The Teaching Value

Cuma pengen share, dari blog saya.. Semoga bermanfaat 🙂

_______________________________________________________________________________________

Kadang gw mikir, sebenernya pelajaran-pelajaran yang diajar guru kita di kelas itu ga terlalu penting. Toh pada kenyataannya kebanyakan pelajaran yang kita dapet di kelas itu ga kepake di dunia nyata. Yang paling penting itu justru values/nilai-nilai yang sebenernya ga diajarin di kelas, tapi bahkan tanpa sadar tertanam di diri kita, berkat guru kita tersebut. Dan yang gw maksud ini sebenernya mungkin ga cuma berlaku di tingkat sekolah aja ya, tapi kuliah juga. Tapi seandainya nilai-nilai itu udah tertanam di tingkat sekolah, kenapa ga berlanjut di tingkat kuliah?

Honestly, pernah ga sih lo sekolah ngerasa kayak cuma kewajiban dan rutinitas aja? Kalo lo cuma belajar buat ujian, terus abis itu juga ntar lupa lagi. Pernah ga sih lo ngerasa kalo guru-guru (dalam hal ini termasuk dosen lah) itu ngajar juga karena tuntutan profesi aja? Karena mereka berprofesi sebagai guru, kalo mau dapet gaji ya harus ngajar?

Mungkin beberapa guru kayak gitu, mungkin banyak, dan mungkin banyak juga yang nggak.

What’s your point?

Well, maksud gw, mungkin wajar kalo pelajar itu ngerasa belajar cuma kayak memenuhi syarat wajib belajar aja. Cuma belajar buat ujian aja abis itu lupa lagi. Memang, mostly pelajaran dan teori-teori yang kita dapet di sekolah itu ga kebawa sampe dewasa, sampe kerja, dsb. Tapi menurut gw, sekali lagi, yang penting itu justru nilai-nilai yang ditanamkan pada masa itu. Jadi, tugas guru itu seharusnya justru lebih difokusin ke “ngajarin” nilai-nilai tersebut daripada cuma nurut sama kurikulum dan ngajarin teori yang sekian banyaknya.

Ngerti ngga maksud gw? Iya, iya, gw emang kadang ngomong suka berbelit-belit. :p

Yah, contohnya satu aja deh, yang menurut gw paling penting. Nilai kejujuran. Honestly, berapa banyak orang di negeri ini yang kira-kira masih megang nilai kejujuran? Ga usah jauh-jauh sampe politikus busuk lah.. Tengok aja sekitar kita. Atau tengok diri sendiri. Masih suka nyontek ga pas ujian?? Masih suka cabut kuliah terus titip absen gak?? Mungkin kedengeran simple ya, tapi kalo keseringan kayak gitu, lama-lama nilai kejujuran dalam diri kita juga bisa ilang kan? Makanya tuh orang-orang yang katanya berpendidikan yang jadi pejabat dan petinggi negeri kita, banyak banget yang korupsi. Ga menutup kemungkinan kita yang udah rajin aksi turun ke jalan buat protes korupsi malah lulus dari universitas ujung-ujungnya jadi kayak gitu juga. (Naudzubillah, jangan sampe.)

Pinter sih pinter, tapi kalo ga bermoral sama aja bohong! Apa sih yang diajarin di sekolahnya??

Nah. Ini dia. Di mana sekolah yang harusnya bisa mendidik calon-calon petinggi negeri ini jadi orang-orang yang bermoral, berbudi pekerti? Emang apa sih yang diajarin di sekolah? Cuma Matematika, IPA, IPS, Bahasa, dan sejenisnya aja? Useless! Percuma kalo otak aja yang diasah, mentalnya nggak. Keluar sekolah mungkin otaknya tambah encer, tapi mentalnya tetep (atau malah tambah?) bobrok! Liat aja di mana-mana banyak anak sekolah tawuran, rusuh melulu kerjaannya. Kacau..

Gw jadi keingetan salah satu guru favorit gw, yang menurut gw cukup memegang teguh dan ngajarin nilai-nilai kebaikan di sekolah. Beliau ini orangnya santai, ramah, dan gaul banget sama murid-muridnya. Tapi jangan salah.. kalo ujian, dia tetep tegas, sama sekali ngga ngebolehin muridnya nyontek. Pokoknya ketat deh kalo ngawas. Tujuannya simple, supaya mereka jujur dan mau berusaha, yakin dengan kemampuan sendiri. Bukankah itu yang memang harus diajarkan guru pada muridnya?

Tapi, apa coba yang terjadi?

Dia malah dimaki-maki di blognya! Guru yang satu ini emang gaul, rajin banget ngeblog.. Dan beliau ini bahkan nulis tentang masa-masa ujian murid-muridnya. Tapi apa coba? Ada murid yang ketauan nyontek, lantas marah-marah dan maki-maki pake kata-kata kasar di blog itu! (Tanpa identitas tentunya.) Kurang ajar banget!

Gw ga ngerti lagi.. betapa bobroknya mental bangsa ini. Betapa bobroknya mental calon-calon penerus bangsa ini. Apa ini salah sistem pendidikannya? Kalo gw mengutip kata-kata Pak Adriano Rusfi, Konsultan pengisi mata kuliah Kapita Selekta hari Kamis lalu, “Ada yang salah dengan sistem pendidikan kita ini. Kemampuan kita memetakan masalah telah hilang karena sistem pendidikan kita sendiri!” Di sini beliau membicarakan tentang hilangnya kreativitas anak-anak, karena sejak kecil (baca: TK) diajarkan calistung (baca-tulis-hitung), padahal harusnya dibiarkan berimajinasi dan berkreativitas.

Bagaimanapun, gw setuju. Pasti ada yang salah dengan sistem pendidikan negeri ini. Sekolah itu belum berhasil mendidik, baru mengajar. Sekolah cuma ngajarin gimana caranya biar pinter berhitung Matematika Fisika, pinter menghafal Biologi dan Sejarah.. Ngajarin gimana caranya lulus tes masuk sekolah dan universitas berkelas.. Tapi ilmu kejujuran, ilmu ketertiban, ilmu kepedulian justru ga diajarin..

Hasilnya? Ya liat aja sendiri Indonesia ini kayak gimana.

Sumpah, gw pengen banget ngubah semuanya. But, what can I do all by myself? Gw pun terbayang kata-kata Pak Adriano Rusfi di kuliah Kapita Selekta beberapa hari yang lalu, ketika gw tanya tentang mental masyarakat saat ini yang begitu bobrok, bagaimana langkah konkretnya agar mereka bisa sadar dan mengubah sikap serta pola pikir agar bisa mewujudkan kemandirian teknologi di Indonesia.

Beliau berkata: “Beranilah melakukan kebaikan yang sia-sia. Abaikan 3 berhala; efektivitas, waktu, dan skala. Tidak usah pikirkan apakah perbuatan Anda efektif, kapan akan membuahkan hasil, atau apakah dapat mengubah sesuatu. Mulai dari diri Anda sendiri, tidak usah pikirkan orang lain! Totalitas pada diri sendiri. Niscaya semangat dan aura Anda akan menyebar. Itulah power of influence. Selain itu, tunjukkanlah semangat teamwork, dengan demikian, walaupun Anda berusaha sendiri, Anda seolah mengajak orang lain untuk ikut berusaha.”

Luar biasa. Jawaban yang tepat sasaran.

Untuk itulah, gw menulis di sini. Supaya ada orang yang baca. Satu, dua orang, ga masalah. Gw cuma bisa berharap, orang-orang yang ngebacanya sepaham dengan gw. Dan ikut tergerak untuk memperbaiki mental masyarakat yang bobrok ini. Setidaknya mulai dari diri sendiri. Gw berharap, suatu saat pendidikan nilai-nilai ini bisa bener-bener diaplikasikan lewat sistem pendidikan, sekolah. Karena di situlah para calon-calon penerus bangsa ini tumbuh dan berkembang.

Suatu saat nanti, Insya Allah. 🙂

Leave a Comment

error: This content is protected by the DMCA