Tak Hanya Peduli Kesehatan, FIK UI Turut Berdayakan Ekonomi Warga

Kegiatan pemberdayaan FIK ini direspon positif dan disambut dengan baik oleh peserta sehingga hasilnya meningkatkan pengetahuan dan berdampak ekonomis serta ketahanan pangan masyaraka


0

Di masa pandemi seperti sekarang, masyarakat tak hanya dihadapkan dengan masalah kesehatan saja nih, namun juga masalah ekonomi. PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang merupakan kelanjutan dari kebijakan PSBB membuat masyarakat jadi gak bebas untuk beraktivitas di luar ruangan sehingga berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Nah, PHK yang marak terjadi belakangan ini tentunya bikin masyarakat harus memutar otak agar dapur di rumah tetap mengepul dong!

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mengubah profesi menjadi ojek online, menambah pendapatan dengan menjual makanan rumahan,  hingga menjajakan barang di sosial media. Tentunya pengembangan ide ini butuh bantuan dari berbagai pihak, terutama bagi masyarakat yang ingin berwirausaha. Kelompok masyarakat tersebut butuh bantuan berupa pelatihan yang mampu meningkatkan kemampuan.

BACA JUGA: Bidik 3000 orang, FIK UI Beri Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial

Berbekal dari latar belakang inilah, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) yang bekerja sama dengan YBM PLN dan Yayasan Biman melakukan pelatihan pembuatan “Mi Sayur Arroyan”. Pelatihan ini dilaksanakan bagi berbagai kalangan, termasuk kepada santri di Pondok Pesantren. Salah satu pesantren yang mendapat pelatihan ini adalah pesantren binaan YBM PLN, yakni Pondok Pesantren Tahfidz Entrepreneur YBM PLN.

Menurut Dr. Widyastuti, M.Kes, Sp. Kom sebagai Penanggung Jawab Program Pengabdian Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia (FIK UI) yang bekerjasama dengan YBM PLN dan Yayasan Biman, rangkaian kegiatan pemberdayaan yang sudah dilakukan bersama mahasiswa paska sarjana ini memunculkan ide untuk menduplikasi kegiatan dibeberapa tempat binaan YBM PLN.

Di antara kegiatan yang diduplikasi adalah ‘Pelatihan Membuat Mi Sayur Arroyan’ di beberapa pondok pesantren binaan YBM PLN di Provinsi Jawa Barat.

“Hal ini sebagai salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi yang dapat di kembangkan oleh masyarakat,” ungkap Widyatuti.

Program duplikasi ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pelatihan pembuatan Mi Sayur Arroyan dapat dilaksanakan di berbagai kalangan termasuk kepada santri di Pondok Pesantren. Diantara pesantren binaan YBM PLN dilaksanakan pertama kali di Pondok Pesantren Tahfidz Entrepreneur YBM PLN. Dalam kegiatan tersebut santri tidak hanya di ajarkan cara membuat mi sayur dengan memanfaatkan tanaman sayur yang ada di lingkungan pesantren, namun santri juga di diberikan edukasi terkait gizi seimbang di masa pandemi.

Salah satu santri yang ikut dalam kegiatan Pembuatan Mi Sayur Arroyan bernama Sultan mengatakan sangat antusias dengan pelatihan ini.

“Saya sangat senang mengikuti pelatihan pembuatan Mi Sayur ini, bahan yang sederhana dan proses pembuatannya juga cukup mudah dilakukan dirumah,” ungkap pria asal Bandung ini.

Sultan juga berkeinginan setelah lulus dari Pondok Pesantren ia ingin membuat kedai Mi Ayam dengan memanfaatkan sayur yang ada di lingkungan rumahnya.

“Jika nanti saya lulus dari pondok, saya ingin dapat membuka kedai Mi Ayam di rumah saya dengan bekal dari pelatihan ini, agar dapat meningkatkan perekonomian keluarga” ujar Sultan.

Kegiatan duplikasi ini juga dilakukan di Pondok Pesantren Pusat Pemberdayaan Umat An Nahl Bogor. Dalam kegiatan ini Santri juga diberikan pelatihan terkait Pengolahan sayur di lingkungan pesantren untuk dijadikan Mi Sayur yang menjadi pilihan dalam mengganti sumber karbohidrat harian dan juga bernilai ekonomis tinggi. Selama proses pelatihan, Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Tim Pengabdi dari mahasiswa pascasarjana yaitu Zela dan Yolinda, menyatakan sangat antusias dalam setiap kegiatan pengabdian yang mereka berikan.

“Kami sangat senang karena dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan membantu kehidupan mereka secara tidak langsung,” ungkap dia.

Zela dan Yolinda juga menyatakan akan ikut terlibat dalam kegiatan kerjasama kampusnya (FIK UI) dengan YBL PLN ini.

“Karena setiap kegiatan yang dilaksanakan direspon positif dan disambut dengan baik oleh peserta sehingga hasilnya meningkatkan pengetahuan dan berdampak ekonomis serta ketahanan pangan masyarakat,” ucap dia.

BACA JUGA: 7 Hal yang Kamu Nggak Tau dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ditha Adinda

Content Writer. Are you the end of my prayer? Because Amen love with you. Hit me on: Ditha Adinda (Vokasi, Administrasi Rumah Sakit 2017). Baca artikel Ditha Adinda lainnya.

0 Comments

Leave a Reply