Cara Ganti Password Akun UI (SIAK NG) dan Solusi Jika Expired

Di masa-masa pandemi ini banyak hal yang kita skip atau kelupaan karena rutinitas yang berubah. Misalnya, lupa hari, lupa jam kuliah, lupa mandi, lupa kalau ada deadline dan lupa-lupa lainnya. Nah, berhubung sekarang sudah sampai di penghujung semester genap, ada satu “lupa” yang harus banget kita hindari. Lupa tersebut adalah lupa ganti password atau kata sandi akun UI (SIAK NG)!

Lupa ganti password SIAK NG memang sering terjadi karena beberapa hal seperti kebiasaan menunda-nunda atau memang pada dasarnya kita sudah jarang buka SIAK untuk cek jadwal dan login Hotspot UI (wah, udah berapa lama ya gak login SSO UI?). Password SIAK NG sendiri hanya bertahan selama 6 bulan, maka dari itu kalian perlu was-was jika sudah mulai musim UAS yang menandakan semester akan segera berakhir.

Untuk kalian mahasiswa baru yang masih bingung dengan cara mengganti password akun UI, yuk simak bersama-sama langkah-langkah mudah mengganti password akun UI kalian bareng anakUI.com!

1. Buka beranda.ui.ac.id, lalu login seperti biasa

Ketika membuka beranda.ui.ac.id, kalian akan diarahkan ke laman SSO ini.

2. Pilih pilihan “ganti password” yang ada di beranda.

Kalau tidak muncul, kalian bisa buka link https://beranda.ui.ac.id/personal/profile/changepassword.

Laman Beranda.ui.ac.id

BACA JUGA: Apa Jadinya Ya Kalau Kelas-kelas Ini Dibuka di SIAK-NG?

3. Nah, saatnya mengganti passwordmu.

Saat mengganti password, password baru harus terdiri dari minimum 6 karakter dan maksimum 20 karakter. Kalian juga harus mengombinasikan huruf dan angka (numberik) dengan minimal 2 angka.

Nah, anakUI.com punya sedikit tips untuk kalian yang bingung akan password ini supaya gak cepat lupa karena ganti-ganti terus setiap semester. Kalian bisa gunakan password lama kalian dan mengganti angkanya saja, dan angka bisa disesuaikan dengan semester yang sedang kalian jalani. Misalnya saat semester satu password kalian adalah password01, kalian bisa mengganti password untuk semester dua dengan password02, semester tiga dengan password03 dan seterusnya.

Atau jika hal itu masih membingungkan, kalian bisa hanya menggunakan dua password yang berbeda dan tidak mengubahnya. Misalnya, semester pertama password kalian adalah password123, di semester dua password kalian adalah katasandi123. Nah, di semester ketiga kalian bisa kembali ke password lama kalian yaitu password123. Tapi ingat ya, dua tips ini memang terlihat mudah namun keamanannya memang lebih rendah dibandingkan kalian benar-benar mengganti password setiap semester. Untuk itu, kalian tetap harus waspada dan jangan memberikan password akun UI kalian kepada siapapun, ya, termasuk e-mail e-mail penipuan yang mengatasnamakan UI.

4. Setelah mengganti password, klik submit.

Tampilan “Ganti Password”

5. Password kalian sudah terganti, dan kalian bisa mencoba login kembali di website-website UI seperti sso.ui.ac.id atau academic.ui.ac.id.

Gampang banget, kan? Maka dari itu, jangan lagi tunda-tunda untuk memperbarui password akun UI kalian!

Hah, tapi gue udah terlanjur kelupaan nih semester ini! Harus gimana, dong?

Gedung Perpustakaan Lama UI. Sumber: indoplaces.com

Di kondisi normal, kalian harus segera mengurus akun UI kalian ke Helpdesk DST di Gedung Perpustakaan Lama, lantai 2 (berdampingan dengan ITTC) yang terletak dekat dengan Fakultas Ilmu Budaya UI Depok, atau Kampus Salemba Gedung KJ Lantai 1. Namun, berhubung kondisi pandemi dan banyak dari kita yang sedang berada di rumah masing-masing, kalian bisa cek website Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Universitas Indonesia di http://dsti.ui.ac.id dan hubungi nomor kontak yang tersedia.

Nah, itulah cara mengganti password akun UI dan mengurus lupa password atau password yang telah expired. Jangan lupa untuk selalu menjaga keamanan akun UI kalian dan jaga kesehatan juga, ya!

BACA JUGA: Tujuh Macam Grafik IPK di SIAK-NG

Anak UI, Gunakan Situs ini Biar Kamu Menang SIAK WAR!

Siapa yang udah bersiap menuju pertarungan liburan semester ganjil ini? Apakah kalian sudah siap mental, tenaga, pikiran, dan batin untuk bertempur di medan perang SIAK?

Memang sudah menjadi tradisi setiap semesternya di UI untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya menatap semester depan dengan didahului perang memilih mata kuliah. Perang buat SIAK WAR memang menjadi tren banget setiap liburan semester, bahkan pernah jadi trending topic di media sosial dengan tagar #SIAKNG gara-gara susah dan lumpuh diakses sana-sini oleh mahasiswa.

Para mahasiswa selalu disibukkan dengan perang SIAK untuk mendapatkan kelas favoritnya di semester depan. Dari nggak mau ada mata kuliah yang bentrok sama kuliah dan kegiatan lain, sampai ada yang rela berjuang demi cintanya mahasiswa kepada sang dosen *eh. Apalagi waktu yang diberikan terbatas, dari jam 09.00 waktu SIAK sampai dengan 23.45. Mepetnya waktu pengisian IRS membuat para mahasiswa harus menyediakan beberapa perlengkapan perang SIAK seperti pulpen, kertas, gadget, sesajen, bunga tujuh rupa, dan tisu. Coret-coret terus sampai nemuin jadwal yang pas; pas waktunya dan pas dosennya.

Sebelumnya, kalo proses manual, pasti kita bakal ngeliat di menu ‘Jadwal Kuliah’ SIAK bakal terus munculin daftar-daftar jadwal kuliah teranyar di semester depan, dan bakal terus bertambah seiring mepetnya waktu pengisian IRS, makanya kita perlu ngecek berkali-kali kalo bisa nggak usah tidur tujuh hari tujuh malem biar nggak kelewat daftar kelas barunya. Alhasil, dengan proses manual begitu, kesehatan kita bakal terganggu dan kesulitan untuk melihat jadwal kita bentrok atau nggak.

 

BACA JUGA: SIAK-NG War for Dummies

 

Dengan melirik banyaknya pertimbangan dalam menghadapi perang terbesar di abad Doraemon udah nggak ada, maka kita butuh banyak bantuan untuk bisa mempersiapkan mental di medan pertempuran batin. Akhirnya, muncullah penolong kita dalam menghadapi SIAK WAR edisi 2017 ini, yakni sebuah aplikasi atau lebih tepatnya situs buatan Ristek Fasilkom UI yang dinamai Susun Jadwal to Win the War. Sebenernya, situs ini sudah ada di jaman sebelum fenomena Awkarin muncul tahun lalu, tapi penulis yakin masih banyak yang belum tau akan hal ini.

Anyway, situs buatan Fasilkom UI ini membantu kita membuat jadwal untuk semester depan yang berasal dari jadwal langsung di SIAK dan diyakini 101% akurat. Nah, nggak cuma akurat, tapi situs ini juga punya sistem notifikasi yang bisa ngasih tau kita kalo mata kuliah yang kita ambil bentrok atau nggak dengan mata kuliah lain. Apabila jadwal kita udah nggak bentrok, kita tinggal atur aja biar jadwal kuliah kita bisa gampang dimengerti.

Gimana caranya? Tinggal open the web at ristek.cs.ui.ac.id/susunjadwal, pilih jurusan kalian, dan pilih mata kuliah serta agenda tambahan kalian. As simple as you close your eyes. Tapi inget, buat kalian yang jurusan kedokteran aplikasi ini nggak bisa kalian pake, soalnya mata kuliah kalian kan sudah sesuai paket semesteran.

Selain fitur-fitur di atas, Susun Jadwal ini juga punya fitur lain, seperti fitur menyimpan jadwal yang sudah disusun, melihat jadwal per jurusan, menambah agenda biar sistem notifikasi bisa paham agenda lain selain kuliah, melihat dosen yang mengajar dengan login melalui SSO, dan fitur menggabungkan jadwal biar semua jadwal kuliah dan agenda non kuliah bisa tersusun rapih.

Well, telisik punya telisik, fitur buatan Ristek Fasilkom UI ini udah dikunjungi sebanyak 12.000+ kali pada periode ganjil 2015/2016, dan 13.000+ kali di periode genap 2015/2016. Angka-angka itu membuktikan kalau situs ini sudah dipercaya mayoritas anak UI dalam membantu memenangkan SIAK WAR.

 

BACA JUGA: Life Guide: Biar Kamu Gak Frustrasi Gara-Gara SIAK-NG

 

Kalau kalian punya temen yang masih kesulitan dan repot nyusun jadwal kuliah setiap semesternya, silahkan share artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar peperangan semakin terorganisir dengan baik! Do you want to win the war? Let’s make it true!

Bukan cuma Komputer aja yang Bisa Multitasking, Mahasiswa juga Bisa!

Dewasa ini bukan lagi sebuah hal yang tak lazim untuk memiliki dua peran dalam satu waktu, yakni menjadi mahasiswa sekaligus pekerja. Lalu, bagaimanakah kehidupan individu yang mengenyam dua peran itu? Pada postingan kali ini saya akan coba menggambarkan kehidupan mereka.

Menjadi mahasiswa ekstensi yang berkuliah di waktu malam hari membuat para mahasiswa memiliki waktu yang sangat senggang di pagi hari. Banyak dari mereka yang memiliki aktivitas di pagi harinya dengan cara bekerja. Namun, ada juga yang memilih untuk fokus menjalani perkuliahan saja. Well, semua itu pilihan yang memiliki plus dan minus tentunya.

Terdapat ragam profesi di lini akuntansi pada Program Ekstensi Akuntansi FEB UI. Mulai dari senior auditor di sebuah KAP Big 10, pengusaha muda dengan start up business nya, staff akuntansi perusahaan, hingga asistensi dosen untuk vokasi akuntansi UI.

 

Kuliah + Kerja = ?

Kuliah sambil kerja, siapa takut? via mexperience

Saat ini saya terdaftar sebagai mahasiswa semester satu program ekstensi FEB UI 2016 dengan jurusan akuntansi, sekaligus menjadi seorang karyawan divisi akuntansi di sebuah instansi BUMN. Bagaimana rasanya? Hm, tidak bisa hanya dengan dibayangkan, oleh karena itu saya menjalaninya dengan sebaik mungkin. Kaget? Ya, tentu mulai dari perubahan pola tidur dan aktivitas yang harus mengalami penyesuaian. Jam kerja yang dimulai pukul 07.00 s.d 16.00 dan perkuliahan pukul 19.00 s.d 21.30 membuat fisik saya “kaget”. Waktu tidur yang terkadang hanya lima jam, karena pukul 05.15 saya sudah harus berangkat ke kantor dan pukul 22.30 baru kembali di rumah. Pula pernah saya baru keluar dari kantor pukul 17.30 dan mengejar kelas di pukul 19.00.

 

Bagaimana dengan “Me Time”?

Kuliah sambil kerja bukan berarti ga bisa me time, via runtastis

Weekend merupakan “me time” yang sangat berharga. Namun, tak lupa untuk setiap Sabtu pagi diadakan asistensi dosen untuk para mahasiswa ekstensi. Usai asistensi, terkadang saya masih berada di kampus untuk menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan oleh dosen.

Kesal “me time” terganggu karena weekend ke kampus? Bagi saya, “me time” saya adalah ketika saya merasa nyaman dengan rutinitas yang saya miliki dan dengan ditemani oleh teman-teman terdekat saya. Sabtu sore saya maksimalkan untuk hang out dengan teman-teman, hari Minggu saya gunakan untuk merapikan catatan dan mencicil belajar. Senior saya pernah berpesan untuk belajar H-1 bulan ujian agar tidak keteteran, karena sistem SKS itu sebenarnya memang tidak baik dan jangan ditiru ya!

 

Kebersamaan

Kalo ga ada dosen, belajar bareng aja! via ntriwhy

Tak hanya saya yang mengemban dua peran ini, banyak teman-teman yang sama dengan saya. Puji syukur saya memiliki dua teman yang bersama saya (Satu Kelas dan Satu Kantor, Bahkan Satu Divisi) sehingga kami saling mendukung apabila salah satu dari kami mengalami kelelahan ataupun demotivasi.

Pernah suatu ketika kami melihat informasi perkuliahan batal secara tiba-tiba di SIAK NG, sedangkan kami sudah berada di jalan usai bekerja, maka kami memanfaatkan waktu luang tersebut untuk belajar bersama. Kami mempelajari materi yang kami masih belum mengerti. Pula pernah di waktu istirahat makan siang kami belajar karena akan dilaksanakan kuis di malam hari.

Bagi saya memiliki dua peran menjadi mahasiswa dan pekerja merupakan tantangan dimana dituntut untuk memiliki manajemen waktu yang baik, sehingga kata “balance” bukan hanya pada ilmu akuntansi semata, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi.

 

Saran

Teruntuk kalian yang ingin menjalani peran selain mahasiswa dengan cara bekerja, saran saya adalah pertimbangkan lokasi tempat kalian bekerja untuk mobilitas yang efisien. Bekerja sambil berkuliah tidak harus terikat dengan kantor namun bisa juga dengan cara bekerja sistem freelance, seperti dengan cara menjadi guru les privat 🙂

 

 

Salam semangat, untuk para mahasiswa sekaligus pekerja!
Bright Future Awaits, InshaAllah.

 

Naufal Afif
Program Ekstensi Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia

Punya Temen yang Ambius? BMKG Mencoba Cari Tahu Alasan Mereka

Pasti sering denger istilah ambis. Iya, bener, ambis yang artinya ambisius. Entah temen kamu yang ambis atau malah kamu yang termasuk kategori mahasiswa ambis. BMKG dengan isengnya berusaha untuk mewawancarai beberapa mahasiswa yang disepakati bersama sebagai sesosok mahasiswa ambis untuk mengetahui apa alasan mereka ambis. Mereka menjawab dengan sekenanya aja, karena emang anak ambis lebih milih ngambis daripada wawancara sama orang iseng. Berikut adalah beberapa alasan utamanya.

Mengejar Nilai

Ya, apaan lagi emangnya? Mereka ngejar straight A via
Ya, apaan lagi emangnya? Mereka ngejar straight A via Photo Credit: DAEllis via Compfight cc

Ya, apaan lagi emangnya? Mereka ngejar straight A. yah, minimal A- deh. Eits, tapi bukan sekadar A- di siak, tapi literally A- untuk setiap tugas, entah itu paper atau presentasi. Sementara mahasiswa lain memilih pasrah, mereka memilih berusaha sebaik mungkin. Beberapa mahasiswa pasrah ada yang berasumsi bahwa si anak ambis ini ngejar nilai dan gak ada waktu seneng-seneng; gak sepenuhnya benar karena dengan ngerjain tugas dan dapet nilai bagus, itu suatu bentuk kesenangan juga. Kesenangan kan relatif, tergantung konsep masing-masing aja.

 

Gaya Hidup dari SMA

Gaya Hidup dari SMA, akhirnya kebawa sampai ke kuliah via BMKG
Gaya Hidup dari SMA, akhirnya kebawa sampai ke kuliah via BMKG

Pernah liat orang yang rajinnya keterlaluan? Yap, biasanya mereka emang rajin udah dari sononya. Kesalahan manufaktur, mungkin. Mereka gak bisa tenang kalau kerjaan belum beres, bahkan rajinnya itu sampai ke titik mereka kehabisan hal untuk dikerjain atau gak sadar kapan mereka nyelesaiin suatu tugas saking kesenengannya belajar. Mereka udah begini dari lama, mungkin dari SMA yang pada tahun-tahun terakhir emang lumayan rame sama yang namanya tugas, entah itu tugas bimbel, tugas akhir, tugas harian, tugas kelompok, dst deh. Pas masuk kuliah, terutama di UI, mereka seakan menemukan passionnya berwujud MPKT A dan B. 12 sks total, jaminan kerja keras terbayar lunas tuntas kalau udah dapet A.

 

Pressure

Pressure dari orang tua juga jadi alasannya via homeword
Pressure dari orang tua juga jadi alasannya via homeword

Masih ada loh, mahasiswa yang dituntut oleh orang tuanya untuk selalu sempurna. Pressure itu udah ada dari mereka kecil untuk selalu jadi yang terbaik dan rasanya emang gak baik kalo gak jadi yang terbaik. Mereka udah terbiasa, tapi pressure tetep ada karena ketika masuk UI, mereka saingan sama anak-anak yang gak ambis pun bisa dapet A karena emang pinter. Saingan lainnya adalah anak-anak males yang bisa mempengaruhi kinerja anak ambis, karena mari kita akui bersama kalau males itu macam cacar; nular, dan sekalinya kena bekasnya gak pernah bener-bener ilang. Pressure gabungan dari anak yang pinter tanpa usaha, anak males yang menularkan malesnya, dan ekspektasi orang tua, bikin beberapa anak bertekad jadi ambis.

 

Emang Suka

Ya... emang pengen aja via
Ya… emang pengen aja via Photo Credit: francisco_osorio via Compfight cc

Ya. Ada yang suka jadi ambis. Nilai bagus, kerjaan beres tanpa buru-buru dikejar deadline, waktu ga pernah terasa terbuang percuma. Wajarlah kalau seneng jadi anak ambis. Plus kalau udah dikenal jadi anak ambis, gak menutup kemungkinan bahwa ada dede-dede junior yang minta bimbingan sama kakak senior yang ambis itu. Famous deh.

BACA JUGA: Kamu Suka Malas Belajar? Hilangkan Kebiasaan Buruk Tersebut dengan Trik Ini

 

Bersakit Dahulu

Mereka aslinya bukan ambis, hanya orang yang males bergaul sama deadline via passedtense
Mereka aslinya bukan ambis, hanya orang yang males bergaul sama deadline via passedtense

Alasan ini umumnya diutarakan oleh orang yang ambis tapi ambisnya gak mendarah daging. Mereka ambis cuma untuk bisa secara elegan dan maksimal menikmati waktu luangnya karena kerjaan semua udah pada beres. Mereka aslinya bukan ambis, hanya orang yang males bergaul sama deadline jadi mereka kerjain tugas jauh-jauh hari, bersakit dahulu, dan bersenang-senang kemudian.

 

Kurang Pinter

Ambis adalah solusi buat mereka yang biasa aja untuk bisa jadi pinter via
Ambis adalah solusi buat mereka yang biasa aja untuk bisa jadi pinter via Photo Credit: Pink Sherbet Photography via Compfight cc

Menyambung tentang eksistensi beberapa mahasiswa yang pinter tanpa perlu belajar dengan tekun, rajin a.k.a ambis adalah satu-satunya cara buat mereka yang gak dianugerahi oleh kenikmatan pinter tanpa usaha untuk bisa bersaing. Ngaku aja, semua pasti punya temen yang pinternya itu karena rajin belajar, ada yang pinter meskipun males, ada yang pinter tapi jadi gak pinter karena males, ada yang udah gak pinter males pula. Ambis adalah solusi buat mereka yang biasa aja untuk bisa jadi pinter. Dan ambis sendiri membiasakan mereka untuk berusaha dengan giat, dan umumnya disenengin dosen karena mereka rajin.

Nah, kamu berasa ambis juga? Ada alasan lain kenapa kamu mengambiskan diri? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line untuk berbagi alasan menjadi mahasiswa ambis.

Berbagai Fenomena Kemunculan Meme TentanG SIAK-NG

Fenomena kemunculan berbagai meme dan segala macam hingar-bingar pembicaraan udah jadi semacam ritual pengiring dari kemunculan nilai di SIAK-NG tiap akhir semester. Tbh, awalnya lucu, lalu ada yang bikin berasa senasib, kemudian jadi kesel karena kebanyakan orang ngomongin itu. Nadanya gak jauh dari mahasiswa dan mahasiswi yang merasa dirinya “disakiti” oleh SIAK-NG, dari sindiran sampai cercaan.

Well, let’s take a step back and observe. Pasti pernah nonton film keluaran Pixar, dong? Polanya selalu pakai salah satu ‘awal kalimat paling sakti’, yaitu What if? Yup!

What if toys have feelings? Answer: Toy Story. What if cars have feelings: Answer: Cars. Ya, sekarang mari melakukan auto-correction sebagai mahasiswa dari berbagai posting tentang SIAK-NG, dengan dasar what if SIAK-NG has feelings.

meme tentang SIAK via whisper
meme tentang SIAK via whisper

“Itu SIAK apa mantan? Kok tega.” Salah satu yang bikin ngakak, kalau dianalisis, orang yang nge-post ini punya masalah di bidang asmara sekaligus akademik, dan berusaha mendapatkan sympathy points atau sekadar mau ngelucu aja. Lalu “SIAK udah kaya gebetan, segala pake not published, php-in aja terus.” Kalau SIAK-NG punya perasaan, in his defense, ini bukan salah SIAK.

Coba koreksi diri, apakah kamu sudah jadi mahasiswa yang baik buat SIAK? Kamu cuma ngunjungin SIAK dua kali satu semester, yaitu buat isi IRS dan capture jadwal, lalu liat nilai. Plus masa add-drop deh kalo ada. Kalau kamu nyamain SIAK dengan mantan, ya kamu juga tega sama mantan. Ya, bisa juga mantan memang harus digituin, sih. Lalu kalau kamu di-phpin SIAK, itu salah dosen yang bersangkutan karena sok misterius gak mau publish nilai dulu.

Siak itu setia, kamu cuma perlu ganti password dan ngunjungin dia beberapa kali dalam enam bulan, tapi dia tetep sayang sama kamu dan ngingetin kamu nilai-nilai yang ada biar kamu mawas diri, bahkan dia simpen selalu foto kamu. Bahkan mungkin jadi satu-satunya cara supaya kamu bisa berhubungan dengan PA, siapa tau PA kamu susah dihubungin.

Tapi lebih konkretnya, SIAK hadir sebagai kemudahan dan punya berbagai fungsi buat mahasiswa. Isi IRS gak harus ketemu PA, jelas semua info soal kelas yang harus diambil karena emang tersedia di SIAK. Gak ada lagi cerita nilai dikirim via pos (gossipnya masih ada universitas yang melakukan hal itu). Easy-access dan agak konyol kalau kamu nyalahin SIAK karena kalau nilai jelek ya itu kan salah yang punya nilai. You had it coming at you.

Kalau tiap semester teriak-teriak merasa tersakiti di dunia maya oleh SIAK, ya ketauan dong kamu sebagai mahasiswa gak ada perkembangan secara akademik. Padahal SIAK ngasih kamu berbagai kenyamanan, dari bisa melihat sepak terjang kamu selama kuliah sebagai mahasiswa secara detail, sampai bisa juga ngepoin gebetan, kelasnya di mana-hari apa-jam berapa-siapa yang ngajar dan sebagainya lewat SIAK, lintas fakultas sekalipun (ini beneran).

Intinya bukan ngelarang buat posting aneh-aneh soal SIAK, tapi lebih ke mawas diri bahwa sebagai mahasiswa yang lagi kuliah, respons yang lebih baik adalah mikir apa usaha udah cukup, apa nilai udah cukup, waktu masih cukup dan apa duit ortu masih cukup buat sisa semester yang ada. Kalau semua sudah tercukupi dan jadi mahasiswa yang bisa bangga sama apa yang terpampang di SIAK, bolehlah lucu-lucuan soal SIAK biar orang-orang mikirnya nilai kamu pas-pasan. Kan seru.

Kalau kamu sering liat temen-temen yang ngeluh soal SIAK tiap semester dan gak ada perubahan, mungkin kamu harus share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau mereka baca dan bisa beralih ke jalan yang benar.

Jangan Anggap Enteng! Ngulang Matkul Wajib Ternyata Banyak Efeknya

Salah satu skenario sedih kehidupan mahasiswa adalah ketika harus mengulang alias gak lulus sebuah mata kuliah wajib. Ditinggal pacar efeknya gak separah waktu gak lulus matkul wajib karena yang satu bisa selesai setelah dapet pacar baru, yang satunya lagi harus ngulang ngambil kuliah yang sama entah semester depan atau tahun depannya.

Nah, skenario sedih ini gak hanya menghapus impian terpendam untuk bisa lulus cum laude atau tepat waktu, tapi punya beberapa efek yang bikin kamu… Serba Salah kalau kata Raisa. Apa aja tuh?

 

Feeling violated

Feeling violated via
Feeling violated via Photo Credit: Kaptain Kobold via Compfight cc

Ya, efek paling awal adalah kamu merasa terluka, dijahatin dan merasa seisi bumi… eh seisi dewan dosen, itu gak adil. Meskipun kamu udah tau kamu berada diambang ketidaklulusan sejak liat nilai UTS, dan memang had it coming at you karena kamu memang gak lebih berusaha mengejar ketertinggalan, kamu tetep merasa terkhianati ketika liat nilai D di siak. Atau malah E.

Efeknya bisa marah-marah, kesel, sedih, mirip-mirip kaya diputusin pacar tapi ada efek yang lebih parah. Efeknya adalah kamu mempertanyakan masa depan dan mempertanyakan respons kamu ketika orang tua tau kamu ternyata telah mengecewakan mereka. Ditinggal pacar gak bikin orang tua kamu kecewa kok.

Ketika feeling violated gitu lebih baik kamu cari temen buat curhat dan gak baik ngadepin ini sendiri kalau emang kamu gak biasa dikecewakan sama yang namanya realita. Pick yourself up and dust yourself off, ini bukan akhirnya. Meskipun ini bisa aja awal menuju akhir yang menyakitkan kalau kamu tetep gak berubah.

 

Jadwal kosong

Jadwal kosong, jadi sering nongkrong-nongkrong via wepreventcrime
Jadwal kosong, jadi sering nongkrong-nongkrong via wepreventcrime

Awalnya, ini jadi bagian menyenangkan dari gak lulus matkul wajib. Semester selanjutnya jadwal kamu bisa sedikit tidak terlalu mencekik seperti biasanya. Seneng kan, lebih banyak waktu kosong. Tapi jangan salah, jadwal kosong akibat gak lulus itu lain cerita sama jadwal kosong karen sks udah hampir abis.

Jadwal kosong ini punya efek yang cukup membahayakan. Kamu akan jadi kebanyakan waktu kosong dan gak ada kerjaan yang bikin kamu terbiasa sama yang namanya males dan no appointment issues. Kerjaannya nongkrong sana sini kalau emang suka nongkrong, dan efeknya adalah kamu bisa jadi kurang produktif di semester selanjutnya. Malesnya itu malah bisa kebawa sampe semester-semester berikut karena kamu udah terbiasa menjalani jadwal lowong.

 

Susah ketemu temen seangkatan

Susah ketemu temen seangkatan via paguyubankseui
Susah ketemu temen seangkatan via paguyubankseui

Ini selanjutnya. Semester selanjutnya kamu akan kehilangan banyak kesempatan ngumpul sama temen seangkatan karena jadwal dia dan jadwal kamu udah beda jauh, dianya sibuk karena workload-nya tambah banyak dan kamu tertinggal dengan meladeni jadwal kamu yang tersendat dan gak sibuk plus bikin males itu.

Mereka akan terus melaju kuliahnya sementara kamu akan stuck dan sulit maju. Pembicaraan juga jadi beda karena kalian punya tugas yang beda dan kadang jadi gak nyambung. Efeknya lumayan nyakitin dan yang lebih parah, kamu harus adaptasi ulang dengan teman-teman angkatan bawah. Seru sih buat yang pinter gaul, tapi kalo yang enggak ya pe er banget kenalan lagi.

 

Bisa memperbaiki nilai, kalo niat

Bisa memperbaiki nilai, kalo niat via
Bisa memperbaiki nilai, kalo niat via Photo Credit: clemsonunivlibrary via Compfight cc

Kalo niat. Bener banget. Ada mahasiswa yang ambis dan ketika gagal sekali, mereka akan berjuang mati-matian untuk bisa berhasil. Namun, ada juga yang pasrah dan merasa mengulang kelas itu kaya nonton film yang sama berulang kali namun gak bagus-bagus amat itu film, berasa dengerin lagu yang overplayed terus menerus ampe kamu mati rasa.

Tapi ya kamu mahasiswa, udah gede, jangan manja. Deal with it lah, emang opsi kamu apa? Nyerah? Yakali. Hajar terus aja. Kalo bukan itu matkul yang kelar, ya kamu yang dikelarin.

 

Lulus belakangan

Efek paling pedih: Lulus belakangan via isj.fib.ui
Efek paling pedih: Lulus belakangan via isj.fib.ui

Ada yang sengaja gak mau lulus cepet-cepet, ada yang gak mau sama sekali lama-lama di kampus. Sedih kan? Lebih sedih kalo ada yang gak sengaja lama-lama di kampus, padahal maunya cepet-cepet lulus.

Efek paling nyakitin dari ngulang matkul wajib adalah kamu harus menyaksikan temen-temen kamu yang seangkatan, masuk bareng tapi keluar duluan. Kamu yang punya abandonment issues bakal kesulitan bangkit dari kondisi ini. Tapi tenang aja, mungkin itu jalan mereka. Kamu yang harus menghadapi lebih banyak tantangan pasti punya pengalaman ditempa sama yang namanya kenyataan dan mudah-mudahan ada hikmahnya nanti setelah lulus.

Nah, itu dia efek yang terjadi kalau kamu ngulang matkul wajib. Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau bisa mengilhami temen kamu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama!

 

Baca Juga:

Inilah 20 Usaha Waralaba Bermodal Kecil untuk Mahasiswa

10 Ide Bisnis Untuk Mahasiswa, Menarik untuk Dieksplorasi!

15 Pekerjaan Sampingan Mahasiswa dengan Penghasilan Menjanjikan

Biografi Tere Liye, Lulusan Akuntansi UI yang Menjadi Penulis Novel Terkenal

Biografi Raditya Dika, YouTuber Alumni Politik UI yang Gak Pernah Ngomongin Politik

Semester Ganjil VS Semester Genap di UI

 

Ayo ngobrol-ngobrol sejenak, di UI itu, ada fenomena yang cukup patut diperbincangkan. Mungkin semua yang udah senior sempet membandingkan, sebenernya seruan atau lebih enak mana, kuliah semester ganjil atau semester genap? Karena harus diakuin, sebenernya ada perbedaanya. Apa aja bedanya?

 

Ganjil, gudangnya events

Ganjil, gudangnya events via SATUFISIP
Ganjil, gudangnya events via SATUFISIP

Lihat terus berbagai publikasi dari segala penjuru UI, mulai dari acara seminar, festival, sampai musik dan tari. Ada juga lomba olahraga. Semuanya ada di semester ganjil!

Ganjil memang gudangnya events. OlimUI adanya di semester ganjil, Raisa dateng ke FEB juga semester ganjil lah itungannya. Ada maba baru masuk, bikin nambah banyak events di UI. Ada welcoming maba dan lain-lainnya. Di FISIP ada Gelas Maba, di FIB ada PK dan Maba Cup, banyak events bertebaran di UI ketika semester ganjil.

BACA JUGA: Buat Event-event Terbaru di UI Pantengin Aja AnakUI.com

Untuk maba, semester ganjil alias semester pertama termasuk sebagai masa yang paling indah karena biasanya yang diawal selalu indah, sedangkan gak setiap akhir itu bahagia. Seindah itu karena mereka baru aja membuka awal baru, baru dapet jakun, baru masuk UI, baru sekali pake SIAK, baru seneng-seneng ngampus, SKS-nya masih dibatasin, SIAK masih belum ada grafik yang bikin pundung, bahagia deh.

Buat senior, entah tahun kedua atau tahun ketiga, ganjil bisa dibilang seru karena ada maba. Ada sesuatu yang baru gitu. Karena buat senior, mereka umumnya udah merasa bosen dan kuliah udah mulai berat. Tugas udah numpuk, belum lagi mikirin kapan lulus.

BACA JUGA: Kamu Suka Malas Belajar? Hilangkan Kebiasaan Buruk Tersebut dengan Trik Ini

Dari beberapa kesaksian, anak tahun ketiga adalah yang paling sibuk. Yap, benar, temen-temen dari semester 5. Kenapa?

Karena mereka yang sejak semester dua udah ikutan organisasi sana-sini, ikut lomba dan aktivitas sana-sini, gak bisa ninggalin itu semua begitu aja, dengan alasan sentimen ataupun profesionalitas. Alhasil, udah sibuk non-akademik, sibuk ngurus kuliah yang tambah alig, sibuk juga ngurusin maba, karena umumnya anak semester 5 adalah mentornya anak semester 1.

Hayoloh capek.

 

Genap, kuliah lebih ‘enteng’

Genap, kuliah lebih ‘enteng’ via wepreventcrime
Genap, kuliah lebih ‘enteng’ via wepreventcrime

Emang iya? Ternyata iya. BMKG sudah bertanya kesana-kemari mengenai hal ini. Banyak yang bilang kuliah semester genap itu lebih mudah dibanding kuliah semester ganjil. Mungkin ada pengaruh juga dengan event-event yang numpuk di semester ganjil sehingga menyita fokus mahasiswa.

BACA JUGA: [Diskusi] Apa Pendapatmu tentang Mahasiswa yang Hanya Fokus di Akademis?

Untuk yang semester akhir, semester 8 lebih lowong dibanding semester 7, makanya semester 8 jadi favorit waktu bikin skripsi. Buat yang semester 7 udah skripsi, ya semangat aja.

Semester ini juga bisa dibilang waktunya buat temen-temen yang sebelumnya jadi panitia di sana sini pada semester lalu untuk menghirup sedikit udara biar agak lega, karena semester ganjil akan tiba tanpa terasa.

Boong deng, terasa banget *ketawa* kenapa? Karena transisi dari genap ke ganjil itu lebih berasa dibandingkan ganjil ke genap. Liburnya lebih berasa lama, lebih bermakna, karena biasanya barengan sama anak-anak pada ujian masuk ke UI. Jadi teringat dulu waktu belum kuliah kamu sibuk belajar buat tes, sekarang kamu malah guling-guling di kasur ampe tua karena gak ada kerjaan pas libur. Belum termasuk ke semester ganjil, jadi ya ini itungannya semester genap.

Terus apa gak enaknya semester genap?

Salah satunya adalah kemeriahan yang pudar dari semester ganjil. Semua euforia itu nguap gitu aja loh, entah itu serunya festival, serunya lomba, sampai wajah cantik dede-dede maba yang dulu seger mungkin aja kini udah mulai membosankan dan hanya beberapa yang beneran cantik yang masih bikin seger.

BACA JUGA: Trik Jitu Deketin Maba UI

Gak ada events juga bikin hubungan antarangkatan jadi agak ‘renggang’ karena mereka punya jadwal masing-masing dan sibuk kuliah masing-masing. Baru kembali bersua secara intensif ketika masuk semester ganjil lagi.

Intinya, apa pun semesternya, kesenangan dan kemudahan sih tergantung kamu yang jalanin. Kuliah genap emang lebih enteng, tapi lain cerita kalau kamu waktu ganjil ambil 17 sks terus pas genap ambil 24. Itu mah salah sendiri. Hubungan renggang sama dede yang satu itu juga salah kamu juga, kenapa cuma deketin tapi gak ditembak?

Nah, anak UI, gimana pendapat kamu? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, ikutan ngobrol tentang semester genap vs ganjil!

Cuma Mahasiswa UI yang Pinter Bingit yang Bisa Jawab 7 Pertanyaan Ini!

Pasti beberapa dari mahasiswa sekalian terkadang membayangkan atau mempertanyakan hal-hal yang kadang belum sempat terjawab, atau malah tidak dapat terjawab. Bukan pertanyaan akademis, tapi lebih ke pertanyaan tentang hal-hal kecil, tentang daily life di kampus.

Nah, AnakUI bakal mencoba menjawab beberapa pertanyaan tersebut. Meskipun penjelasannya belum tentu  benar dan bisa menjawab pertanyaan dengan baik atau malah gak menjawab sama sekali, setidaknya bisa mengganjal sampai kalian tahu sendiri jawabannya. Karena terkadang Google juga gak tau apa yang kita tanyakan, jadi kita harus coba menggunakan nalar.

Kenapa Harus Gonta-ganti Password SIAK?

Kenapa harus gonta-ganti password? (Sumber: bempefeui)
Kenapa harus gonta-ganti password? (Sumber: bempefeui)

Iya, benar, kenapa? Ada yang bilang bahwa alasan mahasiswa harus gonta-ganti password adalah agar akun SIAK tetap aman karena password selalu digant dan juga menghindari lupa password. Sejauh ini belum pernah denger tuh, ada perkara akun SIAK dicuri. Buat apaan? Memang sih bisa aja ada yang jahat ngebajak akun SIAK buat nge-drop semua matkul pas masa add-drop, tapi kan siapa juga yang sejahat itu, usilnya mendarah daging.

Kalau perkaranya bawa-bawa IP, IPK, dan uang kuliah satu semester, mahasiswa bisa emosional. Kasus yang muncul malah mahasiswa yang lupa ganti password dan harus ribet ngurus ke rektorat. Belum lagi ketika ada mahsiswa yang justru lupa password gara-gara ganti tiap semester. Beberapa malah jadi bikin password asal-asalan: QWERTY123456 yang penting asal dia inget aja, gak mikir perkara aman atau enggak.

 

Kenapa Gak Ada Jalur Sepekun dari Kandang Rusa ke FIB?

Kenapa gak ada jalur spekun? (Sumber: va-ui-s-life)
Kenapa gak ada jalur spekun? (Sumber: va-ui-s-life)

Iya. Kenapa? Kenapa ketika ada mahasiswa yang muncul dari arah stasiun UI dan pengin naik sepeda ke FIB, harus muter dulu ke Perpus? Kenapa? Mungkin gara-gara… gak tau sih. Males bikin jalur sepeda lagi, mungkin. Atau mungkin bisa bikin tambah macet.

 

Kenapa Temen Gue yang Satu Itu Selalu Langsing dan Gak Pernah Gemuk?

Kenapa dia Selalu Langsing dan Gak Pernah Gemuk? (Sumber:)
Kenapa dia Selalu Langsing dan Gak Pernah Gemuk? (Sumber:Photo Credit: insidethemagic via Compfight cc)

Oke, ini perdebatan abadi tampaknya. Selalu ada seseorang yang gemuk dan mau kurus, dan ada seseorang yang kurus dan mau gemuk. Sayangnya yang gemuk selalu minder dan keukeuh mau kurus, sementara ada aja yang kurus dan ngerasa dirinya gemuk, bikin seantero jagad sebel.

Mungkin aja temen lu yang satu itu punya kondisi kesehatan yang aneh, misalnya dia kalau bad mood suka makan, sampe berat badannya naik 3 kg. Dan pas tau berat badannya udah 3 kg, dia stress dan kemudian beratnya turun 3 kg. Jadilah siklus dan temen lu yang satu itu beratnya segitu-gitu aja.

 

Kenapa Zebra Cross yang Ada di sepanjang Jalan Margonda, Contohnya di Kober, Penempatannya Gak Lurus?

Kenapa  Zebra Cross  gak pernah lurus? (Sumber: feed)
Kenapa Zebra Cross gak pernah lurus? (Sumber: feed)

No particular reason. That’s just stupid.

 

Kenapa Jembatan Penyeberangan di Sepanjang Jalan Margonda, Hanya Ada di Depan Margonda Residence dan Margo City?

Jembatan di depan Margo City. (Sumber: Monflemon)
Jembatan di depan Margo City. (Sumber: Monflemon)

Entah. Coba nanti wawancara dulu, apa pendapat zebra cross jalan margonda tentang hal ini.

 

Kenapa Ada yang Mancing di Danau-danau UI?

Apa yang dipancing di danau UI? (Sumber: gilamancing)
Apa yang dipancing di danau UI? (Sumber: gilamancing)

Baiklah, kita semua tahu itu danau buatan dan sering banyak yang memancing di situ. Kalau ada yang mancing, dan banyak yang mancing, berarti ada ikan, iya dong? Masa jodoh? Lalu ada tulisan larangan memancing, tapi tetap ada yang mancing. Mungkin tulisannya tidak kelihatan kalau malam, jadi mereka tetap mancing kalau malam.

Lalu kalau ada ikan, kenapa tidak boleh mancing? Karena katanya ikan di danau UI merupakan obyek budidaya. Sebentar, siapa yang membudidayakan? Serius, belum pernah liat ada yang melakukan kegiatan seperti ‘membudidayakan’. Pun kalau ada, itu kan ada banyak sampah di danaunya. Apakah mungkin itu bagian dari strategi budidaya? #sokpolos #berpikirpositif. Tambah rumit, jadi apa yang terjadi sebenarnya?

 

Kenapa Dia Gak Deketin Gue?

Kenapa dia gak deketin gue? (Sumber:)
Kenapa dia gak deketin gue? (Sumber:Photo Credit: Sklathill via Compfight cc)

No comment.

Hal lain nih yang perlu kamu baca tentang “keajaiban-keajaiban” yang cuma terdapat di Universitas Indonesia: Fasilitas di Perpusat UI Ini Bikin Kamu Komentar, “Ini Perpustakaan apa Mall?”.

Apakah kamu punya pertanyaan lain mengenai apa yang terjadi dalam kehidupan kampus, atau mungkin punya penjelasan dari pertanyaan atau keanehan yang ada?

Share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line, siapa tahu ada yang bisa jawab atau malah punya pertanyaan ekstra tentang daily life di UI.

Gak Apa-apa IP Turun :)

Hai, teman-teman 🙂 Apa kabarnya nih setelah melihat nilai-nilai di SIAK bermunculan? Merasa lebih baik karena sesuai dengan harapan? Atau merasa lebih tidak baik karena tidak sesuai dengan harapan? Atau bahkan biasa-biasa aja? Emmm, ada … Baca Selengkapnya

error: This content is protected by the DMCA