Untuk melamar beasiswa S2 di luar negeri, terutama di negara-negara Eropa dan Amerika, kemampuan berbahasa Inggris, yang ditunjukkan melalui skor TOEFL/IELTS/sejenisnya, tentunya menjadi syarat utama. Seperti apa ‘medan perang’ yang akan teman-teman hadapi saat tes TOEFL? Di artikel ini, anakUI.com membahas tips TOEFL untuk mendaftar beasiswa S2 luar negeri.

Hal pertama yang harus diperhatikan untuk meraih sukses pada tes TOEFL untuk beasiswa S2 luar negeri adalah batas minimum skor TOEFL yang dibutuhkan. Batas minimum skor TOEFL sangat beragam, umumnya, program S2 di luar negeri mensyaratkan nilai TOEFL iBT di atas 85. Selain skor total, perhatikan juga nilai minimum yang harus diraih per komponennya.

Universitas – universitas unggulan tentunya memiliki standar yang lebih tinggi. Universitas Oxford misalnya, memiliki standar minimum skor TOEFL sebesar 100, dengan 22, 24, 25, dan 24 sebagai nilai minimum komponen listening, reading, speaking, dan writing. Jurusan sastra Inggris, hukum, politik, dan beberapa jurusan sosial lainnya juga memiliki batas minimum skor TOEFL yang lebih tinggi dibandingkan jurusan sains.

Universitas yang berlokasi di negara dengan bahasa ibu selain Bahasa Inggris biasanya mensyaratkan nilai TOEFL yang lebih rendah. Jika nilai TOEFL teman-teman tidak terlalu tinggi, silakan pertimbangkan untuk menimba ilmu di kampus berbahasa Inggris di negara-negara tersebut.

 

Listening Section

Listening section biasanya menjadi lahan pengumpulan nilai bagi kebanyakan peserta TOEFL. Untuk bisa mengambil poin maksimal, manfaatkan kertas buram yang diberikan kepada teman-teman untuk mencatat poin-poin penting dalam section ini. Berlatihlah untuk menulis cepat dan singkat, karena selama teman-teman menulis, rekaman yang teman-teman dengarkan tetap terus berjalan. Jangan terburu-buru, karena teman-teman harus memastikan tulisan teman-teman tetap terbaca saat teman-teman akan menjawab pertanyaan.

advertisement

Saat TOEFL, teman-teman tidak berada di ruangan yang sunyi, seperti halnya ujian kebanyakan. Saat teman-teman sedang mengerjakan bagian listening, ada kemungkinan peserta di sebelah teman-teman sedang mengerjakan bagian speaking, sehingga konsentrasi teman-teman mungkin saja terganggu. Hal ini penting untuk diketahui dan kalau bisa disimulasikan agar saat TOEFL berlangsung teman-teman tidak kaget. Cobalah mengerjakan latihan listening di sebelah tv yang menyala dengan menggunakan headphone.

 

Reading Section

Selain listening, para peserta TOEFL juga biasanya mendapatkan nilai tinggi di reading section. Terutama untuk calon mahasiswa/i S2, kemampuan membaca sangat diperlukan, mengingat banyaknya jurnal ilmiah yang harus teman-teman baca kelak.

Satu-satunya cara untuk meningkatkan kemampuan teman-teman di section ini adalah dengan membiasakan diri banyak membaca selama persiapan TOEFL. Selain kemampuan teman-teman untuk mengerti yang semakin meningkat, kebiasaan rajin membaca juga bisa meningkatkan kecepatan membaca teman-teman, sehingga menyisakan banyak waktu untuk menganalisa pertanyaan atau bahkan membaca ulang bacaan yang diberikan.

Pertanyaan terakhir di setiap bacaan adalah pertanyaan yang sangat menjebak, karena teman-teman harus memilih kalimat yang menyimpulkan bacaan yang diberikan. Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya jika teman-teman membaca ulang paragraf (atau kalimat) pertama dan terakhir dari bacaan, untuk menghindari jebakan-jebakan pada pilihan jawaban yang diberikan.

 

advertisement

Speaking Section

Di bagian ini, teman-teman harus berkonsentrasi penuh dengan pikiran teman-teman sendiri, karena ruang ujian akan menjadi sedikit bising oleh peserta yang juga mengerjakan bagian speaking ini.

Ada enam tipe pertanyaan di section ini, yaitu reasoning, quick thinking, summarizing, communication, comprehensive speaking ability, dan notes taking and inferring from them. Pelajari contoh-contoh pertanyaan TOEFL dan pelajar juga jawaban seperti apa yang diinginkan. Karena ujian speaking ini sedikit berbeda dengan ujian speaking di sekolah-sekolah biasa.

Bagi teman-teman yang biasa berbicara Bahasa Inggris mungkin bagian ini tidak akan terlalu sulit. Tetapi perhatikan, berbeda dengan IELTS di mana peserta berhadapan langsung dengan penguji di speaking section, pada ujian TOEFL, teman-teman hanya akan berhadapan dengan komputer. Hal ini akan membuat teman-teman merasa sedikit aneh dan juga mewajibkan teman-teman berpikir lebih keras karena waktu untuk menyusun speech sangat terbatas. Tidak akan ada pertanyaan dari penguji yang membuat teman-teman bisa mengekspresikan pikiran dan kemampuan teman-teman berbicara Bahasa Inggris dengan lebih baik. Semuanya tergantung pada kemampuan komposisi teman-teman.

 

Writing Section

Saat teman-teman berlatih untuk writing section ini, sediakan juga waktu untuk menganalisa tulisan teman-teman sendiri. Dengan melakukan analisa terhadap tulisan teman-teman, teman-teman akan mengingat kesalahan-kesalahan, terutama kesalahan grammar yang terdapat pada tulisan teman-teman.

Kemampuan teman-teman menganalisa juga menjadi sangat penting di section ini, karena seperti tulisan pada umumnya, tulisan teman-teman di TOEFL ini pun membutuhkan revisi yang cepat dan tepat. Biasakan menganalisa alur tulisan teman-teman, apakah alirannya sudah baik, apakah pengenalan topik dan kesimpulan berada pada tempatnya. Jangan lupakan juga kata/kalimat penyambung antar paragraf, agar tulisan teman-teman menjadi lebih baik.

Proses penyuntingan tulisan di TOEFL bisa dilakukan dengan mudah, seperti teman-teman mengetik di komputer biasa. Fungsi cut, copy, dan paste harus teman-teman manfaatkan dengan baik.

 

Di Hari Ujian

Tes TOEFL berlangsung cukup lama, sekitar empat jam, jadi makanlah secukupnya, agar konsentrasi teman-teman tidak terganggu oleh rasa lapar. Tetapi jangan makan terlalu banyak khawatir di saat harus menulis/membaca teman-teman malah mengantuk.

Jangan lupa membawa kartu identitas dan datanglah ke tempat ujian paling lambat setengah jam sebelum tes dimulai. Hal ini untuk mempercepat proses pengisian formulir dan data-data lain yang diperlukan sebelum tes berlangsung. Di beberapa tempat ujian, mereka yang datang lebih awal diperbolehkan memulai tes lebih awal. Ini akan sangat menguntungkan karena teman-teman bisa menjalani tes listening dan speaking dengan kondisi ruangan yang lebih sunyi.

Itulah tips TOEFL untuk beasiswa S2 luar negeri. Tentu saja tips ini tidak berarti apa-apa kalau teman-teman tidak latihan dulu sebelum mengambil tes-nya..

Semoga teman-teman bisa memenuhi persyaratan untuk universitas yang teman-teman tuju. Mari persiapkan S2 teman-teman mulai dari sekarang.

Selamat berjuang!


Photo Credit: pshegubj via Compfight cc



[reaction_buttons]