Beberapa Poin yang Harus Kamu Perhatiin Sebelum Mengikuti OBM

Selamat datang di kampus makara, putera puteri terbaik bangsa!

Siapa yang gak merinding dan super haru coba baru masuk aja udah disambut sedemikian rupa? Eits, jangan seneng berlebihan dulu, kamu masih harus mengikuti orientasi untuk menjalankan kehidupan di kampus, baik akademis maupun non akademis. Tapi tenang aja, orientasi yang ini beda banget sama orientasi yang itu, kok.

Yak, Orientasi Belajar Mahasiswa (OBM) ini merupakan orientasi yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru mengenai dunia akademis kampus Universitas Indonesia. OBM ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa sebelum mengikuti masa perkuliahan.

Sebelum mengikuti OBM, biar kamu ngejalaninnya ada persiapan terlebih dahulu dan agar maksimal, yuk coba perhatiin beberapa poin di bawah ini dalam pelaksanaan OBM biar makin seru dan meminimalisir hal-hal yang gak diinginkan!

BACA JU&GA: Ini Hal-hal yang Mahasiswa Baru Rasakan: Balada Semester Perdana

 

Siapa sih yang gak suka orang yang rapi?

Ciptakan first impression dengan berpakaian yang rapi via storyofvianindya
Ciptakan first impression dengan berpakaian yang rapi via storyofvianindya

Berhubung OBM merupakan wadah pertama kamu untuk mengenal dunia kampus, jadi ciptakan first impression kepada dirimu sendiri maupun orang lain dengan berpakaian yang rapi selayaknya mahasiswa. Kemeja flannel, jeans, dan sneakers juga udah cukup kok buat kamu baik mahasiswa maupun mahasiswi Universitas Indonesia! Ditambah dengan tas ransel yang bikin kesan “mahasiswa”nya tuh kerasa banget. Tapi bebas sih, silakan berpakaian serapi dan senormal mungkin yang bikin kamu nyaman, tapi ya gak pake jas dan blouse aja, dong…

 

SKSD aja, nothing to lose kok

OBM jadi wadah untuk kenalan dengan banyak orang via bestmistakeofbella
OBM jadi wadah untuk kenalan dengan banyak orang via bestmistakeofbella

OBM juga merupakan wadah buat kamu kenalan sebanyak-banyaknya dengan berbagai jenis manusia di muka kampus. Mulai dari yang nerdy, super asyik, sampe yang ngeselin juga banyak. Ngobrol asyikin aja, tambahin networking a.k.a jaringan pertemanan kamu. Gak ada salahnya kan nambah kenalan dan banyak teman? Kapan lagi hayo sekelas seminggu full bareng temen-temen dari berbagai fakultas.

 

Tingkatkan ketelitianmu, cek ulang jadwal dan lokasi sebelum berangkat

cek ulang jadwal dan lokasi sebelum berangkat via petrabarus
cek ulang jadwal dan lokasi sebelum berangkat via petrabarus

Kalo kamu gak punya temen sejati yang sekelas dari awal sampe akhir OBM, sudah tentu menjadi tanggung jawab penuh bagi dirimu sendiri untuk meningkatkan ketelitian dan keakuratan dalam pembacaan jadwal serta lokasi OBM. Jangan sampe salah loh ya, nanti kamu malu sendiri hehehehe. Emang sih harus banyak temen dan kenal banyak orang, tapi kalo dikenalnya dengan cara salah ruangan maupun jadwal kan gak enak juga.

 

Gak usah takut, ini bukan OSPEK

Gak usah takut, ini bukan OSPEK via hanifafarah
Gak usah takut, ini bukan OSPEK via hanifafarah

Selama OBM kamu dituntut untuk berkontribusi aktif dalam mengikuti segala apa yang disampaikan pembimbing. Santai aja Bro, Sis, gak usah takut, ini bukan OSPEK kok. Malah keren banget kalo kamu bisa terus berpendapat dalam setiap kelas yang kamu ikuti, karena itu memang tujuan OBM; Orientasi Belajar Mahasiswa, mengubah kebiasaan pasif di kelas saat SMA menjadi aktif saat memasuki dunia perkuliahan. Explore sebanyak-banyaknya yang kamu ingin ketahui, ya!

 

Ikutin aja, banyak banget manfaatnya

 kamu harus mengikuti semua kegiatan OBM karena banyak banget manfaatnya via marzetrezitadina
kamu harus mengikuti semua kegiatan OBM karena banyak banget manfaatnya via marzetrezitadina

Sumpah deh, kamu harus mengikuti semua kegiatan OBM karena banyak banget manfaatnya, super informatif, dan membantu kamu banget nanti untuk survive di dunia perkuliahan. Ada, bahkan banyak, hal-hal yang akan jauh lebih mudah untuk kamu kerjakan jika mengikuti serangkaian kegiatan OBM ini. Makanya, jangan disia-siain ya, gak bayar kok! Selain itu, OBM ini juga merupakan prasyarat untuk mengikuti mata kuliah MPKT A dan MPKT B loh, jadi ya mau gak mau, mager gak mager, kamu harus tetep ikut.

Sama siapa, kapan, dan di mana pun kamu mengikuti OBM ini, nikmatin dan jalanin aja, gak ada yang sia-sia kok. Pasti akan banyak pengalaman yang kamu dapetin serta grup di Line atau WhatsApp akan nambah satu. Meski setelah OBM selesai mayoritas ngumpul lagi hanya akan menjadi sebuah wacana yang hakiki, tapi jokes dan cerita selama OBM gak akan pernah jadi wacana buat dibahas kembali, kok.

Tipe-tipe Teman Seperti Inilah yang Bakal Jadi Superhero Kamu

 

Manusia adalah makhluk sosial. Pembukaan sederhana tipikal ‘latar belakang’ di bab I makalah kamu beberapa waktu lalu, atau malah beberapa waktu yang akan datang. Ini gak salah sama sekali, as in kamu akan selalu butuh orang lain untuk bersosialisasi.

BACA JUGA: Beberapa Karakteristik Teman yang Bakal Kamu Temui Saat Jadi Maba

Pacaran juga termasuk, tapi ini bukan mau bahas itu. Kadang ada beberapa jenis temen yang akan selalu kamu butuhkan dari waktu ke waktu selama kuliah ini. Apa aja tuh?

Gadgetman

Si "Gadgetman" via
Si “Gadgetman” via Photo Credit: Mathieu Thouvenin via Compfight cc

Kesannya macam superhero, bisa juga dipanggil mr. atau ms. Gadget. Penting? Iya. Mungkin kamu memang gak gaptek, tapi seberapa banyak sih gadget yang kamu punya? Seberapa ahli kamu perkara gadget yang kamu miliki saat ini? Kalau sam-ting-wong (something wrong) terjadi pada gadget kamu, kamu bisa apa?

BACA JUGA: Ya Begini Nasib Jadi Anak Fasilkom UI

Nah, disitu si gadgetman ini penting. Dia tahu seluk-beluk segala jenis gadget mulai dari hape monokrom yang antik macam tamagochi sampai ke high-end gadget macam 2-in-1 laptop-slash-tablet terkini. Dia ngerti windows dan apple meskipun OS laptopnya Linux, dia paham caranya bikin halaman daftar isi yang gampang di Microsoft Word, ngakalin supaya flashdisk gak mempan virus autorun, sampai ke tricky-trick AutoCad maupun bikin laptop kamu layarnya kebalik dan bikin kursor kamu work in reverse. Gadgetman will come in handy, asalkan ya kamu hati-hati aja jangan sampe dia ngubah bahasa di hape kamu jadi bahasa ibrani.

 

Solution Guy

Masalah apa pun bisa diatasi sama si Solution Guy via
Masalah apa pun bisa diatasi sama si Solution Guy via Photo Credit: EyeTunes via Compfight cc

Kamu butuh dia disaat-saat hectic dalam hidup, misalnya kamu harus menyelesaikan 4 tugas dalam semalam, atau kamu lagi di tengah-tengah acara dan berbagai masalah muncul mendesak, atau kamu lagi dalam produksi teater dan gak punya banyak waktu maupun duit, atau kamu bingung tentang kuliah yang harus diambil dan siapa yang harus dideketin.

Ya, dia pasti bisa bantu, baik itu menyediakan solusi maupun beneran bantu tenaga. Pemikirannya yang solutif ditambah keahliannya dalam pendekatan strukturalis, niscaya dia bisa breakdown masalah kamu jadi lebih sederhana. Mulai dari bikinin kamu to-do-list berdasarkan prioritas atau probabilitas, sampai ke pros & cons list, timeline, dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Ringankan Tugas Kuliah Kamu Dengan Aplikasi-aplikasi Ini

Dia selalu bisa mikir out of the box dan semakin baik di bawah tekanan.  Sounds plausible? Eits jangan salah, orang kaya gini beneran ada loh. Coba perhatiin lagi di sekitar kamu, ada gak orang yang hidupnya keliatan seperti senang-senang aja tapi semua kerjaan dan kuliahnya beres? Nah, mungkin dia orangnya.

 

Movie Guy

Movie Guy via
Movie Guy via Photo Credit: torbakhopper via Compfight cc

Ini juga asik. Tiap orang pasti kenal sama jenis yang satu ini. Dia gak cuma tahu segala jenis film beserta genrenya, atau tahu nama sutradaranya beserta sejarah film buatannya, awards-nya atau ke pemain-pemainnya. Kalau dia kenal kamu dan kepribadian kamu, dia bisa ngasih berbagai rekomendasi film yang pasti kamu suka, meskipun kamu sendiri gak tau kamu bakal suka. Epik.

Kamu bahkan bisa tanya dia tentang berbagai film, ajak main tebak-tebakan judul film, ngecek film di bioskop ada yang bagus atau enggak, film apa yang patut ditungguin kehadirannya di bisokop etc. Lebih epik lagi kalau dia bisa analisis film dan nge-quote dari film untuk dimasukin ke percakapan sehari-hari atau jadi advice buat temennya. Gak nyesel deh punya temen kaya gini.

 

Varys

Kayak Varys, si pusat informasi via hbowatch
Kayak Varys, si pusat informasi via hbowatch

Kamu yang nonton Game of Thrones pasti kenal sama yang namanya Lord Varys. Bayangin kamu punya temen kaya gini. Wihh.

Buat yang gak tau, Varys ini adalah si laba-laba, pusatnya segala informasi gegara punya banyak mata-mata yang berceceran di seluruh penjuru negeri, yang bahkan bisa tau kamu makan apa selama tiga hari belakangan ini. Kalau di dunia kuliah, seru abis. Dia bisa tahu jadwal dosen, jadwal mahasiswa atau mahasiswi yang kamu incar buat PDKT, sampai ke gosip-gosip maupun fakta-fakta seputaran kehidupan kampus.

Even crazier, si Varys ini bisa tahu nilai UTS kamu meskipun itu nilai belum dipublikasiin. Yap, dia punya mata-mata di ruang dosen. Emang sih, merusak privacy, tapi ya kamu juga penasaran dan mau tau lebih dulu, dong? Jadi gak usah protes.

 

Si Tukang Ngasih Kado

Si Tukang Ngasih Kado via
Si Tukang Ngasih Kado via Photo Credit: Sliceof via Compfight cc

Pernah bingung kalau beliin kado buat seseorang? Atau malah sedih banget karena gak pernah ada yang ngasih kado? Kamu harus punya temen si tukang ngasih kado. Jarang banget, tapi memang ada. Macam Leslie Knope dari Parks and Recreation, si tukang ngasih kado ini selalu punya ide cemerlang kalau udah menyangkut kado buat seseorang. Dia paling seneng ngasih kado karena dia mendapat kebahagiaan saat melihat orang yang dia kasih kado itu megap-megap lompat-lompat kesenengan. Seru banget. So, y’all like gift?

BACA JUGA: Ketahuilah, Enam Jenis Hadiah (Anti)Mainstream yang Muncul Saat Wisuda!

Nah, gimana, perlu kan temen-temen kaya yang dijabarin di atas? Atau malah kamu adalah salah satunya? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau temen kamu mau daftar jadi salah satunya.

 

Percayalah, Kamu Tidak Akan Mau Satu Tugas Kelompok Sama 5 Jenis Orang Ini!

Seberapa lama kamu kuliah, jurusan apa pun yang kamu ambil, tentunya kamu memiliki skill tersendiri yang biasa kamu andalkan saat pembagian tugas kelompok. Biasanya pembagian kelompok dibagi dengan dua metode. Metode pertama adalah kamu bebas memilih teman kelompomu sendiri dan metode kedua adalah teman kelompokmu ditentukan oleh si dosen.

Pastinya kamu pernah ngerasain “kedapetan” teman kelompok yang sebenarnya kamu nggak mau-mau banget sama dia. Sayangnya, sesebel apa pun kamu satu kelompok sama dia, tetap aja kamu butuh bantuannya. Dan hal itulah yang bikin kamu jadi nggak nyaman.

Nah, dari sekian banyak kemungkinan, apa yang akan kamu lakukan jika ternyata kamu harus satu kelompok dengan orang-orang di bawah ini?

1. Kelompok Sama Cowok yang Suka Sama Kamu Tapi Kamunya Nggak Suka

"Duh, elah! Sekelompok sama dia lagi!" (Sumber:)
“Duh, elah! Sekelompok sama dia lagi!” (Sumber:Photo Credit: iulia.pironea via Compfight cc)

Harus ngapain, ya, kalau kejadiannya begini? Bagi sebagian dari kamu mungkin bisa saja jadi pura-pura baik dan kasih senyum selama dia bisa ngerjain tugas kamu dan kamu bisa hangout di mall dan belanja pakaian keren terkini.

Nah, bagi sebagian lainnya, yaa… sabar aja. Sebaiknya, sih, nggak memanfaatkan situasi. Karena yang ada dia bakal ngerasa dapet harapan lebih dari kamu. Eh, ujung-ujungnya cintanya bertepuk sebelah tangan. Kalau dia bunuh diri kan bahaya. Tapi hati-hati juga, kalau di saat mengerjakan tugas kamu bilang “sebenernya kita tuh cuma teman” yang ada tugasnya nggak kelar. Ujung-ujungnya kamu yang ngerjain semua tugasnya dia karena dia pingsan dan nggak bangun-bangun hingga UAS menjelang.

 

2. Kelompok Sama Calon Gebetan

Satu kelompok sama gebetan. (Sumber:o2indonesia)
Satu kelompok sama gebetan. (Sumber: o2indonesia)

Namanya juga CALON GEBETAN. Ingat ya, CALON. Baru CALON, dan baru CALON gebetan. Jadi ya nggak usah berharap terlalu besar juga. Yang ada malah kamu jadi karakter yang ada di ulasan di atas. Kamu yang tanpa sadar sukarela mengerjakan apaaaaaa pun yang dia minta. Bahkan untuk urusan keluar duit yang seharusnya urunan.

Nah, hal-hal kayak gini juga bisa merusak pertemanan kamu. Saat kamu tahu ada temanmu yang lain juga dekat dengan dia tanpa tahu kalau ternyata mereka sepupuan. Ujung-ujungnya kamu bakal malu sendiri karena udah terlanjur marah-marah sambil teriak “LO JANGAN DEKAT-DEKAT SAMA CALON PACAR GUA YAH!?”

 

3. Kelompok Sama Si Tukang Malas

Si Tukang Tidur (Sumber:)
Si Tukang Tidur (Sumber:Photo Credit: Photo Extremist via Compfight cc)

Ceritanya kamu: “Lo besok ngetikin bab 1 sampai bab 2 ya. Abis itu e-mail ke gua jangan lupa.”

Ceritanya temen yang katanya baik sama kamu: “Iyak sip. Tenang aja. Selama ada gua, semua beres!”

24 jam kemudian…

Ceritanya kamu: “Tugasnya mana? Udah lu e-mail?”

Ceritanya temen yang katanya baik sama kamu: “Maafin gua ya, Cuy, semalam gua ketiduran, abis nonton bola. Gua lupa ada tugas. Ntar siang deh gua email.”

Ceritanya kamu: “WHAT!? MUKE GILE! Tenggatnya tuh nanti siaaang!” *lalu mati*

 

4. Kelompok Sama Si Sok Cerdas

Si Sok Cerdas. (Sumber:)
Si Sok Cerdas. (Sumber:Photo Credit: mikecogh via Compfight cc)

 

Ceritanya kamu: “Jadi menurut lo teori ini dimasukin ke mana?”

Ceritanya temen kamu yang ngakunya sok cerdas: “Nggak git, Cuy. Ini tuh musti nganu gini nganu gini… ini dosennya pe’a ngajarinnya!”

Ceritanya kamu: “Oh gitu, jadi harusnya gimana?”

Ceritanya temen kamu yang ngakunya sok cerdas: “Bentar gua Googling dulu. Nah, kan bener! Teori ini tuh harusnya di Bab ini!”

Ceritanya kamu: “Bukannya dosennya juga bilang gitu?”

Ceritanya temen kamu yang ngakunya sok cerdas: “Emang iya? Masa sih? Ah nggak percaya gue.”

Ceritanya kamu: “Lah, ini ada di catetan gue kok.”

Ceritanya temen kamu yang ngakunya sok cerdas: “oh…” *kemudian hening*

 

5. Kelompok Sama Mantan

"Jangan liat matanya! Jangan liat matanya!" (Sumber:)
“Jangan liat matanya! Jangan liat matanya!” (Sumber:Photo Credit: UBC Library via Compfight cc)

Nah ini yang paling nightmare, antara bikin pengen ngebakar doski sama pengen balikan sih.

Siapin mental aja kalau tiba-tiba saat ngerjain tugas di kosan teman-teman kelompokmu yang lain pada keluar cari makan, lalu tiba-tiba dia bilang “Hai, udah lama yah kita nggak ngobrol gini.” sambil lemparin senyum yang bikin bumi seolah bergetar beberapa detik.

Solusinya? Ya, gimana dong, abisnya dia baik. Jadi….  (gua rasa lu udah pada tau kemana arahnya).

Seberapa tidak inginnya kamu dengan mereka, ingatlah bahwa dosen mengelompokkan kamu berbeda-beda agar kamu dapat saling mengenal dan saling jatuh cinta lagi, eh maksudnya saling menerima keadaan yang nyata dan kenyataan yang ada. Ada baiknya juga kan, setidaknya untuk beberapa waktu kalian nggak akan marahan dulu.

 

Kamu punya pengalaman seru tersendiri saat mengerjakan tugas kelompok? Yuk, berbagi cerita dengan kami di comment box dan bagikan cerita ini ke teman-teman kamu di Facebook, Twitter dan LINE!

 

Inilah Gunanya Seorang Teman

Judul di atas terinspirasi dari judul lagi lama milik rod Stewart yang berjudul “That What Friends Are For”. Saya tau lagu ini dari seorang sahabat saya yang  klo sedang menolong dan kita mengucapkan terima kasih … Baca Selengkapnya

error: This content is protected by the DMCA