja dan kursinya juga terbatas. Kalo kamu pernah masuk kantin, udah bawa-bawa piring makanan, tapi pas clingak-clinguk ternyata semua meja penuh, yak selamat kamu adalah bagian dari tipe ini! Ujung-ujungnya sok asik sama orang lain deh, nimbrung-nimbrung. Ada lagi yang dateng ke kantin cuma bengang bengong main hape.

Nih ya bisa gue tebak, tipe ini gak tau mau ngapain tapi masih ada urusan di kampus terus gak punya temen. Ya, udah bengong di kantin aja lah! Udah gitu biasanya di kantin-kantin ini, Hotspot UI nya kenceng, iya atau iya?

 

Ada Udang di Balik Batu

Dari jauh liatin si doi via youthmanual
Dari jauh liatin si doi via youthmanual

Sepertinya kantin merupakan tempat yang paling strategis dan paling possible untuk mengintai gebetan yang sedang kita kejar. Tujuannya ke kantin ternyata ada maksud lain, demi melihat si gebetan. Pada jam-jam makan siang, mahasiswa bertipe ini sudah duduk manis sambil memperhatikan sekeliling, siapa tau gebetannya juga dateng makan siang sehingga bisa sekadar basa-basi ikutan duduk. Di bawah. Meong meong.

 

Seludang Menolak Mayang

Seludang Menolak Mayang via auflakings
Seludang Menolak Mayang via auflakingsp

 

Gak bisa dipungkiri juga kalo mungkin kantin menjadi tempat kekuasaan bagi para mahasiswa yang belagak punya nama, sampe-sampe orang lain gak boleh/ditolak untuk duduk di tempat-tempat tertentu. Mereka telah terbiasa nongkrong di tempat tersebut sampe-sampe jadi “keramat” dan ditetapkan sebagai destinasi tetap, gak ada yang berani dudukin kecuali dengan seizin empunya; padahal mah gak lebih dari meja dan kursi reot.

Ya kira-kira begitulah tipe-tipe pengunjung kantin, gak cuma di kampus UI, bisa juga di kampus-kampus lain atau bahkan di sekolah. Intinya ya sama aja; kantin itu tempat makan dan merupakan fasilitas umum yang semua orang berhak menggunakannya, asal tetap bijak dan menjaga kebersihan. Nah, dari semua tipe pengunjung di atas, kamu termasuk tipe yang mana?

Buat Kamu, Sahabatku yang Selalu Ceroboh dan Pelupa Namun Tak Ingin Dilupakan

Kalian semua pasti pernah lihat broadcast atau posting entah di grup atau di timeline tentang mahasiswa/i malang yang tak sengaja kehilangan barang berharganya, entah itu dompet, tas, binder, handphone, kunci motor, kunci kosan, kamera, handycam, laptop, laptop yang isinya skripsi (beda loh), atau malah kehilangan semua itu sekaligus, dan kehilangannya entah karena tertinggal di bikun, meja, atau di mana pun. Ngeri dan kasian, dan berharap ada manusia setengah malaikat yang baik hati yang menemukan dan mengembalikan semua barang-barang itu dengan selamat, sehat wal afiat.

Namun, alangkah baiknya apabila human error yang dapat menyebabkan kerugian besar itu dikurangi atau malah diatasi, dengan cara menanggulangi sifat pelupa dan ceroboh dalam meninggalkan barang pribadi seperti itu. Nah, ini beberapa tips untuk kamu-kamu yang sering lupa sama barang pribadi dan meninggalkannya di sembarang tempat macam mantan yang sudah tak dibutuhkan dan ingin dilupakan.

Always with a guardian

Sampaikan pada semua temen bahwa kamu suka ceroboh dan ninggalin barang via
Sampaikan pada semua temen bahwa kamu suka ceroboh dan ninggalin barang via Photo Credit: Skyline College PR & Marketing via Compfight cc

Ini cara yang paling gampang sebenernya. Sampaikan pada semua temen bahwa kamu suka ceroboh dan ninggalin barang. Pastikan buat pilih beberapa teman yang selalu bareng kamu lalu jadikan mereka tandem untuk ingetin kamu tentang barang-barang pribadi. Mereka memang temen kamu yang baik, tapi mungkin gak ada salahnya favor itu ditukar dengan sesuatu with flavors. Traktir sekali-sekali boleh kali.

Atau kamu bisa cari temen yang juga suka ceroboh, dan kalian berdua beneran jadi tandem yang saling mengingatkan satu sama lain. Jadikan teman kamu guardian kamu yang selalu mengingatkan, mungkin bisa juga jadiin dia orang yang ngingetin solat, makan, belajar, kuliah, bangun sahur… ehm… itu guardian, pacar, apa alarm? Mungkin tiga-tiganya.

 

Buat checking scheme

Buat checking scheme biar gak ada yang ketinggalan via livescience
Buat checking scheme biar gak ada yang ketinggalan via livescience

Oke, checking scheme ini sebenernya patent pending *ceilah. Checking scheme ini artinya skema yang kamu kustomisasi sendiri (wordingnya macam orang jualan laptop) berdasarkan barang pribadi yang kamu punya atau kamu bawa. Misal kamu akan berangkat ke kampus atau ke suatu tempat dengan membawa laptop, handphone, tab, dompet dan, earphone. Di depan pintu, cek semua barang bawaan itu secara berurut entah dari bawah atau dari atas, atau alfabetis, terserah deh. Baru berangkat. Nah, setelah sampai, lakukan lagi checking scheme, pastikan semuanya lengkap.

Lakukan checking scheme setiap kamu sampai atau akan meninggalkan suatu spot, sehingga probabilitas kamu meninggalkan sesuatu jadi sangat kecil. Kalaupun tertinggal, kamu selalu bisa melacaknya berdasarkan memori.

 

Always look back

Kamu harus selalu cek tempat kamu duduk kapan pun kamu meninggalkannya via punto
Kamu harus selalu cek tempat kamu duduk kapan pun kamu meninggalkannya via punto

Always look back, but never with anger. Penggemar Oasis banget sih ya.

Anyway, always look back itu bukan berarti kamu harus selalu mengenang sesuatu dan mengingat sesuatu sampai gak bisa move on. Maksudnya adalah kamu selalu cek tempat kamu duduk kapan pun kamu meninggalkannya. Misalnya di kantin dan mau ke kelas, lihat ke meja apakah kamu ninggalin sesuatu.

 

Never take anything out the bag unless you really need it

Jangan keluarin laptop dari tas kecuali bener-bener butuh via theodysseyonline
Jangan keluarin laptop dari tas kecuali bener-bener butuh via theodysseyonline

Ya, jangan keluarin laptop dari tas atau dompet dari kantong atau handphone dari kantong kecuali bener-bener butuh atau memang mau stay di satu spot. Ini mengurangi kemungkinan kamu naro sesuatu dan kelupaan.

 

One bag

Masukkan semua barang-barang ke dalam satu tas via answersconsultancy
Masukkan semua barang-barang ke dalam satu tas via answersconsultancy

Semua dalam satu tas, sehingga kamu gak ribet bawa-bawa, dan lebih kecil kemungkinan kamu bakal ninggalin salah satu dari barang kamu di suatu tempat. Ini biasa terjadi ke gadis-gadis baru kuliah yang ke kampus bawa tas badai (iya tas badai, masih inget post tentang tas mahasiswa kan?) tapi bindernya gak muat masuk, jadi bindernya ditenteng dan pas ke toilet itu binder ketinggalan. Klasik sih.

Kecil banget probabilitasnya kamu ninggalin satu-satunya tas yang kamu bawa, jadi mending semua masuk. Eits, ini beda cerita kalau kamu dijambret. Ya akhirnya semua ilang ikut ke jambret.

Itulah tips buat kamu yang suka pelupa dan ceroboh ninggalin barang-barang kamu. Yuk, bagikan informasi ini lewat Facebook, LINE dan Twitter kamu! Semoga bisa membantu dan ga kada lagi yang perlu kehilangan barang pribadinya, apalagi tambatan hatinya.

Panduan Wisata Kuliner: UI Food Guide by Foody Indonesia

Salah satu kuliner UI

Kuliah enggak cuma untuk mencari ilmu. Kuliah juga merupakan sarana untuk mencari koneksi dan sahabat-sahabat baru, menjelajah jenjang kehidupan yang lebih tinggi agar kita semua siap di masa depan.

Dan yang paling penting adalah, kuliah juga merupakan puncaknya pengalaman-pengalaman super seru yang bakalan bikin perubahan besar dalam hidup. Salah satunya adalah pengalaman kuliner. Jangan salah, di kampus pun kita juga bisa melakukan petualangan kuliner. IYAAAA beneran, petualangan kuliner… bukan petualangan S**rina, hehehe. Apalagi nih yah kalau kampus kamu memiliki banyak fakultas dengan gedung yang berbeda-beda.

 

Nah, salah satu kampus dengan kantin yang banyaknya minta ampun adalah Universitas Indonesia kampus Depok. Wah, kayaknya sehari aja nggak akan cukup deh buat kita keliling-keliling kantinnya. Soalnya, UI tuh memiliki dua belas fakultas yang tersebar di tanah seluas 312 hektar. 312 hektar GUYSSSS!!! Bayangin deh tuh seluas apa kampus UI ini, dan bayangkan sebanyak apa kantin-kantin di setiap fakultasnya? Gimana mau nyobain satu-satu nih kalau belum apa-apa udah ciut duluan.

Eitssss, nggak usah panik Foodee. Soalnya, tim Foody.id sudah menyiapkan Food Guide untuk Foodee yang mau menjelajah kuliner di Universitas Indonesia. Kita akan memberikan rekomendasi stall, menu-menu populer, lokasi dan foto-foto makanannya di sebelas fakultas yang akan dijelajahi.

Salah satu kuliner UI

Nggak berhenti sampai di situ aja, karena tim Foody.id juga mempersembahkan video review dalam bentuk tiga part yang pastinya bakalan bikin Foodee ngiler kelaparan di kelas. Nggak tanggung jawab yah kalau sampai ditegur Dosen karena ngebayangin enaknya berbagai makanan di kantin-kantin itu, hehehe.

Dimulai dari Fakultas-fakultas bagian depan seperti FISIP, FIB, FE dan FT. Kemudian lanjut ke Fakultas-fakultas bagian tengah, FPsiko, Fasilkom, FH dan kantin Perpusat. Sampait akhirnya ke fakultas-fakultas paling jauh yang musti naik Bikun, karena kalau jalan kaki lumayan juga betis bisa jadi sebesar talas Bogor, (peace!) yaitu RIK, FKM, FMIPA, dan Vokasi.

Salah satu kuliner UI

So, are you ready to begin your culinary journey with Foody Indonesia?

Langsung aja klik poster-poster berikut and let Foody.id guide you to every cafetaria in your University.

UI Food Guide #1 (FE, FIB, FISIP, FT)
UI Food Guide #1 (FE, FIB, FISIP, FT)

 

UI Food Guide #2 (FH, Psikologi, Fasilkom, Perpusat)
UI Food Guide #2 (FH, Psikologi, Fasilkom, Perpusat)

 

UI Food Guide #3 (FKM, RIK, FMIPA, Vokasi)
UI Food Guide #3 (FKM, RIK, FMIPA, Vokasi)

(http://www.foody.id/article/ui-food-guide-part-1-102)

 

(http://www.foody.id/article/ui-food-guide-part-2-103)

 

(http://www.foody.id/article/ui-food-guide-part-3-105)

 

(http://www.foody.id/article/ui-food-guide-part-1-102)

 

(http://www.foody.id/article/ui-food-guide-part-1-102)

 

 

(http://www.foody.id/article/ui-food-guide-part-1-102)

Ini Nih Sisi Positif dan Negatif Jualan di Kampus Dikelilingi Mahasiswa

Ada kalanya ketika mahasiswa iseng bengong di kantin karena diusir dari kelas sama dosen gegara telat sampe 45 menit, mahasiswa itu memikirkan hal-hal yang gak penting. Misalnya, makan apa yang enak tapi murah dan ngenyangin plus sehat? Akhirnya setelah sadar bahwa gak ada makanan yang kaya begitu, mulailah berpikir kalau misalnya jadi pedagang mau jualan apaan dan gimana kalau jualan di kampus? Kan seru banyak mahasiswa. Eits, tapi tentu saja jualan di kampus dikelilingi mahasiswa ada sisi positif dan negatifnya. Apa aja tuh?

BACA JUGA: Tambah Uang Sakumu dengan 7 Peluang Bisnis Jasa Sederhana Ini

 

Mahasiswa Ngutang

Mahasiswa Ngutang via rinaldimunir
Mahasiswa Ngutang via rinaldimunir

Ya, wajar sewajar orang idup butuh napas. Bukan untuk menunjukkan bahwa mahasiswa idupnya melarat gegara tabungan plus uang jajan ludes dibeliin iPhone 6 dan layarnya retak padahal baru seminggu pake, tapi emang beberapa mahasiswa ada yang udah dari sononya demen ngutang. Entah males ngeluarin dompet atau emang punya dompet tapi gak ada isinya. Bisa juga karena pengaruh tinggal di negara yang emang punya banyak utang dan suka menghindar ketika disuruh bayar. Yang jelas ini salah satu gak enaknya jualan di kampus dan ini real. Ada mahasiswa yang ngutang ke tukang minuman di kantin fakultasnya sampe Rp300 ribu. Kacau gak tuh?

 

Mahasiswa Tuker Duit

Pagi-pagi udah nuker duit aja, Neng via nongkrongmen
Pagi-pagi udah nuker duit aja, Neng via nongkrongmen

Hayo, siapa yang gak pernah? Dari emak-emak sampe mahasiswa yang udah jadi emak juga pernah melakukan ini. Ya, gak enak loh, tiap hari harus ngumpulin receh supaya ada kembalian besok pagi, karena ada mahasiswa yang tiap hari tuker duit dan itu gak cuma satu. Katakan empat mahasiswa beli Aqua gelas pake duit seratus ribu. Dan minta kembaliannya langsung, gak mau ngutang dulu. Kan rese.

 

Mahasiswa Jajan Berpola

Mahasiswa Jajan Berpola via batikimono
Mahasiswa Jajan Berpola via batikimono

Ini antara sisi positif dan negatif, sih. Ada mahasiswa yang jajannya itu-itu doang. Bagus kalau emang jajannya itu itu aja dan kebetulan barangnya ada. Lah, kalo dia suka iseng ngeborong dan yang lain jadi gak bisa beli atau ini mahasiswa gak mau beli kalau bukan yang dia mau?

Terus saking berpolanya, ini mahasiswa pesenannya sama persis tiap hari tapi ribetnya gak ketulungan. Mau mie rebus pake dua telor mata sapi tapi yang satu matanya harus ngedip. Just, what is that and how to make that?

 

Mahasiswa Hyperactive

Mahasiswa Hyperactive via cottonladysis
Mahasiswa Hyperactive via cottonladysis

Ini jarang terjadi tapi legendaris. Alkisah ada mahasiswi yang baik hati cantik dan kadang suka sombong, sering jajan di sebuah counter di kantin fakultas. Dia pesen sesuatu yang gak ada di menu, tapi merupakan kombinasi dari apa yang ada di menu. Nah, ini mahasiswi sangat perfeksionis, dan apa yang dibikinin buat dia gak pernah perfect, sampai akhirnya si mahasiswi ini request untuk bikin sendiri makanannya. Si pedagang, terkesan sama baik dan hyperactivenya si mahasiswi, akhirnya menamai makanan itu dengan namanya hingga kini. Menguntungkan, karena si mahasiswi ini selalu beli menu itu. Setia, ceritanya. Atau narsis?

 

Mahasiswa Gaul

Mahasiswa gaul via campredodellaconcetta
Mahasiswa gaul via campredodellaconcetta

Nah, ini salah satu serunya jualan di kampus, karena such thing jarang banget terjadi di restoran di luar kampus. Ketika ada mahasiswa terlalu gaul dan begitu friendly, ia kenalan sama yang jaga kantin. Terus, mereka kenalan dan sering ngobrol sampe-sampe si mahasiswa ini bikin temen-temennya sering beli juga dagangan si penjaga kantin. Saking deketnya, si penjaga kantin ini sampe kenal sama mantannya si mahasiswa dan ngeledekin mereka berdua kalau si cewek beli dagangannya. Seru abis. Asal gak malu-maluin aja.

 

Hem, ada lagi yang perlu ditambahin? Skenario kalau kamu dagang di kampus? Ayo share tulisan ini via Facebook, twitter dan Line!

Sosok Heroik di Kampus yang Seharusnya Kamu Apresiasi

 

Beberapa waktu lalu kita memperingati Hari Pahlawan, karena kita berusaha menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Nah, sehubungan dengan apresiasi terhadap pahlawan itu, BMKG merasa harus lihat sekeliling dan mencari sosok-sosok heroik di lingkungan kampus yang mungkin tanpa sadar luput dari mata dan apresiasi kita. Jangan kaget lihat hasilnya.

 

Dosen

Dosen juga jadi pahlawan
Dosen juga jadi pahlawan

Hey, hey, coba diturunkan dulu sikap sinisnya sejenak dan jangan langsung baper ketika denger kata ini. Ya, ada dosen galak, ada dosen baik, dan lainnya. Perlu diingat kalau mereka merupakan pengajar, termasuk dalam kategori pahlawan tanpa tanda jasa.

Oke, kalau emang masih sulit mengakuinya gegara beberapa dosen telah memutuskan untuk menghias academic records kamu dengan agak tega sehingga frasa ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ itu gak bisa kamu terima seutuhnya, coba denger argumen berikut.

Heroes are not born; they’re made. Pikir baik-baik, mahasiswa nantinya yang akan pegang kemudi ini bangsa, dan dosen-dosenlah yang berdiri paling depan dalam hal membentuk pahlawan masa depan ini. Gak sembarangan, loh. Mereka macam quality control di barak pelatihan para pahlawan. Pikiran mereka yang cerdas gak digunakan sekadar cari kepuasan dan kejayaan pribadi. Mereka mau menorehkan sesuatu yang lebih besar pengaruhnya terhadap masa depan bangsa, yaitu membentuk mahasiswa yang cerdas dan kritis. Kurang heroik apa?

 

The Sharing Master

Mereka yang tak pelit ilmu, juga jadi sosok yang heroik di kampus via tempo
Mereka yang tak pelit ilmu, juga jadi sosok yang heroik di kampus via tempo

Namanya macam super hero atau hero di RPG gituh, tapi jangan salah, ini bukan yang tukang share hal-hal aneh atau sedih atau gak penting untuk dapet banyak like biar famous. Ini adalah sharing master di area kampus; mereka yang punya berbagai macam bahan kuliah, berbagai macam tugas-tugas yang tertata rapi dan siap membagi itu semua ke siapa pun yang membutuhkan, sekaligus berbagi tips supaya tugas dan bahan kuliah itu bisa dimanfaatkan bahkan dikembangkan dengan maksimal. Itu Sharing Master sejati.

 

Mr./Ms. Ambitions

Mereka yang ambius juga bisa jadi pahlawan via udinnews
Mereka yang ambius juga bisa jadi pahlawan via udinnews

Ini juga namanya kaya superhero, temennya Mr.Fantastic atau Ms.Marvel: mereka adalah temen-temen kamu yang punya ambisi. Bisa mahasiswa ambis yang kerjaannya nyelesaiin tugas dan bikin para deadliner panik, bisa mereka yang punya ambisi berkarya untuk mengubah opini publik, bisa juga yang ambis mendapatkan apa yang dia mau, entah beasiswa atau gadis cantik yang dia damba.

Intinya mereka punya ambisi, dan ambisi itu positif. Mereka punya sesuatu untuk dikejar dan menjadi sesuatu yang melebihi dirinya yang sekarang, maksimalin potensial. Itu heroik loh, karena ada banyak dari mereka yang cepet puas, nyantai, dan gak peduli, yang ambisinya cuma pulang cepet untuk tidur dan besok pagi kuliah lagi, nyerah sama rutinitas dan absurditas. Hidup emang berawal dari mimpi, Bung, tapi isinya gak cuma tidur.

 

Penjaga Kantin

Penjaga kantin? Pahlawan di akhir bulan
Penjaga kantin? Pahlawan di akhir bulan

Ini juga heroik. Tapi alesannya lebih sederhana; sebagian rela diutangin sama mahasiswa. Bahkan sampai ratusan ribu. Kadang emang ada mahasiswa yang susah ketika tanggal tua, dan penjaga kantin punya rasa kemanusiaan yang tinggi.

Heroiknya penjaga kantin juga bisa dilihat dari gimana mereka jualan dengan jujur, karena jujur adalah kualitas yang gak selalu dimiliki orang.

 

Semua Orang; Kamu Juga

Semua Orang; Kamu Juga via bem.pefe.ui
Semua Orang; Kamu Juga via bem.pefe.ui

Ya, oke, kesannya tulisan ini membuat makna ‘pahlawan’ dan ‘sosok heroik’ terlalu umum. Seakan semua orang adalah pahlawan. Tenang, BMKG selalu punya argumen.

Semua orang melalui harinya masing-masing, dan pasti ada perjuangan di setiap harinya. Siapa pun itu, dan apa pun perjuangannya.  Mahasiswa anak pejabat, dosen anak satu, mahasiswi tanpa mantan, tukang sapu di sekitaran kandang rusa, supir bikun, satpam fakultas, semuanya bertarung dan berjuang masing-masing. Gak gampang untuk melihat perjuangan orang, dan dengan kamu berani melihat seseorang gak cuma dari kemudahan apa yang mereka nikmati, kamu juga sedang mempraktikkan sifat heroik: kamu apresiasi mereka atas kerjaan mereka. Give credits, take blame; itu heroik, Bung. Dengan sikap sinis dan apatis non-altruis yang lagi nge-tren, gak sembarang orang bisa mengapresiasi orang lain.

Satu lagi. Ketika semua orang berperan sesuai perannya, berjuang dalam perjuangannya masing-masing dan saling mengapresiasi, mereka udah berhasil mencapai sesuatu yang keren: they’ve became heroes for each others.

Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line; bukan supaya banyak yang like (well, itu juga sih), tapi supaya yang baca sadar, mereka juga bisa jadi pahlawan.

 

Inilah Hasil Wawancara BMKG Tentang Kebiasaan Mahasiswa di Pagi Hari

 

Ayo, mahasiswa, pagi-pagi ngapain biasanya? BMKG kini kembali beraksi membahas hal-hal yang… gak penting dan gak krusial karena memang sesungguhnya BMKG kurang gawean. Pasca mewawancarai segala jenis mahasiswa, ini adalah beberapa kebiasaan mahasiswa kalo pagi-pagi. Apa aja tuh?

 

Pasang alarm ekstra

Pasang alarm ekstra via montgomerycollege
Pasang alarm ekstra via montgomerycollege

Lucunya mahasiswa, ada yang memang akrab sama alarm, ada yang musuhan. Musuhan itu as in ketika si alarm ‘ngomong’ tapi si mahasiswa menhiraukannya, macam dua cewek lagi betengkar berebut cowok yang padahal mereka berdua pun belom kenalan. Sedangkan yang akrab, mereka mau mendengarkan alarm bahkan hubungannya saling pengertian.

Sepengertian apa? Nah, salah satu kasus yang lucu adalah ada mahasiswa nyetel alarm pukul tujuh kurang lima menit, lalu pukul tujuh lewat tujuh menit. Kenapa?

Katanya, ini alarm jadi mengingatkan si mahasiswa bahwa ada 5 menit ekstra sebelum pukul tujuh. Dan dia kembali dibangunin pada jam tujuh lewat tujuh, supaya si mahasiswa bangun dan ada waktu tiga menit untuk ngumpulin nyawa sampe 7 lewat 10. Absurd, tapi membuktikan keakraban mereka dengan alarm ekstra.

 

Malah ke kantin

Biar ada dosen, karena kebiasaan tetep aja ke kantin dulu via Mufid Afif
Biar ada dosen, karena kebiasaan tetep aja ke kantin dulu via Mufid Afif

Kebiasaan mahasiswa pecinta kantin adalah ketika mereka sampe kampus, kaki mereka secara otomatis menuju kantin. Entah kenapa ya, tapi memang begitu adanya. Mungkin mitos mata kaki bisa menentukan jalannya sendiri.

Seringnya lagi, ketika udah tau kelas pukul 8 dan mereka menginjakkan kaki di kampus pukul 8 lewat pun, mereka malah ke kantin. Mereka merelakan dateng telat dan risiko dimarahin dosen cuma untuk duduk di kantin pagi-pagi, mungkin tambah kopi, gorengan, dan rokok.

 

Nyampe kelas ngantuk

Nyampe kelas ngantuk via
Nyampe kelas ngantuk

Mahasiswa punya kualitas yang mendarah daging, yaitu ngantuk yang eternal. Nah, yakin seyakin-yakinnya, ini skenario yang sering terjadi dan dialami oleh mahasiswa. Mahasiswa udah berhasil bangun dari kasur dengan penuh perjuangan, dan berangkat tanpa rasa kantuk.

Eh, ternyata itu rasa kantuk ada sequel-nya. Nyampe kelas, baru aja duduk, gak lama langsung ngantuk lagi. Jidat udah nempel meja atau dagu ditopang tangan biar gak jatoh gara-gara ngantuk.

 

Gak nyampe kelas sama sekali

Gak sampe kelas, nonton di mac room via everlastinggaze
Gak sampe kelas, nonton di mac room via everlastinggaze

Yaa, ini yang paling umum seumum umumnya.

Entah gak sempet bangun, atau gak jadi berangkat, atau nyangkut di kantin. Mereka ujungnya malah gak nyampe kelas sama sekali. Kebiasaan pagi mahasiswa yang meskipun enak awalnya, tapi bisa berakibat fatal dan menunda atau bahkan membatalkan kelulusan. Ati-ati deh.

Nah, apa kebiasaan kamu kalo pagi-pagi? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line dan berbagi kebiasaan pagi dengan mahasiswa lain!

 

Hal-hal Menyebalkan Ini Bisa Terjadi Pas Seminar

Mahasiswa itu beragam kelakuan dan ketertarikannya. Ada yang super rajin sampe lupa main, ada yang keranjinan main, ada yang sukanya arsitektur tapi nyasar masuk FKG (agak gak bisa dibilang nyasar juga sih), ada yang sukanya debat politik tapi masuk FMIPA. Macem-macem deh, dan sebenernya gak dosa juga dan malah bagus. Mahasiswa emang idealnya punya banyak interest dan berwawasan luas. Gak dosa kalau anak sastra ngerti tentang kedokteran dan anak ekonomi suka sama psikologi.

BACA JUGA: Informasi Terkini Perihal Seminar atau Acara di UI dapat Kamu lihat di sini

Wawasan luas dan interest yang beragam itu kadang terobati dengan adanya berbagai seminar-seminar di sekitaran kampus atau malah seminar nan jauh di suatu tempat di muka bumi, yang memenuhi dahaga wawasan terpendam mahasiswa. As long as mereka tertarik, mereka pasti bakal memunculkan diri. Namun, banyak juga mahasiswa yang sok aksi ikut seminar, padahal cuma naksir sama free snack dan sertifikatnya. Faktanya, siapa pun yang dateng, gak setiap seminar went well atau berjalan lancar. Berikut ini adalah beberapa skenario umum kegagalan seminar yang didatangi mahasiswa.

 

Ngobrol dan scroll-scroll

Ngobrol dan scroll-scroll via
Ngobrol dan scroll-scroll via Photo Credit: Georgia Southern University via Compfight cc

Gak bisa dipungkiri lagi, kelakuan mahasiswa kalau udah bosen dengerin seseorang yang lagi ngomong di depan publik, pasti bawaannya mau ikutan cuap-cuap. Secara konsep itu sebenernya manusiawi, gimana sih kalo lagi di kantin, temen ngobrol tapi topiknya gak asik? Ganti topik lah. Begitu pula yang terjadi pada seminar. Kalau misalnya pembicaraannya gak asik atau gak kedengeran, atau si pendengar gak ngerti, ujungnya adalah riuh rendah bisik-bisik cekakak-cekikik mahasiswa. Apa mau dikata?

Kalaupun gak ngobrol, mereka bakalan scroll-scroll alias mainan gadget, intinya ya gara-gara bosen atau mati gaya. Tapi itu juga manusiawi, karena jangankan ketika seminar yang gratis dan dapet snack, orang lagi di bioskop aja kalau filmnya bosan dan mengecewakan, pasti pada buka gadget. Itu film dan mereka bayar, loh. Masih untung gak bete terus keluar.

 

Ngantuk dan tidur

Ngantuk dan tidur via arafiex
Ngantuk dan tidur via arafiex

Gak perlu dijelasin. Intinya, bosen, ngantuk, lalu tidur. Kalo epik banget ya paling dibangunin ama panitia.

 

Gemes sama mediator

Gemes sama mediator via arofanoor
Gemes sama mediator via arofanoor

Ini yang sebenernya paling gak enak. Puncak banget. Kadang satu dari ratusan seminar itu topiknya gak bener-bener bikin excited. Kadang memang ada beberapa seminar yang penting dan berguna kelak di masa depan plus bisa dapet sertifikat bergengsi. Beberapa seminar malah ada yang pembicaranya luar biasa keren dan bikin rela bolos kuliah tanpa merasa bersalah (kadang yang males malah emang dateng seminar buat bolos).

BACA JUGA: Pengen Kabur dari Kelas? Mikir!

Tapi kemudian ada satu seminar, judulnya aja bikin merinding excited, pembicaranya terkenal keren cakep dan pernah beberapa kali mampir dalam mimpi, gratis, dapet snack dan sertifikat, penyelenggaraannya rapi dan profesional. Eh, taunya si mediator gak jelas. Mau ngelucu, jayus. Pertanyaan gak ada yang berbobot dan mewakili audiens, gak bisa bikin suasana yang enak padahal narasumber udah kece. Mediatornya gugup, atau malah gak menguasai topiknya.

Gemeslah kamu mau mencabik-cabik itu mediator dan menggantikannya sendiri.

 

Konten mengecewakan

Konten mengecewakan
Konten mengecewakan

Salah satu jenis seminar yang memperdayai mahasiswa adalah seminar yang punya baliho segede gedung dua lantai, desainnya memanjakan mata, dan judulnya menggugah selera (berasa makanan), tapi ternyata itu semua tipu daya. Judulnya bikin kamu berharap tapi kemudian kamu diphpin sama kontennya.

Misal judulnya menarik macam “Pembuatan Kebijakan Politik Berdasarkan Multikulturalisme dalam Game of Thrones” atau apalah yang kesannya menggabungkan akademik dan non-akademik secara epik. Namun, isinya gak sesuai yang kamu harapkan dan malah berubah jadi dialog antarfans. Yang begitu mah baca aja di forum. Terus kamu bete terus pulang.

 

Pembicara terkenal tidak dapat hadir

Pembicara terkenal tidak dapat hadir via bempsikologiui
Pembicara terkenal tidak dapat hadir via bempsikologiui

Kamu sudah pernah lihat di baliho, sebuah semiar dengan judul keceh dan pembicara yang terkenal bikin kamu geregetan mau ikut. Tanggal udah cocok, jam juga udah cocok sama jadwal kamu, gratis, dan tempatnya gak jauh, eh tapi di akhir nama si pembicara ada tanda bintang (*), yang biasanya berujung kekecewaan. Kalo di advertisement itu tanda * memunculkan kekecewaan gara-gara artinya ‘syarat & ketentuan berlaku’, which is a big turn off, ketika di sebelah nama, itu tanda * artinya “kehadiran menunggu konfirmasi”. Kebanyakan, itu tanda * artinya adalah ‘kedatangan si pembicara adalah suatu keajaiban yang takkan pernah terjadi’. Mengecewakan.

Nah, pengalaman apa yang pernah kamu alami saat seminar? Tetiba mati lampu? Atau si pembicara marah-marah ngambek? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, dan juga berikan komentar tentang fenomena seminar ini biar seru!

Dunia Kampus Tapi Masih Rasa SMA?

 

Sebentar, maksudnya apa ya, kampus rasa SMA? Apakah ini mau ngomongin mahasiswa-mahasiswa yang punya wajah babyface dan bentuk fisik mirip anak SMA–ehm SMP–ehm SD atau TK, sehingga kuliahnya berasa SMA?

Enggak. Kita ngomongin yang lain. Tapi ide bagus tuh, mungkin lain kali diomongin. Kali ini, kita bakal omongin skenario-skenario apa aja di kampus yang bisa bikin kamu teringat atau berasa kembali ke SMA.

Dosen gak masuk

Suasana dosen atau guru gak masuk, ya gak beda jauh via phpologist
Suasana dosen atau guru gak masuk, ya gak beda jauh via phpologist

Ya, dosen atau pengajar yang gak masuk itu tipikal SMA banget ya. Beliau gak masuk dan kalau kalian beruntung gak ada pengganti, kalian bisa punya free time. Bedanya cuma kalian bisa tetep isi daftar presensi, kalian bisa langsung pulang tanpa ada masalah kalau gak ada kelas lagi, dan kalaupun ada, kalian bisa main ke kantin.

BACA JUGA: Momen-momen “Surga” yang Dirindukan Oleh Mahasiswa

Terus, emang berasa SMA? Bisa aja, cobain habiskan waktu di kelas bareng temen-temen sampai jam kuliah bersangkutan selesai. Lihat gimana kerusuhan di kelas yang progressif. Mirip-miriplah kaya waktu SMA.

 

Tugas enteng

Ngeliat temen ngerjain tugas rumah ikut-ikutan nyalin via nencimarselina
Ngeliat temen ngerjain tugas rumah ikut-ikutan nyalin via nencimarselina

Mari semua sejenak bersyukur dan mengakui bahwa meskipun tugas kuliah itu kebanyakan berat dan menyengsarakan, pasti ada aja yang sebenernya gampang dan saking gampangnya ampe kelupaan.

Dan tugas-tugas enteng sederhana gak penting itulah yang bikin ngampus rasa zaman sekolah, ketika kamu dateng ke kelas, liat temen-temen semua pada sibuk ngerjain atau nyalin tugas sepele itu, dan kamu panik lalu ikutan nyalin.

BACA JUGA: Percayalah, Kamu Tidak Akan Mau Satu Tugas Kelompok Sama 5 Jenis Orang Ini!

Iya, pekerjaan rumah yang dikerjakan di sekolah itu kadang terulang lagi di kampus, tanpa kamu sadari, itu bagian dari skenario kampus rasa SMA.

 

Si dia di kantin

Si dia di kantin via dikidot
Si dia di kantin via dikidot

Inget gak waktu zaman SMA kamu naksir anak kelas sebelah? Atau malah junior atau malah senior? Dan satu-satunya tempat bagi kamu untuk ‘bertemu’ dia adalah di kantin. Bedanya, di kampus lebih susah lagi. Jadwal di SMA mah enak, istirahat barengan. Lah, di kampus?

BACA JUGA: Ketika Mantan Masuk UI Juga, Aku Harus Apa?

Istirahat barengan satu kampus, kamu gak dapet tempat duduk di kantin. Nah, skenario masa SMA terulang ketika kebetulan kamu ada satu hari–iya, satu hari aja–jadwalnya barengan sama si dia. Kadang papasan di koridor, kadang bangkunya gak jauh-jauhan di kantin jadi bisa curi-curi pandang sebelum kenalan. SMA banget.

 

Pulang bareng

Pulang bareng via depoknews
Pulang bareng via depoknews

Skenarionya sama kaya jadwal bareng di kantin, kamu gak selalu dapet jadwal pulang bareng sama dia. Kadang kamu udah merdeka raya jumawa luar biasa karena kelas selesai pukul 10 pagi, tapi si dia baru beres kelas pukul empat sore. Gak bisa pulang bareng.

BACA JUGA: Hati-hati Modus Pencurian Barang Dalam Mobil! (Kejadian di Daerah Tanjung Barat)

Kamu gak secinta itu sampe mau nungguin dari pukul 10 sampe pukul 4 di kantin. Nah, skenario rasa SMA adalah ketika meskipun beda jurusan dan angkatan tapi kamu bisa pulang bareng dia karena jadwalnya barengan. SMA banget.

 

Berisik di kelas

ingetkan gimana berisiknya pas gak ada guru via phpologist
Ingetkan gimana berisiknya pas gak ada guru via phpologist

Ini nih, yang menurut banyak orang yang telah diwawancara BMKG, adalah skenario kampus paling berasa kaya SMA. Inget gak dulu, waktu kamu masih putih abu-abu, guru gak dateng karena entah bolos entah sakit entah kenapa, dan kelas kamu ramenya rusuh banget ngalahin dangdutannya orang kawinan?

BACA JUGA: Malu Dong, Ngaku Mahasiswa tapi Masih Aja Lakuin Hal Ini

Akhirnya guru kelas sebelah yang gak fokus akbiat bunyi bising yang membahana dari kelas kamu memutuskan untuk memunculkan diri dan marah-marah gak keruan karena kamu sekelas berisik. Yap, di kuliah juga kerap terjadi skenario demikian.

Dosen kelas sebelah keganggu sama bunyi bising binal membahana, dateng dan marah-marah gak keruan, padahal kamu sekalian gak ada yang kenal doi dosen jurusan mana, si dosen pun have no idea whatsoever kalian mahasiswa jurusan mana, yang penting marah-marah. SMA banget.

Nah, ayo, share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau ada yang kangen-kangen nista sama masa SMA, dan bisa nostalgia pake skenario-skenario di atas.

Sering Mangku Laptop Pas Ngerjain Tugas Bisa Bikin Impotensi Loh

Mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi kamu ngerjain  tugas kuliah pake laptop. Jadwal yang padat membuat kamu harus bisa menyelesaikan pekerjaan di mana saja dan kapan saja. Termasuk menggunakan laptop pada saat makan siang di kantin, di kosan, tak jarang kalau kepepet kamu kepaksa buka laptop di halte atau bahkan di dalam mobil.

Di saat mendesak tersebut, tentunya, kamu harus memangku laptop agar bisa mengerjakan tugas tersebut. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan memangku laptop dapat mengurangi kualitas sperma atau bahkan menyebabkan impotensi dini?

Sebuah grup peneliti dari Argentina mempublikasikan sebuah jurnal bertajuk Fertility and Sterility, yang menyebutkan bahwa betapa berbahayanya radiasi eletromagnetik yang dihasilkan oleh wifi dari laptop kamu. Penggunaan laptop yang tersambung dengan internet menggunakan wifi akan menghasilkan radiasi yang dapat mengurangi kualitas sperma, bahkan membunuhnya, bila kamu terlalu sering dan lama menggunakan laptop dekat dengan organ intim kamu. Nah, loh!

Ngerjain tugas posisi begitu emang nyaman banget.  (Sumber:)
Ngerjain tugas posisi begitu emang nyaman banget. (Sumber:Photo Credit: crowderb via Compfight cc)

Rusaknya sperma bila terkena paparan radiasi elektromagnetik tersebut dapat berpengaruh pada DNA yang dibawa oleh bayi yang dikandung oleh pasangan kamu di saat dia hamil. Itu pun, jika-nanti-suatu-saat-kamu-menikah-dan-punya-pasangan-hidup.

Kalau jomblo dan nggak kepengen nikah sih yaa.. bukan nggak apa-apa juga. Mengingat kesehatan reproduksi juga berperan penting lho terhadap perkembangan kesehatan bagian tubuhmu yang lain. Jika organ intim kamu gampang melemah, maka badan kamu pun juga akan cepat lesu dan tidak bersemangat. Akhirnya, kuliah kamu pun jadi tidak seseru hari-hari biasa. Nggak enak kan, saat kamu cuma bisa duduk di pinggir lapangan di saat kamu lihat teman-teman kamu asik main basket atau nge-goal-in bola.

Hubungan antara kualitas sperma dengan tingkat intelegensi seorang pria pernah dilakukan di University of New Mexico pada tahun 2008. Menurut penelitian tersebut, kualitas sperma yang kurang baik bisa menjadi indikator adanya penurunan fungsi otak yang berhubungan dengan kemampuan verbal dan aritmatika.

Hubungan ini terungkap saat peneliti memeriksa sampel air mani dari 425 veteran perang Vietnam di AS yang terkena dampak Agent Orange, senyawa kimia berbahaya yang digunakan untuk melumpuhkan gerilyawan. Selain mendapati penurunan jumlah sel sperma dalam air mani, peneliti juga mendapati bahwa kecerdasan para veteran menurun.

Kayaknya posisi paling aman emang kayak gini deh (Sumber:)
Ada meja, tapi laptop tetep di paha. (Sumber:Photo Credit: jasonEscapist via Compfight cc)

“Sperma dan kecerdasan sama-sama berhubungan dengan kebugaran fisik sehingga masuk akal jika di antara keduanya ada saling keterkaitan. Meski memang tak terlalu signifikan, terbukti ada keterkaitan,” ungkap salah satu peneliti yang terlibat dalam penelitian tersebut, Geoffrey Miller—seorang psikolog dari University of New Mexico.

Memang masih terdapat banyak opini mengenai dampak radiasi dari penggunaan wifi ini karena banyak gadget ber-wifi yang juga sering diletakkan dekat dengan organ intim, seperti telepon selular di saku celana bawah. Namun, selama hal ini masih diperbincangkan, produsen laptop, smartphone, dan komputer tetap saja mendulang keuntungan dari hasil penjualan tanpa membuktikan faktor keselamatan dalam menggunakan perangkat tersebut.

Nah, gimana nih sama kamu? Sudahkah kamu peduli dengan kualitas kesehatan kamu? Karena kalau kata adagium berbahasa Latin mengatakan “mensana in corpore sano” yang artinya “di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”.

Gimana menarikkan artikel di atas? Dan ini salah satu artikel yang membahas tentang kesehatan juga yang pernah ditulis di AnakUI.com: Fakta-fakta Salah Kaprah Tentang Mie Instan

Pengen hidup sehat? Yuk, bagikan tulisan ini ke teman-teman kamu lewat Facebook, Twitter atau LINE!

Kalau Boleh Berandai-andai, 4 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan Saat Jadi Dosen Kelak

 

Mahasiswa punya dosen yang dia nggak suka. Selalu. Ya, nggak? And, with that being said, pasti ada dong dosen yang disukai, entah dari cara ngajar maupun aspek lainnya. Ada banyak mata kuliah yang harus dilalui untuk ngejar batas minimal kelulusan 144 SKS, dan nggak semua mahasiswa mengingat dosen yang bukan pengajar prodinya masing-masing. Tapi tiap mahasiswa pasti punya dosen idola dan pasti pernah terbersit, gimana ya kalo jadi dosen? Nah, buat kamu yang akan, atau setidaknya punya keinginan untuk jadi dosen, ini 4 hal yang mungkin bakal dilakukan kalau kamu beneran jadi dosen.

Bikin Soal dan Ppt Pake Meme

Presentasi kayak gini mah ga zaman! (Sumber:)
Ngejelasin materi kayak gini mah ga zaman! (Sumber:Photo Credit: Paul Stainthorp via Compfight cc)

Iya nggak? Kapan lagi?! Ketika kamu jadi pengajar, dan kamu punya wewenang atas bentuk soal dan materi ajar yang mau kamu bawakan, kenapa enggak? Seru pasti!

What if I told you, that  there is 6 basic function of language?” #meme Morpheus dari The Matrix.

I don’t always understand quantum physics, but when I do, I forgot.”

“Ketika saya belajar Politik Luar Negeri Amerika tapi ternyata UAS-nya Filsafat Timur, di situ kadang saya merasa sedih.”

Dan lain sebagainya! Bayangin betapa senengnya mahasiswa kamu ketika dosen mereka gaul dan seru abis, sampe bisa bikin soal dan ppt pake meme, meskipun nggak menjamin kalau mereka bakal ngerti ataupun bisa jawab, tapi setidaknya mereka tertarik dan ngerasa nyaman selama kuliah.

 

Keluar Lebih Cepat

Pulang lebih cepat. (Sumber:)
Pulang lebih cepat. (Sumber:Photo Credit: Parker Knight via Compfight cc)

Jadilah dosen pujaan mahasiswa yang bisa dibanggakan dengan selalu keluar lebih dulu dibanding kelas-kelas lainnya. Seru dong, siapa sih yang rela lama-lama di kelas kalo nggak ada lagi yang bisa dibahas? Malah kalau memang nggak penting, liburin aja sekalian pertemuan itu. Diskusi presentasi nggak usah lama-lama kalau emang nggak ada yang mau nanya, biar cepet nyampe kantin hihi.

 

Ngusir Mahasiswa

"Tolong tutup pinut, dari luar." (Sumber: dfmittelkom)
“Tolong tutup pintu, dari luar.” (Sumber: dfmittelkom)

Pernah diusir dari kelas? Balas dendam gih. Kalaupun kamu nggak pernah diusir, niscaya, zaman apa pun dan di mana pun, pasti ada mahasiswa yang bikin gedek mau nabok pake bantal yang diisi batre bekas. Mahasiswa yang sok nyeletuk lucu tapi failed. Basi abis. Atau emang yang struktur mukanya ngeledek kalo ngajak ngomong. Nah, usir deh tuh. Eits, tapi ngusirnya nggak sembarangan. Pake cara yang lembut dan cerdas, kayak gini nih.

*Jalan ke pintu, buka pintu kelas, terus duduk lagi di kursi dosen*

“Kipli.”

“ Iya, pak?”

“Bisa tolong tutup pintunya?”

*si kipli bergerak ke pintu dan menutup pintunya*

“Loh, Pli, siapa bilang dari dalem? Tutup pintunya dari luar.”

*kipli bengong*

Voila, kamu baru saja berhasil mengusir mahasiswa jayus dari kelas! Ibarat main game, langsung achievement unlocked.

 

Buka Kelas di Kantin

Belajar di kantin boleh juga. (Sumber: manshurzikri)
Belajar di kantin boleh juga. (Sumber: manshurzikri)

Ini harus banget. Misalnya Senin pagi pukul 8 seharusnya ada kelas dan kerja kelompok untuk studi kasus. Kagetin mahasiswa kamu ketika mereka udah ngumpul di dalem kelas, ajak mereka keluar ngebawa tasnya, dan dateng ke kantin. Suruh mereka duduk di meja berbeda sesuai dengan kelompoknya, dan kelas dimulai. Seru, dong? Mereka bisa studi kasus sambil sarapan, kamu juga bisa nimbrung ke masing-masing meja kelompok, dan cuilin makanan atau icip-icip minumannya mereka. Merekanya seru, kamu dapet sarapan gratis. Cobain deh.

See? Jadi dosen nggak selalu harus galak dan kaku kok! Lakuin aja hal-hal seru kaya hal-hal di atas. Siapa tau bisa menginspirasi mahasiswa untuk jadi dosen gaul dan inspiratif juga. Yuk, share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line kamu, biar calon-calon dosen nanti ga jadi dosen kaku dan membosankan!

 

Ada 5 Tipe Males Mahasiswa. Nah, Kamu yang Mana?

 

Yang namanya males, bohong kalo mahasiswa nggak pernah ngalamin. Males itu udah kaya kutukan yang nggak bisa dipatahin. Kaya penyakit yang nggak bisa disembuhin. Kaya mantan yang nggak pernah bisa dilupain.

Orang beda-beda malesnya. Yang paling wajar di kalangan mahasiswa adalah males ngerjain tugas. Siapa yang nggak males coba? Mending nongkrong di kantin, bercanda tawa dengan teman sebaya ala sosialita. Sebenernya salah nggak sih kalo males? Ya salah lah! Gimana sih, nggak usah bela diri deh. Meskipun emang udah jadi wajar. Saking wajarnya kalo diperhatiin, sebenernya ada beberapa tipe males yang dimiliki mahasiswa, dan masing-masing bisa dibedain kalo lo mau sedikit berusaha dan memperhatikan.

Males Mandi

Males mandi. (Sumber:)
Males mandi. (Sumber:Photo Credit: ^ Johnny via Compfight cc)

Jenis males yang satu ini udah kaya Esia beberapa tahun lalu, jenis males sejuta umat. Kenapa ya, kok banyak banget mahasiswa yang males mandi? Alesannya macem-macem sih, ada yang bangunnya kesiangan karena bikin tugas, ada yang bangunnya sengaja disiang-siangin biar nggak mandi, ada yang nunda mandi karena mau sekalian mandi besar, malah ada yang sengaja membiasakan diri untuk males mandi biar keliatan buluk, katanya sih sesuai dengan style masa kini.

Keliatannya ya buluk, meskipun sebenernya yang udah cakep mah ya cakep aja mau mandi mau enggak. Kalo lo punya temen kaya gini, nyantai aja. Biasanya mereka selalu punya parfum sesuatu gitu untuk menyamarkan kemalesannya untuk mandi, jadi bau badannya nggak menjajah makhluk hidup dalam radius seratus meter. Tapi kalo lo adalah sosok yang males mandi, cobain cari pacar. Nanti dengan sendirinya kamu akan berasa keki kalo ketemu dia tapi nggak pake mandi.

 

Males Mikir

Ada yang perhatiin, ada yang tidur. (Sumber:)
Ada yang perhatiin, ada yang tidur. (Sumber:Photo Credit: Tulane Public Relations via Compfight cc)

Ini sering banget lo liat di kelas. Atau sebenernya lo salah satunya. Jujur deh, early in the morning, bawaannya males mikir, maunya ngecek gebetan di Path, buka Instagram liat yang unyu-unyu seger. Lagian nge-scroll kan nggak pake mikir. Ya, nggak? Males mikir itu bisa dibilang mendarah daging dan cukup berbahaya, karena kadang suka muncul di saat yang salah, misalnya pas lagi tes. Tapi jangan salah, males mikir nggak berarti nggak pinter loh. Justru biasanya yang males mikir itu pinter dan agak egois, jadi nggak mau mikirin soal hal-hal yang menurut dia nggak penting.

Males mikir juga nggak cuma perihal kuliah loh, bisa juga dalam hal asmara. Mungkin aja, (mungkin loh. Enggak ding ini beneran) pacar atau gebetan yang lama respons chat kamu itu sebenernya lagi males mikirin kamu. Perhatiin deh, kalo ada orang yang jawabnya iya-iya aja atau malah cuma ngangguk-ngangguk mengamini macam pengajian, itu ciri orang males mikir. Dia juga sering males jelasin sesuatu, dia tutup kalimatnya pake “Ya, pokoknya gitu deh. Lo ngerti lah pasti.” Gimana caranya mengatasi males mikir? Coba pikir deh gimana caranya

Nah, itu udah nggak males mikir.

 

Males Masuk

"Bentar, Bro. Makan dulu." (Sumber: muhamadriky)
“Bentar, Bro. Makan dulu.” (Sumber: muhamadriky)

Mahasiswa 1 : “ Bro, nggak masuk kelas?”

Mahasiswa 2 : “ Nanti, Bro. Telat-telat dikitlah, setengah jam-an gitu.”

*kelas udah berjalan sejam*

Mahasiswa 2 : *lewat chat* “Nggak jadi masu, Bro?”

Mahasiswa 1 : “ Minggu depan aja.”

Serius deh, ini jenis males yang juga bahaya. Pasti punyalah temen yang malesnya kaya gini. Biasanya, mahasiswa tipe males masuk, habitatnya di kantin. Kasus paling epik yang pernah tercatat oleh BMKG (Badan Mahasiswa Kurang Gawean) adalah mahasiswa inisial GN, yang tidak dikenali oleh dosennya sendiri gegara si caur yang satu ini baru mulai tanda tangan di map absen selepas UTS, atau malah cuma masuk pas UTS dan UAS. Kalo lu nggak pernah ketemu seorang temen di kelas, ada dua kemungkinan: dia emang males masuk, atau emang kalian nggak pernah sekelas.

 

Males Pulang

"Download film dulu, deh." (sumber: langit11)
“Download film dulu, deh.” (sumber: langit11)

Nah, ini jenis males yang menular. Males pulang stadium awal bisa aja positif, dia stay all night di kampus karena ikut kegiatan mahasiswa, atau mungkin jadi staff peneliti BMKG. Males pulang stadium lanjut adalah mahasiswa yang stay all night tapi nggak di kampus. Dia keluyuran, bertualang entah ke mana.

Yang stadium lanjut ini sebaiknya lo tolong. Biasanya sih kalo lo deket sama yang tipe beginian, nyokapnya bisa aja tetiba nelpon lo, nyariin anaknya. Lo tolong deh, soalnya kasian nyokapnya, tuh anak pulang kalo duitnya abis doang. Bang Toyib kalah sama dia, saking jarang pulangnya. Tapi ya ati-ati aja, seperti yang udah dibilang, ini menular. Bisa aja lo diculik sama dia, diajak clubbing sampe lupa jalan pulang.

 

Males Kuliah

Ibarat tukang parkir, si mahasiswa muncul cuma pas ujian. (Sumber: wawwiwiwaw)
Ibarat tukang parkir, si mahasiswa muncul cuma pas ujian. (Sumber: wawwiwiwaw)

Cirinya gampang. Either ini orang nggak pernah bawa tas, kalopun bawa nggak ada isinya, nggak pernah bawa buku, pulpen minjem, selalu dateng telat, atau malah nggak dateng sama sekali. Lo tau namanya, tapi lo nggak pernah liat ini makhluk bentuknya kaya apa, apakah ia separuh ikan atau setengah ghaib.

Beda sama yang males masuk, tipe yang kaya gini biasanya kaya pemain bola, mencetak hattrick alias tiga kali ngulang matkul yang sama gegara dia nggak lulus-lulus. Jatah cuti udah abis, kuliah nggak lulus-lulus jadi dia practically suicidal dan menunggu takdir dikeluarkan a.k.a D.O., jadi dia punya pembelaan bahwa bukan dia yang males kuliah, tapi emang universitas yang nggak doyan sama spesies mahasiswa macam dia.

Nggak bisa disangkal, males itu udah lekat sama kehidupan sehari-hari. Bisa dilawan, tapi males nggak sih lawan males? Iyalah, kan jelas-jelas menyerah pada rasa males enak rasanya. Tapi nggak perlu khawatir, ini adalah hal yang normal dan perkara waktu aja sampe lo tobat dan terlepas dari rasa males karena udah dikejer deadline.

Anggep aja, males itu cobaan. Kapan lagi cobaan mengasyikkan? Tapi setidaknya setelah baca tulisan ini, kamu jadi sadar kalo males dan mudah-mudahan nggak mau males lagi.  Ayo, share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line agar temen-temen yang males jadi sadar kalo mereka emang males!

 

Belum Pernah Nongkrong di Kantin-kantin Ini? Jangan Ngaku Anak UI Deh

“Eh, udah jam makan siang nih. Makan, yuk?”

“Ayuk, ayuk, makan di mana?”

Begitu biasanya kalau kita-kita anak UI lagi kelaperan pas masuk waktu jeda jam kuliah, saat nungguin dosen yang katanya on time tapi ditungguinnya lama pake banget.

Kalau udah kejadian, maka hal pertama yang dilakukan adalah mencari kantin terdekat. Kalaupun akhirnya dosennya nggak masuk, tetap aja yang dicari kantin. Kantin nggak cuma buat makan tapi juga buat ngerjain tugas, dengerin curhat temen, atau ngobrol santai lucu-lucuan sama si dia yang nggak pernah tau perasaan kamu ke dia. Hiks.

Menurut Wikipedia, “Kantin” (dari bahasa Belanda: kantine) adalah ruangan dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli di sana. Jadi, nggak apa-apa tau kalau kamu bawa bekal dari rumah, yang kamu masakin spesial buat si dia. Tapi karena kamu terlalu malu buat ngasih bekalnya ke dia, jadi ya, mending kamu makan aja deh.

Ngobrolin kantin, UI bisa dikatakan sebagai ‘sarang’-nya macam-macam kantin. Dari kantin dengan masakan tradisional, sampai kantin yang menu makanannya dari negeri ginseng pun ada. Namun, dari semua kantin yang ada di UI, mana sih kantin paling asik se-UI?

Berdasarkan hasil pengamatan AnakUI.com, berikut list kantin dan kafe paling kece yang sering jadi tongkrongan anak UI dan sekitarnya.

Kancil

Kantin Fakultas Psikologi UI
Kantin Fakultas Psikologi UI (Sumber: foursquare)

Katanya sih singkatan unyu dari “kantin cikologi” atau Kantin Fakultas Psikologi. Juga dikenal dengan sebutan “Kanlam” a.k.a “Kantin Lama”, selain memang banyak ditongkrongin sama ciwik-ciwik psikologi nan bening bin pinter, kantin yang satu ini emang memorable banget buat mahasiswa ataupun alumni UI. Mungkin karena sering ketemu jodoh di sini kali, ya?

 

Kantek

Kantek (Photo by Melissa)
Kantek (Photo by Melissa)

A.k.a “Kantin Teknik”. Selain karena sering ditonkrongin mas-mas Teknik yang pernah dibahas di tulisan sebelumnya, jika kamu mau makanan enak dan murah, ke Kantek aja.

Atau jika niat berolahraga, jalan sedikit ke warung makan di daerah Kutek (Kukusan teknik; daerah kosan deket Fakultas Teknik). Beuuuhhh, enak banget lah kalau nyari makan di sana!

 

Kansas

Kansas (Sumber: Jurnalpopuler)
Kansas (Sumber: Jurnalpopuler)

A.k.a “Kantin Sastra”. Semua yang pernah kuliah di FSUI/FIB-UI  pasti tau sama Kansas (ya iyalah, paling deket gitu loch!). Konon katanya, namanya pernah berubah jadi “Kancut” a.k.a ”Kantin Kerucut” karena bentuknya yang AR-TIS-TIK ala-ala rumah indian gitu. Malah, bagi mahasiswa UI angkatan tua (iya, tua. Makanya cepetan lulus!) atau kakak-kakak alumni yang susah banget dijadiin “kakak-ade”-an sama kita-kita yang masih kuliah ini, sering menyebutnya dengan istilah “Balsem” a.k.a “Balik Semak”, karena konon katanya kalau mau ke Kansas musti lewatin semak belukar dulu. Nah, karena sekarang semaknya sudah nggak ada, jadi lah ini salah satu kantin kece di UI.

Kalau pas sepi, kantin ini cocok banget buat jadi tempat nemenin galau anak sastra yang katanya butuh inspirasi. Kalau pas rame, kantin ini cocok juga buat gokil-gokilan bareng temen. Ingat ya, temen! Bukan demen. Agak susah kalau bawa gebetan ke sini, gak percaya? Cobain aja dan rasakan sensasinya.

 

Cakor

Cafe Korea. (Sumber: audariantiii)
Cafe Korea. (Sumber: audariantiii)

A.k.a “Cafe Korea” yang juga merupakan bagian dari “Restoran Korea” di perpus pusat UI. Iya, itu nama restorannya bener-bener “Restoran Korea” liat aja plangnya. Selain cozy, tongkrongan yang satu ini juga cocok buat jadi lokasi photo shoot buat kamu-kamu yang hobi fotografi atau lagi sok-sok ngedeketin gebetan bermodalkan DSLR di tangan. Spik, spik bilang buat tugas boleh, lah.

Dan di kafe Korea, kamu juga bisa ketemu sama cowok Korea betulan! Dengerin soundtrack drama-drama Korea yang bikin inget mantan atau ngerjain tugas sambil gelesoran di lantai tiga. Tempatnya adem dan no smoking, sehat bangetlah buat fisik kamu. Fisik ya, bukan perasaan.

 

Takor

Takor UI. (Sumber: manshurzikri)
Takor UI. (Sumber: manshurzikri)

Kalau di atas ada kafe Korea, di FISIP, ada yang namanya “Takor” a.k.a “Taman Korea”. Dinamakan demikian karna interiornya bikin kamu kayak lagi makan siang bareng Gu Jun Pyo! Udah gitu, nggak jauh dari tempat makannya beneran ada tamannya, loh. Bikin melting nggak, sih?

Nggak jauh dari sana, ada lagi yang namanya “Takoru”. Bbukan, bukan cowok Jepang. Tapi “Takoru” alias “Taman Korea Baru”!  Bedanya apa sama Takor? Menunya doang. Kalau kamu mau makan berat dengan obrolan yang berat, maka kamu cocok nongkrong di Takor. Kalau kamu cuma mau lucu-lucuan dan ngemil buat nemenin diet kamu yang nggak kunjung selesai, mending nongkrong di Takoru.

 

Green T

Salah satu makanan di Green T. (Sumber: margaapsari)
Salah satu makanan di Green T. (Sumber: margaapsari)

Salah satu tempat favorit anak UI buat ngerjain tugas. Mungkin huruf “T” itu merupakan representasi dari kata “Tugas”. Abis, deket sih sama perpus. Nongkrong di Sbux kemahalan? Ya, ke Green T aja. Yang jelas, di sini Nasi Balinya enak! Plus, Banyak colokan!

 

AH  Cafe

AH Restocafe. (Sumber: upi)
AH Restocafe. (Sumber: upi)

Pengin begayaan ngajak si dia celingak-celinguk di Apple Store lalu abis itu dihajar sama makan siang? Ke AHA Cafe aja, lokasinya deket sama FE dan Apple Store. Tempatnya cozy dan romantis. Gimana nggak romantis? Abis celingak-celinguk di Apple Store, kamu bisa traktir si gebetan Double Chocolate Cake yang dijamin bakal bikin dia mesem-mesem melting sama kamu meski kamu nggak belanja di Apple Store.

 

Pengin ngirim kode banget supaya si dia mau ngajak atau diajakin kamu buat nongkrong lucu ngomongin masa depan sama kamu di salah satu kantin di atas? Share artikel ini di Twitter, Facebook, atau LINE kamu dan jangan kaget kalau besoknya kamu jadian!

 

Surat Terbuka untuk Para Pedagang dan Pelayan Kantin se-UI

Teruntuk Para Pedagang dan pelayan kantin se-UI, betapa kami sangat berterimakasih kepada kalian yang telah melayani kami, di saat kami lapar, di saat kami galau karena cinta, di saat kami putus asa karena IP yang turun, atau menjadi teman kegembiraan kami saat kami baru jadian, atau saat berhasil melampaui IP 3. Kami mengucapkan banyak terima kasih yang teramat sangat karena kalian hadir di masa-masa tersebut.

sasa-pelayan-warteg-10
Terima kasih Mbak telah melayani kami

 

Yang kami hormati pedagang dan pelayan kantin se-UI, kami sadar kami bukanlah makhluk sempurna, ada masanya mungkin kami tidak punya uang tetapi perut sangatlah lapar, lalu kami mengutang kepada kalian.

Ada masanya juga kami marah terhadap kalian saat harus menunggu makanan yang lama datangnya padahal kami sudah sangat lapar. Ada kalanya juga kami mencibir saat makanan kalian terasa kurang enak di lidah kami. Kami meminta maaf untuk semua yang telah kami perbuat.

Pedagang dan pelayan kantin, kami adalah sekelompok mahasiswa yang menyadari arti penting kalian di dalam fase hidup kami sebagai manusia. Kalian memberikan kami makan saat kami lapar, di antara kalian juga ada yang sering menjadi teman curhat kami di saat kami duduk sendiri memikirkan hidup.

Beberapa diantara kami bahkan menjadikan kantin sebagai rumah kedua kami, disaat yang lain sedang liburan, atau saat sedang suntuk di kosan, kami sering datang ke kantin untuk sekedar nongkrong bertemu teman-teman senasib tempat kami bercerita.

Uda memang hebat
Uda memang hebat…

Kami menyadari bahwa jasa kalian menjadi salah satu yang berarti di hidup kami dalam fase kami memperoleh gelar di universitas kebanggan kita ini, Universitas Indonesia. Walaupun kalian tidak memberikan kita teori, walaupun kalian tidak memberikan nilai akademis, tetapi kalian mengajarkan kepada kami bagaimana arti hidup yang sebenarnya, hidup untuk makan dan makan untuk hidup.

Untuk berbagi senyum dan tawa, untuk berbagi cerita sekedar melepas penat kuliah dan permasalahan hidup, untuk sekedar membicarakan skor bola ter-update, untuk sekedar menertawakan kelakuan kehidupan politik yang lucu, atau sekedar remeh temeh membahas sinteron terbaru. Semua itu menjadi salah satu pelajaran berharga bagi kami, untuk menghadapi kehidupan sebenarnya diluar lingkungan kampus.

Aku tuliskan surat untukmu
Aku tuliskan surat untukmu

Kami atas nama seluruh mahasiswa dan alumni yang pernah ada dan nongkrong di kantin, mengucapkan banyak terima kasih atas semua yang sudah kalian berikan kepada kami, tetaplah sederhana, isilah perut-perut mereka yang kelaparan, temani mereka yang sedang sedih, layani mereka sepenuh hati, terima kasih.

 

Salam Aselole,

 

Atas nama mahasiswa/i dan alumni yang pernah nongkrong di kantin

4 Alasan Kenapa Makan Siang Itu Penting buat Anak UI

Makan siang!

Makan adalah satu kebutuhan dasar dari manusia. Ada orang yang makan hanya sekali sehari, ada juga yang dua kali sehari, umumnya makan tiga kali sehari. Beruntunglah kita yang masih bisa makan setiap hari, karena masih banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa makan berhari-hari. Jadi sukurilah berkah makanan yang kita terima setiap harinya, gausah diet-diet lah, nanti juga kurus pada waktunya hehehe..

Kali ini Aselole mau ngebahas kenapa makan siang itu penting. Karena dengan makan siang, maka kita akan senang..halah….baiklah daripada bersaba-sabi ini alasannya:

1. Makan siang memberi energi

berenergi
berenergi

Jikalau mahasiswa UI yang bangun pagi, tidak sempat mandi apalagi gosok gigi karena ada kuliah pagi, then biasanya kalian akan suka tidak sarapan pagi. Akibatnya perut akan kosong, kalau perut kosong maka mata akan berkunang-kunang, pikiran tak fokus. Kalau pikiran tak fokus nanti pelajaran bisa tidak masuk, dan kalau pelajaran tidak masuk ke otak nanti gabisa ngerjain UTS atau UAS, nanti kalau gak bisa ngerjain UTS atau UAS nanti IP-nya jelek, nanti kalau IP nya jelek kalian sedih, orangtua sedih dan pacar sedih. Kalau pacar sedih nanti kalian bisa jadi diputusin, double double deh sedihnya kan. Makan siang yah jangan lupa.

 

2. Makan siang supaya ga sakit

atit
atit (sumber: ruanghati.com)

Karena makan siang memberi energy, maka makan siang akan otomatis memberi kita kekuatan kepada tubuh agar mendapatkan vitamin, mineral, untuk menghalau virus virus jahat. Maka makan siang akan menghindarkan kita dari sakit. Dengan makan siang, apalagi makan siangnya sehat, pake sayur, daging, ditambahn minum..susu, iya..susu..Dengan sehat makan kalian bisa berpeluang mendapatkan IP tinggi, nanti kalau IP kalian tinggi maka pacar gak jadi mutusin kalian deh.

 

3. Makan siang bagus untuk bersosialisasi

misalnya ngumpul-ngumpul kaya gini (sumber: rijkianiassuningsih.tumblr.com)

Bagi kalian mahasiswa, pada masa perkuliahan, tentu kantin menjadi meeting poin yang sering dituju saat makan siang tiba. Nah..makan siang di kantin akan menjadi ajang bagus untuk kalian bersosialisasi, mingle dengan sesame teman-teman, baik yang seangkatan maupun junior dan senior kalian. Bisa juga teman LJLF Lintas Jurusan Lintas Fakultas (mirip tagline bis antar kota). Dengan banyak teman akan berdampak positif terhadap masa depan kalian. Banyak teman bisa bikin kalian update mengenai pelajaran, jadi ngaruh ke IP kan ntar.

 

4. Makan siang untuk cari jodoh

bukan promosi bukan iklan
bukan promosi bukan iklan

Nah, ga dipungkiri nih yang ini, makan siang, terutama di kantin merupakan ajang bagi para jomblowan atau jomblowati untuk mencari jodoh. Bagi yang cowo, ada juga loh cara buat kenalan cewe di kantin. Buat yang cewe, pasang dandanan makssimal, tunggu biar para cowo bergerak menghampiri kamu, dan biarkan cupid si dewa cinta bekerja. Faktanya, banyak pasangan yang bertemunya itu di kantin kampus, semoga kalian salah satunya, aminn.

Ok segitu dulu deh manfaat makan siang. Ada manfaat lain? Atau ada komen? Silahkan. Ingat kata Om Steve Jobs, stay hungry dan stay foolish yang artinya tetap lapar dan tetap bodoh, biar bisa mengisi kritis sebagai mahasiswa.

Ini Hal-hal yang Mahasiswa Baru Rasakan: Balada Semester Perdana

Aloha! Sambil ngisi liburan gue coba-coba nulis artikel yang kayaknya super garing ini, daripada ga ada kerjaan dan bosen dengerin lagu Malu Sama Kucing mulu.

Buat para maba yang bernasib sama seperti gue yakni baru merasakan semester perdana, pasti merasakan gejolak batin yang cukup hebat /halah/. Mulai dari kangen SMA, stress, sampe hal-hal lainnya yang berhubungan dengan muaknya akan dunia perkuliahan— padahal sih baru semester pertama. Mari kita bahas hal yang masih dianggap tabu ini dan kita kupas satu-persatu satu-satu setajam…. singlet.

Ada apa aja sih di semester perdana—bahkan sebelumnya—ini?

 

OBM

Ini merupakan ajang pencarian bakat perkenalan pertama di dunia perkuliahan. Kapan lagi ya kan sekelas bareng temen-temen dari fakultas lain? To tell you the truth, berdasarkan survey yang gue lakukan bermodalkan Line dan berita dari mulut ke mulut, materi yang paling seru yhaaa Learning Skill (LS). Iyalha wkwk di sini kita banyakan main, ketawa, sama hebohnya daripada dengerin materi. Meskipun materinya itu secara ga langsung disampaikan melalui games, tapi seru aja kan? Apalagi yang bagian simulasi jadi perusahaan kapal. Ngaku aja kalo pernah maksain bikin kapalnya biar lulus uji, wokwok.

 

OKK

Di dalam kepala gue, OKK ini adalah sebuah ajang perpeloncoan di mana selayaknya isu-isu entah dari mana yang terdengar dan kayak di tipi-tipi gitu. Tapi ternyata engga yha, kita cuma disuruh duduk manis sambil sesekali tidur mendengarkan materi yang disampaikan para narasumber yang kece abis.

Buat para ketua kelompok OKK, pasti merasakan dagdigdug kan pas hari H? Takut dipanggil-panggil terus, “KETUA KELOMPOK BLAHBLAH MANA? // SEMUA KETUA KELOMPOK MAJU!” Jangan khawatir, you’re not alone, gue juga merasakan kok. Hihi, ternyata kelompok yang telah terbentuk sedemikian rupa sehingga sama sekali tidak berfungsi pada hari eksekusi. kzl.

 

OSPEK

Hehehe. Hehe. He. Sebenernya gue kalo denger kata OSPEK ini mikirnya udah macem-macem dan parno duluan sih; mulai dari dibentak-bentak, pulang subuh, sampe tugas numpuk. Tapi engga kok kalo di UI /asoy/, di sini penekanannya lebih ke orientasi—gimana caranya biar kita bisa survive di perkuliahan nanti. Yha semacam simulasi gitu deh pokoknya. OSPEK di UI ini juga beda-beda, ada yang namanya PSAK, PSAF, MADK, dan lain-lain. Caranya juga beda-beda tergantung kultur Fakultasnya masing-masing. Kalo di Teknik sih… *sebagian teks hilang*

 

Masa Bimbingan

Sesuai namanya, pada masa-masa ini para maba yang masih imut-imut menggemaskan dibimbing gimana caranya menjadi mahasiswa seutuhnya dan tidak setengah siswa-setengah mahasiswa. Biasanya sih masa-masa ini merupakan masa yang paling bejibun tugasnya; kayak harus minta tanda tangan, foto bareng, ngikutin kegiatan agama, sampe kegiatan sosial. Pokoknya masa bimbingan ini kita diharuskan buat ikutin segala acara yang ada deh makanya lagi padet-padetnya. Tapi ga jarang juga sih mahasiswa yang males ngikutinnya dan cabut gara-gara alasan tugas akademis. Huh!

 

Kostum!

WAINI. Kalo dulu sekolah bosen banget yang namanya pake seragam, di dunia perkuliahan ini kita bakalan bingung buat milih kostum a.k.a baju yang mau dipake. Iyesh, secara tengsin gitu buk kalo pake baju yang sama di dua hari yang berurutan. Situ mau kayak Sinchan yang tiap hari bajunya ga ganti-ganti?

 

Ngalong

Jika di SMA biasanya jam tiga sore atau magrib udah bisa pulang ke rumah terus istirahat dan bobo cantik, tidak demikian di dunia perkuliahan ini. Di dunia yang baru ini kita pasti bakalan—minimal sekali—ngerasain yang namanya ngalong—pulang tengah malem, bahkan lebih. Buat apa? MNOROT NGANAAA? Yha itu tadi, jadi mahasiswa ga afdol kalo cuma duduk di bangku kuliah. Afdolnya duduk di pelaminan. Harus ada pengorbanan sedikit buat ngelakuin hal-hal di luar akademis, buat ngelatih softskill or whatever. Inilah contohnya. Misalkan ada rapat atau tugas lain yang ga bisa dikerjain sendiri dan harus dikerjain bareng-bareng temen, nah akibatnya pulang dini hari deh. Ada juga sih yang pulang dini hari gara-gara ngerjain tugas ataupun laporan kuliah.

Eh ini gue ngomong apaansi.

 

Kos…idahan

Karena di dunia perkuliahan ini yang belajar bukan cuma dari satu wilayah aja melainkan dari seluruh Indonesia, maka pasti banyak banget yang memilih kos buat jadi tempat tinggal sementaranya. Yaiyalah misalkan rumah lo di Merauke tapi lo tetep keukeuh buat pulang-pergi tiap kuliah, kantong lo pasti meronta-ronta. Jadi anak kosan tuh gimana yha hm… harus hemat-hemat pengeluaran dan pinter-pinter ngelola duit aja deh pokoknya. Merdeka pas tanggal muda, perjuangan pas tanggal tua. Karena lo dapat dikatakan merdeka apabila Soekarno-Hatta berbaris rapi dalam dompet lo. Kalo yang ada cuma Pattimura, itu masih perjuangan namanya. Apalagi kalo di kosannya ga ada internet terus dapet tugas yang mengharuskan buat make internet. Metong.

 

Ga tidurzzZzzZ

GA TIDUR NGERJAIN TUGAS? SYUDAH BHEASAAA! Hmmm menurut gue ga tidur ini rada gimana yha… Jujur gue ga pernah bener-bener ga tidur selama kuliah. Ga tidur yang gue maksud di sini ga tidur secara harfiah wkwk apadeh. Pokoknya ga tidur di kasur dengan waktu optimal dan dalam kondisi yang nyaman gitu deh. Pasti di dunia perkuliahan, apalagi yang masih perdana gini, masih bingung gitu caranya ngebagi waktu—makanya tugasnya numpuk dan harus begadang-dang-dang. Biasanya sih ngerjain tugasnya dari malem sampe pagi lagi, tapi tidurnya dicolong-colong gitu kayak ketidur-bangun-ngerjain-lagi hahaha gitu deh pokoknya. Yha abis mau digimanain lagi mz.

 

TWTW

Di semester ini gue baru pertama kalinya mendengar istilah TWTW AHAHAHA apapula itu TWTW. Trending World Topic Wide? Khan. TWTW ini adalah transfer wawasan-transfer wawasan dimana mengharuskan kita—khususnya maba—buat ngobrol-ngobrol bareng para senior. Entah apa yang diobrolin, pokoknya yang penting ngobrol hahaha karena secara ga langsung pasti ada dong materi yang nyangkut secara ga sengaja aattapun ga disengaja? Dengan TWTW ini pula kita dilatih buat kenalan sama orang yang ga kita kenal—karena di dunia kerja nanti pasti kita dihadapkan dengan kondisi serupa, dimana malah bukan senior-senior lagi, tapi petinggi-petinggi perusahaan-perusahaan yang disegani. Gitu sih katanya.

 

Takut ke Kantin

Apakah cuma gue doang yang merasakan hal demikian? Yoi, sebagai maba pasti punya rasa segan buat ke kantin meskipun hanya untuk sekedar makan. Yang menjadi ketakutan sih bukan senior-seniornya, tapi rasa bingung kalo ga dapet meja. Hayooo mau makan dimana? Iya kan? Ngaku deh! Apalagi kalo kantinnya selalu penuh, pasti adaaa aja rasa males buat makan di kantin. Tapi sih itu awal-awal doang yha, lama-lama juga kebiasa dan akhirnya sering nongki-nongki di sana deh. Padahal sih, sebelum masuk gitu sering banget terdengar isu-isu kalo maba ga boleh ke kantin selama berapa semester blabla.

 

Salah Jurusan

… Makanya neng sebelum naik tanya abang dulu.

Pernah ngerasain hal demikian? Lagi banyak-banyaknya tugas dan kuis dan segala tetek bengeknya, lagi merasa keteteran, ngerasa semua usaha ini sia-sia, dan ngerasa lo salah masuk jurusan? Ga aneh sih, gue sendiri juga pernah ngerasain hal yang serupa. Tiba-tiba kepikiran aja gitu nyoba lagi tahun depan buat dapetin jurusan yang lebih gue banget. Hmmm… entahlah, gue sendiri juga ga ngerti kenapa bisa muncul istilah “salah jurusan”. Hakhakhak. Yaudah, biar ga salah jurusan, tanya dulu sama abangnya mau kemana /krik/

 

IP Perdana

IP itu apa yah? LOOOMPOOOHKANLAH ENGATANKOOOOH. Sebagai mahasiswa baru, pasti hectic banget ngadepin yang namanya IP. Bayangin, dari mulai empty-not published yang php abis-sampe nilainya keluar butuh kesabaran ekstra buat ngeliatnya. Apalagi yang ga mau shocked ataupun disakiti secara perlahan—harus menahan hawa nafsu buat buka SIAK-NG. Dan ketika hasilnya keluar… JENGJENGJENG. TETOOOT. Itu SIAK apa mantan gebetan sih? Kok tega. Kata orang-orang sih IP Perdana itu bagus-bagus, gampang ngedapetinnya, dan bisa ngedongkrak IPK. Palelu bejendul.

 

Liburan sampe Gumoh

Oh yeah. Ternyata Tuhan itu benar-benar Maha Adil. Sehabis gempor perjuangan sampe beneran mau mati di semester awal yang kegiatannya segumoh-gumoh, akhirnya dikasih libur yang bikin gumoh juga. Lumayan lha libur sebulan bisa mengejar ketertinggalan gossip-gossip or everything. Tapi tetep ye, liburan kalo ga kemana-mana bosen. Yah ambil hikmahnya lagi aja sebelum ga bisa goler-goleran lagi di kasur nanti untuk beberapa bulan. Hell yeah!

 

Gimana? Ternyata semester perdana ga seburuk atau sebagus yang kita bayangkan kan? Satu lagi deng—jangan seneng dulu masuk semester dua, karena status kita masih tetep maba. Hahaha dah ah bye.

Punya sesuatu yang seru lagi di semester perdana lagi? Keluarin aja semua unek-uneknya di kolom komentar!

 

sumber gambar: http://pikiranmerdeka.com/wp-content/uploads/2012/08/OKK-UI.jpg

Jalan-jalan ke Kantin Fakultas Lain (Canteen Hopping): Kantin Fasilkom

Kantin Fasilkom UI

Menjadi mahasiswa itu harus mandiri, salah satunya mandiri menentukan makanan yang mau dimakan. Bosan dong kalau harus makan yang itu-itu aja. Nah, untuk menghindari hal itu, kita bisa jalan-jalan ke kantin fakultas-fakultas yang ada di UI!

Kantin yang akan dibahas kali ini adalah kantin fakultas yang menjadi juara pertama OIM Quiz 2014. Yap benar! The one and only, Fasilkom.

Fasilkom atau Fakultas Ilmu Komputer terletak di dekat Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. Tempatnya yang cukup strategis untuk dikunjungi mahasiswa dari beberapa fakultas lain membuat kantin ini menjadi pilihan pertama dalam canteen hopping kali ini.

Saya sebagai mahasiswi FISIP dapat dikatakan cukup sering makan di kantin Fasilkom ini. Emang apa aja sih yang membuat kantin Fasilkom cocok untuk dijadikan alternatif makan siang?

1. Makanan Ramah Kantong

kantin 4

Harga makanan di kantin Fasilkom bekisar antara Rp8.000-Rp14.000. Uang Rp8.000 udah bisa bikin kamu kenyang dengan nasi, sarden, dan sayuran. Tidak sah jika pergi ke kantin Fasilkom tapi gak nyobain sate dan sopnya. Sate disini cocok untuk kamu yang kangen makan sate tapi gak mau kantong jadi kering. Selain itu, kalo kamu beruntung, kamu bisa dapetin makanan sayur-sayuran a la rumah di kios sebelah tukang soto.

 

2. Pelepas Dahaga

kantin 3

Bosan dengan air putih? Tapi tidak mau boros beli minuman dingin? Tenang saja! Di kantin Fasilkom kamu bisa menemukan minuman dingin dengan harga kurang dari Rp4.000. Salahsatu minuman yang menjadi rekomendasi adalah es melon dan es blewah.

 

3. Makanan Mall tapi Tidak di Mall

kantin 2

Untuk kamu yang bosan dengan makanan yang mirip-mirip di semua kantin, kamu bisa ke Fasilkom dan menemukan restoran makanan Jepang, Yoshinoya. Dijamin cuma di kantin Fasilkom kamu bisa menemukan Yoshinoya di UI. Cuma, siap-siap kantong terkuras ya.

 

4. Tempat yang Cozy

kantin 1

Kantin Fasilkom terdiri dari pasangan meja dan kursi yang panjang. Selain itu disini juga terdapat meja bundar yang cocok banget untuk dijadiin tempat ngobrol setelah beres makan. Tempatnya adem dan tidak bau asap rokok, poin plus untuk kamu yang gak suka asap rokok.

 

5. Mudah Diakses

kantin 5

Kamu anak FISIP, Fpsi, FIB, dan FH? Wah, kalo begitu gak usah ragu untuk makan di kantin Fasilkom. Akses untuk pergi ke Fasilkom itu mudah, tinggal jalan kaki sedikit, perut kenyang hati senang.

 

Gimana? Tertarik untuk makan di kantin Fasilkom? Ayo jadikan kantin Fasilkom sebagai alternatif makan siangmu!

Next, kantin apa yang akan menjadi destination dalam canteen hopping? Share di komentar yaa!

 

Sumber gambar:

error: This content is protected by the DMCA