Pada tanggal 26 dan 27 Agustus kemarin, UI baru saja meluluskan 8.060 orang sekaligus menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 di Balairung UI Kampus Depok. Pada kelulusan kali ini, sebanyak 1.751 orang yang berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Kalo kita pikir-pikir, pasti mayoritas dari yang diwisuda kemarin adalah mereka yang menamatkan studinya selama 4 tahun atau bahkan lebih. Akan tetapi, siapa sangka, bahwa ada juga yang menamatkan studi sarjananya kurang dari 4 tahun, loh! 3,5 tahun? Bukan, bahkan lebih cepat dari 3,5 tahun alias cuma 3 tahun!

BACA JUGA: Endless Question: Mendingan Kuliah 4 apa 3,5 Tahun Ya?

Richard Henokh Kurniawan, wisudawan termuda yang lulus cuma 3 tahun

Richard Henokh Kurniawan, wisudawan termuda yang lulus cuma 3 tahun

 

Yup, dialah Richard Henokh Kurniawan, wisudawan dari program sarjana reguler angkatan 2013 Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI yang berhasil menjadi wisudawan muda tercepat, yaitu hanya dalam waktu 3 tahun. Keren banget gak, sih? Karena biasanya kan mahasiswa UI lulus 3,5–4 tahun dari total waktu 8 semester yang diberikan pemerintah, tuh. Belum sampai di situ aja, ternyata Richard juga lulus dengan predikat cumlaude dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif 3.83.

Richard pun mengakui bahwa kunci keberhasilannya terletak pada manajemen diri dan waktu. Richard menyarankan semua orang untuk mencoba bangun lebih pagi dan melakukan kegiatan fisik. Selama di UI, ia sering kali lari pagi pada pukul 5 atau 6. Gak cuma bikin kita bikin bangun lebih pagi, lari pagi juga bikin kita semangat semangat dan percaya diri di pagi hari.

advertisement

Selain menjaga kesehatan dan kebugaran fisik dengan lari pagi, Richard juga selalu menyiapkan waktu-waktu untuk mengulang kembali pelajaran yang diterimanya selama di kelas, yaitu pada pukul 7-9 malam. Pada saat jam 10 atau jam 11 malam, ia mengusahakan diri untuk tidur, agar bisa bangun pagi keesokan harinya.

Eits, siapa bilang dengan melakukan rutinitas yang teratur kayak gitu berarti membuat kita gak punya waktu dengan hobi dan jaringan pertemanan? Di luar waktu yang udah dijadwalkan, tentunya masih ada sisa waktu yang bisa dibagi untuk kegiatan kuliah, menekuni hobi, dan gak lupa juga begahol. Selama dilakukan dengan disiplin dan konsisten pasti semua orang bisa, kok!

Buktinya nih, selain berprestasi di bidang akademik, Richard juga merupakan ketua angkatan yang tugasnya mengkoordinir acara angkatan setiap semester, bahkan ia juga masih bisa membentuk band Anticode Sophomore yang rutin tampil di acara-acara besar UI, seperti Compfest dan Computers Get Together.

Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh! via vokasi

Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh! via vokasi

Tentunya dibalik kesuksesan seseorang ada motivasi yang besar di sana. Motivasi terbesar Richard sehingga menjadi seperti sekarang ini tidak lain dan tidak bukan adalah ayahnya sendiri. Ayah Richard dulu juga merupakan lulusan tercepat pada masa itu, yaitu 4 tahun 3 bulan, ketika umumnya teman-temannya lulus 5-7 tahun. Ayahnya jugalah yang menginspirasi Richard untuk mengambil jumlah kredit penuh di setiap semester.

Saat ini Richard sudah diterima untuk melanjutkan masternya di Renmin University of China di Beijing, Jurusan Administrasi Bisnis (gelar MBA). Ia pun sudah mengantongi beasiswa S2 dari Kemenristekdikti untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ini.

Ke depannya, ia bercita-cita menjadi profesional di bidang Teknologi Informasi dan membangun sebuah perusahaan Teknologi Informasi di Indonesia.

advertisement

Wah, menarik dan menginspirasi banget bukan?! Semoga kita dapat menjadikan kisah Richard ini motivasi untuk tetap semangat menjalani dunia perkuliahan baik akademis maupun non akademisnya ya! Pengen cepet-cepet lulus dengan hasil maksimal ya ga apa, tapi tetaplah percaya bahwa semua dari kita akan lulus pada waktu yang tepat. Selamat berkarya!

Referensi: ui.ac.id



[reaction_buttons]