Tribute to MABA ’09:Akankah perjuangan ini berakhir?


0

Setelah sekian lama berjuang untuk duduk di bangku kuliah, akhirnya saya bisa lulus dengan jalur SNMPTN. Ada sebersit keinginan untuk lulus di SIMAK UI saja…namun nasib berkata lain… Saya harus melalui kerikil tajam, batuan karang hingga ombak di pantai hanya untuk menaiki ‘perahu perkuliahan’. Padahal segala usaha telah saya kerahkan. Memang semua itu kehendak dari Allah SWT. Entah ada rahasia apa dan alasan apa sehingga saya pada akhirnya diterima di UI namun melalui SNMPTN. Mungkin bila saya diluluskan di awal, saya akan merasa sombing dan malas. Mungkin juga saya tidak cocok dengan jurusan yang dipilih di SIMAK UI (Fasilkom).

Saat pengumuman SIMAK UI tiba.Banyak teman-teman saya yang lulus. Sebagian dari mereka ada yang berpindah jalur dari IPA ke IPC. Pada detik saya mendengar kesuksesan mereka yang IPC di SIMAK UI, tiba-tiba hati ini tergerak untuk memilih IPC.

Akhirnya saya memutuskan untuk memilih IPC di UMB dan lagi-lagi memilih pilihan yang sama (UI), namun ditambah dengan psikologi UI. Saya yakin memilih pilihan tersebut karena nilai TO saya mencukupi untuk lulus. Dan lagi-lagi saya ditolak setelah penolakan oleh UI, UGM dan ITB.

Dengan perasaan berat dan sedih. Saya masih memperjuangkan SNMPTN hingga detik terakhir. Saya terus berdoa agar kenyataan yang saya terima adalah kenyataan yang baik.

Segenggam asa sudah saya jaga hingga pengumuman. Saya yakin tak ada yang bisa berkehandak kecuali diri-Nya. Walaupun saya sempat panik karena saya baru mengetahui sistem penilaian SNMPTN kali ini berbeda dengan ujian sebelum-sebelumnya. Para peserta dituntut untuk menguasai berbagai kemampuan yang diujikan, berupa TPA (Tes Potensi Akademik) dan Bidang Studi Prediktif ( IPA:Biologi, Fisika, Kimia, Matematika IPA dan IPS: Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi). Semua pelajaran diharuskan memiliki nilai yang di atas rata-rata. Jadi tidak ada ‘bantu-membantu’ dalam sistem penilaian. Tidak ada lagi mengandalkan beberapa mata pelajaran saja untuk meraih peringkat tinggi, namun pelajaran yang lain ditinggalkan.

Namun semua itu memang kuasa Allah. Saya bisa lulus. Entah mengapa, saya tergerak untuk mengulang soal-soal bimbel ketika istirahat SNMPTN hari kedua. Ternyata soal tersebut serupa dengan soal yang keluar.

Layaknya nelayan yang tidak bisa merasa puas hanya saja bisa menaiki perahunya, saya pun sadar bahwa saya harus melawan gelombang yang menyerang saya ketika saya berada di atas kapal.

Saya sadar bahwa saya harus bergerak. Saya tidak boleh puas karena berhasil lulus di jurusan impian saya. Saya tahu bahwa ujian akan semakin banyak menghantam saya di depan. Untuk apa saya diluluskan? Pasti ada hikmah di baliknya…yang harus saya cari tahu lebih dalam.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf

13 Comments

Leave a Reply

  1. wee.. selamat yang udah ketrima UI.. yupz, ketrima di UI adalah awal dari perjuangan selanjutnya setelah berakhir berjuang di SNMPTN. akhir sesuatu akan menjadi awal dari yang ya lain. Ok?? Selamat Berjuang!!

  2. semangat2 saya juga gagal di SIMAK n UTUL. waktu itu ambil jalur IPA. di UMB nekad ambil IPC, ternyata tembus IE UI.

    mungkin sudah jodohnya masuk IPS.

  3. Wewww…selamat Yak!!!
    Salam Maba juga..haha.
    Pokoknya kita semangat terus. Apalagi ntar ada OKK dengan tugasnya yang seabrej abrek!! T_T. Pokoknya SEMANGAT!!

  4. wah, hebat..
    memang sepertinya selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian, sesuatu yang perlu untuk dilakukan dengan jalan yang terbaik.

    hidup maba 09!