Teror Kiamat Industri 2010

Jangan dikira kiamat baru datang pada tahun 2012 nanti. Tahun 2010 pun kini menjadi kiamat yang tak kalah menyeramkan bagi sebagian besar rakyat. Pasalnya Free trade Agreement (FTA) ASEAN-China mulai diberlakukan sepenuhnya pada tahun ini. Tarif bea masuk barang barang china ke Indonesia atau sebaliknya akan menjadi zero alias ENOL rupiah.

maka jutaan produk china -yang notabene sudah amat murah- akam menjadi jauh dan jauh lebih murah lagi. ditambah produk dalam negeri kita yang masih kurang bisa bersaing secara kompetitif di pasaran global. Dijamin kita bakalan bener2 abis terlindas roda besi perdagangan naga asia itu
Akibatnya? 7,5 JUTA pekerja indonesia terancam diberhentikan dari pekerjaannya. luar biasa brilian memang kebijakan pemerintah menyetujui perjanjian yang satu ini. biar miskin tapi sombong.

Hari ini, tanggal satu januari duaribu sepuluh, menjadi awal kehancuran industri dalam negeri. setidaknya beberapa sektor seperti tekstil, permesinan, dan baja akan langsung hanyut dalam ombak besar jika tidak ada antisipasi yang serius dari pemerintah. Ditambah warga negara Indonesia yang konsumtif dan cenderung memiliki ‘nasionalisme terhadap harga’ daripada nasionalisme terhadap negara. Hal ini yang perlu amat sangat kita waspadai

Jadi, mari kita mulai berbenah dari diri kita sendiri. Kurangi kebiasaan konsumsi yang berlebih, terutama terhadap produk asing. Mengapa harus beli produk asing kalau produk lokal pun bagus. Jangan silau dengan merek kawan-kawan! kita harus jadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Saya pribadi sempat sakit hati melihat mobil produksi negara tetangga hilir mudik di tol jagorawi. Lalu kenapa yang hilir mudik di negara itu hanya TKI kita?

Dengan mendukung produk lokal, memperkaya bangsa sendiri, kita bisa meredam-paling tidak meminimalisir- dampak dari perjanjian ini terhadap negara kita. semoga saja pemerintah tidak terlambat, atau tidak sampai hati, melihat kehancuran ini terjadi.

15 thoughts on “Teror Kiamat Industri 2010”

  1. Yah, inilah yg gw khawatirkan dari SBY n The Gang yang liberal ini, (ga mau kelatahan pk kata neoliberal).. Akhirnya tanpa strategi industri dan perdagangan yg belum mapan sudah grasa-grusu menandatangani kesepakatan tsb.. padahal tanpa perdagangan bebas antara ASEAN dgn China saja prodok2 dalam negeri kita sudah kalah saing..

    Pengangguran meningkat.. UKM akan banyak yg gulung tikar.. Kesejahteraan penduduk menurun..

    LANJUTKAN!!!

    Reply
  2. Gw gak silau dengan harga koq. Gw silau dengan kualitas.
    Kalo kualitas produk cina ga ada apa-apanya dibanding produk lokal, gw beli produk lokal, begitu pula sebaliknya.

    Reply
  3. yg pasti pemerintah, dengan segala keahlian dan pengalamannya, sudah memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi..

    Reply
  4. Nice posting!!! saya suka sekali tulisan ini

    betul juga ya,,disadari atau tak disadari ini merupakan sebuah bencana bagi perekonomian kita,,semoga dengan keresahan yang timbul bisa memicu semangat cinta produk dalam negeri republik ini

    Reply
  5. Sebuah tulisan yang diharap bisa menggugah kesadaran semua pihak untuk bangun dari tidur. Hanya sayang pemerintah sendiri tidak terlihat melakukan antisipasi yang significant. pemerintah cenderung tidak berani bersikap tegas.
    Just refference, malaysia dengan tegas bersikap untuk tidak ikut AFTA bersama yang lain sampai mereka siap. (kalau tidak salah baru 3 tahun kemudian malaysia membuka pasarnya). yang bisa diakukan tiap individu adalah : galang nasionalisme, pakai produk dalam negeri.

    Reply
  6. Aneh.. sepertinya tidak banyak mahasiswa yg concern mengenai hal ini.. Padahal ini menyangkut langsung dengan nasib rakyat kecil atau buruh..

    Apakah ada shift dalam pemikiran atau benak mahasiswa saat ini??

    Reply
  7. Untuk diperhatikan yang pasti mahasiswa kebanyakan seusai lulus maunya jadi orang gajian di perusahaan asing jadi buat apa mikir kalangan rakyat lain yang cuma jadi buruh, kalau bisa dikirim untuk hidup di luar negeri bahkan makanya beasiswa keluar untuk postgraduate banyak yang jadi rebutan.

    Reply
  8. iya nih, rasanya isu ini koq besar tapi ga dibesar-besarkan.. apa lagi sibuk ama isu2 politik dalam negeri yak??

    Reply
  9. industri kita sudah diproteksi selama bertahun2 selama masa orde baru. masa sampai sekarang belum siap bersaing dengan industri negara lain?
    btw, mulailah dari diri kita sendiri, jangan belagak protes macam2 mengenai ACFTA kalau diri kita masih pakai produk-produk dengan merk asing

    Reply
  10. Nah itu dia mas blueflash, seharusnya pertanyaan macam itu yang harusnya kita semua ajukan ke pemerintah. Mengapa sampai sekarang kita belum siap???

    Reply
  11. yaa yaa.. mungkin skrg saat masih berada di tempat berteduh sementara yg bernama universitas kita tidak akan merasakan langsung.. namun bila sudah masuk ke dunia real, entah kita jadi karyawan atau membangun bisnis sendiri akan mulai terasa..

    bagaimana regulasi pemerintah yg cenderung berpihak pada pemodal besar.. bagaimana regulasi yang cenderung menekan buruh.. kebijakan perdagangan dan industri yang tidak selaras, dll

    Reply
  12. Kebijakan proteksi hanya akan menguntungkan sebagian pihak, yaitu pengusaha yang produknya diproteksi pemerintah.

    Secara keseluruhan, perdagangan bebas lebih menguntungkan karena masyarakat bisa mendapatkan barang murah dengan kualitas lebih tinggi.

    Reply

Leave a Comment